<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>musik Indonesia &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/musik-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Jun 2026 05:39:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>musik Indonesia &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>TENHOLES Bangkit dari Hiatus, Rilis Maxi Single &#8220;Membakar Malam&#8221; dan &#8220;Tiga&#8221; Bersama demajors</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/tenholes-bangkit-dari-hiatus-rilis-maxi-single-membakar-malam-dan-tiga-bersama-demajors/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 05:39:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Andyan Gorust]]></category>
		<category><![CDATA[Band Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Celtic Punk]]></category>
		<category><![CDATA[Demajors]]></category>
		<category><![CDATA[Indie Music Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Membakar Malam]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[punk rock]]></category>
		<category><![CDATA[single baru]]></category>
		<category><![CDATA[TENHOLES]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga]]></category>
		<category><![CDATA[Ukien Skins]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41000</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="tenholes" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Setelah sempat menjalani masa hiatus pasca kehilangan salah satu personel pentingnya, unit punk rock asal Jakarta, TENHOLES, akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru. Band yang dikenal mengusung perpaduan energi oi/punk dan celtic punk ini resmi merilis maxi single bertajuk &#8220;Membakar Malam&#8221; dan &#8220;Tiga&#8221; melalui kerja sama dengan label independen demajors. Kedua lagu tersebut menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah sempat menjalani masa hiatus pasca kehilangan salah satu personel pentingnya, unit punk rock asal Jakarta, <strong>TENHOLES,</strong> akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru. Band yang dikenal mengusung perpaduan energi oi/punk dan celtic punk ini resmi merilis maxi single bertajuk <strong>&#8220;Membakar Malam&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Tiga&#8221;</strong> melalui kerja sama dengan label independen demajors.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua lagu tersebut menjadi penanda kebangkitan TENHOLES sekaligus babak baru perjalanan mereka setelah vakum sejak kepergian mendiang drummer mereka, Aco, pada Oktober 2023. Maxi single ini mulai tersedia di seluruh platform streaming digital sejak 12 Juni 2026, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music, TikTok Music, dan Langit Musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung karakter punk rock yang kental dengan sentuhan mandolin khas celtic punk, TENHOLES tetap mempertahankan identitas musikal yang telah mereka bangun selama lebih dari dua dekade. Kehadiran dua lagu baru ini juga menjadi bukti bahwa semangat band tersebut tetap menyala meski harus melewati masa sulit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses produksi maxi single ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dan dikerjakan di beberapa studio berbeda. Tahap awal dimulai secara mandiri di Rumah Bergerak, yang menjadi markas kreatif TENHOLES dalam mengembangkan berbagai materi musik mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, pada tahap pembuatan demo awal, lagu-lagu tersebut direkam tanpa isian drum. Andyan Gorust yang kini mengisi posisi drummer memilih tidak merekam bagian drum pada sesi panduan awal. Keputusan tersebut justru menjadi kejutan tersendiri ketika proses rekaman memasuki tahap final dan karakter permainan drumnya mulai terdengar utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perjalanan kreatifnya, TENHOLES juga melibatkan sejumlah musisi dan rekan dekat untuk memberikan masukan terhadap materi yang sedang mereka garap. Nama-nama seperti Jimi Multhazam, Yongki Quickening, hingga Prabu Pramayougha dari Saturday Night Karaoke ikut memberikan perspektif yang membantu penyempurnaan lagu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prabu bahkan menjadi sosok yang mempertemukan TENHOLES dengan David Tarigan dalam sebuah hearing session yang kemudian membuka banyak diskusi mengenai arah musikal band tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas rekomendasi Jimi Multhazam, sesi rekaman drum dilakukan di Starlight Studio. Di tengah proses pengerjaan, mereka juga bertemu dengan Franki &#8220;Pepeng&#8221; Indrasmoro di kantor Massive Publisher. Pertemuan tersebut membawa TENHOLES untuk memanfaatkan fasilitas rekaman di Caltara Studio yang akhirnya dipilih sebagai lokasi utama penyelesaian proses produksi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Secara musikal, kedua lagu yang dirilis memiliki karakter dan pesan yang berbeda</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu <strong>&#8220;Membakar Malam&#8221;</strong> hadir sebagai anthem bagi para pekerja yang terus berjuang menghadapi rutinitas dan tekanan kehidupan sehari-hari. Lagu ini menjadi representasi semangat mereka yang memilih untuk tetap bergerak dan tidak menyerah pada keadaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, <strong>&#8220;Tiga&#8221;</strong> menawarkan nuansa yang lebih keras dan eksplosif. Lagu ini menjadi refleksi atas berbagai kondisi dunia yang terjadi saat ini dan menampilkan permainan drum agresif dari Andyan Gorust yang menjadi salah satu elemen paling menonjol dalam komposisinya.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/3iRtP1kO9kejg4b8z0mC8s?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran Andyan sendiri memiliki makna penting bagi TENHOLES. Ia bukan sekadar pengganti posisi yang ditinggalkan Aco, melainkan sosok yang dipercaya untuk melanjutkan semangat dan warisan yang telah dibangun bersama selama bertahun-tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">TENHOLES pertama kali terbentuk pada 2004 dengan akar musik oi/punk yang kuat. Seiring perjalanan waktu, pengaruh celtic punk mulai masuk setelah mereka diperkenalkan pada musik Dropkick Murphys oleh seorang rekan bernama Dhany Blwr.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkenalan tersebut menjadi titik balik yang mengubah warna musik TENHOLES. Mereka mulai menggabungkan energi punk dengan instrumen tradisional seperti mandolin tanpa meninggalkan semangat oi/punk yang menjadi fondasi awal band.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan tersebut semakin kuat ketika Zuhri bergabung sebagai pemain mandolin. Setelah Zuhri memilih fokus melanjutkan warisan keluarganya di Soneta, posisi tersebut kini diisi oleh Tuan Jenggo dari Monkey Boots yang membawa karakter baru dalam aransemen TENHOLES.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini TENHOLES diperkuat oleh Ukien Skins (vokal), Cepy (gitar), Endry (gitar), Cpx atau Tuan Jenggo (mandolin), Lettoys (bass), dan Andyan Gorust (drum).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui perilisan maxi single &#8220;Membakar Malam&#8221; dan &#8220;Tiga&#8221;, TENHOLES tidak hanya menandai kembalinya mereka ke industri musik, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat punk rock yang mereka usung sejak awal masih terus hidup. Dengan identitas yang semakin matang dan energi baru di dalam formasi saat ini, TENHOLES siap melanjutkan perjalanan panjangnya di skena musik independen Indonesia. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="TENHOLES - Membakar Malam (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/PZYPzPzFQGs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41000</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Dee Lestari Resmi Rilis Album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221;, Hadirkan Kolaborasi Afgan hingga Karya Terakhir Bersama Reza Gunawan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/dee-lestari-resmi-rilis-album-jangan-jatuh-cinta-hadirkan-kolaborasi-afgan-hingga-karya-terakhir-bersama-reza-gunawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 10:59:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Afgan]]></category>
		<category><![CDATA[Album Jangan Jatuh Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[album terbaru Dee Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Cuma Satu Nama]]></category>
		<category><![CDATA[Dee Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Dee Lestari 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Bulan Juni]]></category>
		<category><![CDATA[Kabarku]]></category>
		<category><![CDATA[Megah Music]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kertas]]></category>
		<category><![CDATA[Reza Gunawan]]></category>
		<category><![CDATA[Sapardi Djoko Damono]]></category>
