<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Music &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/music/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2026 09:57:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Music &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Anji Rilis &#8220;Kau&#8221;, 10 Tahun Setelah &#8220;Dia&#8221; yang Ikonik</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/anji-rilis-kau-10-tahun-setelah-dia-yang-ikonik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 07:46:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Fredy]]></category>
		<category><![CDATA[Anji]]></category>
		<category><![CDATA[dekade musik]]></category>
		<category><![CDATA[Dia]]></category>
		<category><![CDATA[Kau]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pop Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[single terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40216</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="anji" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Sepuluh tahun lalu, satu lagu mengubah segalanya. Kini, dengan penulis yang sama, Anji menutup lingkaran itu dengan cara yang terasa seperti sudah seharusnya terjadi. Penyanyi dan penulis lagu Anji resmi merilis single terbaru berjudul &#8220;Kau&#8221; pada 17 April 2026 tepat di momen yang menandai satu dekade sejak hadirnya &#8220;Dia&#8221;, lagu yang menjadi titik balik paling [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sepuluh tahun lalu, satu lagu mengubah segalanya. Kini, dengan penulis yang sama, Anji menutup lingkaran itu dengan cara yang terasa seperti sudah seharusnya terjadi.</p>



<p>Penyanyi dan penulis lagu <strong>Anji</strong> resmi merilis single terbaru berjudul <strong>&#8220;Kau&#8221;</strong> pada 17 April 2026 tepat di momen yang menandai satu dekade sejak hadirnya <strong>&#8220;Dia&#8221;</strong>, lagu yang menjadi titik balik paling signifikan dalam perjalanan karier musiknya. Bukan kebetulan, dan Anji sendiri tidak berpura-pura itu kebetulan.</p>



<p>&#8220;Sepuluh tahun adalah perjalanan yang panjang. Banyak hal berubah dalam hidup saya, tapi satu hal yang tetap sama adalah bagaimana sebuah lagu bisa menemani hidup banyak orang. &#8216;Kau&#8217; terasa seperti bab berikutnya dari perjalanan itu,&#8221; ungkap Anji.</p>



<p>Yang membuat &#8220;Kau&#8221; terasa seperti lingkaran yang menutup dengan sempurna adalah nama di balik lagunya: <strong>Ahmad Fredy</strong> sosok yang satu dekade lalu juga menulis &#8220;Dia&#8221;. Dua titik penting dalam perjalanan musikal Anji, ditulis oleh tangan yang sama, dipisahkan oleh sepuluh tahun hidup yang terus bergerak.</p>



<p>Secara musikal, &#8220;Kau&#8221; hadir dengan nuansa <strong>pop yang hangat dan intim</strong> menonjolkan karakter vokal Anji yang emosional namun tetap sederhana, gaya yang selama ini membuat lagu-lagunya mudah menembus berbagai lapisan pendengar dari berbagai generasi.</p>



<p>Secara lirik, &#8220;Kau&#8221; tidak bicara tentang jatuh cinta. Ia bicara tentang fase yang lebih dalam dari itu ketika seseorang telah menemukan tempat pulang dalam diri orang lain, dan tidak lagi perlu mencari ke mana pun. Cinta yang tenang, dewasa, dan penuh penerimaan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="5__3iM_-1-s"><iframe title="ANJI - KAU (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/5__3iM_-1-s?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p>&#8220;Kau tempatku pulang, tempat paling tenang, tempat hatiku berhenti mencari&#8221; beberapa baris yang sederhana, tapi mengandung bobot yang hanya bisa ditulis oleh seseorang yang sudah cukup lama hidup untuk memahaminya.</p>



<p>Jika &#8220;Dia&#8221; adalah lagu tentang perasaan yang baru ditemukan getir, menggebu, penuh tanda tanya maka &#8220;Kau&#8221; adalah jawabannya. Dua lagu, dua fase kehidupan, satu benang merah yang menghubungkan keduanya.</p>



<p>Bagi jutaan pendengar yang tumbuh bersama &#8220;Dia&#8221; dan kini berada di fase hidup yang berbeda, &#8220;Kau&#8221; hadir pada waktu yang terasa tepat. Bukan sebagai nostalgia, tapi sebagai kelanjutan.</p>



<p>Single <strong>&#8220;Kau&#8221;</strong> sudah tersedia di seluruh platform musik digital sejak 17 April 2026. Bagi yang dulu menemukan dirinya di &#8220;Dia&#8221; mungkin sudah waktunya menemukan rumah di &#8220;Kau&#8221;. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40216</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/anji-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Adikara Rilis EP &#8220;Spotless Dove&#8221;, Surat Cinta untuk Putri Pertamanya</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/adikara-rilis-ep-spotless-dove-surat-cinta-untuk-putri-pertamanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 07:37:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Adikara]]></category>
		<category><![CDATA[album personal]]></category>
		<category><![CDATA[ayah anak]]></category>
		<category><![CDATA[EP musik]]></category>
		<category><![CDATA[musik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[musik indie]]></category>
		<category><![CDATA[solois Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Spotless Dove]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40210</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="artwork ep spotless dove" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Tidak semua karya musik lahir dari studio. Ada yang lahir dari ruang tunggu, ruang di mana seorang pria berdiri di ambang peran terbesar dalam hidupnya, dan memilih untuk menuangkan semua yang dirasakannya ke dalam nada. Itulah yang dilakukan Adikara. Solois ini kembali dengan EP bertajuk &#8220;Spotless Dove&#8221; sebuah extended play yang bukan sekadar kumpulan lagu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tidak semua karya musik lahir dari studio. Ada yang lahir dari ruang tunggu, ruang di mana seorang pria berdiri di ambang peran terbesar dalam hidupnya, dan memilih untuk menuangkan semua yang dirasakannya ke dalam nada.</p>



<p>Itulah yang dilakukan <strong>Adikara</strong>. Solois ini kembali dengan <strong>EP bertajuk &#8220;Spotless Dove&#8221;</strong> sebuah extended play yang bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan dokumen emosional dari fase paling transformatif dalam hidupnya: menyambut kelahiran putri pertamanya.</p>



<p>Kabar tentang kehadiran sang putri membawa perubahan cara pandang yang tidak bisa ia abaikan. Adikara mulai merenungkan hal-hal yang sebelumnya jarang ia pikirkan secara mendalam makna tanggung jawab, arti kasih sayang yang sesungguhnya, dan fakta bahwa seorang anak datang ke dunia dalam keadaan yang sepenuhnya murni, tanpa pernah memilih untuk dilahirkan. Dari kesadaran itu tumbuh keinginan yang kuat: memastikan sang anak bertumbuh dengan cinta yang utuh sejak awal, bahkan jauh sebelum ia menghirup udara pertamanya.</p>



<p>Dalam proses refleksi itu, Adikara teringat sebuah kalimat yang pernah ia dengar dan tidak bisa ia lupakan: <em>&#8220;The most masculine I have ever felt is when I held my own daughter.&#8221;</em> Kutipan itu membawanya pada pemaknaan baru tentang maskulinitas bukan hanya soal kekuatan, tapi juga soal kelembutan, perlindungan, dan kesiapan untuk menjadi tempat pulang bagi keluarga.</p>



<p>Semua pergulatan batin itu kemudian menemukan jalannya melalui musik. &#8220;Spotless Dove&#8221; menjadi wadah di mana Adikara menuangkan proses emosionalnya secara jujur perjalanan seorang pria yang sedang belajar memahami siapa dirinya dalam peran yang belum pernah ia jalani sebelumnya.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/5MgP6rG2BYp0QXg8tEYDrW?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p>Tapi lebih dari sekadar karya untuk didengar publik, EP ini punya makna yang jauh lebih privat. Ini adalah <strong>hadiah pertama</strong> yang Adikara siapkan untuk putrinya sebuah pengingat bahwa bahkan sebelum ia hadir ke dunia, cinta itu sudah ada, utuh, dan tidak akan pernah berubah. Suatu hari nanti, jika jarak atau waktu memisahkan mereka, lagu-lagu dalam &#8220;Spotless Dove&#8221; akan tetap menjadi ruang tempat sang putri bisa kembali untuk mengingat bahwa ia selalu dicintai, sejak sebelum ia lahir.</p>



<p>EP <strong>&#8220;Spotless Dove&#8221;</strong> kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Bagi siapa pun yang pernah merasakan momen berdiri di ambang sesuatu yang besar dan tidak tahu harus berkata apa mungkin Adikara sudah menemukan kata-katanya untuk kita semua. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40210</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/artwork-ep-spotless-dove-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun, Oele Pattiselanno</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/selamat-ulang-tahun-oele-pattiselanno/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[album baru Oele Pattiselanno]]></category>
		<category><![CDATA[album Ode to You]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Budjana]]></category>
		<category><![CDATA[gitaris jazz Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Julius Sjoerd Pattiselanno]]></category>
		<category><![CDATA[legenda jazz Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik jazz Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Oele Pattiselanno]]></category>
		<category><![CDATA[Oele Pattiselanno 80 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[single Remember March]]></category>
		<category><![CDATA[Tohpati]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun Oele Pattiselanno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40196</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="oele pattiselanno 01" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Panjang Umur serta Single dan Album Baru… Lahir di kota Malang, pada 22 April 1946. Berarti usianya kini sudah menginjak 80 tahun! Wah, 80 tahun? Incredible! Ya, menakjubkan. 80 tahun dan masih aktif bermusik. Main regular. Menenteng gitarnya sendiri. Dan merokok, rokok elektrik! Itu adalah seorang Oele Pattiselanno. He must be all the time happy [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><strong>Panjang Umur serta Single dan Album Baru…</strong></h2>



