<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Festival Film Horor &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/festival-film-horor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 May 2026 07:47:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Festival Film Horor &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Para Perasuk Jadi Film Terpilih Festival Film Horor April 2026</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/film/para-perasuk-jadi-film-terpilih-ffh-april-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 07:46:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[anggun c sasmi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[para perasuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40464</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="FF Horor April 2026" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Persaingan film horor Indonesia semakin ketat sepanjang 2026. Di tengah maraknya film bertema supranatural yang memenuhi bioskop, Para Perasuk berhasil mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai Film Terpilih dalam Festival Film Horor (FFH) Edisi ke-6 periode April 2026. Pengumuman pemenang dilakukan dalam agenda rutin FFH yang digelar setiap tanggal 13. Selain penghargaan film terbaik, ajang ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Persaingan film horor Indonesia semakin ketat sepanjang 2026. Di tengah maraknya film bertema supranatural yang memenuhi bioskop, <strong>Para Perasuk </strong>berhasil mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai Film Terpilih dalam Festival Film Horor (FFH) Edisi ke-6 periode April 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengumuman pemenang dilakukan dalam agenda rutin FFH yang digelar setiap tanggal 13. Selain penghargaan film terbaik, ajang ini juga menetapkan sejumlah kategori individu untuk insan perfilman horor Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan <strong>Para Perasuk jadi Film Terpilih FFH April 2026</strong> dinilai tidak lepas dari kekuatan unsur budaya lokal yang diangkat dalam cerita. Film tersebut dianggap mampu menghadirkan nuansa horor khas Indonesia dengan pendekatan yang kuat dari sisi cerita maupun atmosfer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Dewan Juri FFH,<strong> Ismail </strong>menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, bukan sekadar preferensi pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, Para Perasuk memenuhi empat elemen utama film horor yang menjadi standar penilaian FFH, salah satunya keberhasilan mengangkat budaya Indonesia secara kuat dan relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Film ini memiliki identitas lokal yang terasa kuat dan mampu membangun pengalaman horor yang khas,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain meraih penghargaan utama, film tersebut juga mengantarkan <strong>Anggun C. Sasmi </strong>sebagai Pemeran Wanita Terpilih berkat perannya dalam Para Perasuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penampilan Anggun dinilai menjadi salah satu kejutan terbesar di industri film horor tahun ini. Dikenal luas sebagai penyanyi internasional, Anggun dianggap berhasil keluar dari citra lamanya dan menghadirkan karakter yang kuat sebagai guru para perasuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dewan juri menilai transformasi tersebut membuat penonton melihat sisi baru Anggun di dunia akting layar lebar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, penghargaan Pemeran Pria Terpilih diberikan kepada <strong>Aming</strong> lewat penampilannya dalam <strong>Ghost in the Cell</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karakter yang dimainkan Aming dianggap berbeda jauh dari image komedi yang selama ini melekat pada dirinya. Dalam film tersebut, ia memerankan sosok kriminal dengan karakter dingin dan penuh tekanan psikologis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aktingnya berhasil membangun ketegangan dan menunjukkan sisi maskulin yang jarang terlihat sebelumnya,” kata Ismail.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02-1024x678.jpg" alt="FF Horor April 2026" class="wp-image-40468" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_02.