<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>HIndia &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/hindia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Feb 2025 12:25:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>HIndia &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Hindia Rilis &#8220;Doves, 25 on Blank Canvas&#8221; dan Siap Tampil Live di Bali</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/hindia-rilis-doves-doves-25-on-blank-canvas-dan-siap-tampil-live-di-bali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2025 10:55:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Baskaea Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Doves 25 on Blank Canvas]]></category>
		<category><![CDATA[HIndia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=28863</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/hindia-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="hindia" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/hindia-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/hindia-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/hindia-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/hindia-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/hindia-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/hindia-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/hindia-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/hindia-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/hindia.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Baskara Putra , penyannyi&#160; yang dikenal dengan nama panggung Hindia merilis mixtape bertajuk &#8220;Doves, ‘25 on Blank Canvas&#8221; yang berisikan 16 lagu. Lagu ini sudah dapat didengar via berbagai layanan musik digital, dann dapat disaksikan &#160;daam format video liriknya melalui saluran YouTube resmi Hindia. Agu ini &#160;juga &#160;bisa dibeli medium fisik &#160;melalui situs resmi via [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Baskara Putra , penyannyi&nbsp; yang dikenal dengan nama panggung Hindia merilis mixtape bertajuk &#8220;Doves, ‘25 on Blank Canvas&#8221; yang berisikan 16 lagu.</p>



<p>Lagu ini sudah dapat didengar via berbagai layanan musik digital, dann dapat disaksikan &nbsp;daam format video liriknya melalui saluran YouTube resmi Hindia. Agu ini &nbsp;juga &nbsp;bisa dibeli medium fisik &nbsp;melalui situs resmi via SDY.</p>



<p>Hindia menjelaskan, mixtape &#8220;Doves, ‘25 on Blank Canvas&#8221; adalah reaksi natural dan spontan dirinya terhadap berbagai kejadian yang dialami dan diamati pada penghujung 2024.</p>



<p>&#8220;Saya terpantik dengan gejolak yang terjadi di Indonesia beberapa waktu belakangan, rasanya sulit untuk sama sekali tidak menanggapi hal-hal tersebut. Ada prasangka kuat bahwa karya ini harus rilis sekarang, tidak lebih cepat, tidak lebih lama,&#8221; kata Hindia dalam keterangannya di Jakarta, Senin.</p>



<p>Mixtape ini memuat kebebasan bereksplorasi musik dari Hindia, meleburkan musik berbasis gitar juga elektronik, mencampurkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam lirik, hingga merespons dan/atau menyisipkan karya musisi lain.</p>



<p>Dalam pengerjaan mixape ini, Hindia melibatkan beberapa musisi kenamaan yang bertindak sebagai produser, yaitu Iga Massardi, Lafa Pratomo, Enrico Octaviano, Kareem ‘ BAP.’ Soenharjo, Luth ‘Mellonz’ Adianto (Cosmicburp), Adrian Mahendra Putra (Blue Valley Radio), Kusuma ‘Utha’ Widhiana (Blue Valley Radio), Kevin ueency, BF-131131525, dan Emir Agung Mahendra yang juga berkolaborasi di lagu “betty” atas nama entitas duo pop-nya, White Chorus.</p>



<p>“Lalu secara musik, keseluruhan mixtape banyak terpengaruh oleh berbagai musisi yang saya dengar selama beberapa bulan terakhir. Jadi semuanya dikerjakan secara spontan,” ujarnya.</p>



<p>Sepuluh Dua Empat (1024), selaku tim dari Hindia, siap berkolaborasi dengan Jabba Connection untuk mengadakan konser peluncuran Doves, ‘25 on Blank Canvas yang bertajuk &#8220;Bali, ‘25 on Blank Canvas&#8221;.</p>



