BNI Java Jazz 2019 : Meraih Pengunjung Milenial

17 January 2019

BNI Java Jazz Festival ke 15  kembali akan diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 1 hingga 3 Maret 2019 mendatang. Mengusung konsep bernuansa musik Broadway juga Motown dan mengangkat tagline 'Music Unites Us All'.

Dalam press conferece pertama yang digelar di No Boundary Cafe, Kemang Raya, Jakarta Selatan, (16/1/2019), Direktur Utama PT Java Festival Production Dewi Gontha mengungkap memang segaja menggunakan tagline tersebut.

Terutama setelah melihat situasi dan kondisi masyarakat Indonesia yang memanas akibat suhu politik menjelang pemilihan Presiden pada 17 April mendatang, dan Java Jazz ingin menyampaikan pesan bahwa musik dapat merekatkan seluruh komponen. 

“Musik tidak mengenal latar belakang dan semua bisa bersama mengikuti perayaan musik, karena itu kami membuat tagline itu," ujar Dewi.

Java Jazz yang pada tahun ini menginjak usia ke-15,  menurut Dewi menjadi istimewa, “di mana bagi  kami, di setiap kelipatan lima tahun itu merupakan momen berarti. Untuk itu, kami mengusung konsep broadway yang mana itu sebuah pertunjukan live yang megah, sedangkan motown secara musikalitas lebar sekali, jadi nanti ada teman-teman yang membawakan jenis musik itu," papar Dewi Gontha.

Dewi menyebut, sesungguhnya tidak ada yang berbeda dalam penyelenggara festival jazz  kali ini,  terutama jika ingin dibandingkan dengan 14 kali penyelenggaraan sebelumnya.

“Tahun ini kami menyiapkan 11 panggung, dengan penampilan 70 nama musisi  lokal, dan 40 musisi asing, serta terdapat 10.000 tenaga kerja yang terserap untuk 3 hari penyelenggaraan,” ungkapnya.

Dewi menyebut, kalaupun ada perubahan pada Java Jazz kali ini,  lebih  tepatnya  disebut pergeseran pada  target usia pengunjung. “Sebelumnya kami menyasar penonton dengan rentang usia 24-45 tahun, kali ini kami menyasar usia antara 18-34 tahun.

Pengubahann ini  memang disengaja  karena "Kami mau mengubah dan mengembangkan pasar baru," ucap Dewi. Pengubahan ini  terlihat pula pada beberapa nama musisi penampil yang digemari kategori usia milenial.

Program Director Nikita Dompas menyetujui pendapat Dewi. Ia misalnya, lantas menjelaskan alasan dipilihnya para musisi  yang dimunculkan pada 'Special Show.' Pertimbangan utamanya, katanya, adalah keberagaman genre serta generasi.

"Band legendaris TOTO datang dengan member asli yang tersisa. Kemudian, Java Jazz juga memberi kesempatan untuk pendatang baru mengisi Special Show, dan tahun ini ada Raveena. Sementara H.E.R yang meraih lima nominasi Grammy Awards 2019 kami pilih karena mewakili generasi millennial," kata Niki lagi.“

Selain ketiga penampil utama tersebut, JJF tahun ini juga dimeriahkan sejumlah musisi internasional seperti grup R+R=NOW, Allen Hinds & L.A Super Soul, Bob James Trio, Cyrus Chestnut Trio, Donny McCaslin, Gogo Penguin, Masego, The Funny Knuckles, The Soul Rebels, dan lainnya.

Dari Indonesia, ada penampilan sekitar 70 musisi seperti Andien, Ardhito Pramono, Barry Likumahuwa Tribute to Roy Hargrove, Endah N Rhesa Extended, Idang Rasjidi & The Syndicate, Isyana Sarasvati, Kunto Aji, Parkdrive, Teddy Adhitya, serta ZAD (Zendhy Kusuma, Andra Ramadhan, Denny Chasmala).


Tiket Java Jazz Festival  sudah bisa didapat, dijual seharga Rp750 ribu per hari dan Rp1,76 juta untuk tiga hari.

Untuk bisa menyaksikan 'Special Show,' penonton membayar tambahan tiket sebesar Rp355 ribu untuk TOTO, Rp175 ribu untuk H.E.R, dan Rp125 ribu untuk Raveena. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Thursday, 17 January 2019 14:42
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...