<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>New Release &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/music/new-release/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2026 07:51:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>New Release &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Anji Rilis &#8220;Kau&#8221;, 10 Tahun Setelah &#8220;Dia&#8221; yang Ikonik</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/anji-rilis-kau-10-tahun-setelah-dia-yang-ikonik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 07:46:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Fredy]]></category>
		<category><![CDATA[Anji]]></category>
		<category><![CDATA[dekade musik]]></category>
		<category><![CDATA[Dia]]></category>
		<category><![CDATA[Kau]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pop Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[single terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40216</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="anji" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Sepuluh tahun lalu, satu lagu mengubah segalanya. Kini, dengan penulis yang sama, Anji menutup lingkaran itu dengan cara yang terasa seperti sudah seharusnya terjadi. Penyanyi dan penulis lagu Anji resmi merilis single terbaru berjudul &#8220;Kau&#8221; pada 17 April 2026 tepat di momen yang menandai satu dekade sejak hadirnya &#8220;Dia&#8221;, lagu yang menjadi titik balik paling [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sepuluh tahun lalu, satu lagu mengubah segalanya. Kini, dengan penulis yang sama, Anji menutup lingkaran itu dengan cara yang terasa seperti sudah seharusnya terjadi.</p>



<p>Penyanyi dan penulis lagu <strong>Anji</strong> resmi merilis single terbaru berjudul <strong>&#8220;Kau&#8221;</strong> pada 17 April 2026 tepat di momen yang menandai satu dekade sejak hadirnya <strong>&#8220;Dia&#8221;</strong>, lagu yang menjadi titik balik paling signifikan dalam perjalanan karier musiknya. Bukan kebetulan, dan Anji sendiri tidak berpura-pura itu kebetulan.</p>



<p>&#8220;Sepuluh tahun adalah perjalanan yang panjang. Banyak hal berubah dalam hidup saya, tapi satu hal yang tetap sama adalah bagaimana sebuah lagu bisa menemani hidup banyak orang. &#8216;Kau&#8217; terasa seperti bab berikutnya dari perjalanan itu,&#8221; ungkap Anji.</p>



<p>Yang membuat &#8220;Kau&#8221; terasa seperti lingkaran yang menutup dengan sempurna adalah nama di balik lagunya: <strong>Ahmad Fredy</strong> sosok yang satu dekade lalu juga menulis &#8220;Dia&#8221;. Dua titik penting dalam perjalanan musikal Anji, ditulis oleh tangan yang sama, dipisahkan oleh sepuluh tahun hidup yang terus bergerak.</p>



<p>Secara musikal, &#8220;Kau&#8221; hadir dengan nuansa <strong>pop yang hangat dan intim</strong> menonjolkan karakter vokal Anji yang emosional namun tetap sederhana, gaya yang selama ini membuat lagu-lagunya mudah menembus berbagai lapisan pendengar dari berbagai generasi.</p>



<p>Secara lirik, &#8220;Kau&#8221; tidak bicara tentang jatuh cinta. Ia bicara tentang fase yang lebih dalam dari itu ketika seseorang telah menemukan tempat pulang dalam diri orang lain, dan tidak lagi perlu mencari ke mana pun. Cinta yang tenang, dewasa, dan penuh penerimaan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="5__3iM_-1-s"><iframe title="ANJI - KAU (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/5__3iM_-1-s?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p>&#8220;Kau tempatku pulang, tempat paling tenang, tempat hatiku berhenti mencari&#8221; beberapa baris yang sederhana, tapi mengandung bobot yang hanya bisa ditulis oleh seseorang yang sudah cukup lama hidup untuk memahaminya.</p>



<p>Jika &#8220;Dia&#8221; adalah lagu tentang perasaan yang baru ditemukan getir, menggebu, penuh tanda tanya maka &#8220;Kau&#8221; adalah jawabannya. Dua lagu, dua fase kehidupan, satu benang merah yang menghubungkan keduanya.</p>



<p>Bagi jutaan pendengar yang tumbuh bersama &#8220;Dia&#8221; dan kini berada di fase hidup yang berbeda, &#8220;Kau&#8221; hadir pada waktu yang terasa tepat. Bukan sebagai nostalgia, tapi sebagai kelanjutan.</p>



<p>Single <strong>&#8220;Kau&#8221;</strong> sudah tersedia di seluruh platform musik digital sejak 17 April 2026. Bagi yang dulu menemukan dirinya di &#8220;Dia&#8221; mungkin sudah waktunya menemukan rumah di &#8220;Kau&#8221;. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40216</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Adikara Rilis EP &#8220;Spotless Dove&#8221;, Surat Cinta untuk Putri Pertamanya</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/adikara-rilis-ep-spotless-dove-surat-cinta-untuk-putri-pertamanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 07:37:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Adikara]]></category>
		<category><![CDATA[album personal]]></category>
		<category><![CDATA[ayah anak]]></category>
		<category><![CDATA[EP musik]]></category>
		<category><![CDATA[musik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[musik indie]]></category>
		<category><![CDATA[solois Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Spotless Dove]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40210</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="artwork ep spotless dove" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Tidak semua karya musik lahir dari studio. Ada yang lahir dari ruang tunggu, ruang di mana seorang pria berdiri di ambang peran terbesar dalam hidupnya, dan memilih untuk menuangkan semua yang dirasakannya ke dalam nada. Itulah yang dilakukan Adikara. Solois ini kembali dengan EP bertajuk &#8220;Spotless Dove&#8221; sebuah extended play yang bukan sekadar kumpulan lagu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tidak semua karya musik lahir dari studio. Ada yang lahir dari ruang tunggu, ruang di mana seorang pria berdiri di ambang peran terbesar dalam hidupnya, dan memilih untuk menuangkan semua yang dirasakannya ke dalam nada.</p>



<p>Itulah yang dilakukan <strong>Adikara</strong>. Solois ini kembali dengan <strong>EP bertajuk &#8220;Spotless Dove&#8221;</strong> sebuah extended play yang bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan dokumen emosional dari fase paling transformatif dalam hidupnya: menyambut kelahiran putri pertamanya.</p>



<p>Kabar tentang kehadiran sang putri membawa perubahan cara pandang yang tidak bisa ia abaikan. Adikara mulai merenungkan hal-hal yang sebelumnya jarang ia pikirkan secara mendalam makna tanggung jawab, arti kasih sayang yang sesungguhnya, dan fakta bahwa seorang anak datang ke dunia dalam keadaan yang sepenuhnya murni, tanpa pernah memilih untuk dilahirkan. Dari kesadaran itu tumbuh keinginan yang kuat: memastikan sang anak bertumbuh dengan cinta yang utuh sejak awal, bahkan jauh sebelum ia menghirup udara pertamanya.</p>



<p>Dalam proses refleksi itu, Adikara teringat sebuah kalimat yang pernah ia dengar dan tidak bisa ia lupakan: <em>&#8220;The most masculine I have ever felt is when I held my own daughter.&#8221;</em> Kutipan itu membawanya pada pemaknaan baru tentang maskulinitas bukan hanya soal kekuatan, tapi juga soal kelembutan, perlindungan, dan kesiapan untuk menjadi tempat pulang bagi keluarga.</p>



<p>Semua pergulatan batin itu kemudian menemukan jalannya melalui musik. &#8220;Spotless Dove&#8221; menjadi wadah di mana Adikara menuangkan proses emosionalnya secara jujur perjalanan seorang pria yang sedang belajar memahami siapa dirinya dalam peran yang belum pernah ia jalani sebelumnya.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/5MgP6rG2BYp0QXg8tEYDrW?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p>Tapi lebih dari sekadar karya untuk didengar publik, EP ini punya makna yang jauh lebih privat. Ini adalah <strong>hadiah pertama</strong> yang Adikara siapkan untuk putrinya sebuah pengingat bahwa bahkan sebelum ia hadir ke dunia, cinta itu sudah ada, utuh, dan tidak akan pernah berubah. Suatu hari nanti, jika jarak atau waktu memisahkan mereka, lagu-lagu dalam &#8220;Spotless Dove&#8221; akan tetap menjadi ruang tempat sang putri bisa kembali untuk mengingat bahwa ia selalu dicintai, sejak sebelum ia lahir.</p>



