
Stadion Madya GBK, Senayan, Jakarta Pusat (25/05/2024), menjadi saksi momen haru dan penuh energi saat Avenged Sevenfold (A7X) menggelar konser dalam rangka tur album terbaru mereka, Life Is But A Dream. Malam itu, Matt Shadows dan kawan-kawan tidak hanya membawakan lagu-lagu terbaru mereka, tetapi juga mengenang mendiang drummer mereka, The Rev.
Konser dimulai tepat pukul 20.30 WIB dengan lagu “Afterlife” dari album Avenged Sevenfold (2007), dilanjutkan dengan penampilan memukau dari lagu-lagu hits lainnya. Puncak emosi malam itu tercapai ketika Matt Shadows mempersembahkan lagu “So Far Away” dari album Nightmare (2010) yang ditulis khusus untuk mengenang The Rev.
“Ada yang sudah beberapa kali nonton A7X di sini? Ada yang baru satu kali? Kami berterima kasih untuk kalian,” ujar Matt Shadows. Ia kemudian memperkenalkan lagu yang ditujukan untuk The Rev, “Salah satu drummer terbaik kami. Kami ingat malam ini. Lagu ini untuk mendiang, judulnya ‘So Far Away’,” lanjutnya.
Suasana menjadi sangat emosional ketika penonton serentak menyalakan lampu flashlight mereka, menciptakan lautan cahaya sebagai penghormatan untuk The Rev. Matt Shadows pun terkejut dan tersentuh melihat antusiasme penonton Jakarta. “Tunggu sebentar, lihatlah sekitar, betapa indahnya malam ini, terima kasih banyak kalian,” katanya penuh haru.
Meriah dengan Kehadiran Penggemar Internasional
Konser ini juga diramaikan oleh penggemar A7X dari berbagai negara. Matt Shadows menyapa penonton yang hadir dari Jepang, Singapura, Thailand, dan Malaysia. “Setelah sekian lama, akhirnya kami kembali lagi ke sini. Kalian tahu mengapa? Karena Jakarta adalah salah satu kota dengan penggemar Avenged Sevenfold terbesar di dunia. Dan untuk itulah, malam ini kita akan berpesta bersama!” serunya, disambut teriakan riuh penonton.
Avenged Sevenfold melanjutkan konser dengan membawakan lagu-lagu populer mereka seperti “Hail to the King” dari album Hail to the King (2013), “Almost Easy” dari album Avenged Sevenfold (2007), “Seize the Day” dari album City of Evil (2005), dan “Bat Country” dari album City of Evil (2005). Ribuan penonton yang hadir pun larut dalam alunan distorsi khas band asal Amerika ini.
Konser Keempat di Indonesia
Konser kali ini merupakan kunjungan keempat Avenged Sevenfold ke Indonesia, setelah sebelumnya tampil pada 2007, 2008, dan 2019. Meskipun sudah beberapa kali datang, Matt Shadows tetap terkesima dengan antusiasme penggemar Indonesia yang tidak pernah berubah. “Sudah lama tak datang ke sini, dan kalian selalu menjadi penonton Avenged Sevenfold paling banyak di Asia,” ujarnya.
Penampilan Pembuka yang Spektakuler
Sebelum A7X naik panggung, konser dibuka oleh penampilan spektakuler dari band The Used dan band lokal Killing Me Inside Reunion. Kedua band ini sukses memanaskan suasana dan membuat penonton semakin bersemangat menantikan penampilan Avenged Sevenfold.
Eksklusivitas Lagu “Dear God”
Saat menggelar tur konser dengan tajuk ‘Avenged Sevenfold The Only Stop in Asia’, A7X membawakan lagu “Dear God” secara eksklusif di panggung. Lagu ini jarang dibawakan dalam tur konser mereka. Dalam sebuah unggahan video di Instagram, USS Feed menuliskan bahwa band dengan nama lain AX7 ini sengaja membawakan lagu tersebut secara eksklusif untuk para penggemar Indonesia, mengingat popularitas lagu ini di tanah air.
Setlist yang Menggugah Emosi
Dalam konser ini, A7X membawakan sejumlah lagu lawas yang menjadi hits, antara lain:
- “Afterlife”
- “Hail to The King”
- “Almost Easy”
- “Seize the Day”
- “The Stage”
- “So Far Away”
- “Bat Country”
- “Gunslinger”
- “Nightmare”
- “Unholy Confessions”
- “Save Me”
- “Dear God”
- “A Little Piece of Heaven”
Penampilan mereka yang penuh energi dan emosional malam itu membuktikan bahwa A7X masih menjadi salah satu band rock terbesar yang dicintai penggemar di seluruh dunia. Konser di Jakarta ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan album terbaru mereka, tetapi juga menjadi momen nostalgia dan penghormatan yang mendalam untuk The Rev. Panggung megah dan efek visual berbasis AI menambah kemegahan konser yang tak terlupakan ini. XPOSEINDONESIA / Ihsan