<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Okky Madasari &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/okky-madasari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Feb 2024 04:31:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Okky Madasari &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>AJV Gelar Pidato Kebudayaan di  Hari Ultah Ke 4</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/ajv-gelar-pidato-kebudayaan-di-hari-ultah-ke-4/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2024 04:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Sobari]]></category>
		<category><![CDATA[IJV Ultah Ke 4]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Jurnalis Video]]></category>
		<category><![CDATA[Okky Madasari]]></category>
		<category><![CDATA[Sujiwo Tedjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=18229</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="pidato kebudayaan 02 dsp" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-1536x1024.jpg 1536w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-2048x1365.jpg 2048w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-1392x928.jpg 1392w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-1920x1280.jpg 1920w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-1260x840.jpg 1260w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Aliansi Jurnalis Video (AJV) merayakan ulang tahun keempat,  sambil menggelar  Pidato Kebudayaan, di Balai Budaya, Menteng, Jakarta Pusat, 2 Februari 2024. Tampil&#160; sebagai pembicara &#160;adalah Okky Madasari, Sujiwo Tedjo, dan Dr. Mohamad Sobary, &#160;sementara Amen Kamil tampil membaca puisi dan Dimas Suprianto bertugas sebagai MC Sebagai pembicara pertama, sastrawan dan sosiologi Okky Madasari tampil membacakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Aliansi Jurnalis Video (AJV) merayakan ulang tahun keempat,  sambil menggelar  Pidato Kebudayaan, di Balai Budaya, Menteng, Jakarta Pusat, 2 Februari 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tampil&nbsp; sebagai pembicara &nbsp;adalah Okky Madasari, Sujiwo Tedjo, dan Dr. Mohamad Sobary, &nbsp;sementara Amen Kamil tampil membaca puisi dan Dimas Suprianto bertugas sebagai MC</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pembicara pertama, sastrawan dan sosiologi Okky Madasari tampil membacakan pidato berjudul <em>Martabak Politik dan Intelektual Martabak</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teks pidatonya menggambarkan tentang hasrat &nbsp;untuk berkuasa terus dilakukan tanpa martabat. “Ini sebetulnya tulisan denganjudul metafora yang pernah saya terbitkannya pada tahun 2020,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pidatonya, Okky seperti sedang memotret kondisi politik Indonesia, di mana hasrat untuk terus berkuasa, dilakukan tanpa martabat, dan segala upaya digunakan untuk memperlakukan jabatan sebagai sebuah warisan yang bisa diteruskan oleh anak, cucu, ipar, keponakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Okky menggunakan kata martabak sebagai metafora dan tidak lepas dari subjek yang ingin disindirnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Okky juga menyebut&nbsp; bahwa, dari masa ke masa,&nbsp; &nbsp;sejatinya kekuasan selalu bekerja untuk mengontrol pikiran dan gagasan, &nbsp;mereka mengatur mana yang boleh dibaca, &nbsp;dan mana yang boleh dimusnahkan. Mana &nbsp;yang mesti dipromosikan dan apa yang &nbsp;diharamkan. Mana yang &nbsp;benar dan mana yang dianggap menyesatkan</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dari Hamzah Fansuri di abad 16, Sultan-sultan memiih mana ulama yang boleh didengarkan dan mana ulama yang boleh disingkirkan. Dan syair-syair Hamzah Fansuri dianggap sesat. Nama Hamzah tak tertulis dalam Sejarah Kesultanan Aceh, dari generasi ke generasi syair-syairnya terlupakan,” urai Okky Madasari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika penjajah datang &nbsp;Nusantara, mereka bukan hanya mengambil kontrol penguasa, dan bukan hanya mengeruk kekayaaan alam, tapi juga membonsai pikiran kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tampil dalam sesi kedua, budayawan Sujiwo Tejo. Ia &nbsp;&nbsp;lebih dahulu memainkan lagu <em>Summer Time</em>&nbsp; dengan saxsophone yang dibawanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sujiwo Tejo&nbsp; &nbsp;menyebut &nbsp;&nbsp;sejumlah seniman belakangan ini kecewa &nbsp;pada Jokowi. &nbsp;Di antaranya, ada Butet Kartaredjasa, Eros Djarot. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bahkan saking kecewanya budayawan Gunawan Mohamad sampai perlu menangis di televisi! Mereka yang menangis itukan karena menganggap kekuasan Jokowi berbeda di awal dengan di masa akhir,” ungkap mantan wartawan &nbsp;Kompas yang kini juga bermain film tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya dari 2014 biasa saja melihat kekuasaan Jokowi. Jadi, sekarang pun perasaan saya biasa saja,&#8221; kata Sujiwo Tejo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sujiwo Tejo &nbsp;menyebut, politik tangan besi bisa mematikan nyali dan kekuasaan yang dinafikan &nbsp;mematikan nalar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Dr Mohammad Sobari, akbrab disapa Kang Sobari mengatakan, kebudayaan adalah sistem atau simbol, atau bisa beraneka macam sebutan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sobari menilai budaya sebagai identitas yang lengkap dalam diri. “Lirik bukan puisi. Puisi dunia yang lain lagi. Lirik bisa membangkitkan semangat. Etika melahirkan budi pekerti,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan menyikapi kondisi bangsa saat ini, Kang Sobari menilai seperti sebuah nilai budaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kebudayaan itu jatuh bangun. Jangan ditangisi karena itu sebuah proses.&nbsp;Selalu akan ada harapan baru. Harapan adalah roh kehidupan. Jadi jangan bersedih karena selalu akan ada harapan baru,” katanya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti halnya dalam dialektis dalam perpolitikan Indonesia,&nbsp; &nbsp;“Jatuh bangun suatu kekuasaan itu dialami sepanjang sejarah Indonesia,” ujar&nbsp; Kang Sobari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Banyak orang mengeluh dan merasa sedih ketika Soekarno jatuh dari kekuasaan. &nbsp;Begitu juga ketika kekuasaan Soeharto runtuh oleh air mata dan darah,” kata Kang Sobari&nbsp; yang bergelar doktor dari Monash University Australia itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Makanya kalau suasana politik (Indonesia) seperti sekarang ini, ya itu dialektis, biasa saja. Kekuasaan itu memang ada kalanya jatuh dan bangun,&#8221; begitu&nbsp; kata Kang Sobari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia memberi kiasan, apa yang dirasakan oleh seseorang di tengah suasana politik sekarang ini, &nbsp;bisa dirasakan oleh banyak orang juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau kekuasaan itu diumpakan matahari, &nbsp;bukan hanya ada satu orang merasakan panasnya matahari, jutaan orang juga merasakan panas yang sama,&#8221; tukas budayawan itu. <strong>XPOSEINDONESIA Foto : Dudut Suhendra Putra</strong></p>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_2474b21e-882b-4683-98c0-01b880a7090e" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/ULTAH-KE-4-AJV-DSP-scaled.jpg" alt="ultah ke 4 ajv dsp" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">ultah ke 4 ajv dsp</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-08-DSP-1-scaled.jpg" alt="pidato kebudayaan 08 dsp 1" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">pidato kebudayaan 08 dsp 1</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-09-DSP-1-scaled.jpg" alt="pidato kebudayaan 09 dsp 1" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">pidato kebudayaan 09 dsp 1</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-2-scaled.jpg" alt="pidato kebudayaan 02 dsp 2" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">pidato kebudayaan 02 dsp 2</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-01-DSP-1-scaled.jpg" alt="pidato kebudayaan 01 dsp 1" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">pidato kebudayaan 01 dsp 1</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-04-DSP-1-1-scaled.jpg" alt="pidato kebudayaan 04 dsp 1 1" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">pidato kebudayaan 04 dsp 1 1</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18229</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/PIDATO-KEBUDAYAAN-02-DSP-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
