<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Slamet Rahardjo &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/slamet-rahardjo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Jun 2024 00:48:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Slamet Rahardjo &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Film “Algrafi” Tentang Perjodohan Masa Kini Tayang di Viu</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/film/new-movie-on-this-week/film-algrafi-tentang-perjodohan-masa-kini-tayang-di-viu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jun 2024 00:48:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Movie On This Week]]></category>
		<category><![CDATA[Film “Algrafi”]]></category>
		<category><![CDATA[Slamet Rahardjo]]></category>
		<category><![CDATA[Viu Original]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=21488</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="film viu orignal" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Film  yang disutradarai Rully Mana  dan diangkat dari novel berjudul sama karya Dwi Berliana dan telah dibaca 28 juta kali di platform Wattpad. Melalui film &#8220;Algrafi&#8221;, Rully Mana selaku sutradara dan Dono Indarto sebagai penulis ingin memberikan suguhan film yang setidaknya akan diingat dengan baik oleh para penonton dalam beberapa waktu ke depan. Saat penayangan perdana  pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Film  yang disutradarai Rully Mana  dan diangkat dari novel berjudul sama karya Dwi Berliana dan telah dibaca 28 juta kali di <em>platform</em> Wattpad.</p>



<p>Melalui film &#8220;Algrafi&#8221;, Rully Mana selaku sutradara dan Dono Indarto sebagai penulis ingin memberikan suguhan film yang setidaknya akan diingat dengan baik oleh para penonton dalam beberapa waktu ke depan.</p>



<p><br>Saat penayangan perdana  pada Kamis (20/6) lalu di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, terlihat “Algrafi” mengisahkan tentang sepasang remaja yang dijodohkan oleh keluarga mereka.<br><br>Awalnya, sang kakek (Slamet Rahardjo) merasa bisnis keluarganya sedang tidak stabil dan membutuhkan suatu “jimat” untuk melancarkan bisnisnya kembali.<br><br>Sebagai orang Jawa tulen, sang kakek percaya bahwa pernikahan dengan weton (ramalan Jawa) yang sesuai akan menghasilkan keberuntungan.<br><br>Saat mencoba mencocokkan weton antara cucunya, Algrafi (Junior Robert) dan anak dari sekretaris pribadinya, Naya (Megan Domani), hasilnya sesuai dengan harapan sang kakek hingga rencana pernikahan keduanya resmi dimulai.<br><br>Baik Algrafi dan Naya pun menolak rencana tersebut dan berusaha untuk menggagalkannya. Sayangnya, keberuntungan belum berpihak pada dua remaja belia itu dan keluarga mereka tetap berpegang teguh untuk menjodohkan mereka.<br><br>Di suatu titik, keluarga Naya dan Algrafi mengalami masalah besar hingga menimbulkan perpecahan di antara keduanya. Di masa-masa itu, Naya dan Algrafi mulai menyadari perasaaan sayang satu sama lain.<br><br>Apakah perasaan cinta mereka direstui keluarga mereka?<br><br><strong>Perjodohan masa kini</strong><br> <br>Kisah perjodohan menjadi cerita biasa dalam film-film.  Namun, cerita ini juga  dapat menjadi tantangan tersendiri bagi para sineas, termasuk sineas film “Algrafi” yang memilih untuk memvisualisasikannya.</p>



<p>Bayangan cerita klise &nbsp;tidak tampak dalam alur film “Algrafi” . &nbsp;Karena ditampilkan dengan cerita yang terbilang ringan dan menarik.</p>



<p>Selama dua jam durasi penayangannya, penonton tidak akan merasa bosan karena cerita yang diselingi dengan adegan komedi.<br><br>Di luae itu, ada dua orang tokoh yang patut diapresiasi lebih adalah sosok sang kakek oleh Slamet Rahardjo dan seorang manajer di sebuah restoran.</p>



