<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>New Release &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/music/new-release/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2026 07:28:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>New Release &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Petra Sihombing Rilis “Bangga”, Surat Cinta untuk Orang-Orang yang Berarti</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/petra-sihombing-rilis-bangga-surat-cinta-untuk-orang-orang-yang-berarti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Abenk Alter]]></category>
		<category><![CDATA[Bangga]]></category>
		<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Petra Sihombing]]></category>
		<category><![CDATA[Pop Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Rendy Pandugo]]></category>
		<category><![CDATA[single terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=42348</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Petra Sihombing Rilis single Bangga" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Tidak semua rasa kagum harus disampaikan lewat kata-kata. Bagi Petra Sihombing, ada kalanya sebuah lagu justru menjadi cara paling jujur untuk mengatakan, “Gue bangga sama lo.” Perasaan itulah yang menjadi napas utama “Bangga”, single terbaru dari Petra Sihombing yang kini hadir di berbagai platform streaming digital. Lewat lagu ini, Petra bercerita tentang kekaguman terhadap seseorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tidak semua rasa kagum harus disampaikan lewat kata-kata. Bagi Petra Sihombing, ada kalanya sebuah lagu justru menjadi cara paling jujur untuk mengatakan, “Gue bangga sama lo.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perasaan itulah yang menjadi napas utama <strong>“Bangga”</strong>, single terbaru dari Petra Sihombing yang kini hadir di berbagai platform streaming digital. Lewat lagu ini, Petra bercerita tentang kekaguman terhadap seseorang yang telah melewati banyak hal hingga akhirnya berhasil mencapai sesuatu yang selama ini diimpikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seperti judulnya, lagu ini adalah kisah tentang seseorang yang menyampaikan kekagumannya, kebanggaannya ke orang lain. Perasaan ikut senang sama dia yang sudah lo kenal lama, yang lo lihat susah-susahnya. Dari jauh, lo akhirnya melihat orang ini berhasil jadi apa yang dia impikan,” ujar Petra Sihombing.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bukan Cuma Soal Romansa</h2>



<p class="wp-block-paragraph">“Bangga” terasa seperti surat cinta, tetapi bukan dalam pengertian yang selalu identik dengan hubungan romantis. Lagu ini justru berbicara lebih luas tentang hubungan antarmanusia, terutama persahabatan dan orang-orang terdekat yang tumbuh bersama dalam perjalanan hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petra mengaku dirinya termasuk orang yang tidak terlalu mudah mengungkapkan perasaan secara langsung, terutama dalam hubungan pertemanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dalam hubungan pertemanan, gue lumayan susah untuk ngomong langsung. Kalau nongkrong, gue konteksnya lebih sering denger daripada ngomong. Kayaknya ada hal-hal yang lebih cakep diomongin pakai lagu. Nah, ini salah satunya,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, “Bangga” bisa terasa dekat bagi siapa pun yang pernah menyaksikan perjuangan seseorang dari jarak dekat. Ada rasa bahagia ketika melihat teman atau orang yang disayangi akhirnya sampai di titik yang selama ini mereka perjuangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, “Bangga” juga lahir secara spontan. Petra mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah merilis karya dengan proses yang begitu mendadak. Berbeda dari ritme produksi yang biasanya ia jalani, single ini justru terasa seperti karya yang harus segera dilepaskan ke publik.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2.jpg" alt="Petra Sihombing Rilis single Bangga" class="wp-image-42351" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing_2-1068x708.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Petra Sihombing Rilis single Bangga</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">“Gue belum pernah rilis karya mendadak. Ini yang pertama. Jadi, ini sebenarnya di luar ritme yang biasa gue jalanin. Tapi, rasanya momennya pas. Gue merasa ini harus secepat itu dirilis,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses produksinya pun berlangsung dalam suasana yang dekat dengan kehidupan Petra. Sejumlah orang yang memiliki kedekatan personal maupun musikal dengannya turut memberikan sentuhan pada lagu tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu detail menarik hadir dari artwork “Bangga”. Tulisan pada artwork tersebut dibuat oleh anak Petra, sementara sang istri ikut mengisi backing vocal. Di sisi musik, Petra juga berkolaborasi dengan Abenk Alter dan Rendy Pandugo, sementara proses mixing ditangani Moko Aguswan.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/3rOE34WAo8hBki0cSMGLmd?utm_source=generator&#038;si=e7bd79fbb91d4db0" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Keterlibatan orang-orang terdekat tersebut membuat “Bangga” terasa seperti karya yang lahir dari lingkungan yang hangat. Bukan sekadar lagu tentang kebanggaan, tetapi juga karya yang merekam hubungan, kedekatan, dan rasa syukur terhadap orang-orang di sekitar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan nuansa yang hangat dan feel-good, “Bangga” menjadi cara Petra Sihombing menyampaikan sesuatu yang mungkin sering sulit diucapkan secara langsung: melihat seseorang yang kita sayangi berhasil adalah kebahagiaan yang juga layak dirayakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>“Bangga” dari Petra Sihombing</strong> kini dapat didengarkan melalui berbagai platform digital streaming. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42348</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/petra-sihombing-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Ghea Indrawari Rilis Album Kedua “Rasi Bintang”, Menyusuri Arah Cinta Lewat Petunjuk Semesta</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/ghea-indrawari-rilis-album-kedua-rasi-bintang-menyusuri-arah-cinta-lewat-petunjuk-semesta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 07:18:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Album Kedua Ghea Indrawari]]></category>
		<category><![CDATA[Album Rasi Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[album terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Berdamai]]></category>
		<category><![CDATA[Entertainment Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ghea Indrawari]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Life After Break Up]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Penyanyi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Rasi Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis Album]]></category>
		<category><![CDATA[Self Healing]]></category>
		<category><![CDATA[Self Love]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=42342</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="ghea indrawari" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Setelah sukses memperkenalkan perjalanan self healing dan self love melalui album perdana Berdamai, Ghea Indrawari kembali membuka cerita personal lewat album keduanya, Rasi Bintang. Album terbaru ini resmi dirilis di berbagai platform musik digital dan membawa pendengar masuk ke ruang emosional yang berbeda: tentang cinta, kehilangan, keraguan, hingga mencari arah di tengah hubungan yang tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah sukses memperkenalkan perjalanan <em>self healing</em> dan <em>self love</em> melalui album perdana <strong>Berdamai</strong>, Ghea Indrawari kembali membuka cerita personal lewat album keduanya, <strong>Rasi Bintang</strong>. Album terbaru ini resmi dirilis di berbagai platform musik digital dan membawa pendengar masuk ke ruang emosional yang berbeda: tentang cinta, kehilangan, keraguan, hingga mencari arah di tengah hubungan yang tidak selalu memiliki jawaban pasti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika <strong>Berdamai</strong> menjadi gambaran perjalanan Ghea untuk berdamai dengan diri sendiri, <strong>Rasi Bintang</strong> hadir sebagai cerita tentang bagaimana seseorang berhadapan dengan perasaan ketika cinta mulai mengambil peran yang lebih besar dalam hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui album ini, Ghea mengeksplorasi berbagai sisi manusia ketika jatuh cinta, mulai dari rasa takjub ketika menemukan seseorang yang terasa istimewa, ketakutan kehilangan, keinginan mempertahankan hubungan, hingga fase <em>life after break up</em> yang sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan percintaan.