<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Dsikusi Budaya &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/dsikusi-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Jan 2024 05:52:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Dsikusi Budaya &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Mengenang Pelukis Hardi Dalam Diskusi Budaya</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/mengenang-pelukis-hardi-dalam-diskusi-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 22:08:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Dsikusi Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hardi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelukis Hardi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=17570</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="diskusi hardi dsp 02" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-1536x1024.jpg 1536w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-2048x1365.jpg 2048w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-1392x928.jpg 1392w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-1920x1280.jpg 1920w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-1260x840.jpg 1260w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Pelukis Hardi wafat pada Kamis, 28/12/2023 dan dimakamkan di pemakaman Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Dalam peringatan tujuh hari kepergiannya, &#160;diselenggarakan diskusi budaya berjudul ‘Suhardi Presiden Pelukis Penyampai Kebenaran’ di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Rabu (3/1/24) yang dihadiri oleh para seniman, jurnalis, budayawan, usahawan dan mahasiswa. Agenda diskusi selain menghadirkan Ketua Komite Seni Rupa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Pelukis Hardi wafat pada Kamis, 28/12/2023 dan dimakamkan di pemakaman Tanah Kusir, Jakarta Selatan. </p>



<p>Dalam peringatan tujuh hari kepergiannya, &nbsp;diselenggarakan diskusi budaya berjudul ‘Suhardi Presiden Pelukis Penyampai Kebenaran’ di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Rabu (3/1/24) yang dihadiri  oleh para seniman, jurnalis, budayawan, usahawan dan mahasiswa.</p>



<p>Agenda diskusi selain menghadirkan Ketua Komite Seni Rupa DKI Aidil Usman, &nbsp;nampak pula Kurator Seni Rupa Bambang Asrini Wijanarko, Novelis Fanny Jonathans Poyk dan Kritikus Seni Yusuf Susilo Hartono dengan moderator Amien Kamil.</p>



<p><strong>Konsisten Berkaya Kritikal </strong></p>



<p>“Sepertinya, setelah dia, &nbsp;tidak ada lagi sosok seniman seperti Suhardi yang sangat konsisten dalam berkarya dan kritikal,” ungkap Ketua Komite Seni Rupa DKI Aidil Usman,</p>



<p>Menurut Aidil &nbsp;Usman, sosok Suhardi adalah seniman yang lantang dalam menyampaikan kritik. “setiap peristiwa penting dan bernilai sejarah selalu bisa dijadikan ‘nilai’ dalam setiap karya lukisan Suhardi!” ujar Aidil.</p>



<p>Sementara Fanny&nbsp; Jonathans Poyk &nbsp;mengenal Hardi sejak kanak-kanak umur 6 tahun &nbsp;saat tinggal di Bali&nbsp; dan diajak ayahnya untuk melihat kehidupan para pelukis di Bali menyebut, keseharian Hardi memang sangat peuh kritik. &nbsp;“Itu (Kritik) sebagai bentuk jalur kesenian yang dipilihnya. Kritik terhadap pemerintah itu sebagai bentuk kejujuran dan dia tidak munafik,” paparnya.</p>



<p>Meski banyak yang suka dan tidak suka terhadapnya, menurutnya Suhardi adalah seniman yang memiliki karakter kuat dan spontanitas dengan karyanya.</p>



<p><strong>Perancang Gerakan Seni Rupa Baru</strong></p>



<p>Bernama lengkap R. &nbsp;Soehardi Lahir di Blitar, 6 Mei 1951 dan menyelesaikan kuliah di STSRI ASRI Yogyakarta, kemudian mendapat beasiswa untuk kuliah di Jan Van Eyc Academie, Maastricht, Belanda.</p>



<p>Hardi adalah salah seorang perancang “Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia”. &nbsp;Namanya menjadi viral saat ditangkap Laksuda Jaya pada Desember 1978, karena lukisan foto dirinya, dengan pakaian jendral berbintang berjudul “Presiden tahun 2001, Soehardi&#8221;.&nbsp;</p>



<p>Lukisan tersebut sebagai bentuk protes yang sangat lantang di tengah pemerintah Orde Baru yang sangat represif dan militeristik, juga sebuah perlawanan, sekaligus tantangan yang cukup menantang kepada penguasa.</p>



<p>Kritikus Seni  Yusuf Susilo yang mengenal Hardi&nbsp; sejak 80-an di Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Balai Budaya, Jakarta menyebut,&nbsp; “Suhardi orang yang blak-blakan. Dia sangat percaya diri. Suhardi adalah seniman yang membawa ekponen gaya baru,” katanya.</p>



<p>Suhardi, &nbsp;yang selalu mengusung tema-tema sosial dalam setiap karyanya, &nbsp;menurut Yusuf&nbsp; adalah perupa yang berani melawan dan mengkritik Soeharto. “Namun karya-karyanya banyak dikoleksi anak-anak keluarga Cendana,” kata Yusuf lagi.</p>



<p>Dalam memelihara persahabatan itu antara benci dan rindn rindu. Dia pintar menjalin jaringan dan punya hubungan baik juga dengan penguasa</p>



<p>Tujuannya, jelas Yusuf, untuk menciptakan ‘pasar’ dari karya-karyanya. “Itu merupakan bagian dari marketingnya untuk survival (bertahan hidup),” jelas&nbsp; Hardy</p>



<p>Yusuf &nbsp;juga mengatakan&nbsp; Hardi ingin meniru kesuksesan Raden Saleh dan Basuki Abdullah. “Dia menyebut dirinya sebagai seniman intelektual. Karya-karyanya juga sarat kebangsaan,” &nbsp;kata Yusuf yang &nbsp;berinisiatif mengusulkan Hardi bisa mendapat penghargaan dari pemerintah &nbsp;atas karyanya tersebut. <strong>XPOSEINDONESIA -NS Foto : Dudut &nbsp;Suhendra Putra</strong></p>


<div style="min-height: 535px;; " class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_b85260e7-cb4c-4047-95a6-33437fb5f21a" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-scaled.jpg" alt="diskusi hardi" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">diskusi hardi</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARD-DSP-03I-scaled.jpg" alt="diskusi hard dsp 03i" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">diskusi hard dsp 03i</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17570</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/01/DISKUSI-HARDI-DSP-02-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
