<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>New Release &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/music/new-release/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Mar 2026 11:31:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>New Release &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Film “Para Perasuk” Rilis OST Menyentuh dari Maudy Ayunda, Siap Tayang Usai Sukses di Festival Dunia</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/film/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-siap-tayang-usai-sukses-di-festival-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 11:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[On Location]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film]]></category>
		<category><![CDATA[film horor terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Maudy ayunda]]></category>
		<category><![CDATA[miami film festival]]></category>
		<category><![CDATA[ost film]]></category>
		<category><![CDATA[sundance]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39829</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Film “Para Perasuk” Rilis OST Menyentuh dari Maudy Ayunda" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Industri perfilman Indonesia kembali menunjukkan taringnya di panggung global melalui karya terbaru berjudul Para Perasuk, yang tidak hanya menawarkan eksplorasi cerita yang unik, tetapi juga kekuatan musikal sebagai bagian penting dari narasi. Menjelang penayangan resminya di bioskop Indonesia pada 23 April 2026, film produksi Rekata Studio bersama Trinity Optima Production ini resmi merilis original soundtrack [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Industri perfilman Indonesia kembali menunjukkan taringnya di panggung global melalui karya terbaru berjudul <em><strong>Para Perasuk</strong></em>, yang tidak hanya menawarkan eksplorasi cerita yang unik, tetapi juga kekuatan musikal sebagai bagian penting dari narasi. Menjelang penayangan resminya di bioskop Indonesia pada 23 April 2026, film produksi Rekata Studio bersama Trinity Optima Production ini resmi merilis original soundtrack (OST) bertajuk <em>Aku yang Engkau Cari</em> dan <em>Di Tepi Lamunan</em> yang dibawakan oleh Maudy Ayunda.</p>



<p>Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi penguatan storytelling film, di mana musik tidak sekadar pelengkap, tetapi menjadi medium emosional yang memperdalam karakter dan konflik. Lirik video <em>Aku yang Engkau Cari</em> yang telah dirilis memperlihatkan nuansa intim dan reflektif, sejalan dengan perjalanan batin tokoh utama Bayu yang diperankan oleh <strong>Angga Yunanda</strong>.</p>



<p>Menariknya, proses kreatif lagu ini lahir langsung dari pengalaman di lokasi syuting. <strong>Maudy Ayunda</strong> yang juga turut berperan dalam film, menulis lagu tersebut bersama Lafa Pratomo dengan pendekatan yang lebih personal. Ia menyebut lagu ini memiliki lapisan emosi yang halus, seperti bisikan yang tenang namun menyimpan kegelisahan mendalam, mencerminkan kompleksitas karakter dalam film.</p>



<p>Pendalaman artistik juga terlihat dalam video musik <em>Di Tepi Lamunan</em> yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja. Dengan pendekatan visual yang intuitif dan tidak konvensional, video ini menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda, memperkuat identitas film sebagai karya yang berani mengeksplorasi batas antara realitas dan imajinasi.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Maudy Ayunda - Di Tepi Lamunan (OST. Para Perasuk) | Official Music Video" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/fKvJkqR9D-8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebagai sutradara, <strong>Wregas </strong>menghadirkan narasi yang tidak terjebak pada pola horor konvensional. Ia justru menawarkan refleksi tentang penerimaan diri dan proses berdamai dengan masa lalu. Di tengah dominasi cerita balas dendam dan kemarahan dalam genre horor, <em>Para Perasuk</em> hadir dengan pendekatan yang lebih humanis dan kontemplatif.</p>



<p>Film ini mengangkat kisah Bayu, seorang “perasuk” yang membantu orang-orang—disebut pelamun—memasuki kondisi kerasukan dalam ritual bernama pesta sambetan. Dalam perjalanan tersebut, Bayu bertemu Laksmi yang diperankan Maudy Ayunda, sosok perempuan dari Jakarta yang mencari penyembuhan trauma melalui pengalaman ekstrem tersebut. Dinamika keduanya menjadi pusat cerita yang sarat makna tentang pencarian jati diri dan pelepasan luka batin.</p>



<p>Pengalaman syuting yang intens juga diakui para pemain. Angga Yunanda mengungkapkan tantangan fisik yang harus dihadapi, termasuk adegan ekstrem seperti bertapa dalam posisi terbalik. Sementara Maudy harus menjalani adegan-adegan tidak biasa yang menuntut eksplorasi fisik dan emosional secara mendalam, memperkuat transformasi karakternya.</p>



<p>Kehadiran Anggun dalam film ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Berperan sebagai Guru Asri, Anggun membawa pengalaman artistiknya dari panggung musik internasional ke dunia akting, menandai babak baru dalam perjalanan kariernya di industri kreatif.</p>



<p>Tak hanya kuat dari sisi cerita dan produksi, <em>Para Perasuk</em> juga mencatat prestasi di level internasional. Film ini telah melakukan world premiere di Sundance Film Festival 2026 dan mendapatkan sambutan positif. Selanjutnya, film ini akan berkompetisi di Miami Film Festival 43 dalam program Marimbas Award, serta terpilih di berbagai festival bergengsi lain seperti Fantaspoa, MSPIFF, dan MOOOV Film Festival.</p>



<p>Rangkaian pencapaian ini menunjukkan bahwa perfilman Indonesia semakin kompetitif di kancah global, tidak hanya dari sisi cerita tetapi juga kualitas produksi dan keberanian dalam mengeksplorasi tema.</p>



<p>Dengan kombinasi kekuatan narasi, eksplorasi visual, serta dukungan musik yang emosional, <em>Para Perasuk</em> diprediksi menjadi salah satu film Indonesia paling relevan tahun ini. Lebih dari sekadar tontonan, film ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna trauma, penerimaan, dan perjalanan menuju kedewasaan emosional. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39829</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>RIDE A PONY, Perempuannya Indonesia. Prianya Jepang. Jadinya, Duo ini…</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/ride-a-pony-perempuannya-indonesia-prianya-jepang-jadinya-duo-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 11:20:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Chihiro Itakura]]></category>
		<category><![CDATA[duo internasional]]></category>
		<category><![CDATA[enka modern]]></category>
		<category><![CDATA[musik Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Neea Rachma]]></category>
		<category><![CDATA[Ride A Pony]]></category>
		<category><![CDATA[rilisan lagu 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Watashi Wa Egoist]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39820</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Ride a Pony" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Memang begitulah adanya, saudara-saudara sekalian. Dimana sang perempuan bernama,&#160;Neea Rachma,&#160;Dia ini&#160;asal Depok, paling tidak itu domisilinya, yang bertindak sebagai vokalis. Ia juga penulis lirik lagu dan merangkap pula sebagai penulis lagu.&#160;Lalu yang pria punya nama,&#160;Chihiro Itakura. Pria yang menjadi gitaris asal Jepang,&#160;aselinya emang&#160;dari Tokyo, merangkap sebagai penulis lirik, penulis lagu dan&#160;producer.&#160; Duo ini sepintas aja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Memang begitulah adanya, saudara-saudara sekalian. Dimana sang perempuan bernama,&nbsp;<strong>Neea Rachma</strong>,&nbsp;Dia ini&nbsp;asal Depok, paling tidak itu domisilinya, yang bertindak sebagai vokalis. Ia juga penulis lirik lagu dan merangkap pula sebagai penulis lagu.&nbsp;Lalu yang pria punya nama,&nbsp;<strong>Chihiro Itakura</strong>. Pria yang menjadi gitaris asal Jepang,&nbsp;<em>aselinya emang</em>&nbsp;dari Tokyo, merangkap sebagai penulis lirik, penulis lagu dan&nbsp;<em>producer</em>.&nbsp;</p>



<p>Duo ini sepintas aja lumayan bikin&nbsp;<em>curious</em>, ya ga sih?&nbsp;Duo nih ceritanya? Tetapi musiknya gimana sih? Eh katanya ya mereka sepakat menyerap macam-macam musik. Mulai dari blues, ya jazz, ya rock. Juga tentu, pop. Oh, ya tapi kayak&nbsp;<em>apaan</em>?</p>



<p>Gini deh ya, sebenarnya lantas&nbsp;makin menarik mengikuti catatan perjalanan duo ini, lantaran sejauh ini mereka sudah me-<em>release</em><em>,&nbsp;</em>20&nbsp;<em>single</em>. Sejak berdirinya mereka pada 22 Agustus 2021 ini, artinya sekitar 4,5 tahunlah sudah usianya.&nbsp;<em>Lumejen</em>&nbsp;<em>dong</em><em>?</em></p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1024x678.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39827" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure></a></div>



