2nd Reyog Jazz Ponorogo : Bukan Sekadar Festival Musik Biasa

02 October 2019

Setelah sukses menggelar  Reog Jazz  pada 2017, untuk  kedua kalinya,  pemerintah Kabupaten Ponorogo  menggelar  Reog Jazz Ponorogo (RJP) yang akan diselenggarakan  pada 11-12 Oktober 2019 . 

Tetap bekerja sama dengan Warta Jazz, RJP  menempatkan panggung  di tempat eksotis, di atas telaga alami bernama Ngebel, yang terletak  di kaki gunung Wilis, 30 kilometer dari pusat kota Ponorogo.

“Dari posisi lokasi dan topografi, Reog Jazz Ponorogo merupakan salah satu festival jazz yang unik di Indonesia,” ungkap Agus Setiawan Basuni, Founder sekaligus Festival Director acara ini dalam press conference di FX Senayan, Jakarta Pusat, 1 Oktober 2019, tentang  tempat penyelenggaraan RJP atau Jazz Telaga di Atas Bukit.

Menurut Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, selain lokasi panggung yang eksotis, terutama di saat senja, konsep musik dalam RJP  yang ditampilkan pun ada yang sedikit berbeda dari kebanyakan festival jazz yang ada di Indonesia. 

“Pada Reog Jazz Ponorogo  kami menyuguhkan musik kolaborasi  antara musik jazz dan musik tradisional, khas daerah kami Reog,”ungkap Bupati Ipong Muchlissoni. 

Seperti kita tahu,  dalam musik Reog,  terdapat tabuhan yang memperdengarkan perpaduan irama yang berlainan antara kethuk kenong dan gong yang berirama selendro dengan bunyi slompret yang berirama pelog.

“Sehingga perpaduan jazz dan  musik reog  itu akan menghasilkan irama yang terkesan magis,” kata Bupati  sambil menyebut Denny Chasmala bersama kelompok Ber6 akan berkolaburasi  dengan musisi lokal  dari Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Muhamadiyah pada bagian ini.

Panggug RJP   sendiri akan menampilkan sejumlah  nama tenar dari lokal antara lain, Fariz RM Anthology, (terdiri dari Fariz Roestam Moenaf, Adi Darmawan, Eddy Syakroni dan Iwan Wiradz),  kemudian  Sierra Soetedjo  yang hadir dengan Tiyo Alibasjah (gitar) dan Dony Koeswinarno (flute/sax).

Sementara itu dari komitas jazz tuan rumah akan tampil Mrs Holdingsky & The Apprentice- Jazzthilan Community (Ponorogo), Adity Ong Trio Feat JJ (Solo Jazz Society Jawa Tengah) dan Siluet (Komunitas Jazz Madioun Jawa Timur.

Dari barisan nama musisi manca negara tercatat ada nama  Yvon Thibeault (kanada), Bennet Brandeis (AS), Brandon Julio (Indonesia) da Gala Ga (penyanyi Rusia) yang tergabung dalam Batur Band

Festival  jazz yang sengaja dirancang tidak  memperlakukan harga tiket alias gratis ini, mengharapkan penontonnya lebih dulu mendaftarkan diri   untuk mendapatkan undangan gratis via www.reyogjazz.com .

“Saya memprediksikan pergelaran Reyog Jazz  ini akan ditonton lebih dari 10 ribu orang,"  kata Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo,  Agus Sugiarto menyebut pertunjukan RJF ini bukan hanya semata sebuah pagelaran musik.  “Apa yang akan dilakukan oleh teman-teman  musisi dari Jakarta  yang bekerja sama dengan mahasiswa Muhamadiyah di sini,  terlihat ada proses kolaburasi,  regenerasi sekaligus pelestarian. Jadi ada manfaat multi dimensi yang dihasilkan oleh Reog Jazz Ponorogo,"ungkapnya 

Agus Basuni menambahkan, pada RJP 2019 akan dilibatkan Komunitas Resik Resik. "Kita ingin mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan masalah lingkungan. Agar pada pelaksanaan di hari H, di Telaga Ngebel bisa tetap bersih sebelum acara dan tetap akan bersih sesudah acara." ujar Agus.  XPOSEINDONESIA- Foto  : Nini Sunny

More Pictures

 

 

Last modified on Thursday, 03 October 2019 10:43
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...