<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Music &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/music/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2026 12:28:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Music &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kerispatih dan Sammy Simorangkir Kembali Satu Panggung di Kenangan Festival, Siap Bangkitkan Nostalgia Lagu Cinta</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/kerispatih-dan-sammy-simorangkir-kembali-satu-panggung-di-kenangan-festival-siap-bangkitkan-nostalgia-lagu-cinta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2026 12:28:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Where Are They Now]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Kerispatih]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sammy Simorangkir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43605</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Kenangan Festival" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ada lagu yang cukup didengar beberapa detik untuk membawa seseorang kembali ke masa lalu. Mengingatkan pada cinta pertama, hubungan yang kandas, atau seseorang yang pernah begitu berarti. Kenangan semacam inilah yang ingin dihidupkan Kopi Kenangan melalui Kenangan Festival, festival musik perdana yang mengusung tema “Kembali ke Mantan”. Digelar pada 7 November 2026, Kenangan Festival menghadirkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ada lagu yang cukup didengar beberapa detik untuk membawa seseorang kembali ke masa lalu. Mengingatkan pada cinta pertama, hubungan yang kandas, atau seseorang yang pernah begitu berarti. Kenangan semacam inilah yang ingin dihidupkan Kopi Kenangan melalui <strong>Kenangan Festival</strong>, festival musik perdana yang mengusung tema “Kembali ke Mantan”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Digelar pada 7 November 2026, Kenangan Festival menghadirkan sederet musisi yang lagu-lagunya lekat dengan perjalanan emosional pendengar Indonesia. Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah pertemuan <strong>Kerispatih dan Sammy Simorangkir dalam satu panggung</strong>. Momen ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar yang tumbuh bersama lagu-lagu pop melankolis era 2000-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama Kerispatih dan Sammy memiliki tempat khusus dalam perjalanan musik pop Indonesia. Kerispatih dikenal lewat lagu-lagu bertema cinta, kehilangan, penyesalan, dan kesetiaan yang mudah melekat di hati pendengar. Melodi yang kuat serta lirik yang emosional membuat karya-karya mereka menjadi teman bagi banyak orang saat jatuh cinta, menghadapi perpisahan, hingga mencoba berdamai dengan masa lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Sammy Simorangkir dikenal sebagai vokalis dengan karakter suara yang khas dan penghayatan kuat saat membawakan lagu-lagu bernuansa emosional. Suaranya menjadi bagian penting dari perjalanan Kerispatih pada era ketika lagu-lagu seperti “Mengenangmu”, “Bila Rasaku Ini Rasamu”, dan “Aku Harus Jujur” begitu akrab di telinga pencinta musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah Sammy tidak lagi bersama Kerispatih, perjalanan musik keduanya berlanjut melalui jalan masing-masing. Sammy membangun karier sebagai penyanyi solo, sementara Kerispatih terus melanjutkan kiprahnya dengan formasi dan perjalanan musikal tersendiri. Karena itu, kesempatan menyaksikan keduanya tampil dalam satu acara menghadirkan daya tarik nostalgia yang berbeda: bukan sekadar mendengar kembali lagu-lagu lama, tetapi juga mengingat perjalanan panjang musik dan orang-orang yang pernah menjadi bagian di dalamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah banyaknya lagu baru dan tren musik yang terus berganti, karya-karya Kerispatih tetap memiliki tempat bagi pendengar yang mengenalnya sejak awal. Lagu-lagu tersebut tidak hanya hidup sebagai hiburan, tetapi juga menjadi penanda masa tertentu dalam kehidupan seseorang. Ada yang mengingatnya sebagai lagu masa sekolah, ada pula yang mengaitkannya dengan kisah cinta yang belum sepenuhnya terlupakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tema “Kembali ke Mantan” terasa sejalan dengan semangat tersebut. Bukan berarti mengajak orang mengulang hubungan yang telah berakhir, melainkan membuka ruang untuk menengok kembali kenangan melalui musik—dengan segala cerita, rasa kehilangan, dan pengalaman yang menyertainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sammy Simorangkir pun menyambut antusias kehadirannya di festival ini. Baginya, musik memiliki kemampuan istimewa untuk membawa pendengar kembali pada momen tertentu dalam hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Senang sekali bisa menjadi bagian dari Kenangan Festival, apalagi dengan tema ‘Kembali ke Mantan’ yang dekat dengan banyak cerita dan pengalaman orang. Buat saya, musik punya cara tersendiri untuk membawa kita