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">FF Horor April 2026</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kategori penyutradaraan, penghargaan diberikan kepada <strong>Joko Anwar</strong> yang kembali mendapat apresiasi atas kontribusinya di genre horor Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara penghargaan Penata Sinematografi Terpilih diraih <strong>Indra Suryadi </strong>melalui film <strong>The Bell: Panggilan untuk Mati</strong>. Visual dan pencahayaan film tersebut dinilai mampu memperkuat atmosfer mencekam sekaligus mendukung narasi cerita secara efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama April 2026, ada beberapa film horor yang meramaikan bioskop Indonesia, di antaranya Aku Harus Mati, Ghost in the Cell, Warung Pocong, Tiba-Tiba Setan, dan Para Perasuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena meningkatnya film horor lokal sendiri masih menjadi tren dominan di industri perfilman Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, genre horor terus mendominasi jumlah penonton bioskop nasional karena dinilai dekat dengan budaya dan cerita masyarakat Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak sineas kini mulai menggabungkan unsur horor dengan budaya lokal, mitologi daerah, hingga kritik sosial untuk menciptakan pengalaman yang lebih kuat dan berbeda dari film horor luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan <strong>Para Perasuk jadi Film Terpilih FFH April 2026</strong> sekaligus menunjukkan bahwa film horor Indonesia kini tidak hanya mengandalkan jumpscare semata, tetapi juga mulai serius membangun kualitas cerita, karakter, dan identitas budaya. FFH pun berharap ajang ini dapat menjadi tolok ukur bagi perkembangan film horor nasional ke depan. <strong>XPOSEINDONESIA/DSP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40464</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/ff-horor-april-2026_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>FFH Ke-5: Sensor Horor Dimulai Sebelum Kamera Berputar</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/ffh-ke-5-sensor-horor-dimulai-sebelum-kamera-berputar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Danur]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[FFH]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Iwa K]]></category>
		<category><![CDATA[LSF]]></category>
		<category><![CDATA[Pictum Cafe]]></category>
		<category><![CDATA[Sandrinna Michelle]]></category>
		<category><![CDATA[sensor film]]></category>
		<category><![CDATA[Suzanna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40027</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Festival Film Horor (FFH) edisi ke-5" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ternyata, sensor film horor tidak dimulai saat sebuah film masuk ke meja Lembaga Sensor Film. Ia sudah bekerja jauh sebelum itu, bahkan sebelum kamera pertama kali dinyalakan, sebelum nama sutradara diumumkan, dan bahkan sebelum judul film diketahui siapapun selain produsernya. Fakta mengejutkan ini mengemuka dalam diskusi Festival Film Horor (FFH) edisi ke-5, yang digelar di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ternyata, sensor film horor tidak dimulai saat sebuah film masuk ke meja Lembaga Sensor Film.</strong> Ia sudah bekerja jauh sebelum itu, bahkan sebelum kamera pertama kali dinyalakan, sebelum nama sutradara diumumkan, dan bahkan sebelum judul film diketahui siapapun selain produsernya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fakta mengejutkan ini mengemuka dalam diskusi <strong>Festival Film Horor (FFH) edisi ke-5</strong>, yang digelar di Pictum Cafe, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/04). Mengangkat tema &#8220;Horor Sensor, Promosi Film Horor&#8221;, diskusi ini menghadirkan tiga narasumber: Akhlis Suryapati (penggiat dan kritikus film), Ryan Fadilah (editor), dan Rama Djunarko (co-sutradara), dipandu moderator Irfan Handoko (konsultan komunikasi).