Kamis, Maret 12, 2026

Sinyalturahmi, Kolaborasi Relijius Candil dan Bubi Sutomo

Dan Ramadhan pada tahun 2026, terasa makin ramai, justru di hari-hari jelang Hari Idul Fitri. Ada sebuah pola produksi yang tidak biasa, bahwa produk musik relijius untuk Ramadhan tidak direlease dari awal bulan suci. Kalau sebelumnya, di tahun-tahun silam, bahkan ada yang merilis single atau album, sebelum memasuki bulan puasa.

Di tahun ini, Sinyalturahmi direlease, sekitar 2 minggu sebelum Idul Fitri. Mengetengahkan Trilagu, yang mengedepankan vokal dari rocker, Candil. Sebuah pemunculan relatif baru dari seorang Candil yang “rocker juga manusia” itu. Kali ini tak hanya menyuarakan rock, tapi bahkan jazzy dan bossas. Oho! Eits masih ditambah, kali ini Candil juga berduet!

Kalau ditelisik lebih lanjut dan mendalam, rilisan terbaru berupa “mini-album” yang terdiri dari 3 lagu ini juga punya nilai tambah yang tak kalah “eksotis”. Adalah seorang Bubi Sutomo, kibordis yang dikenal lewat Elfa’s Music Studio Bandung lalu terutama, Indonesia 6. Juga salah satu pendiri Kahitna. Bagaimana tetiba ia tampil lagi, sebagai produser rekaman, setelah produksi musiknya yang pernah dirilis itu terakhir di tahun 2002. Lama nian!

Menurut Candil, trilogi berupa trilagu ini merupakan perjalanan musikal sekaligus spiritual yang doski rasakan selama Ramadhan. Menurutnya, “Pengen Ramadhan tahun ini punya warna suara yang beda. Dari gahar, ke megah, lalu berakhir hangat. Ini perjalanan frekuensi spiritual gue yang gue sebut Sinyalturahmi,” ujar Candil. Melalui proyek ini, Candil berharap dapat menghadirkan pengalaman mendengarkan musik religi yang lebih segar, eksploratif, dan relevan dengan generasi masa kini.

Semoga kelak bisa mendapat atensi en apresiasi positif dari kalangan muda, generasi milenial ataupun gen-zi misalnya. Begitu harap Candil, yang juga diiyakan oleh Bubi Sutomo, yang mengatakan, “Kami memang sengaja tidak ingin membuat lagu religi yang terasa klise. Justru kami mencoba menghadirkan eksplorasi aransemen yang lebih luas, mulai dari pop rock, orkestrasi besar hingga sentuhan jazz dan bossa”

Lalu lanjut Bubi, Candil itu punya karakter vokal yang sangat kuat, dan hal tersebut itu  mendorong kami untuk menjadikannya semacam pusat energi dari trilagu ini. Enerji positif, yang sekaligus juga pembeda. ” ujar Bubi Sutomo, produser musik mini album Sinyalturahmi.

Tentu saja konsep rilisan mini-album Ramadhan ini saja, sebenarnya sudah menjadi pembeda. Membedakan dari lagu-lagu relijius untuk Ramadhan, yang tersedia di pasar, terutama di tahun ini. Ada 3 lagu, dengan berbeda pula sajian musiknya. Ada yang mengandung unsur pop rock yang tebal. Lalu yang sedikit lebih gahar, rada metal tapi dengan dikolaborasikan dengan kemegahan orkestra, jadinya terkesan dramatis. Lantas sajian yang hangat dan santai, musiknya light yang meng-entertain betul. Pilihannya itu lho pop, jazzy and bossas.

Eh iya, bagaimana tidak surprise, kali ini Candil ditampilkan berduet. Dengan penyanyi cewek bersuara empuk dan renyah, Saniyah. Sudah berduet, itu pengalaman pertamanya so pasti. Mana lagi musiknya bossa, jazzy. Seru tidak, menyanyi santai en relax begitu? Ini jadi koleksi penting nih. Kapan lagi Candil tampil “sangat unik” begini?

Ada peran orkestra yang dilibatkan oleh Bubi Sutomo dalam rekaman trilagu ini. Betewe, istilah trilagu disodorkan oleh Candil demikian pula halnya dengan istilah Sinyalturahmi. Kembali ke orkestra, Bubi mengajak serta Eki Satria yang memboyong Garudayasa Philharmonic Orchestra-nya untuk menebalkan suasana megah, bernuansa dramatis dalam sajian trilagu mini album ini. Dan, dapat dong!

Trilagu dalam Sinyalturahmi ini adalah , “Ya Ramadhan”, bersuasana pop rock yang kuat menonjolkan performance khas Candil yang ngerock vokalnya itu. Lalu, “DenganMu”, yang pada sisi lirik mengandung pesan kontemplatif dan reflektif. Menyentuh, apalagi balutan musiknya, menambah nuansa megah dan dramatisnya.

Lalu lagu ketiga, “Bermaafan Bersalaman”. Dalam lagu ini ada pesan khusus dititipkan dalam liriknya, mengenai kemenangan sejati dalam Ramadhan adalah sebenarnya kemampuan untuk saling memaafkan. Suasana lagu ini memang santai, relax dan menyenangkan…

Kampanye musik “Sinyalturahmi: Trilagu Ramadhan” juga mendapat dukungan dari Telkomsel sebagai sponsor yang melihat keselarasan kuat antara pesan karya ini dengan semangat konektivitas yang selalu dihadirkan Telkomsel bagi masyarakat Indonesia. Bagi Telkomsel, Ramadhan merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan antar manusia, baik secara langsung maupun melalui koneksi digital.

“Telkomsel percaya bahwa konektivitas bukan hanya soal jaringan, tetapi juga tentang menjaga hubungan dan silaturahmi. Melalui kolaborasi bersama Candil dalam proyek ‘Sinyalturahmi’, kami berharap pesan kebersamaan dan refleksi spiritual di bulan Ramadhan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia.”

Begitulah, semoga Ramadhan ini akan berlangsung dengan sebaik-baiknya, menuju Hari Kemenangan yang penuh kegembiraan, kesukacitaan dan penuh puji syukur. Selamat Idul Fitri. XPOSEINDONESIA/dM

Must Read

Related Articles