<p>Di sejumlah adegan, keduanya tampil sebagai “mood maker” yang mampu menghidupkan cerita, meskipun hanya dilakukan berdasarkan improvisasi pribadi. Tidak hanya  dua tokoh di atas yang layak mendapatkan apresiasi,  karena kolaborasi antar aktor serta aktris lainnya dalam film ini berhasil memvisualisasikan isi cerita dengan maksimal. <strong>XPOSEINDONESIA Foto VIU</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21488</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/film-viu-orignal-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Slamet Rahardjo, Dian Sastrowardoyo, Kamila Andini, Lutesha Sadhewa, dan Bryan Domani Jadi Duta FFI 2024</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/award/slamet-rahardjo-dian-sastrowardoyo-kamila-andini-lutesha-sadhewa-dan-bryan-domani-jadi-duta-ffi-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2024 09:46:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[Bryan Domani]]></category>
		<category><![CDATA[Dian Sastriwardoyo]]></category>
		<category><![CDATA[Duta FFI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film Indonesia 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Kamila Andini]]></category>
		<category><![CDATA[Lutesha Sadhewa]]></category>
		<category><![CDATA[Slamet Rahardjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=21164</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/duta-ffi-2024-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Para duta FFI 2024" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/duta-ffi-2024-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/duta-ffi-2024-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/duta-ffi-2024-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/duta-ffi-2024-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/duta-ffi-2024-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/duta-ffi-2024-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/duta-ffi-2024-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/duta-ffi-2024-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/duta-ffi-2024.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Festival Film Indonesia (FFI) 2024 memiliki Duta &#160;baru. Mereka adalah Slamet Rahardjo Djarot, Dian Sastrowardoyo, Kamila Andini, Lutesha Sadhewa, dan Bryan Domani Mereka terpilih karena dinilai sebagai insan film berprestasi dari berbagai unsur lintas generasi. Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (10/6), kelima Duta FFI akan memperkenalkan dan menggaungkan tema FFI 2024, yakni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Festival Film Indonesia (FFI) 2024 memiliki Duta &nbsp;baru. Mereka adalah Slamet Rahardjo Djarot, Dian Sastrowardoyo, Kamila Andini, Lutesha Sadhewa, dan Bryan Domani</p>



<p>Mereka terpilih karena dinilai sebagai insan film berprestasi dari berbagai unsur lintas generasi.<br><br>Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (10/6), kelima Duta FFI akan memperkenalkan dan menggaungkan tema FFI 2024, yakni ‘Merandai Cakrawala Sinema Indonesia’.<br><br>Penetapan kelima nama tersebut merupakan wujud konkret dari pemaknaan tema FFI 2024 untuk menunjukkan kolaborasi dalam membangun ekosistem perfilman Indonesia yang kreatif, inovatif, inklusif dan produktif.<br><br>“Nama-nama Duta FFI 2024 merefleksikan kolaborasi lintas generasi di industri sinema Indonesia,” kata Ketua Komite FFI 2024–2026 Ario Bayu.<br>&nbsp;</p>



