<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Lembaga Sensor Film &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/lembaga-sensor-film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Jun 2024 08:28:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Lembaga Sensor Film &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Untuk Menilai Muatan Film Nasional, LSF Libatkan Praktisi</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/travel/ragam/untuk-menilai-muatan-film-nasional-lsf-libatkan-praktisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 05:56:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Sensor Film]]></category>
		<category><![CDATA[LSF]]></category>
		<category><![CDATA[Rommy Fibry Hardiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Widyastuti Setyaningsih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=21022</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="300" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/ketua-lsf-rommy-fibry-hardiyanto-bersama-wartawan-di-jakarta-4-300x300.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Ketua LSF Rommy Fibry Hardiyanto bersama wartawan di jakarta" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/ketua-lsf-rommy-fibry-hardiyanto-bersama-wartawan-di-jakarta-4-300x300.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/ketua-lsf-rommy-fibry-hardiyanto-bersama-wartawan-di-jakarta-4-1024x1024.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/ketua-lsf-rommy-fibry-hardiyanto-bersama-wartawan-di-jakarta-4-150x150.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/ketua-lsf-rommy-fibry-hardiyanto-bersama-wartawan-di-jakarta-4-1536x1536.jpg 1536w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/ketua-lsf-rommy-fibry-hardiyanto-bersama-wartawan-di-jakarta-4-2048x2048.jpg 2048w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/ketua-lsf-rommy-fibry-hardiyanto-bersama-wartawan-di-jakarta-4-24x24.jpg 24w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/ketua-lsf-rommy-fibry-hardiyanto-bersama-wartawan-di-jakarta-4-48x48.jpg 48w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/ketua-lsf-rommy-fibry-hardiyanto-bersama-wartawan-di-jakarta-4-96x96.jpg 96w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Lembaga Sensor Film (LSF) periode 2020-2024 &#160;melibatkan praktisi film untuk menilik muatan perfilman nasional. Tri Widyastuti Setyaningsih, &#160;Ketua Subkomisi Penyensoran di Komisi I LSF di Jakarta, Senin, mengatakan sejumlah praktisi diundang &#160;untuk memikirkan dan memecahkan masalah ini. Ini dilakukan&#160; agar internal LSF yang terdiri atas 17 orang anggota dan 34 tenaga penyensoran bisa menilai film [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Lembaga Sensor Film (LSF) periode 2020-2024 &nbsp;melibatkan praktisi film untuk menilik muatan perfilman nasional.<br><br>Tri Widyastuti Setyaningsih, &nbsp;Ketua Subkomisi Penyensoran di Komisi I LSF di Jakarta, Senin, mengatakan sejumlah praktisi diundang &nbsp;untuk memikirkan dan memecahkan masalah ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini dilakukan&nbsp; agar internal LSF yang terdiri atas 17 orang anggota dan 34 tenaga penyensoran bisa menilai film bukan dari perspektif yang sempit atau istilahnya &#8220;kacamata kuda&#8221;.<br><br>Seperti pada tahun 2023 lalu LSF menggelar &nbsp;&nbsp;&nbsp;diskusi, antara lain &nbsp;&#8220;Perempuan di Balik Film Horor&#8221;, &#8220;Melihat dan Memahami Tayangan Visual dari Perspektif Anak&#8221;, dan &#8220;Menyelami&nbsp;<em>Over The Top</em>&nbsp;(OTT).<br><br>Widyastuti menjelaskan,&nbsp; &#8220;Tahun 2023, kami mengundang para sutradara dan produser film untuk berdiskusi. Kami menanyakan misalnya, kenapa mereka bikin film horor? Kenapa bukan film komedi? Apa rumusan dan kemasannya?