<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Abdul Qodir bin Aqil &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/abdul-qodir-bin-aqil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Jul 2022 22:51:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Abdul Qodir bin Aqil &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Abdul Qadir  : KPK Lebih Dulu Tetapkan Mardani Maming Sebagai Tersangka, Baru Kemudian Cari-Cari Bukti</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/travel/news/abdul-qadir-kpk-lebih-dulu-tetapkan-mardani-maming-sebagai-tersangka-baru-kemudian-cari-cari-bukti/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/travel/news/abdul-qadir-kpk-lebih-dulu-tetapkan-mardani-maming-sebagai-tersangka-baru-kemudian-cari-cari-bukti/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2022 22:51:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Qodir bin Aqil]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Kuasa hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Mardani H. Maming]]></category>
		<category><![CDATA[penetapan tersangka]]></category>
		<category><![CDATA[persidangan praperadilan Mardani Maming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=11409</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H-Maming-300x200.jpeg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="mardani h maming" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H-Maming-300x200.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H-Maming-1024x683.jpeg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H-Maming-768x512.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H-Maming-150x100.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H-Maming-600x400.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H-Maming-696x464.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H-Maming-1068x712.jpeg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H-Maming-630x420.jpeg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H-Maming.jpeg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kuasa hukum Mardani H. Maming, Abdul Qodir bin Aqil, mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka lebih dulu, baru mencari-cari bukti. Hal ini terungkap dalam persidangan praperadilan yang diajukan Mardani Maming di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Penetapan klien kami sebagai tersangka dilakukan bersamaan dengan diterbitkannya Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) pada 16 Juni 2022,” kata Abdul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kuasa hukum<strong> Mardani H. Maming, Abdul Qodir bin Aqil</strong>, mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka lebih dulu, baru mencari-cari bukti. Hal ini terungkap dalam persidangan praperadilan yang diajukan Mardani Maming di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penetapan klien kami sebagai tersangka dilakukan bersamaan dengan diterbitkannya Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) pada 16 Juni 2022,” kata Abdul Qodir anggota tim kuasa hukum Mardani Maming dari Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU di Jakarta, Selasa 26 Juli 2022. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selain tidak sah karena bertentangan dengan hukum acara pidana, ini juga berpotensi terjadinya penyalahgunaan wewenang karena penegakan hukum ditujukan kepada orangnya, baru kemudian dicari-cari perkaranya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Abdul Qodir bilang, cara-cara seperti itu bertentangan dengan hukum acara pidana dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), melanggar <em>due process of law</em>, dan mengingkari prinsip <em>pro-justitia</em>. Sesuai KUHAP, penetapan tersangka seharusnya hasil dari proses penyidikan sementara terbitnya Sprindik merupakan awal lahirnya wewenang penyidik untuk melakukan penyidikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mardani Maming ditetapkan sebagai tersangka didasarkan atas bukti permulaan yang dihasilkan dari Berita Acara Pemberian Keterangan,” kata Abdul Qodir. “Padahal, KUHAP menegaskan bukti permulaan itu harus didasarkan atas bukti-bukti dari hasil pemeriksaan <em>pro-justitia </em>di tingkat penyidikan, dan bukan di proses penyelidikan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendapat kuasa hukum Bendahara Umum PBNU itu diperkuat oleh keterangan ahli hukum pidana, Flora Dianti. Dalam persidangan praperadilan, dosen Ilmu Hukum Universitas Indonesia itu menegaskan bukti yang diperoleh untuk menentukan tersangka harus melalui proses penyidikan <em>pro-justitia </em>sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 ayat (2) KUHAP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam persidangan, KPK berdalih bahwa mereka memiliki kekhususan berdasarkan atas Pasal 44 Undang-Undang KPK. Menurut KPK, tidak seperti penegak hukum dari Kepolisian dan Kejaksaan yang hanya diperintahkan untuk menemukan suatu peristiwa pidana dalam tahap penyelidikan, KPK sudah diamanatkan untuk menemukan dua bukti permulaan yang cukup dalam tahap penyelidikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Abdul