<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Samsara &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/samsara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Oct 2025 00:58:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Samsara &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>“Samsara” Karya Garin Nugroho Raih Tiga Nominasi di Asia Pacific Screen Awards 2025</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/award/samsara-karya-garin-nugroho-raih-tiga-nominasi-di-asia-pacific-screen-awards-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 00:49:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[APSA ke 18]]></category>
		<category><![CDATA[Aryo Bayu]]></category>
		<category><![CDATA[Garin NUgroho]]></category>
		<category><![CDATA[Samsara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=36079</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/film-samsara-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="film samsara" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/film-samsara-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/film-samsara-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/film-samsara-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/film-samsara-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/film-samsara-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/film-samsara-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/film-samsara-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/film-samsara-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/film-samsara.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Film garapan sutradara kenamaan Indonesia Garin Nugroho, berjudul Samsara, kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Film yang mengangkat kisah berlatar budaya dan spiritualitas Bali ini berhasil meraih tiga nominasi bergengsi di Asia Pacific Screen Awards (APSA) ke-18, yang akan digelar pada 27 November mendatang di Gold Coast, Australia. Produser film Samsara, Gita Fara, mengungkapkan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Film garapan sutradara kenamaan Indonesia <strong>Garin Nugroho</strong>, berjudul <strong><em>Samsara</em></strong>, kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Film yang mengangkat kisah berlatar budaya dan spiritualitas Bali ini berhasil meraih <strong>tiga nominasi</strong> bergengsi di <strong>Asia Pacific Screen Awards (APSA) ke-18</strong>, yang akan digelar pada <strong>27 November mendatang di Gold Coast, Australia</strong>.</p>



<p>Produser film <em>Samsara</em>, <strong>Gita Fara</strong>, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari perjalanan panjang film tersebut di berbagai festival dunia.</p>



<p>“<em>Samsara</em> sudah melalui perjalanan panjang ke berbagai festival dan tempat pemutaran. Mendapat nominasi di Asia Pacific Screen Awards adalah pencapaian tersendiri yang kami syukuri. Terima kasih atas apresiasinya untuk film ini, semoga semakin banyak penonton yang bisa menikmati <em>Samsara</em>,” ujar Gita dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (17/10).</p>



<p>Menjadi film dengan nominasi terbanyak tahun ini, <em>Samsara</em> memimpin dengan tiga kategori penting, <strong>Film Terbaik</strong>, <strong>Sutradara Terbaik</strong> untuk Garin Nugroho dan <strong>Penata Kamera Terbaik</strong> untuk Batara Goempar</p>



<p><strong>Menilai Keunggulan Sinematik</strong></p>



<p>Didirikan pada 2007 oleh Pemerintah Negara Bagian Queensland, Asia Pacific Screen Awards dikenal sebagai “<em>Oscar Asia-Pasifik</em>” karena menilai film berdasarkan keunggulan sinematik dan representasi budaya asal. Tahun ini, 33 film dari 24 negara dan kawasan berkompetisi di berbagai kategori, termasuk karya dari sutradara ternama seperti Jafar Panahi (<em>It Was Just an Accident</em>, Iran), Lav Diaz (<em>Magellan</em>, Filipina), Cai Shangjun (<em>The Sun Rises on Us All</em>, Tiongkok), dan Sho Miyake (<em>Two Seasons, Two Strangers</em>, Jepang).</p>



<p>Film <em>Samsara</em> sendiri merupakan film bisu yang diproduksi oleh Cineria Films bekerja sama dengan Esplanade – Theatres on The Bay, Lynx Films, United Communications, dan SilurBarong. Film ini dibintangi oleh Aryo Bayu, Juliet Widyasari Burnett, dan Gus Bang Sada.</p>



<p>Mengisahkan kehidupan seorang pria miskin di Bali tahun 1930-an yang menempuh jalan mistis demi cinta dan kekayaan, <em>Samsara</em> menggali tema tentang ambisi, kutukan, dan karma dalam konteks budaya dan spiritualitas Bali.</p>