<p>Lahir di kota Malang, pada 22 April 1946. Berarti usianya kini sudah menginjak 80 tahun! Wah, 80 tahun? Incredible! Ya, menakjubkan. 80 tahun dan masih aktif bermusik. Main regular. Menenteng gitarnya sendiri. Dan merokok, rokok elektrik! Itu adalah seorang <strong>Oele Pattiselanno</strong>.</p>



<p><em>He must be all the time happy man.</em> Kelihatannya begitu. Jadi, tetap saja sehat dan segar. Makanya tetap bisa bermain musik terus, tanpa “gangguan” berarti. Melanjutkan berkarya di musik. Hati yang gembira, adalah obat, bukan? Pak Oele tersenyum dan mengangguk sambil berkata pelan, “Ya, Amin.”</p>



<p><strong>Julius Sjoerd Pattiselanno</strong>, begitu nama lengkapnya saat lahir. Memiliki darah musisi turunan langsung dari sang ayah, yang bermain di grup Hawaiian, saat di Surabaya. Jadi ceritanya, masa kanak-kanak dan remaja Oele muda dihabiskan di Surabaya. Remaja beranjak dewasa, dihabiskan di kota Bandung, dari 1968 ke 1970. Barulah ke Jakarta, sejak tahun 1970 itu, dan menetap seterusnya di ibukota.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-683x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="40202" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-683x1024.jpg" alt="oele pattiselanno 04" class="wp-image-40202" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-683x1024.jpg 683w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-1024x1536.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_04.jpg 1067w" sizes="auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px" /><figcaption class="wp-element-caption">oele&nbsp;pattiselanno 04</figcaption></figure></a></div>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="40203" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05-683x1024.jpg" alt="oele pattiselanno 05" class="wp-image-40203" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05-683x1024.jpg 683w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05-1024x1536.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_05.jpg 1067w" sizes="auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px" /><figcaption class="wp-element-caption">oele&nbsp;pattiselanno 05</figcaption></figure>
</figure>



<p>Oele terlahir dari pasangan Piet dan Nini Pattiselanno. Dengan kedua adiknya, <strong>Jacky Pattiselanno</strong> dan <strong>Perry Pattiselanno</strong> juga musisi, yang aktif bermain regular sampai akhir hayat mereka. Kedua adik kandungnya telah tiada.</p>



<p>Perry meninggal dunia pada November 2005. Ia menjadi salah satu korban tewas saat tragedi bom yang diledakkan teroris di kota Amman, Jordania. Dan Jacky meninggal dunia di Jakarta pada 12 September 2017, karena sakit. Ketiganya pernah membuat grup band “keluarga”, <em><strong>The Pattiselanno Brothers</strong></em> atau <strong><em>The Pattiselanno’s</em>,</strong> yang sempat tampil di beberapa konser dan festival jazz di tanah air.</p>



<p>Oele menyebut nama <strong>Jack Lesmana</strong> (dulu, Jack Lemmers) sebagai guru musiknya yang utama. Sejak ia di Surabaya. Guru yang ngemong dan cukup sabar mengajarkan.</p>



<p>“Setelah beberapa tahun bertemu dan belajar dengan Jack Lesmana, lalu aku pindah ke Bandung. Dari Bandung, pindah ke Jakarta dan bertemu lagi dengan Jack Lesmana. Nerusin belajar sebenarnya…,” cerita Oele.</p>



<p>Tapi kemudian Jack Lesmana mengajaknya rekaman. Sampai juga ikut manggung, terutama di Taman Ismail Marzuki. Ia antara lain akhirnya mendukung rekaman <strong>Margie Segers</strong> dan <strong>Rien Djamain</strong>. Dari dirinya, lalu kedua adiknya juga berguru dengan Jack Lesmana.</p>



<p>Salah satu kesempatan bagus di awal saat di ibukota, Oele dan Perry pernah ikut mendukung pergelaran yang terbilang “bersejarah”. Konser <em><strong>Jazz Masa Lalu dan Kini</strong></em>, yang diadakan Jack Lesmana, tentu dibantu istrinya, Nien Lesmana, di Teater Terbuka, Taman Ismail Marzuki, Mei 1976.</p>



<p>Perlu diketahui, pada acara tersebut, yang direkam dan diedarkan rekaman live-nya dalam format kaset, “diperkenalkan”-lah Indra Lesmana muda. Masih muda banget, 10 tahun lho. Indra tampil bermain piano elektrik, memainkan <em>All In Love is Fair</em>. Ia bermain dipangku, karena kakinya belum bisa menyentuh pedal piano saat itu. Dipangku <strong>Broery Pesolima</strong> (tapi ada juga yang menulis, Indra dipangku <strong>Bubi Chen</strong>).</p>



<p>Konser bersejarah tersebut menampilkan nyaris seluruh musisi jazz terkemuka saat itu, antara lain <em><strong>The Jazz Riders</strong></em>, kelompok jazz legendaris. Juga dua vokalis perempuan, <strong>Mona Sitompul</strong> dan <strong>Rien Djamain</strong>. Selain<strong> Abadi Soesman</strong>, <strong>Kiboud Maulana</strong>, <strong>Dullah Suweileh</strong>, <strong>Benny Likumahuwa</strong> dan lainnya. Menjadi bersejarah karena baru kali itu dilakukan perekaman langsung. Dan hasil rekaman dijual kemudian, dalam format kaset. Album tersebut adalah rekaman live pertama di Indonesia.</p>



<p>Kembali ke seorang Oele Pattiselanno, yang mengaku memang menyukai betul jazz. Juga menyukai gitar model hollow-body. Gitaris idolanya sejak dulu adalah Jim Hall dan Joe Pass. Ia juga banyak menyimak rekaman dari Wes Montgomery. Saat ini gitarnya adalah salah satu gitar legendaris (untuk jazz), Gibson <strong>ES 335</strong>. Ia juga punya satu gitar akustik merek Dragon.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="40204" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06-683x1024.jpg" alt="oele pattiselanno 06" class="wp-image-40204" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06-683x1024.jpg 683w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06-1024x1536.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_06.jpg 1067w" sizes="auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px" /><figcaption class="wp-element-caption">oele&nbsp;pattiselanno 06</figcaption></figure>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-683x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="40201" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-683x1024.jpg" alt="oele pattiselanno 03" class="wp-image-40201" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-683x1024.jpg 683w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-1024x1536.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_03.jpg 1067w" sizes="auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px" /><figcaption class="wp-element-caption">oele&nbsp;pattiselanno 03</figcaption></figure></a></div>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="682" height="1024" data-id="40200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02-682x1024.jpg" alt="oele pattiselanno 02" class="wp-image-40200" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02-682x1024.jpg 682w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02-768x1153.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02-1023x1536.jpg 1023w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02-600x901.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02-696x1045.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_02.jpg 1066w" sizes="auto, (max-width: 682px) 100vw, 682px" /><figcaption class="wp-element-caption">oele&nbsp;pattiselanno 02</figcaption></figure>
</figure>



<p>Menurut Oele, ia sekian lama mengidam-idamkan gitar legendaris lain, Gibson juga. Tapi tipenya <strong>ES 175</strong>.</p>



<p>“Susah mendapatkannya. Memang juga ga murahlah. Lama banget saya mendambakan bisa punya, tapi belum berhasil juga sampai saat ini…”.</p>



<p>Adalah 3 sosok pemusik kawakan Indonesia yang menjadi tokoh panutan Oele. Ia menyebut nama <strong>Lody Item</strong>, yang adalah ayah dari Jopie Item. Lalu <strong>Sadikin Zuchra</strong>. Dan juga, tentunya, <strong>Jack Lesmana</strong>.</p>



<p>Satu nasehat dari gurunya, Jack Lesmana pada dirinya, yang diingatnya selalu. Kata Jack Lesmana, “Selalu jadilah dirimu sendiri. Tak perlu berusaha menjadi orang lain.”</p>



<p>Sampailah di tahun 2018, saat Oele bertemu dengan dua gitaris yang bersahabat dekat, <strong>Dewa Budjana</strong> dan <strong>Tohpati</strong>. Mereka mempunyai ide untuk mengajak Oele rekaman solo album. Rencana tersebut sempat dikerjakan, memakai studio pribadi Tohpati di rumahnya di Bintaro.</p>



<p>Tapi lantas terhenti. Karena kesibukan mereka masing-masing. Tak bisa dihindari, jadi rencana itu terbengkalai. Kemudian masuklah di awal 2026, mereka tetiba kepikiran dengan rencana itu. Merekapun menyolek lagi Oele. Oele menyambut hangat ajakan tersebut.</p>



<p>“Hayo, mumpung aku masih hidup”.</p>



<p>Pernyataan Oele itu yang seperti menyadarkan baik Tohpati maupun Budjana, kali ini harus selesai nih. Harus kejadian, solo albumnya. Kebetulan ada momentum ulang tahun ke-80 itu.</p>



