<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>musik indie &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/musik-indie/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 11:20:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>musik indie &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Romanssa Tuangkan Kisah Persahabatan dalam EP Perdana &#8220;Penulis Lagu&#8221;</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/romanssa-tuangkan-kisah-persahabatan-dalam-ep-perdana-penulis-lagu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 22:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Comer]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[band Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Dennis Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[EP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[lagu baru]]></category>
		<category><![CDATA[musik indie]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penulis lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Romanssa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41168</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="romanssa 01" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Perjalanan sebuah band tidak selalu dimulai dari ruang latihan atau panggung musik. Bagi Romanssa, semuanya berawal dari persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Ikatan itulah yang kini melahirkan karya perdana mereka dalam bentuk EP bertajuk &#8220;Penulis Lagu&#8221;, sebuah mini album yang menjadi dokumentasi perjalanan hidup, perjuangan, dan mimpi lima sahabat yang akhirnya dipertemukan kembali dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan sebuah band tidak selalu dimulai dari ruang latihan atau panggung musik. Bagi Romanssa, semuanya berawal dari persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Ikatan itulah yang kini melahirkan karya perdana mereka dalam bentuk EP bertajuk <strong>&#8220;Penulis Lagu&#8221;</strong>, sebuah mini album yang menjadi dokumentasi perjalanan hidup, perjuangan, dan mimpi lima sahabat yang akhirnya dipertemukan kembali dalam satu proyek musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski secara resmi baru terbentuk pada September 2025, Romanssa sebenarnya memiliki akar cerita yang jauh lebih panjang. Band yang digawangi <strong>Ochin (vokal), Joe (gitar), Bonar (gitar), Alex (bass), dan Bounty Ramdhan (drum)</strong> ini lahir dari pertemanan yang telah terjalin selama bertahun-tahun di skena musik independen Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedekatan tersebut membuat proses kreatif berjalan lebih alami. Mereka tidak hanya berbicara soal musik, tetapi juga berbagi cerita keseharian, film, gim, hingga berbagai pengalaman hidup yang kemudian menjadi inspirasi dalam karya-karya Romanssa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Romanssa itu mungkin secara umur band masih sangat baru, tapi proses terbentuknya sudah berlangsung sekitar lima tahun. Kami sudah saling mengenal, punya frekuensi yang sama, dan nyaman untuk berkarya bersama,&#8221; ungkap Bounty Ramdhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal senada juga disampaikan Alex yang menggambarkan kedekatan para personel layaknya rekan kerja yang setiap hari &#8220;ngantor&#8221; bersama, meski sering kali yang dibahas bukan hanya musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari hubungan pertemanan itulah lahir EP <strong>&#8220;Penulis Lagu&#8221;</strong>, sebuah karya yang berisi enam lagu dengan tema yang beragam. Setiap lagu merepresentasikan fase-fase kehidupan yang pernah dialami para personelnya, bahkan jauh sebelum Romanssa resmi terbentuk sebagai sebuah band.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-1024x678.jpg" alt="romanssa " class="wp-image-41172" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">romanssa </figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bounty, mini album ini menjadi semacam soundtrack perjalanan hidup mereka. Berbagai pengalaman, kegelisahan, harapan, hingga perjuangan bertahan di industri musik dituangkan dalam lirik dan aransemen yang terasa jujur serta personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak heran jika setiap lagu dalam EP ini memiliki warna yang berbeda. Mulai dari kisah hubungan yang rumit, pencarian makna hidup, hingga refleksi terhadap perjalanan sebagai musisi independen yang terus berkarya meski tanpa sensasi viral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu <strong>&#8220;Penulis Lagu&#8221;</strong> sendiri menjadi salah satu karya yang paling merepresentasikan identitas Romanssa. Lagu tersebut berbicara tentang perjuangan para musisi yang tetap bertahan menulis dan memainkan karya mereka sendiri meski tidak selalu berada di bawah sorotan industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Ochin, lagu tersebut merupakan cerminan perjalanan seluruh personel Romanssa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami bisa bertahan karena menulis lagu. Mungkin kami tidak pernah membuat sesuatu yang viral, tapi kami masih ada, masih berkarya, dan masih memainkan musik yang kami percaya,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Romanssa memilih lagu <strong>&#8220;Selesai.&#8221;</strong> sebagai fokus utama dalam EP ini. Lagu tersebut menjadi semakin spesial karena menghadirkan kolaborasi dengan musisi sekaligus sahabat mereka, <strong>Dennis Ferdinand</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara tematik, &#8220;Selesai.&#8221; mengangkat kisah tentang keberanian mengakhiri sebuah hubungan yang sudah kehilangan koneksi dan usaha dari kedua belah pihak. Daripada terus mempertahankan sesuatu yang tidak lagi berjalan sehat, keputusan untuk mengakhiri hubungan dianggap sebagai pilihan terbaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ochin, lagu ini berbicara tentang penerimaan dan keberanian untuk melangkah maju ketika sebuah hubungan memang sudah tidak bisa diselamatkan lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi musikalitas, <strong>&#8220;Penulis Lagu&#8221;</strong> memperlihatkan sisi berbeda dari para personelnya yang sebelumnya dikenal melalui berbagai proyek musik lain dengan karakter yang lebih keras. Dalam Romanssa, mereka memilih pendekatan yang lebih lugas, lebih hangat, dan lebih dekat dengan cerita personal.