Addie MS Tak Diharapkan Ortu Terjun ke Musik

21 September 2020

Di era 80-an,  banyak orang tua yang masih meragukan anaknya bisa  bermasa depan cerah, jika memilih profesi menjadi  musisi.

Begitupun yang dialami komposer dan kondukter terkenal, sekaligus pimpinan dan pendiri Twilite OrchestraAddie Muljadi Sumaatmadja atau yang disapa dengan Addie MS. 

Saat ditemui di kediamannya,  untuk wawancara IG Live Bens Leo, pria kelahiran 7 Oktober 1959 yang telah meniti karier di dunia musik sejak tahun 1979  itu, mengaku  pada awalnya sempat tidak mendapat izin  main musik dari sang ayah, Bandi Sumaatmadja

Alasannya? “Papa menginginkan saya memimpin perusahaan. Papa meragukan masa depan  saya di bidang musik,” kata Addie yang ditemani sang isteri, yakni  penyanyi Memes. 

Walaupun mendapat penolakan, ini tidak membuat Addie MS menjadi  patah semangat. Justru ia  sangat yakin dengan  pilihan kariernya  di bidang musik sebagai pilihan hidupnya.

“Jadi aku sendiri sebetulnya juga nggak ngerti kenapa passion aku  ke musik, karena dari kecil sebetulnya aku malah ingin jadi arsitek.  Papa engga izinin jadi musisi,  karena masa depan musisi nggak jelas, aku disuruh menjadi pengganti papa di perusahaannya. Tetapi aku enggak suka bidangnya, karena aku lebih suka dengan musik,” cerita Addie MS.

Tahun 1982 Addie MS melakukan rekaman orkestra pertama kali untuk album Vina Panduwinata di Filipina. Kemudian,  disusul setahun kemudian pada tahun 1983, saat berusia 22 tahun, ia diberi kepercayaan memimpin pentas orkestra untuk Titiek Hamzah, di Chile, Amerika Selatan. Saat itu Addie MS menjadi kondaktur orkestra termuda.

“Aku engga pernah bikin orkestra besar yang serius untuk pop. Tetapi aku disuruh membuat aransemen lagu Titiek Hamzah untuk konser di Chile tahun 1983. Arasemen lagu sudah hampir selesai, awalnya aku engga mau tetapi yaudah aku coba yang memimpin, alhamdulillah juara 3, itu termasuk juara terbaik tingkat dunia,” ujar Addie MS.

Addie MS menikah dengan Memes tahun 1987 dan dikaruniai 2 anak laki-laki, Kevin Aprilio dan Tristan Juliano. Lalu, pada tahun 1990-1991, Addie MS mendirikan Twilite Orchestra dan berpindah dari musik industri ke musik simfonik. 

Bersama dengan Twilite Orchestra, Addie MS mengarasemen lagu Indonesia Raya tahun 1995. Namun, hal ini sering disalah persepsikan. 

“Soal Indonesia Raya itu sebenarnya bukan inisiatif pemerintah. Aku bukan ditugaskan oleh pemerintah. Tahun 1995 aku kepikiran untuk mengarasemen lagu Indonesia Raya karena saat itu lagu Indonesia Raya yang dipublikasikan terdengar kresek-kresek (tidak jernih). Karena engga diresmikan dan takut salah karena ada aturannya, engga bisa sembarangan arasemen khusus lagu Indonesia Raya,” ujar Addie MS.

Ketika tahun 1997, Youk Tanzil menayakan rekaman lagu Indonesia Raya kepada Addie MS untuk membuat sebuah video. Memang saat itu sulit ditemukan rekaman lagu Indonesia Raya dengan kualitas jernih. Oleh karena itu, Addie MS ingin mengarasemen lagu Indonesia Raya tetapi tidak memiliki dana yang cukup. 

Saat itu Youk Tanzil yang merupakan pengusaha, membantu mendanai Addie MS untuk mengarasemen ulang lagu Indonesia Raya. Arasemen lagu berdasarkan partitur dari musisi Belanda bernama Josef van Cleber. 

“Aransemen lagu Indonesia Raya yang lebih jernih dan dipakai sampai saat ini dalam Album Simfoni Negeriku dan kita rekam beberapa lagu-lagu perjuangan, lagu nasional lainnya seperti hari merdeka,” kata Addie MS.

Addie MS juga pernah mengarasemen lagu Chrisye tahun 1984. Saat mengarasemen lagu tersebut, Addie MS membuat dengan gaya yang minimalis. Ia hanya menggunakan piano saja. 

“Arasemen yang paling minimalis yang pernah aku bikin. Sekarang lagu itu jadi ramai lagi karena dipakai di film ‘Bebas’,” ujar Addie MS.

Karya-karya Addie MS sangat luar biasa. Addie MS juga pernah menjadi illustrator musik film, salah satu filmnya yaitu ‘Biola Tak Berdawai’. Addie MS mendapat penghargaan ‘Musik Film Terpuji’ Festival Film Bandung tahun 2004 untuk musik film ‘Biola Tak Berdawai’.   XPOSEINDONESIA/Resa Saphira. Foto Dudut Suhendra Putra

 

More Pictures

 

 

 

 

 

 

 

 

Last modified on Monday, 21 September 2020 17:17
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...