<p>EP <strong>&#8220;Spotless Dove&#8221;</strong> kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Bagi siapa pun yang pernah merasakan momen berdiri di ambang sesuatu yang besar dan tidak tahu harus berkata apa mungkin Adikara sudah menemukan kata-katanya untuk kita semua. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40210</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Yellowcard feat. Blippi: Bedroom Posters Versi Ramah Keluarga Dirilis</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/yellowcard-feat-blippi-bedroom-posters-versi-ramah-keluarga-dirilis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 05:53:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Bedroom Posters]]></category>
		<category><![CDATA[Better Noise Music]]></category>
		<category><![CDATA[Blippi]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi musik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[musik keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pop-punk]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Key]]></category>
		<category><![CDATA[Yellowcard]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40177</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="yellowcard" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Tidak banyak band pop-punk yang bisa membuat anak usia empat tahun dan orang tuanya sama-sama bersemangat di depan speaker. Yellowcard rupanya memutuskan untuk mencoba dan hasilnya lebih mengejutkan dari yang dibayangkan. Band pop-punk multi-platinum itu resmi merilis versi terbaru dari single &#8216;Bedroom Posters&#8217;, kali ini berkolaborasi dengan Blippi karakter edukasi global yang wajahnya sudah sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tidak banyak band pop-punk yang bisa membuat anak usia empat tahun dan orang tuanya sama-sama bersemangat di depan speaker. Yellowcard rupanya memutuskan untuk mencoba dan hasilnya lebih mengejutkan dari yang dibayangkan.</p>



<p>Band pop-punk multi-platinum itu resmi merilis versi terbaru dari single <strong>&#8216;Bedroom Posters&#8217;</strong>, kali ini berkolaborasi dengan <strong>Blippi</strong> karakter edukasi global yang wajahnya sudah sangat akrab di layar anak-anak di seluruh dunia. Lagu ini dirilis melalui <strong>Better Noise Music</strong> dan sudah tersedia di semua platform streaming.</p>



<p>Versi baru ini mempertahankan energi khas pop-punk Yellowcard yang sudah menjadi identitas mereka selama puluhan tahun tapi hadir dengan pakaian yang berbeda. Lirik ditulis ulang sepenuhnya oleh tim Blippi menjadi lebih <em>playful</em> dan edukatif, menjadikannya anthem yang bisa dinyanyikan bersama oleh anak-anak maupun orang tua tanpa ada yang merasa tersiksa.</p>



<p>Vokalis Yellowcard <strong>Ryan Key</strong> mengaku proses kreatif kolaborasi ini terasa menyegarkan. &#8220;Bagian favorit saya dari proses ini adalah saat kami memberikan versi instrumental &#8216;Bedroom Posters&#8217; kepada tim Blippi dan membiarkan mereka sepenuhnya menulis ulang liriknya. Menurut saya mereka berhasil melakukannya dengan sangat baik, dan semoga ini bisa menginspirasi generasi baru rocker cilik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Key juga mengakui ada dimensi personal di balik proyek ini. Sebagai seorang ayah, keinginan untuk bisa berbagi musik yang ia cintai bersama anaknya menjadi salah satu motivasi terkuat di balik kolaborasi yang tidak biasa ini.</p>



<p>Blippi pun menyambut proyek ini dengan antusias. &#8220;Musik adalah salah satu cara favorit saya untuk bermain dan berkolaborasi. Bersama Yellowcard, kami mengubah &#8216;Bedroom Posters&#8217; menjadi versi yang bisa dinyanyikan, ditarikan, dan dinikmati bersama oleh anak-anak dan keluarga,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ini bukan pertama kalinya dua nama ini bertemu di studio. &#8216;Bedroom Posters&#8217; feat. Blippi adalah kolaborasi kedua mereka setelah <strong>&#8216;Go Go Go&#8217;</strong> menandai bahwa ini bukan eksperimen iseng, melainkan eksplorasi yang disengaja untuk menjangkau generasi pendengar yang lebih muda tanpa mengkhianati DNA musikal Yellowcard.</p>



<p>Versi original &#8216;Bedroom Posters&#8217; sendiri bukan lagu yang perlu diperkenalkan dari nol sebelum kolaborasi ini, lagu tersebut telah meraih jutaan stream dan masuk ke <strong>Top 5 Alternative Radio Chart</strong>, membuktikan bahwa lagu ini memang sudah punya fondasi yang kuat sebelum bertransformasi menjadi versi yang lebih ramah keluarga.</p>



<p>Di luar perilisan ini, Yellowcard juga bersiap menjalani tur headline <strong>&#8220;Up Up Down Down Tour&#8221;</strong> di Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Juni 2026 menandakan band ini sedang berada dalam salah satu momen paling aktif dalam perjalanan karier mereka belakangan ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="JhNvLmnOZmQ"><iframe loading="lazy" title="Yellowcard ft Good Charlotte - Bedroom Posters (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/JhNvLmnOZmQ?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p>&#8216;Bedroom Posters&#8217; feat. Blippi sudah bisa didengarkan sekarang di semua platform streaming. Bagi orang tua yang sudah kelelahan memutar lagu anak-anak yang itu-itu saja, ini mungkin adalah playlist addition yang paling menyenangkan yang bisa ditawarkan 2026 sejauh ini. <strong>XPONSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40177</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Bless the Knights Rilis &#8220;Il Grinta&#8221;, Pembuka Album Penuh 2026</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/bless-the-knights-rilis-il-grinta-pembuka-album-penuh-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 05:45:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[AMI Awards]]></category>
		<category><![CDATA[Bless the Knights]]></category>
		<category><![CDATA[Demajors]]></category>
		<category><![CDATA[djent]]></category>
		<category><![CDATA[Fritz Faraday]]></category>
		<category><![CDATA[Il Grinta]]></category>
		<category><![CDATA[Knights League]]></category>
		<category><![CDATA[metal Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[metal modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40172</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="bless the knights" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Sebelas tahun bukan waktu yang sebentar untuk bertahan di skena musik keras Indonesia, apalagi sambil terus berkembang, meraih pengakuan industri, dan tetap relevan di mata pendengar yang selera musiknya terus bergeser. Bless the Knights melakukan semua itu, dan tahun 2026 ini mereka datang dengan momentum yang lebih besar dari sebelumnya. Pada 21 April 2026, band [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebelas tahun bukan waktu yang sebentar untuk bertahan di skena musik keras Indonesia, apalagi sambil terus berkembang, meraih pengakuan industri, dan tetap relevan di mata pendengar yang selera musiknya terus bergeser. <strong>Bless the Knights</strong> melakukan semua itu, dan tahun 2026 ini mereka datang dengan momentum yang lebih besar dari sebelumnya.</p>



<p>Pada 21 April 2026, band metal modern asal Indonesia ini merilis single terbaru berjudul <strong>&#8220;Il Grinta&#8221;</strong> sebuah pembuka resmi menuju album penuh yang ditargetkan meluncur pada pertengahan tahun. Single ini sudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming digital mulai dari Spotify, YouTube Music, Apple Music, TikTok Music, hingga Langit Musik, dirilis melalui kerja sama dengan label rekaman <strong>demajors</strong>.</p>



<p>Bless the Knights berdiri pada 7 April 2015, digagas oleh <strong>Fritz Faraday</strong> gitaris sekaligus clean vocalist yang sejak awal membentuk karakter sound band ini. Mereka dikenal lewat pendekatan musik yang memadukan agresivitas riff teknikal dengan nuansa melodik yang kuat, menempatkan mereka sebagai salah satu pionir djent Indonesia yang konsisten mengembangkan warna tersebut di ranah lokal bukan sekadar mengikuti tren global, tapi mengolahnya menjadi identitas yang khas.</p>