kembali ke momen-momen tertentu dalam hidup,” ujar Sammy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Antusiasme serupa disampaikan <strong>Arief Morada</strong> dari Kerispatih. Ia menilai kesempatan membawakan kembali lagu-lagu Kerispatih secara langsung di hadapan penggemar menjadi pengalaman yang spesial, mengingat karya-karya band tersebut telah menemani pendengar melalui berbagai fase kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sangat antusias bisa tampil di Kenangan Festival dan menjadi bagian dari acara yang mengangkat kenangan melalui musik. Lagu-lagu Kerispatih telah menemani banyak pendengar dalam berbagai fase kehidupan, dan bisa membawakannya kembali secara langsung di hadapan para penggemar tentu menjadi pengalaman yang spesial,” ujar Arief.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01.jpg" alt="Kenangan Festival" class="wp-image-43606" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_01-1068x708.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kenangan Festival</figcaption></figure></a></div>



<h2 class="wp-block-heading">Kenangan Festival, dari Lagu Galau hingga Musik Generasi Masa Kini</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kerispatih dan Sammy Simorangkir bukan satu-satunya alasan untuk menantikan Kenangan Festival. Acara ini juga menghadirkan JKT48 feat. Shani, Naykilla, Kangen Band, serta kolaborasi spesial Mahalini dan Yura Yunita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Deretan penampil tersebut menawarkan warna musik yang beragam. Dari lagu-lagu yang identik dengan kisah cinta dan patah hati, energi pop yang dekat dengan generasi muda, hingga penampilan kolaboratif yang mempertemukan karakter vokal berbeda. Perpaduan ini membuat Kenangan Festival tidak hanya menyasar mereka yang ingin bernostalgia dengan musik era 2000-an, tetapi juga pendengar yang mengikuti perkembangan musik Indonesia saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran Kangen Band, misalnya, menambah nuansa nostalgia lewat lagu-lagu yang telah lama menjadi bagian dari budaya pop Indonesia. Sementara JKT48 feat. Shani dan Naykilla menghadirkan warna yang lebih dekat dengan lanskap musik populer masa kini. Adapun kolaborasi Mahalini dan Yura Yunita menjadi salah satu penampilan yang patut dinantikan karena mempertemukan dua penyanyi dengan karakter musikal masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat susunan penampil tersebut, Kenangan Festival berupaya merangkul berbagai generasi pendengar. Sebab, kenangan tidak selalu berasal dari masa yang sama. Setiap orang memiliki lagu yang menyimpan cerita, dan sebuah festival musik dapat menjadi tempat untuk kembali merasakan emosi yang pernah hadir ketika lagu itu pertama kali didengar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Aryo Ardiarso Wibisono</strong>, Head of Kenangan Festival, mengatakan acara ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar menikmati pertunjukan musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Melalui Kenangan Festival, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati musik. Kami berharap festival ini dapat menjadi ruang bagi para pengunjung untuk berkumpul, berbagi kenangan, dan menikmati lagu-lagu yang memiliki arti tersendiri dalam hidup mereka,” ujar Aryo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai festival musik pertama dari Kopi Kenangan, Kenangan Festival membawa pendekatan yang dekat dengan keseharian pendengarnya: menjadikan lagu sebagai pintu masuk untuk mengingat kembali orang, tempat, dan momen yang pernah mewarnai hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, daya tarik “Kembali ke Mantan” bukan semata-mata tentang hubungan yang telah usai. Ada perjalanan tumbuh dewasa, persahabatan, cinta pertama, hingga pengalaman yang membentuk seseorang. Dan ketika Kerispatih serta Sammy Simorangkir kembali hadir dalam satu panggung, lagu-lagu yang pernah menjadi soundtrack kehidupan itu berpeluang menghadirkan kembali cerita yang selama ini tersimpan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi penggemar Kerispatih, Sammy Simorangkir, dan musik pop Indonesia era 2000-an, Kenangan Festival menjadi kesempatan untuk bernyanyi bersama, mengingat masa lalu, sekaligus menikmati bagaimana lagu-lagu penuh kenangan tetap menemukan tempatnya di hati pendengar lintas generasi. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kenangan-festival_02-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Baru 8 Tahun, Shelyn Adlyani Manggung Bareng Dua Band dalam Semalam Tanpa Latihan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/baru-8-tahun-shelyn-adlyani-manggung-bareng-dua-band-dalam-semalam-tanpa-latihan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2026 07:10:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Variety]]></category>
		<category><![CDATA[Drummer Cilik]]></category>
		<category><![CDATA[Juan Reza]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Shelyn Adlyani]]></category>
