<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Industri Logam &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/industri-logam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Sep 2026 08:09:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Industri Logam &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>GIFA dan METEC Indonesia 2026 Catat 6.000 Pengunjung, Kembali Digelar pada 2028</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/gifa-dan-metec-indonesia-2026-catat-6-000-pengunjung-kembali-digelar-pada-2028/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 08:09:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aluminium]]></category>
		<category><![CDATA[GIFA Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Logam]]></category>
		<category><![CDATA[METEC Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Industri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43307</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="gifa metec indonesia menjadi wadah pertukaran pengetahuan global nasional sektor pengecoran logam &amp; metalurgi" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Pameran teknologi pengecoran logam dan metalurgi GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 resmi berakhir dengan menghadirkan 260 perusahaan peserta dari 20 negara dan lebih dari 6.000 pengunjung profesional selama empat hari penyelenggaraan. Messe Düsseldorf Asia dan PT Pamerindo Indonesia mengumumkan bahwa kedua pameran tersebut akan kembali digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada September [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pameran teknologi pengecoran logam dan metalurgi <strong>GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026</strong> resmi berakhir dengan menghadirkan 260 perusahaan peserta dari 20 negara dan lebih dari 6.000 pengunjung profesional selama empat hari penyelenggaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Messe Düsseldorf Asia dan PT Pamerindo Indonesia mengumumkan bahwa kedua pameran tersebut akan kembali digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada September 2028. Penyelenggaraan edisi ketiga ini juga memperkuat pembahasan mengenai efisiensi energi, dekarbonisasi, otomatisasi industri, serta pengembangan rantai nilai logam nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berlangsung pada 9–12 September 2026 bersamaan dengan Mining Indonesia, GIFA dan METEC Indonesia mempertemukan pelaku industri, pembeli komersial, insinyur, manajer industri, hingga perwakilan asosiasi nasional. Pameran ini menjadi ajang pertukaran teknologi, penjajakan kerja sama bisnis, serta diskusi mengenai perkembangan industri pengecoran logam, metalurgi, pembuatan baja, dan pemrosesan logam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Managing Director Messe Düsseldorf Asia,<strong> Lars Wismer</strong>, mengatakan interaksi bisnis yang berlangsung selama pameran menjadi salah satu capaian penting penyelenggaraan tahun ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pelaku industri memanfaatkan pameran untuk mencari solusi dalam meningkatkan produktivitas, kualitas produk, serta penciptaan nilai tambah di sektor hilir dengan mengacu pada standar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hal terpenting bagi kami pada GIFA dan METEC Indonesia tahun ini adalah menyaksikan dialog bisnis secara langsung di area pameran. Pemilik smelter, pabrik pengecoran, pengolah aluminium, dan penyedia teknologi mengatasi tantangan untuk meningkatkan produktivitas, standar mutu, dan penciptaan nilai tambah di sektor hilir, sekaligus menilai tingkat operasional mereka terhadap standar global,” ujar Lars.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, kolaborasi antara pelaku industri dan penyedia teknologi akan terus difasilitasi untuk mendukung perkembangan rantai nilai logam Indonesia pada penyelenggaraan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sambutan positif juga datang dari kalangan industri nasional. General Superintendent Mill Metallurgy PT Freeport Indonesia, Yopi Mandra Komara, menilai pameran yang digelar bersama Mining Indonesia tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk menjalin hubungan bisnis dan mengenal teknologi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“GIFA dan METEC Indonesia yang diselenggarakan bersama Mining Indonesia memberikan platform berharga untuk terhubung dengan mitra, mengeksplorasi teknologi baru, dan mengidentifikasi solusi guna meningkatkan produktivitas serta kapasitas tonase. Wawasan yang diperoleh akan mendukung proyek-proyek kami ke depan,” ujar Yopi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Country General Manager PT Pamerindo Indonesia, <strong>Lia Indriasari</strong>, mengatakan perkembangan industri manufaktur nasional menjadi salah satu faktor yang mendorong relevansi pameran tersebut. Sektor