<p>Formasi terkini band ini terdiri dari Fritz Faraday (gitar &amp; clean vocal), <strong>Cas Coldfire</strong> (clean vocal), <strong>Dhika Dongeng</strong> (scream vocal), <strong>Soebroto Harry</strong> (bass), dan <strong>Kevin Sugito</strong> (drum). Kombinasi karakter vokal ganda antara clean dan scream, dipadukan dengan fondasi ritmis yang solid, menghasilkan dinamika yang membuat Bless the Knights terdengar berbeda baik di studio maupun di atas panggung.</p>



<p>Rekam jejak mereka di industri musik Indonesia bukan sekadar cerita bertahan hidup. Lima kali nominasi di <strong>AMI Awards</strong> pada 2016, 2018, 2023, 2024, dan 2025 menjadi bukti bahwa konsistensi mereka diakui jauh melampaui lingkaran skena metal itu sendiri. Tidak banyak band metal Indonesia yang masuk radar industri mainstream sekonsisten ini.</p>



<p>Selain perilisan &#8220;Il Grinta&#8221; dan persiapan album penuh, 2026 juga menjadi tahun yang padat secara live. Bless the Knights menyiapkan rangkaian tur dalam negeri, penampilan di berbagai festival, dan pengaktifan kembali <strong>Knights League</strong> gig series komunitas yang mereka gagas sebagai ruang temu antara band, skena, dan para penikmat musik keras.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="jxgcM0hFkqI"><iframe loading="lazy" title="[DJENT] BLESS THE KNIGHTS-IL GRINTA (OFFICIAL MUSIC VIDEO)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/jxgcM0hFkqI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p>Sebelumnya mereka telah sukses menjalani <strong>Legacy of the Knights Tour</strong> di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta <strong>Jakarta Weekdays Tour 2026</strong> yang digarap bersama <strong>Kid Booking</strong> selaku partner booking agency resmi mereka. Dua program ini menunjukkan bahwa Bless the Knights tidak hanya serius di studio, tapi juga dalam membangun koneksi langsung dan berkelanjutan dengan pendengar di lapangan.</p>



<p>Visi mereka ke depan jelas: menjadi representasi metal Indonesia yang siap bersaing di level internasional dengan standar produksi tinggi, pendekatan musikal yang modern dan teknikal, namun tetap membawa identitas yang tidak bisa disalin begitu saja oleh siapa pun.</p>



<p><strong>&#8220;Il Grinta&#8221;</strong> sudah tersedia di semua platform streaming digital. Bagi penggemar metal Indonesia yang belum mengenal Bless the Knights, ini adalah waktu yang tepat untuk mulai dan bagi yang sudah lama mengikuti perjalanan mereka, single ini adalah sinyal bahwa babak terbaik band ini mungkin baru saja dimulai. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40172</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>OST Titipan Ilahi Perkuat Emosi Film Dalam Sujudku</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/film/ost-titipan-ilahi-perkuat-emosi-film-dalam-sujudku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 05:55:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[New Movie On This Week]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Dalam Sujudku]]></category>
		<category><![CDATA[Evelyn Wijaya]]></category>
		<category><![CDATA[lagu religi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[OST Dalam Sujudku]]></category>
		<category><![CDATA[soundtrack film religi]]></category>
		<category><![CDATA[Titipan Ilahi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39984</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="gala premier dalam sujudku" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Bukan cuma visual yang menyentuh, film Dalam Sujudku juga hadir dengan sentuhan musik yang kuat dan penuh makna. Salah satu elemen yang mencuri perhatian adalah OST berjudul “Titipan Ilahi”, yang sukses memperdalam nuansa religi sekaligus emosi dalam cerita. Lagu Titipan Ilahi yang dibawakan oleh Evelyn Wijaya ini menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer film. Sejak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bukan cuma visual yang menyentuh, film <strong>Dalam Sujudku</strong> juga hadir dengan sentuhan musik yang kuat dan penuh makna. Salah satu elemen yang mencuri perhatian adalah OST berjudul <strong>“Titipan Ilahi”</strong>, yang sukses memperdalam nuansa religi sekaligus emosi dalam cerita.</p>



<p>Lagu <strong>Titipan Ilahi</strong> yang dibawakan oleh Evelyn Wijaya ini menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer film. Sejak awal diperdengarkan, lagu ini langsung terasa menyatu dengan perjalanan batin para karakter dalam <strong>Dalam Sujudku</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makna Lagu Titipan Ilahi dalam Film Dalam Sujudku</h2>



<p>Diciptakan oleh Yusoff Al Aswad dan Amin Majid, <strong>Titipan Ilahi</strong> menghadirkan lirik yang sarat makna spiritual. Lagu ini menggambarkan proses menerima takdir, kekuatan doa, serta keikhlasan dalam menghadapi ujian hidup.</p>



<p>Salah satu potongan liriknya berbunyi, <em>“Namun kau titipan Tuhan yang dulu pernah kupinta dalam sujudku tak akan kuabaikan&#8230;”</em>—sebuah kalimat yang menjadi inti pesan film.</p>



<p>Tak heran, lagu ini disebut sebagai representasi emosional dari cerita <strong>Dalam Sujudku</strong>, yang memang mengangkat tema kehidupan, keimanan, dan hubungan manusia dengan Tuhan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="TITIPAN ILAHI - OST. DALAM SUJUDKU" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/-uAyYuPR560?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Debut Evelyn Wijaya Lewat OST Film</h2>



<p>Bagi Evelyn Wijaya, lagu ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya. <strong>Titipan Ilahi</strong> merupakan debut single sekaligus soundtrack film pertamanya.</p>



<p>Ia mengaku proses produksi lagu ini berlangsung cukup singkat namun intens. Dalam waktu kurang dari satu minggu—sekitar empat hari—proses rekaman hingga pembuatan video musik berhasil diselesaikan.</p>



<p>Selain <strong>Titipan Ilahi</strong>, film ini juga menghadirkan sejumlah lagu lain seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>“Tanpa Arah” karya Mamu Blacksweet</li>



<li>“Menggoda” karya Mamu Blacksweet</li>



<li>“Cintaku Tak Ada yang Punya” karya Ferdy Tahier</li>
</ul>



<p>Deretan soundtrack ini dipilih untuk memperkuat emosi di setiap adegan, sehingga pesan film dapat tersampaikan lebih dalam kepada penonton.</p>



<p>Secara keseluruhan, kehadiran OST <strong>Titipan Ilahi</strong> membuat <strong>Dalam Sujudku</strong> terasa lebih hidup dan menyentuh. Perpaduan antara visual yang kuat dan musik yang emosional menjadikan film ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga refleksi spiritual.</p>



<p>Bagi penonton yang mencari tontonan penuh makna, film ini bisa menjadi pengingat tentang pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan doa dalam menghadapi kehidupan.</p>



