<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>kolaborasi musisi &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/kolaborasi-musisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jan 2026 00:56:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>kolaborasi musisi &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Lintas Resonan Tutup Etape Empat Kota di Jakarta, Musik Jadi Ruang Dialog Kolektif Antar Kota</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/where-are-they-now/lintas-resonan-tutup-etape-empat-kota-di-jakarta-musik-jadi-ruang-dialog-kolektif-antar-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 00:55:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Where Are They Now]]></category>
		<category><![CDATA[event musik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi musisi]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Musik Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Resonan]]></category>
		<category><![CDATA[People of the Right Project]]></category>
		<category><![CDATA[Portura]]></category>
		<category><![CDATA[skena musik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=38214</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="lintas resonan" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Jakarta menjadi simpul penting dalam perjalanan Lintas Resonan, sebuah inisiatif lintas disiplin yang menutup rangkaian etape empat kota di Pos Bloc Jakarta pada 22 Januari 2026. Penutupan ini bukan dimaknai sebagai akhir, melainkan titik temu dari seluruh gagasan, dialog, dan resonansi yang telah dibangun sejak Semarang, Bandung, hingga Tangerang. Di kota yang sarat kompleksitas ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jakarta menjadi simpul penting dalam perjalanan <a href="https://xposeindonesia.com/tag/lintas-resonan/" data-type="post_tag" data-id="18558"><strong>Lintas Resonan</strong></a>, sebuah inisiatif lintas disiplin yang menutup rangkaian etape empat kota di <strong>Pos Bloc Jakarta</strong> pada 22 Januari 2026. Penutupan ini bukan dimaknai sebagai akhir, melainkan titik temu dari seluruh gagasan, dialog, dan resonansi yang telah dibangun sejak Semarang, Bandung, hingga Tangerang. Di kota yang sarat kompleksitas ini, Lintas Resonan dibaca ulang sebagai proses kolektif yang terus bergerak dan berkembang.</p>



<p>Sejak awal digagas, Lintas Resonan tidak memposisikan diri sebagai tur musik konvensional. Proyek yang diinisiasi <strong>People of The Right Project </strong>ini hadir sebagai ruang perjumpaan antara musik, kota, dan komunitas, dengan semangat membuka dialog lintas batas. Di Semarang, Lintas Resonan menegaskan pentingnya lokalitas dan keberanian memulai dari pinggiran. Bandung menjadi ruang bertemunya eksperimentasi dan lintas generasi, sementara Tangerang menghadirkan dinamika kota yang cair dan cepat, tempat berbagai arus kreatif saling bersilangan.</p>



<p>Jakarta kemudian dipilih sebagai penanda akhir etape bukan semata karena statusnya sebagai pusat, tetapi karena kemampuannya merangkum beragam lapisan industri, komunitas, dan wacana budaya yang saling bertabrakan sekaligus bernegosiasi. Di sinilah benang merah perjalanan Lintas Resonan ditarik, bukan untuk ditutup, melainkan untuk diteruskan.</p>



<p>Perwakilan People of The Right Project, <strong>Iksal Harizal</strong>, menegaskan bahwa Lintas Resonan sejak awal dirancang sebagai proses yang terus belajar. “Menutup etape empat kota di Jakarta bukan berarti menutup perjalanan. Justru di sini kami menarik benang dari semua kota yang telah disinggahi, melihat apa yang beresonansi dan apa yang bisa diteruskan. Lintas Resonan kami posisikan sebagai proses yang terus belajar, bukan format yang berhenti di satu bentuk,” ujarnya.</p>



<p>Di panggung Jakarta, semangat “Meretas Batas” kembali direpresentasikan oleh Portura, entitas kolaboratif yang mempertemukan <strong><a href="https://xposeindonesia.com/tag/iga-massardi/" data-type="post_tag" data-id="12271">Iga Massardi</a></strong>,<strong> John Paul Patton </strong>(Coki), <strong>Fathia Izzati</strong>, <strong><a href="https://xposeindonesia.com/tag/bilal-indrajaya/" data-type="post_tag" data-id="9258">Bilal Indrajaya</a></strong>, dan <strong>Enrico Octaviano</strong>. <a href="https://xposeindonesia.com/tag/portura/" data-type="post_tag" data-id="17857">Portura</a> tidak hadir sebagai supergrup semata, melainkan sebagai medium dialog musikal yang lahir dari pertemuan gagasan dan energi lintas skena.</p>



