<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Music &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/music/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 12:06:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Music &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Romanssa Tuangkan Kisah Persahabatan dalam EP Perdana &#8220;Penulis Lagu&#8221;</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/romanssa-tuangkan-kisah-persahabatan-dalam-ep-perdana-penulis-lagu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 22:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Comer]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[band Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Dennis Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[EP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[lagu baru]]></category>
		<category><![CDATA[musik indie]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penulis lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Romanssa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41168</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="romanssa 01" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Perjalanan sebuah band tidak selalu dimulai dari ruang latihan atau panggung musik. Bagi Romanssa, semuanya berawal dari persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Ikatan itulah yang kini melahirkan karya perdana mereka dalam bentuk EP bertajuk &#8220;Penulis Lagu&#8221;, sebuah mini album yang menjadi dokumentasi perjalanan hidup, perjuangan, dan mimpi lima sahabat yang akhirnya dipertemukan kembali dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan sebuah band tidak selalu dimulai dari ruang latihan atau panggung musik. Bagi Romanssa, semuanya berawal dari persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Ikatan itulah yang kini melahirkan karya perdana mereka dalam bentuk EP bertajuk <strong>&#8220;Penulis Lagu&#8221;</strong>, sebuah mini album yang menjadi dokumentasi perjalanan hidup, perjuangan, dan mimpi lima sahabat yang akhirnya dipertemukan kembali dalam satu proyek musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski secara resmi baru terbentuk pada September 2025, Romanssa sebenarnya memiliki akar cerita yang jauh lebih panjang. Band yang digawangi <strong>Ochin (vokal), Joe (gitar), Bonar (gitar), Alex (bass), dan Bounty Ramdhan (drum)</strong> ini lahir dari pertemanan yang telah terjalin selama bertahun-tahun di skena musik independen Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedekatan tersebut membuat proses kreatif berjalan lebih alami. Mereka tidak hanya berbicara soal musik, tetapi juga berbagi cerita keseharian, film, gim, hingga berbagai pengalaman hidup yang kemudian menjadi inspirasi dalam karya-karya Romanssa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Romanssa itu mungkin secara umur band masih sangat baru, tapi proses terbentuknya sudah berlangsung sekitar lima tahun. Kami sudah saling mengenal, punya frekuensi yang sama, dan nyaman untuk berkarya bersama,&#8221; ungkap Bounty Ramdhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal senada juga disampaikan Alex yang menggambarkan kedekatan para personel layaknya rekan kerja yang setiap hari &#8220;ngantor&#8221; bersama, meski sering kali yang dibahas bukan hanya musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari hubungan pertemanan itulah lahir EP <strong>&#8220;Penulis Lagu&#8221;</strong>, sebuah karya yang berisi enam lagu dengan tema yang beragam. Setiap lagu merepresentasikan fase-fase kehidupan yang pernah dialami para personelnya, bahkan jauh sebelum Romanssa resmi terbentuk sebagai sebuah band.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-1024x678.jpg" alt="romanssa " class="wp-image-41172" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_02.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">romanssa </figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bounty, mini album ini menjadi semacam soundtrack perjalanan hidup mereka. Berbagai pengalaman, kegelisahan, harapan, hingga perjuangan bertahan di industri musik dituangkan dalam lirik dan aransemen yang terasa jujur serta personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak heran jika setiap lagu dalam EP ini memiliki warna yang berbeda. Mulai dari kisah hubungan yang rumit, pencarian makna hidup, hingga refleksi terhadap perjalanan sebagai musisi independen yang terus berkarya meski tanpa sensasi viral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu <strong>&#8220;Penulis Lagu&#8221;</strong> sendiri menjadi salah satu karya yang paling merepresentasikan identitas Romanssa. Lagu tersebut berbicara tentang perjuangan para musisi yang tetap bertahan menulis dan memainkan karya mereka sendiri meski tidak selalu berada di bawah sorotan industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Ochin, lagu tersebut merupakan cerminan perjalanan seluruh personel Romanssa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami bisa bertahan karena menulis lagu. Mungkin kami tidak pernah membuat sesuatu yang viral, tapi kami masih ada, masih berkarya, dan masih memainkan musik yang kami percaya,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Romanssa memilih lagu <strong>&#8220;Selesai.&#8221;</strong> sebagai fokus utama dalam EP ini. Lagu tersebut menjadi semakin spesial karena menghadirkan kolaborasi dengan musisi sekaligus sahabat mereka, <strong>Dennis Ferdinand</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara tematik, &#8220;Selesai.&#8221; mengangkat kisah tentang keberanian mengakhiri sebuah hubungan yang sudah kehilangan koneksi dan usaha dari kedua belah pihak. Daripada terus mempertahankan sesuatu yang tidak lagi berjalan sehat, keputusan untuk mengakhiri hubungan dianggap sebagai pilihan terbaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ochin, lagu ini berbicara tentang penerimaan dan keberanian untuk melangkah maju ketika sebuah hubungan memang sudah tidak bisa diselamatkan lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi musikalitas, <strong>&#8220;Penulis Lagu&#8221;</strong> memperlihatkan sisi berbeda dari para personelnya yang sebelumnya dikenal melalui berbagai proyek musik lain dengan karakter yang lebih keras. Dalam Romanssa, mereka memilih pendekatan yang lebih lugas, lebih hangat, dan lebih dekat dengan cerita personal.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/2B14WfnS8gqNyFIWfG9FRa?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Distorsi gitar mungkin tidak seagresif karya-karya sebelumnya, namun justru memberikan ruang lebih besar bagi lirik dan emosi untuk berbicara. Hasilnya adalah karya yang terasa intim dan mudah terhubung dengan pengalaman pendengarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Romanssa, EP ini bukan sekadar debut musik, tetapi simbol dari perjalanan panjang sebuah persahabatan yang sempat terpisah oleh waktu sebelum akhirnya kembali dipersatukan melalui musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Romanssa adalah sesuatu yang mahal bagi kami. Karena lahir dari persahabatan, sempat berpisah, lalu akhirnya bisa kembali berkumpul dan berkarya bersama,&#8221; tutup Bounty.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EP <strong>&#8220;Penulis Lagu&#8221;</strong> kini sudah tersedia di berbagai platform digital streaming dan menjadi penanda awal perjalanan Romanssa dalam meramaikan industri musik Indonesia dengan karya-karya yang lahir dari pengalaman nyata dan persahabatan yang kuat. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41168</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/romanssa_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Fostan Rilis &#8220;Riuh Suara&#8221;, Single Penuh Kegelisahan Menuju Album Perdana</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/fostan-rilis-riuh-suara-single-penuh-kegelisahan-menuju-album-perdana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:05:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Comer]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Album Baru Fostan]]></category>
		<category><![CDATA[Band Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Demajors]]></category>
		<category><![CDATA[Fostan]]></category>
		<category><![CDATA[Indie Pop]]></category>
		<category><![CDATA[musik indie Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Kautsar]]></category>
		<category><![CDATA[Riuh Suara]]></category>
		<category><![CDATA[single terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Zahra Adys]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41175</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Fostan" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Di tengah ramainya skena musik independen Indonesia yang terus melahirkan talenta baru, nama Fostan menjadi salah satu yang mulai mencuri perhatian. Kuartet indie-pop asal Jakarta ini kembali melanjutkan perjalanan musikal mereka dengan merilis single terbaru bertajuk &#8220;Riuh Suara&#8221;, sebuah karya yang menjadi penanda penting menuju album penuh yang tengah mereka persiapkan. Sejak terbentuk pada 2021, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Di tengah ramainya skena musik independen Indonesia yang terus melahirkan talenta baru, nama <strong>Fostan</strong> menjadi salah satu yang mulai mencuri perhatian. Kuartet indie-pop asal Jakarta ini kembali melanjutkan perjalanan musikal mereka dengan merilis single terbaru bertajuk <strong>&#8220;Riuh Suara&#8221;</strong>, sebuah karya yang menjadi penanda penting menuju album penuh yang tengah mereka persiapkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak terbentuk pada 2021, Fostan perlahan membangun identitas musik yang khas melalui perpaduan melodi pop alternatif, lirik reflektif, dan nuansa emosional yang dekat dengan pengalaman generasi muda. Grup yang digawangi <strong>Zahra Adys (vokal), Raja Kautsar (gitar), Tommy Ramadhan (bass), dan Ammar (drum)</strong> ini semakin dikenal setelah terpilih dalam ajang <strong>Jameson Connects Indonesia</strong>, yang membuka lebih banyak ruang bagi mereka untuk memperkenalkan karya kepada publik yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, setelah merilis beberapa lagu sebelumnya, Fostan kembali menyapa pendengar melalui &#8220;Riuh Suara&#8221; yang resmi dirilis pada 19 Juni 2026 melalui kerja sama dengan label rekaman <strong>demajors</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini hadir sebagai refleksi atas kondisi yang akrab dialami banyak orang di era modern: pikiran yang terus bergerak tanpa henti di tengah tekanan kehidupan yang semakin kompleks.