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ryan Fadilah, yang telah lebih dari satu dekade berkecimpung dalam industri film, membuka diskusi dengan pengakuan yang cukup menggelitik. Dalam pengalamannya, sensor bukan monopoli LSF sudah berjalan sejak sebuah film masih berupa wacana di kepala produser. Nama sutradara disimpan rapat-rapat, judul dirahasiakan, bahkan tim inti pun kerap tidak tahu sedang menggarap film apa. &#8220;Jangan kami, sutradara saja tak tahu judul film yang akan digarap,&#8221; ungkapnya, menjelaskan bahwa kerahasiaan itu bukan soal gengsi, melainkan strategi melindungi ide dan cerita dari kemungkinan dicuri pihak lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rama Djunarko </strong>punya pendekatan berbeda untuk menavigasi sensor. Berdasarkan pengalamannya, mengangkat kisah nyata kerap menjadi jalan aman untuk lolos dari penyaringan, setidaknya dari LSF. Tapi tantangan justru datang dari arah lain: pihak keluarga tokoh yang kisahnya diangkat. &#8220;Kala kita mengangkat kisah penari jaipong yang dirudapaksa dan dibunuh oleh penggemarnya, keluarga besarnya tak ingin hal itu ada di scene, meski itu benang merah cerita yang kita angkat,&#8221; jelasnya. Sensor, dalam hal ini, berwajah lebih personal dan emosional dibanding regulasi mana pun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara Akhlis Suryapati, yang juga mantan Ketua Sinematek, menawarkan perspektif yang lebih filosofis. Ia mengajak para sineas untuk memahami akar sebuah film sebelum berhadapan dengan sensor seperti pesilat yang memperkuat kuda-kudanya sebelum bertarung. Dalam konteks horor, ia menyebut elemen kejutan dan unsur mistik sebagai kunci yang bisa dimainkan secara strategis. &#8220;Horor itu sifatnya kejutan. Di Indonesia hal itu lekat dengan mistik, ini trik untuk ditangkap penonton. Kita kombinasikan antara kejutan dan judul agar lolos sensor,&#8221; tandasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski ketiganya punya strategi yang berbeda-beda, ada satu titik temu: sensor, dalam bentuk apapun, pada dasarnya adalah wujud negara dan budaya yang ikut mengambil bagian dalam menjaga masyarakat dari dampak negatif sebuah karya. Tak perlu dilawan secara frontal tapi perlu dipahami secara cerdas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang sama berlaku dalam promosi. Meski sebuah film sudah dinyatakan lolos sensor, bukan berarti materi promosinya bebas dari batasan. Ketiganya sepakat: cara apapun boleh dipakai dalam kampanye film, selama tidak berseberangan dengan aturan yang berlaku dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di penghujung acara, juri FFH edisi ke-5 mengumumkan para pemenang penghargaan. Film <strong>Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa</strong> dinobatkan sebagai film terpilih dan berhak membawa pulang <strong>Nini Suny Award</strong>. penghargaan utama dalam festival ini. <strong>Sandrinna Michelle</strong> (Danur) dinobatkan sebagai Pemain Wanita Terpilih, sementara <strong>Iwa K</strong> (Suzanna) meraih gelar Pemain Pria Terpilih. Kursi Sutradara Terpilih jatuh ke tangan <strong>Awi</strong> (Danur), dan penghargaan DoP diraih <strong>Muhammad Firdaus</strong> (Suzanna).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Festival Film Horor</strong> yang digagas oleh sekumpulan jurnalis ini digelar setiap bulan, menjadikannya salah satu forum diskusi film paling konsisten di Jakarta. Dengan format yang memadukan diskusi panel, pemutaran film, dan pemberian penghargaan, FFH terus tumbuh sebagai ruang apresiasi dan kritik yang serius terhadap genre horor Indonesia, genre yang kerap dipandang sebelah mata, padahal justru paling laris di bioskop. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong> Foto : <strong>Dudut SP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40027</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/festival-film-horor-ffh-edisi-ke-5-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Kesan Menjadi Moderator Festival Film Horor? Begini Ceritanya…</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/whats-on-exclusive/bagaimana-kesan-menjadi-moderator-festival-film-horor-begini-ceritanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 15:53:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Whats On]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Film]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Mistik]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sineas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=38207</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Dion Momongan Menjadi Moderator di Festival Film Horor" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Adalah sebuah ajang “panel diskusi” yang suasananya santai, tapi diupayakan tetap lugas, berisi dan bermanfaat. Tentu saja mempunyai faedah bagi yang hadir siang kemarin di Pictum Coffee &#38; Kitchen, Pasar Minggu.