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1440" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02.jpg" alt="ghea indrawari 02" class="wp-image-42346" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02.jpg 1080w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02-225x300.jpg 225w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02-768x1024.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02-315x420.jpg 315w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02-630x840.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02-150x200.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02-300x400.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02-600x800.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02-696x928.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari_02-1068x1424.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption class="wp-element-caption">ghea indrawari </figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rasi Bintang</strong> juga tidak hanya menawarkan kumpulan lagu, tetapi membangun sebuah semesta cerita yang lebih utuh. Ghea menghadirkan perpaduan musik, visual, dan narasi untuk menggambarkan bagaimana generasi masa kini memahami cinta, menjalani hubungan, menghadapi perpisahan, hingga kembali menemukan arah setelah semuanya berakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep album tersebut berangkat dari gagasan mengenai <strong>rasi bintang sebagai petunjuk</strong>. Dalam astronomi maupun astrologi, rasi bintang kerap dikaitkan dengan tanda atau arah tertentu. Gagasan itu kemudian digunakan Ghea sebagai metafora dalam memahami cinta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika seseorang berada dalam hubungan, tidak jarang muncul kebutuhan untuk mendapatkan tanda, kepastian, maupun jawaban atas perasaan yang sedang dirasakan. Dalam konteks tersebut, <strong>Rasi Bintang</strong> menjadi gambaran perjalanan seseorang yang mencoba membaca berbagai tanda dari semesta sekaligus memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam dirinya.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/3HsjsVPBsqUrND6IjjKGCs?utm_source=generator&#038;si=4ac2d683ae764509" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut membuat album kedua Ghea memiliki warna yang berbeda dari karya sebelumnya. Jika <em>Berdamai</em> lebih banyak berbicara mengenai proses menerima dan mencintai diri sendiri, <em>Rasi Bintang</em> membawa pendengar pada pengalaman yang lebih luas mengenai dinamika hubungan dan perasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat album ini, Ghea seolah mengajak pendengar untuk melihat cinta sebagai sebuah perjalanan. Ada fase ketika seseorang merasa menemukan arah, ada saat ketika mulai kehilangan pegangan, dan ada pula momen ketika harus belajar berjalan kembali setelah hubungan berakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah tersebut terasa dekat dengan kehidupan generasi sekarang yang semakin terbiasa mengekspresikan perasaan melalui musik, visual, maupun berbagai simbol. Karena itu, <strong>Rasi Bintang</strong> tidak hanya menjadi album tentang kisah cinta Ghea, tetapi juga ruang bagi pendengar untuk menemukan cerita mereka sendiri di dalam setiap lagu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan dirilisnya <strong>Rasi Bintang</strong>, Ghea Indrawari kembali menunjukkan perkembangan musikal dan cerita personal yang ingin ia bagikan kepada pendengar. Album ini menjadi babak baru setelah <em>Berdamai</em>, sekaligus perjalanan untuk memahami bahwa dalam urusan cinta, terkadang manusia memang membutuhkan sebuah petunjuk untuk menentukan ke mana harus melangkah. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="Rf4VvcYvdLI"><iframe loading="lazy" title="Ghea Indrawari - DAUN DAUN (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Rf4VvcYvdLI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42342</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/ghea-indrawari-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Marcos Tjung Satukan 8 Penyanyi Lintas Generasi dalam Video Klip “Warna Warni Indonesia”</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 11:31:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=42308</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="marcos tjung satukan 8 penyanyi lintas generasi dalam video klip warna warni indonesia" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Menyatukan delapan penyanyi dengan jadwal yang sama-sama padat bukan perkara mudah. Namun, keterbatasan waktu justru menjadi tantangan yang berhasil diubah menjadi sebuah karya melalui video klip “Warna Warni Indonesia”, yang disutradarai sekaligus diproduseri oleh Marcos Tjung. Menariknya, seluruh proses produksi video klip tersebut diselesaikan dalam waktu kurang dari satu hari. Delapan penyanyi yang terlibat, yakni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menyatukan delapan penyanyi dengan jadwal yang sama-sama padat bukan perkara mudah. Namun, keterbatasan waktu justru menjadi tantangan yang berhasil diubah menjadi sebuah karya melalui video klip <strong>“Warna Warni Indonesia”</strong>, yang disutradarai sekaligus diproduseri oleh <strong>Marcos Tjung</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, seluruh proses produksi video klip tersebut diselesaikan dalam waktu kurang dari satu hari. Delapan penyanyi yang terlibat, yakni <strong>Sarwana, Feline Xiao, Lidya Lau, Ari Sanjaya, Bemby Noor, Fryda Lucyana, Dea Mirella, dan Tessa Mariska</strong>, harus menyesuaikan jadwal masing-masing agar dapat berkumpul dalam satu rangkaian produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aku coba hari itu saja, benar-benar dari rekaman hari itu juga, syuting hari itu juga. Karena ngumpulin mereka itu yang nggak mungkin,” ujar Marcos saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterbatasan waktu membuat proses kreatif harus dilakukan secara efektif. Mulai dari rekaman vokal, pengambilan gambar, hingga berbagai kebutuhan produksi diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Meski demikian, Marcos memastikan keterbatasan tersebut tidak mengurangi pesan dan kualitas yang ingin disampaikan melalui <strong>Warna Warni Indonesia</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Konsepnya terbatas, tapi kita bikin hal yang luar biasa. Itu PR banget. Tapi orang-orang ini luar biasa. Hasilnya kita maksimalkan,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran delapan penyanyi dari berbagai generasi menjadi kekuatan utama karya tersebut. Perbedaan usia, pengalaman, karakter vokal, hingga perjalanan masing-masing di industri musik justru menjadi representasi dari keberagaman Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui <strong>Warna Warni Indonesia</strong>, para penyanyi tidak hanya menyatukan suara dalam sebuah lagu, tetapi juga membawa pesan mengenai persatuan dan pentingnya menghargai perbedaan. Karya tersebut dipersiapkan untuk menyemarakkan peringatan <strong>Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi <strong>Fryda Lucyana</strong>, keterlibatan penyanyi dari berbagai generasi dalam satu karya merupakan gambaran sederhana mengenai keberagaman yang dimiliki Indonesia.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="hYPt4niuTEU"><iframe loading="lazy" title="WARNA WARNI INDONESIA 🇮🇩 | Official Music Video | A Musical Masterpiece by Marcos Tjung" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/hYPt4niuTEU?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita dari generasi berbeda merepresentasikan keberagaman. Dengan segala perbedaan yang ada, kita tetap menjadi Indonesia yang satu,” kata Fryda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Fryda, pesan persatuan yang dibawa <strong>Warna Warni Indonesia</strong> tidak seharusnya hanya relevan ketika masyarakat memperingati Hari Kemerdekaan. Lagu tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini lagu bukan hanya untuk 17 Agustus, tapi bisa diputar setiap hari untuk membangkitkan semangat agar tidak mudah terpecah belah. Kita harus selalu ingat itu,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal serupa dirasakan <strong>Sarwana</strong>. Penyanyi yang dikenal sebagai bagian dari grup Warna tersebut mengaku terkesan dengan kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyatukan delapan penyanyi dengan kesibukan masing-masing tentu membutuhkan koordinasi yang tidak sederhana. Namun, berkat komitmen bersama, seluruh proses dapat dilakukan dengan sangat cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita ngerjain sehari bahkan nggak ada, loh. Hebat banget,” tutur Sarwana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, <strong>Bemby Noor</strong> melihat proyek <strong>Warna Warni Indonesia</strong> sebagai karya yang lahir dari tekad dan semangat kebersamaan. Di tengah kesibukan masing-masing, para penyanyi tetap menyempatkan diri untuk berkumpul dan menghasilkan sebuah karya bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Prosesnya benar-benar cepat. Bahkan kurang dari satu hari, seluruh rangkaian mulai dari make-up, rekaman vokal, syuting video klip, hingga pembuatan materi promosi dan konferensi pers bisa diselesaikan,” ujar Bemby.