<p>Rencana tersebut didasarkan atas apresiasi dan respek Tohpati dan Budjana terhadap senior mereka, yang sampai saat ini tetap eksis. Masih aktif bermain. Yang pada saat pelaksanaannya lagi, dimulai pada Maret 2026, ternyata juga disambut hangat oleh banyak musisi. Mereka bersedia ikut mendukung rekaman Oele Pattiselanno dengan sangat bersemangat.</p>



<p>Mereka ada para musisi orkestra, yang sebagian berdomisili di kota Yogyakarta. Lalu para musisi muda seperti <strong>Barry Likumahuwa</strong>, <strong>Rega Dauna</strong>, <strong>Odi Purba</strong>, <strong>Rio Manuel</strong>, <strong>Timoti Hutagalung</strong>. Termasuk penyanyi, <strong>Dira Sugandi</strong>. Selain itu diajak serta juga<strong> Indra Lesmana</strong>, <strong>Cendi Luntungan</strong> dan<strong> Yance Manusama</strong>. Selain perkusionis <strong>Andika Monoarfa</strong>, yang menyediakan pula studionya, Bro’s Studio untuk menjadi salah satu studio rekaman album tersebut.</p>



<p>Jadinya memang sebuah proyek rekaman atas nama penghormatan dan penghargaan yang sangat layak bagi seorang gitaris yang sudah lebih dari 60 tahun bermusik, dari para musisi yang datang dari generasi kemudian. Dan ternyata ini adalah solo album kedua dari Oele Pattiselanno.</p>



<p>Album pertama solonya adalah<strong> <em>Oele Plays Standard</em></strong>, diedarkan pada tahun 2006 oleh Musikita. Label tersebut milik musisi <strong>Dwiki Dharmawan</strong>. Dalam album itu, Oele bermain bersama 4 musisi asal Belanda. Yaitu drummer <strong>Peter Ypma</strong>, pianis <strong>Erick van de Lutj</strong>, <strong>Marcus Beets</strong> memainkan contrabass, dan <strong>Ab Schaap</strong> (tenor saxophone).</p>



<p>Kalau mendukung proyek rekaman lain, ada beberapa lainnya sebenarnya. Antara lain bisa disebut <strong><em>Talks</em> </strong>yang adalah kolaborasinya dengan <strong>Riza Arshad</strong>, yang memainkan akordeon. Lalu album <em>Jazz Masters</em> dari Benny Likumahuwa. Atau OST film <em><strong>Rumah Ketujuh</strong></em> dari Indra Lesmana. Ada juga album <em>Doa dan Restumu</em>, dimana Oele bermain dengan Arief Setiadi dan Jeffrey Tahalele.</p>



<p>Adapun album dari Oele Pattiselanno, yang bersama Dewa Budjana dan Tohpati tersebut bertajuk <em><strong>Ode to You</strong></em>. Pada 22 April 2026, diedarkan terlebih dahulu single berjudul “Remember March”. Dan pada album yang direncanakan diedarkan dalam bentuk CD di bulan Mei mendatang, memuat 8 komposisi.</p>



<p>Ada karya mereka bertiga, “Remember March” dan “Ode to You”. Selain karya Tohpati dan Budjana, ada 2 karya Oele Pattiselanno sendiri yaitu “Lullaby” dan “Song for Geva”. Terselip juga lagu standard, “Body and Soul”, oleh <strong>Johnny Green</strong>.</p>



<p>Meneer Oele Pattiselanno, <em>God zij met u.</em></p>



<p>Sukses untuk albumnya, tentu juga selamat kepada Dewa Budjana dan Tohpati. Album tersebut tentu saja menjadi album yang layak betul untuk dimiliki para penggemar musik Indonesia, terlebih untuk para penyuka jazz. <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong>*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40196</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/oele-pattiselanno_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Yellowcard feat. Blippi: Bedroom Posters Versi Ramah Keluarga Dirilis</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/yellowcard-feat-blippi-bedroom-posters-versi-ramah-keluarga-dirilis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 05:53:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Bedroom Posters]]></category>
		<category><![CDATA[Better Noise Music]]></category>
		<category><![CDATA[Blippi]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi musik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[musik keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pop-punk]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Key]]></category>
		<category><![CDATA[Yellowcard]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40177</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="yellowcard" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Tidak banyak band pop-punk yang bisa membuat anak usia empat tahun dan orang tuanya sama-sama bersemangat di depan speaker. Yellowcard rupanya memutuskan untuk mencoba dan hasilnya lebih mengejutkan dari yang dibayangkan. Band pop-punk multi-platinum itu resmi merilis versi terbaru dari single &#8216;Bedroom Posters&#8217;, kali ini berkolaborasi dengan Blippi karakter edukasi global yang wajahnya sudah sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tidak banyak band pop-punk yang bisa membuat anak usia empat tahun dan orang tuanya sama-sama bersemangat di depan speaker. Yellowcard rupanya memutuskan untuk mencoba dan hasilnya lebih mengejutkan dari yang dibayangkan.</p>



<p>Band pop-punk multi-platinum itu resmi merilis versi terbaru dari single <strong>&#8216;Bedroom Posters&#8217;</strong>, kali ini berkolaborasi dengan <strong>Blippi</strong> karakter edukasi global yang wajahnya sudah sangat akrab di layar anak-anak di seluruh dunia. Lagu ini dirilis melalui <strong>Better Noise Music</strong> dan sudah tersedia di semua platform streaming.</p>



<p>Versi baru ini mempertahankan energi khas pop-punk Yellowcard yang sudah menjadi identitas mereka selama puluhan tahun tapi hadir dengan pakaian yang berbeda. Lirik ditulis ulang sepenuhnya oleh tim Blippi menjadi lebih <em>playful</em> dan edukatif, menjadikannya anthem yang bisa dinyanyikan bersama oleh anak-anak maupun orang tua tanpa ada yang merasa tersiksa.</p>



<p>Vokalis Yellowcard <strong>Ryan Key</strong> mengaku proses kreatif kolaborasi ini terasa menyegarkan. &#8220;Bagian favorit saya dari proses ini adalah saat kami memberikan versi instrumental &#8216;Bedroom Posters&#8217; kepada tim Blippi dan membiarkan mereka sepenuhnya menulis ulang liriknya. Menurut saya mereka berhasil melakukannya dengan sangat baik, dan semoga ini bisa menginspirasi generasi baru rocker cilik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Key juga mengakui ada dimensi personal di balik proyek ini. Sebagai seorang ayah, keinginan untuk bisa berbagi musik yang ia cintai bersama anaknya menjadi salah satu motivasi terkuat di balik kolaborasi yang tidak biasa ini.</p>



<p>Blippi pun menyambut proyek ini dengan antusias. &#8220;Musik adalah salah satu cara favorit saya untuk bermain dan berkolaborasi. Bersama Yellowcard, kami mengubah &#8216;Bedroom Posters&#8217; menjadi versi yang bisa dinyanyikan, ditarikan, dan dinikmati bersama oleh anak-anak dan keluarga,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ini bukan pertama kalinya dua nama ini bertemu di studio. &#8216;Bedroom Posters&#8217; feat. Blippi adalah kolaborasi kedua mereka setelah <strong>&#8216;Go Go Go&#8217;</strong> menandai bahwa ini bukan eksperimen iseng, melainkan eksplorasi yang disengaja untuk menjangkau generasi pendengar yang lebih muda tanpa mengkhianati DNA musikal Yellowcard.</p>



<p>Versi original &#8216;Bedroom Posters&#8217; sendiri bukan lagu yang perlu diperkenalkan dari nol sebelum kolaborasi ini, lagu tersebut telah meraih jutaan stream dan masuk ke <strong>Top 5 Alternative Radio Chart</strong>, membuktikan bahwa lagu ini memang sudah punya fondasi yang kuat sebelum bertransformasi menjadi versi yang lebih ramah keluarga.</p>



<p>Di luar perilisan ini, Yellowcard juga bersiap menjalani tur headline <strong>&#8220;Up Up Down Down Tour&#8221;</strong> di Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Juni 2026 menandakan band ini sedang berada dalam salah satu momen paling aktif dalam perjalanan karier mereka belakangan ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="JhNvLmnOZmQ"><iframe loading="lazy" title="Yellowcard ft Good Charlotte - Bedroom Posters (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/JhNvLmnOZmQ?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p>&#8216;Bedroom Posters&#8217; feat. Blippi sudah bisa didengarkan sekarang di semua platform streaming. Bagi orang tua yang sudah kelelahan memutar lagu anak-anak yang itu-itu saja, ini mungkin adalah playlist addition yang paling menyenangkan yang bisa ditawarkan 2026 sejauh ini. <strong>XPONSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40177</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/yellowcard-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Bless the Knights Rilis &#8220;Il Grinta&#8221;, Pembuka Album Penuh 2026</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/bless-the-knights-rilis-il-grinta-pembuka-album-penuh-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 05:45:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[AMI Awards]]></category>
		<category><![CDATA[Bless the Knights]]></category>
		<category><![CDATA[Demajors]]></category>
		<category><![CDATA[djent]]></category>
		<category><![CDATA[Fritz Faraday]]></category>
		<category><![CDATA[Il Grinta]]></category>
		<category><![CDATA[Knights League]]></category>
		<category><![CDATA[metal Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[metal modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40172</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="bless the knights" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Sebelas tahun bukan waktu yang sebentar untuk bertahan di skena musik keras Indonesia, apalagi sambil terus berkembang, meraih pengakuan industri, dan tetap relevan di mata pendengar yang selera musiknya terus bergeser. Bless the Knights melakukan semua itu, dan tahun 2026 ini mereka datang dengan momentum yang lebih besar dari sebelumnya. Pada 21 April 2026, band [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebelas tahun bukan waktu yang sebentar untuk bertahan di skena musik keras Indonesia, apalagi sambil terus berkembang, meraih pengakuan industri, dan tetap relevan di mata pendengar yang selera musiknya terus bergeser. <strong>Bless the Knights</strong> melakukan semua itu, dan tahun 2026 ini mereka datang dengan momentum yang lebih besar dari sebelumnya.</p>



