Selasa, Januari 13, 2026

Diva Ramaniya Menemukan Titik Pulang Lewat Single “Tempat Berlabuh” Bersama SEVENTH STARS

Diva Ramaniya resmi melangkah ke industri musik Indonesia dengan merilis single debut berjudul “Tempat Berlabuh”, sebuah karya pop balada yang menandai awal perjalanan profesionalnya bersama label musik SEVENTH STARS. Kehadiran Diva menjadi pembuka langkah label anyar tersebut yang digagas oleh Haris The Brothers dan Ryan Toding, dengan visi menghadirkan musisi yang mengedepankan kejujuran karya dan karakter vokal sebagai identitas utama.

Peluncuran “Tempat Berlabuh” terasa istimewa bagi Diva. Dalam perkenalannya kepada publik di Gajah Mada Plaza, Jakarta Barat, Minggu (11/1), penyanyi muda asal Bali ini mengaku tak pernah menyangka kecintaannya pada dunia tarik suara sejak usia tiga atau empat tahun akan membawanya pada titik ini. Memiliki lagu sendiri dan merilisnya secara resmi disebut Diva sebagai mimpi yang akhirnya menjadi nyata.

Lagu “Tempat Berlabuh” mengangkat tema tentang melepaskan dengan keyakinan, sebuah refleksi emosional tentang memberi ruang bagi seseorang untuk pergi tanpa kehilangan rasa percaya. Melalui metafora perjalanan dan laut, lagu ini menggambarkan keyakinan bahwa setiap orang pada akhirnya memiliki tempat untuk kembali. Pesan tersebut terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar, sekaligus menjadi cerminan kedewasaan emosional yang ingin disampaikan Diva sejak karya perdananya.

Secara kreatif, lagu ini lahir dari pengalaman personal Diva yang dituangkan dalam lirik hanya dalam satu malam. Proses penulisan bermula dari sebuah percakapan telepon yang jujur, melahirkan kalimat reflektif yang kemudian menjadi fondasi cerita lagu. Lirik tersebut lalu dibedah dan diperkaya melalui diskusi bersama tim produksi, hingga akhirnya menemukan bentuk final yang sederhana namun kuat secara emosional.

Haris The Brothers, yang bertindak sebagai produser sekaligus vocal director, melihat Diva bukan sekadar sebagai penyanyi, tetapi juga penulis lagu dengan kepekaan musikal yang jarang ditemui pada pendatang baru. Ia menilai karakter vokal Diva memiliki warna hangat dan tenang, kerap disebut sebagai perpaduan nuansa Bernadya dan Raisa. Pendekatan musikal yang ringan sengaja dipilih agar vokal dan cerita menjadi pusat perhatian, tanpa distraksi aransemen berlebih.

haris the brother
haris the brother

Sentuhan akhir datang dari Deril Matahelumual sebagai music director. Aransemen pop balada minimalis dipertahankan untuk memberi ruang bagi emosi dan lirik agar tersampaikan secara utuh. Proses produksi sendiri terbilang efisien, dimulai dari workshop daring lintas Jakarta–Australia hingga rekaman final yang rampung hanya dalam beberapa hari.

Menariknya, “Tempat Berlabuh” sebenarnya bukan lagu yang sejak awal disiapkan sebagai single debut. Diva mengungkapkan bahwa dirinya telah menulis sekitar lima hingga sepuluh lagu. Namun setelah melalui pertimbangan bersama label dan tim produksi, lagu ini dinilai paling tepat untuk memperkenalkan identitas musikal Diva kepada publik, baik dari sisi karakter suara maupun kedalaman rasa yang ingin disampaikan.

Sebagai artis perdana SEVENTH STARS, Diva Ramaniya menjadi representasi awal arah label tersebut di industri musik Tanah Air. Dengan latar pendidikan Double Degree di bidang Marketing dan Management dari University of Western Australia, Diva membawa pendekatan yang matang dan terencana dalam membangun karier musiknya. Ke depan, ia telah menyiapkan sejumlah karya lanjutan yang direncanakan akan dirilis secara bertahap hingga dalam bentuk EP.

Kini, “Tempat Berlabuh” telah tersedia di berbagai platform musik digital dan YouTube. Single ini bukan hanya menjadi perkenalan seorang penyanyi baru, tetapi juga sebuah undangan bagi pendengar untuk menyelami kisah tentang keikhlasan, keyakinan, dan makna pulang. Sebuah awal yang tenang namun menjanjikan bagi Diva Ramaniya dalam peta musik pop Indonesia. XPOSEINDONESIA/IHSAN

Must Read

Related Articles