<p><em>Betewe</em>, emang gimana sih Neea dan Chihiro lantas bisa berduet? Maksudnya, gimana&nbsp;en gimananya&nbsp;soal ketemunya&nbsp;gitulah? Eh ternyata gini nih,&nbsp;Ini cerita Neea ya. Mereka ketemu di sebuah&nbsp;<em>event launching</em>&nbsp;sebuah bar di area Melawai. Chihiro saat itu baru 2 bulanan di Indonesia.</p>



<p>Neea lanjutin,&nbsp;sebagai tamu malam itu&nbsp;dia datang udah lumayan malam,&nbsp;menjelang&nbsp;jam 23.30-an. Dia iseng-iseng nekad &nbsp;naik panggung karena&nbsp;<em>owner&nbsp;</em>bar tersebut yang memintanya&nbsp;<em>perform</em>. Dia sudah kenal dengan ownernya tersebut. Nah karena&nbsp;<em>doski sorangan</em>, dia lihat ada bass nganggur, iseng dia tampil main bass sambil menyanyi. Alhasil, beberapa tamu lainpun&nbsp;eh tergerak&nbsp;ikut naik panggung, merekapun ber-<em>jammin’</em>.</p>



<p>Chihiro jadi tamu, yang lantas ikutan jammin’. Dia mengaku terkesan dengan suara Neea dan merekapun bertukaran&nbsp;<em>hape</em>. Eh hape Neea apa, hapenya Chihiro apaan? Eala, maksudnya bukan hapenya, tapi&nbsp;<em>tuker-tukeran</em>&nbsp;nomer hape dong….</p>



<p>Dari situ, dia kemudian mengajak Neea gabung dengan sebuah grup band, isinya para ekspatriat Jepang semua. Neea pun jadi vokalis di situ, tentunya. Ada drummer, bassis, gitaris semuanya&nbsp;<em>Japanese</em>. Grup itupun sempat tampil di beberapa event komunitas Jepang di Indonesia.</p>



<p><em>Ndilala</em>&nbsp;datanglah&nbsp;serangan&nbsp;<em>covid-19</em>&nbsp;ke seantero dunia,&nbsp;tapi&nbsp;mereka tetap saja berteman dekat. Hubungan musikpun&nbsp;berlanjut&nbsp;via&nbsp;<em>handphone</em>. Mereka iseng bikin lagu-lagu&nbsp;<em>cover-version</em>. Trus Chihiro juga setuju diajakin bikin video klip, yang syutingnya di rumahnya&nbsp;masing-masing aja. Menurut Chihiro, kegiatan iseng membunuh waktu begitu, sangat menolongnya mengatasi rasa bosan karena covid yang bikin dimana-mana&nbsp;<em>lockdown</em>,&nbsp;<em>social-distancing</em>&nbsp;jadi susah berpergian.</p>



<p>Dari situ Chihiro menyodorkan ide, coba bikin&nbsp;<em>original-song</em>&nbsp;aja. Dia bikin musiknya, Neea bikin liriknya. Eh ternyata klop, mereka berdua suka.&nbsp;Dan begitulah ceritanya, merekapun sepakat &nbsp;untuk meneruskan duo ini.&nbsp;Memang lantas berlanjut terus duo mereka ini. Dengan nama yang&nbsp;sebelumnya telah disepakati mereka berdua,&nbsp;<strong>Ride a Pony</strong>.</p>



<p>Oh ya, ada&nbsp;nama gitaris&nbsp;<strong>Gugun Bluesshelter</strong>&nbsp;yang merekomendasikan label untuk titip distribusi. Sampai juga memberikan orang yang tepat sebagai&nbsp;<em>soundman</em>,&nbsp;<strong>Danny Ardiono</strong>.Dua nama tersebut diingat betul oleh Neea, sebagai yang berkontribusi untuk perjalanan duo mereka.</p>



<p>Dan sampailah di tahun 2026 ini. Dimana&nbsp;band kolaborasi Indonesia Jepang&nbsp;ini&nbsp;kembali akan meluncurkan&nbsp;<em>single</em>&nbsp;terbarunya pada 29 Maret 2026.&nbsp;Lagu terbaru mereka kali ini berbahasa Jepang, judulnya, ‘Watashi Wa Egoist’.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39826" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-678x1024.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39826" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39825" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-678x1024.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39825" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39824" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-678x1024.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39824" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure>
</figure>



<p>Nah lagu baru mereka ini mengandung&nbsp;pengaruh&nbsp;<em>enka</em>&nbsp;yang kuat, yaitu suasana, nuansa bahkan enerji&nbsp;<em>Japanese</em>.&nbsp;.Bisa disebut semacam genre musik populer Jepang yang kental suasana tradisionalnya, terutama dari sisi vokalnya.&nbsp;</p>



<p>Perlu diketahui genre musik yang bernuansa tradisi Jepang ini berfokus pada balada sentimental tentang cinta yang tak berbalas, juga kerinduan. Termasuk patah hati dan nostalgia, baik yang indah maupun pahit sih.</p>



<p>Mereka berdua berharap, nada dan lirik puitis pada lagu ini akan melemparkan pendengar pada masa lalu, ketika mendengarkan radio di Jepang.&nbsp;Nuansanya itu lho, klasik dan khas&nbsp;<em>bener</em>.&nbsp;&nbsp;Jadinya pertemuan,&nbsp;Enka dengan nuansa rock Ride A Pony, semoga menjadi perpaduan yang unik dan berbeda.</p>



<p>Well, lagu&nbsp;ini ditulis oleh&nbsp;Chihiro,&nbsp;sang gitaris. Dimana ia&nbsp;terinspirasi dari seorang kenalan yang punya kepribadian kuat dan selalu berusaha mencapai keinginannya dengan gigih.&nbsp;Chihiro memilih penggunaan Bahasa Jepang sebagai lirik, yang mungkin tidak umum. Dibungkus nada-nada yang kental musik tradisional Jepangnya.</p>



<p>Rasanya buat yang terkhusus menggemari lagu-lagu berlirik Bahasa Jepang, ‘Watashi Wa Egoist’, semoga bisa menarik hati dan telinga. Baik Chihiro maupun Neea ini berharap bahwa single ini dapat menjadi alternatif yang menyegarkan, karena ada suasana musik yang “tidak biasa”, bagi para penggemar musik umumnya. Lagu ini akan dirilis di semua <em>digital-platforms</em> mulai 29 Maret 2026 ini. Sukses ya, Ride a Pony. <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39820</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Sinyalturahmi, Kolaborasi Relijius Candil dan Bubi Sutomo</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/sinyalturahmi-kolaborasi-relijius-candil-dan-bubi-sutomo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 15:13:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Bubi Sutomo]]></category>
		<category><![CDATA[Candil]]></category>
		<category><![CDATA[lagu Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Religi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sinyalturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39486</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Sinyalturahmi, Kolaborasi Religi Candil dan Bubi Sutomo" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Dan Ramadhan pada tahun 2026, terasa makin ramai, justru di hari-hari jelang Hari Idul Fitri. Ada sebuah pola produksi yang tidak biasa, bahwa produk musik relijius untuk Ramadhan tidak direlease dari awal bulan suci. Kalau sebelumnya, di tahun-tahun silam, bahkan ada yang merilis single atau album, sebelum memasuki bulan puasa. Di tahun ini, Sinyalturahmi direlease, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dan Ramadhan pada tahun 2026, terasa makin ramai, justru di hari-hari jelang Hari Idul Fitri. Ada sebuah pola produksi yang tidak biasa, bahwa produk musik relijius untuk Ramadhan tidak di<em>release</em> dari awal bulan suci. Kalau sebelumnya, di tahun-tahun silam, bahkan ada yang merilis <em>single</em> atau album, sebelum memasuki bulan puasa.</p>



<p>Di tahun ini, <strong>Sinyalturahmi</strong> direlease, sekitar 2 minggu sebelum Idul Fitri. Mengetengahkan Trilagu, yang mengedepankan vokal dari rocker, <strong>Candil</strong>. Sebuah pemunculan relatif baru dari seorang Candil yang “rocker juga manusia” itu. Kali ini tak hanya menyuarakan rock, tapi bahkan jazzy dan bossas. Oho! Eits masih ditambah, kali ini Candil juga berduet!</p>



<p>Kalau ditelisik lebih lanjut dan mendalam, rilisan terbaru berupa “mini-album” yang terdiri dari 3 lagu ini juga punya nilai tambah yang tak kalah “eksotis”. Adalah seorang <strong>Bubi Sutomo</strong>, kibordis yang dikenal lewat <strong>Elfa’s Music Studio</strong> Bandung lalu terutama, <strong>Indonesia 6</strong>. Juga salah satu pendiri <strong>Kahitna</strong>. Bagaimana tetiba ia tampil lagi, sebagai produser rekaman, setelah produksi musiknya yang pernah dirilis itu terakhir di tahun 2002. Lama nian!</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39494" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-1024x678.jpg" alt="Sinyalturahmi, Kolaborasi Religi Candil dan Bubi Sutomo" class="wp-image-39494" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sinyalturahmi, Kolaborasi Religi Candil dan Bubi Sutomo</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39495" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-1024x678.jpg" alt="Sinyalturahmi, Kolaborasi Religi Candil dan Bubi Sutomo" class="wp-image-39495" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sinyalturahmi, Kolaborasi Religi Candil dan Bubi Sutomo</figcaption></figure>
</figure>



