<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Teddy Soeriaatmaja &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/teddy-soeriaatmaja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Oct 2025 08:31:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Teddy Soeriaatmaja &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Dopamin: Saat Cinta Jadi Satu-satunya Hal yang Membuat Kita Tetap Waras</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/film/new-movie-on-this-week/dopamin-saat-cinta-jadi-satu-satunya-hal-yang-membuat-kita-tetap-waras/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 08:31:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Movie On This Week]]></category>
		<category><![CDATA[DOPAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Teddy Soeriaatmaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=36573</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/dopamin-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="dopamin" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/dopamin-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/dopamin-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/dopamin-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/dopamin-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/dopamin-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/dopamin-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/dopamin-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/dopamin-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/dopamin.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Rumah produksi Starvision merilis film layar lebar terbarunya berjudul “Dopamin”—sebuah film yang memadukan ketegangan, romansa, dan refleksi tentang bertahan hidup di tengah dunia yang tak lagi mudah ditebak. Produser Chand Parwez Servia menyebut film ini lahir dari semangat Starvision untuk terus menghadirkan karya yang segar dan relevan bagi penonton masa kini. “Selama 30 tahun, Starvision [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Rumah produksi Starvision merilis film layar lebar terbarunya berjudul “Dopamin”—sebuah film yang memadukan ketegangan, romansa, dan refleksi tentang bertahan hidup di tengah dunia yang tak lagi mudah ditebak.</p>



<p>Produser Chand Parwez Servia menyebut film ini lahir dari semangat Starvision untuk terus menghadirkan karya yang segar dan relevan bagi penonton masa kini.</p>



<p>“Selama 30 tahun, Starvision selalu ingin memberikan sesuatu yang baru dan penting bagi perfilman Indonesia. <em>Dopamin</em> kami hadirkan sebagai genre <em>romantic survival drama</em> dengan cerita yang sangat berbeda—kisah Malik dan Alya yang bisa jadi cerminan banyak pasangan muda,” ujar Chand Parwez usai penayangan perdana film tersebut di Jakarta, Rabu.</p>



<p>Film ini mengikuti perjalanan Malik (Angga Yunanda) dan Alya (Shenina Cinnamon), pasangan muda yang baru menikah namun segera dihadapkan pada kerasnya realitas hidup: utang yang menumpuk, pekerjaan yang hilang, hingga krisis kepercayaan dalam rumah tangga. Titik balik muncul ketika mereka menemukan koper berisi uang dari seorang tamu asing misterius—sebuah temuan yang menjanjikan kebahagiaan sekaligus memantik bahaya.</p>



<p>Menurut Chand Parwez, pemilihan judul “Dopamin” bukan tanpa alasan. Hormon kebahagiaan itu menjadi metafora untuk perjalanan emosional kedua tokohnya.</p>



<p>“Film ini memperlihatkan bagaimana Malik dan Alya saling mengandalkan dan berjuang bertahan hidup di tengah dunia yang semakin gila. Ada kebahagiaan, tapi juga ancaman. Itulah mengapa kami menyebutnya <em>romantic survival drama</em>,” ungkapnya.</p>



<p>Dengan alur yang tegang sekaligus menyentuh, <em>Dopamin</em> diharapkan tak hanya menjadi tontonan segar, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna cinta dan perjuangan dalam menghadapi realitas hidup yang tak selalu manis.</p>



<p>“<em>Dopamin</em> itu hormon kebahagiaan, tapi di film ini kebahagiaan punya banyak bentuk. Cinta mungkin satu-satunya hal yang membuat kita tetap waras di dunia yang tidak menentu,” tambah Chand Parwez.</p>



<p>Film <em>Dopamin</em> merupakan kolaborasi antara Starvision dan Karuna Pictures, disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja, dan dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 November 2025.</p>



<p>Rumah produksi Starvision merilis film layar lebar terbarunya berjudul <em>“Dopamin”</em>—sebuah film yang memadukan ketegangan, romansa, dan refleksi tentang bertahan hidup di tengah dunia yang tak lagi mudah ditebak.</p>



<p>Produser Chand Parwez Servia menyebut film ini lahir dari semangat Starvision untuk terus menghadirkan karya yang segar dan relevan bagi penonton masa kini.</p>



<p>“Selama 30 tahun, Starvision selalu ingin memberikan sesuatu yang baru dan penting bagi perfilman Indonesia. <em>Dopamin</em> kami hadirkan sebagai genre <em>romantic survival drama</em> dengan cerita yang sangat berbeda—kisah Malik dan Alya yang bisa jadi cerminan banyak pasangan muda,” ujar Chand Parwez usai penayangan perdana film tersebut di Jakarta, Rabu.</p>