<p>Menurut Iga Massardi, setiap kota memiliki karakter dan denyut kreatif yang berbeda, dan itulah yang ingin diserap oleh Lintas Resonan. “Kami datang ke tiap kota bukan untuk mengajarkan atau memberi contoh. Justru kami ingin mendengar energi kotanya seperti apa, talenta lokalnya bergerak ke mana, dan percakapannya berkembang ke arah mana. Dari situ musik dan kolaborasi bisa tumbuh dengan sendirinya,” kata Iga.</p>



<p>Pada etape akhir ini, Portura memperluas spektrum eksplorasinya dengan melibatkan <a href="https://xposeindonesia.com/tag/baskara-putra/" data-type="post_tag" data-id="15862">Baskara Putra</a>, yang dikenal lewat <a href="https://xposeindonesia.com/tag/hindia/" data-type="post_tag" data-id="8806">Hindia</a>, <a href="https://xposeindonesia.com/tag/feast/" data-type="post_tag" data-id="11275">.Feast</a>, dan <a href="https://xposeindonesia.com/tag/lomba-sihir/" data-type="post_tag" data-id="15240">Lomba Sihir</a>. Kehadiran Baskara membuka ruang kejutan baru, terutama dari sisi aransemen dan pendekatan musikal yang semakin liar dan tidak terduga. Selain itu, band indie-pop asal Jakarta, The Cottons, turut tampil sebagai representasi skena lokal yang tumbuh dan bergerak dari kota ini.</p>



<p>Seperti di kota-kota sebelumnya, Lintas Resonan Jakarta juga menghadirkan sesi live podcast sebagai ruang dialog terbuka. Di sini, musisi dan pelaku kreatif berbagi pandangan mengenai praktik kolaborasi, dinamika industri musik, hingga tantangan menjaga keberlanjutan tanpa kehilangan integritas artistik. Percakapan ini menegaskan bahwa Lintas Resonan tidak berhenti di atas panggung, tetapi hidup dalam pertukaran gagasan dan kesadaran kolektif.</p>



<p>Rangkaian visual Lintas Resonan ditutup oleh seniman visual Arswandaru, yang menghadirkan lanskap artistik sebagai respons atas Jakarta—sebuah kota tempat berbagai muara kesenian dan industri melebur. Karyanya menjadi refleksi visual atas perjalanan Lintas Resonan yang sarat lapisan, pertemuan, dan negosiasi makna.</p>



<p>Sebagai penutup etape empat kota, Lintas Resonan Jakarta tidak menawarkan kesimpulan final. Ia justru menegaskan dirinya sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan, terbuka terhadap kemungkinan baru, dan terus mencari bentuk. Tiket acara ini dibanderol Rp100 ribu dan dapat dibeli melalui situs resmi lintasresonan.com. Panitia juga menyediakan paket eksklusif terbatas berupa tiket dan merchandise resmi Lintas Resonan bagi penikmat musik dan komunitas yang ingin menjadi bagian dari perjalanan ini.<strong> XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38214</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/lintas-resonan-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>When Jazz Ketemu Blues. What will Happen sih?</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/on-stage/when-jazz-ketemu-blues-what-will-happen-sih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 13:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[On Stage]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Budjana]]></category>
		<category><![CDATA[Gugun Blues Shelter]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz Blues]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi musisi]]></category>
		<category><![CDATA[Live Music]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=38185</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="dewa budjana dan gugun blues shelter" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ok, Gugun Blues Shelter, emang blues sejati. Dan lalu ini, Dewa Budjana, gitaris rock atau pop? Penonton meneriakkan, rock. Ada juga yang menyebut pop! Seru ya. Dalam pementasan bersuasana intimate begitu, bahkan seorang Dewa Budjana dengan perjalanan panjangnya sejak 1980-an, bergaul lebih dekat dengan jazz. Dan setumpuk solo album yang bernuansa jazz juga, toh orang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ok, <strong>Gugun Blues Shelter</strong>, emang blues sejati. Dan lalu ini, <strong>Dewa Budjana</strong>, gitaris rock atau pop? Penonton meneriakkan, rock. Ada juga yang menyebut pop! Seru ya. Dalam pementasan bersuasana <em>intimate</em> begitu, bahkan seorang Dewa Budjana dengan perjalanan panjangnya sejak 1980-an, bergaul lebih dekat dengan jazz. Dan setumpuk solo album yang bernuansa jazz juga, toh orang lebih mengenalnya sebagai gitaris pop!</p>



