<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Festival Film Horor &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/festival-film-horor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jan 2026 15:53:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Festival Film Horor &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Bagaimana Kesan Menjadi Moderator Festival Film Horor? Begini Ceritanya…</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/whats-on-exclusive/bagaimana-kesan-menjadi-moderator-festival-film-horor-begini-ceritanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 15:53:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Whats On]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Film]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Mistik]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sineas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=38207</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Dion Momongan Menjadi Moderator di Festival Film Horor" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Adalah sebuah ajang “panel diskusi” yang suasananya santai, tapi diupayakan tetap lugas, berisi dan bermanfaat. Tentu saja mempunyai faedah bagi yang hadir siang kemarin di Pictum Coffee &#38; Kitchen, Pasar Minggu.&#160; Peserta diskusi yang hadir sebagian besar adalah para wartawan, tentu utamanya jurnalis yang biasa meliput kegiatan dunia film. Tapi menyelip juga undangan para mahasiswa, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Adalah sebuah ajang “panel diskusi” yang suasananya santai, tapi diupayakan tetap lugas, berisi dan bermanfaat. Tentu saja mempunyai faedah bagi yang hadir siang kemarin di <strong>Pictum Coffee &amp; Kitchen</strong>, Pasar Minggu.&nbsp;</p>



<p>Peserta diskusi yang hadir sebagian besar adalah para wartawan, tentu utamanya jurnalis yang biasa meliput kegiatan dunia film. Tapi menyelip juga undangan para mahasiswa, dari kampus-kampus tertentu. Terlihat semua audience lumayan serius mengikuti diskusi. Alhamdulillah…</p>



<p>Tema yang dipilih adalah <strong>Trend Film Horor 2026</strong>. Dengan mengundang pembicara adalah <strong>Ivan Bandito</strong> (Sutradara), <strong>Arie Pramasaputra</strong> (Sarjana S2 IKJ, yang tesisnya mengenai Film Horor nasional), <strong>Niniek L. Karim</strong> (aktris senior, psikolog dan dosen) , <strong>Bayu Pamungkas</strong> (sutradara).</p>



<p>Dan juga menghadirkan tokoh dari pemerintahan, yaitu <strong>Syaifullah Agam Ph.D,</strong> yang adalah Direktur Musik, Film dan Seni Kementrian Kebudayaan RI. Lumayan lengkap para pembicara, atau narasumber diskusinya.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-1024x678.jpg" alt="Tim Festival Film Horor" class="wp-image-38211" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_02.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tim Festival Film Horor</figcaption></figure></a></div>



<p>Syaifullah Agam kebetulan datang agak terlambat tapi pemaparannya mengenai situasi dan kondisi pasar dan perkembangan film horor Indonesia lantas menjadi sebuah &#8220;subtema&#8221; yang melengkapi Diskusi.</p>



<p>Sebelum lebih lanjut, saya sebenarnya mungkin rada “nyasar” bisa tetiba menjadi moderator di Diskusi Film begitu. Begini, saya lebih dikenal sebagai “orang musik”. Lantas eh ada di Diskusi Film. Apa kata dunia?</p>



<p>Saya dimintai tolong hanya 2 atau 3 hari sebelum acara. Memang minta tolong, karena ada beberapa kandidat moderator, kesemuanya urung hadir. Dengan beragam alasan. Saya pas ga ada acara memang. Tapi yakin nih, memilih saya sebagai moderator? Saya dulu sempat mengambil studi sinematografi. Tapi itu dulu. Dulu banget malah. Sebelum 1990.</p>



<p>Penyelenggara Festival Film Horor meyakinkan saya, mereka tidaklah salah pilih. Pasti saya bisa. Harusnya aman. Pergaulanmu juga ada kan di dunia film? Saya tersenyum. Teman baik saya Garin Nugroho, dulu dia yang menyarankan saya kuliah di sinematografi itu mengikuti jejaknya. Tapi batal. Dan itu di zaman saya remaja…</p>



<p>Ah sudahlah, akhirnya toh kejadian. Dan topik ini tentu membuat saya harus ada sedikit “effort”, melengkapi diri dengan catatan dan pengetahuan tentang keberadaan film horror di sinI kan? Ya masak sih… “<em>pah poh</em>” begitu saja.</p>



<p>Dan intinya beginilah. Pada akhirnya memang film horor, kalau Niniek L. Karim lebih memilih kata &#8220;Mistik&#8221;, secara umum tetap memperoleh jumlah penonton yang terlihat baik secara bisnis. Jadi, sampai awal 2026 ini, film horror tetap memiliki prospek bisnis yang relatif baik.</p>