otomotif, infrastruktur, alat berat, dan energi terbarukan dinilai membutuhkan dukungan teknologi untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Melalui GIFA dan METEC Indonesia 2026, kami menghubungkan produsen lokal dengan inovasi global dalam otomatisasi dan metalurgi hijau, untuk dapat membantu Indonesia membangun fondasi industri tangguh dan siap untuk masa depan,” ucap Lia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak pameran juga dirasakan oleh peserta internasional. Ashapura Minechem Limited, perusahaan pertambangan dan eksportir bentonit asal India, memanfaatkan program business matching untuk menjajaki peluang kerja sama dengan calon pelanggan di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Head of Marketing Ashapura Minechem Limited, <strong>Kaustubh Pal</strong>, mengatakan pihaknya berhasil terhubung dengan dua calon pelanggan potensial melalui program tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“GIFA dan METEC Indonesia menyediakan platform luar biasa untuk terhubung dengan pelanggan di seluruh Indonesia. Melalui program business matching, kami terhubung dengan dua calon pelanggan potensial dan menghasilkan beberapa potensi kerja sama. Pameran ini menjadi platform penting untuk memperkuat presensi kami di pasar Indonesia,” ujar Kaustubh.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dorong Dekarbonisasi dan Teknologi Berbasis AI</h2>



<p class="wp-block-paragraph">GIFA dan METEC Indonesia 2026 mengangkat tiga fokus utama, yakni dekarbonisasi dan efisiensi energi, smart factory dan kecerdasan buatan (AI), serta ekonomi sirkular dan teknologi masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fokus tersebut sejalan dengan kebutuhan industri logam untuk menekan emisi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengoptimalkan proses produksi melalui pemanfaatan teknologi digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dr. Sri Raharno</strong> dari Kelompok Keahlian Perancangan dan Produksi Mesin, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan industri metalurgi dan pengecoran logam Indonesia menghadapi tantangan untuk memenuhi tuntutan pasar global terhadap produk dengan jejak karbon lebih rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pasar global mulai menuntut produk logam dengan jejak karbon yang lebih rendah dan transparansi kinerja lingkungan yang lebih baik. Tantangan terbesar industri metalurgi dan pengecoran logam Indonesia saat ini adalah bagaimana membangun industri yang rendah karbon, hemat energi, terdigitalisasi, dan berbasis ekonomi sirkular, didukung oleh SDM yang mampu menguasai teknologi metalurgi sekaligus teknologi digital,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan tersebut turut tercermin dalam teknologi yang diperkenalkan sejumlah peserta pameran. Perusahaan teknologi asal Austria, qoncept Technology GmbH, menampilkan perangkat lunak berbasis AI yang menghubungkan mesin pabrik konvensional dengan sistem digital untuk mengoptimalkan efisiensi energi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Head of Sales and Business Development qoncept Technology GmbH, <strong>Dr. Stefan Griesser</strong>, menjelaskan sistem tersebut dapat mempelajari data produksi untuk menganalisis pengaruh bahan baku terhadap konsumsi energi dan emisi karbon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini adalah kali pertama kami berpartisipasi di Indonesia. Sistem perangkat lunak kami mampu mempelajari data produksi secara mandiri untuk menganalisis bagaimana bahan baku memengaruhi efisiensi energi dan jejak CO2, lalu mengoptimalkannya secara menyeluruh. Kami menggabungkan AI dengan model metalurgi khusus untuk meningkatkan level prediksi dari setiap proses produksi,” jelas Stefan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Indaid Thermal Engineers Private Limited dari India memperkenalkan teknologi tungku industri yang menggunakan pembakar khusus untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Managing Director Indaid Thermal Engineers Private Limited, Narayanan Dandapani, mengatakan penggunaan teknologi pembakar regeneratif pada tungku pemanasan ulang bersuhu tinggi berpotensi menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami jelas harus melihat efisiensi energi secara sangat serius. Kami merekomendasikan pembakar regeneratif (regenerative burners) untuk tungku pemanasan ulang bersuhu tinggi. Alat ini dapat memangkas sekitar 25% hingga 45% konsumsi bahan bakar,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai teknologi tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian industri terhadap penggunaan mesin hemat energi dan perangkat digital untuk meningkatkan performa produksi sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02.jpg" alt="Situasi di GIFA &amp; METEC Indonesia 2026 Day 1" class="wp-image-42910" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/situasi-di-gifa-metec-indonesia-2026-day-1_02-1068x708.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Situasi di GIFA &#038; METEC Indonesia 2026 Day 1</figcaption></figure></a></div>