<p>Menurut Candil, trilogi berupa trilagu ini merupakan perjalanan musikal sekaligus spiritual yang <em>doski </em>rasakan selama Ramadhan. Menurutnya, “Pengen Ramadhan tahun ini punya warna suara yang beda. Dari gahar, ke megah, lalu berakhir hangat. Ini perjalanan frekuensi spiritual <em>gue</em> yang gue sebut <em>Sinyalturahmi</em>,” ujar Candil. Melalui proyek ini, Candil berharap dapat menghadirkan pengalaman mendengarkan musik religi yang lebih segar, eksploratif, dan relevan dengan generasi masa kini.</p>



<p>Semoga kelak bisa mendapat atensi en apresiasi positif dari kalangan muda, generasi milenial ataupun gen-zi misalnya. Begitu harap Candil, yang juga diiyakan oleh Bubi Sutomo, yang mengatakan, “Kami memang sengaja tidak ingin membuat lagu religi yang terasa klise. Justru kami mencoba menghadirkan eksplorasi aransemen yang lebih luas, mulai dari pop rock, orkestrasi besar hingga sentuhan jazz dan bossa”</p>



<p>Lalu lanjut Bubi, Candil itu punya karakter vokal yang sangat kuat, dan hal tersebut itu&nbsp; mendorong kami untuk menjadikannya semacam pusat energi dari trilagu ini. Enerji positif, yang sekaligus juga pembeda. ” ujar <strong>Bubi Sutomo</strong>, produser musik mini album <em>Sinyalturahmi</em>.</p>



<p>Tentu saja konsep rilisan mini-album Ramadhan ini saja, sebenarnya sudah menjadi pembeda. Membedakan dari lagu-lagu relijius untuk Ramadhan, yang tersedia di pasar, terutama di tahun ini. Ada 3 lagu, dengan berbeda pula sajian musiknya. Ada yang mengandung unsur pop rock yang tebal. Lalu yang sedikit lebih gahar, rada metal tapi dengan dikolaborasikan dengan kemegahan orkestra, jadinya terkesan dramatis. Lantas sajian yang hangat dan santai, musiknya <em>light</em> yang meng-<em>entertain</em> betul. Pilihannya itu lho pop, jazzy and bossas.</p>



<p>Eh iya, bagaimana tidak <em>surprise</em>, kali ini Candil ditampilkan berduet. Dengan penyanyi cewek bersuara empuk dan renyah, <strong>Saniyah</strong>. Sudah berduet, itu pengalaman pertamanya so pasti. Mana lagi musiknya bossa, jazzy. Seru tidak, menyanyi santai <em>en</em> relax begitu? Ini jadi koleksi penting nih. Kapan lagi Candil tampil “sangat unik” begini?</p>



<p>Ada peran orkestra yang dilibatkan oleh Bubi Sutomo dalam rekaman trilagu ini. <em>Betewe</em>, istilah trilagu disodorkan oleh Candil demikian pula halnya dengan istilah Sinyalturahmi. Kembali ke orkestra, Bubi mengajak serta <strong>Eki Satria</strong> yang memboyong <strong>Garudayasa Philharmonic Orchestra</strong>-nya untuk menebalkan suasana megah, bernuansa dramatis dalam sajian trilagu mini album ini. Dan, dapat dong!</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-4 is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39492" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-678x1024.jpg" alt="Candil" class="wp-image-39492" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_02.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Candil</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39491" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-678x1024.jpg" alt="Candil" class="wp-image-39491" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/candil_01.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Candil</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39490" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-678x1024.jpg" alt="bubi sutomo 02" class="wp-image-39490" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_02.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">bubi sutomo 02</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39489" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-678x1024.jpg" alt="Bubi Sutomo" class="wp-image-39489" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/bubi-sutomo_01.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bubi Sutomo</figcaption></figure>
</figure>



<p>Trilagu dalam Sinyalturahmi ini adalah , “Ya Ramadhan”, bersuasana pop rock yang kuat menonjolkan <em>performance</em> khas Candil yang ngerock vokalnya itu. Lalu, “DenganMu”, yang pada sisi lirik mengandung pesan kontemplatif dan reflektif. Menyentuh, apalagi balutan musiknya, menambah nuansa megah dan dramatisnya.</p>



<p>Lalu lagu ketiga, “Bermaafan Bersalaman”. Dalam lagu ini ada pesan khusus dititipkan dalam liriknya, mengenai kemenangan sejati dalam Ramadhan adalah sebenarnya kemampuan untuk saling memaafkan. Suasana lagu ini memang santai, relax dan menyenangkan…</p>



<p>Kampanye musik <strong>“Sinyalturahmi: Trilagu Ramadhan”</strong> juga mendapat dukungan dari <strong>Telkomsel</strong> sebagai sponsor yang melihat keselarasan kuat antara pesan karya ini dengan semangat konektivitas yang selalu dihadirkan Telkomsel bagi masyarakat Indonesia. Bagi Telkomsel, Ramadhan merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan antar manusia, baik secara langsung maupun melalui koneksi digital.</p>



<p>“Telkomsel percaya bahwa konektivitas bukan hanya soal jaringan, tetapi juga tentang menjaga hubungan dan silaturahmi. Melalui kolaborasi bersama Candil dalam proyek ‘Sinyalturahmi’, kami berharap pesan kebersamaan dan refleksi spiritual di bulan Ramadhan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia.”</p>



<p>Begitulah, semoga Ramadhan ini akan berlangsung dengan sebaik-baiknya, menuju Hari Kemenangan yang penuh kegembiraan, kesukacitaan dan penuh puji syukur. Selamat Idul Fitri. <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39486</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/sinyalturahmi-kolaborasi-religi-candil-dan-bubi-sutomo_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Bersyukur dan Bergembiralah…Lebaran Sebentar Lagi</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/bersyukur-dan-bergembiralahlebaran-sebentar-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 07:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[bimbo lebaran telah tiba]]></category>
		<category><![CDATA[lagu idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[lagu lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[lagu ramadan dan idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[musik lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Religi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[remake lagu religi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39471</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="kamga mo" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ada tema lagu yang lumayan nyantol di kuping dan hati, dibunyikan sebagai pembuka lagu. Nada-nadanya lumayan familiar deh. Dari lagu apa? Gini, gini ya, yang penting sih suasana lagu langsung penuh kegembiraan. Klop banget! Kan Lebaran… Lirik pembukanyapun, ah pas betul, …. Lebaran sebentar lagi. Berpuasa sekeluarga, Sehari penuh yang sudah besar. Tengah hari yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ada tema lagu yang lumayan <em>nyantol</em> di kuping dan hati, dibunyikan sebagai pembuka lagu. Nada-nadanya lumayan <em>familiar </em>deh. Dari lagu apa? Gini, gini ya, yang penting sih suasana lagu langsung penuh kegembiraan. Klop banget! Kan Lebaran…</p>



<p>Lirik pembukanyapun, ah pas betul, …. <em>Lebaran sebentar lagi. Berpuasa sekeluarga, Sehari penuh yang sudah besar. Tengah hari yang masih kecil. Alangkah asyik pergi ke masjid. Solat tarawih bersama-sama… Lebaran sebentar lagi. Berpuasa dengan gembira. Menahan lapar, menahan napsu. Melatih diri sedari kecil….</em></p>



<p>Dan langsung saja barisan tiup meramaikan lagu di depan, meningkahi suara piano. Lalu nah ini, muncul perkusi membunyikan <em>beat-beat </em>yang nge-<em>dance euy</em>. Ah, suasana langsung terasa segar, menyenangkan. <em>Trully happy</em>! <em>Idul Fitri is coming to town, guys</em>….</p>



<p>Memasuki Hari Raya, setelah sebulan berpuasa, asli dong penuh kesukacitaan. Tentu saja dengan rasa puji syukur. Akhirnya, kita mengalami lagi kegembiraan Idul Fitri di tahun ini. Dan ini jadinya, sebuah “lagu tema” berhari raya yang terasa pas betul. Silaturahmi berhari raya, berkunjung, bersalam-salaman. Dilatari lagu ini?</p>