<p>Lihat ya di tahun silam, 2025 saja ada 201 film yang diproduksi dan 90 di antaranya adalah film horor/mistik.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-1024x678.jpg" alt="Dion Momongan Menjadi Moderator di Festival Film Horor" class="wp-image-38212" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_03.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dion Momongan Menjadi Moderator di Festival Film Horor</figcaption></figure></a></div>



<p>Dari catatan 7 Film terlaris 2025, terdapat 3 film horror/misteri. Ketiga film itu sukses meraih pencapaian jumlah penonton jutaan, artinya di atas sejutaan orang. Lihat saja <strong>Pabrik Gula</strong>, meraih jumlah penonton 4,7 juta orang. Di bawahnya ada <strong>Petaka Gunung Gede</strong> dengan 3,2 juta penonton. Lalu <strong>Jalan Pulang</strong> meraih angka 2,8 juta penonton.</p>



<p>Di bawah itu ada <strong>Kang Solah x Nenek Goyang</strong> (jenis komedi horor), dengan 2,4 juta penonton. Ada juga <strong>Qodrat 2</strong>, yang dibesut sutradara <strong>Charles Gozali</strong>, yang meraih 2 juta-an penonton.</p>



<p>Sementara kalau melihat catatan lain, yaitu daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa. Ada <strong>KKN Di Desa Penari</strong>, yang mencapai angka hampir 10.100.000an penonton, menduduki posisi ketiga terlaris. Ada juga, <strong>Pengabdi Setan 2 (Communion)</strong> yang direlease 2022, mencapai 6.391.000an. Dan <strong>Sewu Dino</strong> (2023), karya sutradara Kimo Stamboel, yang meraih jumlah penonton hampir 5 juta.</p>



<p>Tetapi secara khusus kemarin Pak Dirjen Syaifullah Agam, secara khusus mengingatkan fenomena film religi. Bahwasanya jenis film religi pernah naik daun, menjadi jenis film terlaris. Dengan produksi yang lantas menjadi masif.</p>



<p>Pernah menjadi trendlah, begitu kira-kira. Tetapi lantas stagnan, dan kemudian &#8220;tenggelam&#8221;. Film religi perlahan meredup seperti dikalahkan oleh film mistik/horor. Belakangan juga hadir film komedi dan komedi horor, yang nampaknya sedang disukai penonton film kita.</p>



<p>Fenomena yang disodorkan oleh Syaifullah Agam, kemudian ditengarai bahwa ada kesan kreatifitas dalam penyajian cerita, ataupun penggambaran atas film terkesan &#8220;habis&#8221;. Kemudian penonton (baca : pasar) menjadi jenuh. Hasrat untuk menonton kian menipis. Dan lantas membuat trendpun berganti. Diganti horor. Tapi kini rasanya diambil genre komedi, dimana film suksesnya <strong>Agak Laen 2 : Menyala Pantiku</strong> menjadi film terlaris sepanjang masa. Catatan rekor jumlah penontonnya lumayan fantastis, tembus angka 10.700.000an penonton, dalam masa penayangan 50 hari pertama!</p>



<p>Maka dunia film horor atau mistik perlu mewaspadai hal tersebut. Bagaimana menggenjot kreatifitas, agar supaya animo penonton tidak menyurut drastis. Upaya melahirkan ide-ide pengembangan baru tentunya menjadi tuntutan. Agar film-film mistik atau misteri yang dihasilkan dan dilempar ke pasar, tetap mampu menjaring animo penonton.</p>



<p>Bagaimanakah memelihara hasrat menonton film Indonesia, yang horor atau mistik tersebut, tetap tinggi? Sehingga secara bisnis, tetap memiliki prospek yang terlihat baik. Kudu dicermati baik-baik oleh para sutradara dan produser.</p>



<p>Adapun mengenai FFH itu sendiri . Adalah festival yang digagas dan dimotori sejumlah wartawan, pemerhati film nasional. Belakangan didukung juga oleh beberapa sineas. Dan direncanakan diadakan setiap sebulan sekali, tiap tanggal 13. Dan pada kesempatan Januari 2026, adalah menjadi penyelenggaraan kedua kalinya.</p>



<p>Sebagai acara utama adalah pengumuman atas film horor terpilih, dengan kategori spesifik aktor, aktris, sutradara dan kamerawan.</p>



