<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Konferensi Musik Indonesia &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/konferensi-musik-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Oct 2025 00:20:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Konferensi Musik Indonesia &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Gilang Ramadan Musik di Hulu,  Mendidik Maestro Sejak Dini</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/gilang-ramadan-musik-di-hulu-mendidik-maestro-sejak-dini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 00:18:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Gilang Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[KMI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Musik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=35928</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="gilang ramdhan" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 pada hari ketiga, Jumat (10 Oktober), menghadirkan sejumlah sesi paralel yang menarik perhatian peserta. Salah satu sesi yang penuh inspirasi bertajuk “Musik di Hulu: Pendidikan, Regenerasi, dan Maestro”, menghadirkan musisi legendaris Gilang Ramadhan Kartahadimadja Dalam paparannya, Gilang menekankan pentingnya pendidikan musik sejak usia dini sebagai pondasi lahirnya maestro-maestro masa depan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 pada hari ketiga, Jumat (10 Oktober), menghadirkan sejumlah sesi paralel yang menarik perhatian peserta. Salah satu sesi yang penuh inspirasi bertajuk <em>“Musik di Hulu: Pendidikan, Regenerasi, dan Maestro”</em>, menghadirkan musisi legendaris Gilang Ramadhan<strong> </strong>Kartahadimadja Dalam paparannya, Gilang menekankan pentingnya pendidikan musik sejak usia dini sebagai pondasi lahirnya maestro-maestro masa depan Indonesia.</p>



<p>“Seorang maestro harus disiapkan sejak dini,” tegas Gilang. Ia meyakini bahwa regenerasi musisi tidak bisa muncul secara instan, tetapi harus ditanamkan melalui pendidikan musik sejak anak-anak usia PAUD dan sekolah dasar.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Musik untuk Menciptakan Anak Indonesia yang Seutuhnya</strong></h3>



<p>Gilang berbagi pengalaman panjangnya dalam dunia musik, sejak pertama kali belajar angklung pada usia delapan tahun hingga menempuh pendidikan musik di luar negeri. “Saya mulai bermain musik sejak umur delapan tahun. Guru pertama saya adalah Slamet Abdul Syukur, bahkan saya sempat belajar di Prancis dan kemudian di Amerika,” kenang lulusan Hollywood Profesional School (1980-1982) dan  Los Angeles City College (LACC), mengambil jurusan Perkusi (1981-1984). </p>



<p>Namun dari seluruh pengalaman itu, ia menegaskan bahwa <em>tujuan belajar musik bukan semata untuk menjadi musisi profesional</em>, melainkan untuk membentuk karakter anak. “Yang ingin saya ciptakan adalah anak Indonesia yang seutuhnya. Musik itu suplemen kehidupan—mengajarkan disiplin, kreativitas, empati, kerja sama, dan rasa percaya diri,” ujar Gilang.</p>



<p>Menurutnya, kemampuan bermain musik hanyalah satu sisi dari manfaat yang lebih luas. “Kalau anak belajar musik sejak dini, mereka tidak hanya pandai bermain alat, tetapi juga belajar disiplin dan berani percaya diri,” tambahnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Dari Banyuwangi hingga Dunia: Menyiapkan Regenerasi</strong></h3>



<p>Dalam beberapa tahun terakhir, Gilang aktif berkeliling Indonesia memberikan workshop musik bagi anak-anak dan guru PAUD. Ia mencontohkan pengalamannya di Banyuwangi, di mana seorang anak berusia 1,5 tahun sudah mulai belajar musik dengan latihan dua jam setiap hari. “Program di sana tujuannya jelas: melahirkan maestro. Karena kalau tidak dipersiapkan dari sekarang, 20-30 tahun ke depan kita akan kehilangan penerus,” ujarnya.</p>



<p>Ia juga menyoroti bahwa <em>perubahan zaman telah mengubah cara pandang orang tua terhadap profesi musisi.</em> “Dulu, saya satu-satunya anak yang diizinkan orang tua sekolah musik di luar negeri. Sekarang, banyak orang tua yang bangga anaknya menjadi musisi profesional,” ucap Gilang.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Musik, Sains, dan Kecerdasan</strong></h3>



<p>Dalam paparannya, Gilang mengaitkan pendidikan musik dengan perkembangan kognitif anak. Ia mengutip hasil penelitian di Swedia yang menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar musik sejak dini memiliki peningkatan kecerdasan. “Saya juga mengamati sendiri, anak-anak yang belajar musik menunjukkan peningkatan daya konsentrasi dan kemampuan motorik,” jelasnya.</p>



<p>Namun ia juga menegaskan bahwa temuan ini masih terus diamati oleh para ilmuwan dunia. “Profesor musik dari Tiongkok yang saya temui di Bali bilang, belum ada bukti ilmiah yang final, tapi observasinya menunjukkan arah yang positif,” katanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Musik Itu Bermain, Bukan Bekerja</strong></h3>