<p>Karya ini juga menjadi wujud kolaborasi lintas disiplin antara Garin Nugroho dan sejumlah seniman ternama, termasuk koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani, maestro tari I Ketut Arini, seniman Cok Sawitri, Aryani Willems, Valentine Payen-Wicaksono, serta penari Komunitas Bumi Bajra, Bali. Musik film ini digarap oleh komposer Wayan Sudirana bersama Gamelan Yuganada dan Kasimyn dari duo elektronik eksperimental Gabber Modus Operandi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">36079</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/film-samsara-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Cine Concert Samsara Digelar Di Taman Ismail Marzuki</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/on-stage/cine-concert-samsara-digelar-di-taman-ismail-marzuki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Dec 2024 01:35:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[On Stage]]></category>
		<category><![CDATA[Ario Bayu]]></category>
		<category><![CDATA[Cine Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Garin NUgroho]]></category>
		<category><![CDATA[Samsara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=26685</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/12/adegan-dalam-samsara-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="adegan dalam samsara" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/12/adegan-dalam-samsara-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/12/adegan-dalam-samsara-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/12/adegan-dalam-samsara-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/12/adegan-dalam-samsara-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/12/adegan-dalam-samsara-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/12/adegan-dalam-samsara-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/12/adegan-dalam-samsara-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/12/adegan-dalam-samsara-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/12/adegan-dalam-samsara.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Sutradara Garin Nugroho  bersama Bakti Budaya Djarum Foundation  kan menampilkan pertunjukan cine-concert (gabungan pertunjukan film dan musik) bertajuk &#8220;Samsara&#8221; di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada tanggal 13 &#8211; 15 Desember 2024. Cine-concert &#8220;Samsara&#8221; merupakan gabungan antara film bisu hitam-putih karya Garin Nugroho yang dibintangi oleh Ario Bayu dan Juliet Widyasari Burnett, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sutradara Garin Nugroho  bersama Bakti Budaya Djarum Foundation  kan menampilkan pertunjukan cine-concert (gabungan pertunjukan film dan musik) bertajuk &#8220;Samsara&#8221; di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada tanggal 13 &#8211; 15 Desember 2024.</p>



<p>Cine-concert &#8220;Samsara&#8221; merupakan gabungan antara film bisu hitam-putih karya Garin Nugroho yang dibintangi oleh Ario Bayu dan Juliet Widyasari Burnett, dengan iringan musik gamelan Bali dan musik elektronik.</p>



<p>Sebelumnya, cine-concert &#8220;Samsara&#8221; telah digelar di Singapura, Bali, dan Yogyakarta hingga akhirnya di Jakarta mulai Jumat (13/12) ini.</p>



<p>&#8220;Setelah sukses tampil di Esplanade, Singapura, Program Indonesia Bertutur di Bali, dan pembukaan Jogja-NETPAC Asian Film Festival di Yogyakarta, cine-concert &#8216;Samsara&#8217; kini menyapa penontonnya di Jakarta,&#8221; kata Gita Fara selaku produser cine-concert &#8220;Samsara&#8221;, seperti dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Jumat.</p>



<p>Dia menambahkan, &#8220;Kami memilih Jakarta karena selain menjadi salah satu pusat kesenian di Indonesia, permintaan untuk menghadirkan cine-concert Samsara (di Jakarta) sangat besar&#8221;.</p>



<p>Film &#8220;Samsara&#8221; mengambil latar tempat di Bali pada tahun 30-an. Film tersebut mengisahkan tentang seorang pria dari keluarga miskin (Ario Bayu) yang ditolak lamarannya oleh orang tua kaya dari perempuan yang dicintainya (Juliet Widyasari Burnett).</p>



<p>Oleh sebab itu, pria tersebut melakukan perjanjian gaib dengan Raja Monyet dan melakukan ritual gelap untuk mendapatkan kekayaan. Namun, dalam prosesnya, ritual tersebut justru mengutuk istri dan anaknya hingga menderita.Menariknya, &#8220;Samsara&#8221; tidak hanya menampilkan film bisu hitam-putih yang tidak biasa. Lebih dari itu, karya tersebut juga menampilkan banyak elemen pertunjukan tradisional Bali, seperti orkestra gamelan, tari tradisional, topeng, dan wayang yang dipadukan dengan musik elektronik digital serta tari dan topeng kontemporer.</p>



