<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Film Indonesia memasuki masa New Normal &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/film-indonesia-memasuki-masa-new-normal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Mar 2021 03:11:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Film Indonesia memasuki masa New Normal &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Online Marketing Jurus Jualan Film di Era New Normal</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/lifestyle/online-marketing-jurus-jualan-film-di-era-new-normal/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/lifestyle/online-marketing-jurus-jualan-film-di-era-new-normal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2020 02:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia memasuki masa New Normal]]></category>
		<category><![CDATA[Industri film harus harus bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[industri perfilman Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://offair.id/xposeid/?p=3065</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="300" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/06/0001-300x300.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/06/0001-300x300.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/06/0001-150x150.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/06/0001-768x768.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/06/0001-600x600.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/06/0001-696x696.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/06/0001-420x420.jpg 420w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/06/0001.jpg 770w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Pademi Covid 19 cukup telak memukul&#160; industri perfilman Indonesia.&#160;&#160;Sampai mendekati akhir Juni 2020, atau semingu pasca Pembatasan Skala Besar Bersyarat (PSBB) yang diberlakukan Pemerintah, perlahan-lahan dilepas belum ada kepastian tentang&#160; kapan layar bioskop dibuka kembali dan boleh menerima&#160; penonton.&#160; Direktur CGV Cinema&#160;Dian Sunardi Munaf&#160;mengatakan, CGV akan dibuka lagi mengikuti prosedur dari pemerintah.&#160; Sementara itu, pihaknya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><br>Pademi Covid 19 cukup telak memukul&nbsp; industri perfilman Indonesia.&nbsp;&nbsp;Sampai mendekati akhir Juni 2020, atau semingu pasca Pembatasan Skala Besar Bersyarat (PSBB) yang diberlakukan Pemerintah, perlahan-lahan dilepas belum ada kepastian tentang&nbsp; kapan layar bioskop dibuka kembali dan boleh menerima&nbsp; penonton.&nbsp;</p>



<p>Direktur CGV Cinema<strong>&nbsp;Dian Sunardi Munaf</strong>&nbsp;mengatakan, CGV akan dibuka lagi mengikuti prosedur dari pemerintah.&nbsp;</p>



<p>Sementara itu, pihaknya masih menyiapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk mau datang lagi&nbsp; ke CGV</p>



<p>Menurut Dian, dalam konsep&nbsp;<em>new normal</em>&nbsp;tidak mungkin bioskop mengisi 100 persen dari kapasitas kursi yang tersedia. Sementara itu jadwal jam pertujukan film pun, pada tahap awal kemungkinan besar masih akan dibatasi. Begitupun&nbsp; dengan jumlah staff yang bertugas.</p>



<p>“Sekarang ini, bagi bioskop yang penting memberi kepercayaan akan adanya rasa aman dan nyaman kepada pencinta film, agar mereka mau datang kembali ke bioskop.”</p>



<p>Dian juga belum bisa merinci, berapa harga tiket akan dijual. “Ini sangat dinamis. Tergantung banyak dan sedikitnya penonton atau&nbsp;<em>content</em>&nbsp; film. Sampai saat ini, belum ada&nbsp;<em>line up</em>&nbsp;film impor maupun film nasional yang akan diputar. Kalau pun nantinya kami belum mendapat film baru, sangat mungkin kami akan menayangkan ulang film yang pernah diputar, dengan&nbsp; harga tiket yang disesuaikan,&#8221; kata Dian</p>



<p>Pernyataan&nbsp; Dian Sunardi Munaf ini keluar dalam Webinar Sinergi DFI Forum 2020&nbsp; yang diprakarsai&nbsp;&nbsp;<strong>Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan</strong>.&nbsp;</p>



<p>Webinar bertajuk&nbsp;<em>&#8220;Mensiasati Promosi Film Nasional Saat Era New Normal</em>&#8221; ini&nbsp; menghadirkan sejumlah&nbsp; narasumber lain, di antaranya&nbsp; Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru&nbsp;<strong>Ahmad Mahendra,&nbsp;</strong>&nbsp;Aktris Senior<strong>&nbsp;Niniek L Karim</strong>, Publisis, Marketing Film Agency<strong>&nbsp;Aris Muda</strong>,&nbsp; juga Produser dan Ketua Umum Parfi56<strong>&nbsp;Marcella Zalianty.</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-wajib-ikut-protokol-kesehatan">Wajib Ikut Protokol Kesehatan</h3>