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bemby, proses tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sebuah tujuan bersama dapat diwujudkan ketika seluruh pihak memiliki semangat yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau kita punya tekad yang sama dan semangat kebersamaan, ternyata semua bisa diwujudkan. Proyek ini benar-benar menjadi representasi persatuan dan kebersamaan bangsa Indonesia yang beragam,” lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan keberagaman tersebut juga menjadi salah satu hal yang ingin disampaikan kepada generasi muda melalui <strong>Warna Warni Indonesia</strong>. <strong>Lidya Lau</strong> berharap lagu ini tidak berhenti sebagai karya musik untuk memperingati kemerdekaan, tetapi dapat menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menghargai perbedaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dari lagu ini aku merasa, semoga bisa menumbuhkan jiwa keberagaman untuk semuanya, terutama generasi milenial ke bawah,” pungkas Lidya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi delapan penyanyi ini juga memperlihatkan bahwa musik dapat menjadi ruang pertemuan bagi berbagai generasi. Perbedaan karakter dan pengalaman bukan menjadi penghalang, tetapi justru menjadi warna yang memperkaya sebuah karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik proses produksi yang berlangsung kurang dari satu hari, <strong>Warna Warni Indonesia</strong> membawa cerita tentang bagaimana sebuah karya dapat lahir dari kolaborasi, komitmen, dan semangat yang sama. Delapan penyanyi dari generasi berbeda dipertemukan dalam satu layar untuk menyampaikan pesan yang sederhana namun relevan: Indonesia memiliki begitu banyak perbedaan, tetapi seluruh perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan ketika disatukan dalam semangat persatuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui karya ini, <strong>Marcos Tjung</strong> dan seluruh penyanyi yang terlibat berharap <strong>Warna Warni Indonesia</strong> dapat menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa semangat <strong>Bhinneka Tunggal Ika</strong> bukan hanya slogan, melainkan nilai yang perlu terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42308</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/marcos-tjung-satukan-8-penyanyi-lintas-generasi-dalam-video-klip-warna-warni-indonesia-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Aruma Rilis Pura-Pura Hidup Lagi, Lagu yang Menemani Proses Bangkit dari Kehilangan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/aruma-rilis-pura-pura-hidup-lagi-lagu-yang-menemani-proses-bangkit-dari-kehilangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 07:04:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Aruma 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Aruma single terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[EP terbaru Aruma]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu baru Aruma]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu galau Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu tentang kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pika Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Pura-Pura Hidup Lagi]]></category>
		<category><![CDATA[Single terbaru Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41734</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="aruma" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Tidak semua luka bisa sembuh dalam semalam. Kadang, seseorang tetap tersenyum, bekerja, dan menjalani rutinitas seperti biasa, padahal di dalam dirinya masih ada ruang yang belum benar-benar pulih. Perasaan itulah yang coba diterjemahkan Aruma lewat single terbarunya, Pura-Pura Hidup Lagi. Lagu ini menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan musik Aruma. Bukan sekadar merilis single baru, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tidak semua luka bisa sembuh dalam semalam. Kadang, seseorang tetap tersenyum, bekerja, dan menjalani rutinitas seperti biasa, padahal di dalam dirinya masih ada ruang yang belum benar-benar pulih. Perasaan itulah yang coba diterjemahkan Aruma lewat single terbarunya, <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan musik Aruma. Bukan sekadar merilis single baru, penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagu bernuansa emosional itu juga tengah menyiapkan sebuah EP yang akan mengajak pendengar menyusuri berbagai fase kehidupan, mulai dari kehilangan, penolakan, overthinking, hingga akhirnya berdamai dengan diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Aruma, <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong> adalah langkah pertama dari perjalanan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;&#8216;Pura-Pura Hidup Lagi&#8217; bercerita tentang hari-hari setelah kehilangan. Menurutku, yang paling berat bukan saat semuanya berakhir, tapi ketika dunia tetap berjalan seperti biasa, sementara di dalam diri kita rasanya masih ada yang berhenti,&#8221;</em> ungkap Aruma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat lirik dan nuansa musik yang intim, lagu ini menggambarkan seseorang yang tetap menjalani hari-harinya, bertemu banyak orang, bahkan tersenyum, meski masih menyimpan luka yang belum selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Aruma, &#8220;berpura-pura&#8221; bukan berarti membohongi perasaan, melainkan cara seseorang bertahan sembari perlahan belajar untuk kembali hidup.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="QS0uAiImR3I"><iframe loading="lazy" title="Aruma - Pura-Pura Hidup Lagi (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/QS0uAiImR3I?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pembuka EP yang Bercerita tentang Proses Menerima Diri</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dari karya-karyanya sebelumnya, <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong> memang disiapkan sebagai pembuka cerita. Nantinya, setiap lagu dalam EP terbaru Aruma akan saling terhubung dan menggambarkan proses emosional yang dialami banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai dari rasa kehilangan, merasa tidak cukup, sulit menerima kenyataan, hingga akhirnya menemukan bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Kalau rangkaian karya ini diibaratkan sebuah perjalanan, &#8216;Pura-Pura Hidup Lagi&#8217; adalah langkah pertama. Aku ingin mengajak pendengar mengikuti prosesnya pelan-pelan, sampai akhirnya menyadari bahwa yang berubah bukan keadaan kita, melainkan cara kita memandang diri sendiri,&#8221;</em> jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, lagu ini bukan ditulis langsung oleh Aruma. <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong> merupakan karya cipta <strong>Pika Iskandar</strong>. Namun, sejak pertama kali mendengar demonya, Aruma merasa lagu tersebut sangat dekat dengan pengalaman pribadinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agar terasa lebih personal, ia bahkan mengubah beberapa bagian lirik serta mengeksplorasi melodi supaya karakter lagunya benar-benar mencerminkan dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Tantangan terbesarnya adalah membuat lagu yang bukan aku tulis tetap terdengar seperti ceritaku sendiri. Aku mencoba menghubungkan setiap lirik dengan pengalaman hidupku. Bahkan aku mengubah dua baris lirik di bagian akhir reff dan mengeksplorasi melodi agar terasa lebih &#8216;Aruma&#8217;,&#8221;</em> katanya.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/0ZMycZdRRy0k621iSxOJgC?utm_source=generator&#038;si=50c379a455ec4ded" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ingin Menjadi Teman untuk Mereka yang Sedang Berjuang</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong>, Aruma tidak bermaksud menawarkan jawaban atas setiap luka yang dialami seseorang. Sebaliknya, ia berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berusaha bangkit dari kehilangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baginya, terkadang seseorang tidak membutuhkan solusi, melainkan kehadiran yang membuatnya merasa tidak sendirian.