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut gitaris Fostan, Raja Kautsar, &#8220;Riuh Suara&#8221; lahir dari pengamatan terhadap berbagai pergulatan batin yang sering kali tidak terlihat dari luar.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02-1024x678.jpg" alt="Fostan" class="wp-image-41179" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Fostan</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Riuh Suara adalah catatan tentang pikiran yang tak pernah benar-benar hening di tengah hidup yang terus bergerak. Tentang ingatan, pelarian, dan upaya bertahan saat dunia terasa melaju lebih cepat dari langkah kita,&#8221;</em> ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, lagu ini mempertahankan karakter indie-pop yang menjadi identitas Fostan. Namun, mereka juga menghadirkan eksplorasi aransemen yang lebih matang dengan lapisan instrumen yang mendukung suasana kontemplatif dari liriknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik nuansa melankolis yang terasa sepanjang lagu, &#8220;Riuh Suara&#8221; tidak hanya berbicara tentang kegelisahan. Fostan justru menghadirkan pesan penerimaan diri sebagai inti dari narasi yang dibangun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vokalis Zahra Adys menjelaskan bahwa lagu ini mengajak pendengar untuk memahami bahwa tidak semua hal dalam hidup harus memiliki jawaban yang pasti.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Lagu ini menyelami kegelisahan seseorang saat hidup terasa berada di luar kendalinya, sebelum akhirnya menyadari bahwa kebahagiaan mungkin tidak lahir dari jawaban, melainkan dari keberanian untuk melepaskan,&#8221;</em> kata Zahra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah fenomena meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap isu kesehatan mental. Banyak orang kini mulai memahami bahwa proses bertumbuh tidak selalu berjalan lurus dan sempurna, melainkan penuh keraguan, kegagalan, serta berbagai proses penerimaan diri.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/1TSa48dGCMTZU399owez9V?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui &#8220;Riuh Suara&#8221;, Fostan mencoba menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam karya yang dapat menjadi teman bagi siapa saja yang sedang berjuang menghadapi kebisingan dalam pikirannya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single ini juga menjadi petunjuk awal mengenai arah musikal yang akan mereka hadirkan dalam album mendatang. Jika karya-karya sebelumnya memperlihatkan eksplorasi identitas sebagai band muda, maka &#8220;Riuh Suara&#8221; menunjukkan kedewasaan baru dalam cara Fostan merangkai cerita dan emosi ke dalam musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bersamaan dengan perilisan lagu, Fostan juga menghadirkan video musik resmi yang dirilis pada tanggal yang sama. Visual yang disuguhkan memperkuat tema lagu mengenai pergulatan batin, pencarian makna, dan proses berdamai dengan diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, &#8220;Riuh Suara&#8221; sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, TikTok Music, hingga Langit Musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan rilisan terbaru ini, Fostan kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu band indie-pop yang patut diperhitungkan. &#8220;Riuh Suara&#8221; bukan hanya menjadi jembatan menuju album baru mereka, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di tengah segala kebisingan hidup, selalu ada ruang untuk menerima, berdamai, dan terus bertumbuh. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41175</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fostan_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Fajar Noor Rangkum Perjalanan Cinta dalam Album Penuh “Sementara, Selamanya”</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/fajar-noor-rangkum-perjalanan-cinta-dalam-album-penuh-sementara-selamanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 10:33:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Album 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Album Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Arsy Widianto]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Noor]]></category>
		<category><![CDATA[lagu cinta]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pop Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sementara Selamanya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41162</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="fajar noor" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Setelah konsisten menghadirkan sejumlah single yang mendapat perhatian pendengar musik pop Indonesia, penyanyi dan penulis lagu Fajar Noor kini memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya. Musisi muda ini resmi merilis album penuh perdananya bertajuk “Sementara, Selamanya”, sebuah karya yang menjadi representasi paling personal dari perjalanan emosional dan musikal yang selama ini ia bangun. Album ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah konsisten menghadirkan sejumlah single yang mendapat perhatian pendengar musik pop Indonesia, penyanyi dan penulis lagu <strong>Fajar Noor</strong> kini memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya. Musisi muda ini resmi merilis album penuh perdananya bertajuk <strong>“Sementara, Selamanya”</strong>, sebuah karya yang menjadi representasi paling personal dari perjalanan emosional dan musikal yang selama ini ia bangun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album ini menandai langkah penting bagi Fajar Noor sebagai seorang penyanyi sekaligus storyteller. Jika pada karya-karya sebelumnya ia banyak mengeksplorasi tema cinta melalui lagu-lagu yang berdiri sendiri, kali ini Fajar merangkumnya dalam satu kesatuan cerita yang utuh. Melalui tujuh lagu yang tersaji di dalam album, ia mengajak pendengar menyelami berbagai fase dalam sebuah hubungan, mulai dari jatuh cinta, konflik, kehilangan, hingga proses menerima kenyataan ketika sebuah hubungan harus berakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung tema besar <strong>“cycle of love”</strong>, album <em>Sementara, Selamanya</em> menggambarkan bagaimana cinta sering kali berjalan dalam lingkaran yang tidak selalu sempurna. Ada perasaan bahagia saat menemukan seseorang yang spesial, ada pertengkaran yang menguji hubungan, ada luka yang ditinggalkan perpisahan, hingga kenangan yang terus bertahan meski hubungan tersebut telah usai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, Fajar tidak menyajikan kisah cinta yang penuh drama berlebihan. Sebaliknya, ia memilih mengangkat emosi-emosi sederhana yang justru sering dirasakan banyak orang namun jarang diungkapkan secara gamblang. Perasaan menyesal, kata-kata yang tidak sempat terucap, rasa kehilangan yang datang diam-diam, hingga hubungan yang terasa selesai tetapi sebenarnya masih menyisakan banyak pertanyaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam album ini, setiap lagu menjadi potongan cerita yang saling terhubung. Ada momen ketika seseorang menemukan tujuan hidupnya melalui cinta, merasakan keyakinan bahwa pasangannya adalah orang yang tepat, menghadapi kesalahpahaman yang perlahan mengikis hubungan, hingga berusaha bangkit dari patah hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fajar Noor menjadikan pengalaman emosional tersebut sebagai benang merah yang menghubungkan seluruh lagu dalam album. Hasilnya adalah karya yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang karena menggambarkan perjalanan cinta yang realistis dan manusiawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, <em>Sementara, Selamanya</em> hadir dengan nuansa pop ballad yang hangat dan mudah diterima. Untuk mewujudkan visi tersebut, Fajar menggandeng sejumlah nama yang sudah dikenal dalam industri musik Indonesia, termasuk <strong>Arsy Widianto</strong> dan <strong>Iqbal Siregar</strong> sebagai produser.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi tersebut menghasilkan aransemen yang sederhana namun tetap modern. Piano, gitar, dan elemen musik pop kontemporer diracik dengan pendekatan yang tidak berlebihan sehingga mampu memberi ruang bagi vokal dan lirik untuk menjadi pusat perhatian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melodi yang kuat dipadukan dengan lirik yang jujur membuat setiap lagu terasa intim dan emosional. Pendengar tidak hanya diajak menikmati musik, tetapi juga merasakan perjalanan perasaan yang coba disampaikan Fajar Noor melalui setiap bait lagu.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01-1024x678.jpg" alt="fajar noor 01" class="wp-image-41165" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">fajar noor 01</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Album <em>Sementara, Selamanya</em> berisi tujuh lagu yang masing-masing memiliki karakter dan cerita tersendiri, yaitu <strong>“Yang Kutuju”</strong>, <strong>“Tahta Hatiku #PendampingHatiku”</strong>, <strong>“Satu Satunya”</strong>, <strong>“Salah Apa Aku”</strong>, <strong>“Tuhan Tau Kita Saling Cinta”</strong>, <strong>“Jangan Datang Saat Kesepian”</strong>, dan <strong>“Sembuh Tanpaku”</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketujuh lagu tersebut membentuk sebuah narasi utuh tentang cinta yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada lagu yang berbicara tentang keyakinan, ada yang mengisahkan penyesalan, sementara lainnya menggambarkan proses penyembuhan setelah hubungan berakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui album perdananya ini, Fajar Noor menunjukkan perkembangan yang signifikan sebagai musisi. Tidak hanya dari sisi kualitas produksi musik, tetapi juga dalam kemampuannya menerjemahkan emosi menjadi karya yang relevan dengan pengalaman banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Sementara, Selamanya</em> bukan sekadar kumpulan lagu cinta. Album ini menjadi refleksi tentang bagaimana manusia bertumbuh melalui hubungan, menghadapi kehilangan, dan belajar menerima bahwa tidak semua hal yang indah dapat bertahan selamanya. Namun justru dari pengalaman-pengalaman itulah seseorang menemukan makna yang lebih dalam tentang cinta dan kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pendekatan yang jujur, personal, dan penuh perasaan, Fajar Noor menghadirkan album yang berpotensi menjadi teman bagi banyak pendengar yang sedang menjalani perjalanan emosional mereka sendiri. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/47wF2oUGXvb44j1Wo1aLfD?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41162</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/fajar-noor-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Sydney Reunion Hadir di Jakarta, Menandai Album ke-100 Indra Lesmana</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/sydney-reunion-hadir-di-jakarta-menandai-album-ke-100-indra-lesmana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 07:40:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Where Are They Now]]></category>