<h2 class="wp-block-heading">Industri Aluminium Jadi Fokus Strategis Baru</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain dekarbonisasi dan digitalisasi, GIFA dan METEC Indonesia 2026 memperkenalkan fokus khusus pada industri aluminium sebagai bagian dari pengembangan rantai nilai pengecoran dan metalurgi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor aluminium memiliki keterkaitan dari proses hulu, seperti peleburan dan pemaduan, hingga sektor hilir yang mencakup fabrikasi dan daur ulang. Pengembangan fokus ini menjadi langkah awal menuju peluncuran Aluminium Pavilion pada penyelenggaraan 2028.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam materi penyelenggara, kapasitas aluminium Indonesia diproyeksikan meningkat hingga tiga kali lipat dalam tiga tahun ke depan. Pertumbuhan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesenjangan antara kapasitas peleburan dan produk setengah jadi dengan kemampuan industri hilir dalam mengolah aluminium menjadi lembaran, foil, produk ekstrusi, serta komponen otomotif dan kendaraan listrik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui fokus baru ini, GIFA dan METEC Indonesia berupaya mempertemukan pelaku industri di berbagai tahapan rantai pasok untuk mendukung pengembangan sektor aluminium secara lebih terintegrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Umum Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA), Dadang Asikin, menilai pameran tersebut memberikan ruang bagi pelaku industri domestik untuk berinteraksi langsung dengan pemasok teknologi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“GIFA dan METEC Indonesia memberikan kesempatan bagi pelaku industri domestik untuk berinteraksi secara real-time dengan pemasok global serta mengevaluasi solusi yang relevan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan penciptaan nilai tambah di sektor hilir,” ujar Dadang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Messe Düsseldorf Asia dan PT Pamerindo Indonesia memastikan GIFA Indonesia dan METEC Indonesia akan kembali digelar di JIExpo Kemayoran pada September 2028. Penyelenggaraan tersebut akan melanjutkan siklus dua tahunan pameran sekaligus memperkuat perannya sebagai platform pertukaran teknologi dan pengembangan industri logam di kawasan. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43307</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>GIFA dan METEC Indonesia 2026 Hubungkan Industri Logam dari Hulu hingga Hilir</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/gifa-dan-metec-indonesia-2026-hubungkan-industri-logam-dari-hulu-hingga-hilir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Aluminium Pavilion]]></category>
		<category><![CDATA[GIFA Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Logam]]></category>
		<category><![CDATA[JIExpo Kemayoran]]></category>
		<category><![CDATA[Manufaktur Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Messe Düsseldorf Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Metalurgi]]></category>
		<category><![CDATA[METEC Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pamerindo Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pengecoran Logam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=42503</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Pressconf GIFA &amp; METEC Indonesia" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Industri logam Indonesia terus bergerak menuju babak baru. Bukan hanya soal menggali dan mengekspor sumber daya, tetapi bagaimana mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang bisa memperkuat industri nasional. Di tengah perkembangan agenda hilirisasi tersebut, kebutuhan akan teknologi, keahlian, dan kemitraan menjadi semakin penting. Momentum itu akan hadir melalui GIFA dan METEC Indonesia 2026 yang kembali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Industri logam Indonesia terus bergerak menuju babak baru. Bukan hanya soal menggali dan mengekspor sumber daya, tetapi bagaimana mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang bisa memperkuat industri nasional. Di tengah perkembangan agenda hilirisasi tersebut, kebutuhan akan teknologi, keahlian, dan kemitraan menjadi semakin penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum itu akan hadir melalui <strong>GIFA dan METEC Indonesia 2026</strong> yang kembali digelar pada <strong>9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran</strong>. Memasuki edisi ketiga, dua pameran industri ini diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia, bagian dari Informa Markets. Sekitar <strong>260 perusahaan peserta</strong> dan <strong>6.000 pengunjung profesional</strong> ditargetkan hadir untuk melihat perkembangan teknologi