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Aku nggak berharap lagu ini langsung menghilangkan rasa sakit seseorang. Tapi kalau lagu ini bisa membuat mereka merasa ada yang pernah mengalami hal serupa, itu sudah sangat berarti. Karena kadang yang paling kita butuhkan bukan solusi, tapi ditemani,&#8221;</em> ujar Aruma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan perilisan <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong>, Aruma membuka lembaran baru dalam perjalanan musikalnya. Lagu ini menjadi pengingat bahwa proses pulih tidak pernah sama bagi setiap orang. Tidak apa-apa jika langkah hari ini masih terasa berat, karena perlahan setiap orang akan menemukan keberanian untuk benar-benar hidup lagi. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41734</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>SUNDANIS Rilis &#8220;Cape Deh&#8221;, Lagu Sindiran untuk Si Tukang Omong Besar yang Debut di Festival Musik Jepang</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/sundanis-rilis-cape-deh-lagu-sindiran-untuk-si-tukang-omong-besar-yang-debut-di-festival-musik-jepang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 12:48:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Cape Deh]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Musik Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[lagu Cape Deh]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[musik tradisional modern]]></category>
		<category><![CDATA[single terbaru SUNDANIS]]></category>
		<category><![CDATA[SUNDANIS]]></category>
		<category><![CDATA[YUMEMURA DAYO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41703</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="artwork cape deh" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Musisi yang konsisten memadukan musik modern dengan warna tradisional Sunda, SUNDANIS, kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk &#8220;Cape Deh&#8221;. Single ini menjadi cara SUNDANIS menyuarakan keresahan yang mungkin pernah dirasakan banyak orang: menghadapi sosok yang pandai berbicara, tetapi minim tindakan. Menariknya, lagu &#8220;Cape Deh&#8221; langsung diperkenalkan untuk pertama kalinya di panggung internasional melalui Festival YUMEMURA DAYO [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Musisi yang konsisten memadukan musik modern dengan warna tradisional Sunda, <strong>SUNDANIS</strong>, kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk <strong>&#8220;Cape Deh&#8221;</strong>. Single ini menjadi cara SUNDANIS menyuarakan keresahan yang mungkin pernah dirasakan banyak orang: menghadapi sosok yang pandai berbicara, tetapi minim tindakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, lagu <strong>&#8220;Cape Deh&#8221;</strong> langsung diperkenalkan untuk pertama kalinya di panggung internasional melalui <strong>Festival YUMEMURA DAYO</strong> di Jepang yang digelar pada <strong>18 Juli 2026</strong>, sebelum resmi dinikmati di berbagai platform musik digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat lagu ini, SUNDANIS mengangkat fenomena yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari lingkungan pertemanan, dunia kerja, hingga media sosial, tak sedikit orang yang gemar mengumbar janji atau berbicara besar, tetapi gagal membuktikan ucapannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Awalnya lagu ini muncul dari apa yang sering saya lihat dan rasakan sendiri. Banyak orang yang omongnya besar, tapi ketika waktunya membuktikan, kenyataannya justru jauh dari apa yang mereka ucapkan. Dari situ saya merasa, &#8216;cape deh&#8217; sama orang-orang seperti itu,&#8221; ungkap SUNDANIS.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1542" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis.jpg" alt="sundanis" class="wp-image-41710" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis.jpg 1080w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis-210x300.jpg 210w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis-717x1024.jpg 717w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis-768x1097.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis-1076x1536.jpg 1076w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis-294x420.jpg 294w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis-588x840.jpg 588w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis-150x214.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis-300x428.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis-600x857.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis-696x994.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/sundanis-1068x1525.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption class="wp-element-caption">sundanis</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Judul <strong>&#8220;Cape Deh&#8221;</strong> dipilih karena dianggap mampu mewakili perasaan banyak orang ketika menghadapi karakter yang dalam pepatah Sunda dikenal dengan istilah <strong>&#8220;tong kosong nyaring bunyinya&#8221;</strong>—ramai berbicara, tetapi kosong pembuktian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski mengangkat tema sindiran, lagu ini dikemas dengan nuansa ringan sehingga tetap mudah dinikmati. Bagi SUNDANIS, karya ini bukan sekadar kritik sosial, tetapi juga bentuk refleksi terhadap fenomena yang semakin sering ditemui dalam kehidupan modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi musikalitas, SUNDANIS tetap mempertahankan identitas yang selama ini melekat pada setiap karyanya. Permainan <strong>kendang Sunda</strong> dipadukan dengan beat modern sehingga menghasilkan karakter musik yang khas, segar, sekaligus mudah diterima oleh pendengar lintas generasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sentuhan musik tradisional tersebut menjadi ciri utama yang terus dijaga SUNDANIS dalam setiap rilisannya sebagai upaya memperkenalkan budaya Sunda melalui bahasa musik yang lebih universal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;&#8216;Cape Deh&#8217; saya dedikasikan buat siapa pun yang pernah merasa lelah menghadapi orang yang banyak bicara tapi minim tindakan. Semoga lagu ini bisa mewakili suara hati kalian, sekaligus mengingatkan bahwa tindakan selalu lebih berarti daripada sekadar omongan,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluncuran <strong>&#8220;Cape Deh&#8221;</strong> di Jepang bukan tanpa alasan. Selama beberapa tahun terakhir, SUNDANIS memang aktif membangun jejaring musik lintas negara, khususnya dengan musisi-musisi asal Negeri Sakura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, ia telah melahirkan sejumlah kolaborasi bersama musisi Jepang, di antaranya <strong>Stillichimiya</strong> melalui lagu <strong>&#8220;Sunrise&#8221;</strong>, <strong>&#8220;Mending Jomblo&#8221;</strong> bersama <strong>Yungyu</strong> dan <strong>819</strong>, hingga <strong>&#8220;Hareudang&#8221;</strong> yang diproduseri <strong>Young-G</strong> dengan memadukan musik tradisional Sunda dan musik <strong>Minyo</strong>, salah satu genre musik rakyat khas Jepang.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/6XRZkW6ixsYhh3FCAl9py7?utm_source=generator&#038;si=3676ef16e4ab411a" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa unsur budaya lokal yang diangkat SUNDANIS mampu diterima oleh pendengar internasional, sekaligus membuka ruang baru bagi musik tradisional Indonesia di pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan internasional SUNDANIS pun belum berhenti. Setelah perilisan <strong>&#8220;Cape Deh&#8221;</strong>, ia mengaku telah menyiapkan sejumlah karya baru, termasuk proyek kolaborasi dengan musisi dari <strong>Jepang, Taiwan, Korea Selatan, hingga Vietnam</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui karya-karya tersebut, SUNDANIS berharap musik yang memadukan identitas budaya Nusantara dengan sentuhan modern dapat menjangkau pendengar yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>&#8220;Cape Deh&#8221;</strong> kini sudah dapat dinikmati melalui seluruh platform streaming musik digital di Indonesia. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41703</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/artwork-cape-deh-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Discus Hidupkan Kembali Live In Switzerland 2005, Siap Kenalkan Progressive Rock ke Generasi Baru</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/discus-hidupkan-kembali-live-in-switzerland-2005-siap-kenalkan-progressive-rock-ke-generasi-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[album Discus]]></category>
		<category><![CDATA[Demajors]]></category>
		<category><![CDATA[Discus]]></category>
		<category><![CDATA[Discus Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gen Z]]></category>
		<category><![CDATA[Iwan Hasan]]></category>