		<category><![CDATA[Album ke-100 Indra Lesmana]]></category>
		<category><![CDATA[Andy Gander]]></category>
		<category><![CDATA[Dale Barlow]]></category>
		<category><![CDATA[deheng House]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Lesmana]]></category>
		<category><![CDATA[jazz fusion]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Jazz Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Hunter]]></category>
		<category><![CDATA[Sydney Reunion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41062</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="pressconf sydney reunion 04" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Tidak banyak proyek musik yang lahir dari sebuah perjalanan mengenang masa lalu. Namun bagi Indra Lesmana, kunjungan kembali ke Sydney beberapa waktu lalu justru membuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya. Dari kota yang pernah menjadi bagian penting dalam masa remajanya itu, lahirlah Sydney Reunion, sebuah proyek yang mempertemukan kembali dirinya dengan tiga sahabat lama yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tidak banyak proyek musik yang lahir dari sebuah perjalanan mengenang masa lalu. Namun bagi <strong>Indra Lesmana</strong>, kunjungan kembali ke Sydney beberapa waktu lalu justru membuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya. Dari kota yang pernah menjadi bagian penting dalam masa remajanya itu, lahirlah <strong>Sydney Reunion</strong>, sebuah proyek yang mempertemukan kembali dirinya dengan tiga sahabat lama yang telah terpisah hampir empat dekade.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 30 Juni 2026 mendatang, publik Jakarta akan menjadi saksi pertemuan kembali Indra Lesmana dengan saxophonist Dale Barlow, bassist Steve Hunter, dan drummer Andy Gander dalam konser spesial yang digelar di DeHeng House.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konser ini bukan sekadar ajang nostalgia. Sydney Reunion menjadi perayaan persahabatan, perjalanan musikal, sekaligus penanda penting dalam karier panjang Indra Lesmana yang kini telah mencapai sekitar 100 album sepanjang kiprahnya di industri musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi para penggemar jazz Indonesia, nama Indra Lesmana tentu sudah tidak asing. Putra dari pasangan legenda jazz Indonesia, almarhum Jack Lesmana dan almarhumah Nien Lesmana, ini telah tumbuh menjadi salah satu musisi paling berpengaruh di Indonesia. Kariernya dimulai sejak usia sangat muda, bahkan sebelum merilis album <em>Ayahmu Sahabatku</em> pada 1978. Namun di balik perjalanan panjang tersebut, Sydney memiliki tempat yang istimewa dalam hidupnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhir 1970-an, Indra dan keluarganya menetap di Sydney setelah mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan musik di New South Wales Conservatorium of Music. Di kota itu, ia tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga menyerap langsung atmosfer musik jazz dan fusion yang sedang berkembang pesat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malam demi malam dihabiskannya untuk menyaksikan pertunjukan para musisi terbaik Australia. Lingkungan kreatif itulah yang kemudian membentuk karakter bermusiknya hingga dikenal seperti sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sydney adalah bagian penting dari perjalanan hidup saya. Banyak hal yang saya pelajari di sana, bukan hanya soal musik tetapi juga bagaimana membangun hubungan dengan sesama musisi,&#8221; ungkap Indra dalam jumpa pers menjelang konser.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berawal dari Napak Tilas yang Tak Terduga</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ide Sydney Reunion muncul saat Indra kembali mengunjungi Sydney pada 2024. Awalnya perjalanan tersebut hanya menjadi kesempatan untuk mengenang masa-masa remaja dan mengunjungi tempat-tempat yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun kunjungan itu berubah menjadi momen emosional ketika ia kembali bertemu dengan sahabat-sahabat lamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Steve Hunter menjadi salah satu sosok yang paling berkesan. Indra mengenang bagaimana mereka pertama kali berkenalan ketika dirinya masih berusia sekitar 15 tahun dan mulai aktif bermain musik di Sydney.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kecintaan yang sama terhadap musik fusion membuat keduanya cepat akrab. Mereka sering bertukar referensi musik, berdiskusi tentang grup-grup fusion legendaris, hingga akhirnya bermain bersama dalam berbagai proyek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan kembali dengan Steve Hunter kemudian berlanjut dengan Dale Barlow dan Andy Gander. Meski telah menjalani kehidupan dan karier masing-masing selama puluhan tahun, chemistry musikal mereka ternyata masih tetap terjaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari obrolan santai yang penuh nostalgia itulah muncul ide untuk kembali berkarya bersama.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03-1024x678.jpg" alt="pressconf sydney reunion 03" class="wp-image-41067" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">pressconf sydney reunion 03</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Sekembalinya ke Bali, Indra mulai menulis sejumlah komposisi baru di studionya di Sanur. Dalam waktu relatif singkat, lagu-lagu tersebut rampung dan kemudian direkam bersama ketiga rekannya di Australia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasilnya adalah album <em>Sydney Reunion</em>, sebuah karya yang memadukan pengalaman musikal lintas negara dengan kedewasaan para musisi yang telah puluhan tahun berkarya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album tersebut pertama kali diperkenalkan di Sydney dan mendapat sambutan positif dari kalangan pecinta jazz serta komunitas musik Indonesia-Australia.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Album ke-100 dan Misi Menghidupkan Fusion</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sydney Reunion memiliki arti lebih besar dibanding sekadar proyek kolaborasi. Album ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Indra Lesmana menuju pencapaian sekitar 100 album sepanjang kariernya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut menjadi bukti konsistensi seorang musisi yang telah berkarya sejak usia anak-anak dan terus produktif hingga kini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya memang selalu punya keinginan untuk membuat karya baru. Kalau ada lagu yang selesai ditulis, saya ingin mewujudkannya menjadi rekaman dan album. Saya melakukan itu sejak kecil dan sampai sekarang masih menikmati prosesnya,&#8221; kata Indra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konser nanti, Indra dan para personel Sydney Reunion akan membawakan sekitar 12 komposisi yang berasal dari album terbaru mereka, ditambah sejumlah karya yang pernah lahir saat masa-masa Indra tinggal di Sydney pada era 1980-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nuansa jazz fusion akan menjadi benang merah pertunjukan tersebut. Genre yang memadukan unsur jazz, rock, funk, hingga elektronik itu pernah menjadi salah satu warna penting dalam perkembangan musik modern dan hingga kini tetap memiliki penggemar setia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, selain konser, Sydney Reunion juga akan menggelar program masterclass di beberapa kota sebagai upaya berbagi pengalaman kepada generasi muda. Dale Barlow, Steve Hunter, dan Andy Gander yang dikenal sebagai musisi berpengaruh di Australia juga akan terlibat langsung dalam sesi tersebut.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02-1024x678.jpg" alt="pressconf sydney reunion 02" class="wp-image-41066" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">pressconf sydney reunion 02</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, konser ini juga menjadi momentum peluncuran album <em>Sydney Reunion</em> dalam format kolektor. Para penggemar dapat memperoleh album tersebut dalam bentuk <strong>double vinyl</strong> berdurasi sekitar 70 menit serta USB audio beresolusi tinggi yang diproduksi secara terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konser <strong>Sydney Reunion</strong> akan berlangsung di DeConcert Room, DeHeng House, Jalan Taman Kemang No. 32, Jakarta Selatan, pada 30 Juni 2026 pukul 20.00 WIB. Penampilan pembuka akan dibawakan oleh Alonzo Brata mulai pukul 19.30 WIB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyelenggara menyediakan tiket seharga <strong>Rp1 juta untuk umum</strong>, sementara anggota Indonesia Australia Business Council (IABC) dan alumni perguruan tinggi Australia mendapatkan harga khusus <strong>Rp800 ribu</strong>. Selain itu, tersedia kuota terbatas dengan harga khusus bagi pelajar dan sekolah musik yang ingin menyaksikan langsung kolaborasi lintas negara tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan terhadap Sydney Reunion juga datang dari Indonesia Australia Business Council. Menurut <strong>Mariam Kartikatresni</strong> selaku National President IABC sekaligus CEO Indonesia untuk Australian Council for Educational Research, musik dapat menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Australia.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01-1024x678.jpg" alt="pressconf sydney reunion 01" class="wp-image-41065" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">pressconf sydney reunion 01</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan segala cerita yang menyertainya, Sydney Reunion menjadi lebih dari sekadar konser jazz. Ini adalah kisah tentang persahabatan yang bertahan selama puluhan tahun, tentang perjalanan seorang musisi yang terus berkarya, dan tentang bagaimana musik mampu menghubungkan manusia melampaui batas negara maupun generasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 30 Juni 2026 nanti, DeHeng House Jakarta tidak hanya menjadi panggung sebuah konser. Tempat itu akan menjadi saksi bertemunya kembali empat sahabat lama yang dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap musik, dalam sebuah perayaan yang sarat sejarah, nostalgia, dan harapan bagi masa depan kolaborasi musik Indonesia-Australia. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41062</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/pressconf-sydney-reunion_04-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Widya Wirayanti Tuangkan Perjalanan Emosional dan Pertumbuhan Diri dalam EP Perdana “The Therapy Called Love: Vol. 1”</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/widya-wirayanti-tuangkan-perjalanan-emosional-dan-pertumbuhan-diri-dalam-ep-perdana-the-therapy-called-love-vol-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[berita musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Doa Untukmu]]></category>