<p>Lagu yang sungguh “merakyat” ini adalah karya bersama <strong>Djaka Bimbo</strong> dan penyair, <strong>Taufik Ismail</strong>. Dirilis perdana pada tahun 2007, dinyanyikan oleh <strong>Bimbo</strong>. Seperti kita ketahui, Bimbo dengan musik dan lagu-lagu relijiusnya senantiasa menjadi lagu tema tetap saban Idul Fitri, itu terjadi sejak era 1970-an bahkan.</p>


<div class="wp-block-image">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-678x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-678x1024.jpg" alt="djaka bimbo" class="wp-image-39476" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/djaka-bimbo.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">djaka bimbo</figcaption></figure></a></div>
</div>


<p>Nah memasuki tahun 2026 ini, adalah <strong>Bro’s Studio,</strong> tetiba melahirkan ide untuk mengemas ulang lagu yang berjudul, “Lebaran Telah Tiba” tersebut. Tentu saja, mereka menggulirkan ide merekam ulang, dengan rasa dan bunyian musik berbeda dari aslinya itu. Kalau karya orisinalnya terasa pop, berbau folk. Maka kali ini, suasana lagu dan musik menjadi lebih bergembira, suasananya berbau Latin Salsa yang kental.</p>



<p>Terasa nuansa kekiniannya? <em>Happiness</em> lah. Apalagi kan iramanya itu Latin, riuh dengan suara perkusi sahut-sahutan. Mendengarkan dan menyimaknya baik-baik jadi terasa santai tapi lantas penuh kesukacitaan. Sedap betul! Setuju dong?</p>



<p>Harusnya setuju. Apalagi dengan ide keren mereka, mengangkat lagu yang sudah dikenal luas secara nasional ini. Yoi, sampai ke pelosok-pelosok&nbsp; Nusantara, lagu ini tentunya dikenal banget sama masyarakat dimanapun berada. Nah setuju kan?</p>



<p>Maka karya “lama dengan rasa baru” ini dibesut <em>kroyokan </em>oleh beberapa aranjer sekaligus. Untuk menghadirkan atmosfir masa kininya. Antara lain ada <strong>Andika Monoarfa</strong>, <strong>Agus Kristianto</strong>, <strong>Nur Satriatama</strong>. Ditambah trumpetist, <strong>Rio Siddik</strong>. Juga perkusionis, <strong>Adjie Rao</strong>. Dan pianis, <strong>Rio Moreno</strong>.</p>



<p>Sementara untuk penyanyi, diundanglah beberapa nama. Tentu saja ada Bimbo selengkapnya, <strong>Sam</strong>, Djaka dan oho, ada <strong>Iin Parlina! </strong>Lalu ada<strong> Hadad Alwi, </strong>yang menyanyikan bait pembuka pembuka lagu dengan “adem”nya. Lalu nama-nama lain seperti <strong>Quinn Salman</strong>, <strong>Alvons Freedom</strong>, <strong>Ajeng</strong> dan <strong>Kamga Mo</strong>. Nama terakhir bertindak pula sebagai <em>vocal-director</em>.</p>



<p>Tak hanya itu, ada peran nama-nama lain seperti <strong>Tuantigabelas </strong>dan <strong>Ecko Show</strong> sebagai <em>rapper</em>. Keterlibatan suara mereka, menebalkan suasana penuh kegembiraan pada lagu ini. Sementara sisi musik, tak kalah ramainya. Gimana tidak ramai, ada ayah dan anak, <strong>Ayla Adjie</strong> dan Adjie Rao yang memainkan <em>Conga, Shekere, Bongo, Triangle</em> dan <em>Campana</em>. Masih ditambah <strong>Nino Bukir</strong> (bass drum dan <em>guiro</em>). Lalu juga Andika Monoarfa memainkan <em>timbales </em>dan <em>percussion-toys</em> lain macam <em>clave, cymbals</em> dan <em>cowbell</em>.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-4 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39480" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-1024x678.jpg" alt="rio moreno dan subekti sudiro" class="wp-image-39480" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/rio-moreno-dan-subekti-sudiro.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">rio moreno dan subekti sudiro</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39478" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-1024x678.jpg" alt="iin parlina" class="wp-image-39478" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/iin-parlina.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">iin parlina</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39477" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-1024x678.jpg" alt="hadad alwi" class="wp-image-39477" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/hadad-alwi.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">hadad alwi</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39475" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-1024x678.jpg" alt="barisan tiup" class="wp-image-39475" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/barisan-tiup.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">barisan tiup</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39474" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-1024x678.jpg" alt="adjie rao dan ayla adjie" class="wp-image-39474" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/adjie-rao-dan-ayla-adjie.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">adjie rao dan ayla adjie</figcaption></figure>
</figure>



<p>Perkusi bersahut-sahutan, saling meningkahi dengan pasukan tiup. Adapun <em>Horn-section</em> kali ini terdiri dari Rio Siddik dan <strong>Wisnu Mawl</strong> (trumpet). Lalu juga, <strong>Andreas Ponda</strong> (tenor saxophone), <strong>Andika Candra</strong> (alto saxophone), <strong>Guruh Gandi Nugraha</strong> (trombone) dan <strong>Muhamad Yogi Malachim</strong> (bass trombone). Masih ada musisi lain, <strong>Subekti Sudiro</strong>, memainkan <em>electric contrabass</em>.</p>



<p>Bertindak sebagai <em>mixing engineer</em> adalah <strong>Ivan Dewanto</strong>, sementara <em>mastering engineer</em> adalah Andika Monoarfa. Untuk <em>recording engineer</em> ditangani oleh <strong>Abhi Laksana</strong>, <strong>Bagus Aditya</strong> dan <strong>Yusuf Albantani</strong>. Semua proses rekaman dilakukan di <strong>Bro’s Studio</strong>, Pondok Labu.</p>



<p>Bertindak sebagai <em>executive producer</em> dari single meriah ini adalah Riverbrick, Bro’s Studio dan IDETIMUR. Dan single bersuasana ramai, menggoyang dan bersuasana ceria sekali ini, dirilis oleh label, <strong>267 Records</strong>.</p>



<p>Dan kini lagu ini telah tersedia pada semua <em>digital platform</em>&nbsp; yang ada. Semoga langsung menarik hati para penggemar musik, untuk disimak, disukai dan di-<em>download</em>. Boleh banget kok, kalau sampai lagunya dipakai jadi <em>backsound</em> konten-konten di media sosial.</p>



<p>Selamat merayakan Idul Fitri, semua yang merayakannya. Bergoyanglah, menarilah, bersukacitalah dengan lagu yang seru ini….</p>



<p><em>Selamat tinggal, bulan penuh suci. Kita sambut, Hari Idul Fitri. Lantunan takbir, menyayat hati. Sebentar lagi Ramadhan pergi ….. Doa doa tembus ke angkasa. Ini bulan baik, basuh semua dosa. Malam ganjil kan datang Cahaya. Lailatul Qadar malam penuh berkah.</em> (bait rap)</p>



<p><em>Lebaran penuh keikhlasan, Lebaran saling memaafkan….</em></p>



<p>Salam Hari Raya! <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39471</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/kamga-mo-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Marcell Siahaan Rilis “Menuju Cahaya”, Lagu Religi yang Mengajak Pendengar Jujur pada Diri Sendiri</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/marcell-siahaan-rilis-menuju-cahaya-lagu-religi-yang-mengajak-pendengar-jujur-pada-diri-sendiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 06:46:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[lagu religi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Marcell Siahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Menuju Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[MKH Publishing]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik reflektif]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Menyusui Records]]></category>
		<category><![CDATA[single terbaru Marcell]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39402</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Marcell Siahaan" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Marcell Siahaan, kembali menghadirkan karya reflektif melalui single terbarunya berjudul “Menuju Cahaya” yang resmi dirilis pada 26 Februari 2026. Lagu ini menjadi single religi kedua yang ia hadirkan setelah sebelumnya merilis “Tawakal” pada 2024, sekaligus memperlihatkan perjalanan musikal dan spiritual yang semakin matang dari salah satu vokalis pria paling konsisten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Marcell Siahaan, kembali menghadirkan karya reflektif melalui single terbarunya berjudul <strong>“Menuju Cahaya”</strong> yang resmi dirilis pada 26 Februari 2026. Lagu ini menjadi single religi kedua yang ia hadirkan setelah sebelumnya merilis “Tawakal” pada 2024, sekaligus memperlihatkan perjalanan musikal dan spiritual yang semakin matang dari salah satu vokalis pria paling konsisten di industri musik Indonesia.</p>



<p>Dalam proyek terbarunya ini, Marcell kembali menunjukkan peran penuh sebagai kreator utama. Lirik, komposisi, hingga aransemen musik ditulis sendiri olehnya, menegaskan karakter personal yang kuat dalam setiap karya yang ia hasilkan. Lagu “Menuju Cahaya” diproduksi melalui label rekaman serta penerbit musik miliknya sendiri, yaitu Ruang Menyusui Records dan MKH Publishing, dengan Marcell bertindak langsung sebagai pengarah musik utama dalam proses produksinya.</p>