<p>Itu ada ya yang rikues bawain satu aja lagu GIGI, bisa ga? MC bertanya pada Dewa Budjana dan juga Gugun Blues Shelter. Keduanya tersenyum lebar, nanti-nanti sajalah ya. Pada acara hari ini belum memungkinkan nih. Faktor sebagai gitaris GIGI, kelompok pop-rock, nampaknya yang lebih dikenal atawa lebih populer untuk penonton malam itu.</p>



<p>Ini pertama kali nih kami main berdua ya, ucap Budjana dengan pandangan mata pada Gugun. Gugun menganggukkan kepala. Agak nekad, tapi toh kejadian juga. Walau mungkin terbilang persiapan rada mepet. Maka tak heran, mereka berdua dalam sesi kolaborasi bermain berdua, ga bisa menghadirkan satu-dua lagu karya Budjana.</p>



<p>Perlu persiapan lebih khusus, lebih banyak waktu dong, terang Gugun. Anak-anak (band pengiring dari Gugun Blues Shelter, maksudnya) memang agak keberatan mainin lagu-lagunya Budjana. Waktu nyiapinnya ga bisa sebentar. Karena lagu-lagunya susah. Budjana tertawa, ya tidak seperti itu sebenarnya.</p>



<p>Menurut Budjana, ada kok lagu-lagunya yang terbilang lebih mudah untuk dimainkan banyak orang. “Nanti gw cariin, gw ajuin ya,”timpal Budjana. Dijawab Gugun, “Boleh, boleh. Nanti di kesempatan berikut saja, asal waktu latihannya cukup ya Mas Budj.” Jadi kolaborasi dua gitar tersebut, akan berlanjut?</p>



<p>Yang jelas, Malam Minggu 17 Januari kemarin, suasana di Kofi&amp;Ti Lounge, Deheng House di Kawasan Taman Kemang, terbilang ramai. Nyaris semua <em>seats</em> yang tersedia terisi penuh. Ini acaranya Gugun dan band trionya, jelas Budjana. “Gw jadi bintang tamu. Mainin 5 lagulah gitu. Gugun akan main dulu bertiga di depan,”terang Budjana lagi.</p>



<p>Sesuai scenario tersebut, Gugun tampil bertiga. Ia didukung bassis, <strong>Angga Pratama</strong>. Dan dengan drummer yang berpenampilan <em>vintage</em> abis, <strong>Refki Nanda</strong>. Mereka memainkan beberapa nomer lagu, yang langsung menghangatkan suasana. Kalau saja nontonnya sambil minum hot americano, tentu bakal lebih menghangatkan badan? Bisa jadi. Nonton blues, dengan black coffee, well why not? And, cigar?</p>



<p>Iya coba dengan cigar alias cerutu. Karena sponsor acara tersebut adalah Dos Hermanos, cigar lokal keluaran kelompok usaha Djarum. <em>Blues with cigar</em>? Dengerin aja, lagu pembukanya “Bad Politician”, karya Gugun sendiri yang menjadi single yang dirilis 3 tahun silam. Lalu ada lagu lainnya,“I Want you she so heavy” yang disambung langsung dengan “Miss You”nya The Rolling Stones.</p>



<p>Gugun memainkan beragam lagu, ada yang <em>cover</em>. Tapi dominan menyelipkan lagu-lagu karyanya sendiri. “Jingga” dan “Hitam Membiru” misalnya. Atau ada juga lagu hangat karyanya yang lain, “Way Back Home”, “When I see You Again” dan “Soul on Fire”.</p>