		<category><![CDATA[EP terbaru 2026]]></category>
		<category><![CDATA[EP Widya Wirayanti]]></category>
		<category><![CDATA[karya terbaru Widya]]></category>
		<category><![CDATA[lagu baru Widya Wirayanti]]></category>
		<category><![CDATA[Lebih Dari Cukup]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik pop Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Penyanyi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[rilis EP Widya Wirayanti]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tenang]]></category>
		<category><![CDATA[Saling Jaga]]></category>
		<category><![CDATA[The Therapy Called Love Vol 1]]></category>
		<category><![CDATA[Widya Wirayanti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41034</guid>

					<description><![CDATA[<img width="199" height="300" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01-199x300.jpeg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Widya Wirayanti" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01-199x300.jpeg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01-678x1024.jpeg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01-768x1159.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01-278x420.jpeg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01-557x840.jpeg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01-150x226.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01-300x453.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01-600x906.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01-696x1051.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01.jpeg 848w" sizes="auto, (max-width: 199px) 100vw, 199px" />Penyanyi dan penulis lagu Widya Wirayanti resmi membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya melalui perilisan EP perdana bertajuk “The Therapy Called Love: Vol. 1”. Karya ini menjadi refleksi dari berbagai fase kehidupan yang ia jalani, mulai dari proses menerima diri sendiri, menghargai keluarga, hingga memahami makna cinta yang sehat dalam sebuah hubungan. Selama beberapa tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyanyi dan penulis lagu <strong>Widya Wirayanti</strong> resmi membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya melalui perilisan EP perdana bertajuk <strong>“The Therapy Called Love: Vol. 1”</strong>. Karya ini menjadi refleksi dari berbagai fase kehidupan yang ia jalani, mulai dari proses menerima diri sendiri, menghargai keluarga, hingga memahami makna cinta yang sehat dalam sebuah hubungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama beberapa tahun terakhir, Widya dikenal sebagai musisi yang konsisten menghadirkan lagu-lagu dengan pendekatan personal dan emosional. Melalui karya-karyanya, ia kerap mengangkat tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, menjadikan musik sebagai medium untuk berbagi pengalaman, perasaan, serta proses pertumbuhan diri. Perjalanan tersebut kini mencapai titik penting lewat EP perdana yang menjadi representasi paling utuh dari kisah hidup dan pembelajaran yang ia kumpulkan selama ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirilis tepat pada hari ulang tahunnya, <strong>“The Therapy Called Love: Vol. 1”</strong> hadir sebagai perayaan sederhana atas perjalanan hidup yang penuh warna. EP ini berisi empat lagu yang saling terhubung dan membentuk narasi tentang cinta dalam berbagai bentuknya—bukan sekadar hubungan romantis, tetapi juga hubungan dengan diri sendiri, keluarga, serta orang-orang yang memberi makna dalam kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“EP ini lahir dari banyak fase dalam hidup saya yang mengajarkan bahwa hubungan yang sehat selalu dimulai dari hubungan dengan diri sendiri,” ungkap Widya Wirayanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saat kita mulai menerima diri dengan utuh, kita bisa lebih mudah merasakan syukur, menerima cinta yang sehat, dan berjalan bersama orang lain dengan lebih tenang,” lanjutnya.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="577" height="1024" data-id="41038" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02-577x1024.jpeg" alt="Widya Wirayanti " class="wp-image-41038" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02-577x1024.jpeg 577w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02-169x300.jpeg 169w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02-768x1362.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02-866x1536.jpeg 866w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02-237x420.jpeg 237w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02-474x840.jpeg 474w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02-150x266.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02-300x532.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02-600x1064.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02-696x1235.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-02.jpeg 902w" sizes="auto, (max-width: 577px) 100vw, 577px" /><figcaption class="wp-element-caption">Widya Wirayanti </figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="41039" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-03-1024x678.jpeg" alt="Widya Wirayanti " class="wp-image-41039" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-03-1024x678.jpeg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-03-300x199.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-03-768x509.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-03-634x420.jpeg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-03-1268x840.jpeg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-03-150x99.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-03-600x398.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-03-696x461.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-03-1068x708.jpeg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-03.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Widya Wirayanti </figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan emosional dalam EP ini dibuka melalui lagu <strong>“Lebih Dari Cukup”</strong>, yang berbicara tentang penerimaan diri dan kesadaran bahwa nilai seseorang tidak harus ditentukan oleh pencapaian atau penilaian dari luar. Lagu ini menjadi pengingat untuk berhenti terlalu keras terhadap diri sendiri dan belajar menghargai apa yang telah dimiliki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nuansa hangat kemudian berlanjut melalui <strong>“Rumah Tenang”</strong>, sebuah lagu yang menggambarkan hubungan sehat sebagai tempat pulang yang memberikan rasa aman dan nyaman. Lagu ini menekankan bahwa cinta yang baik tidak menghadirkan ketakutan atau tekanan, melainkan ketenangan dan ruang untuk menjadi diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, Widya menghadirkan <strong>“Doa Untukmu”</strong>, lagu yang didedikasikan untuk keluarga dan orang-orang terdekat. Melalui lagu ini, ia menyampaikan doa sederhana agar mereka selalu diberikan kesehatan, umur panjang, serta kesempatan untuk terus bersama dalam berbagai momen kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EP ini ditutup dengan <strong>“Saling Jaga”</strong>, lagu yang menggambarkan dua individu yang memilih bertumbuh bersama dan saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Lagu tersebut menjadi simbol kedewasaan emosional sekaligus penegasan bahwa cinta yang sehat dibangun melalui komitmen untuk menjaga satu sama lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, <strong>“The Therapy Called Love: Vol. 1”</strong> menawarkan warna musik yang hangat, intim, dan reflektif. Dengan lirik yang sederhana namun penuh makna, Widya berupaya menghadirkan karya yang dapat menjadi teman bagi pendengarnya di berbagai fase kehidupan, baik saat merasa lelah, ragu, maupun ketika sedang belajar menerima diri dengan lebih tenang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui EP perdananya ini, Widya Wirayanti berharap musik dapat menjadi ruang yang aman bagi banyak orang untuk menemukan ketenangan, memahami diri sendiri, serta menyadari bahwa proses bertumbuh adalah perjalanan yang layak dirayakan. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/51PwHUVLAcdyWZKATVpPZk?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41034</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/widya-wirayanti-01-199x300.jpeg" type="image/jpeg" medium="image" width="199" height="300" />	</item>
		<item>
		<title>Float Rayakan Perjalanan 20 Tahun Bermusik Lewat Single Baru “The Mirror Song (Constant Changes)”</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/float-rayakan-perjalanan-20-tahun-bermusik-lewat-single-baru-the-mirror-song-constant-changes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 05:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[band indie Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Float]]></category>
		<category><![CDATA[Float single terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Meng Float]]></category>