		<category><![CDATA[Sorong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43595</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Shelyn Adlyani Hendroharto" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Baru berusia delapan tahun, Shelyn Adlyani Hendroharto sudah berani duduk di balik drum dan bermain bersama para musisi dewasa. Drummer cilik asal Sorong, Papua Barat Daya, ini mencuri perhatian setelah tampil bersama dua band berbeda di dua kafe dalam satu malam, tanpa latihan bareng sebelumnya. Bukan cuma soal usianya yang masih belia. Shelyn juga punya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Baru berusia delapan tahun, <strong>Shelyn Adlyani Hendroharto</strong> sudah berani duduk di balik drum dan bermain bersama para musisi dewasa. Drummer cilik asal Sorong, Papua Barat Daya, ini mencuri perhatian setelah tampil bersama dua band berbeda di dua kafe dalam satu malam, tanpa latihan bareng sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan cuma soal usianya yang masih belia. Shelyn juga punya kemampuan menghafal lagu dengan cepat dan mengikuti permainan band yang baru ditemuinya di atas panggung. Berbekal kepekaan terhadap irama dan konsentrasi, ia bisa langsung masuk ke alur musik tanpa harus lebih dulu menjalani latihan bersama para personel band.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momen itu terjadi pada 18 September 2026. Sekitar pukul 20.00 WIT, Shelyn lebih dulu tampil bersama Tosca Band di Wabi Sabi Cafe. Selama kurang lebih satu setengah jam, ia mengiringi sejumlah lagu bersama para personel yang semuanya berusia dewasa. Setelah penampilan pertama selesai, ia berpindah ke Selagi Dingin Cafe untuk kembali bermain drum bersama band Selagi Atmost.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua panggung dalam satu malam tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi anak seusianya. Apalagi, Shelyn harus menyesuaikan permainan dengan band berbeda tanpa latihan bersama lebih dulu. Ia dituntut mendengarkan permainan musisi lain, menjaga tempo, dan memastikan ketukan drumnya tetap sejalan dengan lagu yang dibawakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sang ayah, penyanyi <strong>Agus Dhukun</strong>, melihat kemampuan musikal Shelyn sebagai sesuatu yang menonjol. Menurut penyanyi yang dikenal lewat lagu “Warteg” dan “Hitam Putih” itu, putrinya terbiasa mendengarkan lagu satu atau dua kali, menghafalnya, lalu mencoba memainkannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Shelyn anak yang berbakat luar biasa. Ia selalu tampil penuh percaya diri,” ujar Agus. Kebiasaan itulah yang membuat Shelyn berani menghadapi tantangan di atas panggung. Ia tidak harus menunggu lama untuk mengenali sebuah lagu, meski kemampuan tersebut tetap dibangun lewat proses belajar dan latihan yang rutin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu-lagu yang dimainkannya pun cukup beragam. Ada “Genit” dan “Sakit Hati” dari Type-X, “Jogja Istimewa”, “Pergi Pagi Pulang Pagi”, “Empat Mata”, “Puspa” dari ST12, hingga “Bring Me to Life” milik Evanescence dan “Ngapain Mo Repot”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari lagu-lagu tersebut, Shelyn mendapat kesempatan memainkan karakter musik yang berbeda. Ia harus mengikuti perubahan tempo dan menjaga irama agar permainan drumnya tetap menyatu dengan musik yang dibawakan band.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale.jpg" alt="Shelyn Adlyani Hendroharto bersama Juan Reza Penyanyi lagu Tabola Bale" class="wp-image-43596" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-a-h-bersama-juan-reza-penyanyi-lagu-tabola-bale-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Shelyn Adlyani Hendroharto bersama Juan Reza Penyanyi lagu Tabola Bale</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuannya bukan hanya terlihat saat semuanya berjalan lancar. Dalam sebuah video penampilan ketika berusia tujuh tahun, stik drum Shelyn sempat terjatuh di tengah permainan. Alih-alih panik atau berhenti, ia mengambil stik cadangan dan kembali bermain. Pada kesempatan lain, ketika stiknya terlempar, ia terlihat berusaha mengambilnya kembali sebelum melanjutkan iringan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momen seperti itu memperlihatkan bagaimana Shelyn berusaha tetap tenang ketika menghadapi kejadian tak terduga. Bagi seorang drummer, menjaga konsentrasi dan tidak kehilangan tempo merupakan bagian penting dari permainan, terlebih ketika tampil bersama musisi lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agus pun menilai kemampuan musikal putrinya terus berkembang. Namun, di balik penampilannya yang terlihat percaya diri, ada latihan yang tetap harus dijalani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Shelyn rutin mengasah kemampuan bermain drum di Purwacaraka Music Sorong, di bawah bimbingan Yada Simamora. Di sana, ia mempelajari teknik dasar sekaligus melatih kepekaan terhadap ritme. Pengalaman manggung kemudian memberinya kesempatan untuk menerapkan kemampuan tersebut dalam situasi yang berbeda-beda.