&#8221; ungkapnya di Tengah press conference&nbsp; Laporan Kinerja&nbsp; LSF 2023<br><br>Sementara itu Widyastuti mengatakan pada Pasal 6 Undang-Undang Perfilman secara tegas melarang film yang menjadi unsur pokok kegiatan perfilman dan usaha perfilman mengandung beberapa unsur, seperti mendorong khalayak umum melakukan kekerasan dan perjudian serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.<br><br>Menonjolkan pornografi, memprovokasi terjadinya pertentangan antarkelompok, antar ras, dan/atau antargolongan.<br><br>Selanjutnya, menistakan, melecehkan, dan/atau menodai nilai-nilai agama. Mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum dan<br>Merendahkan harkat dan martabat manusia.<br><br>Namun UU Perfilman juga mendorong pelaksanaan pedoman dan kriteria sensor tersebut dengan prinsip dialogis antara LSF dengan pemilik dari film dan iklan yang disensor (dalam Undang-Undang Perfilman (UU Nomor 33 Tahun 2009 Pasal 60 ayat 2), serta adanya penilaian objektif dan independen agar sensor dapat memajukan industri perfilman nasional.<br><br>Film &#8220;Vina: Sebelum 7 Hari&#8221; (2024) sudah lulus sensor berdasarkan klasifikasi tontonan usia 17 tahun ke atas.<br><br>Karena berdasarkan penilaian objektif dan independen oleh LSF, adegan dialog pada film itu cocok untuk kalangan 17 tahun ke atas. Dan kalau ada muatan kekerasan dan pornografi, itu disajikan secara proporsional (tidak ditampilkan secara gamblang).<br><br>Ketua LSF Rommy Fibry Hardiyanto mengatakan adegan tersebut bisa menjadi masalah jika film tersebut diloloskan dengan klasifikasi tontonan semua umur (SU) sehingga anak-anak bisa ikut menonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tapi karena adegan yang ada dengan proporsi adegan yang ada, maka alasan mengklasifikasikan 17 tahun ke atas,&#8221; kata Rommy. <strong>XPOSEINDONESIA Foto : Instagram LSF</strong></p>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_23883604-35ea-4dd3-ae11-48f4bed44fe0" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/tri-widyastuti-setyaningsih-ketua-subkomisi-penyensoran-di-komisi-i-lsf.jpg" alt="Tri Widyastuti Setyaningsih Ketua Subkomisi Penyensoran di Komisi LSF" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Tri Widyastuti Setyaningsih Ketua Subkomisi Penyensoran di Komisi LSF</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/ketua-lsf-rommy-fibry-hardiyanto-bersama-wartawan-di-jakarta-4.jpg" alt="ketua lsf rommy fibry hardiyanto bersama wartawan di jakarta 4" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">ketua lsf rommy fibry hardiyanto bersama wartawan di jakarta 4</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/06/ketua-lsf-rommy-fibry-hardiyanto-bersama-wartawan-di-jakarta-4-300x300.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="300" />	</item>
		<item>
		<title>LSF Kini : Bukan Tajam Gunting, tapi Tajam Pikiran</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/film/lsf-kini-bukan-tajam-gunting-tapi-tajam-pikiran/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/film/lsf-kini-bukan-tajam-gunting-tapi-tajam-pikiran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2015 02:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Anwar Fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Sensor Film]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas LSF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://offair.id/xposeid/?p=1615</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="195" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-300x195.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-300x195.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-768x499.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-150x97.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-600x390.