<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>HAKI &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/haki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Nov 2025 12:19:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>HAKI &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Brand Lokal Naik Kelas: Kemenekraf Dorong Fesyen Indonesia Lindungi Identitas Lewat HAKI</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/lifestyle/fashion/brand-lokal-naik-kelas-kemenekraf-dorong-fesyen-indonesia-lindungi-identitas-lewat-haki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 12:11:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Fesyen Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[HAKI]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenekraf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=36676</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/fsyen-menjadi-penyumbang-terbesar-ekspor-ekonomi-kreatif-indonesia-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="fsyen menjadi penyumbang terbesar ekspor ekonomi kreatif indonesia" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/fsyen-menjadi-penyumbang-terbesar-ekspor-ekonomi-kreatif-indonesia-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/fsyen-menjadi-penyumbang-terbesar-ekspor-ekonomi-kreatif-indonesia-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/fsyen-menjadi-penyumbang-terbesar-ekspor-ekonomi-kreatif-indonesia-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/fsyen-menjadi-penyumbang-terbesar-ekspor-ekonomi-kreatif-indonesia-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/fsyen-menjadi-penyumbang-terbesar-ekspor-ekonomi-kreatif-indonesia-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/fsyen-menjadi-penyumbang-terbesar-ekspor-ekonomi-kreatif-indonesia-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/fsyen-menjadi-penyumbang-terbesar-ekspor-ekonomi-kreatif-indonesia-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/fsyen-menjadi-penyumbang-terbesar-ekspor-ekonomi-kreatif-indonesia-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/fsyen-menjadi-penyumbang-terbesar-ekspor-ekonomi-kreatif-indonesia.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Subsektor fesyen kembali menjadi bintang dalam peta ekspor ekonomi kreatif Indonesia. Pada 2025, nilainya menembus sekitar 7 juta dolar AS, menjadikannya penyumbang terbesar dalam ekspor produk kreatif nasional. Tapi di balik gemerlap pasar global, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menilai ada satu hal mendasar yang harus diperkuat: identitas dan perlindungan merek. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Subsektor fesyen kembali menjadi bintang dalam peta ekspor ekonomi kreatif Indonesia. Pada 2025, nilainya menembus sekitar 7 juta dolar AS, menjadikannya penyumbang terbesar dalam ekspor produk kreatif nasional. Tapi di balik gemerlap pasar global, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menilai ada satu hal mendasar yang harus diperkuat: identitas dan perlindungan merek.</p>



<p>“Kekuatan identitas dan ciri khaslah yang membuat produk kita berbeda. Tapi tanpa perlindungan HAKI, potensi plagiasi sangat besar, dan peluang pasarnya bisa menurun,” ujar Direktur Fesyen Kemenekraf, Romi Astuti, dalam acara <em>Bootcamp 1 Inkubasi Fesyen Jabodetabek</em> di Bogor, Jawa Barat, Minggu, 2 November 2025.</p>



<p>Program inkubasi ini menjadi ruang pembelajaran intensif bagi para pelaku fesyen muda hingga brand lokal mapan, agar siap menembus pasar global dengan DNA merek yang kuat dan terlindungi.</p>



<p><strong>Fesyen: Raja Ekspor dan Magnet Investasi</strong></p>



<p>Tak hanya unggul di ekspor, data BKPM menunjukkan subsektor fesyen juga menempati posisi kedua tertinggi dalam nilai investasi ekonomi kreatif—mencapai Rp9,43 triliun. Angka ini menjadi bukti bahwa kreativitas busana Indonesia bukan sekadar urusan estetika, tapi juga punya nilai ekonomi yang signifikan.</p>



<p>Romi menegaskan, Kemenekraf/Bekraf berkomitmen membantu pelaku usaha dalam proses fasilitasi HAKI, mulai dari pengurusan hingga pendampingan teknis.<br>“Direktorat Fasilitasi Kekayaan Intelektual kami siap membantu prosesnya, sementara Direktorat Fesyen menyediakan data dan dukungan bagi jenama yang membutuhkan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Belajar Menakar Nilai dari Karya Sendiri</strong></p>



<p>Dari 10 jenama fesyen yang terkurasi dalam <em>Bootcamp 1</em> ini, masing-masing mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan paling mendesak—mulai dari penguatan identitas merek, strategi bisnis, hingga manajemen keuangan.</p>



<p>Salah satunya Batik Marunda, yayasan yang memberdayakan ibu-ibu penghuni Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, melalui produksi batik Betawi dengan motif flora dan fauna khas pesisir.<br>“Sebelumnya kami hanya fokus pada desain, belum pada sisi bisnis. Pelatihan dari Kemenekraf/Bekraf ini membantu kami memahami nilai ekonomi produk dan pentingnya memiliki merek yang terlindungi,” tutur Irmanita, Ketua Yayasan Batik Marunda.</p>



<p>Dari sisi keuangan, Eti Yuniarti, pemilik PT Schon Craft Indonesia, mengaku banyak mendapat pencerahan.<br>“Menentukan harga ternyata bukan sekadar menghitung ongkos produksi. Harus mempertimbangkan segmentasi pasar, tingkat kesulitan, dan kualitas karya. Sekarang kami lebih percaya diri memasang harga yang sepadan dengan nilai kerja kami,” ujarnya.</p>



<p><strong>Mengasah Ciri, Menemukan Arah</strong></p>



<p>Sementara bagi Jumirah, pemilik jenama Mierto, pelatihan ini membuka ruang refleksi kreatif.<br>“Selama ini kami memproduksi pakaian batik dengan pola umum. Lewat pendampingan ini, kami belajar mengasah DNA brand kami agar punya arah dan karakter yang lebih kuat tanpa kehilangan identitas lama,” katanya.</p>