<p>Proses rekaman vokal dilakukan oleh Yusuf Effendi Hadiyanto di studio Ruang Menyusui, dengan dukungan sejumlah musisi berpengalaman di belakang layar. Gatot Alindo mengisi permainan gitar akustik dan elektrik, Ivan Alidiyan menangani keyboard serta synthesizer, sementara Stefanus Adi Wibowo berperan sebagai pengarah vokal. Sentuhan akhir lagu ini dipercayakan kepada Lawrence “Random” Widarto yang bertanggung jawab dalam proses mixing dan mastering.</p>


<div class="wp-block-image">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-682x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="682" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-682x1024.jpg" alt="marcell siahaan 02" class="wp-image-39406" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-682x1024.jpg 682w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-02.jpg 853w" sizes="auto, (max-width: 682px) 100vw, 682px" /><figcaption class="wp-element-caption">marcell siahaan </figcaption></figure></a></div>
</div>


<p>Menariknya, lagu ini juga menghadirkan kontribusi dari sosok yang sangat dekat dengan Marcell, yakni sang istri, Rima Melati Adams. Dalam lagu tersebut, Rima membacakan penggalan lirik puitis berbahasa Inggris yang memberikan warna emosional tersendiri. Marcell bahkan menyampaikan dengan candaan bahwa sang istri merupakan sosok dengan pelafalan bahasa Inggris terbaik di rumah mereka.</p>



<p>Secara tematik, “Menuju Cahaya” berbicara tentang perjalanan batin manusia ketika ia berhenti menempatkan dirinya sebagai pusat kehidupan, dan mulai melangkah menuju sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Lagu ini tidak mengangkat tema kemenangan atau pencapaian pribadi, melainkan menyoroti proses pelepasan ego serta keberanian untuk bersikap jujur terhadap diri sendiri.</p>



<p>Inspirasi utama lagu ini berasal dari konsep spiritual <strong>Tazkiyatun Nafs</strong>, yaitu proses pemurnian jiwa dalam tradisi spiritual Islam. Gagasan tersebut selaras dengan pesan yang terkandung dalam Al-Qur&#8217;an, khususnya dalam Surat Asy-Syams ayat 9–10 dan Surat Al-A‘la ayat 14, yang menegaskan bahwa keberuntungan sejati datang dari kemampuan manusia untuk membersihkan batinnya.</p>



<p>Dalam konteks lagu ini, “cahaya” tidak dimaknai sebagai simbol kesuksesan atau pencerahan instan. Sebaliknya, cahaya dipahami sebagai tujuan yang terus didekati, bukan sesuatu yang dapat dimiliki sepenuhnya. Pemaknaan tersebut juga terinspirasi dari gambaran Cahaya Ilahi dalam Surat An-Nur ayat 35, sehingga lirik yang dihadirkan terasa kontemplatif dan jauh dari nuansa egoistik.</p>



<p>Pendekatan musikal dalam “Menuju Cahaya” pun dirancang dengan gaya minimalis dan repetitif. Struktur pengulangan lirik dihadirkan layaknya sebuah doa yang diucapkan perlahan, mencerminkan proses pemurnian diri yang tidak pernah selesai dalam satu waktu. Bagi Marcell, perjalanan spiritual bukanlah peristiwa instan, melainkan perjalanan panjang yang dijalani secara berulang dan penuh kesadaran.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/3k3uhSQonuD2LL2D3r8j0G?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p>Meski mengangkat tema religi, Marcell menegaskan bahwa lagu ini bukanlah bentuk dakwah atau pernyataan religius yang demonstratif. Ia lebih memposisikan lagu ini sebagai ruang perenungan tentang manusia yang menyadari keterbatasannya, melepaskan pembenaran diri, dan tetap memilih berjalan perlahan menuju cahaya dengan kejujuran.</p>



<p>Hal menarik lainnya dari “Menuju Cahaya” adalah pendekatan aransemen musiknya yang berbeda dibandingkan lagu religi pada umumnya. Marcell memilih menghadirkan nuansa elektronik yang cukup kuat dalam komposisi lagu ini, sebuah langkah yang ia ambil secara sadar agar pesan dalam lagu dapat menjangkau pendengar yang lebih luas.</p>



<p>Menurut Marcell, eksplorasi aransemen tersebut dilakukan tanpa menghilangkan ruh spiritual dari lagu tersebut. Ia berharap pendekatan musikal yang lebih modern ini dapat membuat lagu “Menuju Cahaya” diterima oleh berbagai kalangan pendengar dari beragam latar belakang.</p>



<p>“Pemurnian diri adalah proses yang layak dirayakan oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun,” ungkap Marcell mengenai pesan yang ingin ia sampaikan melalui karya terbarunya.</p>



<p>Dengan konsep musikal yang reflektif serta pesan spiritual yang mendalam, “Menuju Cahaya” menjadi bukti bahwa karya musik religi tidak harus selalu hadir dalam format konvensional. Melalui pendekatan lirik yang kontemplatif dan aransemen elektronik yang modern, Marcell menghadirkan lagu yang tidak hanya relevan secara spiritual, tetapi juga mampu berbicara kepada generasi pendengar masa kini. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39402</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/marcell-siahaan-03-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Agrikulture Rilis “Terang di Gelap Cahaya”, Refleksi Ironi Hidup Urban yang Dibungkus Groove Dance Punk</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/agrikulture-rilis-terang-di-gelap-cahaya-refleksi-ironi-hidup-urban-yang-dibungkus-groove-dance-punk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 05:22:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Agrikulture]]></category>
		<category><![CDATA[dance punk]]></category>
		<category><![CDATA[lagu baru Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik indie Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[rilisan musik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[skena musik Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Terang di Gelap Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Turn on Plastic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39379</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="agrikulture 02" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Skena musik independen Indonesia kembali diramaikan dengan rilisan terbaru dari unit dance-punk asal Jakarta, Agrikulture, yang menghadirkan single bertajuk “Terang di Gelap Cahaya”. Lagu ini menjadi lanjutan perjalanan musikal mereka setelah sebelumnya menyapa pendengar lewat single “Cerah Hari Ini”, sekaligus menegaskan konsistensi band tersebut dalam meramu energi groove dengan refleksi kehidupan urban yang penuh ironi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Skena musik independen Indonesia kembali diramaikan dengan rilisan terbaru dari unit dance-punk asal Jakarta, Agrikulture, yang menghadirkan single bertajuk <strong>“Terang di Gelap Cahaya”</strong>. Lagu ini menjadi lanjutan perjalanan musikal mereka setelah sebelumnya menyapa pendengar lewat single “Cerah Hari Ini”, sekaligus menegaskan konsistensi band tersebut dalam meramu energi groove dengan refleksi kehidupan urban yang penuh ironi.</p>



<p>Sejak awal kemunculannya di awal dekade 2000-an, Agrikulture dikenal sebagai salah satu band yang tidak sekadar menawarkan musik untuk didengar, tetapi juga untuk dirasakan dan direnungkan. Melalui “Terang di Gelap Cahaya”, mereka kembali menunjukkan identitas musikal yang khas, menggabungkan ritme yang memancing gerak tubuh dengan lirik yang mengajak pendengar berpikir tentang dinamika kehidupan modern.</p>



<p>Inspirasi musikal lagu ini berakar pada semangat dance-punk dan post-punk yang pernah dipopulerkan oleh grup seperti Talking Heads hingga The Rapture. Namun Agrikulture tidak berhenti pada pengaruh tersebut. Mereka memperluas eksplorasi dengan memadukan elemen funk, disco, hingga nuansa new wave yang menciptakan struktur musik repetitif namun kaya emosi. Bass dan ritme tetap menjadi fondasi utama yang membangun karakter groove dalam lagu ini.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/2vW24zW4sQUoW8G1xAjNEG?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p>Berbeda dengan single sebelumnya yang menangkap optimisme secara spontan, “Terang di Gelap Cahaya” lahir dari kegelisahan yang lebih personal dan reflektif. Lagu ini menjadi semacam catatan batin tentang pencarian ketenangan, kenyamanan, serta makna kebahagiaan dalam hidup, tanpa selalu memiliki jawaban yang pasti. Dalam lagu ini, keresahan tidak disampaikan dengan teriakan atau dramatisasi berlebihan, melainkan hadir secara halus melalui alunan nada dan ritme yang mengalir.</p>