		<category><![CDATA[The Mirror Song Constant Changes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41048</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="float 01" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Setelah lebih dari dua dekade menjadi salah satu nama penting di skena musik independen Indonesia, Float terus menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan karya-karya yang reflektif, puitis, dan dekat dengan perjalanan hidup para pendengarnya. Band yang dikenal lewat lagu-lagu seperti Pulang, Sementara, hingga Stupido Ritmo ini telah membangun identitas musik yang khas dengan lirik kontemplatif dan aransemen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah lebih dari dua dekade menjadi salah satu nama penting di skena musik independen Indonesia, <strong>Float</strong> terus menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan karya-karya yang reflektif, puitis, dan dekat dengan perjalanan hidup para pendengarnya. Band yang dikenal lewat lagu-lagu seperti <em>Pulang</em>, <em>Sementara</em>, hingga <em>Stupido Ritmo</em> ini telah membangun identitas musik yang khas dengan lirik kontemplatif dan aransemen yang kaya nuansa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perjalanan bermusiknya, Float tidak hanya menghadirkan lagu sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang refleksi yang menemani berbagai fase kehidupan pendengarnya. Konsistensi tersebut kembali mereka tunjukkan melalui rangkaian rilisan terbaru yang diawali dengan single <em>Emily</em> dan <em>Dimabuk Cahaya</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, Float kembali menyapa para pendengarnya melalui single ketiga bertajuk <strong>“The Mirror Song (Constant Changes)”</strong>, sebuah karya yang menjadi perayaan atas proses pendewasaan, ketangguhan diri, dan kemampuan manusia untuk terus bertumbuh menghadapi perubahan hidup.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-04-1024x678.jpg" alt="float 04" class="wp-image-41053" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-04-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-04-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-04-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-04-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-04-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-04-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-04-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-04-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-04-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-04.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">float </figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, lagu ini menghadirkan warna yang cukup berbeda dari katalog karya Float sebelumnya. Dengan tempo yang lebih cepat dan energi yang lebih ceria, “The Mirror Song (Constant Changes)” menjadi salah satu lagu paling upbeat yang pernah dirilis Float.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Drummer Float, Timur, menyebut lagu ini sebagai bentuk eksplorasi baru dalam perjalanan musik mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Temponya ini kayaknya tempo paling cepat dari semua lagunya Float. Ini temannya <em>Stupido Ritmo</em> kalau dari bassline-nya Binsar. Sangat fun, dan saya nggak sabar buat bawain secara live,” ungkap Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik nuansa musik yang penuh semangat, lagu ini tetap membawa ciri khas Float melalui lirik-lirik reflektif hasil kolaborasi Hotma “Meng” Roni Simamora dan Binsar Tobing. Lagu ini berbicara tentang perubahan-perubahan kecil dalam diri yang sering kali tidak disadari karena berlangsung dalam waktu yang panjang.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/18NWggpp2qP3eBYmjqGYOB?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Bait pembuka:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Some of life’s changes / Hidden from your sight / Take shape in years / Too close for your eyes&#8221;</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">menjadi pengingat bahwa proses pertumbuhan manusia sering terjadi secara perlahan hingga tanpa sadar membentuk pribadi yang lebih kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Liriknya bercerita tentang perubahan di dalam diri kita yang prosesnya makan waktu sangat lama, sehingga kita bahkan nggak pernah ngerasa proses itu terjadi. Semua pelajaran dari keseharian menyiapkan kita, sampai suatu saat kita dihadapkan pada masalah yang kita pikir nggak bisa kita hadapi, ternyata bisa,” jelas Meng.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan tentang penerimaan diri dan keberanian menghadapi masa depan juga memiliki makna personal bagi gitaris Float, David Qlintang. Baginya, lagu ini menjadi refleksi atas perjalanan hidupnya sebagai orang tua yang membesarkan putranya, Arel, yang menyandang ADHD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Lagu ini menjawab kekhawatiran soal masa depan. Ke depannya itu udahlah kita nggak usah pikiran macam-macam, kita jalanin aja. Ini yang membuat saya, dan mungkin orang tua lain, tetap semangat,” tutur David.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai bentuk dukungan bagi para pendengarnya, Float juga menyisipkan pesan penyemangat melalui lirik chorus:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Break a leg, give a shot / When in doubt, take a break / I’m here to listen.&#8221;</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan tersebut diperkuat dengan aransemen paduan suara yang megah di bawah arahan Ria Septiani, menghadirkan suasana hangat yang seolah mengajak pendengar untuk beristirahat sejenak, menerima proses hidup, lalu kembali melangkah dengan lebih kuat.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03-1024x678.jpg" alt="float 03" class="wp-image-41052" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">float </figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui “The Mirror Song (Constant Changes)”, Float kembali membuktikan kemampuannya meramu musik yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga mampu menjadi teman perjalanan emosional bagi banyak orang. Lagu ini menjadi pengingat bahwa perubahan adalah bagian alami dari kehidupan, dan setiap proses yang dijalani pada akhirnya membentuk ketangguhan diri yang patut dirayakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>“The Mirror Song (Constant Changes)”</strong> kini telah tersedia di seluruh platform digital streaming seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan berbagai layanan musik digital lainnya. Lagu ini menjadi undangan dari Float untuk merayakan setiap perubahan, pertumbuhan, dan ketangguhan yang hadir dalam perjalanan hidup masing-masing pendengarnya. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41048</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/float-01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Ruth Sahanaya Buka Babak Baru Karier Musik Lewat Single “Pelangi”, Jembatan Menuju Mini Album Terbaru</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/ruth-sahanaya-buka-babak-baru-karier-musik-lewat-single-pelangi-jembatan-menuju-mini-album-terbaru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 04:42:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41028</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Ruth Sahanaya" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Nama Ruth Sahanaya telah menjadi salah satu ikon musik Indonesia yang konsisten bertahan dan terus relevan selama lebih dari tiga dekade. Penyanyi yang akrab disapa Uthe ini dikenal sebagai pemilik vokal kuat dengan deretan lagu hits yang telah menjadi soundtrack perjalanan hidup banyak generasi Indonesia. Sejak memulai karier profesionalnya pada akhir 1980-an, Ruth Sahanaya berhasil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Nama <strong>Ruth Sahanaya</strong> telah menjadi salah satu ikon musik Indonesia yang konsisten bertahan dan terus relevan selama lebih dari tiga dekade. Penyanyi yang akrab disapa Uthe ini dikenal sebagai pemilik vokal kuat dengan deretan lagu hits yang telah menjadi soundtrack perjalanan hidup banyak generasi Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak memulai karier profesionalnya pada akhir 1980-an, Ruth Sahanaya berhasil membangun reputasi sebagai salah satu diva Indonesia dengan karya-karya yang melintasi zaman. Lagu-lagu seperti <em>Kaulah Segalanya</em>, <em>Keliru</em>, <em>Andaikan Kau Datang Kembali</em>, hingga <em>Ingin Kumiliki</em> menjadikannya sosok yang tidak hanya dikenal karena kualitas vokal, tetapi juga kemampuan menghadirkan emosi dalam setiap lagu yang dibawakannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan panjang tersebut membawa Ruth Sahanaya terus bereksplorasi dalam bermusik. Tidak hanya mempertahankan karakter vokalnya yang khas, ia juga berani menghadirkan warna-warna baru yang sesuai dengan perkembangan industri musik tanpa kehilangan identitasnya sebagai seorang penyanyi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, Ruth Sahanaya kembali menyapa para pendengar melalui single terbaru berjudul <strong>“Pelangi”</strong>, sebuah karya yang menjadi penanda dimulainya era baru dalam perjalanan musikalnya sekaligus pembuka menuju perilisan mini album (EP) yang tengah dinantikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih berada dalam benang merah yang sama dengan single sebelumnya, <strong>“Sebaris Lirik Cinta”</strong>, lagu ini memperluas narasi tentang cinta yang tidak hanya dipahami sebagai perasaan semata, tetapi juga sebagai perjalanan emosional yang penuh warna dan makna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung nuansa <strong>city pop</strong> yang lembut dengan sentuhan musik pop era 1980-an, “Pelangi” menghadirkan suasana hangat, romantis, dan nostalgik yang tetap terasa relevan dengan selera musik masa kini.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01-678x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01-678x1024.jpg" alt="Ruth Sahanaya" class="wp-image-41031" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_01.