Qodir memandang KPK keliru menafsirkan pasal tersebut. Dia menyatakan, Pasal 44 hanya mengatur tindakan KPK pada tahap penyelidikan untuk menemukan peristiwa pidana yang didukung dua alat bukti permulaan yang cukup. Ketentuan pasal ini, lanjut Abdul Qodir, tidak dapat dimaknai bahwa penyidik dapat langsung menentukan seseorang sebagai tersangka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dalam Pasal 44, tidak ada satu ayat pun yang memberi justifikasi bagi KPK untuk dapat menetapkan tersangka melalui bukti yang didapatkan melalui proses penyelidikan,” kata Abdul Qodir. “Apalagi dalam perkara ini, klien kami tidak tertangkap tangan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dia bilang, pasal tersebut harus dibaca bersamaan dengan Pasal 38 dan 45 Undang-Undang KPK. Pasal 38 dan 45 jelas menyatakan bahwa penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan yang diatur dalam hukum acara pidana berlaku bagi penyelidik, penyidik, dan penuntut umum pada KPK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Itu artinya KUHAP menjadi referensi utama proses penyelidikan dan penyidikan bagi KPK, dan dalam KUHAP penetapan seseorang sebagai tersangka ada di tahap penyidikan, yakni apabila ditemukannya bukti dalam tahap penyidikan <em>pro-justitia</em>.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena KPK menetapkan Mardani Maming sebagai tersangka hanya berdasarkan atas proses penyelidikan, maka keterangan-keterangan saksi tidak diambil di bawah sumpah. Bukti pun didapat tanpa berita acara penyitaan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Alhasil, keterangan saksi dan bukti yang didapat KPK tidak bisa dianggap sebagai alat bukti untuk menetapkan klien kami sebagai tersangka karena belum dilakukannya proses <em>pro-justitia</em>,” kata Abdul Qodir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, Abdul Qodir memandang KPK harus menyadari, setelah Undang-Undang KPK direvisi pada 2019, telah terjadi perubahan paradigma politik hukum dalam Undang-Undang KPK. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Undang-Undang KPK yang lama, prosedur yang diatur dalam undang-undang lain tidak berlaku bagi KPK. Namun, Undang-Undang KPK yang baru justru menegaskan bahwa seluruh rangkaian tindakan KPK, baik penyelidikan, penyidikan, maupun penuntutan, harus tunduk kepada hukum acara pidana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seharusnya KPK terlebih dahulu memeriksa kembali saksi-saksi dalam proses penyidikan yang sebelumnya telah diambil keterangannya dalam proses penyelidikan,” saran Abdul Qodir. “KPK harus mengumpulkan dan meningkatkan status barang bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan untuk menjadi alat bukti yang sah dalam proses penyidikan, setelahnya barulah dapat ditetapkan tersangkanya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 16 Juni 2022, Mardani Maming, Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, periode 2010-2018 ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait pelimpahan Izin Usaha Pertambangan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mardani Maming kemudian mengajukan permohonan praperadilan atas status tersebut. Persidangan praperadilan itu dimulai sejak Selasa, 19 Juli 2022 dan akan berakhir dengan putusan pada Rabu, 27 Juli 2022. <strong>XPOSEINDONESIA- Foto : Dokumentasi</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/travel/news/abdul-qadir-kpk-lebih-dulu-tetapkan-mardani-maming-sebagai-tersangka-baru-kemudian-cari-cari-bukti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11409</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H-Maming-300x200.jpeg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Kata Ahli Hukum Pertambangan: Pelimpahan IUP oleh Mardani Maming Tidak Langgar UU Minerba</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/travel/news/kata-ahli-hukum-pertambangan-pelimpahan-iup-oleh-mardani-maming-tidak-langgar-uu-minerba/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/travel/news/kata-ahli-hukum-pertambangan-pelimpahan-iup-oleh-mardani-maming-tidak-langgar-uu-minerba/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2022 22:23:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Qodir bin Aqil]]></category>
		<category><![CDATA[Denny Indrayana]]></category>
		<category><![CDATA[Izin Usaha Pertambangan (IUP)]]></category>
		<category><![CDATA[Mardani H. Maming]]></category>