<p>Sudah dengar lagunya? Atau justru tertarik menonton filmnya setelah tahu maknanya? <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong> Foto : <strong>Joko Dolok</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39984</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Film “Para Perasuk” Rilis OST Menyentuh dari Maudy Ayunda, Siap Tayang Usai Sukses di Festival Dunia</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/film/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-siap-tayang-usai-sukses-di-festival-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 11:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[On Location]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film]]></category>
		<category><![CDATA[film horor terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Maudy ayunda]]></category>
		<category><![CDATA[miami film festival]]></category>
		<category><![CDATA[ost film]]></category>
		<category><![CDATA[sundance]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39829</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Film “Para Perasuk” Rilis OST Menyentuh dari Maudy Ayunda" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Industri perfilman Indonesia kembali menunjukkan taringnya di panggung global melalui karya terbaru berjudul Para Perasuk, yang tidak hanya menawarkan eksplorasi cerita yang unik, tetapi juga kekuatan musikal sebagai bagian penting dari narasi. Menjelang penayangan resminya di bioskop Indonesia pada 23 April 2026, film produksi Rekata Studio bersama Trinity Optima Production ini resmi merilis original soundtrack [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Industri perfilman Indonesia kembali menunjukkan taringnya di panggung global melalui karya terbaru berjudul <em><strong>Para Perasuk</strong></em>, yang tidak hanya menawarkan eksplorasi cerita yang unik, tetapi juga kekuatan musikal sebagai bagian penting dari narasi. Menjelang penayangan resminya di bioskop Indonesia pada 23 April 2026, film produksi Rekata Studio bersama Trinity Optima Production ini resmi merilis original soundtrack (OST) bertajuk <em>Aku yang Engkau Cari</em> dan <em>Di Tepi Lamunan</em> yang dibawakan oleh Maudy Ayunda.</p>



<p>Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi penguatan storytelling film, di mana musik tidak sekadar pelengkap, tetapi menjadi medium emosional yang memperdalam karakter dan konflik. Lirik video <em>Aku yang Engkau Cari</em> yang telah dirilis memperlihatkan nuansa intim dan reflektif, sejalan dengan perjalanan batin tokoh utama Bayu yang diperankan oleh <strong>Angga Yunanda</strong>.</p>



<p>Menariknya, proses kreatif lagu ini lahir langsung dari pengalaman di lokasi syuting. <strong>Maudy Ayunda</strong> yang juga turut berperan dalam film, menulis lagu tersebut bersama Lafa Pratomo dengan pendekatan yang lebih personal. Ia menyebut lagu ini memiliki lapisan emosi yang halus, seperti bisikan yang tenang namun menyimpan kegelisahan mendalam, mencerminkan kompleksitas karakter dalam film.</p>



<p>Pendalaman artistik juga terlihat dalam video musik <em>Di Tepi Lamunan</em> yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja. Dengan pendekatan visual yang intuitif dan tidak konvensional, video ini menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda, memperkuat identitas film sebagai karya yang berani mengeksplorasi batas antara realitas dan imajinasi.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Maudy Ayunda - Di Tepi Lamunan (OST. Para Perasuk) | Official Music Video" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/fKvJkqR9D-8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebagai sutradara, <strong>Wregas </strong>menghadirkan narasi yang tidak terjebak pada pola horor konvensional. Ia justru menawarkan refleksi tentang penerimaan diri dan proses berdamai dengan masa lalu. Di tengah dominasi cerita balas dendam dan kemarahan dalam genre horor, <em>Para Perasuk</em> hadir dengan pendekatan yang lebih humanis dan kontemplatif.</p>



<p>Film ini mengangkat kisah Bayu, seorang “perasuk” yang membantu orang-orang—disebut pelamun—memasuki kondisi kerasukan dalam ritual bernama pesta sambetan. Dalam perjalanan tersebut, Bayu bertemu Laksmi yang diperankan Maudy Ayunda, sosok perempuan dari Jakarta yang mencari penyembuhan trauma melalui pengalaman ekstrem tersebut. Dinamika keduanya menjadi pusat cerita yang sarat makna tentang pencarian jati diri dan pelepasan luka batin.</p>



<p>Pengalaman syuting yang intens juga diakui para pemain. Angga Yunanda mengungkapkan tantangan fisik yang harus dihadapi, termasuk adegan ekstrem seperti bertapa dalam posisi terbalik. Sementara Maudy harus menjalani adegan-adegan tidak biasa yang menuntut eksplorasi fisik dan emosional secara mendalam, memperkuat transformasi karakternya.</p>



<p>Kehadiran Anggun dalam film ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Berperan sebagai Guru Asri, Anggun membawa pengalaman artistiknya dari panggung musik internasional ke dunia akting, menandai babak baru dalam perjalanan kariernya di industri kreatif.</p>



<p>Tak hanya kuat dari sisi cerita dan produksi, <em>Para Perasuk</em> juga mencatat prestasi di level internasional. Film ini telah melakukan world premiere di Sundance Film Festival 2026 dan mendapatkan sambutan positif. Selanjutnya, film ini akan berkompetisi di Miami Film Festival 43 dalam program Marimbas Award, serta terpilih di berbagai festival bergengsi lain seperti Fantaspoa, MSPIFF, dan MOOOV Film Festival.</p>



<p>Rangkaian pencapaian ini menunjukkan bahwa perfilman Indonesia semakin kompetitif di kancah global, tidak hanya dari sisi cerita tetapi juga kualitas produksi dan keberanian dalam mengeksplorasi tema.</p>



<p>Dengan kombinasi kekuatan narasi, eksplorasi visual, serta dukungan musik yang emosional, <em>Para Perasuk</em> diprediksi menjadi salah satu film Indonesia paling relevan tahun ini. Lebih dari sekadar tontonan, film ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna trauma, penerimaan, dan perjalanan menuju kedewasaan emosional. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39829</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>RIDE A PONY, Perempuannya Indonesia. Prianya Jepang. Jadinya, Duo ini…</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/ride-a-pony-perempuannya-indonesia-prianya-jepang-jadinya-duo-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 11:20:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Chihiro Itakura]]></category>
		<category><![CDATA[duo internasional]]></category>
		<category><![CDATA[enka modern]]></category>
		<category><![CDATA[musik Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Neea Rachma]]></category>
		<category><![CDATA[Ride A Pony]]></category>
		<category><![CDATA[rilisan lagu 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Watashi Wa Egoist]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39820</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Ride a Pony" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Memang begitulah adanya, saudara-saudara sekalian. Dimana sang perempuan bernama,&#160;Neea Rachma,&#160;Dia ini&#160;asal Depok, paling tidak itu domisilinya, yang bertindak sebagai vokalis. Ia juga penulis lirik lagu dan merangkap pula sebagai penulis lagu.&#160;Lalu yang pria punya nama,&#160;Chihiro Itakura. Pria yang menjadi gitaris asal Jepang,&#160;aselinya emang&#160;dari Tokyo, merangkap sebagai penulis lirik, penulis lagu dan&#160;producer.&#160; Duo ini sepintas aja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Memang begitulah adanya, saudara-saudara sekalian. Dimana sang perempuan bernama,&nbsp;<strong>Neea Rachma</strong>,&nbsp;Dia ini&nbsp;asal Depok, paling tidak itu domisilinya, yang bertindak sebagai vokalis. Ia juga penulis lirik lagu dan merangkap pula sebagai penulis lagu.&nbsp;Lalu yang pria punya nama,&nbsp;<strong>Chihiro Itakura</strong>. Pria yang menjadi gitaris asal Jepang,&nbsp;<em>aselinya emang</em>&nbsp;dari Tokyo, merangkap sebagai penulis lirik, penulis lagu dan&nbsp;<em>producer</em>.&nbsp;</p>



<p>Duo ini sepintas aja lumayan bikin&nbsp;<em>curious</em>, ya ga sih?&nbsp;Duo nih ceritanya? Tetapi musiknya gimana sih? Eh katanya ya mereka sepakat menyerap macam-macam musik. Mulai dari blues, ya jazz, ya rock. Juga tentu, pop. Oh, ya tapi kayak&nbsp;<em>apaan</em>?</p>



<p>Gini deh ya, sebenarnya lantas&nbsp;makin menarik mengikuti catatan perjalanan duo ini, lantaran sejauh ini mereka sudah me-<em>release</em><em>,&nbsp;</em>20&nbsp;<em>single</em>. Sejak berdirinya mereka pada 22 Agustus 2021 ini, artinya sekitar 4,5 tahunlah sudah usianya.&nbsp;<em>Lumejen</em>&nbsp;<em>dong</em><em>?</em></p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1024x678.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39827" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure></a></div>



