<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Music &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/music/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Sep 2026 15:32:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Music &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Synchronize Fest 2026 Kembali ke Akar, Hadirkan Geisha, Project Pop hingga Warkop DKI</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/synchronize-fest-2026-kembali-ke-akar-hadirkan-geisha-project-pop-hingga-warkop-dki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 15:32:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Where Are They Now]]></category>
		<category><![CDATA[Festival musik]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir Expo]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Synchronize Fest 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43336</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="pressconf synchronize fest 2026 02" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Synchronize Fest memasuki tahun ke-11 dengan membawa semangat baru tanpa meninggalkan akar perjalanan yang telah dibangun selama satu dekade. Mengusung tema “IT&#8217;S NOT JUST A FESTIVAL, IT&#8217;S A MOVEMENT”, Synchronize Fest 2026 akan berlangsung pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Memasuki musim baru, Synchronize Fest tidak sekadar menghadirkan deretan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Synchronize Fest</strong> memasuki tahun ke-11 dengan membawa semangat baru tanpa meninggalkan akar perjalanan yang telah dibangun selama satu dekade. Mengusung tema <strong>“IT&#8217;S NOT JUST A FESTIVAL, IT&#8217;S A MOVEMENT”</strong>, Synchronize Fest 2026 akan berlangsung pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki musim baru, Synchronize Fest tidak sekadar menghadirkan deretan musisi dari berbagai genre. Festival ini kembali mempertemukan berbagai generasi, komunitas, kolektif, serta cerita dari perjalanan musik Indonesia dalam satu ruang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Synchronize Fest, kembali ke akar bukan berarti mengulang apa yang telah dilakukan selama 10 tahun terakhir. Gagasan tersebut menjadi cara untuk melihat bagaimana festival tetap relevan di tengah perubahan generasi, terutama ketika cara anak muda menemukan, mendengarkan, dan membicarakan musik terus berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">David Karto, Director Synchronize Fest, mengatakan tahun ke-11 menjadi momentum untuk mengingat kembali gagasan yang sejak awal menjadi dasar festival.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tagline ‘It’s Not Just A Festival, It’s A Movement’ secara natural sudah menjadi landasan awal Synchronize Fest. Berselang 10 tahun, kami mengangkatnya kembali sebagai pengingat bagi generasi yang lebih muda (gen-z) tentang alasan Synchronize Fest ini dibuat. Dengan musim baru, dan semangat yang mengakar.”</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01.jpg" alt="pressconf synchronize fest 2026 01" class="wp-image-43349" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-1068x708.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">pressconf synchronize fest 2026 01</figcaption></figure></a></div>



<h2 class="wp-block-heading">Special Show dan Pertemuan Lintas Generasi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam Synchronize Fest 2026 adalah deretan <em>special show</em> yang membawa cerita dari berbagai era dan ekosistem musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">David Tarigan, Artist &amp; Repertoire Synchronize Fest, mengatakan para penampil tidak hanya hadir sebagai pengisi acara, tetapi juga membawa gagasan dan konsep masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami berusaha untuk memetakan supaya ini semua jadi seimbang, semua pelan-pelan terwakili. Setiap orang memiliki ruang masing-masing, core memory, yang bisa dinikmati di Synchronize Fest.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya adalah <strong>Geisha A Retrospective Journey</strong>, yang mempertemukan Momo dengan Roby, Aan, Dhan dan Nard, sekaligus tampil bersama Regina. Pertunjukan tersebut mempertemukan dua periode perjalanan Geisha dalam satu panggung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada pula <strong>Pijar</strong> yang kembali berkumpul setelah melalui proses panjang selama beberapa tahun. Sementara <strong>Indonesian Girl Group</strong> mempertemukan Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies dan 7icons bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa dan Sivia, dengan musik oleh Jebung.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Project Pop</strong> akan merayakan perjalanan 30 tahun, sedangkan <strong>Maliq &amp; D’Essentials</strong> berkolaborasi dengan Jakarta Movin dalam Konser Musikal <em>Senja Teduh Pelita</em>. <strong>Perunggu</strong> juga akan membawakan album <em>Dalam Dinamika</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Synchronize Fest turut menghadirkan <strong>The Best of 80&#8217;s Indonesian Pop Kreatif</strong> bersama Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa dan Sivia, dengan musik oleh Nikita Dompas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertunjukan lainnya adalah <strong>Tribute to Warkop DKI</strong> yang menghadirkan Indro Warkop, GJLS, Duo Bahlul dan Orkes Nunung CS. Pertunjukan tersebut mengangkat kembali sisi musikal Warkop DKI yang tidak hanya dikenal melalui film dan komedi, tetapi juga lagu-lagu yang menjadi bagian dari perjalanan kelompok tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semangat kolektif juga menjadi bagian penting Synchronize Fest 2026. Festival ini menghadirkan sejumlah pertunjukan yang mempertemukan musisi dari berbagai komunitas dan generasi, seperti <strong>Reggae Gang</strong> yang menampilkan Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink &amp; Fahmi Aziz, serta Varid Putra Mbah Surip.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari generasi yang lebih muda, hadir <strong>ANTINRML</strong> dengan Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters dan Bboogie.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara <strong>Emo Revival</strong> menghadirkan Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly (2006 Era), Killing Me Inside Re, Side-B (Thirteen 2009 Era), serta The Side Project.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Indonesia Timur, pertunjukan <strong>Timur Basudara</strong> menghadirkan Anadok, Bringin Home, Dj Desa, Ecko Show, Fahmy Fay, Faris Adam, Jacson Zeran, Silet Open Up, Toton Caribo dan Vendetta Rap.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1440" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026.jpg" alt="main poster synchronzie fest 2026" class="wp-image-43340" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026.jpg 1080w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-225x300.jpg 225w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-768x1024.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-315x420.jpg 315w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-630x840.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-150x200.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-300x400.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-600x800.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-696x928.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-1068x1424.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption class="wp-element-caption">main poster synchronzie fest 2026</figcaption></figure></a></div>



<h2 class="wp-block-heading">Musik, Komunitas, dan Gerakan Lingkungan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh penampil akan tersebar di delapan panggung, yakni <strong>Dynamic Stage, District Stage, Forest Stage, XYZ Stage, Gigs Stage, Oleng Upuk, RedWhite Jazz Lounge, dan Panggung Getarrr</strong>. Masing-masing membawa karakter dan kurasi yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gigs Stage dikurasi oleh <strong>Krapela</strong>, ruang modular kreatif yang berbasis di Blok M, Jakarta Selatan. Sejumlah nama yang akan tampil antara lain Alice, Aryo Adhianto, Baur, Coldskin, Dirty Dogs Aggression, Gnarly Club, Mad Madmen, Of Wax, Passive Income, Patras, Peron, Quest*, Rantau, Remuk dan Sunne.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleng Upuk</strong> dikurasi oleh LaMunai Records dengan menghadirkan sejumlah nama dan proyek musik, termasuk Aneka Nada Selekta, Bagvs, Cristal no. 5, Dangerdope, Habibi Funk, Dizkorea, Prontaxan, Jiwa Jiwa, Kenya, Noirlab, PNNY, Radio Rumah Oma, SingSing Berkaraoke, Uda Sjam, Walearic, Wicker Basket, hingga penampilan khusus Dipha Barus: <em>Pop Samping</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, <strong>Panggung Getarrr</strong> kembali dikurasi Kobra Musik yang dikepalai Dado Darmawan. Tahun ini, panggung tersebut memperluas eksplorasi musik orkes melalui penampil seperti OM PMR, Orkes Bagong Februari, Orkes Ndugal NDGJ, Orkes Nunung CS, Orkes Trotoar, OT The Hendrix, Sukses Lancar Rejeki, Tahlilan dan sejumlah nama lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu ruang baru yang menarik perhatian adalah <strong>RedWhite Jazz Lounge</strong>, yang membawa kembali nama RedWhite, ruang penting bagi skena jazz di Kemang, Jakarta Selatan, sekitar 2011.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Synchronize Fest menghadirkan kembali ruang tersebut melalui kurasi <strong>Indra Lesmana</strong>. Tidak hanya berupa panggung jazz, RedWhite Jazz Lounge juga akan menghadirkan <em>jam session, live session, DJ set, talkshow</em>, dan games.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah nama yang tampil antara lain LLW, Littlefingers, Song Brothers, EQ Puradiredja, Gerald Situmorang, Kenny Gabriel, Greybox, Bergas dan Teza Sumendra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain berbagai <em>special show</em> dan panggung kurasi, Synchronize Fest 2026 juga menghadirkan musisi lintas genre dan generasi seperti Afgan, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Monkey To Millionaire, Potret, Rumahsakit, Sal Priadi, The Changcuters, The Jansen, The Panturas, The Upstairs, Ayu Ting Ting, Bernadya, Hindia, .Feast, Rizky Febian &amp; Mahalini, Souljah, Wali, Duo Maia, Endank Soekamti, The Adams, J-Rocks, Nadhif Basalamah dan Vierratale.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar panggung musik, Synchronize Fest mempertahankan sejumlah ruang yang tumbuh bersama komunitas. Kolaborasi dengan ruangrupa dan Jakarta32 kembali hadir, bersama record market, Ratatat Bar dan Salon RNB.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1440" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026.jpg" alt="harga tiket synchronize fest 2026" class="wp-image-43339" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026.jpg 1080w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-225x300.jpg 225w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-768x1024.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-315x420.jpg 315w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-630x840.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-150x200.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-300x400.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-600x800.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-696x928.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-1068x1424.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption class="wp-element-caption">harga tiket synchronize fest 2026</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk identitas visual Synchronize Fest 2026, festival bekerja sama dengan Drawmama, nama artistik Marishka Soekarna, dengan dukungan kolektif desain Cisarua Creative.