<p>Di tengah era digital yang penuh kebisingan informasi, Agrikulture memilih pendekatan lirik yang minimalis dan observasional. Gaya penulisan tersebut menjadi ciri khas mereka lugas, ironis, dan jauh dari romantisasi emosi yang berlebihan. Justru melalui kesederhanaan kata, pesan yang disampaikan terasa lebih jujur dan manusiawi. Ada momen ketika seseorang merasa terlalu resah hingga kehilangan kata-kata, dan dalam kondisi seperti itulah musik menjadi medium paling tulus untuk berbicara.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new-1024x678.jpg" alt="agrikulture new" class="wp-image-39384" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-new.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">agrikulture new</figcaption></figure></a></div>



<p>Konsep tersebut juga tercermin dalam metafora yang mengingatkan pada gagasan <strong>“message in a bottle”</strong> yang pernah dipopulerkan oleh The Police sebuah pesan sederhana yang dilempar ke ruang luas dengan harapan ada seseorang di luar sana yang mendengarnya. Dalam konteks dunia digital saat ini, sebuah lagu bisa menjangkau pendengar dari berbagai belahan dunia, menjadikan suara kecil sekalipun tetap memiliki peluang untuk ditemukan.</p>



<p>“Lagu ini adalah pengingat tentang bertahan dan menemukan makna terang versi masing-masing, bahkan ketika cahaya terasa samar,” ungkap Agrikulture mengenai pesan yang ingin mereka sampaikan lewat single tersebut.</p>



<p>Alih-alih menawarkan jawaban besar atau solusi instan, “Terang di Gelap Cahaya” justru hadir sebagai refleksi yang sangat manusiawi: harapan sederhana untuk menemukan secercah terang di tengah situasi yang terasa gelap. Pesan tersebut terasa relevan dengan kehidupan masyarakat urban saat ini yang sering kali dihadapkan pada tekanan, kebisingan informasi, dan ritme hidup yang serba cepat.</p>



<p>Agrikulture sendiri telah membangun reputasi yang kuat di skena musik independen Indonesia selama lebih dari dua dekade. Album <strong>“Dawai Damai”</strong> yang dirilis pada 2007 serta <strong>“Terang Benderang”</strong> pada 2011 menjadi fondasi penting perjalanan mereka dalam menghadirkan musik yang danceable namun tetap artistik dan reflektif. Konsistensi tersebut menjadikan Agrikulture sebagai salah satu nama yang tetap relevan di tengah perubahan tren musik.</p>



<p>Melalui single terbaru ini, Agrikulture kembali menunjukkan bahwa musik dengan energi ritmis yang kuat tidak harus kehilangan kedalaman makna. Justru melalui perpaduan groove yang memancing gerak tubuh dan lirik yang menyentuh sisi reflektif, mereka menghadirkan karya yang tetap kontekstual dengan denyut kehidupan urban masa kini.</p>


<div class="wp-block-image">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya.jpg" class="td-modal-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="1000" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya.jpg" alt="artwork terang di gelap cahaya" class="wp-image-39385" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya.jpg 1000w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya-300x300.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya-150x150.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya-768x768.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya-420x420.jpg 420w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya-840x840.jpg 840w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya-600x600.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya-696x696.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya-24x24.jpg 24w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya-48x48.jpg 48w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/artwork-terang-di-gelap-cahaya-96x96.jpg 96w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">artwork terang di gelap cahaya</figcaption></figure></a></div>
</div>


<p>Single <strong>“Terang di Gelap Cahaya”</strong> diproduseri oleh Irfandy dan Hogi Wirjono, dengan Baypoet sebagai co-producer. Proses mixing dan mastering juga ditangani oleh Hogi Wirjono, sementara rilisan ini berada di bawah label Turn on Plastic bersama Agrikulture. Lagu tersebut dijadwalkan tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music, membuka kesempatan bagi pendengar dari berbagai penjuru dunia untuk merasakan energi sekaligus refleksi yang dibawanya.</p>



<p>Dengan rilisan ini, Agrikulture tidak hanya kembali menegaskan eksistensinya di industri musik independen, tetapi juga memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi ruang untuk merayakan ironi kehidupan sekaligus menyalakan harapan sekecil apa pun cahaya itu. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39379</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/agrikulture-02-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Qatijaa Debut dengan “Nothing to Say”, Suara Baru City Pop yang Angkat Pesan Self Love</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/qatijaa-debut-dengan-nothing-to-say-suara-baru-city-pop-yang-angkat-pesan-self-love/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 08:47:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[debut penyanyi baru Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[lagu City Pop Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[profil Qatijaa]]></category>
		<category><![CDATA[Qatijaa rilis single Nothing to Say]]></category>
		<category><![CDATA[Star Creation ID artist]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39078</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="qatijaa" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Penyanyi pendatang baru Qatijaa resmi membuka perjalanan kariernya di industri musik Indonesia dengan merilis single perdana berjudul Nothing to Say pada 18 Februari 2026. Lagu bernuansa Japanese City Pop ini menjadi perkenalan awal atas karakter musikal yang ia bangun, sekaligus membawa pesan kuat tentang keberanian keluar dari hubungan yang tidak sehat dan pentingnya mencintai diri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penyanyi pendatang baru <strong><a href="https://xposeindonesia.com/tag/qatijaa/" data-type="post_tag" data-id="16981">Qatijaa</a></strong> resmi membuka perjalanan kariernya di industri musik Indonesia dengan merilis single perdana berjudul <em><strong><a href="https://xposeindonesia.com/tag/qatijaa-rilis-single-nothing-to-say/" data-type="post_tag" data-id="18959">Nothing to Say</a></strong></em> pada 18 Februari 2026. Lagu bernuansa Japanese City Pop ini menjadi perkenalan awal atas karakter musikal yang ia bangun, sekaligus membawa pesan kuat tentang keberanian keluar dari hubungan yang tidak sehat dan pentingnya mencintai diri sendiri.</p>



<p>Di tengah persaingan industri musik yang semakin dinamis, Qatijaa hadir dengan identitas yang menonjolkan kekuatan vokal dan pendekatan emosional dalam setiap karya. Sebelum merilis single debutnya, ia telah aktif membagikan berbagai cover lagu pop dan lagu-lagu Jepang melalui kanal YouTube bersama Cita Nada Production. Melalui platform tersebut, Qatijaa memperlihatkan warna suaranya yang hangat, teknik vokal yang matang, serta kemampuan interpretasi yang menyentuh, sekaligus menjadi fondasi awal dalam membangun basis pendengar.</p>



<p>Passion-nya terhadap musik pop dan Japanese sound turut membentuk arah musikal yang kini ia bawa ke karya orisinal. Kehadirannya menjadi warna baru di industri musik, membuktikan bahwa pasar untuk penyanyi dengan kualitas vokal murni, estetika yang rapi, dan eksplorasi lintas genre masih terbuka luas. Meski profil pribadinya belum banyak terekspos ke publik, perjalanan musikal yang ia tampilkan menunjukkan dedikasi kuat terhadap seni bernyanyi, menjadikannya salah satu vokalis muda yang patut diperhatikan dalam beberapa tahun ke depan.</p>


<div class="wp-block-image">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02.jpg" class="td-modal-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="1920" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02.jpg" alt="qatijaa 02" class="wp-image-39082" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-683x1024.jpg 683w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-1024x1536.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa_02-1068x1602.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">qatijaa 02</figcaption></figure></a></div>
</div>


<p>Single <em>Nothing to Say</em> sendiri ditulis langsung oleh Qatijaa sebagai refleksi pengalaman pribadi saat berada dalam hubungan yang penuh tekanan dan kontrol. Lagu ini mendorong pendengarnya untuk berani mengambil keputusan keluar dari situasi toxic dan memilih diri sendiri sebagai prioritas.</p>



<p>Diproduksi oleh <strong>Rafael Rudito</strong> di bawah label Star Creation ID, lagu ini hadir sebagai anthem pop yang cerah namun menyimpan emosi mendalam. Executive Producer <strong>Mariam Kartikatresni</strong> menilai Qatijaa memiliki karakter vokal yang unik dan energi baru yang relevan dengan perkembangan industri musik saat ini, sehingga label berkomitmen mendukung rangkaian karya lanjutan sepanjang 2026.</p>



<p>Secara musikal, <em>Nothing to Say</em> memadukan aransemen pop-band yang ringan dengan sentuhan City Pop khas Jepang. Di balik nuansa upbeat tersebut, tersimpan perjalanan emosi dari frustrasi menuju kejelasan. Pengulangan lirik “good, good, good” dan “bad, bad, bad” menggambarkan tekanan emosional dan standar ganda dalam hubungan yang melelahkan, hingga akhirnya mencapai titik di mana diam menjadi bentuk kekuatan.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/6QUVddM9HIqNr2PoFL9z0j?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p>Kalimat “You left me with nothing to say” menjadi simbol pelepasan, bukan kekalahan. Lagu ini menggambarkan momen ketika seseorang berhenti menjelaskan, berhenti membela diri, dan akhirnya memilih untuk berjalan pergi demi kesehatan emosionalnya.</p>