<p>Trionya bermain efektif nan efisien. Langsung menebarkan suasana menyenangkan dan menghibur. Blues dengan sisipan konotasi rock, yang dipimpin syatan gitar Gugun, sungguh sebuah hiburan menghabiskan malam minggu yang lumayan mengasyikkan.</p>



<p>Dan Dewa Budjana kemudian didaulat naik panggung. Mereka memainkan “Cause We Endeh as a Lover”, yang dipopulerkan oleh Jeff Beck, lagu yang dirilis perdana tahun 1975. Disusul karya Gugun, “Funk #2”. Berlanjut sdengan karya Gugun yang lain, dari album Coming Out, “Stay With Me Tonight”. Disusul komposisi berikut, “Woman Life Blues”.</p>



<p>Kolaborasi apik dua gitaris berbeda aliran kesukaan itu, ditutup “jammin’ nan seru dan membara”. Dimana mereka memilih membawakan, “Stratus” karya drummer legendaris, <strong>Billy Cobham</strong>. Lagu tersebut dari album Spectrum, salah satu album terlaris dari Billy Cobham, yang dirilis tahun 1973.</p>



<p>Berakhirlah pertemuan dua gitaris tersebut. Penonton terlihat puas. Malam yang mungkin bisa dibilang, lumayan sempurna. Blues mendominasi, jazz seolah memberi sentuhan yang tak kalah asyik dan lantas memperkaya sajian musiknya. Nontonnya dengan hot coffee dan cerutu? Oh mungkin bisa jadi pengalaman baru yang perlu dilestarikan….</p>



<p>Dan akankah perjumpaan Gugun dan Budjana akan berlanjut? Atau diteruskan dengan Gugun berjumpa dan main bareng gitaris berkarakter lain, dari genre music lain? Well, wait and see, brothers and sisters. Enjoy! <strong>XPOSEINDONESIA/<em>dM</em></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">More Pictures</h2>