<p><em>Betewe</em>, emang gimana sih Neea dan Chihiro lantas bisa berduet? Maksudnya, gimana&nbsp;en gimananya&nbsp;soal ketemunya&nbsp;gitulah? Eh ternyata gini nih,&nbsp;Ini cerita Neea ya. Mereka ketemu di sebuah&nbsp;<em>event launching</em>&nbsp;sebuah bar di area Melawai. Chihiro saat itu baru 2 bulanan di Indonesia.</p>



<p>Neea lanjutin,&nbsp;sebagai tamu malam itu&nbsp;dia datang udah lumayan malam,&nbsp;menjelang&nbsp;jam 23.30-an. Dia iseng-iseng nekad &nbsp;naik panggung karena&nbsp;<em>owner&nbsp;</em>bar tersebut yang memintanya&nbsp;<em>perform</em>. Dia sudah kenal dengan ownernya tersebut. Nah karena&nbsp;<em>doski sorangan</em>, dia lihat ada bass nganggur, iseng dia tampil main bass sambil menyanyi. Alhasil, beberapa tamu lainpun&nbsp;eh tergerak&nbsp;ikut naik panggung, merekapun ber-<em>jammin’</em>.</p>



<p>Chihiro jadi tamu, yang lantas ikutan jammin’. Dia mengaku terkesan dengan suara Neea dan merekapun bertukaran&nbsp;<em>hape</em>. Eh hape Neea apa, hapenya Chihiro apaan? Eala, maksudnya bukan hapenya, tapi&nbsp;<em>tuker-tukeran</em>&nbsp;nomer hape dong….</p>



<p>Dari situ, dia kemudian mengajak Neea gabung dengan sebuah grup band, isinya para ekspatriat Jepang semua. Neea pun jadi vokalis di situ, tentunya. Ada drummer, bassis, gitaris semuanya&nbsp;<em>Japanese</em>. Grup itupun sempat tampil di beberapa event komunitas Jepang di Indonesia.</p>



<p><em>Ndilala</em>&nbsp;datanglah&nbsp;serangan&nbsp;<em>covid-19</em>&nbsp;ke seantero dunia,&nbsp;tapi&nbsp;mereka tetap saja berteman dekat. Hubungan musikpun&nbsp;berlanjut&nbsp;via&nbsp;<em>handphone</em>. Mereka iseng bikin lagu-lagu&nbsp;<em>cover-version</em>. Trus Chihiro juga setuju diajakin bikin video klip, yang syutingnya di rumahnya&nbsp;masing-masing aja. Menurut Chihiro, kegiatan iseng membunuh waktu begitu, sangat menolongnya mengatasi rasa bosan karena covid yang bikin dimana-mana&nbsp;<em>lockdown</em>,&nbsp;<em>social-distancing</em>&nbsp;jadi susah berpergian.</p>



<p>Dari situ Chihiro menyodorkan ide, coba bikin&nbsp;<em>original-song</em>&nbsp;aja. Dia bikin musiknya, Neea bikin liriknya. Eh ternyata klop, mereka berdua suka.&nbsp;Dan begitulah ceritanya, merekapun sepakat &nbsp;untuk meneruskan duo ini.&nbsp;Memang lantas berlanjut terus duo mereka ini. Dengan nama yang&nbsp;sebelumnya telah disepakati mereka berdua,&nbsp;<strong>Ride a Pony</strong>.</p>



<p>Oh ya, ada&nbsp;nama gitaris&nbsp;<strong>Gugun Bluesshelter</strong>&nbsp;yang merekomendasikan label untuk titip distribusi. Sampai juga memberikan orang yang tepat sebagai&nbsp;<em>soundman</em>,&nbsp;<strong>Danny Ardiono</strong>.Dua nama tersebut diingat betul oleh Neea, sebagai yang berkontribusi untuk perjalanan duo mereka.</p>



<p>Dan sampailah di tahun 2026 ini. Dimana&nbsp;band kolaborasi Indonesia Jepang&nbsp;ini&nbsp;kembali akan meluncurkan&nbsp;<em>single</em>&nbsp;terbarunya pada 29 Maret 2026.&nbsp;Lagu terbaru mereka kali ini berbahasa Jepang, judulnya, ‘Watashi Wa Egoist’.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39826" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-678x1024.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39826" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39825" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-678x1024.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39825" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39824" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-678x1024.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39824" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure>
</figure>



<p>Nah lagu baru mereka ini mengandung&nbsp;pengaruh&nbsp;<em>enka</em>&nbsp;yang kuat, yaitu suasana, nuansa bahkan enerji&nbsp;<em>Japanese</em>.&nbsp;.Bisa disebut semacam genre musik populer Jepang yang kental suasana tradisionalnya, terutama dari sisi vokalnya.&nbsp;</p>



<p>Perlu diketahui genre musik yang bernuansa tradisi Jepang ini berfokus pada balada sentimental tentang cinta yang tak berbalas, juga kerinduan. Termasuk patah hati dan nostalgia, baik yang indah maupun pahit sih.</p>



<p>Mereka berdua berharap, nada dan lirik puitis pada lagu ini akan melemparkan pendengar pada masa lalu, ketika mendengarkan radio di Jepang.&nbsp;Nuansanya itu lho, klasik dan khas&nbsp;<em>bener</em>.&nbsp;&nbsp;Jadinya pertemuan,&nbsp;Enka dengan nuansa rock Ride A Pony, semoga menjadi perpaduan yang unik dan berbeda.</p>



<p>Well, lagu&nbsp;ini ditulis oleh&nbsp;Chihiro,&nbsp;sang gitaris. Dimana ia&nbsp;terinspirasi dari seorang kenalan yang punya kepribadian kuat dan selalu berusaha mencapai keinginannya dengan gigih.&nbsp;Chihiro memilih penggunaan Bahasa Jepang sebagai lirik, yang mungkin tidak umum. Dibungkus nada-nada yang kental musik tradisional Jepangnya.</p>



<p>Rasanya buat yang terkhusus menggemari lagu-lagu berlirik Bahasa Jepang, ‘Watashi Wa Egoist’, semoga bisa menarik hati dan telinga. Baik Chihiro maupun Neea ini berharap bahwa single ini dapat menjadi alternatif yang menyegarkan, karena ada suasana musik yang “tidak biasa”, bagi para penggemar musik umumnya. Lagu ini akan dirilis di semua <em>digital-platforms</em> mulai 29 Maret 2026 ini. Sukses ya, Ride a Pony. <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39820</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Sinyalturahmi, Kolaborasi Relijius Candil dan Bubi Sutomo</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/sinyalturahmi-kolaborasi-relijius-candil-dan-bubi-sutomo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 15:13:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Bubi Sutomo]]></category>
		<category><![CDATA[Candil]]></category>
		<category><![CDATA[lagu Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Religi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sinyalturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39486</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Sinyalturahmi, Kolaborasi Religi Candil dan Bubi Sutomo" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Dan Ramadhan pada tahun 2026, terasa makin ramai, justru di hari-hari jelang Hari Idul Fitri. Ada sebuah pola produksi yang tidak biasa, bahwa produk musik relijius untuk Ramadhan tidak direlease dari awal bulan suci. Kalau sebelumnya, di tahun-tahun silam, bahkan ada yang merilis single atau album, sebelum memasuki bulan puasa. Di tahun ini, Sinyalturahmi direlease, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dan Ramadhan pada tahun 2026, terasa makin ramai, justru di hari-hari jelang Hari Idul Fitri. Ada sebuah pola produksi yang tidak biasa, bahwa produk musik relijius untuk Ramadhan tidak di<em>release</em> dari awal bulan suci. Kalau sebelumnya, di tahun-tahun silam, bahkan ada yang merilis <em>single</em> atau album, sebelum memasuki bulan puasa.</p>