&#160; Peserta diskusi yang hadir sebagian besar adalah para wartawan, tentu utamanya jurnalis yang biasa meliput kegiatan dunia film. Tapi menyelip juga undangan para mahasiswa, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Adalah sebuah ajang “panel diskusi” yang suasananya santai, tapi diupayakan tetap lugas, berisi dan bermanfaat. Tentu saja mempunyai faedah bagi yang hadir siang kemarin di <strong>Pictum Coffee &amp; Kitchen</strong>, Pasar Minggu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta diskusi yang hadir sebagian besar adalah para wartawan, tentu utamanya jurnalis yang biasa meliput kegiatan dunia film. Tapi menyelip juga undangan para mahasiswa, dari kampus-kampus tertentu. Terlihat semua audience lumayan serius mengikuti diskusi. Alhamdulillah…</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tema yang dipilih adalah <strong>Trend Film Horor 2026</strong>. Dengan mengundang pembicara adalah <strong>Ivan Bandito</strong> (Sutradara), <strong>Arie Pramasaputra</strong> (Sarjana S2 IKJ, yang tesisnya mengenai Film Horor nasional), <strong>Niniek L. Karim</strong> (aktris senior, psikolog dan dosen) , <strong>Bayu Pamungkas</strong> (sutradara).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan juga menghadirkan tokoh dari pemerintahan, yaitu <strong>Syaifullah Agam Ph.D,</strong> yang adalah Direktur Musik, Film dan Seni Kementrian Kebudayaan RI. Lumayan lengkap para pembicara, atau narasumber diskusinya.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-1024x678.jpg" alt="Tim Festival Film Horor" class="wp-image-38211" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tim Festival Film Horor</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Syaifullah Agam kebetulan datang agak terlambat tapi pemaparannya mengenai situasi dan kondisi pasar dan perkembangan film horor Indonesia lantas menjadi sebuah &#8220;subtema&#8221; yang melengkapi Diskusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum lebih lanjut, saya sebenarnya mungkin rada “nyasar” bisa tetiba menjadi moderator di Diskusi Film begitu. Begini, saya lebih dikenal sebagai “orang musik”. Lantas eh ada di Diskusi Film. Apa kata dunia?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya dimintai tolong hanya 2 atau 3 hari sebelum acara. Memang minta tolong, karena ada beberapa kandidat moderator, kesemuanya urung hadir. Dengan beragam alasan. Saya pas ga ada acara memang. Tapi yakin nih, memilih saya sebagai moderator? Saya dulu sempat mengambil studi sinematografi. Tapi itu dulu. Dulu banget malah. Sebelum 1990.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyelenggara Festival Film Horor meyakinkan saya, mereka tidaklah salah pilih. Pasti saya bisa. Harusnya aman. Pergaulanmu juga ada kan di dunia film? Saya tersenyum. Teman baik saya Garin Nugroho, dulu dia yang menyarankan saya kuliah di sinematografi itu mengikuti jejaknya. Tapi batal. Dan itu di zaman saya remaja…</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ah sudahlah, akhirnya toh kejadian. Dan topik ini tentu membuat saya harus ada sedikit “effort”, melengkapi diri dengan catatan dan pengetahuan tentang keberadaan film horror di sinI kan? Ya masak sih… “<em>pah poh</em>” begitu saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan intinya beginilah. Pada akhirnya memang film horor, kalau Niniek L. Karim lebih memilih kata &#8220;Mistik&#8221;, secara umum tetap memperoleh jumlah penonton yang terlihat baik secara bisnis. Jadi, sampai awal 2026 ini, film horror tetap memiliki prospek bisnis yang relatif baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lihat ya di tahun silam, 2025 saja ada 201 film yang diproduksi dan 90 di antaranya adalah film horor/mistik.