<div class="wp-block-advgb-images-slider advgb-images-slider-block advgb-images-slider-lightbox advg-images-slider-c99c5fb5-ebce-4d87-8626-29f4edaacd0b advgb-dyn-cf9eaecc"><div class="advgb-images-slider" dir="ltr"><div class="advgb-image-slider-item"><img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana_04.jpeg" class="advgb-image-slider-img" alt="Dewa Budjana" style="width:100%;height:auto"/><div class="advgb-image-slider-item-info" style="justify-content:flex-end;align-items:center"><a class="advgb-image-slider-overlay" target="_blank" rel="noopener noreferrer" href="#"></a><h4 class="advgb-image-slider-title">Dewa Budjana</h4><p class="advgb-image-slider-text">dewa budjana 04</p></div></div><div class="advgb-image-slider-item"><img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/gugun-blues-shelter_02.jpeg" class="advgb-image-slider-img" alt="Gugun Blues Shelter" style="width:100%;height:auto"/><div class="advgb-image-slider-item-info" style="justify-content:flex-end;align-items:center"><a class="advgb-image-slider-overlay" target="_blank" rel="noopener noreferrer" href="#"></a><h4 class="advgb-image-slider-title">Gugun Blues Shelter</h4><p class="advgb-image-slider-text">gugun blues shelter</p></div></div><div class="advgb-image-slider-item"><img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/gugun-blues-shelter_01.jpeg" class="advgb-image-slider-img" alt="Gugun Blues Shelter" style="width:100%;height:auto"/><div class="advgb-image-slider-item-info" style="justify-content:flex-end;align-items:center"><a class="advgb-image-slider-overlay" target="_blank" rel="noopener noreferrer" href="#"></a><h4 class="advgb-image-slider-title">Gugun Blues Shelter</h4><p class="advgb-image-slider-text">gugun blues shelter </p></div></div><div class="advgb-image-slider-item"><img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana_03.jpeg" class="advgb-image-slider-img" alt="Dewa Budjana" style="width:100%;height:auto"/><div class="advgb-image-slider-item-info" style="justify-content:flex-end;align-items:center"><a class="advgb-image-slider-overlay" target="_blank" rel="noopener noreferrer" href="#"></a><h4 class="advgb-image-slider-title">Dewa Budjana</h4><p class="advgb-image-slider-text">dewa budjana</p></div></div><div class="advgb-image-slider-item"><img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana_02.jpeg" class="advgb-image-slider-img" alt="Dewa Budjana" style="width:100%;height:auto"/><div class="advgb-image-slider-item-info" style="justify-content:flex-end;align-items:center"><a class="advgb-image-slider-overlay" target="_blank" rel="noopener noreferrer" href="#"></a><h4 class="advgb-image-slider-title">Dewa Budjana</h4><p class="advgb-image-slider-text">dewa budjana </p></div></div><div class="advgb-image-slider-item"><img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana_01.jpeg" class="advgb-image-slider-img" alt="Dewa Budjana" style="width:100%;height:auto"/><div class="advgb-image-slider-item-info" style="justify-content:flex-end;align-items:center"><a class="advgb-image-slider-overlay" target="_blank" rel="noopener noreferrer" href="#"></a><h4 class="advgb-image-slider-title">Dewa Budjana</h4><p class="advgb-image-slider-text">dewa budjana </p></div></div><div class="advgb-image-slider-item"><img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter.jpeg" class="advgb-image-slider-img" alt="Dewa Budjana dan Gugun Blues Shelter" style="width:100%;height:auto"/><div class="advgb-image-slider-item-info" style="justify-content:flex-end;align-items:center"><a class="advgb-image-slider-overlay" target="_blank" rel="noopener noreferrer" href="#"></a><h4 class="advgb-image-slider-title">Dewa Budjana dan Gugun Blues Shelter</h4><p class="advgb-image-slider-text">dewa budjana dan gugun blues shelter</p></div></div></div></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38185</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/dewa-budjana-dan-gugun-blues-shelter-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Synchronize Fest 2025 Usung Tema &#8220;Saling Silang&#8221;, Rayakan 25 Tahun demajors &#038; ruangrupa</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/where-are-they-now/synchronize-fest-2025-usung-tema-saling-silang-rayakan-25-tahun-demajors-ruangrupa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2025 03:19:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Where Are They Now]]></category>
		<category><![CDATA[budaya pop]]></category>
		<category><![CDATA[Demajors]]></category>
		<category><![CDATA[Festival musik]]></category>
		<category><![CDATA[festival seni]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi visual]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi musisi]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[music & art festival]]></category>
		<category><![CDATA[ruangrupa]]></category>
		<category><![CDATA[Saling Silang]]></category>
		<category><![CDATA[seni interaktif]]></category>
		<category><![CDATA[Synchronize Fest 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=29488</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="synchroniz fest 2025 01" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Memasuki dekade emas, Synchronize Fest 2025 hadir dengan tema Saling Silang sebagai perwujudan harmoni antara musik, seni, dan budaya dalam ekosistem festival musik Indonesia. Edisi ke-10 ini menjadi ajang refleksi perjalanan satu dekade festival yang dikenal dengan keberagaman musikal dan kolaborasi lintas disiplin. Festival Director Synchronize Fest, David Karto, menegaskan bahwa edisi ke-10 bukan hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Memasuki dekade emas, <a href="https://xposeindonesia.com/tag/synchronize-fest-2025/" data-type="post_tag" data-id="13700">Synchronize Fest 2025</a> hadir dengan tema <em>Saling Silang</em> sebagai perwujudan harmoni antara musik, seni, dan budaya dalam ekosistem festival musik Indonesia. Edisi ke-10 ini menjadi ajang refleksi perjalanan satu dekade festival yang dikenal dengan keberagaman musikal dan kolaborasi lintas disiplin.</p>



<p>Festival Director Synchronize Fest, <strong>David Karto</strong>, menegaskan bahwa edisi ke-10 bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga bentuk apresiasi kepada semua pihak yang terus mendukung festival ini. <em>“Synchronize Fest berangkat dari semangat kolaborasi antar komunitas dan multi disiplin. Tahun ini, kami mempersembahkan yang terbaik bagi semua yang telah menjadi bagian dari perjalanan Synchronize Fest,”</em> ungkapnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Perayaan 25 Tahun demajors &amp; ruangrupa dalam Konsep “Music &amp; Art Festival”</strong></h3>