<p>Di tahun ini, <strong>Sinyalturahmi</strong> direlease, sekitar 2 minggu sebelum Idul Fitri. Mengetengahkan Trilagu, yang mengedepankan vokal dari rocker, <strong>Candil</strong>. Sebuah pemunculan relatif baru dari seorang Candil yang “rocker juga manusia” itu. Kali ini tak hanya menyuarakan rock, tapi bahkan jazzy dan bossas. Oho! Eits masih ditambah, kali ini Candil juga berduet!</p>



<p>Kalau ditelisik lebih lanjut dan mendalam, rilisan terbaru berupa “mini-album” yang terdiri dari 3 lagu ini juga punya nilai tambah yang tak kalah “eksotis”. Adalah seorang <strong>Bubi Sutomo</strong>, kibordis yang dikenal lewat <strong>Elfa’s Music Studio</strong> Bandung lalu terutama, <strong>Indonesia 6</strong>. Juga salah satu pendiri <strong>Kahitna</strong>. Bagaimana tetiba ia tampil lagi, sebagai produser rekaman, setelah produksi musiknya yang pernah dirilis itu terakhir di tahun 2002. Lama nian!</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39494" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-1024x678.jpg" alt="Sinyalturahmi, Kolaborasi Religi Candil dan Bubi Sutomo" class="wp-image-39494" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sinyalturahmi, Kolaborasi Religi Candil dan Bubi Sutomo</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39495" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-1024x678.jpg" alt="Sinyalturahmi, Kolaborasi Religi Candil dan Bubi Sutomo" class="wp-image-39495" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sinyalturahmi, Kolaborasi Religi Candil dan Bubi Sutomo</figcaption></figure>
</figure>



<p>Menurut Candil, trilogi berupa trilagu ini merupakan perjalanan musikal sekaligus spiritual yang <em>doski </em>rasakan selama Ramadhan. Menurutnya, “Pengen Ramadhan tahun ini punya warna suara yang beda. Dari gahar, ke megah, lalu berakhir hangat. Ini perjalanan frekuensi spiritual <em>gue</em> yang gue sebut <em>Sinyalturahmi</em>,” ujar Candil. Melalui proyek ini, Candil berharap dapat menghadirkan pengalaman mendengarkan musik religi yang lebih segar, eksploratif, dan relevan dengan generasi masa kini.</p>



<p>Semoga kelak bisa mendapat atensi en apresiasi positif dari kalangan muda, generasi milenial ataupun gen-zi misalnya. Begitu harap Candil, yang juga diiyakan oleh Bubi Sutomo, yang mengatakan, “Kami memang sengaja tidak ingin membuat lagu religi yang terasa klise. Justru kami mencoba menghadirkan eksplorasi aransemen yang lebih luas, mulai dari pop rock, orkestrasi besar hingga sentuhan jazz dan bossa”</p>



<p>Lalu lanjut Bubi, Candil itu punya karakter vokal yang sangat kuat, dan hal tersebut itu&nbsp; mendorong kami untuk menjadikannya semacam pusat energi dari trilagu ini. Enerji positif, yang sekaligus juga pembeda. ” ujar <strong>Bubi Sutomo</strong>, produser musik mini album <em>Sinyalturahmi</em>.</p>



<p>Tentu saja konsep rilisan mini-album Ramadhan ini saja, sebenarnya sudah menjadi pembeda. Membedakan dari lagu-lagu relijius untuk Ramadhan, yang tersedia di pasar, terutama di tahun ini. Ada 3 lagu, dengan berbeda pula sajian musiknya. Ada yang mengandung unsur pop rock yang tebal. Lalu yang sedikit lebih gahar, rada metal tapi dengan dikolaborasikan dengan kemegahan orkestra, jadinya terkesan dramatis. Lantas sajian yang hangat dan santai, musiknya <em>light</em> yang meng-<em>entertain</em> betul. Pilihannya itu lho pop, jazzy and bossas.</p>



<p>Eh iya, bagaimana tidak <em>surprise</em>, kali ini Candil ditampilkan berduet. Dengan penyanyi cewek bersuara empuk dan renyah, <strong>Saniyah</strong>. Sudah berduet, itu pengalaman pertamanya so pasti. Mana lagi musiknya bossa, jazzy. Seru tidak, menyanyi santai <em>en</em> relax begitu? Ini jadi koleksi penting nih. Kapan lagi Candil tampil “sangat unik” begini?</p>



<p>Ada peran orkestra yang dilibatkan oleh Bubi Sutomo dalam rekaman trilagu ini. <em>Betewe</em>, istilah trilagu disodorkan oleh Candil demikian pula halnya dengan istilah Sinyalturahmi. Kembali ke orkestra, Bubi mengajak serta <strong>Eki Satria</strong> yang memboyong <strong>Garudayasa Philharmonic Orchestra</strong>-nya untuk menebalkan suasana megah, bernuansa dramatis dalam sajian trilagu mini album ini. Dan, dapat dong!</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-4 is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39492" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-678x1024.jpg" alt="Candil" class="wp-image-39492" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Candil</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39491" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-678x1024.jpg" alt="Candil" class="wp-image-39491" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Candil</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39490" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-678x1024.jpg" alt="bubi sutomo 02" class="wp-image-39490" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">bubi sutomo 02</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39489" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-678x1024.jpg" alt="Bubi Sutomo" class="wp-image-39489" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bubi Sutomo</figcaption></figure>
</figure>



<p>Trilagu dalam Sinyalturahmi ini adalah , “Ya Ramadhan”, bersuasana pop rock yang kuat menonjolkan <em>performance</em> khas Candil yang ngerock vokalnya itu. Lalu, “DenganMu”, yang pada sisi lirik mengandung pesan kontemplatif dan reflektif. Menyentuh, apalagi balutan musiknya, menambah nuansa megah dan dramatisnya.</p>



<p>Lalu lagu ketiga, “Bermaafan Bersalaman”. Dalam lagu ini ada pesan khusus dititipkan dalam liriknya, mengenai kemenangan sejati dalam Ramadhan adalah sebenarnya kemampuan untuk saling memaafkan. Suasana lagu ini memang santai, relax dan menyenangkan…</p>



<p>Kampanye musik <strong>“Sinyalturahmi: Trilagu Ramadhan”</strong> juga mendapat dukungan dari <strong>Telkomsel</strong> sebagai sponsor yang melihat keselarasan kuat antara pesan karya ini dengan semangat konektivitas yang selalu dihadirkan Telkomsel bagi masyarakat Indonesia. Bagi Telkomsel, Ramadhan merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan antar manusia, baik secara langsung maupun melalui koneksi digital.</p>



<p>“Telkomsel percaya bahwa konektivitas bukan hanya soal jaringan, tetapi juga tentang menjaga hubungan dan silaturahmi. Melalui kolaborasi bersama Candil dalam proyek ‘Sinyalturahmi’, kami berharap pesan kebersamaan dan refleksi spiritual di bulan Ramadhan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia.”</p>



<p>Begitulah, semoga Ramadhan ini akan berlangsung dengan sebaik-baiknya, menuju Hari Kemenangan yang penuh kegembiraan, kesukacitaan dan penuh puji syukur. Selamat Idul Fitri. <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39486</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Bersyukur dan Bergembiralah…Lebaran Sebentar Lagi</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/bersyukur-dan-bergembiralahlebaran-sebentar-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 07:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[bimbo lebaran telah tiba]]></category>
		<category><![CDATA[lagu idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[lagu lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[lagu ramadan dan idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[musik lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Religi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[remake lagu religi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39471</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="kamga mo" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ada tema lagu yang lumayan nyantol di kuping dan hati, dibunyikan sebagai pembuka lagu. Nada-nadanya lumayan familiar deh. Dari lagu apa? Gini, gini ya, yang penting sih suasana lagu langsung penuh kegembiraan. Klop banget! Kan Lebaran… Lirik pembukanyapun, ah pas betul, …. Lebaran sebentar lagi. Berpuasa sekeluarga, Sehari penuh yang sudah besar. Tengah hari yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ada tema lagu yang lumayan <em>nyantol</em> di kuping dan hati, dibunyikan sebagai pembuka lagu. Nada-nadanya lumayan <em>familiar </em>deh. Dari lagu apa? Gini, gini ya, yang penting sih suasana lagu langsung penuh kegembiraan. Klop banget! Kan Lebaran…</p>