pengecoran, metalurgi, pengolahan aluminium, fabrikasi, otomasi, hingga manufaktur berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">GIFA dan METEC Indonesia 2026 hadir ketika rantai nilai industri logam di Indonesia semakin berkembang. GIFA Indonesia berfokus pada teknologi pengecoran, mulai dari peleburan, pembuatan cetakan dan <em>coremaking</em>, hingga simulasi, otomasi, dan pengujian. Sementara METEC menghadirkan teknologi metalurgi dan produksi logam, termasuk sektor besi dan baja, logam non-ferrous, tungku, <em>refractory</em>, pengerolan, pembentukan, pengendalian proses, hingga rekayasa pabrik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan kedua sektor tersebut membuka ruang bagi pelaku industri untuk melihat keterhubungan proses dari hulu hingga hilir. Produsen, pengembang proyek, pemasok teknologi, perusahaan rekayasa, dan berbagai pemangku kepentingan akan bertemu untuk mengeksplorasi solusi yang dapat diterapkan di sepanjang rantai nilai logam. Mulai dari pengolahan bahan mentah hingga menghasilkan produk akhir yang siap digunakan oleh berbagai sektor industri.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia.jpg" alt="lars wismer, managing director messe düsseldorf asia" class="wp-image-42508" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lars-wismer-managing-director-messe-dusseldorf-asia-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">lars wismer, managing director messe düsseldorf asia</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">“Indonesia sedang bergerak dari model ekspor sumber daya menuju model industri yang lebih terintegrasi, yakni mengolah sumber daya mineral dalam negeri menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi, sekaligus memperkuat basis manufakturnya,” ujar <strong>Lars Wismer, Managing Director Messe Düsseldorf Asia</strong>, salah satu penyelenggara GIFA dan METEC Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan tersebut juga menciptakan kebutuhan baru bagi industri nasional. Ketika kapasitas produksi terus berkembang, teknologi proses, kemampuan rekayasa, sumber daya manusia, infrastruktur, dan sistem pengendalian mutu juga perlu mengikuti. Karena itu, kehadiran teknologi global dan peluang kerja sama menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan industri dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Industrialisasi hilir Indonesia menciptakan kebutuhan baru akan teknologi, keahlian rekayasa, pengembangan keterampilan, dan kemitraan. Melalui pameran ini, kami menyediakan platform bagi industri Indonesia untuk berinteraksi dengan pemasok global dan mengidentifikasi solusi untuk kebutuhan produksi nasional yang berkembang,” ujar <strong>Lia Indriasari, Country General Manager Pamerindo Indonesia</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan agenda hilirisasi juga terlihat dari realisasi investasi di sektor industri. Pada Semester I 2026, subsektor logam dasar, barang logam, mesin, dan peralatan mencatatkan investasi sebesar <strong>US$8,44 miliar</strong>, atau sekitar <strong>14,9 persen dari total investasi nasional</strong>. Sementara pada kuartal kedua 2026, investasi hilirisasi bauksit mencapai <strong>US$2,25 miliar</strong>, lebih tinggi dibandingkan investasi hilirisasi nikel yang mencapai US$1,65 miliar.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia.jpg" alt="lia indriasari, country general manager pt pamerindo indonesia" class="wp-image-42509" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/lia-indriasari-country-general-manager-pt-pamerindo-indonesia-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">lia indriasari, country general manager pt pamerindo indonesia</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Meningkatnya investasi tersebut membawa tantangan sekaligus peluang baru bagi industri. Kebijakan larangan ekspor bauksit sejak 2023 serta agenda pengembangan industri nasional mendorong peningkatan kapasitas produksi di dalam negeri. Namun, pertumbuhan kapasitas juga membutuhkan dukungan teknologi yang mampu mengubah investasi menjadi kegiatan produksi yang efisien dan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Industri pengerjaan logam dan permesinan Indonesia membutuhkan akses terhadap teknologi pemrosesan canggih, keahlian teknis, serta kemitraan internasional seiring dengan berkembangnya kapasitas manufaktur domestik,” ujar <strong>Dadang Asikin, Ketua GAMMA atau Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia</strong>. Ia menilai GIFA dan METEC Indonesia dapat menjadi salah satu pelengkap dalam mendukung agenda hilirisasi industri di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu perkembangan baru yang akan hadir dalam GIFA dan METEC Indonesia 2026 adalah <strong>Aluminium Pavilion</strong>. Kehadirannya menjadi respons terhadap semakin berkembangnya industri aluminium nasional dan kebutuhan untuk memperkuat