<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>musik Indonesia terbaru &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/musik-indonesia-terbaru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Feb 2026 08:47:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>musik Indonesia terbaru &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Qatijaa Debut dengan “Nothing to Say”, Suara Baru City Pop yang Angkat Pesan Self Love</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/qatijaa-debut-dengan-nothing-to-say-suara-baru-city-pop-yang-angkat-pesan-self-love/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 08:47:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[debut penyanyi baru Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[lagu City Pop Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[profil Qatijaa]]></category>
		<category><![CDATA[Qatijaa rilis single Nothing to Say]]></category>
		<category><![CDATA[Star Creation ID artist]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39078</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="qatijaa" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Penyanyi pendatang baru Qatijaa resmi membuka perjalanan kariernya di industri musik Indonesia dengan merilis single perdana berjudul Nothing to Say pada 18 Februari 2026. Lagu bernuansa Japanese City Pop ini menjadi perkenalan awal atas karakter musikal yang ia bangun, sekaligus membawa pesan kuat tentang keberanian keluar dari hubungan yang tidak sehat dan pentingnya mencintai diri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyanyi pendatang baru <strong><a href="https://xposeindonesia.com/tag/qatijaa/" data-type="post_tag" data-id="16981">Qatijaa</a></strong> resmi membuka perjalanan kariernya di industri musik Indonesia dengan merilis single perdana berjudul <em><strong><a href="https://xposeindonesia.com/tag/qatijaa-rilis-single-nothing-to-say/" data-type="post_tag" data-id="18959">Nothing to Say</a></strong></em> pada 18 Februari 2026. Lagu bernuansa Japanese City Pop ini menjadi perkenalan awal atas karakter musikal yang ia bangun, sekaligus membawa pesan kuat tentang keberanian keluar dari hubungan yang tidak sehat dan pentingnya mencintai diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah persaingan industri musik yang semakin dinamis, Qatijaa hadir dengan identitas yang menonjolkan kekuatan vokal dan pendekatan emosional dalam setiap karya. Sebelum merilis single debutnya, ia telah aktif membagikan berbagai cover lagu pop dan lagu-lagu Jepang melalui kanal YouTube bersama Cita Nada Production. Melalui platform tersebut, Qatijaa memperlihatkan warna suaranya yang hangat, teknik vokal yang matang, serta kemampuan interpretasi yang menyentuh, sekaligus menjadi fondasi awal dalam membangun basis pendengar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Passion-nya terhadap musik pop dan Japanese sound turut membentuk arah musikal yang kini ia bawa ke karya orisinal. Kehadirannya menjadi warna baru di industri musik, membuktikan bahwa pasar untuk penyanyi dengan kualitas vokal murni, estetika yang rapi, dan eksplorasi lintas genre masih terbuka luas. Meski profil pribadinya belum banyak terekspos ke publik, perjalanan musikal yang ia tampilkan menunjukkan dedikasi kuat terhadap seni bernyanyi, menjadikannya salah satu vokalis muda yang patut diperhatikan dalam beberapa tahun ke depan.</p>


<div class="wp-block-image">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02.jpg" class="td-modal-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="1280" height="1920" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02.jpg" alt="qatijaa 02" class="wp-image-39082" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-683x1024.jpg 683w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-1024x1536.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-1068x1602.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">qatijaa 02</figcaption></figure></a></div>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Single <em>Nothing to Say</em> sendiri ditulis langsung oleh Qatijaa sebagai refleksi pengalaman pribadi saat berada dalam hubungan yang penuh tekanan dan kontrol. Lagu ini mendorong pendengarnya untuk berani mengambil keputusan keluar dari situasi toxic dan memilih diri sendiri sebagai prioritas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diproduksi oleh <strong>Rafael Rudito</strong> di bawah label Star Creation ID, lagu ini hadir sebagai anthem pop yang cerah namun menyimpan emosi mendalam. Executive Producer <strong>Mariam Kartikatresni</strong> menilai Qatijaa memiliki karakter vokal yang unik dan energi baru yang relevan dengan perkembangan industri musik saat ini, sehingga label berkomitmen mendukung rangkaian karya lanjutan sepanjang 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, <em>Nothing to Say</em> memadukan aransemen pop-band yang ringan dengan sentuhan City Pop khas Jepang. Di balik nuansa upbeat tersebut, tersimpan perjalanan emosi dari frustrasi menuju kejelasan. Pengulangan lirik “good, good, good” dan “bad, bad, bad” menggambarkan tekanan emosional dan standar ganda dalam hubungan yang melelahkan, hingga akhirnya mencapai titik di mana diam menjadi bentuk kekuatan.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/6QUVddM9HIqNr2PoFL9z0j?