<p>Lirik pembukanyapun, ah pas betul, …. <em>Lebaran sebentar lagi. Berpuasa sekeluarga, Sehari penuh yang sudah besar. Tengah hari yang masih kecil. Alangkah asyik pergi ke masjid. Solat tarawih bersama-sama… Lebaran sebentar lagi. Berpuasa dengan gembira. Menahan lapar, menahan napsu. Melatih diri sedari kecil….</em></p>



<p>Dan langsung saja barisan tiup meramaikan lagu di depan, meningkahi suara piano. Lalu nah ini, muncul perkusi membunyikan <em>beat-beat </em>yang nge-<em>dance euy</em>. Ah, suasana langsung terasa segar, menyenangkan. <em>Trully happy</em>! <em>Idul Fitri is coming to town, guys</em>….</p>



<p>Memasuki Hari Raya, setelah sebulan berpuasa, asli dong penuh kesukacitaan. Tentu saja dengan rasa puji syukur. Akhirnya, kita mengalami lagi kegembiraan Idul Fitri di tahun ini. Dan ini jadinya, sebuah “lagu tema” berhari raya yang terasa pas betul. Silaturahmi berhari raya, berkunjung, bersalam-salaman. Dilatari lagu ini?</p>



<p>Lagu yang sungguh “merakyat” ini adalah karya bersama <strong>Djaka Bimbo</strong> dan penyair, <strong>Taufik Ismail</strong>. Dirilis perdana pada tahun 2007, dinyanyikan oleh <strong>Bimbo</strong>. Seperti kita ketahui, Bimbo dengan musik dan lagu-lagu relijiusnya senantiasa menjadi lagu tema tetap saban Idul Fitri, itu terjadi sejak era 1970-an bahkan.</p>


<div class="wp-block-image">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-678x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-678x1024.jpg" alt="djaka bimbo" class="wp-image-39476" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">djaka bimbo</figcaption></figure></a></div>
</div>


<p>Nah memasuki tahun 2026 ini, adalah <strong>Bro’s Studio,</strong> tetiba melahirkan ide untuk mengemas ulang lagu yang berjudul, “Lebaran Telah Tiba” tersebut. Tentu saja, mereka menggulirkan ide merekam ulang, dengan rasa dan bunyian musik berbeda dari aslinya itu. Kalau karya orisinalnya terasa pop, berbau folk. Maka kali ini, suasana lagu dan musik menjadi lebih bergembira, suasananya berbau Latin Salsa yang kental.</p>



<p>Terasa nuansa kekiniannya? <em>Happiness</em> lah. Apalagi kan iramanya itu Latin, riuh dengan suara perkusi sahut-sahutan. Mendengarkan dan menyimaknya baik-baik jadi terasa santai tapi lantas penuh kesukacitaan. Sedap betul! Setuju dong?</p>



<p>Harusnya setuju. Apalagi dengan ide keren mereka, mengangkat lagu yang sudah dikenal luas secara nasional ini. Yoi, sampai ke pelosok-pelosok&nbsp; Nusantara, lagu ini tentunya dikenal banget sama masyarakat dimanapun berada. Nah setuju kan?</p>



<p>Maka karya “lama dengan rasa baru” ini dibesut <em>kroyokan </em>oleh beberapa aranjer sekaligus. Untuk menghadirkan atmosfir masa kininya. Antara lain ada <strong>Andika Monoarfa</strong>, <strong>Agus Kristianto</strong>, <strong>Nur Satriatama</strong>. Ditambah trumpetist, <strong>Rio Siddik</strong>. Juga perkusionis, <strong>Adjie Rao</strong>. Dan pianis, <strong>Rio Moreno</strong>.</p>



<p>Sementara untuk penyanyi, diundanglah beberapa nama. Tentu saja ada Bimbo selengkapnya, <strong>Sam</strong>, Djaka dan oho, ada <strong>Iin Parlina! </strong>Lalu ada<strong> Hadad Alwi, </strong>yang menyanyikan bait pembuka pembuka lagu dengan “adem”nya. Lalu nama-nama lain seperti <strong>Quinn Salman</strong>, <strong>Alvons Freedom</strong>, <strong>Ajeng</strong> dan <strong>Kamga Mo</strong>. Nama terakhir bertindak pula sebagai <em>vocal-director</em>.</p>



<p>Tak hanya itu, ada peran nama-nama lain seperti <strong>Tuantigabelas </strong>dan <strong>Ecko Show</strong> sebagai <em>rapper</em>. Keterlibatan suara mereka, menebalkan suasana penuh kegembiraan pada lagu ini. Sementara sisi musik, tak kalah ramainya. Gimana tidak ramai, ada ayah dan anak, <strong>Ayla Adjie</strong> dan Adjie Rao yang memainkan <em>Conga, Shekere, Bongo, Triangle</em> dan <em>Campana</em>. Masih ditambah <strong>Nino Bukir</strong> (bass drum dan <em>guiro</em>). Lalu juga Andika Monoarfa memainkan <em>timbales </em>dan <em>percussion-toys</em> lain macam <em>clave, cymbals</em> dan <em>cowbell</em>.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-4 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39480" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-1024x678.jpg" alt="rio moreno dan subekti sudiro" class="wp-image-39480" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">rio moreno dan subekti sudiro</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39478" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-1024x678.jpg" alt="iin parlina" class="wp-image-39478" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">iin parlina</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39477" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-1024x678.jpg" alt="hadad alwi" class="wp-image-39477" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">hadad alwi</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39475" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-1024x678.jpg" alt="barisan tiup" class="wp-image-39475" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">barisan tiup</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39474" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-1024x678.jpg" alt="adjie rao dan ayla adjie" class="wp-image-39474" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">adjie rao dan ayla adjie</figcaption></figure>
</figure>



<p>Perkusi bersahut-sahutan, saling meningkahi dengan pasukan tiup. Adapun <em>Horn-section</em> kali ini terdiri dari Rio Siddik dan <strong>Wisnu Mawl</strong> (trumpet). Lalu juga, <strong>Andreas Ponda</strong> (tenor saxophone), <strong>Andika Candra</strong> (alto saxophone), <strong>Guruh Gandi Nugraha</strong> (trombone) dan <strong>Muhamad Yogi Malachim</strong> (bass trombone). Masih ada musisi lain, <strong>Subekti Sudiro</strong>, memainkan <em>electric contrabass</em>.</p>



<p>Bertindak sebagai <em>mixing engineer</em> adalah <strong>Ivan Dewanto</strong>, sementara <em>mastering engineer</em> adalah Andika Monoarfa. Untuk <em>recording engineer</em> ditangani oleh <strong>Abhi Laksana</strong>, <strong>Bagus Aditya</strong> dan <strong>Yusuf Albantani</strong>. Semua proses rekaman dilakukan di <strong>Bro’s Studio</strong>, Pondok Labu.</p>



<p>Bertindak sebagai <em>executive producer</em> dari single meriah ini adalah Riverbrick, Bro’s Studio dan IDETIMUR. Dan single bersuasana ramai, menggoyang dan bersuasana ceria sekali ini, dirilis oleh label, <strong>267 Records</strong>.</p>



<p>Dan kini lagu ini telah tersedia pada semua <em>digital platform</em>&nbsp; yang ada. Semoga langsung menarik hati para penggemar musik, untuk disimak, disukai dan di-<em>download</em>. Boleh banget kok, kalau sampai lagunya dipakai jadi <em>backsound</em> konten-konten di media sosial.</p>



