<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Pandemi Covid 19 &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/pandemi-covid-19-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Apr 2021 03:25:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Pandemi Covid 19 &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>OTT Lokal Bersaing di Jalur Padat</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/whats-on-exclusive/ott-lokal-bersaing-di-jalur-padat/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/exclusive/whats-on-exclusive/ott-lokal-bersaing-di-jalur-padat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2021 03:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Whats On]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi Covid 19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=6479</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="195" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/OTT-Lokal-Bersaing-di-Jalur-Padat3-1-300x195.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/OTT-Lokal-Bersaing-di-Jalur-Padat3-1-300x195.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/OTT-Lokal-Bersaing-di-Jalur-Padat3-1-150x97.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/OTT-Lokal-Bersaing-di-Jalur-Padat3-1-600x390.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/OTT-Lokal-Bersaing-di-Jalur-Padat3-1-696x452.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/OTT-Lokal-Bersaing-di-Jalur-Padat3-1-647x420.jpg 647w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/OTT-Lokal-Bersaing-di-Jalur-Padat3-1.jpg 724w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Pandemi Covid 19&#160; memaksa masyarakat tetap&#160; berada di dalam rumah.&#160; Dalam kondisi ini, budaya menonton ke gedung bioskop untuk sementara waktu terpaksa ditangguhkan. Di tengah situasi serba terbatas, ternyata lahir minat masyarakat untuk mencari hiburan dan&#160; menonton melalui aplikasi layanan&#160;Over The Top (OTT).&#160;&#160; OTT adalah layanan dengan konten berupa data, informasi atau multimedia yang berjalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pandemi Covid 19&nbsp; memaksa masyarakat tetap&nbsp; berada di dalam rumah.&nbsp; Dalam kondisi ini, budaya menonton ke gedung bioskop untuk sementara waktu terpaksa ditangguhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah situasi serba terbatas, ternyata lahir minat masyarakat untuk mencari hiburan dan&nbsp; menonton melalui aplikasi layanan&nbsp;<em>Over The Top (OTT).&nbsp;</em>&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">OTT adalah layanan dengan konten berupa data, informasi atau multimedia yang berjalan melalui jaringan internet dengan jenis streaming video, seperti Youtube, Netfix dan lain-lain. Layanan ini bisa diakses&nbsp; secara gratis maupun berlangganan dan berbayar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandemi memicu masyarakat mencari alternatif tontonan via OTT dan membuat posisi OTT nasional besutan anak bangsa semakin dicari.&nbsp; &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ilhamka Nizam</strong>&nbsp;dari&nbsp;<strong>Stro&nbsp;&nbsp;</strong>mengakui, “Memang ada peningkatan dalam jumlah pengakses di Stro sepanjang masa pandemi!” katanya dalam diskusi daring Kemendikbud (2/2) yang dihadiri pula oleh&nbsp; wakil dari<strong>&nbsp;Okeflix, Vidio</strong>, sutradara&nbsp;<strong>Garin Nugroho</strong>&nbsp;dan Kepala Pokja Media Baru dan Arsip Film dan Musik,<strong>&nbsp;Tubagus Andre.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sukses meraih penonton secara cepat meraih penonton dialami&nbsp; pula oleh Vidio. Pada bulan April 2020, mereka&nbsp; sempat menduduki peringkat pertama pada&nbsp;<em>Top Chart App Stor</em>e dan&nbsp;<em>Google Play</em>&nbsp;pada bulan April 2020 sebagai aplikasi nomor 1 yang paling banyak diunduh.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diikuti dengan pencapaian lain, Vidio mengalami peningkatan pada jumlah pengguna aplikasi aktif per bulan yang mencapai 62 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Konten&nbsp; kami bisa diakses dengan&nbsp;<em>free</em>&nbsp;dan&nbsp; juga berbayar. Masyarakat mengakses Vidio untuk konten olahraga,&nbsp;<em>live streaming</em>&nbsp;juga&nbsp;<em>original web series</em>. Spesial untuk original series kami buat sangat berbeda dengan sinetron,” ungkap&nbsp;<strong>Tina Arwin</strong>&nbsp;<em>Chief Content Officer</em>&nbsp;dari Vidio&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-mendukung-ph-lokal">Mendukung PH Lokal&nbsp;</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Para pemain di OTT&nbsp; lokal terlihat berupaya saling bersaing dalam berkreasi menyajikan konten terbaik, dan sambil berupaya bersaing dengan OTT multinasional.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti&nbsp; Okeflix&nbsp; (nama ini tak ada hubungan dengan&nbsp; jenama sejenis yang lebih dulu ternama) mencoba&nbsp; memposisikan diri&nbsp; menyajikan tayangan dengan lebih spesifik.&nbsp; &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Emha Elbana</strong>&nbsp;Markom dari&nbsp; Okeflix menyebut,&nbsp; “Kami membuka peluang&nbsp; untuk diisi oleh&nbsp;<em>production house</em>&nbsp;dari daerah yang memuat kearifan lokal dan budaya. Kami juga&nbsp; mensupport penggiat film dengan program<em>&nbsp;crowdfounding</em>&nbsp;serta&nbsp;<em>pitching</em>&nbsp;produksi&nbsp; film yang melibatkan penggiat.