<p>Bagi Gilang, esensi musik adalah <em>kegembiraan</em>. Ia khawatir jika musik diidentikkan dengan pekerjaan yang kaku. “Kita harus tetap memakai istilah ‘bermain musik’. Karena bermain itu menyenangkan. Kalau musik dianggap pekerjaan yang menakutkan, anak-anak akan kehilangan rasa senang dalam belajar,” ujarnya.</p>



<p>Ia bahkan menunjukkan contoh-contoh muridnya yang kini menjadi profesional di bidang lain seperti dokter, pilot, hingga politisi—namun tetap merasakan manfaat dari belajar musik. “Ada pilot F-16 yang bilang ke saya, kemampuan konsentrasinya meningkat karena dulu dia belajar gitar,” kisahnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Musik untuk Semua: Dari PAUD ke Masyarakat</strong></h3>



<p>Menurut Gilang, pendidikan musik bukan hanya untuk calon musisi, tetapi juga untuk masyarakat luas agar memiliki <em>pengetahuan musikal (musical knowledge)</em> yang lebih baik. “Kalau penonton punya pengetahuan musik yang beragam, otomatis musisi juga akan berkembang. Tapi kalau tidak, musisinya akan stagnan,” katanya.</p>



<p>Karena itu, ia menekankan pentingnya peran guru—khususnya guru PAUD dan guru musik—dalam mengenalkan alat musik tradisional berbahan bambu yang murah dan mudah dijangkau. “Bambu ada di mana-mana. Dengan bambu, anak-anak bisa belajar musik tanpa biaya mahal. Ini bagian dari mengenalkan musik tradisional Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>Selain memperkenalkan alat musik lokal, Gilang juga mendorong peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan pedagogi. “Guru PAUD harus punya pemahaman dasar tentang makna musik. Tidak cukup jago bermain, tapi juga harus tahu bagaimana mengajarkan musik pada anak kecil,” tegasnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Menuju Indonesia Penuh Irama</strong></h3>



<p>Menutup sesinya, Gilang berharap KMI tidak berhenti tahun ini, tetapi terus berlanjut sebagai wadah regenerasi dan pendidikan musik nasional. “KMI harus ada tahun ini dan tahun depan. Karena musik adalah bagian dari kehidupan manusia, dan dari sanalah lahir generasi Indonesia yang kreatif, disiplin, dan berkarakter,” pungkasnya. <strong>XPOSEINDONESIA/NS</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35928</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Konferensi Musik Indonesia 2025: Nada Persatuan dari Warisan Glenn Fredly</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/lifestyle/konferensi-musik-indonesia-2025-nada-persatuan-dari-warisan-glenn-fredly/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 23:06:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Giring Ganesha]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Musik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=35869</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="300" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/pembukaan-konferensi-musik-indonesi-di-hotel-hilton-jakarta-1-300x300.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="pembukaan konferensi musik indonesi di hotel hilton jakarta" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/pembukaan-konferensi-musik-indonesi-di-hotel-hilton-jakarta-1-300x300.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/pembukaan-konferensi-musik-indonesi-di-hotel-hilton-jakarta-1-1024x1024.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/pembukaan-konferensi-musik-indonesi-di-hotel-hilton-jakarta-1-150x150.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/pembukaan-konferensi-musik-indonesi-di-hotel-hilton-jakarta-1-1536x1536.jpg 1536w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/pembukaan-konferensi-musik-indonesi-di-hotel-hilton-jakarta-1-2048x2048.jpg 2048w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/pembukaan-konferensi-musik-indonesi-di-hotel-hilton-jakarta-1-24x24.jpg 24w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/pembukaan-konferensi-musik-indonesi-di-hotel-hilton-jakarta-1-48x48.jpg 48w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/pembukaan-konferensi-musik-indonesi-di-hotel-hilton-jakarta-1-96x96.jpg 96w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Musik selalu punya cara untuk menyatukan manusia. Ia bisa menjembatani perbedaan, menjadi ruang dialog, bahkan menggerakkan perubahan. Semangat inilah yang kembali menggema ketika Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 digelar di Hotel Sultan Jakarta, 8-11 Oktober. Dihadiri lebih dari 700 orang, forum ini &#160;lebih dari sekadar forum tahunan, KMI 2025 menjadi titik temu para pelaku musik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Musik selalu punya cara untuk menyatukan manusia. Ia bisa menjembatani perbedaan, menjadi ruang dialog, bahkan menggerakkan perubahan. Semangat inilah yang kembali menggema ketika Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 digelar di Hotel Sultan Jakarta, 8-11 Oktober.</p>