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ruth Sahanaya</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Aransemen yang halus berpadu dengan karakter vokal Ruth Sahanaya yang matang dan penuh emosi, menciptakan pengalaman mendengarkan yang intim sekaligus memikat. Setiap bagian lagu terasa mengalir alami, mengajak pendengar menyelami kisah tentang harapan dan optimisme setelah melewati masa-masa sulit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara tematik, “Pelangi” menggambarkan hadirnya cahaya setelah hujan. Lagu ini berbicara tentang bagaimana cinta, dalam bentuknya yang paling sederhana, mampu menjadi sumber kekuatan di tengah keraguan dan ketidakpastian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika “Sebaris Lirik Cinta” menjadi awal dari sebuah kisah, maka “Pelangi” hadir sebagai kelanjutan cerita yang membuka lembaran baru dalam semesta musikal yang sedang dibangun Ruth Sahanaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari sekadar single, “Pelangi” juga menjadi pengantar menuju mini album terbaru yang tengah dipersiapkan. Proyek tersebut diharapkan menjadi rangkuman perjalanan musikal sekaligus refleksi kedewasaan artistik Ruth Sahanaya setelah puluhan tahun berkarya di industri musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui karya ini, Ruth Sahanaya kembali menunjukkan kemampuannya dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter yang telah menjadi ciri khasnya. “Pelangi” hadir bukan hanya sebagai lagu baru, tetapi juga sebagai pengalaman emosional yang mengajak pendengar untuk kembali percaya pada keindahan cinta dalam segala warnanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single ini ditulis oleh <strong>Indra Iryawansyah Amac</strong> dan diproduseri oleh <strong>Farrel Hilal</strong>, dengan dukungan sejumlah musisi dan tim kreatif yang terlibat dalam proses produksinya. Sentuhan flute dari <strong>Septa Suryoto</strong> serta arahan vokal dari <strong>Bowo Soulmate</strong> semakin memperkaya nuansa hangat yang dihadirkan dalam lagu ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan “Pelangi”, Ruth Sahanaya membuktikan bahwa perjalanan musik yang panjang bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi. Sebaliknya, karya terbaru ini menjadi bukti bahwa seorang legenda masih mampu menghadirkan kejutan dan warna baru bagi industri musik Indonesia. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/4KsofBn3Usk0ZfTSUIN4kT?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41028</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/ruth-sahanaya_02-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>TENHOLES Bangkit dari Hiatus, Rilis Maxi Single &#8220;Membakar Malam&#8221; dan &#8220;Tiga&#8221; Bersama demajors</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/tenholes-bangkit-dari-hiatus-rilis-maxi-single-membakar-malam-dan-tiga-bersama-demajors/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 05:39:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Andyan Gorust]]></category>
		<category><![CDATA[Band Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Celtic Punk]]></category>
		<category><![CDATA[Demajors]]></category>
		<category><![CDATA[Indie Music Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Membakar Malam]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[punk rock]]></category>
		<category><![CDATA[single baru]]></category>
		<category><![CDATA[TENHOLES]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga]]></category>
		<category><![CDATA[Ukien Skins]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41000</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="tenholes" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Setelah sempat menjalani masa hiatus pasca kehilangan salah satu personel pentingnya, unit punk rock asal Jakarta, TENHOLES, akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru. Band yang dikenal mengusung perpaduan energi oi/punk dan celtic punk ini resmi merilis maxi single bertajuk &#8220;Membakar Malam&#8221; dan &#8220;Tiga&#8221; melalui kerja sama dengan label independen demajors. Kedua lagu tersebut menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah sempat menjalani masa hiatus pasca kehilangan salah satu personel pentingnya, unit punk rock asal Jakarta, <strong>TENHOLES,</strong> akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru. Band yang dikenal mengusung perpaduan energi oi/punk dan celtic punk ini resmi merilis maxi single bertajuk <strong>&#8220;Membakar Malam&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Tiga&#8221;</strong> melalui kerja sama dengan label independen demajors.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua lagu tersebut menjadi penanda kebangkitan TENHOLES sekaligus babak baru perjalanan mereka setelah vakum sejak kepergian mendiang drummer mereka, Aco, pada Oktober 2023. Maxi single ini mulai tersedia di seluruh platform streaming digital sejak 12 Juni 2026, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music, TikTok Music, dan Langit Musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung karakter punk rock yang kental dengan sentuhan mandolin khas celtic punk, TENHOLES tetap mempertahankan identitas musikal yang telah mereka bangun selama lebih dari dua dekade. Kehadiran dua lagu baru ini juga menjadi bukti bahwa semangat band tersebut tetap menyala meski harus melewati masa sulit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses produksi maxi single ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dan dikerjakan di beberapa studio berbeda. Tahap awal dimulai secara mandiri di Rumah Bergerak, yang menjadi markas kreatif TENHOLES dalam mengembangkan berbagai materi musik mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, pada tahap pembuatan demo awal, lagu-lagu tersebut direkam tanpa isian drum. Andyan Gorust yang kini mengisi posisi drummer memilih tidak merekam bagian drum pada sesi panduan awal. Keputusan tersebut justru menjadi kejutan tersendiri ketika proses rekaman memasuki tahap final dan karakter permainan drumnya mulai terdengar utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perjalanan kreatifnya, TENHOLES juga melibatkan sejumlah musisi dan rekan dekat untuk memberikan masukan terhadap materi yang sedang mereka garap. Nama-nama seperti Jimi Multhazam, Yongki Quickening, hingga Prabu Pramayougha dari Saturday Night Karaoke ikut memberikan perspektif yang membantu penyempurnaan lagu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prabu bahkan menjadi sosok yang mempertemukan TENHOLES dengan David Tarigan dalam sebuah hearing session yang kemudian membuka banyak diskusi mengenai arah musikal band tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas rekomendasi Jimi Multhazam, sesi rekaman drum dilakukan di Starlight Studio. Di tengah proses pengerjaan, mereka juga bertemu dengan Franki &#8220;Pepeng&#8221; Indrasmoro di kantor Massive Publisher. Pertemuan tersebut membawa TENHOLES untuk memanfaatkan fasilitas rekaman di Caltara Studio yang akhirnya dipilih sebagai lokasi utama penyelesaian proses produksi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Secara musikal, kedua lagu yang dirilis memiliki karakter dan pesan yang berbeda</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu <strong>&#8220;Membakar Malam&#8221;</strong> hadir sebagai anthem bagi para pekerja yang terus berjuang menghadapi rutinitas dan tekanan kehidupan sehari-hari. Lagu ini menjadi representasi semangat mereka yang memilih untuk tetap bergerak dan tidak menyerah pada keadaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, <strong>&#8220;Tiga&#8221;</strong> menawarkan nuansa yang lebih keras dan eksplosif. Lagu ini menjadi refleksi atas berbagai kondisi dunia yang terjadi saat ini dan menampilkan permainan drum agresif dari Andyan Gorust yang menjadi salah satu elemen paling menonjol dalam komposisinya.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/3iRtP1kO9kejg4b8z0mC8s?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran Andyan sendiri memiliki makna penting bagi TENHOLES. Ia bukan sekadar pengganti posisi yang ditinggalkan Aco, melainkan sosok yang dipercaya untuk melanjutkan semangat dan warisan yang telah dibangun bersama selama bertahun-tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">TENHOLES pertama kali terbentuk pada 2004 dengan akar musik oi/punk yang kuat. Seiring perjalanan waktu, pengaruh celtic punk mulai masuk setelah mereka diperkenalkan pada musik Dropkick Murphys oleh seorang rekan bernama Dhany Blwr.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkenalan tersebut menjadi titik balik yang mengubah warna musik TENHOLES. Mereka mulai menggabungkan energi punk dengan instrumen tradisional seperti mandolin tanpa meninggalkan semangat oi/punk yang menjadi fondasi awal band.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan tersebut semakin kuat ketika Zuhri bergabung sebagai pemain mandolin. Setelah Zuhri memilih fokus melanjutkan warisan keluarganya di Soneta, posisi tersebut kini diisi oleh Tuan Jenggo dari Monkey Boots yang membawa karakter baru dalam aransemen TENHOLES.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini TENHOLES diperkuat oleh Ukien Skins (vokal), Cepy (gitar), Endry (gitar), Cpx atau Tuan Jenggo (mandolin), Lettoys (bass), dan Andyan Gorust (drum).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui perilisan maxi single &#8220;Membakar Malam&#8221; dan &#8220;Tiga&#8221;, TENHOLES tidak hanya menandai kembalinya mereka ke industri musik, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat punk rock yang mereka usung sejak awal masih terus hidup. Dengan identitas yang semakin matang dan energi baru di dalam formasi saat ini, TENHOLES siap melanjutkan perjalanan panjangnya di skena musik independen Indonesia. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="TENHOLES - Membakar Malam (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/PZYPzPzFQGs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41000</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/tenholes-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Rockafella&#8217;s dan Fat &#038; Sim Rooftop Bar Hidupkan Kembali Skena Rock Jakarta Lewat Reuni Musisi Lintas Generasi</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/rockafellas-dan-fat-sim-rooftop-bar-hidupkan-kembali-skena-rock-jakarta-lewat-reuni-musisi-lintas-generasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 08:14:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[On Stage]]></category>
		<category><![CDATA[Aerosmith]]></category>