<p>Pada 21 April 2026, band metal modern asal Indonesia ini merilis single terbaru berjudul <strong>&#8220;Il Grinta&#8221;</strong> sebuah pembuka resmi menuju album penuh yang ditargetkan meluncur pada pertengahan tahun. Single ini sudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming digital mulai dari Spotify, YouTube Music, Apple Music, TikTok Music, hingga Langit Musik, dirilis melalui kerja sama dengan label rekaman <strong>demajors</strong>.</p>



<p>Bless the Knights berdiri pada 7 April 2015, digagas oleh <strong>Fritz Faraday</strong> gitaris sekaligus clean vocalist yang sejak awal membentuk karakter sound band ini. Mereka dikenal lewat pendekatan musik yang memadukan agresivitas riff teknikal dengan nuansa melodik yang kuat, menempatkan mereka sebagai salah satu pionir djent Indonesia yang konsisten mengembangkan warna tersebut di ranah lokal bukan sekadar mengikuti tren global, tapi mengolahnya menjadi identitas yang khas.</p>



<p>Formasi terkini band ini terdiri dari Fritz Faraday (gitar &amp; clean vocal), <strong>Cas Coldfire</strong> (clean vocal), <strong>Dhika Dongeng</strong> (scream vocal), <strong>Soebroto Harry</strong> (bass), dan <strong>Kevin Sugito</strong> (drum). Kombinasi karakter vokal ganda antara clean dan scream, dipadukan dengan fondasi ritmis yang solid, menghasilkan dinamika yang membuat Bless the Knights terdengar berbeda baik di studio maupun di atas panggung.</p>



<p>Rekam jejak mereka di industri musik Indonesia bukan sekadar cerita bertahan hidup. Lima kali nominasi di <strong>AMI Awards</strong> pada 2016, 2018, 2023, 2024, dan 2025 menjadi bukti bahwa konsistensi mereka diakui jauh melampaui lingkaran skena metal itu sendiri. Tidak banyak band metal Indonesia yang masuk radar industri mainstream sekonsisten ini.</p>



<p>Selain perilisan &#8220;Il Grinta&#8221; dan persiapan album penuh, 2026 juga menjadi tahun yang padat secara live. Bless the Knights menyiapkan rangkaian tur dalam negeri, penampilan di berbagai festival, dan pengaktifan kembali <strong>Knights League</strong> gig series komunitas yang mereka gagas sebagai ruang temu antara band, skena, dan para penikmat musik keras.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="jxgcM0hFkqI"><iframe loading="lazy" title="[DJENT] BLESS THE KNIGHTS-IL GRINTA (OFFICIAL MUSIC VIDEO)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/jxgcM0hFkqI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p>Sebelumnya mereka telah sukses menjalani <strong>Legacy of the Knights Tour</strong> di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta <strong>Jakarta Weekdays Tour 2026</strong> yang digarap bersama <strong>Kid Booking</strong> selaku partner booking agency resmi mereka. Dua program ini menunjukkan bahwa Bless the Knights tidak hanya serius di studio, tapi juga dalam membangun koneksi langsung dan berkelanjutan dengan pendengar di lapangan.</p>



<p>Visi mereka ke depan jelas: menjadi representasi metal Indonesia yang siap bersaing di level internasional dengan standar produksi tinggi, pendekatan musikal yang modern dan teknikal, namun tetap membawa identitas yang tidak bisa disalin begitu saja oleh siapa pun.</p>



<p><strong>&#8220;Il Grinta&#8221;</strong> sudah tersedia di semua platform streaming digital. Bagi penggemar metal Indonesia yang belum mengenal Bless the Knights, ini adalah waktu yang tepat untuk mulai dan bagi yang sudah lama mengikuti perjalanan mereka, single ini adalah sinyal bahwa babak terbaik band ini mungkin baru saja dimulai. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40172</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/bless-the-knights-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Dan Akhirnya, Dewa Budjana pun Tampil Lagi</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/dan-akhirnya-dewa-budjana-pun-tampil-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[On Stage]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Budjana]]></category>
		<category><![CDATA[gitaris Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Dewa Budjana]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Jazz Fusion]]></category>
		<category><![CDATA[Pranayama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39994</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Dewa Budjana" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />I Dewa Gde Budjana, gitaris asal Klungkung, Bali memang tampil lagi. Secara solo. Tentu saja artinya tanpa GIGI, grup band pop-rocknya. Lumayan lama juga, dirimu tidak konser secara solo lagi ya, Budj? Iya betul. Terakhir kapan? Udah lama juga sih kayaknya. Musik yang beginian mungkin memang penontonnya sedikit, jadi kesempatan manggungnya terbatas. Ah, ga begitu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>I Dewa Gde Budjana</strong>, gitaris asal Klungkung, Bali memang tampil lagi. Secara solo. Tentu saja artinya tanpa GIGI, grup band pop-rocknya. Lumayan lama juga, dirimu tidak konser secara solo lagi ya, Budj? Iya betul. Terakhir kapan? Udah lama juga sih kayaknya.</p>



<p>Musik yang beginian mungkin memang penontonnya sedikit, jadi kesempatan manggungnya terbatas. Ah, ga begitu. Bukan ke situ, Budj. Jangan-jangan ini karena musikmu terlalu eksklusif. Bukan ga banyak pendengar atau penggemarnya. Tapi banyak orang ga begitu mudah memahami musikmu. Budjana tertawa lebar, ya sama aja dong!</p>



<p>Tapi musik Budjana memang mutlak berbeda dengan apa yang dihasilkannya dengan GIGI. Dalam kesempatan solo karirnya, ia leluasa melakukan pelbagai eksplorasi bermusik. Kemana-mana mainnya, atau wilayah mainnya. Dan adalah hal yang menakjubkan, Sebagian besar rekaman <em>solo project</em>nya dibuatnya di negeri orang, di USA terutama.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="40004" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_08-678x1024.jpg" alt="Dewa Budjana" class="wp-image-40004" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_08-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_08-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_08-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_08-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_08-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_08-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_08-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_08-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_08-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_08.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dewa Budjana</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="40002" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_06-678x1024.jpg" alt="Dewa Budjana" class="wp-image-40002" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_06-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_06-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_06-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_06-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_06-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_06-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_06-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_06-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_06-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_06.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dewa Budjana</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="40001" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_05-678x1024.jpg" alt="Dewa Budjana" class="wp-image-40001" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_05-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_05-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_05-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_05-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_05-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_05-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_05-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_05-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_05-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_05.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dewa Budjana</figcaption></figure>
</figure>



<p>Dan karena album-album solonya disebarluaskan di luar negeri, maka pendengar dan lantas jadi penggemarnya, memang banyak juga yang berdomisili di Eropa, Amerika, negara-negara di Asia. Musiknya terasa internasional. Sudah melanglang buana, paling tidak secara nama, tapi kesempatan manggung relatif minim di tanah air?</p>



<p>Tapi pada akhirnya, datanglah kesempatan untuk tampil berkonser secara solo lagi. Pada 10 April 2026, kesempatan itu datang. Ia sendiri yang melakukan upaya pendekatan, penjajakan dengan pihak venue. Dan adalah <strong>Deheng House</strong>, yang lantas membuka pintu mereka lebar-lebar untuk Dewa Budjana bisa tampil secara solo. Pucuk dicinta ulam tiba ya, Budj?</p>



<p>Ia memilih para musisi pendukungnya. Kembali diajak beberapa musisi yang sudah mendukung penampilan panggung solo projectnya selama ini. Antara lain, pianis, Irsa Destiwi. Kemudian bassist, Shadu Rasjidi. Serta drummer, Yandi Andaputra. Mereka sudah mendukung Budjana lebih dari 15 tahun-an terakhir.</p>



<p>Lantas Budjana mengajak <strong>Februdio Alexander</strong> “<strong>Dio” Siahaan</strong>, kibordis. Dio adalah adik kandung kibordis yang mendukung Budjana sebelumnya, <strong>Marthin Siahaan</strong>. Marthin saat ini berdomisili di San Bernardino, Los Angeles, USA.</p>



<p>Budjana juga menemukan seorang <strong>Jaeko Siena</strong>, pemain perkusi etnik&nbsp; (talempong, suling dan <em>voicing</em>) yang tengah menimba ilmu musik di Jogjakarta. Mereka kabarnya berkenalan melalui sosial media. Selain itu, secara khusus Budjana kali ini mengajak gitaris, <strong>Endah Widiastuti</strong> dari duo <strong>Endah&amp;Rhesa</strong> untuk berkolaborasi. Beberapa tahun belakangan ini, Budjana kerapkali bekerjasama dengan Endah dalam komunitas Gitaris Untuk Negeri.</p>