<p>Baik dalam film maupun pertunjukan cine-concert kali ini, Garin menggandeng Wayan Sudirana serta grup musik Gabber Modus Operandi (Kasimyn dan Ikhsan Syahrul Alim) sebagai penata musik di dalamnya.</p>



<p>Wayan Sudirana adalah seorang komposer musik dan etnomusikologi yang mempelajari musik kuno Bali dan musik tradisi lainnya, sementara Gabber Modus Operandi pernah berkolaborasi dengan Bjork untuk album Fossora (2022).</p>



<p>Produksi Samsara juga turut menampilkan seniman dan penari ternama Indonesia dan Bali, di antaranya Gus Bang Sada, Siko Setyanto, Maestro tari I Ketut Arini, Cok Sawitri, Aryani Willems, koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani, dan penari-penari dari Komunitas Bumi Bajra, Bali.</p>



<p>&#8220;Saya berharap orang-orang bisa menyambut pertunjukan Cine-Concert Samsara di Jakarta dengan penuh semangat, dan saat menonton mereka membawa sebuah pengalaman baru yang tidak pernah dirasakan sebelumnya,” kata Ario Bayu selaku produser eksekutif dan pemain &#8220;Samsara&#8221;.</p>



<p>Setelah dipentaskan di Jakarta, pertunjukan cine-concert &#8220;Samsara&#8221; akan ditampilkan di beberapa negara pada tahun 2025, salah satunya di Perth, Australia.</p>



<p>Untuk menyaksikan pertunjukan cine-concert &#8220;Samsara&#8221;, penonton dapat membeli tiket mulai dari Rp375 ribu &#8211; Rp1.2 juta melalui laman situs resmi https://www.tiket.com/to-do/samsara-cine-concert-jakarta.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26685</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/12/adegan-dalam-samsara-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Cine Concert &#8220;Samsara&#8221; Karya Garin Nugroho di Pentaskan di Peninsula Island Nusa Dua Bali</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/on-stage/cine-concert-samsara-karya-garin-nugroho-di-pentaskan-di-peninsula-island-nusa-dua-bali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Aug 2024 22:43:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[On Stage]]></category>
		<category><![CDATA[Cine Conser]]></category>
		<category><![CDATA[Esplanade Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Garin NUgroho]]></category>
		<category><![CDATA[Samsara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=23048</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/film-samsara-foto-instagram-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Film Samsara Foto Instagram" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/film-samsara-foto-instagram-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/film-samsara-foto-instagram-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/film-samsara-foto-instagram-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/film-samsara-foto-instagram-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/film-samsara-foto-instagram-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/film-samsara-foto-instagram-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/film-samsara-foto-instagram-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/film-samsara-foto-instagram-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/film-samsara-foto-instagram.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Pertunjukan film &#160;hitam putih yang dipadu konser musik (cine-concert) karya sutradara Garin Nugroho bertajuk &#8220;Samsara&#8221; pertama kali dipentaskan di Indonesia pada perhelatan Indonesia Bertutur 2024 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, 16/8. Pembina Yayasan Puri Kauhan dari Ubud AA Gde Odeck Ariawan yang turut hadir menyaksikan pertunjukan&#160;cine-concert&#160;&#8220;Samsara&#8221; mengapresiasi berbagai aspek yang ditampilkan mulai dari cerita, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pertunjukan film &nbsp;hitam putih yang dipadu konser musik (<em>cine-concert</em>) karya sutradara Garin Nugroho bertajuk &#8220;Samsara&#8221; pertama kali dipentaskan di Indonesia pada perhelatan Indonesia Bertutur 2024 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, 16/8.<br><br>Pembina Yayasan Puri Kauhan dari Ubud AA Gde Odeck Ariawan yang turut hadir menyaksikan pertunjukan&nbsp;<em>cine-concert</em>&nbsp;&#8220;Samsara&#8221; mengapresiasi berbagai aspek yang ditampilkan mulai dari cerita, komposisi musik, tata gambar dan gerak, hingga sinkronisasi gambar dengan musik.<br><br>&#8220;Topik ceritanya sangat menyentuh dasar pemikiran saya sebagai orang Bali, di samping semua karakter dan semua pihak yang terlibat sangat berbakat. Tata artistik, penceritaan, pengambilan gambar, dan tata gerak, semuanya luar biasa,” kata Gde &nbsp;&nbsp;Odeck Ariawan</p>