		<category><![CDATA[Live In Switzerland 2005]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[progressive rock Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ProgSol Festival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41673</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="discus rilis di toko album live in switzerland 2005 02" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Bagi penikmat musik progresif dunia, nama Discus bukan sekadar band asal Indonesia. Grup yang lahir pada 1996 ini justru lebih dulu mendapat pengakuan di panggung internasional sebelum dikenal luas di negeri sendiri. Kini, setelah lebih dari satu dekade berjalan di luar sorotan publik, Discus kembali membuka babak baru dengan merilis album Live In Switzerland 2005, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bagi penikmat musik progresif dunia, nama <strong>Discus</strong> bukan sekadar band asal Indonesia. Grup yang lahir pada 1996 ini justru lebih dulu mendapat pengakuan di panggung internasional sebelum dikenal luas di negeri sendiri. Kini, setelah lebih dari satu dekade berjalan di luar sorotan publik, Discus kembali membuka babak baru dengan merilis album <strong><em>Live In Switzerland 2005</em></strong>, sekaligus berharap dapat memperkenalkan musik mereka kepada generasi pendengar yang lebih muda, termasuk Gen Z.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album tersebut merupakan dokumentasi penampilan bersejarah Discus saat menjadi <strong>headliner ProgSol Festival di Swiss pada 2005</strong>. Rekaman konser itu kini resmi dirilis dalam format <strong>Compact Disc (CD)</strong> melalui label independen <strong>demajors</strong>, dan diperkenalkan lewat acara intim bertajuk <strong>&#8220;Rilis Di Toko&#8221;</strong> di Creative Spac3 Gramedia Jalma, Jakarta Selatan (17/07/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perilisan ini bukan sekadar nostalgia. Bagi Discus, arsip tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kembali perjalanan panjang band yang pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah musik progresif internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Didirikan oleh <strong>Iwan Hasan</strong> dan mendiang <strong>Anto Praboe</strong>, Discus awalnya tidak pernah berniat menjadi band progressive rock. Mereka justru memulai perjalanan sebagai kelompok jazz dengan eksplorasi musikal yang bebas. Namun, karya-karya mereka kemudian mendapat perhatian besar dari komunitas progressive rock dunia hingga akhirnya &#8220;dicap&#8221; sebagai salah satu wajah baru musik progresif Asia.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan.jpg" alt="iwan hasan" class="wp-image-41680" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/iwan-hasan-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">iwan hasan</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Awalnya itu jazz, karena saya mendirikannya sebagai grup jazz. Tapi akhirnya kami justru dikenal sebagai progressive rock. Lucunya, kami sendiri tidak pernah merencanakan itu. Justru festival, label rekaman, dan media musik di luar negeri yang memberi identitas tersebut kepada Discus,&#8221; ujar <strong>Iwan Hasan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama Discus mulai melambung setelah merilis album debut <strong><em>1st</em></strong> pada 1999 melalui label Italia <strong>Mellow Records</strong>. Album tersebut mendapat sambutan luar biasa. Media musik Amerika <strong>Expose</strong> menempatkannya sebagai salah satu album progressive terbaik dunia, sementara majalah <strong>Prog-Resiste</strong> dari Belgia memasukkannya ke daftar lima album progressive rock terbaik dunia pada akhir 1999.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesuksesan itu membawa Discus tampil di berbagai festival bergengsi seperti <strong>ProgNight San Francisco</strong>, <strong>Knitting Factory New York</strong>, <strong>ProgDay North Carolina</strong>, hingga <strong>BajaProg Mexico</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak berhenti di sana, album kedua <strong>&#8230;tot licht!</strong> yang dirilis pada 2003 melalui Musea Records (Prancis) dan Gohan Records (Jepang) bahkan sempat menjadi <strong>No.1 Best Seller All Genre di Amazon Jepang</strong> pada 2011, meski saat itu Discus tengah mengalami masa sulit setelah wafatnya Anto Praboe.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan mereka sempat terhenti cukup lama. Namun pada 2024, <strong>Disk Union Jepang</strong> kembali merilis katalog Discus dalam format box set tiga CD yang langsung menembus jajaran <strong>Best Seller International Chart</strong>, sekaligus membuka jalan bagi kebangkitan mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum itulah yang membawa Discus kembali naik panggung di <strong>Ngayogjazz 2024</strong> dan <strong>Synchronize Fest 2025</strong>, sekaligus memperkenalkan musik mereka kepada generasi penikmat musik yang sama sekali baru.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005-1024x678.jpg" alt="discus abum live in switzerland 2005" class="wp-image-41677" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-abum-live-in-switzerland-2005.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">discus abum live in switzerland 2005</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Iwan Hasan, <strong><em>Live In Switzerland 2005</em></strong> dipilih bukan tanpa alasan. &#8220;Kalau kenapa Swiss, karena kualitas rekamannya memang yang paling bagus. Sound engineer waktu itu Juerg Naegeli luar biasa. Sebelum konser dia sudah mempelajari semua materi kami, meminta channel list jauh-jauh hari, bahkan menentukan lagu apa yang dimainkan saat soundcheck. Profesionalisme seperti itu belum pernah kami alami sebelumnya,&#8221; kenangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rekaman konser tersebut awalnya bahkan tidak pernah direncanakan menjadi album. Baru pada 2023, ketika label Jepang <strong>Disk Union</strong> meminta Discus merilis box set tiga CD, Iwan menawarkan arsip konser di Swiss sebagai pengganti album ketiga yang saat itu belum tersedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasilnya di luar dugaan. Album live tersebut kembali mendapat respons positif di Jepang hingga akhirnya menarik perhatian <strong>demajors</strong> untuk membawanya ke pasar Indonesia.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan.jpg" alt="a&amp;r demajors, david tarigan" class="wp-image-41676" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ar-demajors-david-tarigan-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">a&amp;r demajors, david tarigan</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">A&amp;R demajors, <strong>David Tarigan</strong>, menyebut perilisan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu band paling penting dalam sejarah progressive rock Indonesia. &#8220;Kami merasa sangat terhormat bisa merilis album dari band yang bisa dibilang legenda di skena progressive rock Indonesia. Menariknya sekarang audiens mereka benar-benar baru. Itu juga salah satu tujuan kami, memperkenalkan Discus kepada generasi yang mungkin belum pernah mendengar nama mereka sebelumnya,&#8221; ujar David.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini Discus diperkuat oleh <strong>Iwan Hasan </strong>(Gitar, Vokal)<strong>, Fadhil Indra </strong>(Keyboard, Vokal, Perkusi)<strong>, Hayunaji </strong>(drum)<strong>, Krisna Prameswara </strong>(Keyboard)<strong>, Nonnie Cindy</strong> (Vokal), <strong>Yuyun Arfah </strong>(ethnic vocal), <strong>Adi Darmawan</strong> (bass).</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01.jpg" alt="discus rilis di toko album live in switzerland 2005 01" class="wp-image-41678" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_01-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">discus rilis di toko album live in switzerland 2005 </figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Selain merilis album live, mereka juga mengungkapkan tengah menyiapkan materi baru yang sebenarnya sudah mulai dikerjakan sejak 2007. &#8220;Lagu-lagu album baru sebenarnya sudah ada sejak lama. Bahkan beberapa part sudah direkam oleh teman-teman yang kini sudah tidak bersama kita lagi. Sekarang kami mulai menyelesaikannya sedikit demi sedikit,&#8221; kata Iwan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski prosesnya berjalan perlahan karena kesibukan masing-masing personel, Discus menargetkan dapat merilis satu hingga dua single baru dalam waktu dekat sebelum album penuh diluncurkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang paling penting bagi mereka saat ini bukan sekadar kembali merilis karya, tetapi menemukan generasi pendengar baru. &#8220;Harapan saya sederhana, semoga Gen Z mulai mengenal Discus,&#8221; ujar Iwan sambil tertawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal senada disampaikan vokalis <strong>Nonnie Cindy</strong>.