<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>KMI 2025 &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/kmi-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Oct 2025 11:19:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>KMI 2025 &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>KMI 2025 Resmi Ditutup, Giring Ganesha Umumkan 15 Poin Strategis Pemajuan Ekosistem Musik Nasional</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/lifestyle/kmi-2025-resmi-ditutup-giring-ganesha-umumkan-15-poin-strategis-pemajuan-ekosistem-musik-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2025 01:11:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[Giring Ganesha]]></category>
		<category><![CDATA[KMI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=35959</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="wamenbud giring ganesha membacakan 15 point hasil diskusi kmi 2025" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Setelah berlangsung selama empat hari sejak 8 Oktober, Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 resmi ditutup pada Sabtu (11/10). Sepanjang kegiatan yang digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, berbagai diskusi menghadirkan beragam pemangku kepentingan dunia musik dan pemerintah untuk merumuskan arah masa depan industri musik Indonesia. Usai rangkaian diskusi intensif tersebut, KMI resmi mengumumkan 15 poin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah berlangsung selama empat hari sejak 8 Oktober, <strong>Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025</strong> resmi ditutup pada Sabtu (11/10). Sepanjang kegiatan yang digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, berbagai diskusi menghadirkan beragam pemangku kepentingan dunia musik dan pemerintah untuk merumuskan arah masa depan industri musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Usai rangkaian diskusi intensif tersebut, KMI resmi mengumumkan 15 poin hasil rangkuman yang akan dijadikan panduan dalam penyusunan <em>road map</em> industri musik nasional, dengan tujuan memperkuat keberlanjutan dan daya saing musik Indonesia di masa mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil tersebut dibacakan langsung oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha di Tengah acara penutupan KMI 2025 yang digelar di Senayan Park Jakarta.<br>Menurutnya, salah satu poin penting adalah penegasan urgensi kolaborasi lintas pemangku kepentingan—mulai dari musisi, pemerintah, pelaku industri musik, platform digital, akademisi, hingga media—dalam membangun ekosistem musik nasional yang solid.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kedua, melemahnya apresiasi terhadap musik lokal dimulai dari pendidikan sejak tingkat dasar dan menengah, dimulai dari dominasi materi dan metode Barat. Untuk itu, perlu merevisi kurikulum pendidikan seni musik yang sesuai dengan konteks hari ini di tingkat dasar, menengah, dan tinggi. Memperkuat kapasitas guru musik, peran maestro dengan memasukkan musik tradisi sebagai materi utama,” tegas Giring.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, KMI juga mendorong pembangunan infrastruktur basis data musik berbasis teknologi informasi untuk mendukung keanggotaan, dokumentasi, distribusi, dan lisensi musik.<br>Ada pula dorongan agar musik religi dijadikan segmen strategis industri nasional melalui penguatan ekosistem lintas iman—melibatkan pemuka agama, pelaku industri, media, dan musisi—agar tidak hanya bersifat musiman, melainkan menjadi kekuatan kultural yang hidup dan inklusif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dalam rangka reformasi tata kelola royalti musik, pemerintah dan regulator wajib melibatkan pelaku di ekosistem musik secara menyeluruh. Keenam, perlunya SKB yang mengatur regulasi dan skema perizinan terkait pelaksanaan kegiatan musik yang pasti, jelas, ringkas dan didukung sosialisasi dan edukasi secara menyeluruh oleh pemerintah,” terang Giring.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Poin lainnya menekankan pentingnya kebijakan nasional untuk melindungi tenaga kerja musik, termasuk pemberian jaminan sosial, pengakuan hak, serta insentif pajak berupa penyederhanaan pajak royalti, pembebasan PPN, dan keringanan PPh 21 bagi pekerja seni berpenghasilan di bawah Rp10 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Giring juga menyebutkan bahwa KMI mendorong pembangunan venue pertunjukan berstandar internasional di berbagai kota, dengan optimalisasi ruang publik dan aset pemerintah agar dapat difungsikan sebagai pusat aktivitas musik masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah pembacaan <em>Minute of Meeting</em>, Giring menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya KMI 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi mendukung terselenggaranya KMI2025. Perjalanan masih panjang, dan ini adalah langkah penting untuk memastikan ekosistem musik Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Giring.