Nama Ruth Sahanaya telah menjadi salah satu ikon musik Indonesia yang konsisten bertahan dan terus relevan selama lebih dari tiga dekade. Penyanyi yang akrab disapa Uthe ini dikenal sebagai pemilik vokal kuat dengan deretan lagu hits yang telah menjadi soundtrack perjalanan hidup banyak generasi Indonesia.
Sejak memulai karier profesionalnya pada akhir 1980-an, Ruth Sahanaya berhasil membangun reputasi sebagai salah satu diva Indonesia dengan karya-karya yang melintasi zaman. Lagu-lagu seperti Kaulah Segalanya, Keliru, Andaikan Kau Datang Kembali, hingga Ingin Kumiliki menjadikannya sosok yang tidak hanya dikenal karena kualitas vokal, tetapi juga kemampuan menghadirkan emosi dalam setiap lagu yang dibawakannya.
Perjalanan panjang tersebut membawa Ruth Sahanaya terus bereksplorasi dalam bermusik. Tidak hanya mempertahankan karakter vokalnya yang khas, ia juga berani menghadirkan warna-warna baru yang sesuai dengan perkembangan industri musik tanpa kehilangan identitasnya sebagai seorang penyanyi.
Kini, Ruth Sahanaya kembali menyapa para pendengar melalui single terbaru berjudul “Pelangi”, sebuah karya yang menjadi penanda dimulainya era baru dalam perjalanan musikalnya sekaligus pembuka menuju perilisan mini album (EP) yang tengah dinantikan.
Masih berada dalam benang merah yang sama dengan single sebelumnya, “Sebaris Lirik Cinta”, lagu ini memperluas narasi tentang cinta yang tidak hanya dipahami sebagai perasaan semata, tetapi juga sebagai perjalanan emosional yang penuh warna dan makna.
Mengusung nuansa city pop yang lembut dengan sentuhan musik pop era 1980-an, “Pelangi” menghadirkan suasana hangat, romantis, dan nostalgik yang tetap terasa relevan dengan selera musik masa kini.
Aransemen yang halus berpadu dengan karakter vokal Ruth Sahanaya yang matang dan penuh emosi, menciptakan pengalaman mendengarkan yang intim sekaligus memikat. Setiap bagian lagu terasa mengalir alami, mengajak pendengar menyelami kisah tentang harapan dan optimisme setelah melewati masa-masa sulit.
Secara tematik, “Pelangi” menggambarkan hadirnya cahaya setelah hujan. Lagu ini berbicara tentang bagaimana cinta, dalam bentuknya yang paling sederhana, mampu menjadi sumber kekuatan di tengah keraguan dan ketidakpastian.
Jika “Sebaris Lirik Cinta” menjadi awal dari sebuah kisah, maka “Pelangi” hadir sebagai kelanjutan cerita yang membuka lembaran baru dalam semesta musikal yang sedang dibangun Ruth Sahanaya.
Lebih dari sekadar single, “Pelangi” juga menjadi pengantar menuju mini album terbaru yang tengah dipersiapkan. Proyek tersebut diharapkan menjadi rangkuman perjalanan musikal sekaligus refleksi kedewasaan artistik Ruth Sahanaya setelah puluhan tahun berkarya di industri musik Indonesia.
Melalui karya ini, Ruth Sahanaya kembali menunjukkan kemampuannya dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter yang telah menjadi ciri khasnya. “Pelangi” hadir bukan hanya sebagai lagu baru, tetapi juga sebagai pengalaman emosional yang mengajak pendengar untuk kembali percaya pada keindahan cinta dalam segala warnanya.
Single ini ditulis oleh Indra Iryawansyah Amac dan diproduseri oleh Farrel Hilal, dengan dukungan sejumlah musisi dan tim kreatif yang terlibat dalam proses produksinya. Sentuhan flute dari Septa Suryoto serta arahan vokal dari Bowo Soulmate semakin memperkaya nuansa hangat yang dihadirkan dalam lagu ini.
Dengan “Pelangi”, Ruth Sahanaya membuktikan bahwa perjalanan musik yang panjang bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi. Sebaliknya, karya terbaru ini menjadi bukti bahwa seorang legenda masih mampu menghadirkan kejutan dan warna baru bagi industri musik Indonesia. XPOSEINDONESIA/IHSAN