<p>Adapun Dewan Juri terdiri dari jurnalis pilihan. Yang melakukan pemilihan secara transparan dan wajib menjaga kredibilitasnya sebagai team pemilih yang juga terjaga pula soal independensinya.</p>



<p>Dalam kesempatan Festival Film Horor edisi Januari 2026 diumumkan bahwa Film <strong>Janur Ireng</strong> sebagai Film Terpilih. Lalu <strong>Tora Sudiro</strong> (film <strong>Janur Ireng</strong>) dan <strong>Wavi Zihan</strong>&nbsp; (film <strong>Qorin 2</strong>). <strong>Kimo Stamboel</strong>, dari film Janur Ireng, sebagai Sutradara terpilih. Adapun <strong>Engfar Budiono</strong>, dari Film <strong>Dusun Mayit,</strong> sebagai kamerawan / <em>DOP</em> (Director of Photography) terpilih.</p>



<p>Sebagai salah satu titik awal pemikiran, Film horor Indonesia sejatinya memiliki prospek baik, sebagai salah satu produsen film-film horor atau mistik terbaik Internasional, paling tidak di Asia. Hal itu tentunya, bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi film horor di dunia.</p>



<p>Pemikirannya kemudian kan, bukankah hantu-hantu di Indonesia, jenisnya banyak sekali? Berserakan di berbagai daerah di seluruh pelosok tanah air. Belum lagi dilengkapi cerita-cerita horor atau mistik, macem adanya <em>folklore</em> yang mistiklah kira-kira yang tentunya bermacam-macam dari seluruh penjuru Nusantara.</p>



<p>Tetapi memang upaya kreatif tetap harus dipelihara dengan baik . Mengikuti juga perkembangan jaman. Memanfatkaan kemajuan tehnologi misalnya.</p>



<p>Lebih meluaskan sub jenis film horor, dengan misalnya juga menghadirkan film-film <em>thriller</em> yang tak menghadirkan lagi sosok hantu-hantu tertentu. Tanpa adanya hantu yang memunculkan diri, tetap mencekam, menakutkan dan bikin bergidik ngeri…</p>



<p>Artinya memang begitulah, mengedepankan situasi dan kondisi yang sama ngerinya, sama menggelisahkan para penontonnya. Dan sama-sama mampu memancing penonton menjerit! Membuat penonton sungguh tak nyaman duduk menonton, sementara popcorn dan minuman bahkan keburu habis….</p>



<p>Bagaimana tetap kreatif dan mampu memancing penonton untuk datang dan membayar tiket, padahal akan &#8220;menikmati&#8221; ketakutan dan kengerian&#8230; Itulah, buat saya pribadi “keanehan”nya. Orang-orang mau saja membayar tiket, untuk ditakut-takuti? Itu dah romantikanya film horor. Alhasil menjadi moderator kali ini, ah sungguh pengalaman yang tak kalah menarik dari memimpin diskusi tentang musik….. Tabik! <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38207</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/moderator-festival-film-horor_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>FFH Januari 2026 Tetapkan Janur Ireng sebagai Film Terpilih, Tren Film Horor Indonesia Dinilai Masih Cerah</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/award/ffh-januari-2026-tetapkan-janur-ireng-sebagai-film-terpilih-tren-film-horor-indonesia-dinilai-masih-cerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 15:38:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[FFH]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Janur Ireng]]></category>
		<category><![CDATA[Nini Suny Award]]></category>
		<category><![CDATA[Perfilman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tren Film 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=38120</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="ff horor januari 2026" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Festival Film Horor (FFH) kembali menegaskan posisinya sebagai ruang refleksi dan evaluasi penting bagi perkembangan film horor nasional. Memasuki edisi ke-2 yang digelar pada Januari 2026, FFH tidak hanya menghadirkan penganugerahan Nini Suny Award bagi karya terpilih, tetapi juga membuka diskusi strategis mengenai arah dan tren film horor Indonesia ke depan. Kegiatan ini berlangsung di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Festival Film Horor</strong> (<strong>FFH</strong>) kembali menegaskan posisinya sebagai ruang refleksi dan evaluasi penting bagi perkembangan film horor nasional. Memasuki edisi ke-2 yang digelar pada Januari 2026, FFH tidak hanya menghadirkan penganugerahan <strong>Nini Suny Award</strong> bagi karya terpilih, tetapi juga membuka diskusi strategis mengenai arah dan tren film horor Indonesia ke depan. Kegiatan ini berlangsung di Pictum Cafe, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (13/1/2026).</p>