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-1024x678.jpg" alt="Dion Momongan Menjadi Moderator di Festival Film Horor" class="wp-image-38212" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dion Momongan Menjadi Moderator di Festival Film Horor</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Dari catatan 7 Film terlaris 2025, terdapat 3 film horror/misteri. Ketiga film itu sukses meraih pencapaian jumlah penonton jutaan, artinya di atas sejutaan orang. Lihat saja <strong>Pabrik Gula</strong>, meraih jumlah penonton 4,7 juta orang. Di bawahnya ada <strong>Petaka Gunung Gede</strong> dengan 3,2 juta penonton. Lalu <strong>Jalan Pulang</strong> meraih angka 2,8 juta penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di bawah itu ada <strong>Kang Solah x Nenek Goyang</strong> (jenis komedi horor), dengan 2,4 juta penonton. Ada juga <strong>Qodrat 2</strong>, yang dibesut sutradara <strong>Charles Gozali</strong>, yang meraih 2 juta-an penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara kalau melihat catatan lain, yaitu daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa. Ada <strong>KKN Di Desa Penari</strong>, yang mencapai angka hampir 10.100.000an penonton, menduduki posisi ketiga terlaris. Ada juga, <strong>Pengabdi Setan 2 (Communion)</strong> yang direlease 2022, mencapai 6.391.000an. Dan <strong>Sewu Dino</strong> (2023), karya sutradara Kimo Stamboel, yang meraih jumlah penonton hampir 5 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi secara khusus kemarin Pak Dirjen Syaifullah Agam, secara khusus mengingatkan fenomena film religi. Bahwasanya jenis film religi pernah naik daun, menjadi jenis film terlaris. Dengan produksi yang lantas menjadi masif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernah menjadi trendlah, begitu kira-kira. Tetapi lantas stagnan, dan kemudian &#8220;tenggelam&#8221;. Film religi perlahan meredup seperti dikalahkan oleh film mistik/horor. Belakangan juga hadir film komedi dan komedi horor, yang nampaknya sedang disukai penonton film kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena yang disodorkan oleh Syaifullah Agam, kemudian ditengarai bahwa ada kesan kreatifitas dalam penyajian cerita, ataupun penggambaran atas film terkesan &#8220;habis&#8221;. Kemudian penonton (baca : pasar) menjadi jenuh. Hasrat untuk menonton kian menipis. Dan lantas membuat trendpun berganti. Diganti horor. Tapi kini rasanya diambil genre komedi, dimana film suksesnya <strong>Agak Laen 2 : Menyala Pantiku</strong> menjadi film terlaris sepanjang masa. Catatan rekor jumlah penontonnya lumayan fantastis, tembus angka 10.700.000an penonton, dalam masa penayangan 50 hari pertama!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka dunia film horor atau mistik perlu mewaspadai hal tersebut. Bagaimana menggenjot kreatifitas, agar supaya animo penonton tidak menyurut drastis. Upaya melahirkan ide-ide pengembangan baru tentunya menjadi tuntutan. Agar film-film mistik atau misteri yang dihasilkan dan dilempar ke pasar, tetap mampu menjaring animo penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanakah memelihara hasrat menonton film Indonesia, yang horor atau mistik tersebut, tetap tinggi? Sehingga secara bisnis, tetap memiliki prospek yang terlihat baik. Kudu dicermati baik-baik oleh para sutradara dan produser.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun mengenai FFH itu sendiri . Adalah festival yang digagas dan dimotori sejumlah wartawan, pemerhati film nasional. Belakangan didukung juga oleh beberapa sineas. Dan direncanakan diadakan setiap sebulan sekali, tiap tanggal 13. Dan pada kesempatan Januari 2026, adalah menjadi penyelenggaraan kedua kalinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai acara utama adalah pengumuman atas film horor terpilih, dengan kategori spesifik aktor, aktris, sutradara dan kamerawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun Dewan Juri terdiri dari jurnalis pilihan. Yang melakukan pemilihan secara transparan dan wajib menjaga kredibilitasnya sebagai team pemilih yang juga terjaga pula soal independensinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan Festival Film Horor edisi Januari 2026 diumumkan bahwa Film <strong>Janur Ireng</strong> sebagai Film Terpilih. Lalu <strong>Tora Sudiro</strong> (film <strong>Janur Ireng</strong>) dan <strong>Wavi Zihan</strong>&nbsp; (film <strong>Qorin 2</strong>). <strong>Kimo