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-696x452.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-647x420.jpg 647w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran.jpg 770w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Lembaga Sensor Film&#160;&#160;&#160;(LSF)&#160; semakin hari semakin menghadapi&#160; tugas yang berat. Kini&#160; mereka hanya&#160; akan memiliki 17 anggota, terdiri atas 12 (dua belas) orang dari unsur masyarakat dan 5 orang unsur pemerintahan.&#160; Nama-nama anggota LSF yang baru&#160; sedang menunggu&#160; keputusan&#160;Presiden Jokowi, setelah sebelumnya disetujui oleh semua anggota&#160;Komisi I&#160; DPR. Sementara itu, dalam PP lama, jumlah anggota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><br>Lembaga Sensor Film&nbsp;&nbsp;</strong>&nbsp;<strong>(LSF)</strong>&nbsp; semakin hari semakin menghadapi&nbsp; tugas yang berat. Kini&nbsp; mereka hanya&nbsp; akan memiliki 17 anggota, terdiri atas 12 (dua belas) orang dari unsur masyarakat dan 5 orang unsur pemerintahan.&nbsp; Nama-nama anggota LSF yang baru&nbsp; sedang menunggu&nbsp; keputusan&nbsp;<strong>Presiden Jokow</strong>i, setelah sebelumnya disetujui oleh semua anggota<strong>&nbsp;Komisi I&nbsp; DPR</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, dalam PP lama, jumlah anggota LSF hanya ditetapkan maksimal sebanyak 45 orang. Dalam PP baru disebutkan bahwa anggota LSF ditetapkan dengan keputusan presiden untuk masa jabatan 4 tahun. Dalam PP lama, anggota LSF diangkat oleh presiden atas usul Menteri Penerangan untuk masa tugas 3 tahun.<br><br>Menurut catatan anggota LSF,&nbsp;<strong>Prof Dr. HM Ridwan Rais</strong>, yang dibacakannya dalam diskusi&nbsp;<em>&#8220;Meningkatkan Pertahanan dan Ketahanan Budaya Bangsa Melalui Sensor Film&#8221;,</em>&nbsp;di Gedung Film Jakarta, Kamis (2/7),&nbsp;&nbsp; “Tugas LSF adalah melakukan penyensoran terhadap film, reklame film yang akan diedarkan di bioskop maupun di televisi.”<br><br>Ridwan Rais&nbsp; juga menyebut sekarang ini terdapat 764 stasiun televisi, termasuk televisi lokal,&nbsp; dan&nbsp; terdapat 870 layar bioskop di seluruh Indonesia. “Di samping itu&nbsp; masyarakat juga masih mendapat&nbsp; tontonan dari CD yang bebas diperjualbelikan yang lolos dari jangkauan&nbsp; LSF,” katanya.<br><br>Ridwan&nbsp; menerangkan, tugas penyensoran&nbsp; dilakukan dengan melihat dari beragam sisi, antara lain agama,&nbsp; ideologi dan politik&nbsp; juga sosial budaya.<br><br>Khusus dari sisi sosial budaya, film bisa dinyatakan tidak akan lolos LSF apabila memuat adegan yang dapat merusak norma kesopanan umum, ejekan terhadap adat istiadat tertentu&nbsp; yang akan merugikan dan merusakan budi pekerti masyarakat.<br><br>Produser film&nbsp;<strong>Zairin Zain&nbsp;</strong>&nbsp;dalam forum yang sama mengatakan, jangankan untuk menyensor film layar lebar dan iklan, khusus untuk film televisi saja misalnya dengan jumlah stasiun TV sebanyak itu,&nbsp; dan jumlah anggota LSF yang ada,&nbsp; ia tidak yakin film stripping di televisi telah&nbsp; masuk penyensoran LSF sebelum tayang. “Sangat tidak mungkin waktunya terkejar. Syuting hari itu dan tayang juga di hari yang sama.”<br><br>Zairin tetap mendukung berdirinya LSF sebagai lembaga kontrol dan wujud kehadiran negara. “Semestinya dalam hal ini negara&nbsp; hadir untuk membantu orang film dalam hal tata edar perfilman, pengurangan pajak dan lain-lain.&#8221;<br><br>Di luar itu, Zairin melihat tugas LSF&nbsp; jika dilihat dari&nbsp; daftar segi penyensoran yang dibacakan Pak Ridwan Rais, &#8220;akan membuat orang jadi takut untuk bikin film,” katanya&nbsp;&nbsp;<br><br>Ia lantas mengurai soal persepsi akan batasan-batasan kesopanan menyangkut bahasa, Zairin mencontohkan film&nbsp;<em>“Kentut”</em>&nbsp;yang dproduksinya. Karya itu tidak kunjung memperoleh surat tanda lulus sensor karena judul dinilai mengganggu. Ia disarankan untuk menggantinya dengan buang angin atau kata lain. Namun, Zairin menolaknya.