		<category><![CDATA[Sony Music Indonesia.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40959</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Dee Lestari" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Penyanyi, penulis, sekaligus pencipta lagu Dee Lestari resmi merilis album terbarunya bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta. Album ini menjadi penanda kembalinya Dee secara utuh ke industri musik setelah perjalanan panjang yang membawanya dikenal sebagai salah satu penulis lagu dan storyteller terbaik di Indonesia. Album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; menghadirkan delapan lagu yang dirangkai menjadi sebuah perjalanan emosional [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyanyi, penulis, sekaligus pencipta lagu <strong>Dee Lestari</strong> resmi merilis album terbarunya bertajuk (<strong>Jangan</strong>) <strong>Jatuh Cinta</strong>. Album ini menjadi penanda kembalinya Dee secara utuh ke industri musik setelah perjalanan panjang yang membawanya dikenal sebagai salah satu penulis lagu dan storyteller terbaik di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; menghadirkan delapan lagu yang dirangkai menjadi sebuah perjalanan emosional tentang cinta, kehilangan, harapan, kebersamaan, hingga proses melepaskan. Tidak hanya menyajikan karya-karya baru, album ini juga menghadirkan sejumlah kolaborasi spesial yang sarat makna dan cerita personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum perilisan album penuh ini, Dee lebih dulu memperkenalkan tiga single yaitu &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221;, &#8220;Perahu Kertas&#8221;, dan &#8220;Kabarku&#8221;. Ketiga lagu tersebut menjadi pengantar bagi pendengar untuk memasuki dunia yang dibangun Dee dalam album terbarunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu sorotan utama dalam album ini adalah lagu &#8220;Cuma Satu Nama&#8221;, sebuah karya yang ditulis bersama almarhum suaminya,<strong> Reza Gunawan</strong>. Lagu tersebut dibawakan dalam format duet bersama penyanyi papan atas Indonesia, <strong>Afgan</strong>. Kolaborasi ini menjadi salah satu momen emosional dalam album karena menghadirkan kembali jejak kreatif Reza Gunawan dalam bentuk karya musik yang abadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, album ini juga menghadirkan &#8220;Hujan Bulan Juni&#8221;, sebuah kolaborasi yang sempat tertunda antara Dee Lestari dan Sapardi Djoko Damono. Lagu tersebut diadaptasi dari puisi legendaris karya Sapardi yang sebelumnya direncanakan untuk proyek film pada 2017. Kini, karya tersebut akhirnya hadir sebagai rekaman resmi yang memperkaya warna album terbaru Dee.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-768x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-768x1024.jpg" alt="Dee Lestari" class="wp-image-40963" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-768x1024.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-225x300.jpg 225w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-315x420.jpg 315w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-630x840.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-150x200.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-300x400.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-600x800.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-696x928.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-1068x1424.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dee Lestari </figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Secara konseptual, album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; disusun layaknya sebuah perjalanan hati yang utuh. Lagu pembuka &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; hadir sebagai peringatan tentang risiko jatuh cinta dengan aransemen segar dari <strong>Rendy Pandugo</strong> serta sentuhan vokal <strong>Teddy Adhitya</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan emosional berlanjut melalui &#8220;Patah Hati&#8221; yang menggambarkan fase ketika seseorang mulai merasakan luka akibat cinta yang tak terelakkan. Kemudian, &#8220;Kabarku&#8221; menjadi titik terendah dalam perjalanan tersebut dengan nuansa soulful yang kuat dan lirik yang dekat dengan pengalaman banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah perjalanan, &#8220;Hujan Bulan Juni&#8221; menghadirkan secercah harapan, sebelum akhirnya &#8220;Jadi Udara&#8221; menjadi simbol hadirnya kebahagiaan baru. Lagu ini dibalut aransemen cerah dan melibatkan <strong>Arina Ephipania</strong> dari Mocca sebagai vokal pendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, &#8220;Perahu Kertas&#8221; kembali hadir dengan warna baru melalui sentuhan produksi <strong>Petra Sihombing</strong>. Lagu yang selama ini menjadi salah satu karya paling ikonik Dee tersebut mendapatkan interpretasi yang lebih segar tanpa kehilangan identitas aslinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puncak album terjadi pada lagu &#8220;Cuma Satu Nama&#8221;, yang menggambarkan keberanian dua hati untuk melangkah bersama. Lagu ini menjadi salah satu karya paling personal dalam album karena melibatkan kenangan dan kolaborasi kreatif Dee bersama almarhum Reza Gunawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album kemudian ditutup oleh &#8220;Bintang Utara&#8221;, sebuah lagu yang mengangkat tema cinta tanpa syarat antara orang tua dan anak. Lagu ini menggambarkan proses melepaskan dengan penuh keikhlasan ketika seseorang yang dicintai akhirnya harus menjalani jalannya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perilisan album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; juga menandai 18 tahun perjalanan Dee sejak merilis album Rectoverso. Melalui album ini, Dee kembali menegaskan posisinya sebagai sosok unik di industri kreatif Indonesia yang mampu menggabungkan kekuatan lirik, cerita, musik, dan emosi menjadi sebuah karya yang utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan delapan lagu yang saling terhubung dan didukung oleh sejumlah musisi serta produser ternama Indonesia, album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; diproyeksikan menjadi salah satu rilisan musik paling penting tahun 2026. Album ini tidak hanya menawarkan lagu-lagu yang mudah dinikmati, tetapi juga menghadirkan pengalaman mendalam tentang perjalanan manusia dalam memahami makna cinta dalam berbagai bentuknya. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/1l1ET8aN8W78ajd5RJ9lpc?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40959</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Chaeroel, Musisi Asal Bekasi Selatan Gabung Label Sony Music dan Rilis Single Electrodut &#8220;Cinta Pertama&#8221;</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/chaeroel-musisi-asal-bekasi-selatan-gabung-label-sony-music-dan-rilis-single-electrodut-cinta-pertama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 09:40:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Chaeroel]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Pertama]]></category>
		<category><![CDATA[Electrodut]]></category>
		<category><![CDATA[Floor Inc]]></category>
		<category><![CDATA[lagu baru 2026]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sony Music Entertainment Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40783</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="artwork cinta pertama" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Industri musik Indonesia kembali kedatangan talenta muda dengan warna musik yang berbeda. Musisi sekaligus produser asal Bekasi Selatan, Chaeroel, resmi memperkenalkan single terbarunya berjudul &#8220;Cinta Pertama&#8221; setelah bergabung dengan Floor Inc, sub-label dari Sony Music Entertainment Indonesia. Kehadiran lagu ini menjadi langkah penting dalam perjalanan karier Chaeroel yang selama ini konsisten mengembangkan genre Electrodut, perpaduan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Industri musik Indonesia kembali kedatangan talenta muda dengan warna musik yang berbeda. Musisi sekaligus produser asal Bekasi Selatan, Chaeroel, resmi memperkenalkan single terbarunya berjudul <strong>&#8220;Cinta Pertama&#8221;</strong> setelah bergabung dengan Floor Inc, sub-label dari Sony Music Entertainment Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran lagu ini menjadi langkah penting dalam perjalanan karier Chaeroel yang selama ini konsisten mengembangkan genre <strong>Electrodut</strong>, perpaduan unik antara musik elektronik (EDM) dan dangdut yang menghadirkan suasana emosional sekaligus mengajak pendengarnya untuk bergoyang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilik nama lengkap <strong>Chairul Ramadhan</strong> tersebut mengungkapkan bahwa &#8220;Cinta Pertama&#8221; mengangkat kisah tentang seseorang yang berjuang memberikan cinta terbaiknya, namun justru tidak pernah mendapatkan perlakuan yang sama dari pasangannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Lagu ini bercerita tentang seorang cowok yang tidak pernah diperlakukan spesial oleh pasangannya. Sebelum menjalin hubungan, pasangannya terus mengejar mantan yang tidak menghargainya. Namun saat bersama dirinya, yang tersisa hanya rasa sakit hingga akhirnya ketika ia menghilang, sang perempuan memilih untuk bersikap cuek dan tidak peduli lagi,&#8221; ujar Chaeroel.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Perpaduan EDM dan Dangdut dalam Balutan Electrodut</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses produksinya, Chaeroel menghabiskan waktu sekitar satu bulan untuk menyempurnakan lagu tersebut. Ia turut berkolaborasi dengan penyanyi muda Kaila atau yang akrab disapa Kailol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Chaeroel, tantangan terbesar dalam menggarap &#8220;Cinta Pertama&#8221; terletak pada proses mixing antara vokal dan beat agar menghasilkan karakter suara yang seimbang dan nyaman didengar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tantangan terbesar ada di proses mixing vocal dan beat. Saya harus memastikan semuanya benar-benar cocok sehingga harus mendengarkannya berulang-ulang sampai mendapatkan hasil yang pas,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui karya terbarunya ini, Chaeroel juga ingin menghadirkan kembali nuansa musik EDM yang sempat mendominasi industri musik global beberapa tahun lalu. Ia mengaku terinspirasi oleh musisi dunia seperti The Chainsmokers, Alan Walker, hingga Marshmello.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun berbeda dari musik EDM pada umumnya, Chaeroel menambahkan sentuhan dangdut yang menjadi ciri khas genre Electrodut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya merasa banyak orang masih rindu dengan era EDM seperti yang dibawakan Alan Walker atau The Chainsmokers. Tapi saya ingin memberikan sesuatu yang berbeda dengan menggabungkannya bersama unsur dangdut. Dari situlah lahir konsep Electrodut,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, Electrodut banyak menggunakan karakter instrumen yang identik dengan musik NCS (No Copyright Sound) yang populer di berbagai platform digital dan sering dikenal masyarakat sebagai musik latar atau intro video YouTube.