<p>Sesuai dengan tajuknya, konser peluncuran ini akan diadakan di Gianyar, Bali pada 22 Maret mendatang. Tiket konser untuk kategori ‘Early Bird’ dengan harga Rp275.000 (di luar pajak) sudah tersedia di loket.com sampai 27 Februari. <strong>XPOSEINDONESIA Foto : Dokumentasi</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28863</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/hindia-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Synchronize Fest 2024: Keseruan Hari Kedua Sarat Kejutan dan Kenangan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/on-stage/synchronize-fest-2024-keseruan-hari-kedua-sarat-kejutan-dan-kenangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[On Stage]]></category>
		<category><![CDATA[Festival musik]]></category>
		<category><![CDATA[Fourtwnty]]></category>
		<category><![CDATA[HIndia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[konser musik]]></category>
		<category><![CDATA[Rock Opera Ken Arok]]></category>
		<category><![CDATA[Sal Priadi]]></category>
		<category><![CDATA[Synchronize Fest 2024]]></category>
		<category><![CDATA[The Adams]]></category>
		<category><![CDATA[Titiek Puspa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=24348</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Synchronize Day 2" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Hari kedua Synchronize Fest 2024 sukses digelar dengan penuh antusiasme dari para penonton. Sejak dibukanya gerbang pada pukul 13.30 WIB, keramaian mulai mengisi area festival, menunjukkan minat yang tinggi untuk merayakan musik dalam berbagai genre. Penampilan pertama diisi oleh deretan nama besar seperti Sal Priadi dan Fourtwnty di District Stage, The Adams di Dynamic Stage, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hari kedua Synchronize Fest 2024 sukses digelar dengan penuh antusiasme dari para penonton. Sejak dibukanya gerbang pada pukul 13.30 WIB, keramaian mulai mengisi area festival, menunjukkan minat yang tinggi untuk merayakan musik dalam berbagai genre.</p>



<p>Penampilan pertama diisi oleh deretan nama besar seperti <strong>Sal Priadi</strong> dan <strong>Fourtwnty</strong> di <strong>District Stage</strong>, <strong>The Adams</strong> di <strong>Dynamic Stage</strong>, serta <strong>Ziva Magnolya</strong> di <strong>Forest Stage</strong>. Pada dua jam pertama, penonton sudah disambut dengan musik yang memeriahkan suasana, menandakan awal dari pesta musik yang akan berlangsung sepanjang hari.</p>



<p>Salah satu highlight hari kedua adalah pertunjukan spesial <strong>Lagu Anak Masa ke Masa</strong> yang membawa kenangan masa kecil lintas generasi di <strong>Dynamic Stage</strong>. Kolaborasi apik dari <strong>Chicha Koeswoyo</strong>, <strong>Deredia</strong>, <strong>Mocca</strong>, <strong>Enno Lerian</strong>, <strong>Joshua Suherman</strong>, <strong>Tasya Kamila</strong>, <strong>Tina Toon</strong>, dan banyak lagi berhasil menghidupkan kembali nostalgia penonton. Puncaknya, legenda musik Indonesia <strong>Titiek Puspa</strong> hadir bersama mantan penyanyi cilik <strong>Saskia &amp; Geofanny</strong> untuk menyanyikan lagu &#8220;Menabung&#8221;, menyentuh hati para penonton.</p>



<p>Sore hari semakin meriah dengan aksi para talenta muda seperti <strong>The Bandells</strong>, <strong>Duo Moby Sade</strong>, dan <strong>Funeruuu</strong> yang tampil untuk pertama kalinya di Synchronize Fest. Di waktu yang sama, panggung <strong>XYZ Stage</strong> menjadi penuh sesak oleh penonton yang bergoyang bersama kuartet reggae dub <strong>Rub Of Rub</strong>.</p>



<p>Saat matahari terbenam, festival memasuki fase baru dengan aksi-aksi dari <strong>Hindia</strong>, <strong>Rumahsakit</strong>, dan <strong>WSATCC DJ Set</strong>. Di <strong>Panggung Getar</strong>, grup musik asal Bogor <strong>Munhajat</strong> menghadirkan suasana penuh canda dan memberikan kejutan dengan meluncurkan lusinan bola plastik ke arah penonton.</p>



