<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>For The First Time &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/for-the-first-time/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Sep 2025 14:52:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>For The First Time &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>11 Tahun Vakum, Roedyanto Wasito Comeback dengan Album Instrumental Penuh Cerita</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/11-tahun-vakum-roedyanto-wasito-comeback-dengan-album-instrumental-penuh-cerita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 13:49:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[For The First Time]]></category>
		<category><![CDATA[Roediyanto Wasito]]></category>
		<category><![CDATA[Telor Balado]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=34975</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="191" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto-wasito-300x191.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="roedyanto wasito" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto-wasito-300x191.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto-wasito-1024x651.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto-wasito-768x488.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto-wasito-660x420.jpg 660w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto-wasito-150x95.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto-wasito-600x382.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto-wasito-696x443.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto-wasito-1068x679.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto-wasito.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Sudah 11 tahun Roedyanto Wasito terakhir merilis album solo. Kini, ia kembali hadir lewat For The First Time—sebuah album instrumental berisi 11 lagu yang penuh cerita personal. “Sejak lama saya ingin bikin lagi album instrumental,” kata Roedyanto membuka cerita. “Waktu 2014 saya merilis Roedy Project, isinya juga instrumental. Jadi ini seperti melanjutkan perjalanan lama saya.” [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sudah 11 tahun Roedyanto Wasito terakhir merilis album solo. Kini, ia kembali hadir lewat <em>For The First Time</em>—sebuah album instrumental berisi 11 lagu yang penuh cerita personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sejak lama saya ingin bikin lagi album instrumental,” kata Roedyanto membuka cerita. “Waktu 2014 saya merilis <em>Roedy Project</em>, isinya juga instrumental. Jadi ini seperti melanjutkan perjalanan lama saya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Judul Lagu yang Dekat dengan Hidup</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Uniknya, judul-judul lagu di album ini banyak terinspirasi dari keseharian. Ada “Telor Balado”, makanan favorit yang selalu dimasakkan ibunya sejak kecil. Ada juga “Wako”, nama rumah adat di Papua yang ia temui saat singgah dua hari di sana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Musik tradisional Papua yang saya dengar waktu itu masih terngiang sampai sekarang. Jadi saya abadikan dalam lagu,” ujar komposer sekaligus basisst Emerald Band, sambil tersenyum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album ini sebenarnya mulai digarap sejak 2020. Tapi karena banyak kegiatan lain—termasuk memproduseri artis muda seperti Anabelle Wiana—prosesnya baru serius dikerjakan pada awal 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau dibilang molor, iya. Tapi justru itu membuat lagu-lagu di album ini lebih matang,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski seorang bassist, Roedyanto memilih tidak menonjolkan bass. “Konsepnya bukan soal pamer permainan saya. Saya ingin setiap lagu punya ‘tokoh utama’ instrumennya masing-masing,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kolaborasi dan Warna Musik</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa nomor, ia mengajak musisi lain untuk ikut memberi warna. Salah satunya gitaris Morgan Sigarlaki, rekan satu band di Emerald. “Saya sudah siapkan part lagu, tapi untuk bagian improvisasi saya kasih kebebasan. Biar mereka bisa menuangkan imajinasi sendiri,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sampul Album yang Bercerit</strong>a</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album ini juga punya sampul yang spesial. Dilukis manual oleh Amanda Wiana, visualnya menggambarkan festival Samba di Brasil. “Saya kasih kebebasan penuh ke Amanda. Hasilnya, lukisan itu mewakili nuansa lagu <em>For The First Time</em> yang memang ber-genre Samba,” kata Roedyanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Musik Tanpa Batas</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, membuat musik instrumental punya tantangan tersendiri. “Kalau lagu berlirik, pendengar bisa langsung paham lewat kata-kata. Tapi di instrumental, notasi dan irama yang harus bicara,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu contohnya ada di “Noodles from Glodok”. “Lagu ini saya tulis terinspirasi suasana Glodok dengan mie ayam dan baksonya. Musiknya saya kemas dengan nuansa China-Betawi supaya pendengar bisa membayangkan suasana itu,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski melewati era analog hingga era digital sekarang, semangat bermusiknya tak pernah luntur. “Buat saya, musik itu separuh jiwa. Dengan teknologi sekarang malah bikin saya lebih semangat. Musik itu tidak berbatas,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Disambut Anak Muda</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, karya Roedyanto justru mendapat banyak respon positif dari generasi muda. “Yang paling banyak mendengar justru usia 18–25 tahun. Mungkin karena saya sering nongkrong sama anak-anak muda juga, jadi ikut update,” katanya sambil tertawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Harapan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik semua perjalanan ini, Roedyanto punya harapan sederhana. “Saya ingin musik saya bisa dinikmati siapa saja, dari berbagai usia. Semoga bisa memberi rasa damai dan tenteram buat pendengar,” tutupnya. <strong>XPOSEINDONESIA Foto : Dok Pribadi</strong></p>


<div style="min-height: 533px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_5ea38bcb-9b53-46d7-942c-21158913ab3b" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto.jpg" alt="Roedyanto melewati era analog hingga era digital " style="height: 498px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Roedyanto Wasito melewati era analog hingga era digital </figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">34975</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/roedyanto-wasito-300x191.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="191" />	</item>
	</channel>
</rss>