<p>Pada konser, tetiba Budjana memanggil naik panggung, <strong>Saat “Borneo” Syah</strong> (suling pralon, <em>voicing</em>). Bang Saat ini sebenarnya sudah lumayan lama juga senantiasa mendukung penampilan solo Budjana, di beberapa kesempatan. Ada juga pemain rebab muda, <strong>Fathurachman</strong>, yang dipanggil Budjana untuk main bareng.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-4 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39999" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03-1024x678.jpg" alt="Dewa Budjana" class="wp-image-39999" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dewa Budjana</figcaption></figure></a></div>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39997" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_01-1024x678.jpg" alt="Dewa Budjana" class="wp-image-39997" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dewa Budjana</figcaption></figure>
</figure>



<p>Konsernya sendiri menghadirkan kejutan manis di awal. Dimana 3 personil GIGI tampil sebagai <em>host</em> yang khusus membuka konser. <strong>Armand Maulana</strong>, <strong>Gusti Hendy</strong> dan <strong>Thomas Ramdhan</strong> maju ke depan dan bercerita mengenai gitaris mereka, Budjana yang akan tampil dalam konser solonya.</p>



<p>Setelah dibuka oleh GIGI, seolah secara simbolis GIGI merestui Budjana meneruskan karir solo nya, Budjana pun menyajikan tak kurang dari 19 nomer lagu. Diambil dari tak kurang dari 15 album rekaman solonya yang telah dihasilkannya selama ini. Ia memilih memainkan, di segmen pembuka, “Naurora”, “Jayaprana” dan “Dedariku” sebagai sajian pertama.</p>



<p>Budjana dan kawan-kawannya langsung seolah memaku penonton untuk menikmati musik mereka. Ada suasana etnik, terutama Bali. Sedikit nuansa rock dan juga jazz. Penonton yang nyaris memenuhi venue berkapasitas 350 orang itu, langsung dijejali bebunyian musik yang seperti mengandung aneka enerji.</p>



<p>Dentuman musik seperti meminta penonton berkonsentrasi ke atas panggung. Janganlah banyak bercakap-cakap satu sama lain. Mari marilah melihat ke panggung, nikmati saja. Jangan juga mondar-mandir. Lupakan duka nestapa, mari menyegarkan jiwa dan raga bersama…. Aha!</p>



<p>Konser ini dibagi oleh Budjana, ke dalam beberapa segmen. Pada segmen kedua Budjana menyajikan, “Duaji Guruji” kemudian “Mahandini” dan “Surya Namaskar”. Berikutnya dihidangkan “Dawaiku”, disambung “Caka 1922 (Nyepi). Berlanjut dengan “As You Leave My Nest” dan “Karma”, dengan kehadiran Endah Widiastuti, pada vokal.</p>



<p>Di segmen berikutnya, dimainkan berturutan, atau bersambungan, “Joged Kahyangan”, “Gangga” dan “Hyang Giri”. Disambung dengan “Pranayama”, yang dijadikan judul pementasan ini diambil dari judul album terbaru Budjana. Yang diikuti nomer berikutnya, “On The Way Home” dan “Queen Kanya”.</p>



<p>Adapun sebagai sajian penutup dari konser yang memakan waktu lebih dari 1,5 jam ini adalah “Dreamland” dari album <strong>Home</strong>, yang dirilis tahun 2005. Kemudian salah satu lagu dari album <strong>Surya Namaskar</strong>, “Dalem Waturenggong”.</p>



<p>Menyaksikan dan menikmati, kemudian meresapi musik dan lagu karya Dewa Budjana, bisa jadi merupakan pengalaman istimewa yang menyegarkan jiwa dan raga, bagi yang baru pertama kali berkesempatan menonton.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-5 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="40003" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_07-678x1024.jpg" alt="Dewa Budjana" class="wp-image-40003" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_07-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_07-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_07-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_07-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_07-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_07-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_07-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_07-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_07-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_07.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dewa Budjana</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="40000" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_04-678x1024.jpg" alt="Dewa Budjana" class="wp-image-40000" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_04-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_04-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_04-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_04-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_04-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_04-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_04-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_04-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_04-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_04.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dewa Budjana</figcaption></figure>
</figure>



<p>Meresapi dan mengikuti bebunyian dari lagu ke lagu, adalah semacam suatu perjalanan spiritual yang di satu sisi, menyegarkan hidup. Selain memberi ruang dan waktu untuk berkontemplasi sejenak, duajenak. Bolehlah sampai tigajenak. Asal janganlah tertidur pulas, repot nanti begitu terjaga, tata lampu panggung sudah terang benderang.</p>



<p>Secara keseluruhan memang memiliki kesempatan menonton solo konser Budjana, adalah sebuah kesukacitaan. Menurut ingatan, kayaknya Budjana tampil secara solo terakhir di bulan Maret 2019, saat Java Jazz Festival. Dimana selanjutnya, di tahun yang sama, Budjana tampil berduet dengan <strong>Tohpati</strong> dalam proyek musik mereka berdua, <strong>Janapati</strong> di bulan Agustus 2019.</p>



<p>Kreatifitas Budjana dalam mengolah musik, yang menyerap pelbagai unsur musik, terasa menarik sebenarnya. Walau didominasi lagu-lagu tanpa syair. Musiknya ada banyak unsur musik seperti jazz fusion, sedikit pop atau sedikit sentuhan <em>ballad</em>. Agak rock mengarah pada progressive-rock ada juga. Dan menyelip sesekali yang berserakan di sana-sini, <em>ambience</em> yang agak tebal dari warna <em>world-music</em>.</p>



<p>Pada konser Jumat 10 April, ada banyak teman-teman baik sesama gitaris yang datang menonton. Antara lain Agam Hamzah, Gerald Situmorang, Lian Panggabean, Noldy Benyamin, Baim, sampai Damon Koeswoyo, Abdee “Slank” Negara. Bahkan hingga Raja-Dangdut, Rhoma Irama dan gitaris rock legendaris, Ian Antono. Tentu ada, Tohpati.</p>



<p>Sebuah gathering gitaris Indonesia yang tak sengaja terjadi. Itupun masih ditambah kehadiran trio rocker 1970-an dari grup Giant Step, Triawan Munaf, Jelly Tobing dan Adhi Sibolangit. Juga drummer senior, Jimmy Manoppo. Ada juga wakil dari Forum Festival Jazz di Indonesia, Chico Hindarto dan Bagas Indyatmono. Mantan manager dari GIGI, Dhani Pette.</p>



<p>Hingga mantan drummer dari GIGI, Budhy Haryono yang kini drummer dari Karimata. Gitaris muda, Daniel Dyonisius, penyanyi Dian Mayasari, Kemala Ayu sampai Neea Rachma. Turut menonton juga, Andre Hehanusa. Dan tokoh world music, Franki Raden.</p>



<p>Ada satu hal menarik paska konser Pranayama dari Dewa Budjana ini. Tetiba beberapa sahabat baik Budjana tergerak untuk berkomentar lumayan panjang, dalam sebuah catatan berupa tulisan. Mereka posting di sebuah WAG para musisi, penyanyi, wartawan dan pelaku musik. <em>Surprised</em> tentu saja, mendadak mereka menjelma menjadi penulis (musik)! Wah, asoy deh. <em>Suwerrr</em>.</p>



<p>Seru deh pokoknya. Well, <em>ok then</em>. Selanjutnya, ditunggu konser berikutnya ya, Budj. Tentu saja, kudu didahului dengan release album baru. Sukses selalu, bli. <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39994</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/dewa-budjana_02-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>OST Titipan Ilahi Perkuat Emosi Film Dalam Sujudku</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/film/ost-titipan-ilahi-perkuat-emosi-film-dalam-sujudku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 05:55:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[New Movie On This Week]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Dalam Sujudku]]></category>
		<category><![CDATA[Evelyn Wijaya]]></category>
		<category><![CDATA[lagu religi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[OST Dalam Sujudku]]></category>
		<category><![CDATA[soundtrack film religi]]></category>
		<category><![CDATA[Titipan Ilahi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39984</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="gala premier dalam sujudku" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Bukan cuma visual yang menyentuh, film Dalam Sujudku juga hadir dengan sentuhan musik yang kuat dan penuh makna. Salah satu elemen yang mencuri perhatian adalah OST berjudul “Titipan Ilahi”, yang sukses memperdalam nuansa religi sekaligus emosi dalam cerita. Lagu Titipan Ilahi yang dibawakan oleh Evelyn Wijaya ini menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer film. Sejak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bukan cuma visual yang menyentuh, film <strong>Dalam Sujudku</strong> juga hadir dengan sentuhan musik yang kuat dan penuh makna. Salah satu elemen yang mencuri perhatian adalah OST berjudul <strong>“Titipan Ilahi”</strong>, yang sukses memperdalam nuansa religi sekaligus emosi dalam cerita.</p>



<p>Lagu <strong>Titipan Ilahi</strong> yang dibawakan oleh Evelyn Wijaya ini menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer film. Sejak awal diperdengarkan, lagu ini langsung terasa menyatu dengan perjalanan batin para karakter dalam <strong>Dalam Sujudku</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makna Lagu Titipan Ilahi dalam Film Dalam Sujudku</h2>