<p>Malam itu ditutup dengan pertunjukan megah <strong>Rock Opera Ken Arok: Harry Roesli</strong> di <strong>District Stage</strong>, yang melibatkan deretan musisi dan aktor seperti <strong>Arie Kriting</strong>, <strong>Candil</strong>, <strong>Indra Lesmana</strong>, <strong>Isyana Sarasvati</strong>, dan banyak lagi. Pertunjukan ini digarap oleh <strong>Edy Khemod</strong> sebagai show director dan <strong>Gerald Situmorang</strong> sebagai music director, mengangkat tema sosial, politik, dan ekonomi yang tetap relevan hingga kini.</p>



<p>Tidak hanya di panggung-panggung utama, <strong>Gigs Stage</strong> yang terletak setelah pintu masuk juga menampilkan musisi dari berbagai kota dan genre, seperti <strong>Black Horses</strong>, <strong>Rimba</strong>, dan <strong>High Therapy</strong>. Selain itu, kehadiran penyanyi rohani <strong>Sidney Mohede</strong> membawa suasana teduh dengan lagu-lagu pujian dan penyembahan yang dibawakannya.</p>



<p>Kejutan lainnya datang dari <strong>The Changcuters</strong> yang menampilkan <strong>Tria</strong>, sang vokalis, kembali setelah beberapa bulan menjalani pemulihan. Dengan semangat, Tria menyapa penonton dan melantunkan lagu &#8220;I Love U Bibeh&#8221;, disambut riuh oleh para penggemar.</p>



<p>Synchronize Fest 2024 hari kedua ditutup dengan pertunjukan penuh energi dari <strong>Barakatak</strong>, <strong>Whisnu Santika</strong>, dan <strong>Krowbar</strong> di <strong>XYZ Stage</strong>, yang membawakan set <strong>Galaksi Rima Sakti</strong>. Musik terus menyala hingga larut malam, menyisakan kenangan manis bagi semua yang hadir.</p>



<p>Hari ketiga Synchronize Fest 2024 pada Minggu, 6 Oktober, siap menghadirkan pertunjukan spektakuler dari <strong>Cokelat</strong>, <strong>Jason Ranti</strong>, <strong>Tohpati</strong>, <strong>Sheila Majid</strong>, dan banyak lagi. Semua tiket telah terjual habis, memastikan hari terakhir festival akan berlangsung dengan lebih meriah. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong> <strong>Photo : doc.synchronizefest2024</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">More Pictures</h2>


<div style="min-height: 535px;; " class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_fd3c3b60-4261-4146-9cf8-3dc5ed39db94" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_05.jpg" alt="Koil" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Koil</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_04.jpg" alt="Synchronize Day 2" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Synchronize Day 2</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_03.jpg" alt="The Changcuters" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">The Changcuters</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_02.jpg" alt="Synchronize Day 2" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Synchronize Day 2</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01.jpg" alt="Synchronize Day 2" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Synchronize Day 2</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24348</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/synchronize-day-2_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Album Menari Dengan Bayangan Milik Hindia, Tembus 1 Milyar Streams Spotify</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/variety/album-menari-dengan-bayangan-milik-hindia-tembus-1-milyar-streams-spotify/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Apr 2024 00:47:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Variety]]></category>
		<category><![CDATA[1 Miliar Streams Spotify]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[HIndia]]></category>
		<category><![CDATA[Kithlabo]]></category>
		<category><![CDATA[Menari Dengan Bayangan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah ke Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Secukupnya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=19709</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/04/Album-Hindia-Tembus-1-Miliar-Streams-Spotify-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="album hindia tembus 1 miliar streams spotify" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/04/Album-Hindia-Tembus-1-Miliar-Streams-Spotify-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/04/Album-Hindia-Tembus-1-Miliar-Streams-Spotify-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/04/Album-Hindia-Tembus-1-Miliar-Streams-Spotify-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/04/Album-Hindia-Tembus-1-Miliar-Streams-Spotify-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/04/Album-Hindia-Tembus-1-Miliar-Streams-Spotify-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/04/Album-Hindia-Tembus-1-Miliar-Streams-Spotify-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/04/Album-Hindia-Tembus-1-Miliar-Streams-Spotify-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/04/Album-Hindia-Tembus-1-Miliar-Streams-Spotify-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/04/Album-Hindia-Tembus-1-Miliar-Streams-Spotify.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Musisi asal Jakarta, Hindia bikin Sejarah untuk musik Indonesia. Album  berjudul Menari  Dengan Bayangan, yang dirilis lebih dari empat tahun mencetak prestasi besar, karena berhasil menembus angka satu milyar streams di Spotify per 8 April 2024. Prestasi &#160;&#160;Menari&#160; Dengan Bayangan &#160;sekaligus menjadikannya sebagai album solois pria Indonesia pertama yang meraih status itu. “Awal tahun ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Musisi asal Jakarta, Hindia bikin Sejarah untuk musik Indonesia.</p>