Stamboel</strong>, dari film Janur Ireng, sebagai Sutradara terpilih. Adapun <strong>Engfar Budiono</strong>, dari Film <strong>Dusun Mayit,</strong> sebagai kamerawan / <em>DOP</em> (Director of Photography) terpilih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai salah satu titik awal pemikiran, Film horor Indonesia sejatinya memiliki prospek baik, sebagai salah satu produsen film-film horor atau mistik terbaik Internasional, paling tidak di Asia. Hal itu tentunya, bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi film horor di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemikirannya kemudian kan, bukankah hantu-hantu di Indonesia, jenisnya banyak sekali? Berserakan di berbagai daerah di seluruh pelosok tanah air. Belum lagi dilengkapi cerita-cerita horor atau mistik, macem adanya <em>folklore</em> yang mistiklah kira-kira yang tentunya bermacam-macam dari seluruh penjuru Nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi memang upaya kreatif tetap harus dipelihara dengan baik . Mengikuti juga perkembangan jaman. Memanfatkaan kemajuan tehnologi misalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih meluaskan sub jenis film horor, dengan misalnya juga menghadirkan film-film <em>thriller</em> yang tak menghadirkan lagi sosok hantu-hantu tertentu. Tanpa adanya hantu yang memunculkan diri, tetap mencekam, menakutkan dan bikin bergidik ngeri…</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya memang begitulah, mengedepankan situasi dan kondisi yang sama ngerinya, sama menggelisahkan para penontonnya. Dan sama-sama mampu memancing penonton menjerit! Membuat penonton sungguh tak nyaman duduk menonton, sementara popcorn dan minuman bahkan keburu habis….</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana tetap kreatif dan mampu memancing penonton untuk datang dan membayar tiket, padahal akan &#8220;menikmati&#8221; ketakutan dan kengerian&#8230; Itulah, buat saya pribadi “keanehan”nya. Orang-orang mau saja membayar tiket, untuk ditakut-takuti? Itu dah romantikanya film horor. Alhasil menjadi moderator kali ini, ah sungguh pengalaman yang tak kalah menarik dari memimpin diskusi tentang musik….. Tabik! <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38207</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>FFH Januari 2026 Tetapkan Janur Ireng sebagai Film Terpilih, Tren Film Horor Indonesia Dinilai Masih Cerah</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/award/ffh-januari-2026-tetapkan-janur-ireng-sebagai-film-terpilih-tren-film-horor-indonesia-dinilai-masih-cerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 15:38:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[FFH]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Janur Ireng]]></category>
		<category><![CDATA[Nini Suny Award]]></category>
		<category><![CDATA[Perfilman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tren Film 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=38120</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="ff horor januari 2026" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Festival Film Horor (FFH) kembali menegaskan posisinya sebagai ruang refleksi dan evaluasi penting bagi perkembangan film horor nasional. Memasuki edisi ke-2 yang digelar pada Januari 2026, FFH tidak hanya menghadirkan penganugerahan Nini Suny Award bagi karya terpilih, tetapi juga membuka diskusi strategis mengenai arah dan tren film horor Indonesia ke depan. Kegiatan ini berlangsung di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Festival Film Horor</strong> (<strong>FFH</strong>) kembali menegaskan posisinya sebagai ruang refleksi dan evaluasi penting bagi perkembangan film horor nasional. Memasuki edisi ke-2 yang digelar pada Januari 2026, FFH tidak hanya menghadirkan penganugerahan <strong>Nini Suny Award</strong> bagi karya terpilih, tetapi juga membuka diskusi strategis mengenai arah dan tren film horor Indonesia ke depan. Kegiatan ini berlangsung di Pictum Cafe, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (13/1/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dari festival film pada umumnya, FFH dirancang sebagai forum bulanan yang fokus mendorong kualitas dan keberlanjutan genre horor nasional. Setiap edisi