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="8v9Xu2mpxd8"><iframe loading="lazy" title="Chaeroel, Kailol - Cinta Pertama (Official Visualizer) ft. Kailol" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/8v9Xu2mpxd8?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Bangga Bergabung dengan Label Sony Music</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Bergabung bersama Floor Inc yang berada di bawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan karier musik Chaeroel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Musisi kelahiran Bekasi, 9 November 2003 itu mengaku tidak menyangka bisa menjadi bagian dari label besar yang selama ini menaungi banyak musisi ternama Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya sangat senang dan masih tidak menyangka bisa bergabung dengan label ini. Perjalanannya tidak mudah dan membutuhkan banyak waktu, tenaga, serta proses yang panjang. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini dan akan terus berusaha menghasilkan karya-karya terbaik untuk para pendengar,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga berharap kehadirannya di industri musik nasional dapat membantu memperkenalkan genre Electrodut kepada masyarakat yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dengan bergabung ke Floor Inc, saya berharap semakin banyak orang mengenal genre Electrodut karena saat ini masih sangat sedikit musisi yang fokus di jalur musik ini,&#8221; tambahnya.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="40788" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-02-678x1024.jpg" alt="edited with afterlight" class="wp-image-40788" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-02-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-02-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-02-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-02-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-02-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-02-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-02-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-02-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-02-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-02.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Chaeroel</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="40787" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-01-678x1024.jpg" alt="edited with afterlight" class="wp-image-40787" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-01-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-01-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-01-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-01-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-01-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-01-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-01-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-01-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-01-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/chaeroel-01.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Chaeroel</figcaption></figure>
</figure>



<h3 class="wp-block-heading">Siap Hadirkan Karya Baru dan Ingin Berkolaborasi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Chaeroel memastikan bahwa &#8220;Cinta Pertama&#8221; bukan menjadi satu-satunya karya yang akan dirilis tahun ini. Ia berkomitmen untuk terus menghadirkan musik baru bagi para pendengarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga saat ini, ia mengaku masih sangat nyaman mengeksplorasi genre Electrodut karena dinilai memiliki energi yang menyenangkan dan mampu membuat pendengarnya tetap bergoyang meski sedang merasakan patah hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, Chaeroel juga memiliki keinginan untuk berkolaborasi dengan sejumlah musisi muda yang tengah populer seperti Tenxi, Dia, dan Naykilla.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya merasa mereka sangat cocok dengan genre Electrodut dan semoga suatu hari nanti bisa berkolaborasi bersama,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui lagu &#8220;Cinta Pertama&#8221;, Chaeroel ingin menyampaikan pesan sederhana kepada para pendengar bahwa kesedihan bukan alasan untuk berhenti menikmati hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tetap joget segalau apa pun diri kita, karena mungkin itu salah satu cara terbaik untuk menyembuhkan patah hati,&#8221; tutupnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single terbaru Chaeroel berjudul <strong>&#8220;Cinta Pertama&#8221;</strong> kini sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40783</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/artwork-cinta-pertama-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>TheOvertunes Comeback Lewat “Sampai Kapan?” dengan Era Baru yang Lebih Personal</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/theovertunes-comeback-lewat-sampai-kapan-dengan-era-baru-yang-lebih-personal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 06:59:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[lagu baru 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Mada Emmanuelle]]></category>
		<category><![CDATA[Mikha Angelo]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Reuben Nathaniel]]></category>
		<category><![CDATA[Sampai Kapan]]></category>
		<category><![CDATA[TheOvertunes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40618</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="theovertunes 02" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Setelah sempat vakum merilis karya bersama selama tiga tahun, TheOvertunes akhirnya resmi kembali membuka lembaran baru. Trio kakak-beradik yang digawangi Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle itu memulai era terbaru mereka lewat single berjudul Sampai Kapan?. Lagu ini menjadi penanda kembalinya TheOvertunes setelah terakhir merilis mini album Endlessly pada 2023. Namun lebih dari sekadar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah sempat vakum merilis karya bersama selama tiga tahun,<strong> TheOvertunes</strong> akhirnya resmi kembali membuka lembaran baru. Trio kakak-beradik yang digawangi Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle itu memulai era terbaru mereka lewat single berjudul Sampai Kapan?.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini menjadi penanda kembalinya TheOvertunes setelah terakhir merilis mini album Endlessly pada 2023. Namun lebih dari sekadar comeback, “Sampai Kapan?” hadir sebagai refleksi personal tentang kehilangan semangat hidup, rasa lelah, hingga dorongan untuk bangkit kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam lagu terbarunya, TheOvertunes mencoba menyampaikan kegelisahan yang terasa dekat dengan banyak orang saat ini. Mulai dari rasa mati rasa, menjalani hidup secara otomatis, hingga perasaan kehilangan arah. Tema tersebut terasa kuat sejak awal lagu lewat lirik yang terdengar seperti teguran untuk diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Reuben, proses penulisan lagu ini justru terasa sangat natural setelah mereka mengambil waktu cukup panjang untuk berintrospeksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pas lagi sesi menulis, rasanya plong. Kayak akhirnya bisa mengungkapkan sesuatu yang lama dipendam,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal serupa juga dirasakan Mikha Angelo. Ia menyebut lagu ini lahir dari kesadaran bahwa hidup yang diinginkan harus diperjuangkan sendiri, bukan sekadar dijalani tanpa arah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, “Sampai Kapan?” tetap membawa identitas khas TheOvertunes lewat dominasi gitar akustik dan harmonisasi vokal hangat. Namun kali ini mereka menghadirkan pendekatan yang lebih ramai dan emosional, terutama lewat aransemen vokal latar yang dibuat lebih besar dibanding karya-karya sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, lagu yang mengangkat tema cukup gelap ini justru dibalut dengan nuansa musik yang terdengar riang dan hangat. Perpaduan progresi chord minor dengan melodi penuh semangat membuat lagu ini terasa seperti “tamparan lembut” untuk siapa saja yang sedang kehilangan motivasi hidup.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01-1024x678.jpg" alt="theovertunes 01" class="wp-image-40621" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">theovertunes 01</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Mada Emmanuelle bahkan menyebut lagu ini sebagai “lagu menyenangkan untuk orang malas”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski terdengar santai, pesan yang dibawa cukup dalam. TheOvertunes ingin menggambarkan bentuk cinta yang tidak selalu lembut, tetapi juga bisa hadir lewat ketegasan atau tough love.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Posisinya kayak kakak yang lagi mengingatkan adiknya. Tegas, tapi karena sayang,” kata Mikha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nuansa emosional tersebut juga terasa pada penggalan lirik:<br>“Terlalu lama diam, tunggu kematian.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih terdengar penuh kemarahan, lirik itu justru dinyanyikan secara kolektif dengan energi yang uplifting, seolah mengajak pendengarnya untuk perlahan bangkit kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di era baru ini, TheOvertunes juga mulai membuka diri terhadap eksplorasi kreatif yang lebih luas. Mereka mulai menjalani sesi penulisan lagu secara kolektif bersama musisi lain dan menghadirkan lebih banyak lapisan vokal dalam proses produksi musiknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut membuat warna musik TheOvertunes terdengar lebih besar, hangat, dan terasa seperti sebuah perayaan hidup tanpa meninggalkan akar musik folk-pop emosional yang selama ini menjadi ciri khas mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single “Sampai Kapan?” juga menjadi pembuka menuju album ketiga TheOvertunes yang tengah mereka persiapkan. Tahun ini, mereka memastikan akan menghadirkan rilisan-rilisan baru dengan tema introspeksi, kehidupan, hingga proses menerima diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembalinya TheOvertunes tentu menjadi kabar yang cukup dinanti penggemar musik Indonesia. Terlebih dalam beberapa tahun terakhir, tren musik dengan pendekatan personal dan emosional kembali mendapat tempat besar di kalangan pendengar muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan karakter lirik yang reflektif dan aransemen yang intim, TheOvertunes tampaknya kembali mencoba menghadirkan musik yang bukan hanya nyaman didengar, tetapi juga terasa dekat secara emosional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Video musik dan lagu Sampai Kapan? kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="sv4Hy5a5Lj0"><iframe loading="lazy" title="TheOvertunes - Sampai Kapan? (Official Visualizer)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/sv4Hy5a5Lj0?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40618</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/theovertunes-02-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Kidung Mesra, Catatan Sebuah Video Terbaik, di Waktu Itu…</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music-video/kidung-mesra-catatan-sebuah-video-terbaik-di-waktu-itu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 05:54:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[album KLasik]]></category>