<p>Album  berjudul <em>Menari  Dengan Bayangan</em>, yang dirilis lebih dari empat tahun mencetak prestasi besar, karena berhasil menembus angka satu milyar <em>streams</em> di Spotify per 8 April 2024.</p>



<p>Prestasi &nbsp;&nbsp;<em>Menari&nbsp; Dengan Bayangan</em> &nbsp;sekaligus menjadikannya sebagai album solois pria Indonesia pertama yang meraih status itu.</p>



<p>“Awal tahun ini diberi tahu bahwa melihat dari perkembangan angkanya, tampaknya <em>Menari dengan Bayangan </em>akan kena satu milyar <em>streams</em> per pertengahan bulan Mei. Ternyata lebih cepat, dan sadarnya pagi ini saat baru bangun dan cek angka <em>streams</em> yang saya lakukan seminggu sekali di <em>back end</em> Spotify,” kata Baskara Putra alias Hindia.</p>



<p>“Senang, tentunya. Ini album kecil yang tidak diproyeksikan sama sekali akan menjadi besar. Ternyata responnya sangat baik dan sudah di titik mengubah hidup saya secara sangat drastis.”</p>



<p>Dengan tiga lagu dari albumnya – “Evaluasi”, “Rumah ke Rumah” dan “Secukupnya” – yang sudah melebihi 200 juta <em>streams</em>, tampak jelas bahwa ada sesuatu pada <em>Menari dengan Bayangan</em> yang membuatnya mampu terus menggaet pendengar baru serta membuat pendengar lama tetap menyimak, serta memungkinkan Hindia bisa tampil di berbagai negara Asia serta di Australia.</p>



<p>Menurut Hindia, mungkin justru karena berbagai &#8216;kekurangan&#8217; album ini secara teknis. Produksiannya tidak begitu megah, melodi vokalnya tidak begitu meliuk-liuk dan indah.</p>



<p>“Pada akhirnya ia menjadi sebuah album yang &#8216;menapak&#8217; tanah, dan mungkin jadi lebih <em>accessible</em> untuk banyak orang, terutama di saat muatan liriknya banyak berbicara tentang permasalahan sehari-hari kebanyakan orang dewasa muda,” ujar Hindia.</p>



<p>Selain menjadi prestasi untuk Hindia, tembusnya satu milyar <em>streams </em>di Spotify untuk <em>Menari dengan Bayangan </em>ini juga merupakan pencapaian bagi KithLabo karena album yang dirilis oleh perusahaan rekaman Sun Eater itu merupakan proyek perdana yang ditangani layanan artis persembahan Believe Indonesia tersebut.</p>



<p>Menurut Ririe Cholid, <em>head of marketing &amp; project manager</em> KithLabo, semenjak album <em>Menari dengan Bayangan</em> dirilis, album ini tidak pernah berhenti menuai pencapaian baru.</p>



<p>Angka satu milyar <em>streams</em> di Spotify bukan sesuatu yang mudah untuk diraih. Hal ini adalah hasil dari konsistensi dan kerja sama yang baik antara KithLabo, Hindia dan Sun Eater.</p>