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menutup pernyataannya, Giring mengungkapkan bahwa KMI akan segera membentuk Tim Kerja Bersama Pemajuan Ekosistem Musik Indonesia, yang terdiri dari Kementerian Kebudayaan bersama perwakilan ekosistem musik—musisi, pelaku industri, akademisi, media, dan regulator.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tim Kerja Pemajuan Ekosistem Musik di Indonesia ini akan membuat analisis dan strategi tindak lanjut dari hasil usulan sesi-sesi KMI 2025, terhitung mulai Selasa, 14 Oktober 2025,”  ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Usai pembacaan <em>Minute of Meeting</em>, Giring melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi pasar musik yang berlokasi di Senayan Park. Ia menyapa satu per satu stan berbagai band lokal yang menjual beragam <em>merchandise</em>, kaset, serta karya-karya independen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan antusias, Giring turut membeli beberapa produk sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas dan semangat pelaku musik lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wamenbud Giring  yang masih mengenakan setelan jas, sempat  mampir menonton pertunjukan JAGUANK, kelompok musik etnik asal Sumatra Barat yang menghadirkan nuansa tradisi dengan sentuhan modern yang sedang beraksi.  Ia terkesan tidak terganggu dengan sengatan matahari siang yang menyorot sangat  tajam. <strong>XPOSEINDONESIA- Teks dan Foto NS</strong></p>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_f142e954-6e91-4bf1-b67d-e7034f2eaf6f" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-menontn-pertunjukan-musik-di-tengah-sengatan-matahari.jpg" alt="wamenbud giring ganesha menontn pertunjukan musik di tengah sengatan matahari" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">wamenbud giring ganesha menontn pertunjukan musik di tengah sengatan matahari</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025-1.jpg" alt="wamenbud giring ganesha membacakan 15 point hasil diskusi kmi 2025" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Wamenbud Giring Ganesha membacakan 15 point hasil diskusi KMI 2025</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-di-pasar-musik-senayan-park-jakarta-di-antara-seniman-musik-dan-humas-pappri.jpg" alt="wamenbud di pasar musik senayan park jakarta, di antara seniman musik dan humas pappri" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Wamenbud di pasar musik Senayan Park Jakarta, di antara seniman musik dan humas pappri</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35959</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/wamenbud-giring-ganesha-membacakan-15-point-hasil-diskusi-kmi-2025-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Gilang Ramadan Musik di Hulu,  Mendidik Maestro Sejak Dini</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/gilang-ramadan-musik-di-hulu-mendidik-maestro-sejak-dini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 00:18:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Gilang Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[KMI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Musik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=35928</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="gilang ramdhan" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 pada hari ketiga, Jumat (10 Oktober), menghadirkan sejumlah sesi paralel yang menarik perhatian peserta. Salah satu sesi yang penuh inspirasi bertajuk “Musik di Hulu: Pendidikan, Regenerasi, dan Maestro”, menghadirkan musisi legendaris Gilang Ramadhan Kartahadimadja Dalam paparannya, Gilang menekankan pentingnya pendidikan musik sejak usia dini sebagai pondasi lahirnya maestro-maestro masa depan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 pada hari ketiga, Jumat (10 Oktober), menghadirkan sejumlah sesi paralel yang menarik perhatian peserta. Salah satu sesi yang penuh inspirasi bertajuk <em>“Musik di Hulu: Pendidikan, Regenerasi, dan Maestro”</em>, menghadirkan musisi legendaris Gilang Ramadhan<strong> </strong>Kartahadimadja Dalam paparannya, Gilang menekankan pentingnya pendidikan musik sejak usia dini sebagai pondasi lahirnya maestro-maestro masa depan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seorang maestro harus disiapkan sejak dini,” tegas Gilang. Ia meyakini bahwa regenerasi musisi tidak bisa muncul secara instan, tetapi harus ditanamkan melalui pendidikan musik sejak anak-anak usia PAUD dan sekolah dasar.