rantai nilai dari produksi bahan dasar hingga produk hilir. Aluminium sendiri memiliki peran yang luas, mulai dari pembangunan infrastruktur, industri otomotif, manufaktur, hingga kebutuhan transisi energi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Mempawah, Kalimantan Barat, pengembangan industri aluminium mencakup rencana smelter aluminium primer berkapasitas <strong>600.000 ton per tahun</strong> serta Smelter Grade Alumina Refinery Tahap II dengan kapasitas <strong>1 juta ton alumina per tahun</strong>. Sementara itu, kapasitas terpasang smelter aluminium nasional diproyeksikan dapat mencapai <strong>1,975 juta ton pada 2026</strong>. Angka tersebut membuka peluang besar untuk memperkuat industri hilir aluminium di dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebutuhan berikutnya adalah bagaimana aluminium tersebut dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Mulai dari lembaran, <em>foil</em>, ekstrusi, kawat, produk cor, hingga berbagai komponen manufaktur. Aluminium Pavilion akan menghadirkan teknologi peleburan, pengecoran, pengembangan paduan, fabrikasi, pemotongan presisi, daur ulang, pengolahan <em>scrap</em>, dan <em>materials handling</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah perusahaan internasional dijadwalkan berpartisipasi dalam pavilion ini, termasuk <strong>ABP Induction Systems GmbH, Foshan Diamond Technology Co., Ltd., dan Henan Tosta Machinery Co., Ltd.</strong> Kehadiran mereka diharapkan dapat membuka ruang pertukaran teknologi dan peluang kerja sama dengan pelaku industri Indonesia. Bagi industri nasional, akses terhadap teknologi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aluminium berada di titik temu sejumlah prioritas industri Indonesia, termasuk hilirisasi, daya saing manufaktur, pembangunan infrastruktur, integrasi rantai pasok otomotif, serta transisi energi,” kata Lars Wismer. Menurutnya, Aluminium Pavilion hadir untuk menjawab kebutuhan pasar akan hubungan yang lebih erat antara produksi aluminium primer dengan sektor manufaktur hilir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring industri bergerak dari tahap pembangunan kapasitas menuju produksi operasional, kebutuhan terhadap teknologi juga semakin spesifik. Simulasi pengecoran, pengendalian mutu digital, peralatan fabrikasi, pemotongan presisi, sistem <em>material handling</em>, dan otomasi menjadi bagian dari solusi yang dibutuhkan. Bagi produsen hilir dan <em>original equipment manufacturers</em> atau OEM, kondisi tersebut juga membuka peluang untuk membangun hubungan pasokan dan kerja sama jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluang tersebut tercermin dari keikutsertaan berbagai perusahaan nasional dan internasional dalam GIFA dan METEC Indonesia 2026. Peserta yang terlibat antara lain PT Wilisindomas Indahmakmur, PT CITEC Engineering Indonesia, PT Wintherm Bara, Metallurgical Corporation of China Ltd, Ashapura International Limited, BEDA Oxygentechnik Armaturen GmbH, MAGMA Engineering Asia Pacific Pte. Ltd., KALFRISA S.A.U., hingga Zobon (Lianyungang) Metal Technology Co. Ltd.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan-perusahaan tersebut datang dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Tiongkok, Jerman, India, Singapura, dan Spanyol. Kehadiran mereka menciptakan ruang pertemuan antara kebutuhan industri Indonesia dengan perkembangan teknologi yang tersedia secara global. Pameran ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat langsung solusi yang relevan dengan kebutuhan produksi dan pengembangan rantai pasok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan mendekatkan komunitas teknologi internasional yang relevan kepada industri Indonesia, kami bertujuan mendukung diskusi bisnis yang berbasis informasi mengenai produktivitas dan pengembangan rantai nilai,” ujar Lia Indriasari. Melalui pertemuan langsung antara pelaku industri, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan, peluang kolaborasi diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret.</p>



<p class="wp-block-paragraph">GIFA dan METEC Indonesia 2026 pada akhirnya bukan hanya menjadi tempat untuk melihat mesin dan teknologi terbaru. Pameran ini juga menjadi ruang untuk memahami bagaimana industri logam Indonesia dapat bergerak dari kebijakan dan investasi menuju implementasi nyata. Teknologi, keahlian, kemitraan, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian yang saling terhubung dalam perjalanan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika Indonesia terus memperkuat hilirisasi dan kapasitas manufakturnya, kebutuhan terhadap ekosistem industri yang terintegrasi akan semakin besar. <strong>GIFA dan METEC Indonesia 2026</strong> pun hadir untuk mempertemukan berbagai bagian dari ekosistem tersebut, mulai dari pengecoran dan metalurgi hingga pengolahan dan produksi hilir. Selama empat hari di JIExpo Kemayoran, para pelaku industri akan memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi teknologi, membangun kemitraan, serta melihat peluang baru bagi masa depan industri logam Indonesia.