<p>Pencapaian ini juga tidak lepas dari kerja sama dengan Spotify yang tidak berhenti mendukung setiap langkah perjalanan karier musik Hindia dan menyertakannya di ragam kampanye pemasaran seperti peluncuran hub <em>Musik Indonesia</em> 2020, Spotify <em>IDentitasku</em> 2022, dan Spotify <em>Wrapped Live</em> 2023&#8243;</p>



<p>Hindia menambahkan, “⁠Tim KithLabo banyak membantu saya menemukan potensi dari album ini, membukakan jalan ke berbagai kesempatan yang saya pikir mustahil awalnya. Mereka sangat lihai menilai kualitas-kualitas yang ada di dalam <em>Menari dengan Bayangan</em> yang saya tidak lihat sebelumnya.”</p>



<p>Walau Hindia pada pertengahan 2023 melepas album kedua <em>Lagipula Hidup akan Berakhir</em>, yang juga merupakan kerja sama dengan KithLabo dan sudah ada lagu-lagu darinya yang menembus puluhan juta <em>streams </em>di Spotify, namun rasanya <em>Menari dengan Bayangan </em>akan terus memberi kejutan.</p>



<p>Hindia pun ada niat untuk merayakannya. “Suatu saat ingin dirilis ulang versi komemoratif, jika umur, kesehatan, dan momentum mengizinkan,” katanya. “Entah kapan.”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19709</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/04/Album-Hindia-Tembus-1-Miliar-Streams-Spotify-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Saat Hindia Menemukan Titik Terang</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/saat-hindia-menemukan-titik-terang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 01:19:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[album kedua]]></category>
		<category><![CDATA[HIndia]]></category>
		<category><![CDATA[Sun Eater]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=15280</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="hindia" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Akhirnya lengkap sudah cerita yang ingin disampaikan Hindia di album keduanya. Dirilis Sun Eater ke platform-platform digital pada 21 Juli 2023, “Lagipula Hidup akan Berakhir”  (Bagian II) menyusul Bagian I yang sudah dirilis duluan pada 7 Juli lalu serta sekaligus menuntaskan karya epik dari musisi dan pencipta lagu asal Jakarta tersebut. Album ini juga akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Akhirnya lengkap sudah cerita yang ingin disampaikan Hindia di album keduanya. Dirilis Sun Eater ke platform-platform digital pada 21 Juli 2023, “Lagipula Hidup akan Berakhir”  (Bagian II) menyusul Bagian I yang sudah dirilis duluan pada 7 Juli lalu serta sekaligus menuntaskan karya epik dari musisi dan pencipta lagu asal Jakarta tersebut.</p>



<p>Album ini juga akan dirilis secara keseluruhan dalam format double CD yang mengumpulkan ke-28 track yang terdapat di dalamnya, dan Hindia pun akan mengadakan beberapa konser khusus yang mementaskan “Lagipula Hidup akan Berakhir”, yakni di Surabaya pada 13 Agustus, Semarang pada 20 Agustus, Bandung pada 23 Agustus, dan Jakarta pada 30 September.</p>



<p>Kalau di Bagian I, &nbsp;lagu-lagunya cenderung suram dengan membahas topik-topik berat, seperti kematian dan keputusasaan terhadap kondisi dunia, maka ke-14 track yang terdapat di Bagian II – walau tidak bisa dibilang benar-benar optimistis juga – berisi kiat-kiat untuk tetap menjalankan hidup walau seburuk apa pun keadaannya.</p>



<p>Pada paruh kedua “Lagipula Hidup akan Berakhir” ini, Baskara Putra alias Hindia berupaya lebih bijak menggunakan media sosial pada “Forgot Password”, sebuah duet syahdu bersama Nadin Amizah; berkutat dengan rasa kurang percaya diri terhadap penampilan sendiri di “Perkara Tubuh”; meminta maaf kepada keponakan dan generasinya atas beban yang harus mereka pikul akibat kelalaian para pendahulunya di “Alexandra”; merayakan cinta di hadapan segudang cobaan pada “Bayangkan Jika Kita Tidak Menyerah”; serta memberanikan diri untuk lepas dari jeratan pekerjaan yang menjemukan di “Berdansalah, Karir Ini Tak Ada Artinya”.</p>