<p>Selamat merayakan Idul Fitri, semua yang merayakannya. Bergoyanglah, menarilah, bersukacitalah dengan lagu yang seru ini….</p>



<p><em>Selamat tinggal, bulan penuh suci. Kita sambut, Hari Idul Fitri. Lantunan takbir, menyayat hati. Sebentar lagi Ramadhan pergi ….. Doa doa tembus ke angkasa. Ini bulan baik, basuh semua dosa. Malam ganjil kan datang Cahaya. Lailatul Qadar malam penuh berkah.</em> (bait rap)</p>



<p><em>Lebaran penuh keikhlasan, Lebaran saling memaafkan….</em></p>



<p>Salam Hari Raya! <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39471</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Marcell Siahaan Rilis “Menuju Cahaya”, Lagu Religi yang Mengajak Pendengar Jujur pada Diri Sendiri</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/marcell-siahaan-rilis-menuju-cahaya-lagu-religi-yang-mengajak-pendengar-jujur-pada-diri-sendiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 06:46:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[lagu religi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Marcell Siahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Menuju Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[MKH Publishing]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik reflektif]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Menyusui Records]]></category>
		<category><![CDATA[single terbaru Marcell]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39402</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Marcell Siahaan" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Marcell Siahaan, kembali menghadirkan karya reflektif melalui single terbarunya berjudul “Menuju Cahaya” yang resmi dirilis pada 26 Februari 2026. Lagu ini menjadi single religi kedua yang ia hadirkan setelah sebelumnya merilis “Tawakal” pada 2024, sekaligus memperlihatkan perjalanan musikal dan spiritual yang semakin matang dari salah satu vokalis pria paling konsisten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Marcell Siahaan, kembali menghadirkan karya reflektif melalui single terbarunya berjudul <strong>“Menuju Cahaya”</strong> yang resmi dirilis pada 26 Februari 2026. Lagu ini menjadi single religi kedua yang ia hadirkan setelah sebelumnya merilis “Tawakal” pada 2024, sekaligus memperlihatkan perjalanan musikal dan spiritual yang semakin matang dari salah satu vokalis pria paling konsisten di industri musik Indonesia.</p>



<p>Dalam proyek terbarunya ini, Marcell kembali menunjukkan peran penuh sebagai kreator utama. Lirik, komposisi, hingga aransemen musik ditulis sendiri olehnya, menegaskan karakter personal yang kuat dalam setiap karya yang ia hasilkan. Lagu “Menuju Cahaya” diproduksi melalui label rekaman serta penerbit musik miliknya sendiri, yaitu Ruang Menyusui Records dan MKH Publishing, dengan Marcell bertindak langsung sebagai pengarah musik utama dalam proses produksinya.</p>



<p>Proses rekaman vokal dilakukan oleh Yusuf Effendi Hadiyanto di studio Ruang Menyusui, dengan dukungan sejumlah musisi berpengalaman di belakang layar. Gatot Alindo mengisi permainan gitar akustik dan elektrik, Ivan Alidiyan menangani keyboard serta synthesizer, sementara Stefanus Adi Wibowo berperan sebagai pengarah vokal. Sentuhan akhir lagu ini dipercayakan kepada Lawrence “Random” Widarto yang bertanggung jawab dalam proses mixing dan mastering.</p>


<div class="wp-block-image">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-682x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="682" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-682x1024.jpg" alt="marcell siahaan 02" class="wp-image-39406" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-682x1024.jpg 682w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02.jpg 853w" sizes="auto, (max-width: 682px) 100vw, 682px" /><figcaption class="wp-element-caption">marcell siahaan </figcaption></figure></a></div>
</div>


<p>Menariknya, lagu ini juga menghadirkan kontribusi dari sosok yang sangat dekat dengan Marcell, yakni sang istri, Rima Melati Adams. Dalam lagu tersebut, Rima membacakan penggalan lirik puitis berbahasa Inggris yang memberikan warna emosional tersendiri. Marcell bahkan menyampaikan dengan candaan bahwa sang istri merupakan sosok dengan pelafalan bahasa Inggris terbaik di rumah mereka.</p>



<p>Secara tematik, “Menuju Cahaya” berbicara tentang perjalanan batin manusia ketika ia berhenti menempatkan dirinya sebagai pusat kehidupan, dan mulai melangkah menuju sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Lagu ini tidak mengangkat tema kemenangan atau pencapaian pribadi, melainkan menyoroti proses pelepasan ego serta keberanian untuk bersikap jujur terhadap diri sendiri.</p>



<p>Inspirasi utama lagu ini berasal dari konsep spiritual <strong>Tazkiyatun Nafs</strong>, yaitu proses pemurnian jiwa dalam tradisi spiritual Islam. Gagasan tersebut selaras dengan pesan yang terkandung dalam Al-Qur&#8217;an, khususnya dalam Surat Asy-Syams ayat 9–10 dan Surat Al-A‘la ayat 14, yang menegaskan bahwa keberuntungan sejati datang dari kemampuan manusia untuk membersihkan batinnya.</p>



<p>Dalam konteks lagu ini, “cahaya” tidak dimaknai sebagai simbol kesuksesan atau pencerahan instan. Sebaliknya, cahaya dipahami sebagai tujuan yang terus didekati, bukan sesuatu yang dapat dimiliki sepenuhnya. Pemaknaan tersebut juga terinspirasi dari gambaran Cahaya Ilahi dalam Surat An-Nur ayat 35, sehingga lirik yang dihadirkan terasa kontemplatif dan jauh dari nuansa egoistik.</p>



<p>Pendekatan musikal dalam “Menuju Cahaya” pun dirancang dengan gaya minimalis dan repetitif. Struktur pengulangan lirik dihadirkan layaknya sebuah doa yang diucapkan perlahan, mencerminkan proses pemurnian diri yang tidak pernah selesai dalam satu waktu. Bagi Marcell, perjalanan spiritual bukanlah peristiwa instan, melainkan perjalanan panjang yang dijalani secara berulang dan penuh kesadaran.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/3k3uhSQonuD2LL2D3r8j0G?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p>Meski mengangkat tema religi, Marcell menegaskan bahwa lagu ini bukanlah bentuk dakwah atau pernyataan religius yang demonstratif. Ia lebih memposisikan lagu ini sebagai ruang perenungan tentang manusia yang menyadari keterbatasannya, melepaskan pembenaran diri, dan tetap memilih berjalan perlahan menuju cahaya dengan kejujuran.</p>



<p>Hal menarik lainnya dari “Menuju Cahaya” adalah pendekatan aransemen musiknya yang berbeda dibandingkan lagu religi pada umumnya. Marcell memilih menghadirkan nuansa elektronik yang cukup kuat dalam komposisi lagu ini, sebuah langkah yang ia ambil secara sadar agar pesan dalam lagu dapat menjangkau pendengar yang lebih luas.</p>



<p>Menurut Marcell, eksplorasi aransemen tersebut dilakukan tanpa menghilangkan ruh spiritual dari lagu tersebut. Ia berharap pendekatan musikal yang lebih modern ini dapat membuat lagu “Menuju Cahaya” diterima oleh berbagai kalangan pendengar dari beragam latar belakang.</p>



<p>“Pemurnian diri adalah proses yang layak dirayakan oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun,” ungkap Marcell mengenai pesan yang ingin ia sampaikan melalui karya terbarunya.</p>



<p>Dengan konsep musikal yang reflektif serta pesan spiritual yang mendalam, “Menuju Cahaya” menjadi bukti bahwa karya musik religi tidak harus selalu hadir dalam format konvensional. Melalui pendekatan lirik yang kontemplatif dan aransemen elektronik yang modern, Marcell menghadirkan lagu yang tidak hanya relevan secara spiritual, tetapi juga mampu berbicara kepada generasi pendengar masa kini. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39402</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
