Selasa, Januari 6, 2026

Rio Sidik, The Man with The Horn

All the Girls n Boys They wanna see him play. Nobody else they wanna see him play. And he brings a tear to the eye. He’ll make you Smile of make you Cry. And Nobody asks him why. Cause they just wanna see him Play. ….

“The Man with the Horn” adalah salah satu karya dari drummer Phil Collins. Masuk pada  solo album ketiganya, No Jacket Required, yang dirilis tahun 1985. Sejatinya bukan lagu yang sempat populer atau salah satu lagu paling nge-hits. Tapi tetap menjadi salah satu karya Phil Collins yang memiliki cukup banyak penggemar.

Dan lagu yang konon merupakan bentuk apresiasi dan respek Phil Colins terhadap para pemain tiup, teristimewa trumpet. Lebih khususnya dialamatkan pada sosok seorang legenda, Miles Davis. Membuktikan betapa berartinya penampilan pemain trumpet.

Dan tentang trumpetist lokal di sini, mungkin belum begitu banyak. Hanya segelintir saja. Karim Tess misalnya, Didit Maruto. Ada juga kakak beradik dari The (Big) Kids, Idham dan Iromy Noorsaid. “Turunan” dari mereka sampai pada satu nama ini, Rio Sidik. Ada lagi satu trumpetist lain, Rio dari kelompok fusion, Black Fantasy. Tapi yang ini, Rio Sidik, pemain trumpet berdarah Jawa Timur, Surabaya tepatnya. Secara musik, ia “dibesarkan” di Bali.

Tapi saat ini Rio Sidik berdomisili di Bandung. Bolak-balik sih jadinya, begitu terangnya, Bandung ke Jakarta dan ke Bali. Karena, terangnya lagi, gig dan order manggung tentu saja tetap lebih banyak di kedua kota itu.

Istri dan anaknya memang di kota Bandung. Dan ia menikmati betul, perjalanan wara-wiri itu. “Biarin deh besar di jalan. Yang penting tetap terus bermusik.” Sejauh ini, ia belum berpikir memboyong keluarga kecilnya pindah ke ibukota. Kan pilihan kereta api banyak, apalagi ada juga kan Whoosh.

Sebenarnya Rio Sidik, lebih banyak tampil secara solo. Ia lantas menjadi very special guest star. Atau menjadi special featuring musician, di berbagai proyek solo, dan apalagi untuk band. Ia juga seringkali menjadi Bintang tamu spesial di banyak konser-konser besar.

Trumpetist yang memang berasal dari keluarga seniman, khususnya musik. Terutama nyanyi dan pemain trumpet. Ia lahir pada 13 Juli, dengan tahun lebih dipilihnya untuk tidak diungkapkannya.

Mulai main trumpet, mencoba-coba dulu, saat usianya 8 tahun. Pada saat usianya menginjak 13 tahun, ia sudah diajak oleh salah satu kakeknya untuk mendukung sebuah bigband, di Surabaya. Kakeknya, Daryono, memang trumpetist. Kakeknya sekian waktu menjadi pemain tiup untuk Bubi Chen.

Rio mempunyai grup band tetap pada waktu lalu, Saharadja Namanya. Memainkan warna world music yang meriah. Berikutnya, ia juga memiliki teman-teman bermain tetap untuk tampil regular di sebuah clubs di Bali. Terakhir, di penghujung 2025 lalu, Rio Sidik diundang tampil di Jakarta.

Iapun mengajak para pemain muda. Ilham Septia (bassist), Yonathan Godjali (pianist) dan Fuad Rudyan (drums). Mereka para musisi muda Bandung, yang memang sering bermain bersamanya, terutama kala menerima gig di kota Bandung. Di Bandung, ia juga rutin tampil, walau saat ini tidak tampil regular.

Kami latihan, workshop bersama. Kalau ada gig, semua bisa ya kita jalan deh. Kayak di Jakarta ini. Menyenangkan bermain dengan teman-teman muda ini. Main bagus, taste bagus juga. Dan mereka penuh semangat.

Rio juga tampil tak hanya bermain trumpet. Ia juga menyanyikan beberapa buah lagu. Dan pada kesempatan malam itu, ia sempat mengundang Nadine Adrianna, pianis muda Bandung, untuk ikut tampil secara jammin’.

Selain Nadine, juga ada gitaris senior, Agam Hamzah, yang didaulat untuk naik panggung untuk jammin’ bersama. Alhasil, panggung menjadi tambah ramai dan meriah. Tentu saja penonton terhibur.

Menontonnya senang. Terasalah, bahwa hatipun bergembira. Tiupan trumpet Rio memang menyihir penonton. Untuk menikmati betul permainannya. Dan, silahkan, mengaguminya. Rio dan para musisi muda sukses menghangatkan venue Deheng Lounge di Deheng Hose, Jalan Taman Kemang Jakarta di malam itu.

Brother Rio, kapan perform lagi? Mainkan lagu-lagunya Miles Davis dong. Rio tergelak, serius memang suka kalau banyak lagu Miles Davis? Nanti pusing ga… Etapi gini, nontonmu dan dengerin permainan trumpetmu itu bikin badan ini bisa makin sehat dan segar…. XPOSEINDONESIA/dM

Must Read

Related Articles