		<category><![CDATA[PT Bangun Karya Pratama Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[PT Prolindo Cipta Nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=11404</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H.-Maming-300x200.jpeg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="mardani h. maming" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H.-Maming-300x200.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H.-Maming-1024x683.jpeg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H.-Maming-768x512.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H.-Maming-150x100.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H.-Maming-600x400.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H.-Maming-696x464.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H.-Maming-1068x712.jpeg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H.-Maming-630x420.jpeg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H.-Maming.jpeg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ahmad Redi, Ahli Hukum Pertambangan, berpendapat Mardani H. Maming tidak melanggar Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara saat menandatangani Surat Keputusan Bupati Tanah Bumbu tentang Persetujuan Pelimpahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari PT Bangun Karya Pratama Lestari (PT BKPL) kepada PT Prolindo Cipta Nusantara (PT PCN). Pendapat Ahmad Redi membantah pendapat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ahmad Redi</strong>, Ahli Hukum Pertambangan, berpendapat<strong> Mardani H. Maming</strong> tidak melanggar Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara saat menandatangani Surat Keputusan Bupati Tanah Bumbu tentang Persetujuan Pelimpahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari PT Bangun Karya Pratama Lestari (PT BKPL) kepada PT Prolindo Cipta Nusantara (PT PCN). Pendapat </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ahmad Redi membantah pendapat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa penerbitan surat keputusan itu telah melanggar Pasal 93 ayat (1) Undang-Undang Minerba.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasal 93 ayat (1) Undang-Undang Minerba menyatakan sebagai berikut. <em>“Pemegang IUP dan IUPK tidak boleh memindahkan IUP dan IUPK-nya kepada pihak lain.”</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ahmad Redi, dari konstruksi norma pasal tersebut, jelas terlihat bahwa larangan pemindahan IUP dan IUPK ditujukan kepada pemegang IUP dan IUPK. “Karenanya, ketentuan ini tidak dapat ditujukan kepada subjek norma lain, seperti Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), gubernur, bupati, atau walikota,” kata Ahmad Redi yang menyampaikan pendapat ahlinya dalam Persidangan Permohonan Praperadilan yang diajukan Mardani Maming di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 25 Juli 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, kuasa hukum Mardani Maming, <strong>Abdul Qodir bin Aqil,</strong> mengatakan kliennya telah mempertimbangkan aturan hukum pertambangan dan administrasi pemerintahan saat meneken surat keputusan tersebut pada 16 Mei 2011. Surat keputusan bupati itu, menurut Abdul Qodir, telah didasarkan atas adanya perjanjian antara PT BKPL dan PT PCN dan rekomendasi pelimpahan dari Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, ketika IUP dalam surat keputusan tersebut berakhir, Gubernur Kalimatan Selatan memperpanjangnya dengan surat keputusan tentang persetujuan perpanjangan IUP pada 2017. IUP milik PT PCN itu pun kemudian mendapatkan sertifikat “<em>clean and clear</em>” dari Kementerian ESDM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semua itu membuktikan bahwa seluruh tahapan dan substansi perolehan IUP oleh PT PCN telah memenuhi syarat menurut kaidah hukum pertambangan,” kata Abdul Qodir di Jakarta, Selasa 26 Juli 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, ahli Hukum Pidana, Aan Eko Widiarto, berpendapat bahwa frasa “<em>tidak boleh</em>” dalam Pasal 93 ayat (1) Undang-Undang Minerba tidak mengandung sanksi karena lebih merupakan anjuran daripada larangan. “Bandingkan dengan kata <em>dilarang </em>yang sudah dapat dipastikan terhadap perbuatan dimaksud ada sanksi yang menyertainya, baik sanksi pidana maupun sanksi administrasi,” katanya di persidangan praperadilan yang sama belum lama ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sanksi pidana terkait pasal tersebut baru dicantumkan saat Undang-Undang Minerba direvisi pada 2020. Karenanya, sanksi pada Undang-Undang Minerba setelah revisi pada 2020 tidak dapat dikenakan kepada surat keputusan yang diteken Mardani Maming pada 2011.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Oleh karena itu, pelimpahan IUP dimaksud harus dianggap sah dengan pertimbangan keputusan tersebut tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan waktu itu dan belum ada keputusan tata usaha negara yang membatalkannya,” kata Abdul Qodir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 16 Juni 2022, Mardani Maming, Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, periode 2010-2018, ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait pelimpahan Izin Usaha Pertambangan. Bendahara Umum PBNU itu kemudian mengajukan permohonan praperadilan atas status tersebut. Persidangan praperadilan itu dimulai sejak Selasa, 19 Juli 2022, dan akan berakhir dengan putusan pada Rabu, 27 Juli 2022<strong>. XPOSEINDONESIA Foto : Dokumentasi </strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/travel/news/kata-ahli-hukum-pertambangan-pelimpahan-iup-oleh-mardani-maming-tidak-langgar-uu-minerba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11404</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/07/Mardani-H.-Maming-300x200.jpeg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