<br><br>“Dalam masalah sensor,&nbsp; saya tidak&nbsp; pernah menitipkan sensor film saya pada LSF, karena saya memiliki sensor sendiri!” ungkap&nbsp; produser film<em>&nbsp;“Alangkah Lucunya Negeri Ini”</em>, dan sinetron&nbsp;<em>&nbsp;“Para Pencari Tuhan”</em><br><br>Sementara itu,<strong>&nbsp;Hadiartomo, M.Sn</strong>, seorang Praktisi&nbsp; Film dan Pengajar di<strong>&nbsp;Institut Kesenian Jakarta</strong>, mengungkapkan, saat ini dibutuhkan pikiran yang tajam dalam melihat persoalan dan bukan gunting yang tajam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Era telah berubah ketika gunting sudah tidak boleh bicara, maka kemampuan argumentasi dengan menggunakan pikiran yang tajam&nbsp; dari setiap anggota sensor dalam memutuskan keputusannya harus&nbsp; dapat diakomodir berbagai pihak, terutama pihak produser dan penonton.&nbsp; Penyensoran&nbsp; dilaksanakan atas prinsip dialog.” katanya.&nbsp;<strong>XPOSEINDONESIA/NS Foto Dudut Suhendra Putra</strong><br><br><strong>More Pictures</strong></p>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_10b785ee-42e4-4dc2-9d1b-8115315fee87" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/01-DISKUSI-LSF-DSP-563e3ec0ef.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Zairi Zain, Produser Film dalam diskusi &#8220;Meningkatkan Pertahanan dan Ketahanan Budaya Bangsa Melalui Sensor Film&#8221;, di Gedung Film Jakarta, Kamis (2/7), XPOSEINDONESIA- Foto : Dudut Suhnedra Putra</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/02-DISKUSI-LSF-DSP-4a634bfe7d.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Anwar Fuadi (Ketua LSF) , Drs. Nyoman Widi Wisnawa, Hardiatomo, M.Sn, dan Zairi Zain XPOSEINDONESIA- Foto : Dudut Suhnedra Putra</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/03-DISKUSI-LSF-DSP-b9a3188075.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Ki-ka (Prof Dr. HM Ridwan Rais, Anwar Fuadi (Ketua LSF) , Drs. Nyoman Widi Wisnawa, Hardiatomo, M.Sn, dan Zairi Zain XPOSEINDONESIA- Foto : Dudut Suhnedra Putra</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/07-DISKUSI-LSF-DSP-e3dfee8755.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Anwar Fuadi (Ketua LSF) , Drs. Nyoman Widi Wisnawa, Hardiatomo, M.Sn, dan Zairi Zain XPOSEINDONESIA- Foto : Dudut Suhnedra Putra</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/film/lsf-kini-bukan-tajam-gunting-tapi-tajam-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-300x195.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="195" />	</item>
		<item>
		<title>Anwar Fuady : Pemilihan Ketua LSF sama seperti Pemilihan Ketua Kelas</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/anwar-fuady-pemilihan-ketua-lsf-sama-seperti-pemilihan-ketua-kelas/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/exclusive/anwar-fuady-pemilihan-ketua-lsf-sama-seperti-pemilihan-ketua-kelas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2015 02:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Whats On]]></category>
		<category><![CDATA[Anwar Fuady]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Mukhlis PaEni]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Sensor Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://offair.id/xposeid/?p=1511</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="195" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/2-24308c7d2d-300x195.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/2-24308c7d2d-300x195.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/2-24308c7d2d-768x499.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/2-24308c7d2d-150x97.