<strong> XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42503</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/pressconf-gifa-metec-indonesia-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>GIFA dan METEC Indonesia 2026 Perkuat Industri Aluminium Nasional, Hadirkan Aluminium Pavilion Perdana</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/gifa-dan-metec-indonesia-2026-perkuat-industri-aluminium-nasional-hadirkan-aluminium-pavilion-perdana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 12:37:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Aluminium Pavilion]]></category>
		<category><![CDATA[Foundry]]></category>
		<category><![CDATA[GIFA dan METEC Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Aluminium]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Logam]]></category>
		<category><![CDATA[JIExpo Kemayoran]]></category>
		<category><![CDATA[Manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[Metalurgi]]></category>
		<category><![CDATA[Mining Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Industri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=42320</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="gifa metec indonesia menjadi wadah pertukaran pengetahuan global nasional sektor pengecoran logam &amp; metalurgi" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Industri aluminium Indonesia tengah memasuki fase penting. Peningkatan kapasitas produksi, percepatan hilirisasi mineral, serta kebutuhan terhadap produk aluminium bernilai tambah membuat penguatan ekosistem industri menjadi semakin mendesak. Momentum tersebut akan menjadi salah satu fokus utama GIFA dan METEC Indonesia 2026 melalui kehadiran Aluminium Pavilion untuk pertama kalinya. Digelar pada 9–12 September 2026 di Jakarta International [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Industri aluminium Indonesia tengah memasuki fase penting. Peningkatan kapasitas produksi, percepatan hilirisasi mineral, serta kebutuhan terhadap produk aluminium bernilai tambah membuat penguatan ekosistem industri menjadi semakin mendesak. Momentum tersebut akan menjadi salah satu fokus utama <strong>GIFA dan METEC Indonesia 2026</strong> melalui kehadiran <strong>Aluminium Pavilion</strong> untuk pertama kalinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Digelar pada <strong>9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta</strong>, GIFA dan METEC Indonesia 2026 hadir sebagai <em>special co-located exhibition</em> bersama <strong>Mining Indonesia ke-24</strong>. Pameran internasional di bidang pengecoran logam (<em>foundry</em>) dan metalurgi ini diproyeksikan mempertemukan sekitar <strong>200 perusahaan peserta dan 6.000 pengunjung profesional</strong> dari berbagai negara, termasuk Austria, Tiongkok, Jerman, India, Italia, Singapura, Spanyol, dan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran Aluminium Pavilion menjadi salah satu pembaruan penting dalam penyelenggaraan tahun ini. Area tersebut secara khusus akan menampilkan teknologi, material, mesin, serta berbagai solusi yang berkaitan dengan industri aluminium, mulai dari proses produksi hingga pengembangan produk hilir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini dinilai relevan dengan perkembangan industri aluminium nasional yang tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi bahan mentah, tetapi mulai bergerak menuju penguatan rantai nilai dan produk bernilai tambah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Messe Düsseldorf Asia sebagai <em>co-organiser</em> GIFA dan METEC Indonesia bersama Pamerindo Indonesia, bagian dari Informa Markets, melihat Indonesia memiliki posisi yang semakin strategis dalam industri logam global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer, mengatakan Indonesia bukan hanya memiliki posisi penting sebagai salah satu produsen mineral terbesar dunia, tetapi juga menjadi pasar yang terus berkembang untuk teknologi pengolahan dan manufaktur maju.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, menilai pameran menjadi ruang penting untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan teknologi yang dapat menjawab tantangan pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, GIFA dan METEC Indonesia 2026 diharapkan dapat membantu pelaku industri membangun jejaring, menemukan teknologi terbaru, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi industri logam nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan industri aluminium Indonesia sendiri berlangsung di tengah kondisi pasar global yang masih menghadapi tantangan pasokan. Berdasarkan proyeksi S&amp;P Global, defisit aluminium global diperkirakan mencapai sekitar <strong>764 ribu ton pada 