<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Donny Suhendra &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/donny-suhendra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jun 2025 07:13:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Donny Suhendra &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>&#8220;Origin&#8221; – Monumen Terakhir Donny Suhendra, Warisan Abadi Sang Legenda Gitar Indonesia</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/origin-monumen-terakhir-donny-suhendra-warisan-abadi-sang-legenda-gitar-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 07:13:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Demajors]]></category>
		<category><![CDATA[Donny Suhendra]]></category>
		<category><![CDATA[gitaris Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jazz fusion]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Origin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=32059</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo-300x199.jpeg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="donny suhendra photo" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo-300x199.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo-1024x678.jpeg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo-768x509.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo-634x420.jpeg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo-1268x840.jpeg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo-150x99.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo-600x398.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo-696x461.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo-1068x708.jpeg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Dunia musik Indonesia kembali mendapatkan persembahan istimewa dari salah satu maestro gitar terbaik yang pernah dimiliki negeri ini. “Origin”, album terakhir Donny Suhendra, resmi dirilis sebagai monumen perpisahan untuk mengenang perjalanan panjang sang pelopor jazz fusion di Indonesia. Tiga tahun sejak kepergiannya, proyek album Origin akhirnya rampung. Album ini dikerjakan oleh para sahabat terdekatnya seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dunia musik Indonesia kembali mendapatkan persembahan istimewa dari salah satu maestro gitar terbaik yang pernah dimiliki negeri ini. <strong>“Origin”</strong>, album terakhir <strong><a href="https://xposeindonesia.com/tag/donny-suhendra/" data-type="post_tag" data-id="15973">Donny Suhendra</a></strong>, resmi dirilis sebagai <strong>monumen perpisahan</strong> untuk mengenang perjalanan panjang sang pelopor jazz fusion di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiga tahun sejak kepergiannya, proyek album <strong>Origin</strong> akhirnya rampung. Album ini dikerjakan oleh para sahabat terdekatnya seperti <strong>Indra Lesmana</strong>, <strong>Dewa Budjana</strong>, <strong>Tohpati</strong>, <strong>Agam Hamzah</strong>, <strong>Syaharani</strong>, hingga <strong>Barry Likumahuwa</strong>, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Donny terhadap musik Indonesia. Album ini menjadi <strong>warisan berharga</strong>, bukan hanya untuk para pecinta musik jazz dan gitar, tetapi juga generasi musisi muda Indonesia.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Proyek Tak Selesai yang Menjadi Monumen Abadi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah di balik album <strong>Origin</strong> dimulai pada <strong>Maret 2021</strong>, saat Donny mengirim draft lagu berjudul “Origin” kepada <strong>Indra Lesmana</strong>. Namun setelah rekaman awal selesai, komunikasi menjadi sporadis. Donny sempat mengabarkan bahwa ia telah menyiapkan dua lagu tambahan untuk rencana album penuh keduanya. Sayang, takdir mendahului rencana. <strong>Donny Suhendra berpulang pada 19 Juni 2022</strong>, meninggalkan proyek yang belum selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses menyusun album ini menjadi seperti <strong>merangkai puzzle tanpa gambar contoh</strong>. Data rekaman tersebar, beberapa solo gitar terputus, dan banyak file tidak memiliki urutan jelas. Dengan restu dari keluarga, Indra dan Budjana memulai rekonstruksi, menyusun potongan musik menjadi satu kesatuan utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh petikan gitar dalam <strong>Origin</strong> merupakan hasil permainan asli Donny Suhendra. Tak ada tambahan overdub, hanya penyusunan ulang agar fragmen-fragmen tersebut membentuk komposisi utuh. Salah satu lagu tersulit adalah <strong>“Cintaku Negeri”</strong>, di mana <strong>Syaharani</strong> menyanyikan lirik asli Donny yang sebelumnya sempat diragukan oleh sang maestro sendiri. <strong>Dewa Budjana</strong> bahkan menyisipkan potongan solo dari karya lama Donny untuk menjaga orisinalitasnya. <strong>“Kalau fans beratnya Donny pasti tahu, saya ambil dari lagu apa,”</strong> ujarnya.</p>



<iframe style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/2Xbhp3BaYjZlAg9gSxa1uo?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<h3 class="wp-block-heading">Warisan Musik, Visual, dan Semangat untuk Generasi Mendatang</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain proses musik yang rumit, <strong>Origin</strong> juga menampilkan desain visual khas Donny. Ia sempat membuat <strong>mockup fisik album</strong> dengan <strong>simbol lingkaran sunyata</strong> — filosofi tentang kekosongan yang hidup — yang kemudian disempurnakan oleh <strong>Hon Lesmana</strong>, istri Indra. Ini bukan sekadar album musik, tetapi juga <strong>perjalanan spiritual</strong> Donny yang dituangkan dalam bentuk karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu <strong>“Los Feliz”</strong> dipilih oleh Indra dan Budjana sebagai representasi terbaik Donny Suhendra untuk dikenalkan kepada pendengar baru. Nama <strong>Los Feliz</strong> sendiri diambil dari kawasan di <strong>Los Angeles</strong> tempat mereka menginap saat melakukan tur <strong>Java Jazz 1991</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi unik juga hadir dari <strong>Barry Likumahuwa</strong>, yang mengisi akustik bass pada lagu <strong>“Tamu dari Timur”</strong>. Kehadirannya menjadi bentuk interpretasi dari keinginan Donny yang tersampaikan melalui pesan-pesan terakhirnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai bentuk apresiasi lebih lanjut, <strong>Origin</strong> akan dirayakan melalui konser khusus, serta perilisan <strong>CD fisik, vinyl, dan merchandise</strong> resmi melalui label <strong>demajors</strong>. Hasil penjualan akan disalurkan kepada keluarga almarhum Donny Suhendra.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Album ini penting untuk generasi muda,”</strong> kata <strong>Indra Lesmana</strong>. <strong>“Donny Suhendra adalah penanda lahirnya gitaris modern Indonesia.”</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, <strong>Origin</strong> telah tersedia di seluruh <strong>platform digital</strong> mulai <strong>19 Juni 2025</strong>, menjadi <strong>jejak terakhir Donny Suhendra</strong>, sekaligus <strong>monumen bersejarah bagi musik modern Indonesia</strong>. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32059</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/donny-suhendra-photo-300x199.jpeg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