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Musik untuk Menciptakan Anak Indonesia yang Seutuhnya</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gilang berbagi pengalaman panjangnya dalam dunia musik, sejak pertama kali belajar angklung pada usia delapan tahun hingga menempuh pendidikan musik di luar negeri. “Saya mulai bermain musik sejak umur delapan tahun. Guru pertama saya adalah Slamet Abdul Syukur, bahkan saya sempat belajar di Prancis dan kemudian di Amerika,” kenang lulusan Hollywood Profesional School (1980-1982) dan  Los Angeles City College (LACC), mengambil jurusan Perkusi (1981-1984). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun dari seluruh pengalaman itu, ia menegaskan bahwa <em>tujuan belajar musik bukan semata untuk menjadi musisi profesional</em>, melainkan untuk membentuk karakter anak. “Yang ingin saya ciptakan adalah anak Indonesia yang seutuhnya. Musik itu suplemen kehidupan—mengajarkan disiplin, kreativitas, empati, kerja sama, dan rasa percaya diri,” ujar Gilang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kemampuan bermain musik hanyalah satu sisi dari manfaat yang lebih luas. “Kalau anak belajar musik sejak dini, mereka tidak hanya pandai bermain alat, tetapi juga belajar disiplin dan berani percaya diri,” tambahnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Dari Banyuwangi hingga Dunia: Menyiapkan Regenerasi</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa tahun terakhir, Gilang aktif berkeliling Indonesia memberikan workshop musik bagi anak-anak dan guru PAUD. Ia mencontohkan pengalamannya di Banyuwangi, di mana seorang anak berusia 1,5 tahun sudah mulai belajar musik dengan latihan dua jam setiap hari. “Program di sana tujuannya jelas: melahirkan maestro. Karena kalau tidak dipersiapkan dari sekarang, 20-30 tahun ke depan kita akan kehilangan penerus,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menyoroti bahwa <em>perubahan zaman telah mengubah cara pandang orang tua terhadap profesi musisi.</em> “Dulu, saya satu-satunya anak yang diizinkan orang tua sekolah musik di luar negeri. Sekarang, banyak orang tua yang bangga anaknya menjadi musisi profesional,” ucap Gilang.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Musik, Sains, dan Kecerdasan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam paparannya, Gilang mengaitkan pendidikan musik dengan perkembangan kognitif anak. Ia mengutip hasil penelitian di Swedia yang menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar musik sejak dini memiliki peningkatan kecerdasan. “Saya juga mengamati sendiri, anak-anak yang belajar musik menunjukkan peningkatan daya konsentrasi dan kemampuan motorik,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun ia juga menegaskan bahwa temuan ini masih terus diamati oleh para ilmuwan dunia. “Profesor musik dari Tiongkok yang saya temui di Bali bilang, belum ada bukti ilmiah yang final, tapi observasinya menunjukkan arah yang positif,” katanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Musik Itu Bermain, Bukan Bekerja</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Gilang, esensi musik adalah <em>kegembiraan</em>. Ia khawatir jika musik diidentikkan dengan pekerjaan yang kaku. “Kita harus tetap memakai istilah ‘bermain musik’. Karena bermain itu menyenangkan. Kalau musik dianggap pekerjaan yang menakutkan, anak-anak akan kehilangan rasa senang dalam belajar,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia bahkan menunjukkan contoh-contoh muridnya yang kini menjadi profesional di bidang lain seperti dokter, pilot, hingga politisi—namun tetap merasakan manfaat dari belajar musik. “Ada pilot F-16 yang bilang ke saya, kemampuan konsentrasinya meningkat karena dulu dia belajar gitar,” kisahnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Musik untuk Semua: Dari PAUD ke Masyarakat</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Gilang, pendidikan musik bukan hanya untuk calon musisi, tetapi juga untuk masyarakat luas agar memiliki <em>pengetahuan musikal (musical knowledge)</em> yang lebih baik. “Kalau penonton punya pengetahuan musik yang beragam, otomatis musisi juga akan berkembang. Tapi kalau tidak, musisinya akan stagnan,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, ia menekankan pentingnya peran guru—khususnya guru PAUD dan guru musik—dalam mengenalkan alat musik tradisional berbahan bambu yang murah dan mudah dijangkau. “Bambu ada di mana-mana. Dengan bambu, anak-anak bisa belajar musik tanpa biaya mahal. Ini bagian dari mengenalkan musik tradisional