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimat “You left me with nothing to say” menjadi simbol pelepasan, bukan kekalahan. Lagu ini menggambarkan momen ketika seseorang berhenti menjelaskan, berhenti membela diri, dan akhirnya memilih untuk berjalan pergi demi kesehatan emosionalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan visualnya juga memperkuat identitas artistik yang dibangun. Artwork single mengusung konsep modern surreal dengan teknik kolase yang menampilkan potret Qatijaa sebagai representasi berbagai lapisan emosi dan proses penerimaan diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kombinasi kualitas vokal, konsep musikal yang matang, serta pesan yang relevan bagi generasi muda, <em>Nothing to Say</em> menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi perjalanan karier Qatijaa. Single ini kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi pembuka dari rangkaian karya yang akan dirilis sepanjang tahun ini. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39078</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>d’AVERY Rilis “Hidup Hanya Sekali”, Revisit Emosional Lagu Ikonik tentang Hubungan yang Membeku</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/davery-rilis-hidup-hanya-sekali-revisit-emosional-lagu-ikonik-tentang-hubungan-yang-membeku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 07:42:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Aiu Ratna]]></category>
		<category><![CDATA[d’AVERY]]></category>
		<category><![CDATA[dAVERY rilis single]]></category>
		<category><![CDATA[Dimas Pandu]]></category>
		<category><![CDATA[Garasi band]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Hanya Sekali]]></category>
		<category><![CDATA[lagu Hidup Hanya Sekali]]></category>
		<category><![CDATA[lagu rock alternatif Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lagu tentang move on]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=37460</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="d&#039;avery" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Band rock alternatif d&#8217;AVERY resmi merilis single perdana berjudul “Hidup Hanya Sekali”, sebuah karya revisit dari lagu yang pertama kali dipopulerkan oleh Garasi pada 2011. Alih-alih sekadar mengulang nostalgia, versi terbaru ini hadir dengan pendekatan emosional yang lebih dewasa, relevan, dan dekat dengan realitas hubungan masa kini, sekaligus menjadi pernyataan awal perjalanan musikal d’AVERY di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Band rock alternatif <strong>d&#8217;AVERY</strong> resmi merilis single perdana berjudul <strong>“Hidup Hanya Sekali”</strong>, sebuah karya revisit dari lagu yang pertama kali dipopulerkan oleh <strong>Garasi</strong> pada 2011. Alih-alih sekadar mengulang nostalgia, versi terbaru ini hadir dengan pendekatan emosional yang lebih dewasa, relevan, dan dekat dengan realitas hubungan masa kini, sekaligus menjadi pernyataan awal perjalanan musikal d’AVERY di industri musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini digarap langsung oleh penciptanya, <strong>Dimas Pandu</strong> atau yang akrab disapa Midas, bersama <strong>Phanoz</strong>. Keduanya menulis ulang sebagian lirik dan notasi untuk menghadirkan perspektif baru tentang hubungan yang retak bukan karena konflik besar, melainkan karena kegagalan berkomunikasi. Diam yang dibiarkan terlalu lama menjadi tema utama yang terasa sangat relevan dengan kehidupan modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyek ini juga mempertemukan kembali Dimas Pandu dengan <strong>Aiu Ratna</strong>, sosok vokalis yang memiliki keterikatan emosional dengan lagu tersebut. Aiu mengungkapkan bahwa dirinya langsung menerima ajakan kolaborasi begitu mengetahui bahwa versi yang direkam adalah gubahan asli sang pencipta lagu. Kehadiran Aiu memberi warna emosional yang kuat, sekaligus menghadirkan nuansa personal yang membuat lagu ini terasa lebih jujur dan hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dimas sendiri mengakui bahwa “Hidup Hanya Sekali” memiliki perjalanan panjang. Lagu tersebut sempat dipersiapkan untuk dinyanyikan Aiu dalam proyek sebelumnya, namun tak pernah terealisasi. Bertahun-tahun kemudian, d’AVERY menjadi ruang yang tepat untuk menyempurnakan ide tersebut, dengan pendekatan musikal yang lebih matang dan penuh refleksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, d’AVERY yang digawangi Phanoz (drum), Indra (gitar), Damien (gitar), dan Midas (vokal) mengusung karakter 90’s rock alternative yang kental. Aransemen gitar yang emosional dipadukan dengan vokal yang jujur, menghadirkan nuansa nostalgia tanpa terjebak masa lalu. Musiknya terasa akrab, sementara liriknya berbicara langsung pada pendengar yang pernah mengalami hubungan yang membeku karena kebisuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hidup Hanya Sekali” bukan sekadar lagu tentang perpisahan, tetapi tentang keberanian untuk berbicara, mengekspresikan perasaan, dan memilih untuk tidak terjebak dalam penyesalan. Potongan lirik pada bagian bridge menegaskan pesan tersebut, bahwa hubungan seharusnya diisi dengan dialog, cerita, dan harapan, bukan dengan diam yang perlahan mengikis segalanya. Lagu ini menjadi refleksi bahwa hidup terus berjalan, dan kebahagiaan tak seharusnya tertahan oleh hubungan yang tak lagi saling mendengar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan energi pop rock alternatif yang kuat dan pesan yang membumi, “Hidup Hanya Sekali” tampil sebagai lagu yang relevan lintas generasi. Sebuah pengingat bahwa hidup hanya sekali, dan memilih diam sering kali berarti kehilangan kesempatan untuk memperbaiki segalanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>“Hidup Hanya Sekali”</strong> sudah tersedia di seluruh platform digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube, dan layanan streaming musik lainnya sejak 9 Desember 2025. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/2ofRwyvf5WbWnNfKUjVTI1?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">37460</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/davery-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