<p>Diciptakan oleh Yusoff Al Aswad dan Amin Majid, <strong>Titipan Ilahi</strong> menghadirkan lirik yang sarat makna spiritual. Lagu ini menggambarkan proses menerima takdir, kekuatan doa, serta keikhlasan dalam menghadapi ujian hidup.</p>



<p>Salah satu potongan liriknya berbunyi, <em>“Namun kau titipan Tuhan yang dulu pernah kupinta dalam sujudku tak akan kuabaikan&#8230;”</em>—sebuah kalimat yang menjadi inti pesan film.</p>



<p>Tak heran, lagu ini disebut sebagai representasi emosional dari cerita <strong>Dalam Sujudku</strong>, yang memang mengangkat tema kehidupan, keimanan, dan hubungan manusia dengan Tuhan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="TITIPAN ILAHI - OST. DALAM SUJUDKU" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/-uAyYuPR560?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Debut Evelyn Wijaya Lewat OST Film</h2>



<p>Bagi Evelyn Wijaya, lagu ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya. <strong>Titipan Ilahi</strong> merupakan debut single sekaligus soundtrack film pertamanya.</p>



<p>Ia mengaku proses produksi lagu ini berlangsung cukup singkat namun intens. Dalam waktu kurang dari satu minggu—sekitar empat hari—proses rekaman hingga pembuatan video musik berhasil diselesaikan.</p>



<p>Selain <strong>Titipan Ilahi</strong>, film ini juga menghadirkan sejumlah lagu lain seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>“Tanpa Arah” karya Mamu Blacksweet</li>



<li>“Menggoda” karya Mamu Blacksweet</li>



<li>“Cintaku Tak Ada yang Punya” karya Ferdy Tahier</li>
</ul>



<p>Deretan soundtrack ini dipilih untuk memperkuat emosi di setiap adegan, sehingga pesan film dapat tersampaikan lebih dalam kepada penonton.</p>



<p>Secara keseluruhan, kehadiran OST <strong>Titipan Ilahi</strong> membuat <strong>Dalam Sujudku</strong> terasa lebih hidup dan menyentuh. Perpaduan antara visual yang kuat dan musik yang emosional menjadikan film ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga refleksi spiritual.</p>



<p>Bagi penonton yang mencari tontonan penuh makna, film ini bisa menjadi pengingat tentang pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan doa dalam menghadapi kehidupan.</p>



<p>Sudah dengar lagunya? Atau justru tertarik menonton filmnya setelah tahu maknanya? <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong> Foto : <strong>Joko Dolok</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39984</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/gala-premier-dalam-sujudku-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Adalah mengenai COCKPIT mulai di tahun 2026 ini, COCKPIT+ and The Journey Continues</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/adalah-mengenai-cockpit-mulai-di-tahun-2026-ini-cockpit-and-the-journey-continues/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 03:54:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Where Are They Now]]></category>
		<category><![CDATA[band legendaris Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Cockpit+]]></category>
		<category><![CDATA[Genesis cover band]]></category>
		<category><![CDATA[konser Cockpit+ Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musik progresif Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[The Journey Continues]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39897</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit--300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="cockpit +" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit--300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit--1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit--768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit--634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit--1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit--150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit--600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit--696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit--1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit-.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Cerita ini adalah semacam kelanjutan catatan perjalanan panjang sebuah grup band. Pilihan mereka, cover-band. Spesialisasi khusus. Tingkat kemahiran? Dalam candaan tercetus, dalam kontes mirip Genesis-nya Phil Collins, Cockpit nomor satu! Genesis-nya nomor dua. Sebagai gambaran saja bagaimana “keseriusan” kelompok bernama Cockpit ini. Serius membawakan lots of hits of Genesis, juga lagu-lagu Phil Collins. Dan Cockpit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Cerita ini adalah semacam kelanjutan catatan perjalanan panjang sebuah grup band. Pilihan mereka, cover-band. Spesialisasi khusus. Tingkat kemahiran? Dalam candaan tercetus, dalam kontes mirip <strong>Genesis</strong>-nya <strong>Phil Collins</strong>, <strong>Cockpit</strong> nomor satu! Genesis-nya nomor dua.</p>



<p>Sebagai gambaran saja bagaimana “keseriusan” kelompok bernama <strong>Cockpit</strong> ini. Serius membawakan lots of hits of Genesis, juga lagu-lagu Phil Collins.</p>



<p>Dan Cockpit asli memang sudah berdiri sejak 1983. Pada awal 1980-an dimulai dengan sebuah band bernama Batara Band. Dari Batara, kemudian beberapa personilnya sepakat membentuk Cockpit.</p>



<p>Saat itu terdiri dari <strong>Freddy Tamaela</strong> (vokalis), <strong>Harry Minggoes</strong> (bassist), <strong>Yaya Moektio</strong> (drummer), <strong>Odink Nasution </strong>(gitaris), dan <strong>Roni Harahap</strong> (kibordis). Roni Harahap masuk menggantikan <strong>Debby Nasution</strong>, saat di Batara yang lantas jadi Cockpit dengan masuknya Roni.</p>



<p>Tapi Odink menggambarkan bahwa sejatinya kibordis Cockpit terawal itu ada nama <strong>Harry Anggoman</strong>. Masuk sejenak, lalu digantikan Roni Harahap. Pada 1984 itu, berdekatan dengan masuknya Roni, masuk juga Raidy Noor menggantikan Harry Minggoes. Dan saat muncul, langsung merampas perhatian khalayak ramai, para penggemar musik.</p>



<p>Konser mereka langsung ramai, tetiba penggemar mereka menanjak naik jumlahnya secara signifikan. Show mereka di berbagai event, di ibu kota terutama. Misal di Balai Sidang Senayan atau di Kartika Chandra Theatre atau di Stadion Menteng, selalu ramai.</p>



<p>Itulah cerita awal mereka. Dan grup ini terus berjalan, tak pernah berhenti. Bahkan saat Freddy Tamaela, vokalis yang keburu jadi ikon penting band ini wafat di tahun 1990, toh Cockpit tetap jalan terus. Memang sempat vakum beberapa saat, mereka mencari vokalis pengganti Freddy.</p>



<p>Setelah bertemu <strong>Arry Syaff</strong>, merekapun meneruskan perjalanannya. Dari bermain di outdoor, stadion atau hall lebih besar, kemudian juga merambah, bahkan seolah “menguasai” event-event di café atau clubs. Mereka bisa dibilang tak pernah kehilangan penontonnya. Itu semacam “kesaktian” mereka. Ajaib!</p>



<p>Mereka menjelma menjadi grup musik entertainer ataupun cover-band yang tersukses selama sekian waktu. “Langganan” grup yang menyenangkan dan membahagiakan promotor atau event organizer, sampai pada pihak café atau clubs.</p>



<p>Ya iyalah, karena selalu penuh. Bisa dibilang tak pernah meleset. Tiket selalu sold-out. Dan ditambah lagi, penontonnya itu sebagian besar datang menonton dan siap merogoh kocek lebih dalam untuk… buka botol! Everybody happy!</p>



<p>Kemudian dalam perjalanan selanjutnya, mereka harus melalui kisah sedih. Satu demi satu pendukung mereka pergi, untuk tidak akan pernah kembali. Odink Nasution wafat karena sakit komplikasi pada 27 Februari 2020. Lalu berikutnya Arry Syaff meninggal dunia pada 12 Desember 2020. Setelah itu, Roni Harahap setelah sekian lama terbaring sakit dan memang sudah lama juga absen mendukung Cockpit meninggal dunia pada 13 Juni 2022.</p>



<p>Memang menjelang memasuki dekade kedua tahun 2000-an, Roni Harahap sudah tidak lagi mendukung Cockpit. Kibordis diisi bergantian oleh Dave Lumenta dan Krisna Prameswara. Dan belakangan, karena kesibukan Dave Lumenta sebagai antropolog yang seringkali melakukan berbagai penelitian ke berbagai daerah, maka Krisna lantas yang lebih sering tampil.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara-1024x678.jpg" alt="krisna prameswara" class="wp-image-39902" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/krisna-prameswara.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">krisna prameswara</figcaption></figure></a></div>



<p>Dan sampailah di hari ini. Cockpit diteruskan. Adalah nama-nama seperti Krisna Prameswara, Jimmo, Judy Kartadikarya. Juga Rama dan Nada. Mereka sudah ada di sekitaran Cockpit sejak mungkin sekitar 20-an tahun terakhir. Dan Rama Moektio dan Nada Noor adalah generasi muda lanjutannya Cockpit.</p>



<p>Rama adalah putra almarhum Yaya Moektio, di mana ayahandanya wafat pada 8 Desember 2025. Sementara Nada Noor adalah putra dari almarhum Raidy Noor, yang meninggal dunia 40 hari sebelum wafatnya Yaya Moektio, yaitu pada 25 Oktober 2025.</p>



<p>Pada akhirnya, <strong>Rama Moektio</strong> dan <strong>Nada Noor </strong>bersepakat untuk meneruskan perjalanan Cockpit yang dibangun dan dijalani sekian puluh tahun oleh ayah tercinta mereka masing-masing. Baik Rama dan Nada menyatakan bahwa mereka setuju untuk meneruskan apa yang sudah ayah, kakak, dan sahabat mereka bangun dan jalankan.</p>