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semangat <em>movement</em> juga diterapkan melalui sejumlah program lingkungan. Synchronize Fest mempertahankan <strong>Water Refill Station dan Waste Management</strong> yang didukung BRI Peduli, <strong>Upcycling Project</strong> bersama Koalisi Seni, serta pengolahan plastik bekas menjadi instalasi melalui Operasi Plastik oleh Stuffo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Synchronize Fest juga kembali bekerja sama dengan <strong>TransJakarta</strong> melalui program nebeng gratis. Warga Wargi dapat melakukan <em>pre-book</em> melalui aplikasi TransJakarta untuk menggunakan armada menuju festival dari tujuh titik keberangkatan di Jakarta dan wilayah sekitar, termasuk Depok, Tangerang, Tangerang Selatan dan Bekasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perjalanan secara kolektif sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian hasil penjualan tiket Synchronize Fest 2026 juga akan didonasikan untuk penanaman mangrove di Kepulauan Seribu. Program ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Smiling Coral dan Greeners.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan terhadap Synchronize Fest 2026 turut datang dari berbagai mitra, di antaranya Crystalin, Bold Music, Kratingdaeng, BAIC, Indofood, Jose Cuervo, Guinness, Moicare, ShopeeFood, Kopi Kenangan, Cheffy, Hydro Coco, Balsem Lang, Kopi Liong, Super Zuper, Campina dan Film Zona Merah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara Nippon Paint hadir sebagai Official Paint Partner, JBL sebagai Official Audio Partner, dan BIZNET sebagai Internet Partner. Dukungan lainnya datang dari TransJakarta, Blue Bird, JNE, PrimaGraphia, Promina, Ladeeva Toys, Pinhome, serta SDY (Sing, Dance &amp; You).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Synchronize Fest 2026 akan berlangsung pada <strong>16, 17 dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta</strong>. Informasi dan pembelian tiket tersedia melalui situs resmi Synchronize Fest. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43336</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Drama Musikal Jujur Itu Cinta, Siswa Bellarminus Angkat Isu Kejujuran dan Solidaritas di TIM</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/drama-musikal-jujur-itu-cinta-siswa-bellarminus-angkat-isu-kejujuran-dan-solidaritas-di-tim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 12:14:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[On Stage]]></category>
		<category><![CDATA[Drama Musikal]]></category>
		<category><![CDATA[IKABELLS]]></category>
		<category><![CDATA[Jujur Itu Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Santo Bellarminus]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Ismail Marzuki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43262</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Drama Musikal Jujur Itu Cinta" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kejujuran dan solidaritas menjadi pesan utama yang diangkat dalam drama musikal Jujur Itu Cinta yang dipentaskan siswa-siswi Sekolah Santo Bellarminus Jakarta dan Bekasi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026). Pertunjukan yang digelar melalui Ikatan Keluarga Alumni Bellarminus (IKABELLS) tersebut melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Drama musikal ini dipentaskan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kejujuran dan solidaritas menjadi pesan utama yang diangkat dalam drama musikal <em>Jujur Itu Cinta</em> yang dipentaskan siswa-siswi Sekolah Santo Bellarminus Jakarta dan Bekasi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertunjukan yang digelar melalui Ikatan Keluarga Alumni Bellarminus (IKABELLS) tersebut melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Drama musikal ini dipentaskan dalam dua sesi, yakni pukul 13.00 WIB dan 19.00 WIB, dengan durasi sekitar 120 menit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengangkat tema kejujuran dan solidaritas, <em>Jujur Itu Cinta</em> memadukan akting, tari, musik, tata cahaya, serta tata panggung untuk menghadirkan kisah tentang kehilangan, harapan, persahabatan, dan perjalanan menemukan keberanian untuk berkata jujur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pementasan ini juga menjadi bagian dari upaya IKABELLS mendukung pengembangan kreativitas dan kemampuan siswa melalui seni pertunjukan. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak yayasan, guru, serta orang tua murid yang hadir menyaksikan penampilan para siswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah <em>Jujur Itu Cinta</em> berpusat pada tokoh Bellar, seorang siswa yang memilih menarik diri dari panggung sekolah setelah ayahnya terseret skandal nasional terkait bencana banjir di Sumatra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah situasi tersebut, persahabatan dan dukungan dari teman-temannya perlahan mendorong Bellar untuk bangkit. Ia kemudian memilih menyuarakan kejujuran dan mengubah pementasan seni menjadi gerakan kepedulian melalui penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatra dan Kalimantan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui cerita tersebut, para siswa diajak memahami bahwa kejujuran tidak hanya berkaitan dengan keberanian mengungkapkan kebenaran, tetapi juga dengan kepedulian terhadap sesama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perwakilan IKABELLS menyampaikan bahwa drama musikal ini dirancang untuk menghadirkan hiburan sekaligus menyampaikan pesan moral kepada penonton. Melalui dialog, ekspresi seni, dan cerita yang dekat dengan persoalan kehidupan, para siswa mengajak masyarakat untuk terus merawat empati dan kepedulian sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pementasan <em>Jujur Itu Cinta</em> melibatkan 118 siswa dari lingkungan Sekolah Santo Bellarminus Jakarta dan Bekasi. Proses persiapan dilakukan sejak Agustus 2026 dengan melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses kreatifnya, para siswa berkolaborasi membangun pertunjukan yang memadukan kemampuan akting, koreografi, dan olah vokal. Kolaborasi lintas sekolah ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bekerja sama, mengembangkan kepercayaan diri, dan mengekspresikan kreativitas melalui seni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IKABELLS juga bekerja sama dengan Teater Koma dalam mendukung proses pengembangan seni pertunjukan tersebut. Kolaborasi ini menjadi bagian dari dukungan alumni terhadap kemajuan pendidikan dan pengembangan talenta siswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pertunjukan utama, penonton juga dapat menikmati berbagai kegiatan pendukung, mulai dari area tenant, sesi dokumentasi, hingga interaksi bersama para performer setelah acara. Melalui kegiatan tersebut, IKABELLS berharap seni pertunjukan dapat menjadi ruang apresiasi sekaligus wadah pengembangan talenta siswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sutradara pementasan, Rangga Riantiarno, yang juga merupakan alumni SMP Santo Bellarminus, berharap pengalaman tersebut dapat menjadi kenangan positif bagi para siswa dan turut membentuk perjalanan mereka di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Banyak yang telah didapat selama sekolah di St. Bellarminus, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan dunia seni. Semoga para pemeran di drama musikal ini akan mengenang peristiwa kesenian ini sebagai hal baik, yang menjadi bagian dari pondasi kehidupan mereka di masa depan,” ujar Rangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan pementasan ini juga diharapkan menjadi awal dari agenda seni yang berkelanjutan. Penyelenggara mengumumkan rencana menjadikan pertunjukan serupa sebagai kegiatan berkala melalui program <strong>Bellshow Musical</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui program tersebut, seni diharapkan dapat terus menjadi bagian dari proses pendidikan yang tidak hanya mengasah kemampuan akademis, tetapi juga membangun karakter, keberanian menyuarakan kebenaran, dan kepedulian terhadap sesama. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43262</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”, Single Pop tentang Keteguhan Menjaga Kebaikan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik-single-pop-tentang-keteguhan-menjaga-kebaikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 02:16:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Haris The Brothers]]></category>
		<category><![CDATA[Kuya Music Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Racquell]]></category>
		<category><![CDATA[Tetaplah Menjadi Baik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43156</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Di tengah banyaknya lagu yang berbicara tentang cinta dan hubungan, penyanyi muda Racquell memilih membawa pesan yang lebih sederhana melalui single terbarunya, “Tetaplah Menjadi Baik”. Lagu yang dirilis pada 18 September 2026 melalui Kuya Music Entertainment ini mengajak pendengar untuk tetap menjaga kebaikan hati, kesabaran dan keteguhan sikap meski hidup tidak selalu memberikan balasan sesuai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Di tengah banyaknya lagu yang berbicara tentang cinta dan hubungan, penyanyi muda <strong>Racquell</strong> memilih membawa pesan yang lebih sederhana melalui single terbarunya, <strong>“Tetaplah Menjadi Baik”</strong>. Lagu yang dirilis pada 18 September 2026 melalui <strong>Kuya Music Entertainment</strong> ini mengajak pendengar untuk tetap menjaga kebaikan hati, kesabaran dan keteguhan sikap meski hidup tidak selalu memberikan balasan sesuai harapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tetaplah Menjadi Baik” diproduseri <strong>Haris The Brothers</strong>, yang sejak awal memang membuat lagu tersebut dengan mempertimbangkan karakter vokal Racquell. Secara resmi, single ini berada dalam genre Pop dan menjadi salah satu langkah awal Racquell memperkenalkan warna musiknya kepada publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan yang dibawa lagu ini berangkat dari pertanyaan sederhana tentang bagaimana seseorang bersikap ketika kebaikannya tidak dihargai. Alih-alih membiarkan pengalaman tersebut mengubah hati, “Tetaplah Menjadi Baik” mengajak pendengarnya untuk tetap memilih berbuat baik tanpa menjadikan pujian, pengakuan atau balasan sebagai tujuan utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesabaran menjadi bagian lain yang terasa dalam pesan lagu tersebut. Ketika menghadapi situasi sulit, seseorang diajak untuk tidak mudah patah semangat dan tidak membiarkan pengalaman buruk membuat hati menjadi keras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini juga membawa pesan tentang keikhlasan. Berbuat baik tidak selalu harus berujung pada penghargaan dari orang lain, karena ketulusan dalam melakukan sesuatu dapat menjadi sumber ketenangan sekaligus pengingat untuk tetap berpegang pada nilai yang diyakini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Racquell, pesan tersebut menjadi alasan tersendiri mengapa ia menyukai lagu ini. Penyanyi berusia 12 tahun tersebut mengatakan dirinya tertarik dengan “Tetaplah Menjadi Baik” karena lagu itu berbicara tentang kebaikan sekaligus kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang aku suka karena lagu ini tentang kebaikan dan tentang kehidupan juga,” ujar Racquell.