<p>Kalau ada pesan yang dapat dirangkum dari Bagian II, maka menurut Hindia pesan itu adalah, “Selalu ada yang bisa dibawa ketawa. Enggak selamanya harus sedih kalau ketemu keadaan yang kelam. Tergantung melihatnya seperti apa.” Menertawakan diri sendiri pun sah-sah saja, seperti yang dilakukan Hindia pada “Nabi Palsu” yang bertujuan memupuskan pandangan yang memujanya secara berlebihan padahal ia sekadar “idolamu yang liriknya berbelit”.</p>



<p>Seperti halnya Bagian I, Bagian II kembali menghadirkan Enrico Octaviano sebagai produser utama dengan dua lagu yang digarap bersama Kareem Soenharjo. Selain Nadin Amizah, hadir pula berbagai kolaborator ternama seperti Teddy Adhitya dan Rendy Pandugo yang masing- masing menyumbang vokal dan gitar di lagu “Jangan Jadi Pahlawan”, Rayhan Noor dan Petra Sihombing yang masing-masing mengisi gitar di “Kita ke Sana” dan “Berdansalah, Karir Ini TakAda Artinya”, serta Kamga yang berperan besar di bidang vokal, baik sebagai vokalis latar maupun sebagai pengarah vokal. Tak ketinggalan juga lakon antara Iyas Lawrence dan Kristo Immanuel di “Wawancara Liar Pt. III” dan “Wawancara Liar Pt. IV”, dua segmen yang memberi konteks lebih dalam terhadap apa – atau lebih tepatnya, siapa – yang bertanggung jawab atas masalah- masalah yang dibahas sepanjang “Lagipula Hidup akan Berakhir”.</p>



<p>Dari segi kepuasan terhadap album ini, Hindia pun mengaku, “Saya merasa semua yang ingin dikerjakan sejak kecil ada di sini.” Tak dapat dipungkiri kalau kesuksesan Menari dengan Bayangan, album perdana yang dirilis pada akhir 2019 lalu, menjadikan “Lagipula Hidup akan Berakhir” sebuah album yang sangat dinantikan.</p>



<p>Ini dapat dilihat dari bagaimana tiket untuk acara pemutaran album pada 30 Juni lalu habis terjual dalam beberapa jam saja, dan bahkan ada yang rela terbang dari Manokwari ke Jakarta demi menjadi salah satu penggemar yang bisa mendengar albumnya duluan. Namun jika ada ekspektasi besar untuk Lagipula Hidup akan Berakhir, Hindia sudah bisa menanggapinya dengan santai. “Saya lebih tegang saat album pertama dibanding sekarang,” katanya. “Saya bersyukur kalau orang sudah kasih waktu untuk dengar album, walaupun dia enggak suka.”</p>



<p>Dengan dirilisnya Lagipula Hidup akan Berakhir secara utuh, maka tuntaslah misi Hindia dalam menyampaikan semua hal mengganjal di batinnya selama beberapa tahun terakhir. “Ada lega yang diangkat dari leher dan pundak saya,” katanya. “Harapan saya dengan bikin lagu sebanyak ini adalah semoga enggak perlu menulis album lagi.”</p>



<p>Berarti takkan ada album ketiga dari Hindia? “Lihat saja nanti,” kata Hindia. “Masalah enggak pernah selesai. Untuk saat ini, saya mau menikmati kelegaan ini.”</p>



