Dwiki Dharmawan ke Afsel  : Diplomasi  Kendang Sunda dan Ulos

20 September 2019

Salah satu musisi jazz Indonesia yang paling rajin sekaligus atraktif  untuk mencari jalan dan membuka pentas di luar negeri, bisa dipastikan adalah Dwiki Dharmawan.

Minggu depan pada 26 dan 29 September,  ia  akan bergabung dengan beragam musisi jazz dunia, dalam  festival Standard Bank Joy of Jazz 2019 yang diselenggarakan di Santon Konga State, Johannesburg, Afrika Selatan. 

“Itu adalah festival jazz tertua di Afrika Selatan. Dan menjadi  pengalaman resmi  saya  manggung di 71  negara!” katanya dalam  press conference tentang keberangkatannnya ke Afsel di café Ully Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2019).

Dwiki bakal membawa personil band yang terdiri dari Ita Purnamasari, sang istri (Vocal),  Cucu Kurnia (Kendang Sunda), Rudi Zulkarnaen (Akustik dan Elektrik Bass).

Khusus untuk penampilan di Afsel, Dwiki sudah menyiapkan sejumlah karya instrumental  yang diambil dari beberapa album solo studio miliknya,  yang rata-rata direkam  di luar negeri.   Misalnya  album “So Far So  Close” (2015)  direkam di Amerika, “Pasar  Klewer” (2017)  direkam di London, “Rumah  Batu” (2018) direkam di Barcelona .

“Ada sekitar 7 hingga 8 lagu yang saya ambil dari album solo untuk kami mainkan. Bukan hanya itu,  saya juga merencanakan berkolaborasi dengan musisi jazz asal Afrika Selatan Sisonke Xonti,” kata  Dwiki 

Untuk lagu bervokal, Ita Purnamasari dipersiapkan menyanyikan lagu “Lir Ilir” dan “Lamarera Dreams”. 

“Saya mencoba lebih mengekplorasi lagu ini,  apalagi mas Dwiki memberikan kebebasan untuk itu,” kata Ita.

Kendang Sunda  Berjumpa Ulos

Menampilkan ciri khas Indonesia di pentas musik dunia,  memang menjadi pilihan cerdas Dwiki  saat tampil di panggung internasional. Khusus untuk pagelaran di Afsel, Dwiki memilih menggunakan alat musiK  KendaNG Sunda  sebagai ciri kuatnya.

“Musik etnis Indonesia disukai  orang asing, karena unik dan berbeda. Dan sebagai bangsa Indonesia, saya beruntung memiliki banyak etnis dan suku, sehingga saya bisa memainkan banyak musiK tradisi,” tutur Ketua Anugerah Musik Indonesia ini.

Dwiki juga menyebut Kendang Sunda  kali ini merupakan dukungan dari propinsi Jawa Barat. “Saya berterima kasih sama Pemerintah Propinsi Jawa Barat khususnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang telah memberikan dukungan melalui BJB dengan memberikan saya Kendang Sunda,”

Bukan hanya soal  musik yang wajib punya sentuhan Indonesia,  dalam  penampilan di atas panggung nanti, Dwiki  telah mempersiapakan  diri  mengenakan pakaian khas Sumatera Utara yang didesain Keke Marpaung. “Busana yang saya gunakan adalah khas Sumatera Utara. Kain ulos nya nanti  didesain menarik sehingga kekuatan Indonesia sangat kental  di atas panggung. Selain  ada Kendang Sunda, ada Ulos  yang saya pakai,” tambahnya.

Di luar soal persiapan untuk panggung, Dwiki mengaku  akan membawa brosur brosur soal Indonesia. Hah? Untuk apa? 

“Afrika Selatan menjadi salah satu negara yang sudah bebas visa ke Indonesia. Sayang, kalau kita tidak memperkenalkan Indonesia lebih agresif,” ungkap ayah satu anak  bernama Muhammad Fernanda Dharmawan ini. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures

 

Last modified on Friday, 20 September 2019 16:17
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...