		<category><![CDATA[creative director Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Firdaus Fadlil]]></category>
		<category><![CDATA[Katon Bagaskara]]></category>
		<category><![CDATA[Kidung Mesra]]></category>
		<category><![CDATA[KLa Project]]></category>
		<category><![CDATA[majalah HAI]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Oleg Sanchabakhtiar]]></category>
		<category><![CDATA[Planet Design Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah video musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sony Music Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[video musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Video Musik Indonesia 2001]]></category>
		<category><![CDATA[video musik terbaik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40599</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="189" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-300x189.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Video Music Kla Project - Kidung Mesra" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-300x189.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-1024x646.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-768x484.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-666x420.jpg 666w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-150x95.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-600x378.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-696x439.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-1068x673.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Adalah sebuah video musik, yang bertolak dari rasa, keheningan dan kejujuran visual. Kok ya terasa semakin langka, di waktu sekarang ini? Semoga saja tidak. Tetapi karya video ini, yang dibesut dan dikemas pada tahun 2001. Tepatnya diproduksi pada Januari 2001, lalu dilombakan pada Maret 2001. Dan&#160; eh ternyata, menang! “Kidung Mesra”, judul lagunya. Yang adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Adalah sebuah video musik, yang bertolak dari rasa, keheningan dan kejujuran visual. Kok ya terasa semakin langka, di waktu sekarang ini? Semoga saja tidak. Tetapi karya video ini, yang dibesut dan dikemas pada tahun 2001. Tepatnya diproduksi pada Januari 2001, lalu dilombakan pada Maret 2001. Dan&nbsp; eh ternyata, menang!</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kidung Mesra”, judul lagunya. Yang adalah salah satu hits dari kelompok <strong>KLa Project</strong>. Terpilih sebagai Video Musik Terbaik pada ajang Video Musik Indonesia, edisi Maret 2001. Pada akhirnya tak berhenti soal penghargaan saja, tapi karya video ini menunjukkan bahwasanya Video Musik itu bisa lebih dari sekedar pelengkap lagu.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-1024x678.jpg" alt="kla project" class="wp-image-40602" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">kla project</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu Kidung Mesra, dengan lirik ditulis <strong>Katon Bagaskara</strong> ini, dirilis dalam album <strong>KLasik</strong>. Yang adalah album studio ketujuh dari KLa Project. Dirilis pada Desember 1999 oleh Sony Music Indonesia dan Pro Sound.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada saat itu, proses syuting video ini menggunakan kamera Betacam SP. Serta didukung kamera SLR 35MM, memakai <em>roll-film</em>, untuk keperluan fotografi. Hasil foto kamera 35mm dicetak <em>contact-print</em> lalu digabungkan ke dalam video, melalui <em>scanning</em>. Alhasil sebuah ide visualisasi kreatif yang berani, pada waktu itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adalah <strong>Oleg Sanchabakhtiar</strong>, tentunya dari <strong>Planet Design Indonesia</strong>, yang bertindak sepenuhnya meng<em>handle</em> hampir seluruh aspek produksi pengerjaan video. Dari penyutradaraan, pengambilan gambar, sinematografi, pencahayaan, penataan artistik. Juga editing, baik <em>online</em> maupun <em>offline.</em> Termasuk sebagai <em>creative-director</em>, bahkan terlibat dalam pemilihan model.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, pendekatan multi-peran ini membuat keseluruhan karya terasa sangat utuh secara visual dan emosional. Karena seluruh elemen dibangun dalam satu visi kreatif yang konsisten dari awal hingga akhir.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-1024x678.jpg" alt="oleg dan daus" class="wp-image-40603" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><strong>Oleg Sanchabakhtiar</strong> dan <strong>Firdaus Fadlil</strong></figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses pengerjaan kreatif video ini, Oleg Sanchabakhtiar, menlibatkan peran fotografer, <strong>Firdaus Fadlil</strong>. <strong>Daus</strong>, sebagai fotografer senior majalah HAI, lantas menghadirkan sentuhan fotografi yang mendukung penuh dan memperkuat identitas khusus video ini. Kerjasama yang bernas, tentu saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah berkembangnya <em>platform</em> dan kompetisi video musik saat ini, karya seperti “Kidung Mesra” ini kalau diamati lebih seksama, tentu menjadi pengingat bahwa fondasi kreativitas Indonesia sudah kuat sejak lama sebenarnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="KLa Project - Kidung Mesra (Officially Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/4ZO_-oMYKS0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, secara teknis Video ini tidak dapat berpartisipasi dalam program seperti&nbsp;<strong>#IMVA_Official – Indonesian Music Video Awards, <em>member</em> of Planet Design Indonesia</strong>, karena dipublikasikan sebelum batas periode (September 2002). Tetapi pada akhirnya, justru hal tersebut membuat video ini tetaplah penting. Penting sebagai sebuah referensi sejarah. Bahwa bila diamati, kreatifitas penggarapan sebuah video musik sudah melangkah sedemikian jauh pada sisi kreatifitasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu diingatkan lagi, video ini dikemas dan dibesut pada sekitar 25 tahun-an silam. Dan tentu saja, tetap relevan pada sisi kreatifitasnya. Diharapkan akan lahir lagi video-video musik berikutnya, hasil olah kreatif tangan-tangan kreator muda, yang kelak meramaikan musik Indonesia. Di waktu sekarang dan kemudian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditunggu karya-karya baru video lainnya….<strong> XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40599</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-300x189.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="189" />	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Catatan Kecil …RIP, James Freddy Sundah</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/sebuah-catatan-kecil-rip-james-freddy-sundah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 12:27:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[AMI Awards]]></category>
		<category><![CDATA[Chrisye]]></category>
		<category><![CDATA[James Sundah]]></category>
		<category><![CDATA[January Christy]]></category>
		<category><![CDATA[Lilin-Lilin Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[obituari]]></category>
		<category><![CDATA[penulis lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Seribu Tahun Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Persaudaraan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40442</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="james f sundah" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ada mungkin 2 atau 3 kali pernah saya utarakan ke abang satu ini. Broer James, kalau ngana ga jadi musisi atau penulis lagu, kayaknya ngana jadi pendeta ya. Broer James cuma terkekeh. Bisa aja, begitu selalu jawabannya atau begitulah &#160;ia menimpali candaan saya. Lirik-lirik lagu yang ia tulis, mengandung unsur relijius yang tebal. Bersuasana “gospel”, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ada mungkin 2 atau 3 kali pernah saya utarakan ke abang satu ini. Broer James, kalau <em>ngana</em> ga jadi musisi atau penulis lagu, kayaknya ngana jadi pendeta ya. Broer James cuma terkekeh. Bisa aja, begitu selalu jawabannya atau begitulah &nbsp;ia menimpali candaan saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lirik-lirik lagu yang ia tulis, mengandung unsur relijius yang tebal. Bersuasana “gospel”, tentu saja bagi teman-teman Kristiani. Walau begitu, lagu-lagu “relijius”nya tidak hanya untuk saudara-saudara Kristiani semata. Lebih universal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, pesan-pesan dalam lagunya lebih ke bentuk penyampaian verbal kemanusiaan yang untuk semua kalangan. Tidak terbatas pada agama tertentu. Saya ambil contoh, <em>“Jadilah Anak Anak Terang, yang selalu tegar di setiap cobaan dan godaan. Jadilah Anak Anak Terang, yang senantiasa berjalan dengan terang Tuhan”</em>…</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu lirik lagu “Anak Anak Terang”, dibawakan <strong>Suara Persaudaraan</strong>. Dalam album <em>charity</em>, <strong>Musik Untuk Kemanusiaan</strong>, dirilis tahun 1986. Album tersebut terinspirasi dari album <strong>We Are The World</strong>, yang dirilis setahun sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atau lagu yang “sungguh relijius”, (saya pernah bilang, ini lagu relijiusnya tingkat tinggi broer…), “Tuhan Ada di Mana-Mana”. <em>Dalam nikmatnya hidup di dunia. Yang hanya sementara saja. Seringkali kita menjadi lupa. Untuk mengingat Sang Pencipta. Bahkan untuk sebaris doa. Dan bila langkah terasa gontai. Kehilangan arah tujuan. Serta beban hidup bertambah sarat… Baru kita mulai bertanya, Baru kita mulai mencari….