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" data-id="43161" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03.jpg" alt="Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”" class="wp-image-43161" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" data-id="43162" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04.jpg" alt="Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”" class="wp-image-43162" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan menuju rekaman single ini juga melalui proses latihan. Racquell menjalani latihan vokal selama sekitar dua bulan sebelum rekaman, meski sebelumnya ia sudah bertahun-tahun mendapatkan latihan vokal di Palangkaraya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Racquell kemudian bertemu Haris ketika berada di Jakarta untuk mengikuti acara KAMI Nusantara. Haris yang sudah mengenal kemampuan vokalnya kemudian memberikan materi lagu untuk dipelajari sebelum akhirnya mereka masuk ke proses rekaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dia memang sudah penyanyi. Setelah dikasih sample guide, dia pelajari. Dia juga punya guru vokal di Palangkaraya. Jadi ketika datang ke Jakarta dalam rangka acara KAMI Nusantara, sekalian kami rekam,” jelas Haris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses rekaman berlangsung lebih dari dua jam. Menariknya, Racquell mengaku tidak menemukan kesulitan berarti ketika membawakan lagu tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Enggak ada,” jawab Racquell ketika ditanya mengenai kesulitan dalam menyanyikan “Tetaplah Menjadi Baik”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Haris mengatakan keputusan membuat lagu tersebut untuk Racquell tidak terlepas dari karakter vokalnya. Menurutnya, Racquell memiliki warna suara yang tebal dengan latar latihan vokal klasik, sehingga ia mencoba membawa penyanyi muda tersebut menuju pendekatan pop secara bertahap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena memang karakter suaranya tebal. Dia berasal dari classic training, jadi kami coba convert dia ke pop,” kata Haris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Haris, proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari pencarian karakter musikal Racquell. Mereka masih mengeksplorasi lagu, genre, aransemen dan model musik yang paling sesuai dengan warna suara penyanyi muda tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, “Tetaplah Menjadi Baik” sejak awal memang dibuat dengan Racquell sebagai penyanyinya. Haris mengaku sudah membayangkan karakter vokal Racquell ketika mulai menciptakan lagu tersebut.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/76yrA79ClocVvWgPhNk0g2?utm_source=generator&#038;si=17a81f1140eb4417" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika membuat lagu, saya sudah membayangkan karakter suaranya. Makanya lagunya memang terinspirasi dari suara Raquel,” ujar Haris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut membuat “Tetaplah Menjadi Baik” tidak hanya menjadi sebuah single baru, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan karakter vokal Racquell. Warna suara yang tebal dipadukan dengan pendekatan pop menjadi bagian dari proses awal untuk menemukan identitas musikalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah resmi dirilis pada 18 September, Racquell langsung membawa lagu tersebut ke panggung. Ia membawakan “Tetaplah Menjadi Baik” untuk pertama kalinya di hadapan publik dalam <strong>City Mall Rising Stars 2026</strong> di Cibinong City Mall, Bogor, pada 20 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum tersebut terasa spesial karena berlangsung hanya dua hari setelah single dirilis. Racquell tidak hanya memperkenalkan lagunya melalui platform musik digital, tetapi juga langsung menunjukkan bagaimana karya tersebut dibawakan dalam format pertunjukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam penampilannya, kemampuan vokal bukan satu-satunya yang ditampilkan Racquell. Ia juga membawakan koreografi yang dibuatnya sendiri dengan sedikit bantuan dari pelatih tari bernama Melissa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan bernyanyi dan menari memang sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak kecil. Racquell mulai menari sekitar usia empat tahun dan mempelajari sejumlah tarian tradisional, termasuk tari Dayak, Aceh dan Bali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan terhadap perjalanan musik Racquell juga datang dari keluarga dan sekolah. Orang tuanya mendampingi proses latihan hingga kegiatan rekaman, sementara sekolah di Palangkaraya turut memberikan dukungan, termasuk membantu mempromosikan kegiatan Racquell.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02.jpg" alt="Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”" class="wp-image-43160" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi keluarga, kesempatan mengembangkan bakat tetap harus berjalan bersama pendidikan. Ayah Racquell, Aan, menegaskan bahwa sekolah tetap menjadi prioritas meski putrinya mulai mendapatkan kesempatan tampil dan memperkenalkan karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sekolah tetap nomor satu. Tetapi kami merasa kalau ada kesempatan, kami coba. Siapa tahu anak kami ini benar-benar bisa berkembang,” ujar Aan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Haris berharap “Tetaplah Menjadi Baik” dapat lebih dulu dikenal di Palangkaraya dan kemudian berkembang ke wilayah Kalimantan. Ia mendorong Racquell untuk aktif membuat konten menyanyi dan memperkenalkan karyanya melalui media sosial, radio maupun podcast. “Rajin berkonten dan konsisten,” pesan Haris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Racquell, perjalanan setelah single ini dirilis baru saja dimulai. “Tetaplah Menjadi Baik” menjadi pintu pertama untuk memperkenalkan suara dan karakter musiknya, sekaligus membawa pesan yang sederhana tetapi dekat dengan kehidupan, bahwa kebaikan tetap layak dipertahankan meski tidak selalu mendapatkan balasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>“Tetaplah Menjadi Baik”</strong> dari Racquell kini tersedia di platform musik digital. Rilisan tersebut tercatat sebagai single bergenre Pop dan dirilis oleh Kuya Music Entertainment pada 18 September 2026. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43156</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>The Trees &#038; The Wild Rayakan 10 Tahun Zaman, Zaman Lewat Vinyl</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2026 03:53:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Demajors]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[The Trees & The Wild]]></category>
		<category><![CDATA[vinyl]]></category>
		<category><![CDATA[Zaman Zaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43136</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="The Trees &amp; The Wild Rayakan 10 Tahun Zaman, Zaman Lewat Vinyl" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Sepuluh tahun setelah pertama kali dirilis, Zaman, Zaman kembali mengajak pendengarnya menyelami perjalanan bunyi The Trees &#38; The Wild. Album studio kedua band tersebut kini hadir dalam format vinyl 2 x LP, bertepatan dengan satu dekade sejak album ini dirilis pada 16 September 2016. Perayaan 10 tahun Zaman, Zaman ditandai dengan listening session vinyl yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sepuluh tahun setelah pertama kali dirilis, <em><strong>Zaman, Zaman</strong></em> kembali mengajak pendengarnya menyelami perjalanan bunyi <strong>The Trees &amp; The Wild</strong>. Album studio kedua band tersebut kini hadir dalam format vinyl 2 x LP, bertepatan dengan satu dekade sejak album ini dirilis pada 16 September 2016.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perayaan 10 tahun <em>Zaman, Zaman</em> ditandai dengan listening session vinyl yang digelar secara intim di Tujuhari Coffee, Grand Wijaya, Jakarta Selatan, pada 16 September 2026. Acara tersebut dihadiri para penggemar dan rekan-rekan media yang kembali menikmati album secara utuh melalui format piringan hitam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi The Trees &amp; The Wild, <em>Zaman, Zaman</em> bukan sekadar album kedua dalam perjalanan mereka. Rilisan ini menjadi salah satu fase penting yang memperlihatkan keberanian band dalam mengeksplorasi batas musik melalui perpaduan experimental indie-rock dan ambient yang atmosferik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album tersebut menghadirkan sejumlah lagu yang hingga kini menjadi bagian penting dari katalog The Trees &amp; The Wild, seperti “Saija”, “Zaman, Zaman”, dan “Empati Tamako”. Materinya tidak hanya mengandalkan struktur lagu, tetapi juga membangun pengalaman melalui atmosfer, tekstur, serta lapisan bunyi yang membuat album terasa sebagai sebuah perjalanan dari awal hingga akhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, pengalaman tersebut hadir kembali melalui format vinyl 2 x LP dengan kecepatan 33 1/3 RPM. Rilisan ini merupakan hasil kerja sama The Trees &amp; The Wild dengan label rekaman demajors, sekaligus memberi kesempatan bagi pendengar untuk menikmati kembali karakter sonik <em>Zaman, Zaman</em> dalam format fisik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi produksi, album ini mendapatkan sentuhan mastering dari Bo Korden, engineer yang dikenal menangani sejumlah rilisan di ranah musik elektronik, termasuk karya Caribou, Moderat, dan Ryuichi Sakamoto. Proses mastering tersebut turut memperkuat karakter suara <em>Zaman, Zaman</em> yang kaya lapisan dan detail.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Remedy, frontman</strong> The Trees &amp; The Wild, mengatakan kehadiran album dalam format piringan hitam menjadi pencapaian yang memiliki arti tersendiri bagi band. Terlebih, rilisan tersebut akhirnya dapat diwujudkan melalui kolaborasi dengan demajors.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sangat senang akhirnya album <em>Zaman, Zaman</em> dapat hadir dalam format fisik melalui rilisan piringan hitam. Sebuah pencapaian yang sangat berarti bagi kami, terlebih karena proses ini dapat terwujud melalui kolaborasi dengan demajors,” ujar Remedy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Remedy, gagasan mengenai vinyl bahkan sudah menjadi bagian dari pertimbangan ketika <em>Zaman, Zaman</em> pertama kali digarap. Format tersebut turut dipikirkan bersama aspek musik, artwork, hingga desain cover sleeve album.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman.jpg" alt="vinyl zaman, zaman" class="wp-image-43140" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">vinyl zaman, zaman</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">“Sejak awal proses penggarapan album, format piringan hitam sudah menjadi salah satu pertimbangan utama dalam merancang musik, artwork, hingga desain cover sleeve. Karena itu, ketika kesempatan untuk bekerja sama dengan demajors hadir, prosesnya terasa sangat lancar dan sejalan dengan visi yang sejak awal kami bangun untuk album ini,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah satu dekade, <em>Zaman, Zaman</em> pun mendapatkan ruang baru untuk kembali didengarkan. Bukan hanya sebagai album yang menandai satu fase perjalanan The Trees &amp; The Wild, tetapi juga sebagai karya yang dapat kembali ditemukan melalui pengalaman mendengarkan dalam format vinyl.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semoga rilisan ini dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pendengar dan membuat mereka bisa menikmati <em>Zaman, Zaman</em> dengan cara yang lebih utuh,” tutup Remedy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vinyl <em>Zaman, Zaman</em> dibanderol Rp550.000 dan sudah dapat diperoleh melalui demajors. Kehadirannya menjadi cara lain untuk merayakan satu dekade album yang sejak awal dibangun dengan perhatian terhadap musik, atmosfer, artwork, dan detail bunyi. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43136</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Reality Club Abadikan Sisi Raw Album Keempat Lewat Live Session di YouTube</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/reality-club-abadikan-sisi-raw-album-keempat-lewat-live-session-di-youtube/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Indie Rock]]></category>
		<category><![CDATA[Live Session]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Reality Club]]></category>