<p>Kondisi pasca pandemi memang masih sulit. Ini diakui oleh Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Ahmad Mahendra. “Namun industri perfilman Indonesia&nbsp; tetap harus bangkit lagi,&nbsp; apalagi kini sudah memasuki masa New Normal,” kata Mahendra.</p>



<p>Lebih lanjut Mahendra menyatakan, ijin untuk melakukan kegiatan syuting sudah diatur dengan catatan tetap wajib mengikuti protokol kesehatan.</p>



<p>Pemerintah&nbsp; dalam hal ini Kemendimbud, Kemenparekraf, Kemenkes dan Kemendagri juga sudah&nbsp; menyusun surat keputusan bersama&nbsp; (SKB) untuk mengijinkan industri perfilman kembali beroperasi di era new normal.&nbsp;</p>



<p>&#8220;SKB tentang ini siap diluncurkan dan akan disosialisasikan ke Pemda. Kalau&nbsp; nanti ada yang syuting di daerah, mohon jangan dioyak oyak. Namun ijin syuting tetap ada di Pemda. Kalau Pemda belum mengijinkan, ya jangan syuting.&nbsp; Ini juga kan untuk kepentingan bersama. Sama dengan bidang lainnya, pihak ekshibitor (bioskop) juga menunggu aturan yang dibuat oleh pemerintah,” ujar Mahendra</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-influencer-promosi-kenormalan-baru">Influencer : Promosi Kenormalan Baru</h3>



<p>Untuk mengembalikan minat penonton ke bioskop, menurut Marcella Zalianti, perlu dilakukan promosi secara bersama-sama seluruh stakeholder perfilman dan pemerintah.</p>



<p>&#8220;Insan perfilman dan kreatif harus memutar otak agar industri perfilman tetap berjalan. Kita perlu menjaga ekosistem perfilman dengan konsep gotong-royong. Dukungan pemerintah sangat diperlukan,&#8221; ucap Marcella yang juga menjabat sebagai Ketua Umum&nbsp;<strong>Parfi 56.&nbsp;</strong></p>



<p>Marcella&nbsp; yang&nbsp; juga menjadi pengelola bioskop rakyat&nbsp;<strong>Indiskop</strong>&nbsp;menyebut&nbsp; berdasarkan pengalamannnya, tidak ada pakem&nbsp; yang pasti tentang besaran budget untuk mempromosi&nbsp; sebuah film.&nbsp;</p>



<p>“Ini sangat tergantung pada strategi dan<em>&nbsp;positioning</em>&nbsp;dari setiap film. Bisa sama besar dengan biaya produksi, atau lebih besar dari itu. Namun yang pasti, biaya promosi ini bisa didapat dari kerja sama dengan brand tertentu.”</p>



<p>Sementara itu, Publisis, Marketing Film Agency Aris Muda,&nbsp; menyebut pada tahun 2020&nbsp; jaringan bioskop Indonesia pernah memasang target 60 juta penonton dalam kurun waktu satu tahun.&nbsp;</p>



<p>“Dengan kondisi pandemi begini, target mungkin akan diturunkan. Bisa dapat 50 juta penonton&nbsp; seperti tahun lalu pun mungkin tidak bisa dikejar. Beberapa produser mengatakan, tidak usah kejar target,&nbsp; bisa&nbsp;<em>survive</em>&nbsp;saja sudah Alhamdulillah. Tapi tentu, kita&nbsp; tetap harus bangkit lagi.” ungkap Aris.</p>



<p>Untuk menghadapi masa kenormalan baru, menurut Aris, kegiatan promosi&nbsp; penting diarahkan kepada kegiatan&nbsp;<em>online</em>&nbsp;melalui&nbsp;<em>influencer</em>&nbsp;marketing. Ini bisa menjadi&nbsp; focus baru bagi&nbsp;<em>production house</em>&nbsp;(PH) dalam menjalankan strategi&nbsp; marketing sekaligus mengejar target penontonnya.&nbsp;</p>



<p>Penggunaan&nbsp;<em>influencer</em>&nbsp;sebagai bagian dari kampanye film dinilai Aris&nbsp; sangat strategis. “Sekadar ilustrasi, saya&nbsp; pernah menggunakan 50 mikro&nbsp;<em>influencer</em>&nbsp; dan 20 makro&nbsp;<em>influencer</em>.&nbsp; Belanja budget itu kurang lebih sepertempat dari total budget yang dianggarkan untuk&nbsp;<em>promotion</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>advertising,</em>” lanjut Aris lagi.</p>



