<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Taufik Rahzen &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/taufik-rahzen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jan 2024 05:44:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Taufik Rahzen &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Budayawan dan Seniman selalu Mengambil Jalan Keindahan. Tidak Peduli dengan Kekuasaan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/budayawan-dan-seniman-selalu-mengambil-jalan-keindahan-tidak-peduli-dengan-kekuasaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2024 05:43:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Amien Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Bre REdana]]></category>
		<category><![CDATA[Taufik Rahzen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=17673</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-300x200.jpeg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="taufik rahzen (budayawan) arahmaiani (perupa), bre redana (kritikus seni &amp; sastrawan) dan amien kamil" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-300x200.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-1024x683.jpeg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-768x512.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-1536x1024.jpeg 1536w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-150x100.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-600x400.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-696x464.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-1392x928.jpeg 1392w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-1068x712.jpeg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-630x420.jpeg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-1260x840.jpeg 1260w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil.jpeg 1599w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Diskusi Kebudayaan dengan tema Peran Budayawan dalam Situasi  Politik Masa Kini dan Masa Depan:  Melihat  Kembali Jejak Chairil Anwar, Rendra, Hardi dan Kita digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, Rabu (10/1/2024) Tema ini membicarakan peran seniman, budayawan dalam  merespon perkembangan sosial politik masa kini dan mencerahkan masyarakat mengenai etika, moral, dan bagaimana politik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Diskusi Kebudayaan dengan tema Peran Budayawan dalam Situasi  Politik Masa Kini dan Masa Depan:  Melihat  Kembali Jejak Chairil Anwar, Rendra, Hardi dan Kita digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, Rabu (10/1/2024)</p>



<p>Tema ini membicarakan peran seniman, budayawan dalam  merespon perkembangan sosial politik masa kini dan mencerahkan masyarakat mengenai etika, moral, dan bagaimana politik harus beradab agar bangsa selamat, sejahtera, adil, makmur di masa depan yang makin sulit,&#8221; kata  moderator acara Amien Kamil saat membuka acara</p>



<p>Daalm diskusi &nbsp;yang menghadirkan pembicara Bre Redana (Kritikus Seni &amp; Sastrawan), Arahmaiani (Perupa), Taufik Rahzen (Budayawan) tersebut tampak hadir&nbsp; sejumlah wajah familiar seperti seniman Butet Kartaradjasa, penyair Jose Rizal Manua, budayawan Isti Nugroho, politikus Miing Deddy Gumelar.</p>



<p>Amien Kamil mengatakan, dalam situasi hari ini masyakat terlena atau dilenakan oleh prilaku politik, khususnya sebatas Pemilu dan Pilpres, perebutan kekuasaan, peradaban tentu terancam oleh kepentingan praktis sesaat, golongan, partai.</p>



<p>&#8220;Bangsa dan negara bisa terjerumus menjadi kelas budak di antara bangsa-bangsa di dunia. Budayawan harus mencegah dengan memberi pencerahan kepada masyarakat agar memikirkan perabadan yang hendak dibangun, berani menyatakan kebenaran demi masa kini dan masa depan, punya sikap, tidak mudah terombang-ambing oleh perebutan kekuasaan semata,&#8221; kata Amien.</p>



<p><strong>Kalangwan,  Moralitas yang Otonom</strong></p>



<p>Dalam pandangan Budayawan Taufik Rahzen selalu ada pola-pola dari masa ke masa untuk menyeimbangkan kekuasaan.</p>



<p>Dari kalangan seniman misalnya selain ada tokoh-tokoh seperti Chairil Anwar, WS Rendra, &nbsp;dan Hardi, juga ada Japi Tambayong (Remy Sylado), Radhar Pancadahana dan lain-lain.</p>



<p>Oleh pakar sastra Jawa Prof. Dr.&nbsp;Petrus Josephus Zoetmulder,&nbsp;S.J.&nbsp;(29 Januari 1906&nbsp;–&nbsp;8 Juli 1995), tokoh-tokoh seperti itu disebut Kalangwan, yang dijadikan judul bukunya.</p>



<p>&#8220;Moralitas dari orang-orang Kalangwan itu sangat otonom. Tidak berdasarkan kebenaran agama atau kekuasaan. Ciri-ciri Kalangwan selalu otonom.&nbsp; Konsep diri mereka, ego,” ujar&nbsp; Taufik Rahzen lagi.&nbsp;</p>