selalu diawali dengan diskusi publik yang melibatkan pelaku industri, akademisi, hingga pembuat film lintas generasi. Pada edisi Januari ini, tema “Trend Film Horor 2026” menjadi sorotan utama, seiring meningkatnya tantangan industri setelah genre horor sempat menjadi lokomotif perfilman nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang beragam, mulai dari Syaifullah Agam selaku Direktur Film Kementerian Kebudayaan, <strong>Nini L. Karim</strong> dosen psikologi Universitas Indonesia sekaligus artis senior, <strong>Arya Pramasaputra</strong> mahasiswa pascasarjana Institut Kesenian Jakarta, hingga dua sutradara yang tengah menunggu penayangan film horor terbarunya,<strong> Ivan Bandhito</strong> dan <strong>Bayu Pamungkas</strong>. Kelimanya sepakat bahwa tantangan terbesar film horor saat ini bukan sekadar menakutkan, melainkan menciptakan pengalaman yang berkesan dan relevan bagi penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut para pembicara, film horor perlu menghormati penontonnya dengan menghadirkan cerita dan atmosfer yang mampu membekas, tidak hilang begitu saja setelah keluar dari bioskop. Karya horor yang baik, mereka sepakat, setidaknya masih diingat dua hingga tiga hari setelah ditonton. Tanpa pembaruan dan keberanian bereksperimen, genre ini dikhawatirkan akan stagnan dan kehilangan daya tarik.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-1024x678.jpg" alt="ff horor januari 2026 02" class="wp-image-38124" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">ff horor januari 2026 </figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Syaifullah Agam</strong> dalam paparannya mengungkapkan bahwa pada periode 2021 hingga 2023, film nasional bergenre horor dan komedi mencatatkan capaian penonton yang sangat signifikan. Totalnya mencapai lebih dari 128 juta penonton, dengan rata-rata satu judul ditonton lebih dari 450 ribu orang. Angka tersebut menegaskan posisi film horor sebagai penggerak utama industri perfilman Indonesia. Namun, ia juga mengingatkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, jumlah penonton film horor menunjukkan tren penurunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai kondisi ini harus menjadi alarm bagi para pembuat film untuk menghadirkan terobosan baru. Tanpa inovasi, film horor berpotensi mengalami nasib serupa dengan film-film bertema Islami yang sempat berjaya namun kemudian ditinggalkan penonton akibat formula yang berulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan lain disampaikan Nini L. Karim yang lebih memilih menyebut genre ini sebagai film mistik. Menurutnya, film mistik atau horor tetap harus berpijak pada akal sehat dan mampu diterima secara emosional oleh penonton. Ia menekankan pentingnya keseimbangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, mengingat penonton datang ke bioskop dengan kesadaran penuh dan rela membayar untuk merasakan sensasi takut yang berkualitas, bukan sekadar kejutan kosong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang Nini Suny Award edisi Januari 2026. Film <em>Janur Ireng</em> dinobatkan sebagai Film Terpilih, sekaligus mengukuhkan dominasinya dengan Tora Sudiro sebagai Aktor Terpilih dan Kimo Stamboel sebagai Sutradara Terpilih. Penghargaan Aktris Terpilih diberikan kepada Wavi Zihan lewat perannya dalam <em>Qorin 2</em>, sementara kategori DOP atau Kameraman Terpilih diraih Enggar Budiono melalui film <em>Dusun Mayit</em>. FFH juga memberikan penghargaan khusus atas dedikasi dan pengabdian di dunia perfilman Indonesia kepada Eppie Kusnandar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui penyelenggaraan yang konsisten dan pendekatan diskusi yang kritis, FFH terus berupaya menjaga denyut genre horor nasional agar tidak sekadar mengikuti tren pasar, melainkan berkembang secara artistik dan berkelanjutan. Dengan dinamika ide dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan pada edisi Januari ini, FFH menilai masa depan film horor Indonesia di tahun 2026 masih memiliki prospek cerah, selama keberanian berinovasi tetap dijaga. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong> Foto : <strong>Dudut SP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38120</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