&#8221;Kami ingin kembali termotivasi membuat karya, tampil lagi di banyak panggung, dan mudah-mudahan semakin banyak anak muda yang menikmati musik Discus.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara <strong>Krisna Prameswara</strong> berharap kebangkitan musik alternatif di Indonesia membuka ruang lebih luas bagi Discus. &#8220;Sekarang festival musik semakin beragam dan selera pendengar juga jauh lebih terbuka. Kami berharap bisa kembali tampil di festival-festival itu dan memperkenalkan musik Discus kepada generasi yang sama sekali baru.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui <strong><em>Live In Switzerland 2005</em></strong>, Discus bukan hanya menghidupkan kembali salah satu momen terbaik dalam perjalanan karier mereka. Album ini juga menjadi pengingat bahwa karya musik yang lahir puluhan tahun lalu tetap mampu menemukan pendengar baru ketika kualitas dan keberaniannya melampaui zaman. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41673</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/discus-rilis-di-toko-album-live-in-switzerland-2005_02-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Lomba Sihir Rilis &#8220;Di Seberang&#8221;, Cerita Tentang Kehilangan yang Mengajak Pendengar Berdamai dengan Hidup</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/lomba-sihir-rilis-di-seberang-cerita-tentang-kehilangan-yang-mengajak-pendengar-berdamai-dengan-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 09:51:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Di Seberang]]></category>
		<category><![CDATA[HIndia]]></category>
		<category><![CDATA[lagu terbaru Lomba Sihir]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Sihir]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Natasha Udu]]></category>
		<category><![CDATA[Rayhan Noor]]></category>
		<category><![CDATA[Setelah Obrolan Jam 3 Pagi]]></category>
		<category><![CDATA[Sun Eater]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41649</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="lomba sihir" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kehilangan selalu menjadi pengalaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Namun, Lomba Sihir mencoba menerjemahkan perasaan itu melalui karya terbaru berjudul &#8220;Di Seberang&#8221;, sebuah lagu yang berbicara tentang bagaimana hidup harus tetap berjalan setelah seseorang yang dicintai pergi untuk selamanya. Single terbaru yang resmi dirilis pada 15 Juli 2026 melalui label Sun Eater ini menjadi pembuka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kehilangan selalu menjadi pengalaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Namun, Lomba Sihir mencoba menerjemahkan perasaan itu melalui karya terbaru berjudul <strong>&#8220;Di Seberang&#8221;</strong>, sebuah lagu yang berbicara tentang bagaimana hidup harus tetap berjalan setelah seseorang yang dicintai pergi untuk selamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single terbaru yang resmi dirilis pada <strong>15 Juli 2026</strong> melalui label <strong>Sun Eater</strong> ini menjadi pembuka menuju album <strong><em>Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi</em></strong>, edisi lanjutan (deluxe edition) dari album <strong><em>Obrolan Jam 3 Pagi</em></strong> yang akan dirilis pada <strong>4 September 2026</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dibawakan dengan perpaduan lirik yang reflektif dan aransemen alternative rock yang penuh energi, &#8220;Di Seberang&#8221; memperlihatkan sisi emosional Lomba Sihir tanpa kehilangan karakter musikal mereka yang eksploratif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini ditulis bersama oleh <strong>Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano</strong>, dan <strong>Hindia (Baskara Putra)</strong>, serta diproduseri oleh Lomba Sihir sendiri dengan tambahan permainan bas dari <strong>Rishanda Singgih</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut drummer Lomba Sihir, <strong>Enrico Octaviano</strong>, ide lagu tersebut lahir dari percakapan sederhana yang ternyata menyimpan makna mendalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Lagu ini datang dari pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di rumah tangga gue, seperti, &#8216;Kalau aku mati duluan, nanti kita bagaimana?&#8217; Sebenarnya sesimpel itu,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemikiran tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi mengenai kehidupan setelah kehilangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keyboardis <strong>Tristan Juliano</strong> mengatakan bahwa percakapan itu akhirnya membawa mereka membahas berbagai kemungkinan ketika salah satu orang terdekat sudah tidak lagi bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Itu menjadi diskusi seperti, &#8216;Kalau ada yang terjadi di antara kita, opsi dan rencananya apa saja?'&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kembali ke Akar Alternative Rock</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, <strong>&#8220;Di Seberang&#8221;</strong> membawa kembali warna alternative rock yang lebih keras dengan dominasi riff gitar berdistorsi, mengingatkan pendengar pada lagu-lagu awal Lomba Sihir seperti <strong>&#8220;Seragam Ketat&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Nirrrlaba&#8221;</strong> dari album debut <strong><em>Selamat Datang di Ujung Dunia</em></strong> (2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi <strong>Rayhan Noor</strong>, eksplorasi genre memang menjadi identitas Lomba Sihir sejak awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami selalu membayangkan Lomba Sihir punya spektrum musik yang luas. Kami bisa bermain ke mana saja. Lagu ini memang lebih keras dan kotor, tetapi tetap melankolis. Rasanya menarik untuk kembali ke warna musik seperti ini.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, proses penulisan lirik dilakukan setelah tema utama lagu disepakati bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baskara Putra (Hindia)</strong> mengaku banyak menyerap cerita pribadi Enrico untuk kemudian menerjemahkannya menjadi lirik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami menentukan dulu topiknya, lalu membuat komposisi musik, baru kemudian saya mencoba menyintesiskan berbagai cerita yang disampaikan Enrico hingga akhirnya lahirlah lirik lagu ini.&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Gerbang Menuju Album Baru</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menjadi single terbaru, &#8220;Di Seberang&#8221; juga menjadi pintu masuk menuju <strong><em>Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi</em></strong>, album lanjutan yang akan menghadirkan cerita-cerita lebih personal dibanding pendahulunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut <strong>Natasha Udu</strong>, setelah merilis album kedua mereka, seluruh personel merasa masih ada banyak kisah yang belum sempat disampaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Suatu hari kami duduk bersama dan bertanya, &#8216;Apa selanjutnya?&#8217; Kami sepakat masih banyak hal yang bisa digali lebih dalam dari Obrolan Jam 3 Pagi. Ada cerita-cerita yang jauh lebih personal yang ingin kami bagikan.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, &#8220;Di Seberang&#8221; dipilih sebagai lagu pertama yang memperkenalkan arah baru tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lomba Sihir berharap lagu ini tidak hanya menjadi karya yang dinikmati, tetapi juga mampu menemani siapa saja yang sedang berusaha berdamai dengan kehilangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami rela lagu ini menjadi lagu bersama, karena ketika sebuah karya dirilis, lagu itu bukan lagi hanya milik Lomba Sihir, tetapi juga milik semua orang yang mendengarkannya,&#8221; kata Enrico.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Natasha Udu menambahkan, mereka berharap &#8220;Di Seberang&#8221; dapat menjadi teman bagi siapa pun yang tengah menjalani proses kehidupan setelah kehilangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album <strong><em>Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi</em></strong> dijadwalkan meluncur pada <strong>4 September 2026</strong>, sementara <strong>&#8220;Di Seberang&#8221;</strong> kini sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="cHEhyRHlkfo"><iframe loading="lazy" title="Lomba Sihir  - Di Seberang (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/cHEhyRHlkfo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41649</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Kini &#038; Nanti Rilis &#8220;Cukup Hari Ini&#8221;, Lagu Reflektif untuk Berhenti Sejenak dan Bersyukur</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/kini-nanti-rilis-cukup-hari-ini-lagu-reflektif-untuk-berhenti-sejenak-dan-bersyukur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 07:28:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Alit Sinyo]]></category>