Indonesia,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain memperkenalkan alat musik lokal, Gilang juga mendorong peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan pedagogi. “Guru PAUD harus punya pemahaman dasar tentang makna musik. Tidak cukup jago bermain, tapi juga harus tahu bagaimana mengajarkan musik pada anak kecil,” tegasnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Menuju Indonesia Penuh Irama</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menutup sesinya, Gilang berharap KMI tidak berhenti tahun ini, tetapi terus berlanjut sebagai wadah regenerasi dan pendidikan musik nasional. “KMI harus ada tahun ini dan tahun depan. Karena musik adalah bagian dari kehidupan manusia, dan dari sanalah lahir generasi Indonesia yang kreatif, disiplin, dan berkarakter,” pungkasnya. <strong>XPOSEINDONESIA/NS</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35928</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/gilang-ramdhan-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Dorong Ekonomi Daerah, Bima Arya: Tak Semua Punya Tambang, Tapi Semua Bisa Kembangkan Kreativitas</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/dorong-ekonomi-daerah-bima-arya-tak-semua-punya-tambang-tapi-semua-bisa-kembangkan-kreativitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 23:50:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Bima Arya]]></category>
		<category><![CDATA[KMI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Musik Indonesia 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=35953</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/bima-arya-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="bima arya" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/bima-arya-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/bima-arya-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/bima-arya-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/bima-arya-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/bima-arya-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/bima-arya-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/bima-arya-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/bima-arya-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/bima-arya.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 hari ketiga menghadirkan dialog inspiratif yang mempertemukan sejumlah figur penting dari kalangan regulator.Mengusung tema besar “Membangun Ekosistem Hiburan Berkelanjutan”, sesi ini menampilkan Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya, Wakabaintelkam Polri Nanang Rudi Supriatna, dan Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manansang sebagai pembicara utama. Dalam pidato kuncinya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 hari ketiga menghadirkan dialog inspiratif yang mempertemukan sejumlah figur penting dari kalangan regulator.<br>Mengusung tema besar “Membangun Ekosistem Hiburan Berkelanjutan”, sesi ini menampilkan Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya, Wakabaintelkam Polri Nanang Rudi Supriatna, dan Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manansang sebagai pembicara utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pidato kuncinya, Wamendagri Bima Arya menyoroti pentingnya strategi pembangunan ekosistem hiburan yang berkelanjutan melalui pembenahan sistem perizinan, investasi, serta standarisasi keamanan venue musik.<br>Ia menekankan bahwa sektor industri kreatif memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terlebih di tengah momentum bonus demografi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pemerintah daerah harus berpikir keras untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Tidak semua punya tambang atau sawit, karena itu dunia industri kreatif justru punya prospek yang sangat strategis untuk mendongkrak ekonomi daerah,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bima kemudian memetakan tiga kendala utama dalam tata kelola sektor hiburan:</p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li>Belum adanya sistem perizinan yang baku dan terintegrasi,</li>



<li>Tumpang tindih kewenangan antarinstansi,</li>