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengagumi Titi Radjo, Pernah Tampil Bersama Juan Reza</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di antara musisi yang dikaguminya, Shelyn menaruh perhatian pada komposer<strong> Titi Radjo Padmaja</strong>. Kecintaannya pada musik juga membawanya bertemu dan tampil bersama Juan Reza, penyanyi yang dikenal lewat lagu “Tabola Bale”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Shelyn sendiri pernah menarik perhatian lewat permainan drum saat membawakan lagu “Tabola Bale”. Selain tampil bersama band, ia juga mendapat kesempatan menjadi bintang tamu di sejumlah podcast dan media untuk berbagi cerita sekaligus menunjukkan kemampuannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Shelyn mengenal dunia musik lebih luas. Ia bisa belajar dari para musisi yang ditemuinya, sekaligus menguji kemampuannya di hadapan penonton yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat tampil di Selagi Dingin Cafe, kehadiran Shelyn juga menciptakan suasana yang berbeda bagi pengunjung. Seorang anak perempuan berusia delapan tahun yang bermain drum bersama musisi dewasa tentu menjadi pemandangan yang tak biasa. Penampilannya bahkan menarik perhatian pengunjung yang sudah sering datang ke kafe tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski mulai mendapat kesempatan tampil di berbagai tempat, Shelyn tetap menjalani kesehariannya sebagai pelajar. Aktivitas musiknya berlangsung di sela-sela sekolah dan waktu bermain, sementara latihan rutin menjadi bagian dari upayanya mengembangkan kemampuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Shelyn, perjalanan sebagai drummer masih panjang. Namun, keberaniannya naik panggung, kemampuannya mengikuti permainan band tanpa latihan bersama, dan kesediaannya terus belajar menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Sorong, Shelyn Adlyani mulai menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk mengenal panggung. Yang membuatnya menarik bukan semata-mata karena ia masih anak-anak, melainkan bagaimana ia berusaha mendengarkan, mengikuti irama, dan tetap bermain ketika menghadapi situasi yang tak selalu berjalan sesuai rencana. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/shelyn-adlyani-hendroharto-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Float Rilis EP Constant Changes dan Single ‘Yang Kembali Pulih’, Bawa Pesan tentang Filosofi Luka</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/float-rilis-ep-constant-changes-dan-single-yang-kembali-pulih-bawa-pesan-tentang-filosofi-luka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2026 08:06:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Constant Changes]]></category>
		<category><![CDATA[Float]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Yang Kembali Pulih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43557</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="float 01" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Float resmi merilis EP terbaru bertajuk Constant Changes, yang hadir bersama single ‘Yang Kembali Pulih’. Melalui rilisan ini, band tersebut membawa pesan tentang ketangguhan, keberanian menghadapi kecemasan, serta proses bangkit dari keterpurukan. Lewat ‘Yang Kembali Pulih’, Float mengajak pendengarnya untuk tidak sekadar meratapi luka, tetapi juga belajar menerima pengalaman pahit sebagai bagian dari perjalanan hidup. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Float resmi merilis EP terbaru bertajuk <em>Constant Changes</em>, yang hadir bersama single ‘Yang Kembali Pulih’. Melalui rilisan ini, band tersebut membawa pesan tentang ketangguhan, keberanian menghadapi kecemasan, serta proses bangkit dari keterpurukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat ‘Yang Kembali Pulih’, Float mengajak pendengarnya untuk tidak sekadar meratapi luka, tetapi juga belajar menerima pengalaman pahit sebagai bagian dari perjalanan hidup. Lagu ini menjadi pengingat bahwa luka tidak selalu menjadi tanda kelemahan. Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang berani menghadapi keraguan dan menerjang badai kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vokalis sekaligus penulis lagu Float, Hotma “Meng” Roni Simamora, menjelaskan bahwa ‘Yang Kembali Pulih’ menjadi salah satu fondasi awal EP <em>Constant Changes</em> yang mulai digarap pada masa transisi setelah pandemi, tepatnya pada 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Berangkat dari kata ‘bilur’ atau bekas luka, luka yang dibasuh iman justru menyimbolkan kekuatan. Bermodal percaya, masa terpuruk terbukti bikin kita makin kuat bangkit. Kecemasan nggak boleh jadi rintangan. Lagu ini membawa spirit untuk berani menerjang badai,” ungkap Meng.