<p>Menuju Ekosistem Fesyen yang Tangguh</p>



<p>Program <em>Bootcamp Inkubasi Fesyen Jabodetabek</em> bukan hanya sekadar pelatihan, tapi langkah strategis menuju ekosistem fesyen nasional yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing global.<br>Dengan kolaborasi lintas direktorat dan fasilitasi perlindungan HAKI, Kemenekraf/Bekraf berharap brand-brand lokal tak hanya dikenal karena desainnya, tapi juga dihargai karena orisinalitas dan kekuatan identitasnya. <strong>XPOSEINDONESIA Foto : Dokumentasi Biro Komunikasi KemenEkraf</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">36676</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/fsyen-menjadi-penyumbang-terbesar-ekspor-ekonomi-kreatif-indonesia-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Iklan Mi Instan Indonesia, &#8220;Korean Ramyeon,&#8221; Dinilai Kemungkinan Langgar HAKI Korea</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/whats-on-exclusive/iklan-mi-instan-indonesia-korean-ramyeon-dinilai-kemungkinan-langgar-haki-korea/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2024 06:33:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Whats On]]></category>
		<category><![CDATA[HAKI]]></category>
		<category><![CDATA[Indomie Korean Ramyeon]]></category>
		<category><![CDATA[NewJeans]]></category>
		<category><![CDATA[Pelanggaran HAKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=25671</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/new-jeans-menjadi-bintang-iklan--300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="new jeans menjadi bintang iklan" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/new-jeans-menjadi-bintang-iklan--300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/new-jeans-menjadi-bintang-iklan--1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/new-jeans-menjadi-bintang-iklan--768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/new-jeans-menjadi-bintang-iklan--630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/new-jeans-menjadi-bintang-iklan--150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/new-jeans-menjadi-bintang-iklan--600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/new-jeans-menjadi-bintang-iklan--696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/new-jeans-menjadi-bintang-iklan--1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/new-jeans-menjadi-bintang-iklan-.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Menurut &#160;laporan Korea times, terdapat laporan &#160;petisi netizen &#160;&#160;Korea ke The Korean Intellectual Property Office (KIPO) atau Kantor Hak Kekayaan Intelektual Korea yang &#160;isinya menilai &#160;Iklan Mi Instan Indonesia Indomie, &#8220;Korean Ramyeon,&#8221; &#160;melanggar HAKI Korea. Setelah memeriksa petisi tersebut,  The Korean Intellectual Property Office (KIPO) kemudian menyatakan memang ada kemungkinan besar iklan mi instan Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Menurut &nbsp;laporan Korea times, terdapat laporan &nbsp;petisi netizen &nbsp;&nbsp;Korea ke <em>The Korean Intellectual Property Office</em> (KIPO) atau Kantor Hak Kekayaan Intelektual Korea yang &nbsp;isinya menilai &nbsp;Iklan Mi Instan Indonesia Indomie, &#8220;Korean Ramyeon,&#8221; &nbsp;melanggar HAKI Korea.</p>



<p>Setelah memeriksa petisi tersebut,  The Korean Intellectual Property Office (KIPO) kemudian menyatakan memang ada kemungkinan besar iklan mi instan Indonesia Indomie agak menyesatkan masyarakat.</p>



<p>Kekhawatiran &nbsp;itu disebabkan bahwa nama produk baru merek mi instan Indonesia Indomie, &#8220;Korean Ramyeon,&#8221; dapat menyesatkan konsumen lokal dengan mengira mi tersebut dibuat di Korea.</p>



<p>Video iklan oroduk yang dipromosikan oleh grup K-pop populer NewJeans, telah menarik perhatian yang signifikan, dengan lebih dari 6 juta penayangan di Instagram hingga 12 November.</p>



<p>KIPO mengatakan pada hari Senin, &#8220;Tidak selalu menjadi masalah bagi perusahaan asing untuk mendaftarkan merek dagang dalam bahasa Korea, sama seperti perusahaan Korea dapat mendaftarkan merek dagang dalam bahasa Inggris,: kata pejabat KIPO.</p>



<p>“Namun, ada risiko yang cukup besar bahwa konsumen Indonesia dapat salah mengira &#8216;Korean Ramyeon&#8217; sebagai produk Korea.&#8221; Tambahnya,</p>



<p>Produsen mi terbesar di Indonesia, Indomie, memperkenalkan “Ramyeon Korea” dengan tiga varian rasa pada tanggal 31 Oktober, menunjuk NewJeans sebagai duta merek.</p>



<p>Kemasannya secara mencolok menampilkan nama “Ramyeon Korea” dalam huruf Korea, dengan istilah “Ramyeon” ditulis dalam pelafalan Korea, bukan “Ramen” dalam bahasa Jepang.</p>



<p>Dalam iklan tersebut, anggota NewJeans mengangkat mi sambil berkata dalam bahasa Korea, “Enak sekali!” — sebuah frasa yang dapat membuat konsumen percaya bahwa produk tersebut benar-benar buatan Korea.</p>



<p>“Saat ini belum jelas apakah ‘Ramyeon Korea’ telah didaftarkan sebagai merek dagang di Kantor Hak Kekayaan Intelektual Indonesia,&#8221; kata KIPO. &#8220;Untuk menentukan apakah ini termasuk pelanggaran hak kekayaan intelektual, diperlukan peninjauan yang lebih mendalam.”</p>



<p>Pemerintah Korea berencana untuk membahas masalah ini dengan pihak berwenang Indonesia dalam pertemuan bilateral mendatang, dengan harapan dapat mencapai solusi terbaik &nbsp;bagi kedua negara. <strong>XPOSEINDONESIA&nbsp; Sumber Korea Times Foto Instagram</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25671</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/new-jeans-menjadi-bintang-iklan--300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