2026</strong>. Kondisi tersebut membuka peluang bagi negara-negara yang mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membangun industri hilir yang kompetitif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia menjadi salah satu negara yang tengah bergerak ke arah tersebut. Berdasarkan data Shanghai Metal Markets (SMM), kapasitas produksi aluminium primer Indonesia diproyeksikan meningkat dari sekitar <strong>870 ribu ton pada 2025 menjadi 2,51 juta ton pada 2026</strong> dan kembali bertambah hingga sekitar <strong>3,56 juta ton pada 2027</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan kapasitas tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri aluminium global. Analisis CRU juga menunjukkan Indonesia telah bertransformasi menjadi <strong>eksportir bersih aluminium primer</strong>, dengan sejumlah pasar ekspor utama antara lain Tiongkok, Vietnam, dan Korea Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, peningkatan produksi aluminium primer belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan industri pengolahan di dalam negeri. Indonesia masih mengimpor berbagai produk aluminium olahan dan fabrikasi dalam jumlah besar.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menghadirkan-berbagai-diskusi-antar-pemangku-kebijakan_pemerintah-perwakilan-institusi-pendidikan-dan-perwakilan-asosiasi-seperti-aplindo-dan-gamma_02-1024x678.jpg" alt="gifa metec indonesia menghadirkan berbagai diskusi antar pemangku kebijakan pemerintah, perwakilan institusi pendidikan, dan perwakilan asosiasi seperti aplindo dan gamma 02" class="wp-image-42323" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menghadirkan-berbagai-diskusi-antar-pemangku-kebijakan_pemerintah-perwakilan-institusi-pendidikan-dan-perwakilan-asosiasi-seperti-aplindo-dan-gamma_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menghadirkan-berbagai-diskusi-antar-pemangku-kebijakan_pemerintah-perwakilan-institusi-pendidikan-dan-perwakilan-asosiasi-seperti-aplindo-dan-gamma_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menghadirkan-berbagai-diskusi-antar-pemangku-kebijakan_pemerintah-perwakilan-institusi-pendidikan-dan-perwakilan-asosiasi-seperti-aplindo-dan-gamma_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menghadirkan-berbagai-diskusi-antar-pemangku-kebijakan_pemerintah-perwakilan-institusi-pendidikan-dan-perwakilan-asosiasi-seperti-aplindo-dan-gamma_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menghadirkan-berbagai-diskusi-antar-pemangku-kebijakan_pemerintah-perwakilan-institusi-pendidikan-dan-perwakilan-asosiasi-seperti-aplindo-dan-gamma_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menghadirkan-berbagai-diskusi-antar-pemangku-kebijakan_pemerintah-perwakilan-institusi-pendidikan-dan-perwakilan-asosiasi-seperti-aplindo-dan-gamma_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menghadirkan-berbagai-diskusi-antar-pemangku-kebijakan_pemerintah-perwakilan-institusi-pendidikan-dan-perwakilan-asosiasi-seperti-aplindo-dan-gamma_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menghadirkan-berbagai-diskusi-antar-pemangku-kebijakan_pemerintah-perwakilan-institusi-pendidikan-dan-perwakilan-asosiasi-seperti-aplindo-dan-gamma_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menghadirkan-berbagai-diskusi-antar-pemangku-kebijakan_pemerintah-perwakilan-institusi-pendidikan-dan-perwakilan-asosiasi-seperti-aplindo-dan-gamma_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menghadirkan-berbagai-diskusi-antar-pemangku-kebijakan_pemerintah-perwakilan-institusi-pendidikan-dan-perwakilan-asosiasi-seperti-aplindo-dan-gamma_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">gifa metec indonesia menghadirkan berbagai diskusi antar pemangku kebijakan pemerintah, perwakilan institusi pendidikan, dan perwakilan asosiasi seperti aplindo dan gamma</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam 12 bulan terakhir, impor aluminium tidak tempa (<em>unwrought aluminium</em>) tercatat mencapai sekitar <strong>US$698 juta</strong>, sementara nilai impor berbagai produk fabrikasi seperti pelat, <em>foil</em>, struktur, dan komponen otomotif bahkan lebih tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang besar untuk memperkuat industri hilir aluminium Indonesia. Pengembangan tersebut membutuhkan dukungan teknologi, mesin, material, digitalisasi, hingga sistem pengendalian kualitas yang mampu meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebutuhan tersebut mencakup berbagai teknologi seperti <strong>casting equipment, thermal processing, digital process simulation, mesin fabrikasi, quality control, hingga material handling</strong>. Teknologi-teknologi tersebut menjadi bagian dari ekosistem yang akan ditampilkan dalam GIFA dan METEC Indonesia 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguatan industri aluminium juga semakin relevan dengan perkembangan sektor otomotif, kendaraan listrik, energi terbarukan, serta kebijakan pemerintah dalam mempercepat hilirisasi mineral. Aluminium menjadi salah satu material strategis karena memiliki karakter ringan, kuat, dan banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sektor otomotif, misalnya, kebutuhan terhadap komponen ringan dan efisien semakin meningkat seiring perkembangan kendaraan listrik. Pada saat yang sama, kawasan Asia-Pasifik saat ini menyumbang hampir separuh permintaan global terhadap teknologi <em>die-casting</em>, menjadikan kawasan tersebut sebagai pasar penting bagi perkembangan teknologi pengecoran aluminium.