<p>Berbeda dari festival film pada umumnya, FFH dirancang sebagai forum bulanan yang fokus mendorong kualitas dan keberlanjutan genre horor nasional. Setiap edisi selalu diawali dengan diskusi publik yang melibatkan pelaku industri, akademisi, hingga pembuat film lintas generasi. Pada edisi Januari ini, tema “Trend Film Horor 2026” menjadi sorotan utama, seiring meningkatnya tantangan industri setelah genre horor sempat menjadi lokomotif perfilman nasional.</p>



<p>Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang beragam, mulai dari Syaifullah Agam selaku Direktur Film Kementerian Kebudayaan, <strong>Nini L. Karim</strong> dosen psikologi Universitas Indonesia sekaligus artis senior, <strong>Arya Pramasaputra</strong> mahasiswa pascasarjana Institut Kesenian Jakarta, hingga dua sutradara yang tengah menunggu penayangan film horor terbarunya,<strong> Ivan Bandhito</strong> dan <strong>Bayu Pamungkas</strong>. Kelimanya sepakat bahwa tantangan terbesar film horor saat ini bukan sekadar menakutkan, melainkan menciptakan pengalaman yang berkesan dan relevan bagi penonton.</p>



<p>Menurut para pembicara, film horor perlu menghormati penontonnya dengan menghadirkan cerita dan atmosfer yang mampu membekas, tidak hilang begitu saja setelah keluar dari bioskop. Karya horor yang baik, mereka sepakat, setidaknya masih diingat dua hingga tiga hari setelah ditonton. Tanpa pembaruan dan keberanian bereksperimen, genre ini dikhawatirkan akan stagnan dan kehilangan daya tarik.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-1024x678.jpg" alt="ff horor januari 2026 02" class="wp-image-38124" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">ff horor januari 2026 </figcaption></figure></a></div>



<p><strong>Syaifullah Agam</strong> dalam paparannya mengungkapkan bahwa pada periode 2021 hingga 2023, film nasional bergenre horor dan komedi mencatatkan capaian penonton yang sangat signifikan. Totalnya mencapai lebih dari 128 juta penonton, dengan rata-rata satu judul ditonton lebih dari 450 ribu orang. Angka tersebut menegaskan posisi film horor sebagai penggerak utama industri perfilman Indonesia. Namun, ia juga mengingatkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, jumlah penonton film horor menunjukkan tren penurunan.</p>



<p>Ia menilai kondisi ini harus menjadi alarm bagi para pembuat film untuk menghadirkan terobosan baru. Tanpa inovasi, film horor berpotensi mengalami nasib serupa dengan film-film bertema Islami yang sempat berjaya namun kemudian ditinggalkan penonton akibat formula yang berulang.</p>



<p>Pandangan lain disampaikan Nini L. Karim yang lebih memilih menyebut genre ini sebagai film mistik. Menurutnya, film mistik atau horor tetap harus berpijak pada akal sehat dan mampu diterima secara emosional oleh penonton. Ia menekankan pentingnya keseimbangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, mengingat penonton datang ke bioskop dengan kesadaran penuh dan rela membayar untuk merasakan sensasi takut yang berkualitas, bukan sekadar kejutan kosong.</p>



<p>Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang Nini Suny Award edisi Januari 2026. Film <em>Janur Ireng</em> dinobatkan sebagai Film Terpilih, sekaligus mengukuhkan dominasinya dengan Tora Sudiro sebagai Aktor Terpilih dan Kimo Stamboel sebagai Sutradara Terpilih. Penghargaan Aktris Terpilih diberikan kepada Wavi Zihan lewat perannya dalam <em>Qorin 2</em>, sementara kategori DOP atau Kameraman Terpilih diraih Enggar Budiono melalui film <em>Dusun Mayit</em>. FFH juga memberikan penghargaan khusus atas dedikasi dan pengabdian di dunia perfilman Indonesia kepada Eppie Kusnandar.</p>



<p>Melalui penyelenggaraan yang konsisten dan pendekatan diskusi yang kritis, FFH terus berupaya menjaga denyut genre horor nasional agar tidak sekadar mengikuti tren pasar, melainkan berkembang secara artistik dan berkelanjutan. Dengan dinamika ide dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan pada edisi Januari ini, FFH menilai masa depan film horor Indonesia di tahun 2026 masih memiliki prospek cerah, selama keberanian berinovasi tetap dijaga. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong> Foto : <strong>Dudut SP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38120</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/ff-horor-januari-2026_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