<p>“Mereka merupakan nama yang karya-karyanya mendapat pengakuan secara penghargaan kritis dan penerimaan penonton. Kami berharap, dengan ditunjuknya kelima nama sebagai Duta FFI bisa meluaskan khazanah sinema Indonesia di seluruh lapisan masyarakat Indonesia”, katanya.<br><br><br>Slamet Rahardjo Djarot merupakan aktor, sutradara, dan penulis skenario yang telah berkarya selama kurun 50 tahun lebih. Pengalamannya berakting membuatnya dikenal sebagai seorang profesional serba bisa hingga saat ini.<br><br>Slamet telah malang melintang di dunia teater, sinema, seni pertunjukan, menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di industri film Indonesia.<br><br>Sepanjang karirnya, Slamet sudah mendapat banyak penghargaan, antara lain Piala Citra untuk Aktor Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, Penata Musik terbaik, Penulis Skenario Terbaik, dan Sutradara Terbaik.<br><br>Adapun Dian Sastrowardoyo yang lekat dengan karakter Cinta dalam “Ada Apa Dengan Cinta?” (2002). Dian memulai debut perannya lewat film “Bintang Jatuh” pada tahun 2000.<br><br>Pada tahun 2001, Dian tampil memukau lewat perannya sebagai Daya di “Pasir Berbisik” dan berhasil mengantarkannya untuk mendapatkan berbagai penghargaan internasional. Antara lain pemenang Silver Screen Award Best Actress di Singapore International Film Festival dan pemenang Lotus Best Actress di Deauville Asian Film Festival.<br><br>Hingga kini, Dian masih aktif membintangi berbagai judul film, termasuk serial hit “Gadis Kretek” yang melekatkan namanya dengan karakter Jeng Yah.<br><br>Selain berperan, Dian juga mengasah kemampuan menulis dan menyutradarai sejumlah karya, seperti Omnibus “Quarantine Tales” untuk segmen “Nougat” (2020) dan film pendek “Dini Hari” (2022).<br><br>Nama lain yang menjadi Duta FFI 2024 adalah sutradara perempuan berbakat Kamila Andini yang telah mendapat banyak penghargaan dari berbagai karya filmnya. Debut penyutradaraannya dimulai pada film “Rahasia Dibalik Cita Rasa” (2002).<br><br>Pada tahun 2011, Kamila Andini memenangkan Piala Citra kategori Cerita Asli Terbaik untuk filmnya “The Mirror Never Lies” (2011). Dia juga berhasil menyabet ragam penghargaan internasional, seperti Festival Film Internasional Tokyo, Festival Film Internasional Hongkong, dan Festival Film Internasional Berlin.<br><br><br>Melalui filmnya “Sekala Niskala” (2018), Kamila Andini mendapatkan nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia 2018, serta nominasi di banyak festival film internasional.<br><br>Selanjutnya, Luthesa Sadhewa atau Lutesha adalah seorang aktris yang mengawali karirnya dalam film pendek berjudul “The Junk Society” (2012).<br><br>Sarjana Sastra Belanda dari Universitas Indonesia ini telah memerankan banyak film di sepanjang kariernya dan ikut berperan aktif dalam industri film Indonesia, seperti menjadi duta jenama untuk ajang Jakarta Film Week tahun 2023.<br><br>Lutesha pernah mendapatkan nominasi nominasi Piala Citra sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di FFI 2023 untuk perannya di film “The Big 4” (2022).<br><br>Terakhir, ada aktor muda berbakat Bryan Domani yang tenar lewat peran-perannya di serial televisi. Seiring berjalannya waktu, Bryan mendapat kepercayaan untuk bermain film layar lebar hingga saat ini.<br><br>Bryan telah membintangi berbagai judul film, seperti “Miracle in Cell no. 7” (2022), “Ketika Berhenti di Sini” (2023), dan “172 Days” (2023). Dengan basis penggemar yang dimilikinya, diharapkan nama Bryan sebagai Duta FFI 2024 mampu meluaskan khazanah sinema dan memperkenalkan perhelatan FFI 2024 ke Gen Z dan Gen Alpha.<br><br>Sementara itu, kepengurusan Komite FFI periode 2024–2026 telah dibentuk dan diketuai oleh Ario Bayu. Komite FFI 2024–2026 diisi oleh Ario Bayu (Ketua Komite), Prilly Latuconsina (Ketua Pelaksana), Budi Irawanto (Ketua Bidang Penjurian), Mandy Marahimin (Ketua Sekretariat), Gita Fara (Ketua Bidang Keuangan dan Pengembangan Usaha), Pradetya Novitri (Ketua Bidang Acara), Nazira C. Noer (Ketua Humas Acara), dan Michael Ratnadwijanti (Ketua Humas Penjurian).<br><br>Untuk informasi lebih lanjut seputar Festival Film Indonesia 2024, kunjungi laman media sosial resmi FFI di Instagram @festivalfilmid dan situs festivalfilm.id.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21164</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/duta-ffi-2024-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