<p>Aris menilai, penggunaan&nbsp;<em>influencer&nbsp;</em>&nbsp;dalam mempromosikan sebuah film juga sangat efektif. Karena kegiatan mereka sangat terukur.&nbsp; “Kita bisa lihat berapa&nbsp;<em>view,</em>&nbsp;berapa&nbsp;<em>impressions</em>,&nbsp; berapa&nbsp;<em>engagement</em>-ya.&nbsp; Itu semua sudah menjadi&nbsp;<em>report</em>&nbsp;kita untuk ke&nbsp; PH.</p>



<p>Menurut Aris, dengan menggunakan&nbsp;<em>influencer&nbsp;</em>&nbsp;yang punya ribuan bahkan jutaan<em>&nbsp;follower</em>,&nbsp; mereka bisa mendatangkan banyak&nbsp; penggemar.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Mungkin bisa jadi akan ada sekitar 1000 orang berkumpul, bahkan ada yang memecahan kaca bioskop segala. Tapi apakah mereka masuk ke dalam bioskop dan membeli tiket, ya belum tentu.&nbsp;</p>



<p>“Bahwa jumlah yang hadir akan&nbsp;<em>equivalent</em>&nbsp;dengan jumlah penjualan&nbsp; tiket,&nbsp; memang masih tanda tanya besar. Tapi kegiatan itu&nbsp; bisa terukur dari&nbsp;<em>view, impressions,&nbsp;</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>engagement</em>-nya,” ungkap Aris&nbsp;</p>



<p>Sementara itu,&nbsp; perancang grafis poster&nbsp; film&nbsp;<strong>Thovfa Endone</strong>&nbsp;mengusulkan, “Sepertinya kita memerlukan&nbsp; sudut pandang baru dalam mempromosikan sebuah film dan menarik penonton datang ke bioskop,” kata&nbsp; Thovfa Endone,&nbsp;</p>



<p>Dalam pengamatan Thovfa, sejak setahun&nbsp; terakhir ini, banyak menjamur akun film di social media. “Kalau mereka terlalu aktif memposting testimoni tentang film karya mereka, saya lihat kok malah penjualan tiketnya tersendat,”ungkap peraih<strong>&nbsp;Best Movie Poster</strong>&nbsp; lewat&nbsp; poster film &#8220;Comic 8&#8221; (2016),&nbsp; &#8220;Cek Toko Sebelah&#8221; (2017), dan Jailangkung (2018)&nbsp; di ajang&nbsp;<strong>Indonesia Box Office Movie Award&nbsp;</strong></p>



<p>Semetara film film yang jalannya bagus, kata Thovfa,&nbsp; justru tidak sempat memposting testimoni, baik&nbsp; dari selebgram, influencer,&nbsp; youtuber&nbsp; dan lain lain. “Mereka lebih sibuk untuk me-repost mention yang masuk ke mereka dari para netizen yang organik,”&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Posting yang&nbsp; membanjir&nbsp; dari youtuber,<em>&nbsp;influencer,</em>&nbsp;selegram itu pada akhirnya diharapkan, “bukan hanya sekadar di&nbsp;<em>noticed</em>&nbsp;via sosial media dengan viewer trailer film menyentuh angka 2-3 juta,&nbsp; tapi juga bisa membuat tiket film laku terjual.” kata peraih<strong>&nbsp;Best Album Design&nbsp;</strong>&nbsp;<strong>AMI Award 2005</strong>&nbsp;lewat album<strong>&nbsp;Peterpan</strong>&nbsp;berjudul “Bintang Di Surga”&nbsp;<strong>XPOSEINDONESIA/NS Foto; dokumentasi</strong></p>



<p><strong>More Pictures</strong></p>


<div style="min-height: 285px;; " class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_d4473ee7-a418-4b6a-806d-347591aa2c45" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/Untitled-1-3.jpg" alt="" style="height: 250px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/Untitled-2-2.jpg" alt="" style="height: 250px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/Untitled-2-271e9e9fff.jpg" alt="" style="height: 250px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/Untitled-3-3.jpg" alt="" style="height: 250px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/Untitled-4-2.jpg" alt="" style="height: 250px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/lifestyle/online-marketing-jurus-jualan-film-di-era-new-normal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3065</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/06/0001-300x300.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="300" />	</item>
	</channel>
</rss>