</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini dibawakan dengan pas, terasa lebih “<em>deep</em>” dengan&nbsp; suara alto yang “berat” khasnya, seorang <strong>January Christy</strong>. Masuk di album perdananya, yang dirilis tahun 1986 oleh Pro Sound. Sekembalinya <strong>Oeken</strong>, begitu panggilan manisnya, ke tanah air dari pengembaraannya di Jerman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih ada lagu bernuansa relijius lainnya, karya broer James. “<em>Terlalu banyak peristiwa yang telah kualami. Terlalu besar badai hidup yang harus kuhadapi…Kucoba untuk dapat, menerima semua kodrat ini. Sampai di batas waktu yang kusendiripun tak pernah tahu….kutak tahu.</em>” &nbsp;Penggalan lirik dari lagu berjudul, “Ironi” dinyanyikan duet kakak-beradik, <strong>Lidya</strong> dan <strong>Imaniar</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau selain itu, James juga menghasilkan karya-karya lainnya, yang tak berbau ketuhanan. Seperti “Sakukurata” atau “September Ceria” misalnya. Termasuk karya bersamanya dengan almarhumah <strong>Titiek Puspa</strong> untuk kelompok rock <strong>Scorpion</strong>, “When You Came into My Life”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">James Freddy Sundah, lahir di Semarang pada 1 Desember 1955. Ia langsung dikenal luas, melejit namanya lewat karyanya, “Lilin Lilin Kecil”. Lagu terfavorit dari ajang <strong>Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors</strong> tahun 1977. Lagu itu juga memiliki tuah, ikut melejitkan nama <em>Chrisye</em>, sebagai penyanyi pria. Kelak menjadi penyanyi cowok terlaris sekitar 10-an tahun kemudian., terus hingga ia meninggal dunia pada 30 Maret 2007.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekedar tambahan catatan, sempat dikonfirmasi ulang pada Addie MS, sesame musisi lulusan SMAN 3 Jakarta. Memastikan tahun berapa sebenarnya James menamatkan studi SMA nya di sekolah di Kawasan Setiabudi, Jakarta tersebut. Addie mengatakan, ia sendiri lulus tahun 1979, paska perpanjangan waktu belajar setengah tahun. Ia bareng Ikang Fawzy dan Deddy Dhukun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara Fariz RM dan Raidy Noor lulus tahun 1977, Adjie Sutama di tahun 1976.. Nah kalau James Sundah, seingatnya tahun sebelumnya lagi. Kalau tak salah, 1974 atau 1973.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini saya kutip tulisan pengantar saat James Sundah dianugerahi <em>Lifetime Achievement Awards</em> di ajang <strong>AMI Awards</strong>, tahun 2025. Perjalanan saya bermula puluhan tahun lalu, ketika saya masih seorang remaja yang hanya memiliki satu hal: cinta yang tak tergantikan pada musik. Saat menciptakan “Lilin-Lilin Kecil” untuk lomba Prambors, saya tidak pernah membayangkan bahwa lagu itu akan hidup selama puluhan tahun, dinyanyikan kembali ribuan kali, dan menjadi bagian dari kisah pribadi jutaan orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya bersyukur kepada Tuhan atas anugerah itu. Dan saya bersyukur kepada semua pendengar yang menjadikan lagu itu milik mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tulisan itu dibacakan oleh <strong>Wendi Putranto</strong>, yang mewakili James yang tak bisa datang menghadiri AMI Awards. Saat itu, James sudah berjuang mengatasi kanker parunya. Ia tengah menjalani masa pengobatan, antara lain melalui serangkaian kemoterapi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak di penghujung 1990-an, James juga makin giat dan bersemangat mendukung Gerakan royalty atas karya musik. Bagaimana ia begitu peduli dengan kesejahteraan teman-teman musisi, penyanyi dan terutama para penulis lagu. Apalagi saat ia masuk kepengurusan PAPPRI, dimana ia mengepalai Departemen Tehnologi Informasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya pada sekitar tahun 2026, dihubungi lagi oleh James. Beserta istri tercintanya, Lia Sundah Suntoso. Saat itu James mengajak saya, juga teman baik saya, almahumah Nini Sunny. Kami berdua, dianggap James sudah dikenalnya dekat sejak lama dan, ini kata James, integritas dan idealismenya ga usah dipermasalahkan lagi…. Ada-ada saja. Sejujurnya James, ga segitunya juga sih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Well, James dan Lia meminta kami berdua membantunya dalam <em>release</em> single terbarunya, <strong>Seribu Tahun Cahaya</strong>. Single yang dinyanyikan dalam 3 bahasa oleh <strong>Claudia Emmanuela Santoso</strong> dan juga <strong>Meilody Indreswari</strong>. Kami bertemu awalnya lewat zoom, dimana selain kami berempat juga diajak serta sahabat James dan Lia lainnya. Sekaligus tetangga mereka di New York, praktisi pertelevisian, <strong>Naratama Rukmananda</strong>. Selain kedua penyanyi di atas, tentunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single tersebut sejatinya ditulis James pada tahun 2007. Saat itu, mendiang Djaduk Ferianto, yang sempat diperdengarkan <em>sample</em> lagu tersebut memberi pendapat, musiknya itu “<em>futuristic</em>” banget. Terasa jauh mendahului jaman. Perlu diketahui warna musiknya, <em>EDM (electronic-dance-music)</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan musik bersuasana dance tersebut tetap dipertahankan James, saat ia merelease secara resmi lagu tersebut. Menurut James, lagu itu sangat kontekstual saat dirilis sebagai single. Pas untuk menghargai betul peran serta penuh cinta kasih sang istri, terhadap dirinya yang tengah berjuang mengatasi kanker.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-1024x678.jpg" alt="james f sundah 02" class="wp-image-40446" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">james f sundah 02</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Ada momen-momen, via telp/zoom atau terutama <em>messages</em> yang saya ingat betul. Bagaimana dua pejuang kanker saling menguatkan. James, dibantu Lia. Dan dengan Nini Sunny. Saya terharu mendengar atau membaca messages mereka. Dan pada akhirnya, Nini Sunny berangkat ke keabadiannya di penghujung 2025 silam. Disusul James, pada 7 Mei 2026 di kediamannya di New York. Momen indah, yang tentu tak mungkin saya lupakan, Nini dan James…. 2 orang sahabat dekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">James Sundah, sahabat begitu banyak orang. Penulis lagu yang supel dan rendah hati. Penuh senyum. Puluhan tahun dekat dengan mendiang James, selalu saja kita bisa habiskan berjam-jam waktu untuk mengobrol. Terutama memperbincangkan musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">James bukan orang yang senang ngobrol via <em>Whats App</em> atau berkiriman messages. Pesan-pesannya terbilang pendek, <em>straight to the point</em>. Tapi kalau sudah bertemu, kita bisa obrolin seperti seolah-oleh seluruh isi dunia dan segala kehidupan di atasnya…. Segitu seriusnya? Serius amat sih sebenarnya ga ya. Kita ngobrol penuh canda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu kisah yang selalu saya ingat. Ini cerita lucu. Broer James, kita ga pernah lupa cerita ini lho. Di satu waktu, kejadian di kota Bandung. James mendapat undangan ke Bandung untuk menjadi juri sebuah kompetisi musik. Sebenarnya bersama saya, tapi saya baru bisa menyusul ke Bandung belakangan. James dikabari bahwa ia akan dapat 1 kamar, berdua dengan saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat tengah malam, James yang sudah dikamar bersiap-siap tidur. Ia lalu mendengar orang masuk kamarnya. Orang itu sempat batuk sebentar, dan sempat berucap pelan, permisi. James tak menjawab, karena kok suaranya asing? Dan tentu saja, itu bukan suara saya. Ya kan, James kenal betul suara saya. Lho, jadi ini siapa?</p>



<p class="wp-block-paragraph">James “terlalu kawatir”, jadi ia teruskan tidur hingga terlelap <em>beneran</em>. Ia sempat mencuri melihat siapa yang datang, tapi kamar sudah gelap, jadi sosok tamu yang masuk kamar tersebut ga terlihat. Ia sebenarnya penasaran, so pasti. Siapa orang ini?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Esok paginya ia cepat-cepat keluar, menemui Bens Leo. Mas Bens memang yang mengundang kami berdua. Ia langsung bercerita, bahwa ia kawatir betul ada orang &#8220;asing&#8221; yang masuk kamarnya, bahkan tidur! Dan ia yakin betul, itu bukan Dion. Dion itu kok ga muncul-muncul.