		<category><![CDATA[Cukup Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[emotional companion music]]></category>
		<category><![CDATA[Kini & Nanti]]></category>
		<category><![CDATA[lagu baru Kini & Nanti]]></category>
		<category><![CDATA[lagu reflektif Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lagu tentang mental health]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pelan-Pelan Sembuh]]></category>
		<category><![CDATA[Sara Riesma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41596</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Kini Nanti" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Duo pop Kini &#38; Nanti kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk &#8220;Cukup Hari Ini&#8221;. Setelah debut melalui single &#8220;Pelan-Pelan Sembuh&#8221;, lagu terbaru ini hadir sebagai teman bagi siapa saja yang sedang menghadapi kelelahan, tekanan hidup, hingga perasaan belum cukup dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Melalui lirik yang sederhana namun penuh makna, Kini &#38; Nanti mengajak pendengar untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Duo pop <strong>Kini &amp; Nanti</strong> kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk <strong>&#8220;Cukup Hari Ini&#8221;</strong>. Setelah debut melalui single <strong>&#8220;Pelan-Pelan Sembuh&#8221;</strong>, lagu terbaru ini hadir sebagai teman bagi siapa saja yang sedang menghadapi kelelahan, tekanan hidup, hingga perasaan belum cukup dalam menjalani aktivitas sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui lirik yang sederhana namun penuh makna, <strong>Kini &amp; Nanti</strong> mengajak pendengar untuk berhenti sejenak, menerima bahwa setiap orang memiliki batas, dan mensyukuri setiap langkah yang telah berhasil dilewati. Lagu ini menjadi pengingat bahwa tidak semua hal harus diselesaikan sekaligus, dan beristirahat bukanlah sebuah kesalahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dibawakan oleh <strong>Sara Riesma</strong> sebagai vokalis dan diproduseri sekaligus ditulis oleh <strong>Alit Sinyo</strong>, &#8220;Cukup Hari Ini&#8221; mengangkat pesan utama bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari banyaknya pencapaian, tetapi juga dari kemampuan seseorang melewati hari dengan segala tantangannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimat <strong>&#8220;Hari ini cukup. Aku boleh berhenti sejenak tanpa rasa bersalah&#8221;</strong> menjadi inti dari pesan lagu ini. Bukan tentang menyerah, melainkan tentang menerima keterbatasan diri dan memberikan ruang untuk beristirahat sebelum kembali melangkah menghadapi hari berikutnya.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1620" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti.jpg" alt="Kini Nanti" class="wp-image-41600" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti.jpg 1080w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-683x1024.jpg 683w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-1024x1536.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-1068x1602.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kini Nanti</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini juga mengingatkan bahwa meskipun hari tidak selalu berjalan sesuai rencana, selalu ada alasan untuk bersyukur. Setiap kegagalan, proses bangkit, dan kesempatan baru merupakan bagian dari perjalanan hidup yang patut dihargai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai duo yang mengusung konsep <strong>emotional companion music</strong>, Kini &amp; Nanti konsisten menghadirkan musik yang dekat dengan isu <strong>personal growth</strong> dan <strong>mental health</strong>. Melalui karya-karyanya, mereka ingin menjadi teman perjalanan bagi pendengar yang sedang belajar menerima diri, mengikhlaskan keadaan, serta menemukan ketenangan di tengah berbagai tekanan kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain melalui musik, Kini &amp; Nanti juga membangun komunitas <strong>&#8220;Sahabat Kinan&#8221;</strong>, sebuah ruang bagi para pendengar untuk saling berbagi cerita, bertumbuh bersama, dan menemukan dukungan dalam menjalani proses kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>&#8220;Cukup Hari Ini&#8221;</strong> ditulis oleh <strong>Alit Yonda Lukisyanto</strong>, yang juga bertindak sebagai <strong>music producer</strong>, arranger, recording engineer, sekaligus menangani proses mixing dan mastering di <strong>PAS Studio, Ambarawa</strong>. Lagu ini diproduseri secara eksekutif oleh <strong>Bedi Gunawan</strong> dan <strong>Alit Yonda Lukisyanto</strong>, serta diterbitkan oleh <strong>Fibes Music Publisher</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui &#8220;Cukup Hari Ini&#8221;, Kini &amp; Nanti kembali menegaskan identitas mereka sebagai duo pop yang menghadirkan musik reflektif dengan pesan hangat dan relevan. Sebuah lagu yang mengajak pendengar untuk menikmati proses, mensyukuri apa yang telah dicapai hari ini, dan melangkah dengan harapan baru saat esok tiba. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/2sNdU0uE9ER0m5RAuu0keh?utm_source=generator&#038;si=50c44dc43ed34d4d" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41596</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/kini-nanti-2-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Thee Marloes Pulang dari Tur Amerika Utara, Siap Gelar Album Showcase &#8220;Di Hotel Malibu&#8221; di Surabaya dan Jakarta</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/thee-marloes-pulang-dari-tur-amerika-utara-siap-gelar-album-showcase-di-hotel-malibu-di-surabaya-dan-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 08:01:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Album Showcase]]></category>
		<category><![CDATA[Big Crown Records]]></category>
		<category><![CDATA[Di Hotel Malibu]]></category>
		<category><![CDATA[Indie Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Soul Pop Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Thee Marloes]]></category>
		<category><![CDATA[Tur Amerika Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41560</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="thee marloes surabaya" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Usai menyelesaikan tur selama empat minggu di Amerika Serikat dan Kanada, Thee Marloes akhirnya kembali ke Indonesia. Momen kepulangan ini akan dirayakan lewat dua pertunjukan spesial bertajuk Di Hotel Malibu Album Showcase, yang akan digelar di Surabaya dan Jakarta. Berbeda dari konser biasanya, kali ini trio soul/pop asal Surabaya tersebut akan membawakan seluruh lagu dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Usai menyelesaikan tur selama empat minggu di Amerika Serikat dan Kanada, <strong>Thee Marloes</strong> akhirnya kembali ke Indonesia. Momen kepulangan ini akan dirayakan lewat dua pertunjukan spesial bertajuk <strong>Di Hotel Malibu Album Showcase</strong>, yang akan digelar di Surabaya dan Jakarta. Berbeda dari konser biasanya, kali ini trio soul/pop asal Surabaya tersebut akan membawakan seluruh lagu dalam album terbaru mereka secara utuh untuk pertama kalinya di hadapan publik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album showcase akan dibuka di <strong>Balai Sahabat, Surabaya</strong>, pada <strong>8 Agustus 2026</strong> bersama promotor <strong>Bojakrama</strong>. Selanjutnya, Thee Marloes akan tampil di <strong>Produksi Film Negara (PFN), Jakarta Timur</strong>, pada <strong>15 Agustus 2026</strong>, yang dipromotori oleh <strong>People of the Right Project</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum kembali ke Tanah Air, Thee Marloes yang digawangi <strong>Natassya Sianturi</strong> (vokal, kibor), <strong>Sinatrya Dharaka</strong> (gitar), dan <strong>Tommy Satwick</strong> (drum) sukses menjalani tur Amerika Utara sepanjang pertengahan Juni hingga awal Juli 2026. Mereka tampil di berbagai kota besar seperti <strong>Los Angeles, San Francisco, Chicago, Toronto, Washington D.C.,</strong> hingga <strong>Montreal</strong> untuk memperkenalkan album kedua mereka, <strong>Di Hotel Malibu</strong>, yang dirilis melalui label independen asal Amerika Serikat, <strong>Big Crown Records</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam album showcase ini, penonton akan diajak menikmati keseluruhan materi dari <strong>Di Hotel Malibu</strong>, mulai dari lagu pembuka hingga penutup, lengkap dengan sejumlah lagu pilihan dari album debut <strong>Perak</strong> yang turut membesarkan nama Thee Marloes di kancah musik internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami sudah menunggu momen ini sejak album selesai dikerjakan. Selama tur Amerika Utara, kami akhirnya bisa memainkan lagu-lagu di <em>Di Hotel Malibu</em> di banyak kota. Sekarang kami tidak sabar membawakannya secara utuh di Indonesia dan bertemu lagi dengan teman-teman di rumah,&#8221; ujar Thee Marloes.