<p>Pendekatan visualnya juga memperkuat identitas artistik yang dibangun. Artwork single mengusung konsep modern surreal dengan teknik kolase yang menampilkan potret Qatijaa sebagai representasi berbagai lapisan emosi dan proses penerimaan diri.</p>



<p>Dengan kombinasi kualitas vokal, konsep musikal yang matang, serta pesan yang relevan bagi generasi muda, <em>Nothing to Say</em> menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi perjalanan karier Qatijaa. Single ini kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi pembuka dari rangkaian karya yang akan dirilis sepanjang tahun ini. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39078</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/qatijaa-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>“Simple Pleasures” Jadi Langkah Baru Alonzo Brata, Tegaskan Eksistensi Crooner Modern Indonesia di 2026</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/simple-pleasures-jadi-langkah-baru-alonzo-brata-tegaskan-eksistensi-crooner-modern-indonesia-di-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 06:03:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[crooner indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jazz indonesia terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[lagu jazz easy listening]]></category>
		<category><![CDATA[musik swing modern]]></category>
		<category><![CDATA[rilisan februari 2026]]></category>
		<category><![CDATA[simple pleasures 2026]]></category>
		<category><![CDATA[single alonzo brata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=38960</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="alonzo brata" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Setelah menutup tahun 2025 dengan album liburan Tap Into the Holidays yang hangat dan elegan, Alonzo Brata kini membuka babak baru kariernya lewat single terbaru berjudul Simple Pleasures. Jika album Natal tersebut menjadi penegasan identitasnya sebagai penyanyi jazz berkelas dengan pendekatan live take yang organik, maka rilisan terbaru ini adalah pernyataan arah musikal yang lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah menutup tahun 2025 dengan album liburan <em>Tap Into the Holidays</em> yang hangat dan elegan, Alonzo Brata kini membuka babak baru kariernya lewat single terbaru berjudul <em>Simple Pleasures</em>. Jika album Natal tersebut menjadi penegasan identitasnya sebagai penyanyi jazz berkelas dengan pendekatan live take yang organik, maka rilisan terbaru ini adalah pernyataan arah musikal yang lebih personal dan reflektif.</p>



<p>Album <em>Tap Into the Holidays</em> yang dirilis bertepatan dengan hari kelahiran Frank Sinatra sempat memperkuat positioning Alonzo sebagai crooner modern dengan akar tradisi klasik. Proyek itu banyak diputar di radio dan ruang hospitality premium karena karakter suaranya yang tenang, halus, dan intim. Namun Alonzo tidak berhenti pada karya musiman. Ia memilih menjaga momentum dengan materi baru yang lebih membumi.</p>



<p>Single <em><strong>Simple Pleasures</strong></em> menjadi rilisan pertamanya di 2026 dan menandai rangkaian karya yang akan dirilis sepanjang tahun. Lagu ini mengusung warna swing jazz dengan sentuhan blues yang terinspirasi semangat New Orleans, kota yang dikenal sebagai tempat kelahiran jazz. Namun pendekatannya tidak nostalgik berlebihan. Aransemen tetap terasa ringan, modern, dan relevan dengan lanskap musik digital saat ini.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/49mlJQSO391ufTbNTSyGyK?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p>Diproduksi di bawah label Star Creation ID dan digarap oleh kolektif Suara Biru Production—Rifki Soeria, Abraham Song, dan Dava Giustizia—lagu ini lahir dari percakapan mendalam tentang rasa syukur dan kenikmatan sederhana dalam hidup. Alonzo menulisnya bersama Rifki Soeria, merangkai lirik tentang kopi pagi, roti panggang hangat, musik, dan tarian sebagai metafora kebahagiaan yang sering luput disadari.</p>



<p>Dalam industri yang kerap mengejar sensasi dan viralitas, <em>Simple Pleasures</em> justru hadir dengan pendekatan yang tenang. Alonzo tidak memaksakan eksplorasi vokal yang dramatis. Ia mempertahankan phrasing yang rapi dan dinamika yang terkendali—ciri khas crooner klasik seperti Tony Bennett dan Dean Martin—namun dengan sensibilitas modern.</p>



<p>Artwork single ini memperkuat narasi tersebut. Potret sederhana Alonzo berlatar biru menghadirkan nuansa modern klasik yang elegan dan timeless. Visual ini bukan sekadar estetika, melainkan representasi arah musikal yang konsisten: minimalis, matang, dan berkelas.</p>



<p>Dirilis di seluruh platform musik digital pada 13 Februari 2026, <em>Simple Pleasures</em> menjadi simbol transisi dari proyek seasonal menuju fase kreatif berkelanjutan. Jika album sebelumnya membangun atmosfer perayaan, maka single ini menawarkan ruang refleksi. Keduanya menunjukkan kesinambungan visi: menjadikan jazz bukan hanya genre, tetapi pengalaman rasa.</p>



<p>Melalui rilisan ini, Alonzo Brata menegaskan bahwa eksistensi crooner modern Indonesia masih relevan di tengah arus musik cepat konsumsi. Dengan fondasi tradisi, produksi yang solid, dan identitas yang konsisten, <em>Simple Pleasures</em> bukan sekadar lagu baru—melainkan langkah strategis dalam perjalanan musikalnya sepanjang 2026.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38960</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/alonzo-brata-1-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Ika Putri Bangkit dengan “Sadis”, Bukti Kesetiaan pada Cita Rasa di Tengah Gempuran Viralitas Digital</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/ika-putri-bangkit-dengan-sadis-bukti-kesetiaan-pada-cita-rasa-di-tengah-gempuran-viralitas-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 10:43:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Comeback Penyanyi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ika Putri]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Sadis Ika Putri]]></category>
		<category><![CDATA[Launching Single 13 Februari 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Official Playlist Spotify]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=38923</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Ika Putri" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Jakarta, 13 Februari 2026 — Di tengah arus industri musik Indonesia yang kian riuh oleh tuntutan viral dan algoritma, nama Ika Putri kembali mengemuka dengan cara yang tenang namun penuh daya. Setelah hampir satu dasawarsa hiatus dari produksi rekaman, solois yang dikenal dengan karakter vokal lembut dan emosional ini resmi melaunching single terbarunya, “Sadis”, di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jakarta, 13 Februari 2026 — Di tengah arus industri musik Indonesia yang kian riuh oleh tuntutan viral dan algoritma, nama <strong><a href="https://xposeindonesia.com/tag/ika-putri/" data-type="post_tag" data-id="18865">Ika Putri</a></strong> kembali mengemuka dengan cara yang tenang namun penuh daya. Setelah hampir satu dasawarsa hiatus dari produksi rekaman, solois yang dikenal dengan karakter vokal lembut dan emosional ini resmi melaunching single terbarunya, “<strong>Sadis</strong>”, di Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta, Jumat (13/2/2026).</p>



<p>Single “Sadis” merupakan karya ciptaan <strong><a href="https://xposeindonesia.com/tag/bebi-romeo/" data-type="post_tag" data-id="11116">Bebi Romeo</a></strong> yang diproduksi oleh <strong>BHS Productions </strong>dan diedarkan secara digital bersama Trinity Optima Production. Comeback ini bukan sekadar nostalgia. Ika Putri, yang sejak awal kariernya dikenal menjaga kedalaman rasa dan kejernihan interpretasi, kembali dengan kesadaran penuh bahwa lanskap industri telah berubah. Platform digital, playlist kurasi, hingga TikTok kini menjadi gerbang baru menuju popularitas.</p>



<p>Namun alih-alih terjebak pada gimmick viral, ia justru menegaskan identitas musikalnya: pop balada dewasa dengan lirik reflektif tentang cinta, luka batin, kesetiaan, dan penerimaan.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22-1024x678.jpg" alt="Ika Putri Launcging single &quot;Sadis&quot;" class="wp-image-38927" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-launcging-single-22sadis22.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ika Putri Launcging single &#8220;Sadis&#8221;</figcaption></figure></a></div>



<p>Sejak kemunculannya di era ketika musik pop Indonesia masih memberi ruang besar bagi kekuatan melodi dan narasi lirik, Ika Putri telah merilis tiga album dan sejumlah single yang membentuk benang merah estetika yang intim. Ia bukan figur yang bertumpu pada sensasi, melainkan bertumbuh lewat karya. Lagu-lagunya seolah berbicara langsung kepada pendengar yang pernah patah hati, menunggu, atau belajar ikhlas.</p>



<p>Hiatus hampir tujuh tahun sempat membuat namanya meredup dari peredaran arus utama. Dalam periode tersebut, Ika Putri memilih fokus pada proyek lain dan peran profesionalnya di luar panggung. Namun justru di situlah letak diferensiasinya hari ini. Ia kembali bukan sebagai penyanyi yang terdesak kebutuhan eksistensi, melainkan sebagai perempuan profesional yang mengelola karier musiknya dengan pendekatan manajerial yang matang—menggabungkan insting artistik dan strategi bisnis secara seimbang.</p>