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/2-24308c7d2d-600x390.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/2-24308c7d2d-696x452.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/2-24308c7d2d-647x420.jpg 647w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/2-24308c7d2d.jpg 770w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Dalam sebuah konferensi pers di gedung&#160;Lembaga Sensor Film&#160;(LSF),&#160;H. Anwar Fuady, SH, MH&#160;mengumumkan dirinya telah terpilih sebagai Ketua LSF RI (12/03). Hadir pada saat itu, sejumlah anggota LSF yang lain,&#160; yakni&#160;H. M Johan Tjasmdi, Rae Sita Supit, Narto Erawan, Nyoman, Sakti Maya Lusida, Zulkifli Akbar. Sejatinya, posisi itu masih dipegang&#160;Dr. Mukhlis PaEni.&#160;Dan itu berarti, sejak berdiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dalam sebuah konferensi pers di gedung&nbsp;<strong>Lembaga Sensor Film</strong>&nbsp;(LSF),&nbsp;<strong>H. Anwar Fuady, SH, MH</strong>&nbsp;mengumumkan dirinya telah terpilih sebagai Ketua LSF RI (12/03). Hadir pada saat itu, sejumlah anggota LSF yang lain,&nbsp; yakni&nbsp;<strong>H. M Johan Tjasmdi, Rae Sita Supit, Narto Erawan, Nyoman, Sakti Maya Lusida, Zulkifli Akbar</strong>. Sejatinya, posisi itu masih dipegang<strong>&nbsp;Dr. Mukhlis PaEni.</strong>&nbsp;Dan itu berarti, sejak berdiri tahun 1965, untuk pertama kalinya dalam sejarah LSF memiliki “Ketua kembar”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Anwar, Kepemimpinan LSF&nbsp; yang lama, sudah berakhir&nbsp; pada Februari 2012, “Sesuai dengan berakhirnya periode LSF berdasarkan keputusan&nbsp; Presiden RI Nomeor3/M/2009 tanggal 10 Februari 2009,” katanya saat membacakan teks siaran pers.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang betul, Dr. Mukhlis PaEni telah habis masa jabatannya, tepatnya pada 24 Februari 2011. Namun, di masa itu tengah terjadi peralihan kewenangan Kementrian yang mengurusi masalah sensor film, dan belum terbentuk susunan kepengurusan LSF periode yang baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menghindari kevakuman kinerja LSF, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) waktu itu mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang perpanjangan masa kerja anggota LSF periode 2009 &#8211; 2012 bernomor : 032/P/2012 ini, yang diserahkan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud),&nbsp;<strong>Wiendu Nuryanti</strong>&nbsp;kepada Mukhlis PaEni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun di tengah dalam masa perpanjangan kepemimpian&nbsp; Mukhlis PaEni, segenap anggota Lembaga LSF malah jadi&nbsp; gerah. “Komunikasi tersumbat antara pimpinan dan anggota, ditambah lagi Pimpinan&nbsp; dan wakilnya&nbsp; lebih banyak melakukan kegiatan di luar agenda LSF,” kata Rae Sita Supit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi LSF makin diperburuk dengan kelurnya Surat Sekjen Kemendikbud Nomor 134292/A.A5/ll/204 tanggal 23 Desember 2014 tentang upaya&nbsp; mempertahankan Kepemimpian LSF dibawah&nbsp; Mukhlis PaEni. “Surat tu adalah bentuk&nbsp; intervesi Sekjen kepada LSF.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah kondisi itulah, tercetus inisiatif menetapkan Anwar Fuady sebagai pemimpin, menggantikan Mukhlis PaEni. Lebih lanjut Anwar mengatakan; “Sudah waktunya dilakukan penyegaran kepemimpian.&nbsp; Dengan&nbsp; penyegaran diharapkan ada suasana baru, semangat baru,&nbsp; serta perspektif baru dalam kepemimpian LSF.