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/6y0nT2F3SwFS2dRnvczAFP?utm_source=generator&#038;si=9d957e4b80074c08" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Dirilis pada Mei 2026, <strong>Di Hotel Malibu</strong> menjadi album kedua Thee Marloes setelah <strong>Perak</strong>, sekaligus mempertegas posisi mereka sebagai salah satu band Indonesia yang mendapat perhatian di skena soul modern dunia. Album ini juga membawa mereka tampil di sejumlah panggung bergengsi seperti <strong>The Chapel</strong> di San Francisco, <strong>Elsewhere</strong> di Brooklyn, hingga menutup rangkaian tur dalam <strong>Montreal International Jazz Festival</strong> di Kanada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Antusiasme penggemar terhadap showcase ini pun sangat tinggi. Tiket <strong>presale</strong> untuk kedua kota telah habis terjual. Saat ini, tiket reguler masih tersedia dengan harga <strong>Rp150.000</strong> untuk pertunjukan di Surabaya dan <strong>Rp170.000</strong> untuk Jakarta. Tiket dapat diperoleh melalui <strong>linktr.ee/dihotelmalibu</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi para penikmat musik soul dan pop independen, konser ini menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan Thee Marloes membawakan album <strong>Di Hotel Malibu</strong> secara penuh setelah sukses memperkenalkannya kepada publik internasional. Dengan atmosfer yang intim, aransemen khas mereka, serta perjalanan musik yang kini semakin mendunia, album showcase ini dipastikan menjadi salah satu pertunjukan yang paling dinantikan pada Agustus 2026. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41560</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/thee-marloes-surabaya-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Ria Resty Fauzy Rayakan 40 Tahun Berkarya, Rilis &#8216;Rindu yang Menyiksa&#8217; dan Siapkan Dua Lagu Baru</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/ria-resty-fauzy-rayakan-40-tahun-berkarya-rilis-rindu-yang-menyiksa-dan-siapkan-dua-lagu-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2026 12:29:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[40 tahun berkarya]]></category>
		<category><![CDATA[berita musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Dommy Alen]]></category>
		<category><![CDATA[konser Ria Resty Fauzy]]></category>
		<category><![CDATA[lagu baru Ria Resty Fauzy]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penyanyi era 80-an]]></category>
		<category><![CDATA[Ria Resty Fauzy]]></category>
		<category><![CDATA[Rindu yang Menyiksa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41524</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="ria resty fauzy" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Nama Ria Resty Fauzy pernah menjadi salah satu penyanyi pop wanita yang cukup diperhitungkan di industri musik Indonesia pada era 1980 hingga 1990-an. Karakter vokalnya yang lembut, emosional, serta deretan lagu bernuansa pop melankolis membuatnya memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat musik Indonesia. Meski sempat vakum cukup lama dari industri rekaman, kecintaannya terhadap dunia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Nama <strong>Ria Resty Fauzy</strong> pernah menjadi salah satu penyanyi pop wanita yang cukup diperhitungkan di industri musik Indonesia pada era 1980 hingga 1990-an. Karakter vokalnya yang lembut, emosional, serta deretan lagu bernuansa pop melankolis membuatnya memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski sempat vakum cukup lama dari industri rekaman, kecintaannya terhadap dunia musik tak pernah benar-benar padam. Kini, tepat saat menandai <strong>40 tahun perjalanan kariernya</strong>, Ria Resty Fauzy kembali hadir melalui single terbaru bertajuk <strong>&#8220;Rindu yang Menyiksa&#8221;</strong>, sekaligus menjadi penegasan bahwa semangat berkarya tidak mengenal batas usia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluncuran lagu dan video musik tersebut bukan sekadar menjadi ajang melepas rindu bersama para penggemarnya, tetapi juga membawa pesan bahwa seorang musisi akan selalu memiliki ruang untuk terus berkarya selama masih memiliki semangat dan kecintaan terhadap musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan karakter vokal yang tetap khas, Ria menghadirkan nuansa hangat melalui lagu ciptaan <strong>Dommy Alen</strong>. Aransemen pop yang sederhana namun sarat emosi menjadi kekuatan utama &#8220;Rindu yang Menyiksa&#8221;, sekaligus mempertahankan identitas musikal yang selama ini melekat pada dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Alhamdulillah, ini menjadi salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup saya. Masih bisa berkarya di usia sekarang. Awalnya sempat deg-degan, apakah masih ada yang mengenal saya setelah sekian lama tidak muncul,&#8221; ujar Ria Resty Fauzy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Ria, kembali ke dunia musik bukanlah tentang mengejar popularitas maupun materi. Musik, menurutnya, telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya selama empat dekade.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Musik sudah menjadi bagian hidup saya selama 40 tahun. Panggung selalu memiliki tempat yang tidak bisa digantikan apa pun,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan untuk kembali berkarya sebenarnya sudah lama ia pendam. Namun keraguan sempat menghampiri. Ia merasa generasi muda mungkin sudah tidak lagi mengenal lagu-lagu yang pernah membesarkan namanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keinginan tersebut akhirnya menemukan jalannya ketika Ria berbincang dengan sahabatnya, <strong>Niken Sunyoto</strong> dan <strong>Yulian</strong>, mantan gitaris Male Voice. Dari obrolan santai itulah muncul ide untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-60 sekaligus memperingati 40 tahun perjalanan karier melalui sebuah konser dan perilisan karya baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski sempat khawatir konser tersebut tidak mendapat sambutan, kekhawatiran itu justru berubah menjadi rasa haru. Konser <strong>40 Tahun Berkarya Ria Resty Fauzy</strong> yang digelar di Ballroom Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 27 Juni 2026 berlangsung meriah dan dipenuhi para penggemar lintas generasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah musisi era 1980 hingga 1990-an seperti <strong>Obbie Messakh</strong>, <strong>Endang S. Taurina</strong>, <strong>Ratih Purwasih</strong>, <strong>Lies Meinawati</strong>, <strong>Julian Dekrita</strong>, hingga <strong>Etrie Jayanti</strong> turut hadir memeriahkan konser dengan membawakan lagu-lagu yang pernah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Alhamdulillah konsernya berjalan sukses. Rasanya seperti mendapatkan nyawa kembali,&#8221; ungkap Ria.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Antusiasme yang diterimanya semakin menguatkan keyakinan bahwa karya-karyanya masih memiliki tempat di hati masyarakat. Karena itu, ia memastikan perjalanan musiknya belum berhenti sampai di sini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, Ria Resty Fauzy tengah menyelesaikan proses rekaman <strong>dua lagu baru</strong> yang direncanakan akan dirilis dalam waktu mendatang. Selain itu, ia juga sedang mempersiapkan sebuah buku yang mengangkat kisah perjalanan <strong>40 tahun kariernya</strong> di industri musik Indonesia, mulai dari awal meniti karier, masa kejayaan, hingga keputusannya kembali berkarya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui karya-karya tersebut, Ria berharap dapat menginspirasi banyak orang bahwa usia bukanlah batas untuk terus berkarya dan mengejar mimpi. Baginya, selama masih ada semangat dan cinta terhadap musik, selalu ada kesempatan untuk kembali melangkah dan menciptakan cerita baru. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Rindu Yang Menyiksa (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/UjtgGXDGTGo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41524</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/ria-resty-fauzy-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