<p>Ia kemudian mengambil contoh dalam puisi-puisi karya Chairil Anwar atau dalam buku Pramudya Anantatoer, &nbsp;“Pemberian kata Aku memiliki dua arti: aku tentang diri&nbsp; sendiri atau yang bernakna kolekvitas,&#8221; &nbsp;ujarnya</p>



<p>Taufik Rahzen &nbsp;juga menambahkan,&nbsp; bagi para Kalangwan, &nbsp;keindahan adalah bagian dari tempat mereka berada. Meskipun berbeda-beda, bagi Kalangwan kebenaran selalu satu.</p>



<p>&#8220;Dari dulu masyarakat Nusantara selalu bertegangan antara dua ini. Antara kekuasaan dan agamawan. Para budayawan dan seniman selalu mengambil jalan keindahan. Tidak terlalu peduli dengan kekuasaan,&#8221; kata Taufik.</p>



<p><strong>Ada Pelukis Kritis dan Kompromistis</strong></p>



<p>Mengenai sikap dan karya-karya yang dilahirkan oleh WS Rendra maupun Hardi, menurut wartawan senior Bre Redana, tidak terlepas dari pengaruh perguruan silat tempat mereka berlatih, yakni Perguruan Bangau Putih.</p>



<p>Di mata Bre Redana, Hardi adalah seorang pelukis yang kritis sekaligus kompromistis. &#8220;Dia bisa memaki-maki pemerintah, tetapi bisa menjual lukisannya kepada orang yang dimaki-maki,&#8221; kata Bre.</p>



<p>Sedangkan WS Rendra banyak memasukan pengaruh perguruan Bangau Putih yang menerapkan filsafat Taoisme. &#8220;Drama Mas Willlly Kisah Perjuangan Suku Naga,&nbsp; tokoh-tokohnya adalah personifukasi suhu Subur Rahardja, yang menikah dgn wartawan Amerika Louise Ansberry.&#8221;</p>



<p>Perupa Arahmaiani mengatakan, WS Rendra adalah orang yang sangat mempengaruhi sikap dan pola pikirnya. Setelah ia dipenjara dan dikeluarkan dari ITB tahun 1983, ia bertemu WS Rendra.</p>



<p>&#8220;Waktu mau tidur saya dikasih dua buku oleh Mas Willy. Salah satunya Kitab Pararaton. Saya tertarik tentang budaya dan tradisi. Apalagi jaman Diktator Soeharto saya melihat tradisi budaya Jawa dipelintir oleh penguasa,&#8221; kata wanita perupa ini.</p>



<p>&#8220;Tahun 94 saya pameran di tempat Ray Sahetapy. Ada sekelompok orang datang mengatakan darah saya halal. Karena karya saya Lingga Yoni. Akhirnya saya harus melarikan diri, karena kelompok semacam ini tidak bisa diberi penjelasan,&#8221; tambah Arahmaini,  sambil menyebut “yang bisa mempersatukan kelompok-kelompok saat ini, hanya isu tentang lingkungan. Isu lain masih sulit!” <strong>XPOSEINDONESIA – Foto Dudut Suhendra Putra</strong></p>


<div style="min-height: 535px;; " class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_a8d76958-4553-4fa8-b41a-c5638e2b7c56" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-1.jpeg" alt="taufik rahzen budayawan arahmaiani perupa bre redana kritikus seni sastrawan dan amien kamil 1" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">taufik rahzen budayawan arahmaiani perupa bre redana kritikus seni sastrawan dan amien kamil 1</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Harris-Jauhari-Bre-Redana-dan-Herman-Widjaya-1.jpeg" alt="harris jauhari bre redana dan herman widjaya 1" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">harris jauhari bre redana dan herman widjaya 1</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Diskusi-diadakan-oleh-kelompok-semiman-dan-budayawan-untuk-merespon-perkembangan-sosial-politik-masa-kini-1.jpeg" alt="diskusi diadakan oleh kelompok semiman dan budayawan untuk merespon perkembangan sosial politik masa kini 1" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">diskusi diadakan oleh kelompok semiman dan budayawan untuk merespon perkembangan sosial politik masa kini 1</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17673</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/Taufik-Rahzen-Budayawan-Arahmaiani-Perupa-Bre-Redana-Kritikus-Seni-Sastrawan-dan-Amien-Kamil-300x200.jpeg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