<p>Ya, bersama dengan <strong>Jimmo, Judy,</strong> dan <strong>Krisna</strong>. Mereka pun kemudian mengajak serta seorang bassist sebagai pengisi posisi lowong yang ditinggalkan almarhum Raidy. Pilihan jatuh pada Hendri, bassist yang selama ini dikenal sebagai session player dan langganan pendukung KLa Project.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jadi, kali ini Rama dan Nada memang akan menjadi motor utama Cockpit.</h2>



<p>Rama menyatakan bahwa dirinya bersama Nada meneruskan Cockpit karena kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka selama ini, bahkan sejak para senior masih aktif.</p>



<p>Rama dan Nada lalu melanjutkan, “Dan atas bangganya kami kepada mereka karena mereka percaya kepada kami… maka kami sepakat untuk jalan lagi karena mereka.”</p>



<p>Satu hal yang terpenting, mereka menyadari betul akan segala pencapaian dari kedua ayah mereka. Jadi, baik Rama maupun Nada tidak hadir untuk menggantikan Yaya Moektio dan Raidy Noor. Dua nama tersebut terlalu besar untuk digantikan, bahkan oleh anak-anaknya sendiri.</p>



<p>“Kami sebagai anak-anaknya sangat menghormati dan menyanjung, dan begitu bangganya terhadap ayah kami. Kami berdua memang bukan untuk menggantikan—tentu sulit sekali. Tapi kami hadir untuk meneruskan energi positif bermusik dari kedua ayah kami,” ucap Rama, yang diamini Nada.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production-1024x678.jpg" alt="Rama Moektio Bersama Budi Santosa (Busan Production)" class="wp-image-39901" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/rama-moektio-bersama-budi-santosa-busan-production.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rama Moektio Bersama Budi Santosa (Busan Production)</figcaption></figure></a></div>



<p>Lantas kemudian adalah seorang <strong>Budi Santosa</strong>, dengan bendera <strong>Busan Production</strong>, yang memberi respek dan apresiasi tinggi terhadap Rama dan Nada. Sama seperti penghargaan dan rasa hormatnya terhadap Yaya dan Raidy.</p>



<p>“Saya sekian waktu juga telah bekerja sama dengan sangat baik dengan Cockpit. Saya tentu saja bersedih dengan kepergian kedua sahabat baik itu, Yaya maupun Raidy. Tetapi kemudian saya juga berpikir, lalu Cockpit selesai?”</p>



<p>Ternyata tidak. Rama dan Nada bersepakat melanjutkan, didukung teman-teman yang selama ini setia bersama mereka.</p>



<p>Busan pun siap berjalan bersama Cockpit yang kini bernama Cockpit+, dengan logo baru bertanda plus yang digambarkan sebagai bintang di pojok kanan atas—ide dari Rama Moektio.</p>



<p>Sebagai penanda babak baru ini, Cockpit+ dijadwalkan akan menggelar konser perdana bertajuk <em>The Journey Continues</em> pada Jumat, 1 Mei 2026 di Glitz Inclusive Lounge. Penampilan ini akan menjadi momen penting untuk memperkenalkan formasi baru sekaligus menegaskan bahwa perjalanan Cockpit masih terus berlanjut.</p>



<p>“Prinsipnya, Busan siap sedia berjalan bersama Cockpit+. Semoga Cockpit+ akan aktif hadir lagi di berbagai tempat, bahkan rencananya juga di berbagai kota. Doakan saja.”</p>



<p>Maka kita bersama tunggu dan lihat saja perjalanan kemudian Cockpit yang kini menjadi Cockpit+. Tentu saja bersama Busan Production. Good luck, gaesss! <strong>XPOSEINDONESIA/Dm, Foto Ihsan</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39897</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/cockpit--300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Film “Para Perasuk” Rilis OST Menyentuh dari Maudy Ayunda, Siap Tayang Usai Sukses di Festival Dunia</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/film/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-siap-tayang-usai-sukses-di-festival-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 11:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[On Location]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film]]></category>
		<category><![CDATA[film horor terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Maudy ayunda]]></category>
		<category><![CDATA[miami film festival]]></category>
		<category><![CDATA[ost film]]></category>
		<category><![CDATA[sundance]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39829</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Film “Para Perasuk” Rilis OST Menyentuh dari Maudy Ayunda" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Industri perfilman Indonesia kembali menunjukkan taringnya di panggung global melalui karya terbaru berjudul Para Perasuk, yang tidak hanya menawarkan eksplorasi cerita yang unik, tetapi juga kekuatan musikal sebagai bagian penting dari narasi. Menjelang penayangan resminya di bioskop Indonesia pada 23 April 2026, film produksi Rekata Studio bersama Trinity Optima Production ini resmi merilis original soundtrack [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Industri perfilman Indonesia kembali menunjukkan taringnya di panggung global melalui karya terbaru berjudul <em><strong>Para Perasuk</strong></em>, yang tidak hanya menawarkan eksplorasi cerita yang unik, tetapi juga kekuatan musikal sebagai bagian penting dari narasi. Menjelang penayangan resminya di bioskop Indonesia pada 23 April 2026, film produksi Rekata Studio bersama Trinity Optima Production ini resmi merilis original soundtrack (OST) bertajuk <em>Aku yang Engkau Cari</em> dan <em>Di Tepi Lamunan</em> yang dibawakan oleh Maudy Ayunda.</p>



<p>Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi penguatan storytelling film, di mana musik tidak sekadar pelengkap, tetapi menjadi medium emosional yang memperdalam karakter dan konflik. Lirik video <em>Aku yang Engkau Cari</em> yang telah dirilis memperlihatkan nuansa intim dan reflektif, sejalan dengan perjalanan batin tokoh utama Bayu yang diperankan oleh <strong>Angga Yunanda</strong>.</p>



<p>Menariknya, proses kreatif lagu ini lahir langsung dari pengalaman di lokasi syuting. <strong>Maudy Ayunda</strong> yang juga turut berperan dalam film, menulis lagu tersebut bersama Lafa Pratomo dengan pendekatan yang lebih personal. Ia menyebut lagu ini memiliki lapisan emosi yang halus, seperti bisikan yang tenang namun menyimpan kegelisahan mendalam, mencerminkan kompleksitas karakter dalam film.</p>



<p>Pendalaman artistik juga terlihat dalam video musik <em>Di Tepi Lamunan</em> yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja. Dengan pendekatan visual yang intuitif dan tidak konvensional, video ini menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda, memperkuat identitas film sebagai karya yang berani mengeksplorasi batas antara realitas dan imajinasi.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Maudy Ayunda - Di Tepi Lamunan (OST. Para Perasuk) | Official Music Video" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/fKvJkqR9D-8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebagai sutradara, <strong>Wregas </strong>menghadirkan narasi yang tidak terjebak pada pola horor konvensional. Ia justru menawarkan refleksi tentang penerimaan diri dan proses berdamai dengan masa lalu. Di tengah dominasi cerita balas dendam dan kemarahan dalam genre horor, <em>Para Perasuk</em> hadir dengan pendekatan yang lebih humanis dan kontemplatif.</p>



<p>Film ini mengangkat kisah Bayu, seorang “perasuk” yang membantu orang-orang—disebut pelamun—memasuki kondisi kerasukan dalam ritual bernama pesta sambetan. Dalam perjalanan tersebut, Bayu bertemu Laksmi yang diperankan Maudy Ayunda, sosok perempuan dari Jakarta yang mencari penyembuhan trauma melalui pengalaman ekstrem tersebut. Dinamika keduanya menjadi pusat cerita yang sarat makna tentang pencarian jati diri dan pelepasan luka batin.</p>



<p>Pengalaman syuting yang intens juga diakui para pemain. Angga Yunanda mengungkapkan tantangan fisik yang harus dihadapi, termasuk adegan ekstrem seperti bertapa dalam posisi terbalik. Sementara Maudy harus menjalani adegan-adegan tidak biasa yang menuntut eksplorasi fisik dan emosional secara mendalam, memperkuat transformasi karakternya.</p>



<p>Kehadiran Anggun dalam film ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Berperan sebagai Guru Asri, Anggun membawa pengalaman artistiknya dari panggung musik internasional ke dunia akting, menandai babak baru dalam perjalanan kariernya di industri kreatif.</p>



<p>Tak hanya kuat dari sisi cerita dan produksi, <em>Para Perasuk</em> juga mencatat prestasi di level internasional. Film ini telah melakukan world premiere di Sundance Film Festival 2026 dan mendapatkan sambutan positif. Selanjutnya, film ini akan berkompetisi di Miami Film Festival 43 dalam program Marimbas Award, serta terpilih di berbagai festival bergengsi lain seperti Fantaspoa, MSPIFF, dan MOOOV Film Festival.</p>



<p>Rangkaian pencapaian ini menunjukkan bahwa perfilman Indonesia semakin kompetitif di kancah global, tidak hanya dari sisi cerita tetapi juga kualitas produksi dan keberanian dalam mengeksplorasi tema.</p>