		<category><![CDATA[Who Knows Where Life Will Take You]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43127</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Reality Club - Live Session" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Satu tahun setelah merilis album keempat, Reality Club kembali membuka ruang untuk mendengarkan Who Knows Where Life Will Take You? dalam bentuk yang lebih spontan. Melalui Who Knows Where Life Will Take You? &#124; Live Session, kuartet asal Jakarta ini membawa 10 dari 13 lagu dalam album tersebut ke sebuah pertunjukan yang sengaja mempertahankan energi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Satu tahun setelah merilis album keempat, <strong>Reality Club kembali </strong>membuka ruang untuk mendengarkan <em>Who Knows Where Life Will Take You?</em> dalam bentuk yang lebih spontan. Melalui <em>Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session</em>, kuartet asal Jakarta ini membawa 10 dari 13 lagu dalam album tersebut ke sebuah pertunjukan yang sengaja mempertahankan energi, ketidaksempurnaan, dan sisi mentah dari permainan musik secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Live session tersebut dirilis pada 11 September 2026 melalui kanal YouTube Reality Club. Bagi band yang beranggotakan Fathia Izzati, Faiz Novascotia Saripudin, Era Patigo, dan Nugi Wicaksono ini, proyek tersebut bukan sekadar membuat versi live dari lagu-lagu yang sudah tersedia di platform digital, tetapi menjadi cara untuk memperlihatkan bagaimana materi album keempat mereka bekerja ketika dimainkan sebagai sebuah band.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan tersebut terasa relevan karena sejak awal <em>Who Knows Where Life Will Take You?</em> memang dibangun dengan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter live band. Album yang dirilis pada Agustus 2025 itu berisi 13 lagu dan menjadi album keempat Reality Club setelah <em>Never Get Better</em> (2017), <em>What Do You Really Know?</em> (2019), dan <em>Reality Club Presents&#8230;</em> (2023).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami ingin menunjukkan seluruh album ini, album keempat konsepnya memang sedikit lebih live band, bahkan rekamannya juga live. Jadi kita ingin menjaga format itu, tapi dalam presentasi yang dipersiapkan dengan baik,” jelas gitaris sekaligus vokalis Reality Club, Faiz Novascotia Saripudin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album tersebut lahir dari proses kreatif yang cukup berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya. Materinya dikembangkan melalui sesi penulisan di Ubud, Bali, kemudian direkam di Tree Recording Studio, Bangkok, dengan melibatkan produser Brad Oberhofer, Iga Massardi, dan Wisnu Ikhsantama. Proses rekaman yang dilakukan secara live bersama personel band dan musisi pendukung turut membantu menangkap dinamika permainan secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, album keempat memperlihatkan Reality Club yang lebih terbuka terhadap berbagai warna. Mereka tetap membawa karakter indie pop dan rock yang selama ini menjadi identitasnya, tetapi materi di dalamnya bergerak dari romansa, humor, keresahan personal, spiritualitas hingga cerita keluarga dan kehidupan sehari-hari. Album tersebut juga menandai pertama kalinya Reality Club menghadirkan lagu berbahasa Indonesia secara penuh melalui “Close to You/Jauh”.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02.jpg" alt="Reality Club - Live Session" class="wp-image-43131" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Reality Club &#8211; Live Session</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, ketika materi tersebut dibawa ke format live session, Reality Club tidak merasa perlu mengubah banyak aransemen dari versi studio. Perbedaan justru muncul dari cara lagu dimainkan, interaksi antarpersonel, visual, gestur, serta ruang yang menjadi bagian dari pertunjukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Era Patigo melihat unsur visual dan performa langsung sebagai bagian penting untuk menyampaikan energi album keempat. Menurutnya, materi tersebut sudah memiliki kekuatan dari sisi audio, tetapi pengalaman live dapat membantu pendengar menangkap energi yang muncul ketika lagu-lagu tersebut dimainkan secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami merasa album ini perlu didukung juga dengan kehadiran visual dan live performance. Kami ingin menghadirkan energi membawakan lagu-lagu dalam album ini secara langsung dan pendengar dapat merasakan itu,” ujar Era.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Justru karena ingin mempertahankan spontanitas, Reality Club tidak berusaha menghilangkan semua kesalahan yang muncul selama proses pengambilan gambar. Salah satu momen yang kemudian dipertahankan adalah ketika gitar Faiz terjatuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ada juga scene di mana gue salah menaruh gitar terus jatuh. Awalnya kami kayak diskusi, ini di-keep atau kita pakai take yang lain, yang itu nggak jatuh. Kayaknya lucu deh kalau itu nunjukin the raw energy and the chaos sometimes in live performance,” kata Faiz.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan mempertahankan momen tersebut menjadi gambaran kecil mengenai pendekatan yang ingin dibawa Reality Club. Live session tidak dibuat untuk menghasilkan pertunjukan yang sepenuhnya steril dari kesalahan, melainkan menangkap energi yang memang muncul ketika empat personel bermain bersama dalam satu ruang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan serupa juga diterapkan pada bagian wawancara yang disisipkan di antara penampilan. Para personel tidak menerima daftar pertanyaan sebelumnya sehingga jawaban yang muncul lebih spontan dan memberi ruang bagi mereka untuk berbicara mengenai hubungan dengan album keempat serta perjalanan Reality Club selama satu dekade.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“I think from the live session and the interview, we just wanted to capture us in the most raw form,” ujar Faiz. Ia menyebut proyek tersebut sebagai salah satu pengalaman pertama Reality Club membuat live session sendiri, bukan sesi pertunjukan yang dibuat sebagai bagian dari acara media atau konser.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan Reality Club. Band yang awalnya dibentuk sebagai proyek bermusik oleh Fathia Izzati, Faiz Novascotia Saripudin, Era Patigo, dan Nugi Wicaksono pada 2016 ini berkembang dari band yang bermula sebagai hobi menjadi grup yang tampil di berbagai panggung Indonesia dan internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan tersebut juga membawa Reality Club mendapatkan perhatian lebih luas lewat sejumlah lagu seperti “Anything You Want” dan “Alexandra”. Album <em>Reality Club Presents&#8230;</em> pada 2023 turut menghasilkan dua penghargaan AMI Awards dan membawa mereka menjadi pembuka dalam tur Asia NIKI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, satu dekade sejak awal perjalanan mereka, Reality Club memilih melihat kembali salah satu fase penting tersebut melalui album keempat. <em>Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session</em> direkam dalam satu hari di sebuah ruang bergaya minimalis di kawasan Gading Serpong, dengan pengerjaan teknis melibatkan tim REALITY CHECK dan tiga sutradara, Nugie Rian, Abdul Defashah, serta Kariim Risyad.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="m_iXmfRxbgE"><iframe loading="lazy" title="Reality Club — Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/m_iXmfRxbgE?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Reality Club, proses tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang menghasilkan konten video untuk album. Live session menjadi semacam dokumentasi tentang bagaimana mereka memainkan musik setelah melewati perjalanan panjang sebagai sebuah band, sekaligus cara untuk menemukan kembali hal-hal yang mungkin tidak terdengar ketika lagu hanya dinikmati melalui rekaman studio.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Setiap kali kita live session, rekaman, segala macam, akan selalu ada sesuatu yang baru. Pengalaman dan pelajaran yang belum pernah kami rasakan,” tutup Era Patigo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menghadirkan 10 lagu dari <em>Who Knows Where Life Will Take You?</em> dalam format live, Reality Club memberi kesempatan kepada pendengar untuk melihat album tersebut dari sisi yang berbeda. Bukan hanya sebagai kumpulan rekaman yang selesai diproduksi, tetapi sebagai musik yang masih bisa berubah ketika dimainkan, disentuh oleh energi empat personel, dan dibiarkan memiliki sedikit ruang untuk kesalahan. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43127</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Sajama Cut Perluas Cowabunga Lewat Kolaborasi Alkateri, The Jansen hingga Sunwich</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/sajama-cut-perluas-cowabunga-lewat-kolaborasi-alkateri-the-jansen-hingga-sunwich/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 10:08:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Cowabunga Deluxe]]></category>
		<category><![CDATA[musik indie]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sajama Cut]]></category>
		<category><![CDATA[Synchronize Fest]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43122</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="cowabunga" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Sebuah album tidak selalu berhenti pada saat musiknya dirilis. Bagi Sajama Cut, perjalanan Cowabunga justru berlanjut setahun kemudian melalui Cowabunga Deluxe, proyek yang mempertemukan lagu-lagu mereka dengan interpretasi dari sejumlah musisi dan band lintas generasi di skena independen Indonesia. Dirilis pada 11 September 2026 melalui kerja sama Sajama Cut dengan demajors, Cowabunga Deluxe hadir dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sebuah album tidak selalu berhenti pada saat musiknya dirilis. Bagi <strong>Sajama Cut</strong>, perjalanan <em><strong>Cowabunga</strong></em> justru berlanjut setahun kemudian melalui <em><strong>Cowabunga Deluxe</strong></em>, proyek yang mempertemukan lagu-lagu mereka dengan interpretasi dari sejumlah musisi dan band lintas generasi di skena independen Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirilis pada 11 September 2026 melalui kerja sama Sajama Cut dengan demajors, <em>Cowabunga Deluxe</em> hadir dalam format double CD. Edisi ini memperluas materi album keenam Sajama Cut tersebut dengan melibatkan Alkateri, Eleanor Whisper, The Jansen, Water Heater, Patrivia, Sunwich, dan ASHN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan sekadar album tambahan, <em>Cowabunga Deluxe</em> memperlihatkan bagaimana satu karya dapat berubah ketika diterjemahkan oleh musisi dengan latar dan karakter musik yang berbeda. Lagu-lagu Sajama Cut mendapatkan pembacaan baru, sementara keterlibatan nama-nama dari generasi dan lingkar musik berbeda memperlihatkan hubungan antarskena yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan musik independen Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sajama Cut sendiri bukan nama baru dalam perjalanan musik independen Indonesia. Berbasis di Jakarta dan telah aktif sejak akhir 1990-an, band yang berpusat pada Marcel Thee telah melewati berbagai perubahan formasi dan pendekatan musik, dengan eksplorasi yang mencakup indie rock, noise pop, ambient, baroque pop, folk rock, lo-fi hingga electronica.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan tersebut menghasilkan sejumlah album yang kemudian menjadi bagian dari diskografi mereka, mulai dari <em>Apologia</em> pada 2002, <em>The Osaka Journals</em> pada 2005, <em>Manimal</em> pada 2010, <em>Hobgoblin</em> pada 2015, hingga <em>Godsigma</em> pada 2020. Lima tahun setelah <em>Godsigma</em>, Sajama Cut kembali dengan <em>Cowabunga</em> pada 11 Juli 2025 sebagai album keenam mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Cowabunga</em> sendiri berisi sembilan lagu dan membawa pendekatan yang lebih terbuka secara lirik. Dalam wawancara mengenai album tersebut, Marcel Thee menyebut <em>Cowabunga</em> sebagai versi “super saiyan” dari <em>Godsigma</em>, dengan materi yang lebih langsung dalam menyampaikan kegelisahan sekaligus mempertahankan ruang bagi harapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album tersebut dibuka dengan “Homili/Menatap Wajah Tuhan” dan berlanjut dengan lagu-lagu seperti “Kita Terbuat Dari Puing dan Tangisan”, “Di Masa Depan Kita Tak Lagi Bermimpi”, “Please Wait For Me Forever ∞”, “Devosi, Godskin &amp; Kebahagiaan Seutuhnya”, hingga rangkaian penutup “Telah Kutemukan Lagi Apa Yang Dapat Dicintai Dari Hidup Ini”. Materi inilah yang kemudian menjadi sumber interpretasi baru dalam <em>Cowabunga Deluxe</em>.