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-678x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-678x1024.jpg" alt="james f sundah 03" class="wp-image-40447" style="width:885px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">james f sundah 03</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya ketahuan, sebenarnya yang datang masuk kamar James itu anggota timku, juga notabene timnya Mas Bens. Dia masuk tidur di situ menggantikanku, karena saya baru bisa datang keesokan hari. Tapi memang tidak sempat menginformasikan ke James, karena dikira James sudah tertidur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika saya datang, James menceritakan “kekhawatiran”nya itu dan kamipun tertawa terbahak-bahak. Dan teman yang masuk “diam-diam” di kamar James itu, sebenarnya James mengenalnya juga. Bayangin Dion, cerita James, sepanjang malam gw itu sebenarnya bisa tertidur tapi ya waswas…. Ga nyenyaklah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu hal lain yang tak pernah kulupa juga. James acapkali mengajak ngobrol dengan “Bahasa Minahasa”. Selalu kami tertawa, bahwasanya dua orang bukan kelahiran Manado, ga pernah juga tinggal di Manado / Minahasa, tapi “berusaha keras” berbicara dengan bahawa “leluhur kita”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Intinya, ini James sering mengingatkan, “<em>torang jang</em> sampai lupa bahwa torang dua ini punya darah Minahasa juga Dion. Ga boleh lupa.” Dan kami memang sering berbahasa “leluhur” kami walau sebenar-benarnyalah, terbatas… Kita sering tertawa juga “membahas” soal itu. Dasar <em>Manado card</em>. (Manado Card itu istilah untuk “Orang Manado” yang sebenarnya kenal atau tahu Manado dari kartu pos tentang Manado. Jadi “card” itu maksudnya “kartu pos bergambar”)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Well, pada akhirnya di satu kesempatan, kami berdua berkesempatan barengan ke kota Manado. “Mendampingi” sahabat kita, Syaharani. Untuk sebuah acara musik di kafe. Wah, kami betul-betul menikmati dengan sukacita kesempatan “pulang kampung bersama”<br>itu…. Itulah one in our lifetime torang <em>pulang basamo</em>. <em>Hehehe</em>….</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada banyak lagi cerita-cerita lain. Tapi apapun itu, yang jelas kenangan demi kenangan dengan dirimu broer James, selalu kita kenang <em>deng bae-bae</em>. Selalu diingat sampai nanti, …nanti jo, waktu kesempatan torang berdua bakudapa di rumahNYA.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-1024x678.jpg" alt="james f sundah 01" class="wp-image-40445" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">james f sundah 01</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">James Sundah, pulang ke rumah Bapa di surga pada Kamis, 7 Mei 2026. Dan telah dimakamkan di St. John Cemetery, 80-01 Metropolitan Avenue, Middle Village, New York pada Senin 11 Mei 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Broer James, salam untuk Chrisye. Salam untuk Mas Bens Leo. Dan tentu, salam hormat penuh kasih juga untuk Nini Sunny. Broer James tentu sudah tenang saat ini, sudah tak lagi sakit. Karya-karya lagu indahmu adalah warisan sangat baik untuk dunia musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Broer James, tak lupa, sebagai “Minahasan United”, salam…. <em>Pakatuan wo Pakalawiren</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Engkau lilin-lilin kecil, Sanggupkah kau mengganti, Sanggupkah kau memberi…Seberkas Cahaya…. Sanggupkah kau berpijar, Sanggupkah kau menyengat seisi dunia…</em> <strong>XPOSEINDONESIA/dM*</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40442</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Ekraf Jajaki Kolaborasi dengan ILP &#038; MMJ, Genjot Musik Indonesia ke Hong Kong</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/travel/ekraf-jajaki-kolaborasi-dengan-ilp-mmj-genjot-musik-indonesia-ke-hong-kong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 05:15:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Gaaskuuy]]></category>
		<category><![CDATA[Hong Kong]]></category>
		<category><![CDATA[ILP]]></category>
		<category><![CDATA[Irene Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[MMJ]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musisi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40166</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menjajaki kolaborasi strategis bersama Indonesia Light Project (ILP) dan Multi Media Jakarta (MMJ)" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Panggung musik Indonesia kini tidak lagi cukup jika hanya berdiri di dalam negeri. Dan Kementerian Ekonomi Kreatif rupanya sudah serius memikirkan bagaimana memastikan musisi dan pelaku industri kreatif Indonesia bisa berdiri di panggung global bukan sebagai tamu, tapi sebagai pemain utama. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menjajaki kolaborasi strategis bersama Indonesia Light Project (ILP) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Panggung musik Indonesia kini tidak lagi cukup jika hanya berdiri di dalam negeri. Dan Kementerian Ekonomi Kreatif rupanya sudah serius memikirkan bagaimana memastikan musisi dan pelaku industri kreatif Indonesia bisa berdiri di panggung global bukan sebagai tamu, tapi sebagai pemain utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Menteri Ekonomi Kreatif <strong>Irene Umar</strong> menjajaki kolaborasi strategis bersama <strong>Indonesia Light Project (ILP)</strong> dan <strong>Multi Media Jakarta (MMJ)</strong> dalam audiensi yang berlangsung di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Pertemuan ini berfokus pada penguatan ekosistem musik Indonesia di level internasional dengan standar produksi visual dan tata cahaya yang selama ini menjadi pembeda antara pertunjukan kelas lokal dan kelas dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">ILP adalah perusahaan jasa desain dan operasional pencahayaan kreatif, sementara MMJ berperan sebagai mitra produksi multimedia skala internasional. Keduanya membawa kapasitas teknis yang selama ini menjadi titik lemah industri pertunjukan Indonesia ketika tampil di luar negeri kualitas produksi yang belum sepenuhnya setara dengan standar panggung internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Penjajakan kolaborasi hari ini sangat penting untuk memperkuat fondasi subsektor musik kita. Kami melihat potensi besar dalam sinergi ini, terutama dalam bagaimana format pertunjukan dapat menjadi jembatan emosional yang solid bagi talenta dan masyarakat kita di luar negeri,&#8221; ujar Irene Umar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu agenda konkret yang muncul dari pertemuan ini adalah dukungan terhadap event <strong>&#8220;Gaaskuuy Hong Kong Bergoyang&#8221;</strong> sebuah konser yang dirancang tidak hanya sebagai hiburan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, tetapi juga sebagai ruang bagi mereka untuk tampil dan menjadi bagian dari panggung itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Founder ILP, <strong>Yoni Wijoyo</strong>, menjelaskan bahwa Gaaskuuy dirancang berbeda dari konser diaspora pada umumnya. &#8220;Konser ini akan sangat berbeda karena kami ingin rekan-rekan di luar negeri tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mendapat ruang untuk tampil di panggung,&#8221; ujarnya. Pendekatan inklusif ini yang membuat Gaaskuuy lebih dari sekadar pertunjukan ini adalah pernyataan bahwa PMI bukan hanya penerima hiburan, tapi juga pelaku seni yang punya suara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Ekraf menyatakan kesiapannya mendukung koordinasi antarpihak agar event ini berjalan optimal dan berdampak luas. &#8220;Kementerian akan mendukung dari sisi koordinasi dan pendampingan agar setiap langkah ekspansi kreatif ini berjalan lancar dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pelaku industri kita,&#8221; tambah Irene Umar.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-1024x678.jpg" alt="Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar" class="wp-image-40170" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik dari pertemuan ini adalah cara Kementerian Ekraf memandang Hong Kong bukan sekadar sebagai lokasi tampil, melainkan sebagai ruang untuk membangun jaringan bisnis dan mendapat pengakuan atas kualitas produksi Indonesia. Sebuah pergeseran perspektif yang penting: dari sekadar ekspor hiburan menuju ekspor reputasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan koordinasi teknis guna mematangkan konsep kolaborasi. Turut hadir mendampingi Wamen Ekraf, Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data, Jago Anggara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Musik Indonesia punya bahan baku yang lebih dari cukup talenta, keragaman, dan basis penggemar yang luas hingga mancanegara. Yang kini sedang dikejar adalah infrastruktur dan jaringan yang memastikan kualitas itu bisa tampil dengan percaya diri di panggung mana pun di dunia. Kolaborasi Ekraf bersama ILP dan MMJ adalah salah satu langkah ke arah itu. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40166</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/wakil-menteri-ekonomi-kreatif-irene-umar-menjajaki-kolaborasi-strategis-bersama-indonesia-light-project-ilp-dan-multi-media-jakarta-mmj-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Synchronize Fest 2026 Hadirkan Kolaborasi Internasional Reality Club x Phum Viphurit, Siap Guncang Jakarta Oktober Nanti</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/synchronize-fest-2026-hadirkan-kolaborasi-internasional-reality-club-x-phum-viphurit-siap-guncang-jakarta-oktober-nanti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 11:39:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[event 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Festival musik]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Synchronize Fest]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39841</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="reality club" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Panggung musik Indonesia kembali bersiap menyambut salah satu festival terbesar Tanah Air, Synchronize Fest, yang resmi mengumumkan lineup perdana untuk edisi 2026. Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, festival ini akan kembali digelar pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, dengan menghadirkan kejutan kolaborasi lintas negara yang menjadi daya tarik utama. Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Panggung musik Indonesia kembali bersiap menyambut salah satu festival terbesar Tanah Air, <a href="https://xposeindonesia.com/tag/synchronize-fest/" data-type="post_tag" data-id="7722">Synchronize Fest</a>, yang resmi mengumumkan lineup perdana untuk edisi 2026. Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, festival ini akan kembali digelar pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, dengan menghadirkan kejutan kolaborasi lintas negara yang menjadi daya tarik utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pengumuman awal, Synchronize Fest langsung mencuri perhatian dengan menghadirkan kolaborasi antara <a href="https://xposeindonesia.com/tag/reality-club/" data-type="post_tag" data-id="8399">Reality Club</a>, band indie-rock asal Jakarta yang dikenal dengan warna musik modern dan lirik emosional, bersama Phum Viphurit, penyanyi dan penulis lagu asal Bangkok yang memiliki basis penggemar kuat di Asia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi ini bukanlah pertemuan yang terjadi secara tiba-tiba. Hubungan musikal antara keduanya telah terjalin sejak 2019, saat Reality Club dipercaya menjadi opening act dalam konser Phum Viphurit di Jakarta. Sejak saat itu, interaksi kreatif terus berkembang, mulai dari saling mengapresiasi di berbagai wawancara hingga bertukar interpretasi lagu di media sosial—yang kemudian mendapat respons positif dari para penggemar kedua musisi.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit--1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit--1024x678.jpg" alt="phum viphurit" class="wp-image-39845" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit--1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit--300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit--768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit--634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit--1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit--150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit--600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit--696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit--1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/phum-viphurit-.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">phum viphurit</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum tersebut akhirnya diwujudkan oleh Synchronize Fest 2026 sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman festival yang tidak hanya segar, tetapi juga memiliki nilai artistik lintas budaya. Phum Viphurit mengaku antusias menyambut kolaborasi ini, bahkan menyebutnya sebagai pengalaman pertama tampil bersama musisi Indonesia di atas panggung besar. Sementara itu, Fathia dari Reality Club menyebut kesempatan ini sebagai “dream come true” setelah lama mengagumi karya Phum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Synchronize Fest sebagai festival yang konsisten mendorong kolaborasi lintas genre dan lintas negara. Pada edisi sebelumnya, festival ini sukses menghadirkan kolaborasi unik antara Elvy Sukaesih dan Tokyo Ska Paradise Orchestra, yang mendapat respons luas dari publik dan menjadi salah satu momen ikonik dalam sejarah festival tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah semakin kompetitifnya industri festival musik regional, Synchronize Fest terus mengembangkan konsep kurasi yang tidak hanya menampilkan musisi populer, tetapi juga menghadirkan narasi kuat tentang musik Indonesia dalam konteks global. Kolaborasi seperti Reality Club dan Phum Viphurit menjadi simbol dari terbukanya ruang dialog kreatif antarnegara, sekaligus memperluas jangkauan musik Indonesia di tingkat internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain lineup kolaborasi, penyelenggara juga telah membuka penjualan tiket melalui situs resmi dengan harga mulai dari Rp450.000 untuk kategori Early Bird 3 Day Pass, serta Rp550.000 untuk Presale 3 Day Pass. Antusiasme pasar terhadap festival ini diperkirakan akan kembali tinggi, mengingat rekam jejak Synchronize Fest dalam menghadirkan pengalaman musik yang beragam dan berkualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kombinasi konsep kurasi yang matang, kolaborasi internasional, serta atmosfer festival yang khas, Synchronize Fest 2026 diproyeksikan menjadi salah satu agenda musik terbesar tahun ini, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu pusat festival musik di kawasan Asia Tenggara. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39841</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/reality-club-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Marcell Siahaan Rilis “Menuju Cahaya”, Lagu Religi yang Mengajak Pendengar Jujur pada Diri Sendiri</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/marcell-siahaan-rilis-menuju-cahaya-lagu-religi-yang-mengajak-pendengar-jujur-pada-diri-sendiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 06:46:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[lagu religi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Marcell Siahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Menuju Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[MKH Publishing]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik reflektif]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Menyusui Records]]></category>
		<category><![CDATA[single terbaru Marcell]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39402</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Marcell Siahaan" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Marcell Siahaan, kembali menghadirkan karya reflektif melalui single terbarunya berjudul “Menuju Cahaya” yang resmi dirilis pada 26 Februari 2026. Lagu ini menjadi single religi kedua yang ia hadirkan setelah sebelumnya merilis “Tawakal” pada 2024, sekaligus memperlihatkan perjalanan musikal dan spiritual yang semakin matang dari salah satu vokalis pria paling konsisten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Marcell Siahaan, kembali menghadirkan karya reflektif melalui single terbarunya berjudul <strong>“Menuju Cahaya”</strong> yang resmi dirilis pada 26 Februari 2026. Lagu ini menjadi single religi kedua yang ia hadirkan setelah sebelumnya merilis “Tawakal” pada 2024, sekaligus memperlihatkan perjalanan musikal dan spiritual yang semakin matang dari salah satu vokalis pria paling konsisten di industri musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proyek terbarunya ini, Marcell kembali menunjukkan peran penuh sebagai kreator utama. Lirik, komposisi, hingga aransemen musik ditulis sendiri olehnya, menegaskan karakter personal yang kuat dalam setiap karya yang ia hasilkan. Lagu “Menuju Cahaya” diproduksi melalui label rekaman serta penerbit musik miliknya sendiri, yaitu Ruang Menyusui Records dan MKH Publishing, dengan Marcell bertindak langsung sebagai pengarah musik utama dalam proses produksinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses rekaman vokal dilakukan oleh Yusuf Effendi Hadiyanto di studio Ruang Menyusui, dengan dukungan sejumlah musisi berpengalaman di belakang layar. Gatot Alindo mengisi permainan gitar akustik dan elektrik, Ivan Alidiyan menangani keyboard serta synthesizer, sementara Stefanus Adi Wibowo berperan sebagai pengarah vokal. Sentuhan akhir lagu ini dipercayakan kepada Lawrence “Random” Widarto yang bertanggung jawab dalam proses mixing dan mastering.</p>


<div class="wp-block-image">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-682x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="682" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-682x1024.jpg" alt="marcell siahaan 02" class="wp-image-39406" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-682x1024.jpg 682w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02.jpg 853w" sizes="auto, (max-width: 682px) 100vw, 682px" /><figcaption class="wp-element-caption">marcell siahaan </figcaption></figure></a></div>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, lagu ini juga menghadirkan kontribusi dari sosok yang sangat dekat dengan Marcell, yakni sang istri, Rima Melati Adams. Dalam lagu tersebut, Rima membacakan penggalan lirik puitis berbahasa Inggris yang memberikan warna emosional tersendiri. Marcell bahkan menyampaikan dengan candaan bahwa sang istri merupakan sosok dengan pelafalan bahasa Inggris terbaik di rumah mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara tematik, “Menuju Cahaya” berbicara tentang perjalanan batin manusia ketika ia berhenti menempatkan dirinya sebagai pusat kehidupan, dan mulai melangkah menuju sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Lagu ini tidak mengangkat tema kemenangan atau pencapaian pribadi, melainkan menyoroti proses pelepasan ego serta keberanian untuk bersikap jujur terhadap diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inspirasi utama lagu ini berasal dari konsep spiritual <strong>Tazkiyatun Nafs</strong>, yaitu proses pemurnian jiwa dalam tradisi spiritual Islam. Gagasan tersebut selaras dengan pesan yang terkandung dalam Al-Qur&#8217;an, khususnya dalam Surat Asy-Syams ayat 9–10 dan Surat Al-A‘la ayat 14, yang menegaskan bahwa keberuntungan sejati datang dari kemampuan manusia untuk membersihkan batinnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks lagu ini, “cahaya” tidak dimaknai sebagai simbol kesuksesan atau pencerahan instan. Sebaliknya, cahaya dipahami sebagai tujuan yang terus didekati, bukan sesuatu yang dapat dimiliki sepenuhnya. Pemaknaan tersebut juga terinspirasi dari gambaran Cahaya Ilahi dalam Surat An-Nur ayat 35, sehingga lirik yang dihadirkan terasa kontemplatif dan jauh dari nuansa egoistik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan musikal dalam “Menuju Cahaya” pun dirancang dengan gaya minimalis dan repetitif. Struktur pengulangan lirik dihadirkan layaknya sebuah doa yang diucapkan perlahan, mencerminkan proses pemurnian diri yang tidak pernah selesai dalam satu waktu. Bagi Marcell, perjalanan spiritual bukanlah peristiwa instan, melainkan perjalanan panjang yang dijalani secara berulang dan penuh kesadaran.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/3k3uhSQonuD2LL2D3r8j0G?