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arah tersebut juga sejalan dengan agenda pemerintah melalui <strong>Making Indonesia 4.0</strong>, yang menempatkan pengembangan industri hilir logam sebagai salah satu bagian penting dari transformasi industri nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan larangan ekspor bauksit yang mulai diterapkan sejak 2023 turut mendorong bahan baku mineral untuk diproses melalui fasilitas pemurnian dan peleburan di dalam negeri. Tantangan berikutnya adalah memastikan material yang telah diproses tersebut dapat terus dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Di sinilah penguatan teknologi dan ekosistem industri menjadi semakin penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">GIFA dan METEC Indonesia 2026 akan mempertemukan berbagai perusahaan yang mewakili rantai nilai industri pengecoran logam dan metalurgi. Teknologi yang ditampilkan mencakup proses pengecoran, <em>thermal processing</em>, simulasi proses, rekayasa metalurgi, fabrikasi, hingga digitalisasi manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada sektor <em>foundry</em>, GIFA Indonesia akan menghadirkan perusahaan internasional seperti <strong>Cunova GmbH dari Jerman, EBNER Industrial Furnaces dari Tiongkok, serta KALFRISA, S.A.U. dari Spanyol</strong>. Perusahaan nasional seperti <strong>PT Wilisindomas Indahmakmur dan PT Citec Engineering Indonesia</strong> juga akan menghadirkan solusi untuk kebutuhan <em>die-casting</em>, rekayasa industri, serta <em>Engineering, Procurement, and Construction</em> (EPC).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, METEC Indonesia akan menampilkan teknologi simulasi pengecoran, digitalisasi rantai pasok, peralatan presisi, hingga solusi rekayasa metalurgi. Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi antara lain <strong>MAGMA Engineering Asia Pacific Pte. Ltd. dari Singapura, Oteplace dari Taiwan, Servizi Lame di A. Marchesini dari Italia, PT Wintherm Bara Indonesia, serta Metallurgical Corporation of China Ltd. (MCC)</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran perusahaan teknologi dari berbagai negara memberikan peluang bagi pelaku industri Indonesia untuk melihat secara langsung perkembangan teknologi terbaru sekaligus mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan manufaktur nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran ini juga membuka ruang bagi produsen aluminium primer, industri pengecoran dan fabrikasi, agen pemegang merek (APM), manufaktur otomotif, hingga perusahaan penyedia teknologi untuk membangun koneksi bisnis di sepanjang rantai nilai industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih, GIFA dan METEC Indonesia 2026 berlangsung bersamaan dengan Mining Indonesia ke-24. Format <em>co-located exhibition</em> ini memungkinkan pelaku industri pertambangan, logam, aluminium, manufaktur, dan penyedia teknologi bertemu dalam satu ekosistem bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan hadirnya Aluminium Pavilion untuk pertama kalinya, GIFA dan METEC Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang pamer teknologi, tetapi juga mencerminkan perubahan arah industri aluminium Indonesia menuju penguatan hilirisasi, manufaktur bernilai tambah, dan peningkatan daya saing global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran akan berlangsung pada <strong>9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta</strong>, dengan target sekitar 200 perusahaan peserta dan 6.000 pengunjung profesional. Bagi pelaku industri, agenda tersebut menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan teknologi sekaligus mengeksplorasi peluang investasi, kolaborasi, dan pengembangan rantai pasok aluminium di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendaftaran bagi calon peserta pameran telah dibuka. Informasi lebih lanjut mengenai GIFA Indonesia dan METEC Indonesia dapat diperoleh melalui <strong>www.gifa-indonesia.com</strong> dan <strong>www.metec-indonesia.com</strong>. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42320</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/gifa-metec-indonesia-menjadi-wadah-pertukaran-pengetahuan-global-nasional-sektor-pengecoran-logam-metalurgi_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