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, sutradara&nbsp;<strong>Garin Nugroho</strong>&nbsp;menilai maraknya webseries&nbsp; yang ditayangkan via OTT muncul karena adanya permintaan pasar yang memang semakin meninggi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain,&nbsp; Garin mengingatkan bahwa sumber daya manusia yang mampu mengerjakannya belum 100 persen siap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kultur bikin seri dalam penulisan skenario, sistem industri,&nbsp; belum memadai untuk mengisi konten OTT lokal Indonesia. Jika tak segera ditangani, akan terjadi pasar banal. Ini mirip kasus sinetron di televisi akan berulang.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karya-karya yang tidak cukup dihargai meski dikonsumsi begitu banyak akan mengalami kejenuhan di pasar yang luar biasa,” sambungnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Garin&nbsp; juga mengungkap kekhawatiran, bahwa dengan tingginya kebutuhan mengisi konten,&nbsp; “membuat cara produksi serial menjadi kurang profesional karena mengejar waktu, juga ada upaya menekan biaya!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengamat film<strong>&nbsp;Yan Wijaya</strong>&nbsp; menyebut sepanjang tahun 2020 ada sekitar&nbsp; 120 judul film bioskop yang diproduksi. “Namun ada 60 judul film lagi yang masih bimbang apakah tetap bisa ditayangkan di bioskop atau apakah ini bisa dipindah tayang ke OTT?” ia bertanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rata rata OTT lokal&nbsp; yang hadir sebagai narasumber menjawab, “asal tema&nbsp; film dan&nbsp; harga jualnua bisa disesuai dengan kemampuan kita, tentu bisa dan tidak ada masalah!” jawab Ilhamka Nizam,<strong>&nbsp;XPOSEINDONESIA/NS Foto: Dudut Suhendra Putra</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-more-pictures"><strong>More Pictures</strong></h2>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_f784c5e3-fa19-4d5f-bc6b-cd4efa9d4238" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/OTT-Lokal-Bersaing-di-Jalur-Padat2.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/OTT-Lokal-Bersaing-di-Jalur-Padat3.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/OTT.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/exclusive/whats-on-exclusive/ott-lokal-bersaing-di-jalur-padat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6479</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/OTT-Lokal-Bersaing-di-Jalur-Padat3-1-300x195.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="195" />	</item>
		<item>
		<title>Merevitalisasi Destinasi Wisata di Indonesia.</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/travel/news/merevitalisasi-destinasi-wisata-di-indonesia/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/travel/news/merevitalisasi-destinasi-wisata-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2020 02:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[mengedepankan kebersihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[pola wisata berubah dari mass tourism ke quality tourism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://offair.id/xposeid/?p=3224</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="195" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/09/Merevitalisasi-Destinasi-Wisata-di-Indonesia-300x195.jpeg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/09/Merevitalisasi-Destinasi-Wisata-di-Indonesia-300x195.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/09/Merevitalisasi-Destinasi-Wisata-di-Indonesia-768x499.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/09/Merevitalisasi-Destinasi-Wisata-di-Indonesia-150x97.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/09/Merevitalisasi-Destinasi-Wisata-di-Indonesia-600x390.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/09/Merevitalisasi-Destinasi-Wisata-di-Indonesia-696x452.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/09/Merevitalisasi-Destinasi-Wisata-di-Indonesia-647x420.jpeg 647w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/09/Merevitalisasi-Destinasi-Wisata-di-Indonesia.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Pandemi Covid 19 telah mengubah pola wisata,&#160; yang awalnya dari&#160;mass tourism&#160;ke&#160;quality tourism.&#160;&#160;Karena itu pula pada masa mendatang, memasuki kehidupan normal yang baru,&#160; para wisatawan akan lebih banyak mencari destinasi wisata yang mengedepankan kebersihan dan memberikan rasa aman juga nyaman dalam berwisata.&#160; Pemerintah&#160; sendiri hadir untuk mewujudkan aspek kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan guna membangun pariwisata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pandemi Covid 19 telah mengubah pola wisata,&nbsp; yang awalnya dari&nbsp;<em>mass tourism</em>&nbsp;ke&nbsp;<em>quality tourism</em>.&nbsp;&nbsp;Karena itu pula pada masa mendatang, memasuki kehidupan normal yang baru,&nbsp; para wisatawan akan lebih banyak mencari destinasi wisata yang mengedepankan kebersihan dan memberikan rasa aman juga nyaman dalam berwisata.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah&nbsp; sendiri hadir untuk mewujudkan aspek kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan guna membangun pariwisata berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Musisi &amp; Pemerhati Kelestarian Alam dan Lingkungan,&nbsp;<strong>Kaka Slank</strong>, mengatakan pandemi telah memberikan waktu buat alam untuk rehat sejenak. Setelah alam mempercantik dirinya kembali, wisatawan harus memiliki pengetahuan mengenai how to travel supaya wisatawan bisa menghargai dan merawat alam Indonesia. Tentunya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sebetulnya kedisiplinan kita adalah dalam bentuk rasa sayang kita terhadap orang lain juga terhadap alam. Untuk itu, marilah kita cerdas dalam berwisata dan selalu memperhatikan protokol kesehatan,” jelas Kaka Slank dalam&nbsp; seminar daring bertajuk&nbsp;<em>“Bincang-bincang Revitalisasi Bumi: Sinergi &amp; Kolaborasi Menjaga Bumi”</em>, Jumat (18/9/2020).