<li>Prosedur administrasi yang masih manual.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai solusi, ia merekomendasikan pembentukan peraturan bersama untuk menyederhanakan proses perizinan serta menetapkan kota percontohan (pilot project) guna menguji efektivitas sistem baru.<br>Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci agar kebijakan ini dapat benar-benar mendorong pemanfaatan potensi ekonomi kreatif secara optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Wakabaintelkam Polri Nanang Rudi Supriatna menegaskan komitmen Polri dalam mendukung tumbuhnya kegiatan ekonomi kreatif di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Polri seratus persen mendukung pertumbuhan ekonomi. Kami siap mengamankan setiap kegiatan ekonomi kreatif, mulai dari konser hingga seminar,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari perspektif ekonomi nasional, Sekjen Dewan Nasional Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manansang menekankan bahwa musik merupakan pilar penting ekonomi kreatif dan bahkan bisa menjadi “new engine of growth” bagi Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan musik memiliki efek berantai (multiplier effect) yang luas—mulai dari berkembangnya industri alat musik tradisional, festival budaya, hingga promosi musik melalui film, gim, dan konten digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kegiatan musik memberi dampak signifikan bagi sektor pariwisata, teknologi digital, UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizal juga mendorong sejumlah langkah strategis seperti integrasi pertunjukan musik dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi digital, digitalisasi sistem perizinan event, pembaruan sistem OSS, serta perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM di industri musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Musik harus diarahkan pada penguatan ekosistem berbasis kekayaan intelektual, sehingga kontribusinya terhadap ekonomi nasional semakin meningkat,” tutupnya. <strong>XPOSEINDONESIA Teks dan Foto NS</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35953</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/bima-arya-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Paul Smith: Sukses “Tabola Bale” dari Indonesia Buktikan Kekuatan Raksasa Digital dengan 229 Juta Views</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/paul-smith-sukses-tabola-bale-dari-indonesia-buktikan-kekuatan-raksasa-digital-dengan-229-juta-views/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 22:44:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[KMI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Paul Smith]]></category>
		<category><![CDATA[Tabola Bale]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=35888</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-dan-chart-youtube-yang-memperlihatkan-peringkat-lagu-tabola-bale-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="paul smith dan chart youtube yang memperlihatkan peringkat lagu tabola bale" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-dan-chart-youtube-yang-memperlihatkan-peringkat-lagu-tabola-bale-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-dan-chart-youtube-yang-memperlihatkan-peringkat-lagu-tabola-bale-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-dan-chart-youtube-yang-memperlihatkan-peringkat-lagu-tabola-bale-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-dan-chart-youtube-yang-memperlihatkan-peringkat-lagu-tabola-bale-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-dan-chart-youtube-yang-memperlihatkan-peringkat-lagu-tabola-bale-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-dan-chart-youtube-yang-memperlihatkan-peringkat-lagu-tabola-bale-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-dan-chart-youtube-yang-memperlihatkan-peringkat-lagu-tabola-bale-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-dan-chart-youtube-yang-memperlihatkan-peringkat-lagu-tabola-bale-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-dan-chart-youtube-yang-memperlihatkan-peringkat-lagu-tabola-bale.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />“Indonesia adalah raksasa digital,” ujar Paul Smith, perwakilan YouTube Music, saat membuka sesi bertajuk “Jalur Lokal ke Global: Menyiapkan Musisi dan Karya Indonesia Mendunia” di Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025, Kamis, 9 Oktober, di The Sultan Hotel &#38; Residence Jakarta. Menurut Smith, sebanyak 88 persen masyarakat online di Indonesia aktif menggunakan YouTube, dengan total lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">“Indonesia adalah raksasa digital,” ujar Paul Smith, perwakilan YouTube Music, saat membuka sesi bertajuk “Jalur Lokal ke Global: Menyiapkan Musisi dan Karya Indonesia Mendunia” di Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025, Kamis, 9 Oktober, di The Sultan Hotel &amp; Residence Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Smith, sebanyak 88 persen masyarakat online di Indonesia aktif menggunakan YouTube, dengan total lebih dari 135 juta pengguna. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekosistem digital paling aktif di dunia—sebuah potensi besar yang bisa mendorong musik Indonesia menembus pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian besar pengguna tersebut berasal dari generasi muda berusia sekitar 30 tahun, generasi yang tumbuh bersama dunia digital dan memiliki gairah tinggi terhadap musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mereka bukan hanya penonton, tapi juga kreator yang membangun budaya baru di dunia maya,” tambah Smith di hadapan para musisi, pejabat, dan pelaku industri kreatif yang hadir.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>YouTube dan Dampak Ekonomi Kreatif di Indonesia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam paparannya, Smith menegaskan bahwa ekosistem kreatif YouTube telah memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.<br>“Faktanya, industri kreatif YouTube berkontribusi lebih dari Rp7,4 triliun terhadap PDB Indonesia, melibatkan lebih dari 400 ribu kreator, musisi, dan mitra lokal,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Smith juga menyebut bahwa musisi Indonesia bisa langsung bersaing kuat dengan Musisi global va Youtube. Terbukti lagu “Tabola Bale” belakangan &nbsp;yang belakangan ini viral, &nbsp;melejit &nbsp;di tangga chat Youtube, &nbsp;bersaing dengan lagu asing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Official Music Video Tabola Bale yang dinyanyikan Silet Open Up (feat. Jacson Zeran, Juan Reza &amp; Diva Aurel) &nbsp;yang sudah menayang sepanjang enam bulan di Youtube itu &nbsp;telah di view lebih dari 229 juta kali. Sebuah angka yang fantastis!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan tren pertumbuhan yang begitu kuat, YouTube berkomitmen menjadi mitra strategis bagi para pelaku industri musik di Indonesia. “Kami bangga menjadi bagian dari pertumbuhan ini, dan akan terus menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi musisi dan kreator di tanah air,” kata Smith.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Smith juga menyebut bahwa musisi Indonesia bisa langsung bersaing kuat dengan musisi global va Youtube. Terbukti lagu “Tabola Bale” yang belakangan ini viral,  melejit  di tangga chat Youtube,  bersaing dengan lagu asing. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Official Music Video Tabola Bale yang dinyanyikan Silet Open Up (feat. Jacson Zeran, Juan Reza &amp; Diva Aurel)  yang sudah menayang sepanjang enam bulan di Youtube itu,  berhasil di view lebih dari 229 juta kali. Sebuah angka yang fantastis! Bukti Indonesia punya peluang besar untuk disukai bukan hanya lokal tapi juga global.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Fitur Baru: YouTube Shopping untuk Musisi dan Kreator</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Paul Smith juga memperkenalkan fitur baru, YouTube Shopping, yang memungkinkan musisi dan kreator menautkan merchandise resmi langsung di dalam video maupun Shorts mereka.<br>Ia mencontohkan kesuksesan grup idol asal Jepang Be:First, yang meraih pendapatan signifikan hanya dari satu kali siaran langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar baiknya, Indonesia kini menjadi salah satu negara yang menjalani uji coba proyek percontohan (pilot project) fitur ini.<br>“Kami berharap lebih banyak mitra lokal dapat bergabung tahun depan dan memanfaatkan fitur ini untuk memperkuat ekosistem kreatif digital,” jelas Smith.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dunia Sambut Keunikan Indonesia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengakhiri sesinya di KMI 2025, Paul Smith menyampaikan pesan yang sederhana namun menggugah:<br>“Dunia sudah siap menyambut keunikan suara Indonesia. Bersama-sama, mari kita bangun masa depan musik yang lebih besar dan berpengaruh.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesi ini menjadi salah satu bagian penting dari Konferensi Musik Indonesia 2025 yang mengusung tema “Satu Nada Dasar” — simbol persatuan dan komitmen bersama untuk memperkuat fondasi industri musik Indonesia menuju ekosistem yang berkeadilan, berdaya saing, dan berdaulat secara budaya<strong>. XPOSEINDONESIA  Teks dan Foto Nini Sunny</strong> </p>


<div style="min-height: 533px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_2cbce02e-71d9-4a7f-ab39-658112b233b2" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-perwakilan-youtube.jpg" alt="paul smith perwakilan youtube" style="height: 498px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Paul Smith perwakilan Youtube</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35888</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/paul-smith-dan-chart-youtube-yang-memperlihatkan-peringkat-lagu-tabola-bale-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