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/7zbaCpKnFcDRxCvA6Srh7e?utm_source=generator&#038;si=4ed46a88912340bb" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, edisi <em>Deluxe</em> tidak hanya menambahkan lagu baru, tetapi memperlihatkan pertemuan karakter Sajama Cut dengan tujuh nama berbeda. Patrivia mengambil “Kita Terbuat Dari Puing dan Tangisan”, Sunwich menginterpretasikan “Debu-Debu Intan”, Water Heater menggarap “Di Masa Depan Kita Tak Lagi Bermimpi”, sementara Alkateri hadir melalui “Devosi, Godskin, dan Kebahagiaan Seutuhnya”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eleanor Whisper kemudian memberikan versinya terhadap “Telah Kutemukan Lagi Apa Yang Dapat Dicintai Dari Hidup Ini”, sedangkan The Jansen mengolah kembali “Kita Terbuat Dari Puing dan Tangisan”. ASHN turut hadir melalui interpretasi “Debu-Debu Intan”. Selain materi kolaborasi, album ini juga memuat “Absolute Sadness”, versi “Super Sad” dari “Tak Kutemukan Lagi Apa Yang Dapat Dicintai Dari Hidup Ini”, serta rekaman live “Di Masa Depan Kita Tak Lagi Bermimpi” dan “Homili/Menatap Wajah Tuhan”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan dengan band seperti The Jansen dan Alkateri juga memperlihatkan bagaimana <em>Cowabunga</em> bergerak melampaui satu generasi musik. The Jansen dikenal sebagai salah satu nama penting dalam perkembangan skena rock independen Indonesia, sementara Alkateri membawa pengalaman dari lingkungan musik alternatif yang juga dekat dengan kultur kolektif dan eksperimentasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama Patrivia juga memberikan konteks lain dalam proyek ini. Gitaris Patrivia, Arno Zarror, yang juga dikenal sebagai bagian dari Dongker, menyebut para personel Patrivia memang merupakan penggemar Sajama Cut dan melihat keterlibatan mereka sebagai kesempatan untuk memberikan warna lain terhadap lagu yang sudah dikenal pendengar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, ASHN membawa perspektif dari generasi yang lebih muda. Bryan dari ASHN menyebut “Debu-Debu Intan” sebagai salah satu lagu yang memiliki karakter magis, sekaligus mengungkapkan kehormatan bagi mereka untuk menghadirkan versi ASHN dalam album <em>Deluxe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Marcel Thee, pertemuan dengan para kolaborator justru membuka kemungkinan yang tidak seluruhnya dapat diprediksi sejak awal. Ia menyebut keterlibatan para musisi tersebut menghadirkan kejutan melalui tambahan dan interpretasi yang berbeda dari materi asli <em>Cowabunga</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Format fisik menjadi bagian lain yang membuat <em>Cowabunga Deluxe</em> memiliki konteks tersendiri. Sebelumnya, <em>Cowabunga</em> hadir dalam edisi kaset terbatas melalui Bojakrama Press, sedangkan edisi <em>Deluxe</em> kini tersedia dalam bentuk double CD melalui demajors.</p>



<p class="wp-block-paragraph">CD <em>Cowabunga Deluxe</em> dapat diperoleh melalui jaringan distribusi demajors. Kehadiran format fisik tersebut sekaligus memperpanjang kehidupan album sebagai objek yang tidak hanya didengarkan, tetapi juga dapat dimiliki dan dikoleksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan <em>Cowabunga Deluxe</em> kemudian tidak berhenti pada rilisan rekaman. Sajama Cut akan membawa konsep tersebut ke panggung melalui <strong>Sajama Cut Deluxe Set</strong> di Synchronize Fest 2026 pada 17 Oktober, dengan Sunwich, Eleanor Whisper, Alkateri, dan Patrivia dijadwalkan hadir sebagai kolaborator.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, <em>Cowabunga Deluxe</em> menjadi semacam perpanjangan umur bagi album yang dirilis setahun sebelumnya. Dari sembilan lagu pada album utama, Sajama Cut membuka ruang bagi musisi lain untuk membaca ulang materi tersebut, menghasilkan versi baru, dan kemudian membawanya kembali ke panggung dalam format kolaboratif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi band yang telah melewati lebih dari dua dekade perjalanan, pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa katalog lama tidak harus berhenti sebagai arsip. <em>Cowabunga</em> justru mendapatkan kehidupan baru melalui pertemuan dengan musisi lain, dari The Jansen dan Alkateri hingga Sunwich, Eleanor Whisper, Patrivia, Water Heater dan ASHN.<strong> XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43122</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/cowabunga-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Lea Simanjuntak Buka Babak Baru Lewat “Ruang di Hatimu”, Padukan Dunia Nyata dan AI</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/lea-simanjuntak-buka-babak-baru-lewat-ruang-di-hatimu-padukan-dunia-nyata-dan-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 09:19:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Lea Simanjuntak]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang di Hatimu]]></category>
		<category><![CDATA[video klip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43086</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Lea Simanjuntak" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Lea Simanjuntak kembali membuka babak baru dalam perjalanan musiknya lewat single “Ruang di Hatimu”. Tak hanya menghadirkan lagu dan video klip dengan pendekatan visual yang berbeda, karya ini juga diperkenalkan dalam acara Lea Simanjuntak Intimate Music, Film dan Teknologi yang digelar di Home Cult (17/09/26) Acara ini menjadi ruang bagi Lea untuk memperkenalkan lebih dekat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Lea Simanjuntak kembali membuka babak baru dalam perjalanan musiknya lewat single “Ruang di Hatimu”. Tak hanya menghadirkan lagu dan video klip dengan pendekatan visual yang berbeda, karya ini juga diperkenalkan dalam acara <strong>Lea Simanjuntak Intimate Music, Film dan Teknologi</strong> yang digelar di <strong>Home Cult</strong> (17/09/26)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara ini menjadi ruang bagi Lea untuk memperkenalkan lebih dekat proses kreatif di balik “Ruang di Hatimu”, termasuk pertemuan antara musik, film, dan teknologi. Video klip lagu ini memadukan rekaman live Lea dan para pemain dengan teknologi generative AI serta 3D untuk membangun dunia visual yang tidak seluruhnya bisa diwujudkan melalui pengambilan gambar konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single “Ruang di Hatimu” sendiri telah dirilis pada 9 September 2026 di berbagai layanan musik digital, sementara video musiknya diperkenalkan kepada publik pada 17 September 2026. Dalam video tersebut, penonton dibawa melewati sejumlah lanskap seperti hamparan bunga, gurun pasir hitam, pantai saat matahari terbenam, hutan berkabut, hingga adegan Lea berenang bersama seekor paus.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02.jpg" alt="Lea Simanjuntak" class="wp-image-43091" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_02-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Lea Simanjuntak</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, teknologi AI dalam produksi ini tidak digunakan untuk menggantikan sosok Lea. Rekaman asli tetap menjadi dasar untuk gerakan, ekspresi, lip sync, komposisi, dan penampilan Lea, sedangkan AI dan teknologi 3D digunakan untuk mengembangkan lingkungan serta detail visual di sekelilingnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep tersebut membuat video “Ruang di Hatimu” terasa seperti perjalanan antara dunia nyata dan ruang imajinatif. Sutradara <strong>Alain Goenawan</strong> dan <strong>Calengklik</strong> atau <strong>Galih Pratama</strong> mengolah sejumlah simbol visual, mulai dari hutan berkabut, laut, ruangan kaca, hamparan bunga hingga cermin, untuk menerjemahkan makna lagu ke dalam bahasa visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alain menjelaskan, cermin menjadi salah satu simbol yang dekat dengan pengalaman manusia ketika melihat dan menerima dirinya sendiri. Sementara ruangan kaca menggambarkan fase ketika seseorang berhenti melawan keadaan dan mulai berdamai dengan situasi yang sedang dihadapi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ruang di Hatimu” memang dapat dibaca sebagai lagu tentang cinta, tetapi bagi Alain, maknanya juga bisa lebih luas sebagai cerita tentang kehidupan. Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, sehingga seseorang perlu belajar menerima hal-hal yang datang secara tidak terduga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu kemudian tergambar melalui adegan Lea berada di laut dan berenang bersama seekor paus. Laut menjadi gambaran kehidupan yang tidak dapat sepenuhnya dikendalikan, sementara kemunculan paus menjadi sesuatu yang tidak terduga tetapi justru menghadirkan pengalaman yang membahagiakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Lea, proses penggarapan lagu ini juga menjadi pengalaman yang berbeda karena mempertemukan kembali dirinya dengan Nur Satriatama, yang akrab disapa Satrio Alexa, teman yang sudah dikenalnya sejak masa kuliah di Atma Jaya. Keduanya sebenarnya sudah lama saling mengenal dan pernah bermain musik bersama, tetapi proyek ini menjadi salah satu kesempatan pertama mereka bekerja secara lebih serius sebagai partner kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan tersebut bermula ketika Lea datang ke <strong>River Brick Studio</strong>. Ia membawa makanan dan datang bersama anak keduanya, tetapi justru pulang dengan perasaan lebih bersemangat untuk kembali berkarya setelah sebelumnya cukup lama berhenti bekerja karena situasi di rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satrio kemudian mengirimkan rough song kepada Lea pada keesokan harinya. Lea mendengarkan lagu tersebut saat berada di perjalanan dan langsung merasa lirik serta musiknya dekat dengan pengalaman yang sedang ia rasakan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="pbERtBB9_AQ"><iframe loading="lazy" title="Lea Simanjuntak - Ruang Dihatimu (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/pbERtBB9_AQ?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Malam harinya, Lea kembali datang ke studio untuk membicarakan bagian vokalnya. Proses tersebut berlangsung cukup natural karena keduanya sudah memiliki pemahaman satu sama lain, sehingga diskusi mengenai karakter lagu dan bagian vokal tidak membutuhkan terlalu banyak percobaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Natural aja, nggak dipaksain. Jadi memang kayak ngobrol, terus ketemu, terus ya sudah,” kata Lea mengenai proses kolaborasinya dengan Satrio.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari proses tersebut, produksi lagu berkembang cukup besar. Satrio menyebut ada sekitar 290 track yang dikerjakan dalam proses produksi, melibatkan sekitar 43 orang serta sejumlah pemain musik dan pengisi backing vocal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk bagian backing vocal saja, terdapat lebih dari 50 track yang direkam. Beberapa proses rekaman bahkan dilakukan di Yogyakarta sebelum seluruh elemen musik disatukan menjadi satu karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan serupa juga diterapkan pada produksi video musik. Lea dan para pemain direkam menggunakan latar putih dengan tracking marker, termasuk pengambilan gambar Lea di dalam air, kemudian lingkungan di sekitarnya dikembangkan menggunakan AI, compositing, pemetaan kedalaman, serta object tracking.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Galih, konsistensi kostum, pencahayaan, perspektif, dan pergerakan kamera menjadi bagian penting agar hasil gabungan footage nyata dan elemen digital tetap terasa menyatu. Tiga pergantian kostum Lea juga digunakan untuk menandai bagian atau babak berbeda dalam perjalanan visual video tersebut.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama.jpg" alt="Lea Simanjuntak bersama Satrio Alexa, Alain Gunawan dan Galih Pratama" class="wp-image-43089" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak-bersama-satrio-alexa-alain-gunawan-dan-galih-pratama-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Lea Simanjuntak bersama Satrio Alexa, Alain Gunawan dan Galih Pratama</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Satrio, bekerja dengan Lea juga memberikan ruang yang berbeda dibandingkan proses produksi dengan penyanyi yang masih berada pada tahap awal karier. Menurutnya, Lea sudah memiliki pengalaman dan karakter vokal yang kuat sehingga perhatian dalam produksi bisa lebih diarahkan pada bagaimana sebuah lagu dibawakan dan diberi rasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lea sendiri mengaku puas dengan hasil kolaborasi tersebut dan masih ingin menikmati serta mengeksplorasi “Ruang di Hatimu” lebih jauh. Ia belum memastikan apakah Satrio akan terus menjadi produser untuk karya berikutnya, tetapi pengalaman menggarap single ini membuka kemungkinan untuk kembali bekerja bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui “Ruang di Hatimu”, Lea berharap lagu tersebut tidak hanya didengarkan, tetapi juga dapat dirasakan oleh orang yang mendengarnya. Ia ingin lagu ini bisa menjadi bagian dari berbagai aktivitas, konten, maupun menemani orang yang sedang membutuhkan dorongan untuk kembali membuka hati dan menjalani hidup. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43086</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/lea-simanjuntak_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Aruma Bongkar Kisah Paling Personal di EP “Dan Ternyata Aku Cukup”, Ada Cerita Hubungannya dengan Sang Ayah</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/aruma-bongkar-kisah-paling-personal-di-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ada-cerita-hubungannya-dengan-sang-ayah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Aruma]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Separuh]]></category>