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Meski mengangkat tema religi, Marcell menegaskan bahwa lagu ini bukanlah bentuk dakwah atau pernyataan religius yang demonstratif. Ia lebih memposisikan lagu ini sebagai ruang perenungan tentang manusia yang menyadari keterbatasannya, melepaskan pembenaran diri, dan tetap memilih berjalan perlahan menuju cahaya dengan kejujuran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal menarik lainnya dari “Menuju Cahaya” adalah pendekatan aransemen musiknya yang berbeda dibandingkan lagu religi pada umumnya. Marcell memilih menghadirkan nuansa elektronik yang cukup kuat dalam komposisi lagu ini, sebuah langkah yang ia ambil secara sadar agar pesan dalam lagu dapat menjangkau pendengar yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Marcell, eksplorasi aransemen tersebut dilakukan tanpa menghilangkan ruh spiritual dari lagu tersebut. Ia berharap pendekatan musikal yang lebih modern ini dapat membuat lagu “Menuju Cahaya” diterima oleh berbagai kalangan pendengar dari beragam latar belakang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pemurnian diri adalah proses yang layak dirayakan oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun,” ungkap Marcell mengenai pesan yang ingin ia sampaikan melalui karya terbarunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan konsep musikal yang reflektif serta pesan spiritual yang mendalam, “Menuju Cahaya” menjadi bukti bahwa karya musik religi tidak harus selalu hadir dalam format konvensional. Melalui pendekatan lirik yang kontemplatif dan aransemen elektronik yang modern, Marcell menghadirkan lagu yang tidak hanya relevan secara spiritual, tetapi juga mampu berbicara kepada generasi pendengar masa kini. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39402</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Wamen Ekraf Nilai Kolaborasi Musik Indonesia–Korea Jadi Pintu Masuk Musisi Lokal Tembus Pasar Global</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/wamen-ekraf-nilai-kolaborasi-musik-indonesia-korea-jadi-pintu-masuk-musisi-lokal-tembus-pasar-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 02:00:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Whats On]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi musik]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Saniyah]]></category>
		<category><![CDATA[Wamen Ekraf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=38567</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03-300x199.jpeg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar saat menerima audiensi penyanyi Indonesia Saniyah bersama CEO &amp; Founder Big Ground Entertainment, Kevin Hermanto, di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (4/2/2026)" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03-300x199.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03-1024x678.jpeg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03-768x509.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03-634x420.jpeg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03-1268x840.jpeg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03-150x99.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03-600x398.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03-696x461.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03-1068x708.jpeg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kolaborasi musik antara Indonesia dan Korea Selatan dinilai memiliki potensi besar sebagai pintu masuk bagi musisi Tanah Air untuk menembus pasar internasional secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar saat menerima audiensi penyanyi Indonesia Saniyah bersama CEO &#38; Founder Big Ground Entertainment, Kevin Hermanto, di Autograph [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi musik antara Indonesia dan Korea Selatan dinilai memiliki potensi besar sebagai pintu masuk bagi musisi Tanah Air untuk menembus pasar internasional secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) <strong>Irene Umar</strong> saat menerima audiensi penyanyi Indonesia <strong>Saniyah</strong> bersama CEO &amp; Founder Big Ground Entertainment, <strong>Kevin Hermanto</strong>, di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (4/2/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pertemuan tersebut, Wamen Ekraf menekankan pentingnya membangun kerja sama lintas negara yang setara, tidak hanya berorientasi pada popularitas jangka pendek, tetapi juga mampu memperkuat posisi tawar musisi Indonesia serta melindungi hak kekayaan intelektual (IP) mereka di pasar global. Menurut Irene, Korea Selatan memiliki ekosistem industri musik yang matang, khususnya dalam pengelolaan lisensi dan manajemen artis, sementara Indonesia memiliki kekuatan pada basis pasar domestik yang besar dan keragaman talenta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kolaborasi dengan Korea Selatan bisa menjadi entry point yang kuat bagi musisi Indonesia untuk naik kelas secara global. Namun kolaborasi tersebut harus dibangun secara seimbang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi talenta Indonesia, termasuk perlindungan hak cipta dan kepemilikan karya,” ujar Irene Umar.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01-1024x678.jpeg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01-1024x678.jpeg" alt="Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar saat menerima audiensi penyanyi Indonesia Saniyah bersama CEO &amp; Founder Big Ground Entertainment, Kevin Hermanto, di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (4/2/2026)" class="wp-image-38570" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01-1024x678.jpeg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01-300x199.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01-768x509.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01-634x420.jpeg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01-1268x840.jpeg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01-150x99.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01-600x398.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01-696x461.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01-1068x708.jpeg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_01.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar saat menerima audiensi penyanyi Indonesia Saniyah bersama CEO &#038; Founder Big Ground Entertainment, Kevin Hermanto, di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (4/2/2026)</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai sinergi antara dua negara ini dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan, terutama jika diarahkan pada produksi bersama, pertukaran pengetahuan industri, serta pembukaan akses panggung internasional bagi musisi pendatang baru. Wamen Ekraf juga menekankan perlunya memperbanyak ruang tampil berbasis kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar regenerasi musisi Indonesia dapat berjalan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejalan dengan pandangan tersebut, Kevin Hermanto menjelaskan peran Big Ground Entertainment dalam menghadirkan model pengembangan talenta yang menjunjung prinsip keadilan melalui ajang pencarian bakat V<strong>eiled Cup</strong>. Kompetisi ini dirancang untuk meniadakan bias penilaian dengan menyamarkan identitas visual peserta, sehingga juri menilai murni berdasarkan kualitas vokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dalam konsep Veiled Cup, juri hanya mendengarkan suara tanpa mengetahui siapa pesertanya. Bahkan juri dan peserta tidak berada di ruang yang sama. Ini kami lakukan untuk memastikan proses penilaian yang adil dan objektif,” kata Kevin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan Veiled Cup membuka peluang lanjutan bagi para pemenang, termasuk kolaborasi antara musisi Indonesia dan Korea Selatan dalam produksi lagu, penulisan karya bersama, hingga pengembangan karier di pasar internasional. Inisiatif ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat posisi talenta lokal di tengah kompetisi global yang semakin ketat.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02-1024x678.jpeg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02-1024x678.jpeg" alt="Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar saat menerima audiensi penyanyi Indonesia Saniyah bersama CEO &amp; Founder Big Ground Entertainment, Kevin Hermanto, di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (4/2/2026)" class="wp-image-38571" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02-1024x678.jpeg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02-300x199.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02-768x509.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02-634x420.jpeg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02-1268x840.jpeg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02-150x99.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02-600x398.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02-696x461.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02-1068x708.jpeg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_02.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar saat menerima audiensi penyanyi Indonesia Saniyah bersama CEO &#038; Founder Big Ground Entertainment, Kevin Hermanto, di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (4/2/2026)</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Saniyah sendiri menjadi contoh nyata potensi musisi Indonesia di level internasional. Penyanyi ini pernah mencuri perhatian publik melalui ajang Asia’s Got Talent 2019, serta berpartisipasi dalam Veiled Cup Korea Selatan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa talenta Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing di panggung global jika didukung ekosistem yang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Audiensi antara Wamen Ekraf, Saniyah, dan Big Ground Entertainment ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi musik Indonesia–Korea Selatan. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk terus membuka akses panggung, memperkuat perlindungan IP, serta mendorong kolaborasi internasional yang berkelanjutan agar musisi Indonesia mampu tumbuh dan bersaing di industri musik global. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38567</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/kolaborasi-musik-indonesia-korea_03-300x199.jpeg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