<p>Samsara adalah sebuah film bisu hitam putih yang dibintangi aktor Ario Bayu dan penari keturunan Indonesia-Australia, Juliet Widyasari Burnett. &nbsp;</p>



<p>Mereka diiringan paduan musik gamelan Bali dan musik elektronik.<br><br>Karya ini dipersembahkan oleh Cineria Films, Garin Workshop, dan Lynx Films, yang dibuat bersama dengan Esplanade-Theatres on the Bay Singapura, bekerja sama dengan Silurbarong.co, serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, dan dipentaskan di Esplanade Theatres &nbsp;pada 10 Mei 2024.<br><br>Film &#8220;Samsara&#8221; mengambil latar Bali tahun 1930-an, bercerita tentang seorang pria dari keluarga miskin yang ditolak lamarannya oleh orang tua kaya dari perempuan yang dicintainya. Dia melakukan perjanjian gaib dengan Raja Monyet dan melakukan ritual gelap untuk mendapatkan kekayaan.<br><br>Namun, dalam prosesnya, ritual ini justru mengutuk istri dan anaknya hingga menderita.</p>



<p>&#8220;Samsara&#8221; menampilkan banyak elemen pertunjukan tradisional Bali seperti orkestra gamelan, tari tradisional, topeng, dan wayang yang dipadukan dengan musik elektronik digital serta tari dan topeng kontemporer.<br><br>Pertunjukan musik Gamelan Bali dibawakan oleh Wayan Sudirana, seorang komposer musik dan etnomusikologi lulusan University of British Columbia,<br><br>Selain itu, musik elektronik digital dibawakan oleh grup musik Gabber Modus Operandi, yaitu Kasimyn dan Ican Harem, yang menyajikan hasil persilangan beberapa genre musik. Mereka  pernah berkolaborasi dengan bintang musik internasional Bjork dalam albumnya bertajuk &#8220;Fossora&#8221; (2022).<br><br>Produksi Samsara juga turut menampilkan seniman dan penari ternama Indonesia dan Bali, di antaranya Gus Bang Sada, Siko Setyanto, Maestro tari I Ketut Arini, Cok Sawitri, Aryani Willems, koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani, dan penari-penari dari Komunitas Bumi Bajra dari Bali.<br><br>Selain itu, melibatkan para pembuat film yang telah berpengalaman dan mendapatkan penghargaan atas karya-karyanya. Mereka adalah produser Gita Fara dan Aldo Swastia, penata busana Retno Ratih Damayanti, penata artistik Vida Sylvia, dan sinematografer Batara Goempar, I.C.S.<br><br>Sutradara Garin Nugroho mengungkapkan &#8220;Samsara&#8221; terinspirasi dari kecintaannya pada film klasik Jerman era 1920-an seperti &#8220;Nesferatu&#8221; (1922) dan &#8220;Metropolis&#8221; (1927), yang membawanya kembali menggali tradisi lokal.<br><br>&#8220;Membuat karya ini bagi saya seperti memimpin dan menjalankan upacara tradisi yang hidup di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, mencipta &#8216;Samsara&#8217; adalah berupacara dengan berbagai profesi, seperti juru rias, juru masak, juru panggung, penari, pemusik, ketua upacara, dan lain-lain,&#8221; ujar Garin.<br><br>&#8220;Setiap upacara merepresentasikan kondisi sosial ekonomi dan lingkungan masyarakat, sehingga dalam proses kreatif &#8216;Samsara&#8217;, setiap pemain harus mampu membawa dalam dirinya situasi sosial budaya dalam penciptaan &#8216;Samsara&#8217;,” imbuhnya. <strong>XPOSEINDONESIA  Foto Instagram Film Samsara</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23048</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/film-samsara-foto-instagram-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