		<category><![CDATA[Dan Ternyata Aku Cukup]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sony Music]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=42928</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma--300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="aruma" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma--300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma--1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma--768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma--634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma--1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma--150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma--600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma--696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma--1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma-.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Aruma kembali membuka sisi paling personal dalam perjalanan hidupnya melalui EP terbaru “Dan Ternyata Aku Cukup”. Bukan sekadar kumpulan lima lagu, karya ini menjadi ruang bagi Aruma untuk membongkar luka, pola hubungan, rasa tidak cukup, hingga perjalanan panjangnya dalam berdamai dengan diri sendiri. Setelah EP tersebut mulai didengarkan publik, sejumlah cerita personal di balik lagu-lagunya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://xposeindonesia.com/tag/ep-terbaru-aruma/" data-type="post_tag" data-id="20723">Aruma</a> kembali membuka sisi paling personal dalam perjalanan hidupnya melalui EP terbaru <strong>“Dan Ternyata Aku Cukup”</strong>. Bukan sekadar kumpulan lima lagu, karya ini menjadi ruang bagi Aruma untuk membongkar luka, pola hubungan, rasa tidak cukup, hingga perjalanan panjangnya dalam berdamai dengan diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah EP tersebut mulai didengarkan publik, sejumlah cerita personal di balik lagu-lagunya pun ikut mencuri perhatian. Salah satunya datang dari lagu <strong>“Bulan Separuh”</strong>, yang ternyata memiliki kaitan erat dengan hubungan Aruma dan sang ayah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EP <strong>“Dan Ternyata Aku Cukup”</strong> menghadirkan lima lagu, yaitu <strong>“Pura-Pura Hidup Lagi”, “Jalan Buntu”, “Senyum Pada Sepi”, “Semoga Nanti”,</strong> dan <strong>“Bulan Separuh”</strong>. Kelima lagu tersebut lahir dari pengalaman yang berbeda, tetapi pada akhirnya memiliki satu benang merah, yakni perjalanan untuk belajar menerima dan merasa cukup dengan diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aku merasa EP ini bukan cuma kumpulan lagu, tapi seperti potongan-potongan buku harian yang akhirnya bisa aku bagikan ke orang lain,” ungkap Aruma mengenai karya terbarunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Aruma, proses mengumpulkan kelima lagu tersebut justru membawanya pada sebuah kesadaran baru. Ia menyadari bahwa cerita yang ditulis dalam waktu dan pengalaman berbeda ternyata sedang mengarah pada perjalanan emosional yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ada beberapa cerita dan perasaan yang memang sudah lama aku simpan dan akhirnya menemukan bentuknya lewat lagu, tapi ada juga lagu yang lahir dari pengalaman yang relatif baru,” kata Aruma. “Menariknya, ketika semua lagu dikumpulkan, aku baru sadar kalau ternyata semuanya sedang menceritakan perjalanan yang sama.”</p>



<h2 class="wp-block-heading">“Bulan Separuh” dan Kisah Personal Aruma dengan Sang Ayah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu cerita paling personal dalam EP ini hadir melalui <strong>“Bulan Separuh”</strong>. Lagu tersebut menggambarkan fase ketika Aruma pernah merasa dirinya tidak pernah benar-benar cukup, meski telah berusaha untuk menjadi versi terbaik dari dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, rasa tersebut ternyata tidak hadir begitu saja. Aruma mengungkapkan bahwa cerita dalam <strong>“Bulan Separuh”</strong> berkaitan dengan hubungan dirinya dan sang ayah yang pernah berada dalam fase kurang baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aruma pernah merasa dirinya tidak cukup di mata sang ayah. Perasaan tersebut kemudian menjadi bagian dari luka yang ia simpan dan akhirnya menemukan ruang untuk diceritakan melalui musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, lagu tersebut justru membuka jalan baru dalam hubungan keduanya. Setelah mendengar <strong>“Bulan Separuh”</strong>, sang ayah menghubungi Aruma dan menyampaikan permintaan maaf atas fase yang pernah mereka lalui.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momen tersebut menjadi pengalaman emosional tersendiri bagi Aruma. Hubungan keduanya kini disebut telah membaik, sekaligus membawa Aruma pada kesadaran bahwa dirinya sebenarnya tidak pernah benar-benar menjadi “bulan separuh”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti bulan yang terlihat berbeda dari sudut pandang manusia, Aruma menyadari bahwa dirinya tetap utuh. Perasaan tidak cukup yang selama ini ia bawa perlahan berubah menjadi pemahaman bahwa nilai diri tidak seharusnya ditentukan oleh pandangan orang lain.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="1200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep.jpg" alt="img 9968" class="wp-image-42932" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep.jpg 1200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-300x300.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-1024x1024.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-150x150.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-768x768.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-420x420.jpg 420w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-840x840.jpg 840w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-600x600.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-696x696.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-1068x1068.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-24x24.jpg 24w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-48x48.jpg 48w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/artwork-ep-dan-ternyata-aku-cukup-ep-96x96.jpg 96w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption class="wp-element-caption">img 9968</figcaption></figure></a></div>



<h2 class="wp-block-heading">Aruma Bongkar Pola Hubungan yang Terus Berulang</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Cerita personal lainnya hadir melalui lagu <strong>“Semoga Nanti”</strong>. Lagu tersebut juga menjadi salah satu karya yang sangat dekat dengan pengalaman pribadi Aruma, terutama mengenai pola dirinya dalam menjalani sebuah hubungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aruma mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kecenderungan untuk menjauh ketika sebuah hubungan mulai terasa semakin serius. Ketika mulai membuka hati dan membangun kedekatan dengan seseorang, ia justru merasa terdorong untuk menjaga jarak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesadaran mengenai pola tersebut menjadi bagian dari proses introspeksi yang kemudian ikut membentuk perjalanan EP <strong>“Dan Ternyata Aku Cukup”</strong>. Karya ini tidak hanya berbicara tentang kesedihan atau proses menuju kebahagiaan, tetapi juga usaha untuk memahami mengapa seseorang terus menghadapi persoalan yang sama dalam kehidupannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah lima lagu dalam EP tersebut saling terhubung. Aruma tidak mencoba memberikan jawaban instan, melainkan mengajak pendengar melihat proses panjang seseorang ketika berusaha memahami luka dan pola yang terus berulang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bukan Lagi Bertanya, tetapi Mulai Menemukan Jawaban</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dibandingkan dengan EP sebelumnya, <strong>“Bertumbuh”</strong>, Aruma merasa <strong>“Dan Ternyata Aku Cukup”</strong> hadir dengan pendekatan yang lebih personal dan introspektif. Perubahan tersebut juga memperlihatkan perkembangan perjalanan emosionalnya dalam beberapa tahun terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau dulu aku banyak bertanya, ‘Aku harus menjadi siapa?’ atau ‘Aku harus ke mana?’, sekarang aku mulai sampai di titik aku bisa bilang, ‘Mungkin aku tidak perlu menjadi siapa-siapa selain diriku sendiri,’” tutur Aruma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimat tersebut menjadi salah satu kunci untuk memahami keseluruhan EP ini. Jika sebelumnya Aruma banyak berada dalam fase mencari dan mempertanyakan arah, kini ia mulai sampai pada tahap menerima dirinya tanpa harus terus mengejar standar tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Judul <strong>“Dan Ternyata Aku Cukup”</strong> pun menjadi kesimpulan dari perjalanan tersebut. Aruma belajar bahwa dirinya tidak harus terus-menerus membuktikan nilai diri agar dicintai, dipilih, atau dianggap cukup oleh orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dulu aku sering merasa harus menjadi versi tertentu dari diriku supaya bisa dicintai, dipilih, atau dianggap cukup oleh orang lain,” ungkap Aruma. “Tapi kalimat ‘dan ternyata aku cukup’ memberiku kesadaran lain, yaitu tidak menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk terus meragukan diri sendiri.”</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="Z36o5DWdEdw"><iframe loading="lazy" title="Aruma - Dan Ternyata Aku Cukup (Full EP Lyric Visualizer)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Z36o5DWdEdw?