<p>Maka berdansalah, dan mari menikmati “Lagipula Hidup akan Berakhir” bersama Hindia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15280</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Hindia-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Hindia Rilis Paruh Awal dari Album Kedua  yang Ambisius, Lagipula Hidup akan Berakhir (Bagian I)</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/hindia-rilis-paruh-awal-dari-album-kedua-yang-ambisius-lagipula-hidup-akan-berakhir-bagian-i/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/music/new-release/hindia-rilis-paruh-awal-dari-album-kedua-yang-ambisius-lagipula-hidup-akan-berakhir-bagian-i/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jul 2023 21:30:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA["Lagipula Hidup akan Berakhir"]]></category>
		<category><![CDATA[album kedua]]></category>
		<category><![CDATA[HIndia]]></category>
		<category><![CDATA[proyek ambisius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=15105</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="300" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_07-300x300.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="hindia 07" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_07-300x300.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_07-1024x1024.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_07-150x150.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_07-1536x1536.jpg 1536w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_07-2048x2048.jpg 2048w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_07-24x24.jpg 24w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_07-48x48.jpg 48w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_07-96x96.jpg 96w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Setelah melepas sejumlah single sepanjang paruh awal 2023, akhirnya perjalanan menuju album kedua Hindia tiba juga di tempat tujuan. &#8220;Lagipula Hidup akan Berakhir&#8221; merupakan proyek ambisius sekaligus sebuah lompatan besar dari musisi dan pencipta lagu terkemuka asal Jakarta tersebut. Karena banyaknya track yang terdapat di album ini – yakni 28 – maka “Lagipula Hidup akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah melepas sejumlah single sepanjang paruh awal 2023, akhirnya perjalanan menuju album kedua Hindia tiba juga di tempat tujuan.</p>



<p>&#8220;Lagipula Hidup akan Berakhir&#8221; merupakan proyek ambisius sekaligus sebuah lompatan besar dari musisi dan pencipta lagu terkemuka asal Jakarta tersebut.</p>



<p>Karena banyaknya track yang terdapat di album ini – yakni 28 – maka “Lagipula Hidup akan Berakhir” dirilis oleh Sun Eater ke platform-platform musik digital dalam dua tahap, yaitu Bagian I pada tanggal 7 Juli dan Bagian II pada 21 Juli.</p>



<p>&nbsp;Info mengenai format-format lain akan segera menyusul. Dengan kesuksesan luar biasa yang dicapai ”Menari dengan Bayangan”, album perdananya dari tahun 2019 yang lagu-lagunya sudah diputar ratusan juta kali di Spotify dan meraih penghargaan di AMI Awards, wajar jika banyak orang mengira kalau Hindia sudah pasti akan membuat album kedua.</p>



<p>&nbsp;Sementara itu, Baskara Putra alias Hindia sendiri justru merasa kebalikannya. “Saya enggak menyangka bakal bikin album kedua, sebenarnya. Karena saya enggak ingin album Hindia banyak-banyak! Kalau album Hindia ada lagi, berarti persoalannya belum kelar,” katanya.</p>



<p>“Terus saya kaji ulang, ternyata masih banyak akarnya. Saya merasakan apa yang dirasakan di album pertama karena keluarga dan lingkungan saya. Itu yang saya omongkan di album kedua.” “Jika Menari dengan Bayangan” membicarakan masalah-masalah yang dialami Hindia ketika itu, maka kini “Lagipula Hidup akan Berakhir“ mendalami alasan di balik masalah-masalah tersebut.</p>



<p>Didampingi Enrico Octaviano dan Kareem Soenharjo sebagai produser, di album ini Hindia membedah empat masalah besar yang membuatnya resah dalam beberapa tahun belakangan, yaitu teknologi, inflasi, oligarki dan krisis iklim.</p>



<p>Karena banyak hal yang perlu ditelaah dari masalah-masalah ini, maka banyak pula lagu-lagu yang ditulis untuk album ini.</p>



<p>“Dari awal menulis untuk album kedua, gue sudah yakin lagunya banyak. Cuma, di momen itu gue pikir mungkin 16 lagu penuh,” katanya. “Terus naik jadi 18, 20, 21, 22, turun lagi ke 18, naik lagi ke 24, ujung-ujungnya 28. Saya merasa ceritanya enggak selesai kalau cuma 14-16 lagu.”</p>



<p>Dengan banyaknya lagu tersebut, maka Lagipula Hidup akan Berakhir dibagi menjadi dua agar lebih mudah dicerna pendengar, terutama mereka yang menyimak album dari awal hingga akhir. Kedua bagian ini pun punya tema besar masing-masing.</p>