<p>Tahun ini, Synchronize Fest juga menandai perayaan 25 tahun demajors dan ruangrupa. Label rekaman independen demajors, yang menaungi berbagai musisi lintas genre, berkolaborasi dengan ruangrupa—kolektif seni yang dikenal dengan pendekatan eksperimental dan partisipatif—untuk menghadirkan konsep <em>music &amp; art festival</em>. Perayaan ini akan digelar pada 3-5 Oktober 2025.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_03-1024x678.jpg" alt="synchroniz fest 2025 03" class="wp-image-29493" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">synchroniz fest 2025 03</figcaption></figure>
</div>


<p>Konsep <em>music &amp; art festival</em> akan diwujudkan melalui instalasi visual, pertunjukan interaktif, dan eksplorasi ruang kolektif yang diinisiasi oleh ruangrupa. Indra Ameng dari ruangrupa menyampaikan bahwa kolaborasi ini mengangkat semangat awal 2000-an, di mana kedua entitas tumbuh sebagai ruang kreatif independen. <em>“ruangrupa dan demajors telah menjadi tempat bagi lahirnya gagasan serta karya-karya baru. Merayakan perjalanan 25 tahun bersama di Synchronize Fest 2025 adalah bentuk nyata dari praktik kerja kolaboratif,”</em> ujarnya.</p>



<p>Senada dengan itu, Ade Darmawan dari ruangrupa menambahkan bahwa Synchronize Fest menjadi platform berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada publik serta generasi baru. <em>“Festival ini menjadi ruang bagi kami, sebagai organisasi seni rupa dan kolektif seniman, untuk terus berbagi dan berkontribusi dalam ekosistem seni,”</em> kata Ade.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Wajah Baru Visual Synchronize Fest 2025</strong></h3>



<p>Seperti tradisi tahunan, Synchronize Fest selalu menghadirkan seniman dalam penggarapan visual utama festival. Edisi kali ini mengusung pendekatan unik melalui lokakarya pengarsipan yang menggabungkan koleksi dokumentasi perjalanan demajors dan ruangrupa selama 25 tahun.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="820" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02-820x1024.jpg" alt="synchroniz fest 2025 02" class="wp-image-29492" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02-820x1024.jpg 820w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02-240x300.jpg 240w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02-768x959.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02-336x420.jpg 336w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02-672x840.jpg 672w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02-150x187.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02-300x375.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02-600x749.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02-696x869.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02-1068x1334.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_02.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 820px) 100vw, 820px" /><figcaption class="wp-element-caption">synchroniz fest 2025 02</figcaption></figure>
</div>


<p>Melalui teknik kolase dan <em>cut &amp; paste</em>, para seniman mengolah aset visual dan fotografi untuk menghasilkan key visual bertema <em>Saling Silang</em>. Proses ini melibatkan berbagai seniman, desainer, dan perupa, seperti Mateus Bondan (<em>bondigoodboy</em>), Hauritsa, Syaiful “Jahipul” Ardianto, Ahmad Fauzan (<em>Cycojano</em>), Degi Bintoro, serta Kolektif Cisarua Creative.</p>



<p>Art Director Synchronize Fest, Saleh Husein, menuturkan bahwa arsip bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga aset pengetahuan yang relevan dengan era kontemporer. <em>“Dua entitas era 2000-an ini memiliki kesadaran akan pentingnya arsip, yang kini kami hadirkan kembali dalam bentuk baru melalui budaya pop di Synchronize Fest 2025,”</em> pungkasnya.</p>



<p>Dengan konsep dan kolaborasi yang semakin kaya, Synchronize Fest 2025 siap menjadi perayaan musik dan seni yang tak hanya merayakan masa lalu, tetapi juga membuka ruang eksplorasi baru bagi generasi mendatang. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29488</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/synchroniz-fest-2025_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