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Lima Lagu, Lima Fase untuk Berdamai</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap lagu dalam EP ini membawa emosi dan cerita yang berbeda. Namun, kelimanya dapat dilihat sebagai bagian dari perjalanan seseorang yang sedang mencoba memahami dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada fase ketika seseorang berusaha <strong>“Pura-Pura Hidup Lagi”</strong> setelah melewati masa sulit. Ada pula saat ketika kehidupan terasa seperti <strong>“Jalan Buntu”</strong>, sementara seseorang belum menemukan arah untuk melanjutkan langkahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian hadir <strong>“Senyum Pada Sepi”</strong>, yang membawa pendengar pada proses belajar berdamai dengan kesendirian. Ada pula <strong>“Semoga Nanti”</strong>, yang menyimpan harapan sekaligus menggambarkan keraguan dan persoalan yang muncul dalam sebuah hubungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan tersebut akhirnya sampai pada <strong>“Bulan Separuh”</strong>. Lagu ini menjadi salah satu titik paling personal dalam EP, sekaligus membawa makna kuat tentang proses seseorang yang selama ini merasa tidak utuh sebelum akhirnya memahami bahwa dirinya tetap memiliki nilai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aruma berharap setiap pendengar dapat menemukan bagian dari dirinya dalam lima lagu tersebut. Ia juga ingin menyampaikan bahwa proses untuk memahami diri tidak selalu cepat dan setiap orang memiliki waktunya masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tidak apa-apa kalau prosesnya panjang dan hari ini masih merasa bingung, belum sembuh, atau belum tahu harus ke mana,” ungkap Aruma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan itu terasa semakin relevan dengan perjalanan yang disampaikan dalam <strong>“Dan Ternyata Aku Cukup”</strong>. EP ini tidak menawarkan gambaran tentang seseorang yang telah berhasil menyelesaikan seluruh persoalannya, tetapi tentang keberanian untuk melihat luka dan menerima bahwa proses untuk pulih memang membutuhkan waktu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dirayakan Bersama Arumanis</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan EP terbaru Aruma juga dirayakan bersama para penggemarnya yang dikenal sebagai <strong>Arumanis</strong> melalui sebuah intimate showcase. Dalam kesempatan tersebut, Aruma membawakan lagu-lagu dari karya terbarunya secara langsung dan berbagi momen spesial bersama penggemar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah kolaborasi. Raim Laode turut hadir dalam penampilan bersama Aruma, sementara Raissa Anggiani ikut tampil membawakan <strong>“Jalan Buntu”</strong>, menambah suasana hangat dalam perayaan karya terbaru Aruma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Aruma, <strong>“Dan Ternyata Aku Cukup”</strong> bukan sekadar penanda fase baru dalam perjalanan musiknya. EP ini juga menjadi catatan tentang bagaimana seseorang dapat berubah setelah melewati berbagai pengalaman, hubungan, luka, dan pertanyaan dalam hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, lima lagu tersebut membawa pendengar pada satu kesimpulan sederhana. Seseorang tidak harus sempurna, selalu kuat, atau selalu mengetahui arah hidupnya untuk memiliki nilai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkadang, perjalanan paling panjang adalah perjalanan untuk berhenti mencari pengakuan dari luar. Dan setelah melewati berbagai pertanyaan, luka, serta proses untuk berdamai, mungkin seseorang akhirnya dapat mengatakan kepada dirinya sendiri, <strong>“Dan ternyata, aku cukup.”</strong> <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42928</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/aruma--300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Synchronize Fest 2026 Umumkan Full Lineup, Hadirkan Empat Ruang Kurasi Musik</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/synchronize-fest-2026-umumkan-full-lineup-hadirkan-empat-ruang-kurasi-musik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 11:01:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Where Are They Now]]></category>
		<category><![CDATA[Festival musik]]></category>
		<category><![CDATA[Konser]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Synchronize Fest]]></category>
		<category><![CDATA[Synchronize Fest 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=42939</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="183" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/synchronize-fest-2026-300x183.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="synchronize fest 2026" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/synchronize-fest-2026-300x183.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/synchronize-fest-2026-1024x623.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/synchronize-fest-2026-768x467.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/synchronize-fest-2026-690x420.jpg 690w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/synchronize-fest-2026-150x91.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/synchronize-fest-2026-600x365.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/synchronize-fest-2026-696x424.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/synchronize-fest-2026-1068x650.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/synchronize-fest-2026.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Synchronize Fest 2026 resmi mengumumkan full lineup untuk penyelenggaraan tahun ke-11 yang akan berlangsung pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Mengusung kembali semangat “It&#8217;s Not Just a Festival, It&#8217;s a Movement”, festival ini tidak hanya menawarkan deretan musisi lintas generasi, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Synchronize Fest 2026 resmi mengumumkan full lineup untuk penyelenggaraan tahun ke-11 yang akan berlangsung pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Mengusung kembali semangat <strong>“It&#8217;s Not Just a Festival, It&#8217;s a Movement”</strong>, festival ini tidak hanya menawarkan deretan musisi lintas generasi, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi berbagai ekosistem musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tema tersebut kembali diangkat bukan sekadar untuk mengulang perjalanan yang sudah dilalui, melainkan menjadi momentum untuk mengingat alasan Synchronize Fest dibangun sejak awal. Setelah melewati lebih dari satu dekade, festival ini ingin kembali melihat musik dengan rasa ingin tahu, keberanian menemukan hal baru, sekaligus memberikan ruang bagi suara-suara yang mungkin belum banyak terdengar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengumuman full lineup tahun ini juga memperlihatkan karakter Synchronize Fest yang konsisten menghadirkan pertunjukan dengan konsep khusus. Sejumlah nama akan tampil melalui setlist dan format pertunjukan yang dirancang secara spesial dan belum tentu dapat ditemukan di festival musik lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa di antaranya adalah <strong>Konser Musikal Senja Teduh Pelita</strong> yang mempertemukan Maliq &amp; D&#8217;essentials dengan Jakarta Movin, <strong>Perunggu membawakan album Dalam Dinamika</strong>, serta <strong>Project Pop: 30 Tahun</strong>. Ada pula pertunjukan <strong>The Best Of 80&#8217;s Indonesian Pop Kreatif</strong> yang menghadirkan Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia dengan musik dari Nikita Dompas.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default td-modal-on-gallery wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1440" data-id="42945" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-2-curated-by.jpg" alt="sf26 full lineup 2 (curated by)" class="wp-image-42945" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-2-curated-by.jpg 1080w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-2-curated-by-225x300.jpg 225w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-2-curated-by-768x1024.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-2-curated-by-315x420.jpg 315w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-2-curated-by-630x840.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-2-curated-by-150x200.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-2-curated-by-300x400.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-2-curated-by-600x800.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-2-curated-by-696x928.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-2-curated-by-1068x1424.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption class="wp-element-caption">sf26 full lineup 2 (curated by)</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1440" data-id="42944" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-1-main-poster.jpg" alt="sf26 full lineup 1 (main poster)" class="wp-image-42944" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-1-main-poster.jpg 1080w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-1-main-poster-225x300.jpg 225w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-1-main-poster-768x1024.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-1-main-poster-315x420.jpg 315w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-1-main-poster-630x840.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-1-main-poster-150x200.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-1-main-poster-300x400.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-1-main-poster-600x800.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-1-main-poster-696x928.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/sf26_full-lineup-1-main-poster-1068x1424.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption class="wp-element-caption">sf26 full lineup 1 (main poster)</figcaption></figure>
</figure>



<h2 class="wp-block-heading">Reuni Musisi Lintas Generasi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Synchronize Fest 2026 juga menjadi ruang pertemuan kembali sejumlah musisi yang memiliki perjalanan panjang di industri musik Indonesia. Salah satu yang paling menarik adalah Geisha yang akan tampil dalam pertunjukan <strong>“A Retrospective Journey”</strong> bersama Momo, Roby, Aan, Dhan, Nard, dan Regina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Band asal Medan, Pijar, juga akan kembali berkumpul dan untuk pertama kalinya tampil di Synchronize Fest 2026. Pijar akan dipunggawai J. Alfredo pada vokal, Ican Pane pada gitar, dan Aul Daytona pada drum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momen reuni lainnya datang dari para idola girl group Indonesia era 2000-an melalui pertunjukan <strong>Indonesian Girl Group</strong>. Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, dan 7icons akan hadir bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, dan Sivia dengan musik dari Jebung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Veteran indie Ibu Kota, C&#8217;mon Lennon, juga akan kembali berkumpul dan tampil di Synchronize Fest 2026. Kehadiran nama-nama tersebut mempertegas posisi festival sebagai ruang pertemuan antara nostalgia, perjalanan musik Indonesia, dan generasi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain reuni, Synchronize Fest turut membawa sejumlah pertunjukan kolektif yang berangkat dari akar rumput. Ada <strong>Reggae Gang</strong> yang mempertemukan Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink &amp; Fahmi Aziz, serta Varid Putra Mbah Surip.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari skena hipdut hadir <strong>ANTINRML</strong> dengan Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, dan Bboogie. Sementara generasi emo 2000-an akan diwakili melalui <strong>Emo Revival</strong> bersama Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly era 2006, Killing Me Inside Re, Side-B era Thirteen 2009, dan The Side Project.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekuatan musik dari kawasan timur Indonesia juga mendapat ruang melalui <strong>Timur Basudara</strong> yang menghadirkan Anadok, Bringin Home, DJ Desa, Ecko Show, Fahmy Fay, Faris Adam, Jacson Zeran, Silet Open Up, Toton Caribo, dan Vendetta Rap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar berbagai pertunjukan khusus tersebut, sejumlah nama populer yang menjadi bagian penting dari pengalaman Synchronize Fest juga akan tampil. Lineup tersebut antara lain Afgan, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Monkey To Millionaire, Potret, Rumahsakit, Sal Priadi, The Changcuters, The Jansen, The Panturas, The Upstairs, Alkateri: Expanded Session, Ayu Ting Ting, Bernadya, Hindia, .Feast, Rizky Febian &amp; Mahalini, Souljah, Wali, Duo Maia, Endank Soekamti, The Adams, J-Rocks, Nadhif Basalamah, Vierratale, dan masih banyak lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Empat Ruang Kurasi untuk Beragam Wajah Musik Indonesia</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Synchronize Fest 2026 memperluas pendekatan kuratorial dengan menggandeng empat entitas dari ekosistem musik Indonesia. Kolaborasi tersebut menghadirkan perspektif berbeda melalui <strong>Gigs Stage, Oleng Upuk, Panggung Getarrr, dan RedWhite Jazz Lounge</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Gigs Stage</strong> dikurasi oleh Krapela, ruang modular kreatif yang berbasis di Blok M, Jakarta Selatan. Untuk debutnya sebagai kurator Synchronize Fest, Krapela membawa spektrum luas musik bawah tanah dari berbagai genre dan subgenre dengan menghadirkan Alice, Aryo Adhianto, Baur, Coldskin, Det-Plag Lust, Dirty Dogs Aggression, Gnarly Club, Jo Soegono, Mad Madmen, Masakre, Of Wax, Passive Income, Patras, Peron, Quest*, Rantau, Remuk, dan Sunne.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, <strong>Oleng Upuk</strong> dikurasi oleh LaMunai Records, label independen asal Jakarta yang didirikan Rendi Pratama dan dikenal dengan aktivitas pengarsipan, pelestarian, serta perilisan ulang karya musik klasik Indonesia. Ruang ini membawa pergerakan kolektif dansa bawah tanah dan musik elektronik ke panggung festival melalui nama-nama seperti Aneka Nada Selekta, Bagvs, Cristal No. 5, Dangerdope, Danny, Disko Tanah, Habibi Funk, Dizkorea, Prontaxan, Jiwa Jiwa, Kenya, Lamunai Music Services, Mantaslcmate X Muztang, Noirlab, Pak Kardiman, PNNY, Poppin Class, Dub Container, Radio Rumah Oma, SingSing Berkaraoke, Uda Sjam, Walearic, Wicker Basket, Quirk It!, hingga penampilan spesial Dipha Barus: Pop Samping.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Panggung Getarrr</strong> kembali dikurasi oleh kolektif Kobra Musik yang dipimpin Dado Darmawan. Berangkat dari kultur orkes dan eksplorasi alat musik gendang, panggung ini menghadirkan Babaloman, Clever Moose, Deandra Nadira, El Karmoya, Kelalawar Malam, Maria Tambun, Santet, OM PMR, Olsam, OM New Eleng, Orkes Bagong Februari, Orkes Ndugal NDGJ, Orkes Nunung CS, Orkes Trotoar, OT The Hendrix, Sukses Lancar Rejeki, Symphoni Polyphonic Geng Format Black Sabar, dan Tahlilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ruang keempat adalah <strong>RedWhite Jazz Lounge</strong>, yang dikurasi langsung oleh pendirinya sekaligus legenda musik jazz Indonesia, Indra Lesmana. Konsep ini menghadirkan kembali atmosfer RedWhite Jazz Lounge yang pernah menjadi ruang berkumpul para musisi dan penikmat jazz di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sekitar 2011.</p>