<p>Dihadiri lebih dari 700 orang, forum ini &nbsp;lebih dari sekadar forum tahunan, KMI 2025 menjadi titik temu para pelaku musik dari berbagai penjuru negeri. Dari musisi independen hingga produser besar, dari komunitas tradisi hingga regulator—semua hadir dengan satu tujuan: membicarakan masa depan musik Indonesia dalam &nbsp;tema “Satu Nada Dasar.</p>



<p>Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka rangkaian KMI 2025 dengan menegaskan komitmen bersama untuk memetakan arah jangka panjang ekosistem musik tanah air.</p>



<p>&#8220;Musik Indonesia hari ini tidak bisa dipandang sebelah mata, Indonesia memiliki potensi besar,&#8221; tegas Fadli Zon.</p>



<p>Fadli Zon menambahkan musik hadir sebagai kekuatan pemersatu, pendidikan, dan penggerak ekonomi. Pasar musik digital Indonesia diproyeksikan mencapai 231,64 juta USD pada tahun 2025.</p>



<p>&#8220;Tahun 2025 ini, pendapatan dari pasar musik digital Indonesia diproyeksikan mencapai 231,64 juta USD, dan akan tumbuh dengan laju rata-rata 3,57% per tahun hingga 2030, menembus 276 juta USD,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Menbud Fadli Zon menyampaikan pertumbuhan industri musik dibangun oleh semangat para pelaku kreatif. Musik Indonesia semakin hidup di ruang digital namun tetap berdenyut di panggung nyata.</p>



<p>Penyelenggaraan KMI 2025 diarahkan untuk memastikan musik berperan sebagai infrastruktur kebudayaan yang kokoh. Momentum ini juga menjadi penggerak ekonomi berkelanjutan dan memperkuat diplomasi budaya.</p>



<p>&#8220;Melalui KMI 2025, kita ingin memastikan bahwa musik mampu menjadi salah satu infrastruktur kebudayaan yang kokoh dan penggerak ekonomi berkelanjutan,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Mengenang Glenn Fredly: Nada yang Tak Pernah Padam</strong></p>



<p>Suasana pembukaan menjadi emosional ketika Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha mengenang sosok mendiang Glenn Fredly. Ia menyebut Glenn sebagai pionir yang berhasil mempertemukan berbagai elemen musik di tanah air.</p>



<p>“Pada 2018, Bung Glenn melakukan hal bersejarah,” ujar Giring. “Ia mengundang seluruh ekosistem musik ke Ambon. Kami berdiskusi, bermain musik dengan cinta dan jiwa. Dari sanalah lahir semangat untuk membangun musik Indonesia bersama.”</p>



<p>Bagi perjalanan musik Indonesia, nama Glenn bukan sekadar legenda di atas panggung, tapi simbol persatuan dan keberanian untuk berdialog lintas perbedaan.</p>



<p>Giring berpendapat bahwa kekuatan musik jauh melampaui hiburan. Ia adalah warisan budaya yang menyatukan bangsa—dan warisan itu kini diteruskan melalui semangat KMI 2025.</p>



<p style="margin-top:500px">Giring  juga menegaskan pesan pemerintah untuk selalu merangkul semua pihak. “Membangun bangsa berarti membuka ruang dialog dengan siapa pun. Musik harus menjadi jembatan, bukan tembok,” ujarnya.</p>



<p>Sebagai penutup pembukaan, panggung KMI menghadirkan momen haru. The Bakucakar, band pengiring setia Glenn Fredly, bersama Barry Likumahuwa dan Mutia Ayu (isteri Glenn), membawakan deretan lagu ikonik sang legenda. Alunan itu seolah menghidupkan kembali semangat Glenn di tengah ruang konferensi.</p>



<p>KMI 2025 pun tak sekadar menjadi forum diskusi—ia menjelma menjadi ruang penghormatan, pengingat, dan tonggak baru bagi perjalanan panjang musik Indonesia. Dari warisan Glenn Fredly, Indonesia belajar: musik adalah bahasa persatuan yang tak pernah berhenti bergema.<strong>XPOSEINDONESIA/NS</strong></p>


<div style="min-height: 535px;; " class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_7d8cff85-b032-435c-86e7-75a2d50b1542" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/menteri-fadli-zon-saat-pembukaan-kmi-di-hotel-sutan-jakarta.jpg" alt="menteri fadli zon saat pembukaan kmi di hotel sutan jakarta" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Menteri Fadli Zon saat pembukaan KMI di Hotel Sutan Jakarta</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/pembukaan-konferensi-musik-indonesi-di-hotel-hilton-jakarta.jpg" alt="pembukaan konferensi musik indonesi di hotel hilton jakarta" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">pembukaan konferensi musik indonesi di hotel hilton jakarta</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>


<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35869</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/pembukaan-konferensi-musik-indonesi-di-hotel-hilton-jakarta-1-300x300.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="300" />	</item>
	</channel>
</rss>