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam seminar yang diselenggarakan oleh&nbsp; Kemenparekraf/ Baparekraf ini&nbsp; muncul pula sejumlah pembicara antara lain&nbsp; Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/ Baparekraf,&nbsp;<strong>Rizki Handayani,&nbsp;</strong>&nbsp;&nbsp;Analis Kebijakan Kemenparekraf,<strong>&nbsp;Noviendi Makalam</strong>&nbsp;Founder &amp; Executive Director of Divers Clean Action,&nbsp;<strong>Swietenia Puspa Lestari</strong>, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat,&nbsp;<strong>Lalu Moh. Faozal</strong>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/ Baparekraf, Rizki Handayani, mengatakan acara revitalisasi bumi bertujuan untuk merevitalisasi destinasi wisata di Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika tidak ada wisatawan yang datang berkunjung akibat pandemi maka ini merupakan waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali sekaligus membersihkan alam Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena yang bisa mencegah penyebaran COVID-19 ini di antaranya dengan menjaga kebersihan. Masalah kebersihan bukan hanya melibatkan diri sendiri, tetapi juga kebersihan lingkungan yang ada di sekitar kita,” kata Rizki Handayani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizki Handayani berharap melalui revitalisasi bumi,&nbsp; dapat meningkatkan citra pariwisata Indonesia, khususnya kepada wisatawan mancanegara, bahwa Indonesia sedang bersiap untuk menerima wisatawan kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan yang sama, Analis Kebijakan Kemenparekraf, Noviendi Makalam mengatakan salah satu yang harus tetap dipertahankan di masa pandemi dan setelah pandemi berakhir adalah penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini dapat menjadikan destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia untuk berkembang dengan baik dan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pandemi telah memberikan pelajaran berharga,&nbsp; bahwa sebagai manusia, kita&nbsp; harus menjaga dan merawat bumi dengan sebaik-baiknya,” kata Noviendi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu Founder &amp; Executive Director of Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari, menjelaskan kegiatan revitalisasi bumi bukan hanya sekadar bersih-bersih pantai, tetapi memberikan insight mengenai langkah-langkah yang harus diterapkan untuk mewujudkan CHSE di setiap titik destinasi. Salah satu masalah yang dihadapi di setiap titiknya ialah mengenai kebersihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini tercermin dari data hasil pembersihan sampah yang kita lakukan bersama lebih dari 1600 pekerja wisata bahari di 16 titik yang tersebar di Bali dan Lombok. Dari sampah yang dikumpulkan di area Bali dan Lombok, ada sekitar 3,11 ton yang berhasil ditangani,” ujar Swietenia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Swietenia berharap revitalisasi bumi, tidak hanya sebagai seremonial, tetapi langkah awal untuk menentukan langkah selanjutnya guna melestarikan lingkungan alam Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lombok sebagai salah satu destinasi super prioritas telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) sebagai upaya untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan sekaligus mendorong destinasi wisata di dalamnya dapat bangkit kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Moh. Faozal memberikan apresiasi kepada Kemenparekraf dan seluruh stakeholders yang terlibat dalam penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faozal juga menjelaskan ada empat area destinasi wisata di Lombok yang siap untuk melakukan standarisasi protokol kesehatan berbasis CHSE, yaitu Gili, Rinjani, Mandalika, dan Kota Mataram.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Empat area ini kami fokuskan untuk sertifikasi CHSE. Karena, CHSE ini merupakan acuan untuk kita dan harus diterapkan di seluruh destinasi wisata di Indonesia,” kata Faozal.&nbsp;<strong>XPOSEINDONESIA&nbsp;Foto : Biro Komunikasi Kemenparekraf</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>More Pictures</strong></p>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_cb32eeeb-5693-4356-b891-458eb15aa447" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2020-09-19-at-13.19.07-27640b4696.jpeg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2020-09-19-at-13.19.08-1-81712329ef.jpeg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2020-09-19-at-13.19.08-2-7a9e88557b.jpeg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2020-09-19-at-13.19.08-b5eaf6864a.jpeg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2020-09-19-at-13.19.09-1-5701dec449.jpeg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/travel/news/merevitalisasi-destinasi-wisata-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3224</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/09/Merevitalisasi-Destinasi-Wisata-di-Indonesia-300x195.jpeg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="195" />	</item>
	</channel>
</rss>