<p class="wp-block-paragraph">RedWhite Jazz Lounge di Synchronize Fest 2026 akan menawarkan pengalaman yang meliputi jam session, live session, DJ set, talkshow, hingga games. Sejumlah nama yang akan tampil di antaranya Gerald Situmorang, Linlefingers, Song Brothers, EQ Puradiredja, Kenny Gabriel, LLW, Greybox, Bergas, dan Teza Sumendra.</p>


<div class="wp-block-image">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket.jpg" class="td-modal-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1440" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket.jpg" alt="harga tiket" class="wp-image-42943" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket.jpg 1080w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-225x300.jpg 225w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-768x1024.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-315x420.jpg 315w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-630x840.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-150x200.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-300x400.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-600x800.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-696x928.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-1068x1424.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption class="wp-element-caption">harga tiket</figcaption></figure></a></div>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Dengan pendekatan tersebut, Synchronize Fest 2026 tidak hanya menempatkan festival sebagai tempat menonton pertunjukan musik. Festival ini ingin menjadikannya sebagai ruang gerak bagi komunitas, kolektif, label, musisi, pelaku kreatif, dan penonton untuk bertemu, bertukar energi, serta membangun pengalaman bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring pengumuman full lineup, Synchronize Fest 2026 juga membuka penjualan tiket harian. Harga <strong>Daily Early Entry</strong> yang berlaku untuk pengunjung yang masuk sebelum pukul 14.00 WIB dibanderol <strong>Rp285.000</strong>, sedangkan <strong>Regular Daily</strong> sebesar <strong>Rp385.000</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kategori tiga hari, tiket <strong>Regular 3 Day Pass</strong> dibanderol <strong>Rp700.000</strong>. Sementara tiket <strong>On The Spot</strong> pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 tersedia dengan harga Rp900.000 untuk 3 Day Pass dan Rp485.000 untuk Daily Pass.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh harga tiket tersebut sudah termasuk pajak dan biaya penanganan. Informasi lebih lanjut mengenai Synchronize Fest 2026 dapat diperoleh melalui situs resmi Synchronize Festival.<strong> XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42939</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/synchronize-fest-2026-300x183.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="183" />	</item>
		<item>
		<title>Mario G Klau dan Grace Kaitlin Bongkar Hubungan yang Terlalu Lama Dipendam Lewat “Riuh”</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/mario-g-klau-dan-grace-kaitlin-bongkar-hubungan-yang-terlalu-lama-dipendam-lewat-riuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 10:21:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Grace Kaitlin]]></category>
		<category><![CDATA[Mario G Klau]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Riuh]]></category>
		<category><![CDATA[single terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=42934</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="mario x grace" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Berapa lama seseorang bisa terus mengalah demi mempertahankan sebuah hubungan? Pertanyaan itulah yang terasa kuat dalam “Riuh”, single terbaru Mario G Klau yang kali ini mempertemukannya dengan Grace Kaitlin dalam sebuah duet tentang ego, gengsi, dan perasaan yang terlalu lama disimpan. Alih-alih menghadirkan kisah cinta yang manis, “Riuh” membawa pendengar ke sisi hubungan yang lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Berapa lama seseorang bisa terus mengalah demi mempertahankan sebuah hubungan? Pertanyaan itulah yang terasa kuat dalam <strong>“Riuh”</strong>, single terbaru <strong>Mario G Klau</strong> yang kali ini mempertemukannya dengan <strong>Grace Kaitlin</strong> dalam sebuah duet tentang ego, gengsi, dan perasaan yang terlalu lama disimpan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih menghadirkan kisah cinta yang manis, <strong>“Riuh”</strong> membawa pendengar ke sisi hubungan yang lebih rumit. Ada dua orang yang sebenarnya masih memiliki rasa, tetapi semakin sulit menemukan ruang untuk berbicara karena masing-masing terjebak dalam ego dan ketakutan akan kehilangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Mario, <strong>“Riuh”</strong> bukan sekadar lagu tentang pertengkaran pasangan. Lagu ini bercerita tentang perasaan yang terus dipendam ketika seseorang terlalu lama mengikuti keinginan pasangannya hingga perlahan kehilangan ruang untuk menjadi dirinya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Riuh itu suara keras kepala dari semua orang. Kadang ada banyak hal yang tidak bisa kita ungkapkan secara langsung karena ada gengsi, ego, atau rasa takut kalau hubungan itu justru berakhir ketika semuanya diucapkan,” ungkap Mario.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut tergambar melalui penggalan lirik <strong>“Semenjak ku ikuti caramu, semenjak mengiyakan maumu&#8230;”</strong>. Kalimat sederhana itu menjadi gambaran seseorang yang terus berkata iya demi menjaga hubungan, sampai akhirnya berbagai kekecewaan dan kelelahan menumpuk menjadi semacam bom waktu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada titik tertentu, mengambil jarak justru menjadi pilihan. Bukan untuk mengakhiri hubungan, melainkan memberi kesempatan kepada masing-masing pihak untuk menenangkan pikiran sebelum kembali mencari jalan keluar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mario G Klau Pilih Grace Kaitlin</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kekuatan cerita <strong>“Riuh”</strong> semakin terasa melalui format duet Mario dan Grace. Keduanya tidak tampil seperti pasangan yang sedang beradu argumen, melainkan seperti dua orang yang sama-sama sedang membuka pengalaman dan sudut pandang tentang sebuah hubungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut membuat lagu terasa seperti percakapan yang intim. Tidak ada kesan saling menyalahkan, melainkan dua suara yang mencoba memahami bagaimana sebuah hubungan bisa menjadi begitu riuh ketika terlalu banyak hal tidak pernah dibicarakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mario pun mengaku sejak awal merasa <strong>Grace Kaitlin</strong> adalah sosok yang tepat untuk membawakan lagu tersebut. Karakter vokal Grace yang dinilainya polos, tulus, dan tidak berlebihan dianggap mampu menjaga kejujuran emosi yang menjadi kekuatan utama lagu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Lagu ini terlalu jujur untuk dibawakan oleh seseorang yang berpura-pura. Grace menyanyikannya dengan sangat tulus. Rasanya seperti dua orang yang sedang duduk dan ngobrol, bukan sedang menunjukkan kemampuan teknik bernyanyi,” jelas Mario.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perpaduan karakter vokal keduanya membuat <strong>“Riuh”</strong> tidak terdengar seperti duet yang sekadar mengandalkan harmonisasi suara. Mario dan Grace justru membangun atmosfer seperti sebuah dialog, sehingga emosi dalam lirik terasa lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="WcUUOuEYMy4"><iframe loading="lazy" title="Mario G. Klau &amp; Grace Kaitlin - Riuh (Official Lyric Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/WcUUOuEYMy4?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Ketika Terlalu Lama Mengalah Justru Menjadi Masalah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kekuatan <strong>“Riuh”</strong> terletak pada cerita yang sangat mudah ditemukan dalam kehidupan nyata. Tidak sedikit hubungan yang terlihat baik-baik saja dari luar, sementara di dalamnya terdapat banyak hal yang sebenarnya belum pernah diselesaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada rasa kecewa yang dipendam karena takut memicu pertengkaran. Ada keinginan yang akhirnya dikalahkan demi pasangan, hingga tanpa sadar seseorang mulai kehilangan dirinya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di situlah “riuh” dalam lagu Mario dan Grace menemukan maknanya. Bukan hanya suara pertengkaran, tetapi juga suara dari berbagai emosi yang sejak lama tidak menemukan jalan untuk keluar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aransemen yang emosional semakin memperkuat suasana tersebut. Permainan vokal Mario dan Grace dibuat saling melengkapi sehingga pendengar dapat merasakan perubahan emosi dari menahan perasaan, mengambil jarak, hingga mencoba memahami kembali apa yang sebenarnya terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mario bahkan menyarankan <strong>“Riuh”</strong> didengarkan pada malam hari. Saat suasana lebih tenang, lagu ini diharapkan bisa menjadi teman bagi pendengar untuk melihat kembali hubungan dan perasaan yang mungkin selama ini mereka abaikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">“Riuh” Bisa Jadi Cerita Siapa Saja</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui single ini, Mario G Klau dan Grace Kaitlin tidak menawarkan jawaban sederhana mengenai bagaimana sebuah hubungan harus diselesaikan. Keduanya justru membuka ruang bagi pendengar untuk menemukan interpretasi dan pengalaman mereka sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebab, setiap hubungan memiliki bentuk “riuh” yang berbeda. Ada yang muncul karena terlalu banyak mengalah, ada yang lahir dari gengsi, dan ada pula yang terjadi karena dua orang terlalu takut untuk mengatakan apa yang sebenarnya mereka rasakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, keberanian untuk berbicara menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Sebab terkadang, hubungan tidak benar-benar membutuhkan siapa yang menang dalam sebuah perdebatan, tetapi dua orang yang bersedia berhenti sejenak, mendengarkan, dan jujur mengenai apa yang mereka rasakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Riuh”</strong> dari <strong>Mario G Klau featuring Grace Kaitlin</strong> kini dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming musik digital. Music video lyric lagu ini juga telah tersedia untuk menemani pendengar menyelami kisah di balik hubungan yang terlalu lama menyimpan banyak kata. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42934</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/mario-x-grace-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