<p>Menurut Hindia, “Bagian pertama itu di saat merasakan apa yang saya rasakan, tapi baru, ‘Oh, ternyata begini rasanya.’ Bagian kedua itu apa yang saya lakukan setelah tahu merasakan itu. Jadi bagian pertama itu reaksi spontan, bagian kedua itu setelah dipikirkan.”</p>



<p>Maka di antara 14 track di Lagipula Hidup akan Berakhir (Bagian I) terdapat lagu-lagu seperti “Janji Palsu” yang berkutat dengan keputusasaan dan tekanan yang dirasakan; “Ibel” yang mengenang tukang cukur rambut langganan keluarga Hindia yang wafat di tengah pandemi; “Selebrisik” yang mencerca selebriti yang berdagang lewat opini-opini sok tahu; “Kami Khawatir, Kawan” yang mencoba berempati dengan mereka yang menjaga jarak dengan lingkungan keluarganya; serta “Iya…Sebentar” yang menggambarkan ketidaknyamanan Hindia saat digadang sebagai duta kesehatan mental.</p>



<p>Semuanya dikemas oleh Hindia bersama Enrico dan Kareem dengan balutan musik yang variatif namun tetap memikat, lengkap dengan lirik khas Hindia yang lugas dan penuh permainan kata. Pada “Lagipula Hidup akan Berakhir“ (Bagian I) hadir pula sederet nama-nama familier yang ikut berkontribusi, termasuk Gamaliel Tapiheru dan Kamga yang bertindak sebagai pengarah vokal; Iga Massardi, Petra Sihombing, Vega Antares dan Rayhan Noor yang mengisi gitar; Tuantigabelas dan Matter Mos yang menyumbang bait rap, dan masih banyak lagi.</p>



<p>Turut hadir pula Iyas Lawrence dan Kristo Immanuel di segmen-segmen “Wawancara Liar” yang bertujuan menggambarkan bagaimana generasi pendahulu membawa dampak negatif bagi masa depan generasi berikutnya.</p>



<p>Jika entah mengapa ada yang merasa kalau semua yang disuguhkan dalam ke-14 track di “Lagipula Hidup akan Berakhir“ (Bagian I) belum cukup, harap tenang karena masih akan ada banyak kejutan lagi di Bagian II yang menyusul dalam dua pekan saja.</p>



<p>Menurut Hindia, “Pada akhirnya, suatu hari nanti ada sesuatu untuk semua orang di diskografinya Hindia.” Oleh sebab itu, selamat menikmati dulu Lagipula Hidup akan Berakhir (Bagian I). Siapa tahu menemukan sesuatu yang membantu, sebagaimana album ini membantu Hindia sendiri.</p>



<p>TRACK LIST – LAGIPULA HIDUP AKAN BERAKHIR (PART. 1 :</p>



<p>) 1. Malaikat Berputar Di Atas Pencakar Langit</p>



<p>2. Janji Palsu</p>



<p>3. Matahari Tenggelam</p>



<p>4. Satu Hari Lagi</p>



<p>5. Wawancara Liar (part. 1)</p>



<p>&nbsp;6. Ibel</p>



<p>7. Siapa Yang Akan Datang Ke Pemakamanmu Nanti?</p>



<p>8. Selebrisik</p>



<p>9. Cincin</p>



<p>10. Wawancara Liar (part.2)</p>



<p>&nbsp;11. Kami Khawatir, Kawan</p>



<p>12. Apa Kabar, Ayah?</p>



<p>13. Iya… Sebentar</p>



<p>14. Bunuh Idolamu</p>


<div style="min-height: 535px;; " class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_f34231c2-e0cd-438c-a04a-d3de1ed3b284" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_07.jpg" alt="hindia 07" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">hindia 07</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_05.jpg" alt="hindia 05" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">hindia 05</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_04.jpg" alt="hindia 04" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">hindia 04</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_03.jpg" alt="hindia 03" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">hindia 03</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/music/new-release/hindia-rilis-paruh-awal-dari-album-kedua-yang-ambisius-lagipula-hidup-akan-berakhir-bagian-i/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15105</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/HIndia_07-300x300.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="300" />	</item>
	</channel>
</rss>