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Mungkin orang tidak tahu, dasar kepemimpinan LSF adalah Sidang Khusus anggota, bukan SK Menteri atau Sekjen. Pengangkatan LSF dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Jadi sama seperti pemilihan ketua kelas,&#8221; kata Anwar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anwar&nbsp; menjelaskan memang benar Menteri yang mengangkat anggota LSF, akan tetapi keputusan pengangkatan ketua, bisa ditentukan oleh anggota. &#8220;Jadi tidak perlu ada pelantikan, tidak ada acara sukuran,&#8221; lanjut Anwar.<br>LSF Bukan Parpol</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bukan Parpol</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi munculnya ketua kembar LSF, Direktur Jenderal Kemenbuddikdasmen,&nbsp;<strong>Prof Kacung Maridjan</strong>, menolak berkomentar. “Itu&nbsp; masalah internal LSF. Saya tidak berada dalam posisi menjawab,” ungkapnya&nbsp; saat hadir dalam Konferensi Pers Hari Film Nasional di Jakarta, Kamis (12/03).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun ia memberi usulan; “Harusnya kepemimpinan tunggal, tapi semua saya serahkan pada LSF,” ujarnya. Kacung juga menolak menjawab siapa ketua LSF yang diakui pemerintah, apakah Muklis atau Anwar.<br><br>Kacung hanya menyatakan;&nbsp; &#8220;LSF itu kan bukan Golkar, bukan PPP, Jangan mainkan LSF seperti ormas atau parpol,” kata Kacung<br><br>Yang jelas, masih menurut Kacung, Kementerian masih menunggu kepengurusan LSF baru. Ia menyebutkan, kepengurusan anggota LSF yang ada saat ini, seharusnya telah selesai sejak 2012.<br><br>Namun karena pembahasan peraturan pemerintah tentang pergantian jabatan LSF itu berlarut, kepengurusannya diperpanjang hingga yang baru nanti terbentuk. &#8220;Saat ini yang kami dorong adalah percepatan 17 anggota LSF yang baru. Kalau sudah ada, selesai masalahnya,” ujarnya.<br><br>Sejak Mei 2014, Kementrian pendidikan dan budaya&nbsp; telah memulai proses pemilihan anggota LSF. Hasilnya, terdapat 24 nama calon anggota dari masyarakat dan sepuluh nama dari pemerintah yang diserahkan kepada Presiden Joko Widodo pada Oktober 2014.<br><br>Dan Jokowi kemudian mengirim 17 nama dari 34 calon tersebut ke Komisi I DPR. “DPR belum memberikan jawaban karena masih dalam masa reses,” kata Kacung&nbsp;<strong>XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudu Suhendra Putra</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>More Pictures</strong></p>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_995f4fd6-c729-4419-974f-e302cc8b6514" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/2-24308c7d2d.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Hadir pada saat press conference LSF Ki-Ka : Zulkifli Akbar, Nyoman,H. M Johan Tjasmdi, Rae Sita Supit, Anwar Fuady Narto Erawan, Sakti Maya Lusida, dan Yan Wijaya (Moderator Acara) XPOSEINDONESIA- Foto Dudut Suhendra Putra</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/3-c8e09cb008.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Anwar Fuady “ditodong” pertanyaan oleh warwatan Film dan Budaya, antara lain Teguh Imam Suryadi, Benny Benke, Ibrahim Syarkoni, Anggie Hernowo, Hans Signal, Benny Benke XPOSEINDONESIA- Foto Dudut Suhendra Putra</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/97aac835489da277e8dd12c494d3dea5_XL.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Anwar Fuady : “Pemilihan Ketua LSF sama seperti Pemilihan Ketua Kelas”. XPOSEINDONESIA- Foto Dudut Suhendra Putra</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/KACUNG-MARIDJAN-32443246f1.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Direktur Jenderal Kemenbuddikdasmen, Prof Kacung Maridjan, menolak berkomentar soal etu kembar di LSF XPOSEINDONESIA- Foto Dudut Suhendra Putra</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/exclusive/anwar-fuady-pemilihan-ketua-lsf-sama-seperti-pemilihan-ketua-kelas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/2-24308c7d2d-300x195.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="195" />	</item>
	</channel>
</rss>