		<category><![CDATA[Black Sabbath]]></category>
		<category><![CDATA[Deep Purple]]></category>
		<category><![CDATA[Fat & Sim Rooftop Bar]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan Jakarta.]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Rock]]></category>
		<category><![CDATA[Pantera]]></category>
		<category><![CDATA[Rainbow]]></category>
		<category><![CDATA[Rockafella's]]></category>
		<category><![CDATA[Skena Rock]]></category>
		<category><![CDATA[Tribute Band]]></category>
		<category><![CDATA[Van Halen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40965</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Dreads Conspiracy" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Skena musik rock Jakarta kembali menunjukkan geliat positif melalui gelaran reuni musisi lintas generasi yang digagas Rockafella&#8217;s bersama Fat &#38; Sim Rooftop Bar. Acara yang berlangsung pada 12 Juni 2026 di Fat &#38; Sim Rooftop Bar ini mengusung konsep tribute band dan kolaborasi komunitas sebagai wadah berkumpulnya para musisi rock yang sempat vakum sekaligus ruang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Skena musik rock Jakarta kembali menunjukkan geliat positif melalui gelaran reuni musisi lintas generasi yang digagas Rockafella&#8217;s bersama Fat &amp; Sim Rooftop Bar. Acara yang berlangsung pada <strong>12 Juni 2026</strong> di Fat &amp; Sim Rooftop Bar ini mengusung konsep tribute band dan kolaborasi komunitas sebagai wadah berkumpulnya para musisi rock yang sempat vakum sekaligus ruang bagi generasi baru untuk menunjukkan eksistensinya di industri musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengangkat tema <strong>&#8220;Welcoming Back&#8221;</strong>, acara tersebut menghadirkan berbagai band yang membawakan karya-karya legendaris dari musisi rock dan metal dunia. Tidak hanya menjadi ajang nostalgia, kegiatan ini juga menjadi upaya nyata untuk menjaga keberlangsungan ekosistem musik rock yang selama puluhan tahun memiliki basis penggemar loyal di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggagas acara sekaligus perwakilan Rockafella&#8217;s, <strong>Riffy Utami</strong>, mengatakan bahwa ide penyelenggaraan berawal dari keinginan mempertemukan kembali para musisi yang pernah aktif di berbagai komunitas musik rock Jakarta namun kini sudah jarang tampil di atas panggung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hari ini kami mengadakan konsep reuni musisi yang dibungkus dalam format tribute. Teman-teman lama yang sebelumnya vakum bisa kembali berkumpul dan tampil bersama. Kami bersyukur mendapatkan dukungan penuh dari Fat &amp; Sim Rooftop Bar sehingga acara ini dapat terus berjalan dan berkembang,&#8221; ujar Riffy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, konsep tribute dipilih karena mampu menghadirkan nostalgia sekaligus memperkenalkan kembali karya-karya para legenda rock kepada generasi yang lebih muda. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar musisi yang selama ini aktif di berbagai komunitas musik rock dan metal di Jakarta.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01-1024x678.jpg" alt="Speax" class="wp-image-40975" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/speax_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Speax</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam gelaran kali ini, <strong>Speax</strong> menjadi band pembuka dengan membawakan sejumlah lagu dari Black Sabbath. Penampilan mereka menghadirkan atmosfer heavy metal klasik yang kuat dan langsung menghangatkan suasana sejak awal acara. Deretan lagu dari salah satu pelopor musik heavy metal dunia tersebut mendapat sambutan antusias dari para penikmat musik yang hadir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, <strong>Dreads Conspiracy</strong> mengambil alih panggung dengan membawakan repertoar dari Pantera. Karakter groove metal yang agresif dan penuh tenaga sukses membakar semangat penonton. Energi yang ditampilkan band ini membuat suasana semakin hidup dan menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan sepanjang malam.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-2 is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="40971" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03-1024x678.jpg" alt="Dreads Conspiracy" class="wp-image-40971" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dreads Conspiracy</figcaption></figure></a></div>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="40970" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_02-1024x678.jpg" alt="Dreads Conspiracy" class="wp-image-40970" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dreads Conspiracy</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="40968" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/adhytia-perkasa-1024x678.jpg" alt="adhytia perkasa" class="wp-image-40968" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/adhytia-perkasa-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/adhytia-perkasa-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/adhytia-perkasa-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/adhytia-perkasa-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/adhytia-perkasa-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/adhytia-perkasa-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/adhytia-perkasa-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/adhytia-perkasa-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/adhytia-perkasa-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/adhytia-perkasa.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">adhytia perkasa</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki sesi berikutnya, <strong>Rockafella&#8217;s</strong> tampil membawakan lagu-lagu dari Deep Purple, Rainbow, hingga Yngwie Malmsteen. Nuansa hard rock dan neoclassical metal yang menjadi ciri khas mereka berhasil mengajak penonton bernostalgia dengan era keemasan musik rock dunia. Permainan instrumen yang kuat dan aransemen yang solid membuat penampilan Rockafella&#8217;s menjadi salah satu sorotan utama dalam acara tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penampil penutup, <strong>Interstate</strong> menghadirkan nuansa rock Amerika melalui lagu-lagu legendaris dari Aerosmith dan Van Halen. Deretan lagu klasik yang mereka bawakan sukses mengajak penonton bernyanyi bersama dan menutup malam dengan penuh semangat. Penampilan Interstate sekaligus menjadi klimaks yang melengkapi rangkaian tribute musik rock lintas generasi di Fat &amp; Sim Rooftop Bar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menjadi wadah nostalgia, Riffy menegaskan bahwa acara ini juga memiliki misi regenerasi. Rockafella&#8217;s berkomitmen membuka kesempatan bagi band-band baru untuk tampil dan memperkenalkan karya mereka kepada publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami ingin memberikan ruang bagi band-band baru untuk menunjukkan karya mereka. Jika ada musisi yang ingin memperkenalkan single atau album baru, kami siap membantu menyediakan panggung dan fasilitas pendukung. Jadi bukan hanya untuk band yang sudah dikenal, tetapi juga bagi mereka yang sedang merintis karier di dunia musik,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, Rockafella&#8217;s berencana menggelar acara serupa secara rutin setiap dua minggu sekali. Dengan jadwal yang konsisten, komunitas berharap dapat membangun ekosistem yang lebih kuat bagi para musisi independen, khususnya yang bergerak di genre rock dan metal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan penuh terhadap kegiatan ini juga datang dari Fat &amp; Sim Rooftop Bar. <strong>Jack</strong> selaku Assistant F&amp;B Manager Fat &amp; Sim Rooftop Bar menilai bahwa saat ini semakin sedikit venue yang secara konsisten memberikan ruang bagi komunitas rock untuk tampil.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-2 is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="40974" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_02-1024x678.jpg" alt="Rockafella's" class="wp-image-40974" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rockafella&#8217;s</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="40973" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_01-1024x678.jpg" alt="Rockafella's" class="wp-image-40973" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/rockafellas_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rockafella&#8217;s</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="40972" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/riffy-utami-1024x678.jpg" alt="Riffy Utami" class="wp-image-40972" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/riffy-utami-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/riffy-utami-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/riffy-utami-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/riffy-utami-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/riffy-utami-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/riffy-utami-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/riffy-utami-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/riffy-utami-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/riffy-utami-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/riffy-utami.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Riffy Utami</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami ingin membantu menghidupkan kembali band-band rock. Saat ini tidak banyak venue yang secara konsisten memberikan ruang bagi musisi rock untuk tampil. Karena itu kami berharap acara seperti ini bisa menjadi rumah bagi komunitas dan penikmat musik rock di Jakarta,&#8221; ujar Jack.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, antusiasme pengunjung terhadap acara bertema rock klasik terus menunjukkan tren positif. Selain dihadiri komunitas musik, banyak pengunjung reguler Fat &amp; Sim Rooftop Bar yang sengaja datang untuk menikmati penampilan tribute band yang membawakan lagu-lagu favorit mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jack menambahkan bahwa karya-karya dari Deep Purple, Rainbow, Black Sabbath, Aerosmith, Van Halen hingga Pantera menjadi repertoar yang paling banyak dinantikan oleh para pengunjung karena memiliki nilai nostalgia yang kuat dan masih relevan hingga saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program reuni dan tribute musisi yang diprakarsai Rockafella&#8217;s sendiri telah terselenggara sekitar 14 kali. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa komunitas musik rock masih memiliki tempat yang kuat di tengah perkembangan industri musik modern yang semakin beragam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Jack, Fat &amp; Sim Rooftop Bar akan terus membuka ruang bagi komunitas musik independen untuk berkarya dan menampilkan karya terbaik mereka. Kehadiran acara seperti ini tidak hanya memberikan hiburan bagi pengunjung, tetapi juga menjadi wadah yang mempertemukan musisi, komunitas, dan penikmat musik dalam satu suasana yang hangat dan penuh semangat.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-753x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="753" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-753x1024.jpg" alt="poster rockafella's" class="wp-image-40980" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-753x1024.jpg 753w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-221x300.jpg 221w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-768x1044.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-309x420.jpg 309w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-618x840.jpg 618w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-150x204.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-300x408.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-600x816.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-696x946.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas-1068x1452.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/poster-rockafellas.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 753px) 100vw, 753px" /><figcaption class="wp-element-caption">poster rockafella&#8217;s</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui kolaborasi antara komunitas dan venue, Rockafella&#8217;s serta Fat &amp; Sim Rooftop Bar berharap kegiatan ini dapat terus berkembang menjadi wadah kreatif bagi musisi lintas generasi, sekaligus menjadi salah satu motor penggerak kebangkitan kembali skena musik rock di Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan semakin banyaknya musisi yang kembali aktif dan dukungan komunitas yang terus tumbuh, semangat rock yang pernah berjaya diyakini akan terus hidup dan menemukan generasi penerusnya di masa mendatang. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40965</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dreads-conspiracy_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Dee Lestari Resmi Rilis Album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221;, Hadirkan Kolaborasi Afgan hingga Karya Terakhir Bersama Reza Gunawan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/dee-lestari-resmi-rilis-album-jangan-jatuh-cinta-hadirkan-kolaborasi-afgan-hingga-karya-terakhir-bersama-reza-gunawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 10:59:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Afgan]]></category>
		<category><![CDATA[Album Jangan Jatuh Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[album terbaru Dee Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Cuma Satu Nama]]></category>
		<category><![CDATA[Dee Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Dee Lestari 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Bulan Juni]]></category>
		<category><![CDATA[Kabarku]]></category>
		<category><![CDATA[Megah Music]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kertas]]></category>
		<category><![CDATA[Reza Gunawan]]></category>
		<category><![CDATA[Sapardi Djoko Damono]]></category>
		<category><![CDATA[Sony Music Indonesia.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40959</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Dee Lestari" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Penyanyi, penulis, sekaligus pencipta lagu Dee Lestari resmi merilis album terbarunya bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta. Album ini menjadi penanda kembalinya Dee secara utuh ke industri musik setelah perjalanan panjang yang membawanya dikenal sebagai salah satu penulis lagu dan storyteller terbaik di Indonesia. Album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; menghadirkan delapan lagu yang dirangkai menjadi sebuah perjalanan emosional [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyanyi, penulis, sekaligus pencipta lagu <strong>Dee Lestari</strong> resmi merilis album terbarunya bertajuk (<strong>Jangan</strong>) <strong>Jatuh Cinta</strong>. Album ini menjadi penanda kembalinya Dee secara utuh ke industri musik setelah perjalanan panjang yang membawanya dikenal sebagai salah satu penulis lagu dan storyteller terbaik di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; menghadirkan delapan lagu yang dirangkai menjadi sebuah perjalanan emosional tentang cinta, kehilangan, harapan, kebersamaan, hingga proses melepaskan. Tidak hanya menyajikan karya-karya baru, album ini juga menghadirkan sejumlah kolaborasi spesial yang sarat makna dan cerita personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum perilisan album penuh ini, Dee lebih dulu memperkenalkan tiga single yaitu &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221;, &#8220;Perahu Kertas&#8221;, dan &#8220;Kabarku&#8221;. Ketiga lagu tersebut menjadi pengantar bagi pendengar untuk memasuki dunia yang dibangun Dee dalam album terbarunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu sorotan utama dalam album ini adalah lagu &#8220;Cuma Satu Nama&#8221;, sebuah karya yang ditulis bersama almarhum suaminya,<strong> Reza Gunawan</strong>. Lagu tersebut dibawakan dalam format duet bersama penyanyi papan atas Indonesia, <strong>Afgan</strong>. Kolaborasi ini menjadi salah satu momen emosional dalam album karena menghadirkan kembali jejak kreatif Reza Gunawan dalam bentuk karya musik yang abadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, album ini juga menghadirkan &#8220;Hujan Bulan Juni&#8221;, sebuah kolaborasi yang sempat tertunda antara Dee Lestari dan Sapardi Djoko Damono. Lagu tersebut diadaptasi dari puisi legendaris karya Sapardi yang sebelumnya direncanakan untuk proyek film pada 2017. Kini, karya tersebut akhirnya hadir sebagai rekaman resmi yang memperkaya warna album terbaru Dee.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-768x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-768x1024.jpg" alt="Dee Lestari" class="wp-image-40963" style="width:1068px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-768x1024.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-225x300.jpg 225w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-315x420.jpg 315w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-630x840.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-150x200.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-300x400.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-600x800.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-696x928.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02-1068x1424.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-02.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dee Lestari </figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Secara konseptual, album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; disusun layaknya sebuah perjalanan hati yang utuh. Lagu pembuka &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; hadir sebagai peringatan tentang risiko jatuh cinta dengan aransemen segar dari <strong>Rendy Pandugo</strong> serta sentuhan vokal <strong>Teddy Adhitya</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan emosional berlanjut melalui &#8220;Patah Hati&#8221; yang menggambarkan fase ketika seseorang mulai merasakan luka akibat cinta yang tak terelakkan. Kemudian, &#8220;Kabarku&#8221; menjadi titik terendah dalam perjalanan tersebut dengan nuansa soulful yang kuat dan lirik yang dekat dengan pengalaman banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah perjalanan, &#8220;Hujan Bulan Juni&#8221; menghadirkan secercah harapan, sebelum akhirnya &#8220;Jadi Udara&#8221; menjadi simbol hadirnya kebahagiaan baru. Lagu ini dibalut aransemen cerah dan melibatkan <strong>Arina Ephipania</strong> dari Mocca sebagai vokal pendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, &#8220;Perahu Kertas&#8221; kembali hadir dengan warna baru melalui sentuhan produksi <strong>Petra Sihombing</strong>. Lagu yang selama ini menjadi salah satu karya paling ikonik Dee tersebut mendapatkan interpretasi yang lebih segar tanpa kehilangan identitas aslinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puncak album terjadi pada lagu &#8220;Cuma Satu Nama&#8221;, yang menggambarkan keberanian dua hati untuk melangkah bersama. Lagu ini menjadi salah satu karya paling personal dalam album karena melibatkan kenangan dan kolaborasi kreatif Dee bersama almarhum Reza Gunawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album kemudian ditutup oleh &#8220;Bintang Utara&#8221;, sebuah lagu yang mengangkat tema cinta tanpa syarat antara orang tua dan anak. Lagu ini menggambarkan proses melepaskan dengan penuh keikhlasan ketika seseorang yang dicintai akhirnya harus menjalani jalannya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perilisan album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; juga menandai 18 tahun perjalanan Dee sejak merilis album Rectoverso. Melalui album ini, Dee kembali menegaskan posisinya sebagai sosok unik di industri kreatif Indonesia yang mampu menggabungkan kekuatan lirik, cerita, musik, dan emosi menjadi sebuah karya yang utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan delapan lagu yang saling terhubung dan didukung oleh sejumlah musisi serta produser ternama Indonesia, album &#8220;(Jangan) Jatuh Cinta&#8221; diproyeksikan menjadi salah satu rilisan musik paling penting tahun 2026. Album ini tidak hanya menawarkan lagu-lagu yang mudah dinikmati, tetapi juga menghadirkan pengalaman mendalam tentang perjalanan manusia dalam memahami makna cinta dalam berbagai bentuknya. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/1l1ET8aN8W78ajd5RJ9lpc?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40959</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/dee-lestari-01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