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/2B14WfnS8gqNyFIWfG9FRa?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Distorsi gitar mungkin tidak seagresif karya-karya sebelumnya, namun justru memberikan ruang lebih besar bagi lirik dan emosi untuk berbicara. Hasilnya adalah karya yang terasa intim dan mudah terhubung dengan pengalaman pendengarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Romanssa, EP ini bukan sekadar debut musik, tetapi simbol dari perjalanan panjang sebuah persahabatan yang sempat terpisah oleh waktu sebelum akhirnya kembali dipersatukan melalui musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Romanssa adalah sesuatu yang mahal bagi kami. Karena lahir dari persahabatan, sempat berpisah, lalu akhirnya bisa kembali berkumpul dan berkarya bersama,&#8221; tutup Bounty.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EP <strong>&#8220;Penulis Lagu&#8221;</strong> kini sudah tersedia di berbagai platform digital streaming dan menjadi penanda awal perjalanan Romanssa dalam meramaikan industri musik Indonesia dengan karya-karya yang lahir dari pengalaman nyata dan persahabatan yang kuat. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41168</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Adikara Rilis EP &#8220;Spotless Dove&#8221;, Surat Cinta untuk Putri Pertamanya</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/adikara-rilis-ep-spotless-dove-surat-cinta-untuk-putri-pertamanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 07:37:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Adikara]]></category>
		<category><![CDATA[album personal]]></category>
		<category><![CDATA[ayah anak]]></category>
		<category><![CDATA[EP musik]]></category>
		<category><![CDATA[musik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[musik indie]]></category>
		<category><![CDATA[solois Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Spotless Dove]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40210</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="artwork ep spotless dove" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Tidak semua karya musik lahir dari studio. Ada yang lahir dari ruang tunggu, ruang di mana seorang pria berdiri di ambang peran terbesar dalam hidupnya, dan memilih untuk menuangkan semua yang dirasakannya ke dalam nada. Itulah yang dilakukan Adikara. Solois ini kembali dengan EP bertajuk &#8220;Spotless Dove&#8221; sebuah extended play yang bukan sekadar kumpulan lagu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tidak semua karya musik lahir dari studio. Ada yang lahir dari ruang tunggu, ruang di mana seorang pria berdiri di ambang peran terbesar dalam hidupnya, dan memilih untuk menuangkan semua yang dirasakannya ke dalam nada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah yang dilakukan <strong>Adikara</strong>. Solois ini kembali dengan <strong>EP bertajuk &#8220;Spotless Dove&#8221;</strong> sebuah extended play yang bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan dokumen emosional dari fase paling transformatif dalam hidupnya: menyambut kelahiran putri pertamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar tentang kehadiran sang putri membawa perubahan cara pandang yang tidak bisa ia abaikan. Adikara mulai merenungkan hal-hal yang sebelumnya jarang ia pikirkan secara mendalam makna tanggung jawab, arti kasih sayang yang sesungguhnya, dan fakta bahwa seorang anak datang ke dunia dalam keadaan yang sepenuhnya murni, tanpa pernah memilih untuk dilahirkan. Dari kesadaran itu tumbuh keinginan yang kuat: memastikan sang anak bertumbuh dengan cinta yang utuh sejak awal, bahkan jauh sebelum ia menghirup udara pertamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses refleksi itu, Adikara teringat sebuah kalimat yang pernah ia dengar dan tidak bisa ia lupakan: <em>&#8220;The most masculine I have ever felt is when I held my own daughter.&#8221;</em> Kutipan itu membawanya pada pemaknaan baru tentang maskulinitas bukan hanya soal kekuatan, tapi juga soal kelembutan, perlindungan, dan kesiapan untuk menjadi tempat pulang bagi keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua pergulatan batin itu kemudian menemukan jalannya melalui musik. &#8220;Spotless Dove&#8221; menjadi wadah di mana Adikara menuangkan proses emosionalnya secara jujur perjalanan seorang pria yang sedang belajar memahami siapa dirinya dalam peran yang belum pernah ia jalani sebelumnya.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/5MgP6rG2BYp0QXg8tEYDrW?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi lebih dari sekadar karya untuk didengar publik, EP ini punya makna yang jauh lebih privat. Ini adalah <strong>hadiah pertama</strong> yang Adikara siapkan untuk putrinya sebuah pengingat bahwa bahkan sebelum ia hadir ke dunia, cinta itu sudah ada, utuh, dan tidak akan pernah berubah. Suatu hari nanti, jika jarak atau waktu memisahkan mereka, lagu-lagu dalam &#8220;Spotless Dove&#8221; akan tetap menjadi ruang tempat sang putri bisa kembali untuk mengingat bahwa ia selalu dicintai, sejak sebelum ia lahir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EP <strong>&#8220;Spotless Dove&#8221;</strong> kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Bagi siapa pun yang pernah merasakan momen berdiri di ambang sesuatu yang besar dan tidak tahu harus berkata apa mungkin Adikara sudah menemukan kata-katanya untuk kita semua. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40210</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