<p>Dengan kombinasi kekuatan narasi, eksplorasi visual, serta dukungan musik yang emosional, <em>Para Perasuk</em> diprediksi menjadi salah satu film Indonesia paling relevan tahun ini. Lebih dari sekadar tontonan, film ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna trauma, penerimaan, dan perjalanan menuju kedewasaan emosional. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39829</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/film-para-perasuk-rilis-ost-menyentuh-dari-maudy-ayunda-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>RIDE A PONY, Perempuannya Indonesia. Prianya Jepang. Jadinya, Duo ini…</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/ride-a-pony-perempuannya-indonesia-prianya-jepang-jadinya-duo-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 11:20:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Chihiro Itakura]]></category>
		<category><![CDATA[duo internasional]]></category>
		<category><![CDATA[enka modern]]></category>
		<category><![CDATA[musik Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Neea Rachma]]></category>
		<category><![CDATA[Ride A Pony]]></category>
		<category><![CDATA[rilisan lagu 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Watashi Wa Egoist]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39820</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Ride a Pony" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Memang begitulah adanya, saudara-saudara sekalian. Dimana sang perempuan bernama,&#160;Neea Rachma,&#160;Dia ini&#160;asal Depok, paling tidak itu domisilinya, yang bertindak sebagai vokalis. Ia juga penulis lirik lagu dan merangkap pula sebagai penulis lagu.&#160;Lalu yang pria punya nama,&#160;Chihiro Itakura. Pria yang menjadi gitaris asal Jepang,&#160;aselinya emang&#160;dari Tokyo, merangkap sebagai penulis lirik, penulis lagu dan&#160;producer.&#160; Duo ini sepintas aja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Memang begitulah adanya, saudara-saudara sekalian. Dimana sang perempuan bernama,&nbsp;<strong>Neea Rachma</strong>,&nbsp;Dia ini&nbsp;asal Depok, paling tidak itu domisilinya, yang bertindak sebagai vokalis. Ia juga penulis lirik lagu dan merangkap pula sebagai penulis lagu.&nbsp;Lalu yang pria punya nama,&nbsp;<strong>Chihiro Itakura</strong>. Pria yang menjadi gitaris asal Jepang,&nbsp;<em>aselinya emang</em>&nbsp;dari Tokyo, merangkap sebagai penulis lirik, penulis lagu dan&nbsp;<em>producer</em>.&nbsp;</p>



<p>Duo ini sepintas aja lumayan bikin&nbsp;<em>curious</em>, ya ga sih?&nbsp;Duo nih ceritanya? Tetapi musiknya gimana sih? Eh katanya ya mereka sepakat menyerap macam-macam musik. Mulai dari blues, ya jazz, ya rock. Juga tentu, pop. Oh, ya tapi kayak&nbsp;<em>apaan</em>?</p>



<p>Gini deh ya, sebenarnya lantas&nbsp;makin menarik mengikuti catatan perjalanan duo ini, lantaran sejauh ini mereka sudah me-<em>release</em><em>,&nbsp;</em>20&nbsp;<em>single</em>. Sejak berdirinya mereka pada 22 Agustus 2021 ini, artinya sekitar 4,5 tahunlah sudah usianya.&nbsp;<em>Lumejen</em>&nbsp;<em>dong</em><em>?</em></p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1024x678.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39827" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_05.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure></a></div>



<p><em>Betewe</em>, emang gimana sih Neea dan Chihiro lantas bisa berduet? Maksudnya, gimana&nbsp;en gimananya&nbsp;soal ketemunya&nbsp;gitulah? Eh ternyata gini nih,&nbsp;Ini cerita Neea ya. Mereka ketemu di sebuah&nbsp;<em>event launching</em>&nbsp;sebuah bar di area Melawai. Chihiro saat itu baru 2 bulanan di Indonesia.</p>



<p>Neea lanjutin,&nbsp;sebagai tamu malam itu&nbsp;dia datang udah lumayan malam,&nbsp;menjelang&nbsp;jam 23.30-an. Dia iseng-iseng nekad &nbsp;naik panggung karena&nbsp;<em>owner&nbsp;</em>bar tersebut yang memintanya&nbsp;<em>perform</em>. Dia sudah kenal dengan ownernya tersebut. Nah karena&nbsp;<em>doski sorangan</em>, dia lihat ada bass nganggur, iseng dia tampil main bass sambil menyanyi. Alhasil, beberapa tamu lainpun&nbsp;eh tergerak&nbsp;ikut naik panggung, merekapun ber-<em>jammin’</em>.</p>



<p>Chihiro jadi tamu, yang lantas ikutan jammin’. Dia mengaku terkesan dengan suara Neea dan merekapun bertukaran&nbsp;<em>hape</em>. Eh hape Neea apa, hapenya Chihiro apaan? Eala, maksudnya bukan hapenya, tapi&nbsp;<em>tuker-tukeran</em>&nbsp;nomer hape dong….</p>



<p>Dari situ, dia kemudian mengajak Neea gabung dengan sebuah grup band, isinya para ekspatriat Jepang semua. Neea pun jadi vokalis di situ, tentunya. Ada drummer, bassis, gitaris semuanya&nbsp;<em>Japanese</em>. Grup itupun sempat tampil di beberapa event komunitas Jepang di Indonesia.</p>



<p><em>Ndilala</em>&nbsp;datanglah&nbsp;serangan&nbsp;<em>covid-19</em>&nbsp;ke seantero dunia,&nbsp;tapi&nbsp;mereka tetap saja berteman dekat. Hubungan musikpun&nbsp;berlanjut&nbsp;via&nbsp;<em>handphone</em>. Mereka iseng bikin lagu-lagu&nbsp;<em>cover-version</em>. Trus Chihiro juga setuju diajakin bikin video klip, yang syutingnya di rumahnya&nbsp;masing-masing aja. Menurut Chihiro, kegiatan iseng membunuh waktu begitu, sangat menolongnya mengatasi rasa bosan karena covid yang bikin dimana-mana&nbsp;<em>lockdown</em>,&nbsp;<em>social-distancing</em>&nbsp;jadi susah berpergian.</p>



<p>Dari situ Chihiro menyodorkan ide, coba bikin&nbsp;<em>original-song</em>&nbsp;aja. Dia bikin musiknya, Neea bikin liriknya. Eh ternyata klop, mereka berdua suka.&nbsp;Dan begitulah ceritanya, merekapun sepakat &nbsp;untuk meneruskan duo ini.&nbsp;Memang lantas berlanjut terus duo mereka ini. Dengan nama yang&nbsp;sebelumnya telah disepakati mereka berdua,&nbsp;<strong>Ride a Pony</strong>.</p>



<p>Oh ya, ada&nbsp;nama gitaris&nbsp;<strong>Gugun Bluesshelter</strong>&nbsp;yang merekomendasikan label untuk titip distribusi. Sampai juga memberikan orang yang tepat sebagai&nbsp;<em>soundman</em>,&nbsp;<strong>Danny Ardiono</strong>.Dua nama tersebut diingat betul oleh Neea, sebagai yang berkontribusi untuk perjalanan duo mereka.</p>



<p>Dan sampailah di tahun 2026 ini. Dimana&nbsp;band kolaborasi Indonesia Jepang&nbsp;ini&nbsp;kembali akan meluncurkan&nbsp;<em>single</em>&nbsp;terbarunya pada 29 Maret 2026.&nbsp;Lagu terbaru mereka kali ini berbahasa Jepang, judulnya, ‘Watashi Wa Egoist’.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-6 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39826" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-678x1024.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39826" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_04.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39825" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-678x1024.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39825" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_03.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39824" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-678x1024.jpg" alt="Ride a Pony" class="wp-image-39824" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_02.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ride a Pony</figcaption></figure>
</figure>



<p>Nah lagu baru mereka ini mengandung&nbsp;pengaruh&nbsp;<em>enka</em>&nbsp;yang kuat, yaitu suasana, nuansa bahkan enerji&nbsp;<em>Japanese</em>.&nbsp;.Bisa disebut semacam genre musik populer Jepang yang kental suasana tradisionalnya, terutama dari sisi vokalnya.&nbsp;</p>



<p>Perlu diketahui genre musik yang bernuansa tradisi Jepang ini berfokus pada balada sentimental tentang cinta yang tak berbalas, juga kerinduan. Termasuk patah hati dan nostalgia, baik yang indah maupun pahit sih.</p>



<p>Mereka berdua berharap, nada dan lirik puitis pada lagu ini akan melemparkan pendengar pada masa lalu, ketika mendengarkan radio di Jepang.&nbsp;Nuansanya itu lho, klasik dan khas&nbsp;<em>bener</em>.&nbsp;&nbsp;Jadinya pertemuan,&nbsp;Enka dengan nuansa rock Ride A Pony, semoga menjadi perpaduan yang unik dan berbeda.</p>



<p>Well, lagu&nbsp;ini ditulis oleh&nbsp;Chihiro,&nbsp;sang gitaris. Dimana ia&nbsp;terinspirasi dari seorang kenalan yang punya kepribadian kuat dan selalu berusaha mencapai keinginannya dengan gigih.&nbsp;Chihiro memilih penggunaan Bahasa Jepang sebagai lirik, yang mungkin tidak umum. Dibungkus nada-nada yang kental musik tradisional Jepangnya.</p>



<p>Rasanya buat yang terkhusus menggemari lagu-lagu berlirik Bahasa Jepang, ‘Watashi Wa Egoist’, semoga bisa menarik hati dan telinga. Baik Chihiro maupun Neea ini berharap bahwa single ini dapat menjadi alternatif yang menyegarkan, karena ada suasana musik yang “tidak biasa”, bagi para penggemar musik umumnya. Lagu ini akan dirilis di semua <em>digital-platforms</em> mulai 29 Maret 2026 ini. Sukses ya, Ride a Pony. <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39820</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ride-a-pony_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