<p>“Sadis” menjadi penanda babak baru itu. Lagu ini tidak sekadar mengisahkan cinta yang kandas, tetapi menggambarkan kekerasan emosional dalam relasi—pengkhianatan yang diam-diam, janji yang dibiarkan membusuk, dan luka yang tak kasat mata. Dalam versi Ika Putri, aransemen yang digarap Irwan Simanjuntak memberi ruang sunyi yang lapang bagi vokalnya untuk bercerita. Ia tidak meledak-ledak, melainkan menekan emosi ke dalam, membiarkan lirik berjalan perlahan dan menusuk tanpa perlu meninggikan nada. Justru dari kelembutan itu, rasa “sadis” terasa lebih menghunjam.</p>



<p>Strategi distribusi yang ia tempuh juga menunjukkan kecerdasan adaptif. Selain melakukan pendekatan konvensional melalui kunjungan radio, termasuk launching resmi di RRI Jakarta, Ika Putri menggandeng tim muda untuk melakukan penetrasi ke playlist digital. Hasilnya terukur. Dalam waktu kurang dari dua bulan, “Sadis” menembus lebih dari 115.000 streams dan masuk ke empat Official Playlist Spotify, termasuk “<em>Woman of Indonesia</em>” dan “Fresh Find Indonesia”. Angka tersebut menjadi validasi bahwa kualitas vokal dan kedalaman emosi masih memiliki ruang di tengah dominasi lagu-lagu instan.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/4yjP2nw4SFJscBpmXGW6is?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p>Jejak prestasinya pun bukan perkara kecil. Sejak usia remaja, Ika Putri telah mengoleksi hampir 300 piala dari berbagai festival menyanyi, termasuk mewakili Indonesia di ajang internasional seperti <strong>Shanghai Music Festival</strong> pada 2001. Di sana ia meraih penghargaan Best Performance dan favorit dalam kategori solo, serta <em>Best Stage Performance</em> untuk kategori duet. Pengalaman panggung global itu membentuk disiplin vokal dan kematangan interpretasinya hingga hari ini.</p>



<p>Dalam peluncuran “Sadis” di RRI Jakarta, Ika Putri mengungkapkan bahwa membawakan lagu karya Bebi Romeo adalah impian lamanya. Ia menyadari lagu tersebut telah memiliki versi sebelumnya, namun justru di situlah tantangannya: menghadirkan sudut pandang perempuan yang lebih personal dan emosional. Dukungan keluarga, tim produksi, serta publicist menjadi fondasi yang menguatkan langkahnya kembali ke industri.</p>



<p>Kehadiran Ika Putri hari ini sekaligus menawarkan tesis menarik tentang keberlanjutan karier di industri kreatif. Ia menunjukkan bahwa kesetiaan pada cita rasa bukanlah sikap kaku terhadap perubahan, melainkan komitmen menjaga kualitas di tengah transformasi. Viralitas mungkin mempercepat popularitas, tetapi konsistensi rasa membangun daya tahan.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo-1024x678.jpg" alt="Ika Putri dan Seno M Hardjo" class="wp-image-38926" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-dan-seno-m-harjo.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ika Putri dan Seno M Hardjo</figcaption></figure></a></div>



<p>Dengan materi lanjutan yang telah disiapkan—termasuk karya-karya baru yang akan dirilis dalam waktu dekat—Ika Putri memberi sinyal bahwa comeback ini bukan satu lagu semata. Launching di RRI Jakarta pada 13 Februari 2026 menjadi tonggak awal fase kedua kariernya: lebih matang, lebih strategis, namun tetap setia pada identitas musikal yang telah membentuk namanya.</p>



<p>Di blantika musik Indonesia yang sering kali bising oleh tren sesaat, Ika Putri hadir sebagai pengingat bahwa suara yang tenang pun mampu bergema panjang. Kadang justru dari kelembutan yang konsisten, musik menemukan cahaya dan ketahanannya sendiri. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38923</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/ika-putri-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Rebecca Quento Resmi Kembali ke Industri Musik Lewat Single Pop Ballad “Rasa Ini”</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/rebecca-quento-resmi-kembali-ke-industri-musik-lewat-single-pop-ballad-rasa-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 12:43:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pop Ballad]]></category>
		<category><![CDATA[Rebecca Quento]]></category>
		<category><![CDATA[single baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=38508</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Rebecca Quento" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Penyanyi Rebecca Quento menandai kembalinya ke industri musik Indonesia setelah hiatus panjang dengan merilis single terbaru berjudul “Rasa Ini”. Lagu pop ballad bernuansa emosional tersebut resmi diperkenalkan kepada publik dalam acara press conference yang digelar di Glamz Prapanca, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026), sekaligus mulai tersedia di seluruh platform musik digital. Nama Rebecca Quento dikenal luas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penyanyi <strong>Rebecca Quento</strong> menandai kembalinya ke industri musik Indonesia setelah hiatus panjang dengan merilis single terbaru berjudul “<strong>Rasa Ini</strong>”. Lagu pop ballad bernuansa emosional tersebut resmi diperkenalkan kepada publik dalam acara press conference yang digelar di Glamz Prapanca, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026), sekaligus mulai tersedia di seluruh platform musik digital.</p>



<p>Nama Rebecca Quento dikenal luas sejak tampil sebagai finalis lima besar ajang pencarian bakat <strong>Mamamia</strong> Indosiar pada 2007 dengan nama panggung Ecca Mamamia. Popularitas tersebut sempat membawanya aktif mengisi berbagai panggung off-air dan kegiatan musik, sebelum akhirnya memilih rehat dari industri untuk menjalani proses refleksi personal dan musikal. Setelah kembali merilis karya pada 2022, “Rasa Ini” menjadi penanda kebangkitan yang lebih matang sekaligus babak baru dalam perjalanan kariernya.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03-1024x678.jpg" alt="Rebecca Quento" class="wp-image-38513" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rebecca Quento</figcaption></figure></a></div>



<p>Dalam suasana hangat press conference, Rebecca menjelaskan bahwa “Rasa Ini” merupakan lagu yang sangat dekat dengan perjalanan emosinya. Lagu ini mengangkat kisah cinta yang tidak dapat bersatu—tentang dua insan yang saling mencintai, namun harus berpisah karena jarak, perbedaan keyakinan, dan keadaan yang tak bisa dilawan. Emosi yang dihadirkan tidak berhenti pada kesedihan, tetapi juga menggambarkan proses menerima, merelakan, dan belajar berdamai dengan kenyataan.</p>



<p>Rebecca mengungkapkan bahwa lagu ini lahir dari pengalaman pribadi yang pernah ia alami. Ia ingin “Rasa Ini” menjadi teman bagi siapa pun yang tengah berada di fase galau, sekaligus memberi ruang untuk bangkit perlahan tanpa menyangkal perasaan yang ada.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/4jxD0BwCLC4pdlfcaBdYU2?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p>Kekuatan emosional lagu ini semakin terasa karena liriknya ditulis langsung oleh Rebecca Quento bersama sang ibunda, Rilawati Yunita. Kolaborasi tersebut membuat “Rasa Ini” terasa intim dan jujur. Dari sisi musikal, lagu ini dikomposisi oleh Leona Untari dan diaransemen oleh Joel Christian, dengan balutan aransemen pop ballad yang lembut dan melankolis, memperkuat pesan emosional yang ingin disampaikan.</p>



<p>Dalam proses kreatifnya, Rebecca terlibat penuh dalam menentukan arah musik dan konsep lagu. Ia menyebut “Rasa Ini” sebagai karya pertama yang benar-benar merepresentasikan dirinya secara utuh, setelah sebelumnya lebih sering membawakan lagu dengan konsep dari pihak lain. Keterlibatan ini menjadi bagian dari transformasi Rebecca sebagai musisi yang lebih berani mengekspresikan identitas dan cerita pribadinya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_01-1024x678.jpg" alt="Rebecca Quento" class="wp-image-38511" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rebecca Quento</figcaption></figure>



<p>Lebih jauh, “Rasa Ini” juga menjadi pembuka dari rangkaian proyek musik Rebecca Quento sepanjang 2026. Ia telah menyiapkan beberapa single dengan dua karakter berbeda—melankolis dan ceria—yang merefleksikan perjalanan emosi serta dinamika hidupnya. Melalui comeback ini, Rebecca Quento menegaskan kesiapannya untuk kembali menapaki industri musik dengan karya yang lebih jujur, dewasa, dan relevan dengan pendengarnya. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38508</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/rebecca-quento_02-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