<p>Film ini mengikuti perjalanan Malik (Angga Yunanda) dan Alya (Shenina Cinnamon), pasangan muda yang baru menikah namun segera dihadapkan pada kerasnya realitas hidup: utang yang menumpuk, pekerjaan yang hilang, hingga krisis kepercayaan dalam rumah tangga. Titik balik muncul ketika mereka menemukan koper berisi uang dari seorang tamu asing misterius—sebuah temuan yang menjanjikan kebahagiaan sekaligus memantik bahaya.</p>



<p>Menurut Chand Parwez, pemilihan judul “Dopamin” bukan tanpa alasan. Hormon kebahagiaan itu menjadi metafora untuk perjalanan emosional kedua tokohnya.</p>



<p>“Film ini memperlihatkan bagaimana Malik dan Alya saling mengandalkan dan berjuang bertahan hidup di tengah dunia yang semakin gila. Ada kebahagiaan, tapi juga ancaman. Itulah mengapa kami menyebutnya <em>romantic survival drama</em>,” ungkapnya.</p>



<p>Dengan alur yang tegang sekaligus menyentuh, <em>Dopamin</em> diharapkan tak hanya menjadi tontonan segar, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna cinta dan perjuangan dalam menghadapi realitas hidup yang tak selalu manis.</p>



<p>“<em>Dopamin</em> itu hormon kebahagiaan, tapi di film ini kebahagiaan punya banyak bentuk. Cinta mungkin satu-satunya hal yang membuat kita tetap waras di dunia yang tidak menentu,” tambah Chand Parwez.</p>



<p>Film <em>Dopamin</em> merupakan kolaborasi antara Starvision dan Karuna Pictures, disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja, dan dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 November 2025. <strong>XPOSEINDONESIA Foto : Instagram</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">36573</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/dopamin-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Film “Mungkin Kita Perlu Waktu&#8221;  Kisah Traumatis Sebuah Kelurga</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/film/new-movie-on-this-week/film-mungkin-kita-perlu-waktu-kisah-traumatis-sebuah-kelurga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2025 15:29:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Movie On This Week]]></category>
		<category><![CDATA[Lukman Sardi]]></category>
		<category><![CDATA[Mungkin Ki9ta Perlu Waktu]]></category>
		<category><![CDATA[Teddy Soeriaatmaja]]></category>
		<category><![CDATA[Tissa Biani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=30326</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/mungin-kita-perlu-waktu-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="mungin kita perlu waktu" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/mungin-kita-perlu-waktu-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/mungin-kita-perlu-waktu-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/mungin-kita-perlu-waktu-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/mungin-kita-perlu-waktu-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/mungin-kita-perlu-waktu-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/mungin-kita-perlu-waktu-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/mungin-kita-perlu-waktu-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/mungin-kita-perlu-waktu-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/mungin-kita-perlu-waktu.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Film “Mungkin Kita Perlu Waktu” merilis video trailer resmi dan &#160;mengumumkan tanggal penayangannya di bioskop Indonesia pada 15 Mei 2025. Film karya sutradara Teddy Soeriaatmadja yang diproduksi Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures ini mempromosikan trailer berdurasi 1 menit 55 detik &#160;dan menampilkan cuplikan sebuah keluarga yang semakin renggang akibat sebuah peristiwa traumatis. Kisah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Film “Mungkin Kita Perlu Waktu” merilis video trailer resmi dan &nbsp;mengumumkan tanggal penayangannya di bioskop Indonesia pada 15 Mei 2025.</p>



<p>Film karya sutradara Teddy Soeriaatmadja yang diproduksi Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures ini mempromosikan trailer berdurasi 1 menit 55 detik &nbsp;dan menampilkan cuplikan sebuah keluarga yang semakin renggang akibat sebuah peristiwa traumatis.</p>



<p>Kisah film bergulir dari kepergian Sara (Naura Hakim), sulung dalam keluarga, adalah pukulan besar bagi keluarga. Sejak saat itu, Ombak (Bima Azriel), sang anak kedua, depresi dengan nasibnya.</p>



<p>Sang Ayah, Restu (Lukman Sardi) mati-matian menjaga keutuhan keluarga dan sang Ibu, Kasih (Sha Ine Febriyanti) terus-menerus marah dengan keadaan.</p>



<p>Tak merasa nyaman di rumah, Ombak mendapatkan semangat dari teman dekatnya, Aleiqa (Tissa Biani), dan pertolongan dari psikolog Nana (Asri Welas).</p>



<p>Meski alur cerita film ini berotasi dari satu peristiwa traumatis, film ini berusaha menyuguhkan dinamika hubungan keluarga sehari-hari yang muaranya adalah masalah komunikasi, persoalan klasik keluarga di Indonesia.<strong>XPOSEINDONESIA Foto: Instagram</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">30326</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/mungin-kita-perlu-waktu-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