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan tersebut kemudian diterjemahkan melalui eksplorasi aransemen dan ritme yang melibatkan seluruh personel Float. Binsar Tobing, yang mengisi posisi bass, menceritakan bahwa lagu ini berawal dari rekaman <em>voice note</em> Meng pada 2021. Dalam proses penggarapannya, ia memilih pendekatan minimalis untuk menghasilkan fondasi musik yang tetap kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Lagu ini berawal dari <em>voice note</em> Meng di tahun 2021, dan di sini gue bereksperimen rekam bass dengan pendekatan minimalis namun bertenaga agar fondasi lagunya terasa kokoh menghantam keraguan,” jelas Binsar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi permainan drum, Timur Segara mengungkapkan bahwa proses rekaman lagu ini berlangsung cukup panjang dan diwarnai diskusi mengenai arah aransemen. Pada tahap awal, musiknya terasa megah, tetapi karakter permainan drum sempat dianggap terlalu liar setelah lirik selesai ditulis.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04.jpg" alt="float 04" class="wp-image-43561" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-04-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">float </figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dinamika tersebut justru dinilai sejalan dengan pesan yang ingin disampaikan. Menurut Timur, proses untuk pulih dari luka tidak berlangsung secara instan. Ada pergulatan, perjuangan, dan gejolak emosi yang harus dilewati sebelum seseorang mampu bangkit kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Proses rekamannya cukup panjang. Waktu awal rekaman, aransemennya ngasih vibe megah banget. Begitu lirik dari Meng jadi, pukulan drum di take awal sempat dinilai terlalu liar. Tapi kita sepakat proses ‘kembali pulih’ dari sebuah luka itu kan nggak instan; ada sebuah proses berdarah-darah, perjuangan, dan gejolak emosi di sana. Pukulan drum yang liar tadi, justru jadi sesuatu yang paling mewakili spirit perjuangan untuk bangkit dan menerjang badai,” cerita Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Davin Qlintang menjelaskan bahwa permainan gitar dalam EP <em>Constant Changes</em> disusun dengan mengikuti karakter ritme, tema, dan pola masing-masing lagu. Pendekatan tersebut juga diterapkan pada ‘Yang Kembali Pulih’ untuk memperkuat kesan optimistis yang menjadi benang merah lagu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Isian gitar gue di EP kali ini yang pasti hampir semuanya ikut atau menyesuaikan dengan ritme, tema, lalu pattern di setiap bentuk lagunya. Dan khususnya di lagu YKP (Yang Kembali Pulih) itu isiannya juga sudah kelihatan utuh ya, semangat, optimis. Jadi, gue mengikuti di pattern atau ritme di aransemen lagu itu,” tegas Davin.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/album/0jCk8ONmXkCCq4IvHHZtTq?utm_source=generator&#038;si=860ea89fdac14844" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">Selain merilis karya baru, Float juga menghadirkan ruang pertemuan bagi para pendengarnya melalui acara <strong>Float to Nature</strong>. Berlangsung selama tiga hari dua malam di alam terbuka, acara ini menjadi bagian dari perayaan perilisan EP <em>Constant Changes</em> sekaligus kesempatan bagi Float untuk berinteraksi lebih dekat dengan Floatmates, sebutan bagi para penikmat musik mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam acara tersebut, Floatmates juga berkesempatan mendapatkan kaset fisik EP <em>Constant Changes</em>. Kehadiran format fisik ini memberikan pengalaman berbeda bagi pendengar yang ingin menyimpan karya terbaru Float sebagai bagian dari koleksi musik mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EP <em>Constant Changes</em> dan single ‘Yang Kembali Pulih’ kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui rilisan ini, Float menyampaikan pesan bahwa pulih bukan berarti melupakan luka, melainkan menemukan kekuatan untuk menerima masa lalu, menghadapi keraguan, dan terus melangkah di tengah berbagai tantangan kehidupan. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/float-01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Kadri dan Nando Satoko Angkat Kisah Cinta dan Adat Lewat “Mambangkik Batang Tarandam”</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/kadri-dan-nando-satoko-angkat-kisah-cinta-dan-adat-lewat-mambangkik-batang-tarandam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2026 14:02:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Jimmo]]></category>
		<category><![CDATA[Kadri]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Nando Satoko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43505</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="169" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kadri-berkolaborasi-dengan-nando-satoko-membawakan-mambangkik-batang-tarandam-karya-jimmo-dengan-aransemen-alternative-bernuansa-minangkabau-300x169.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Kadri berkolaborasi dengan Nando Satoko membawakan “Mambangkik Batang Tarandam”, karya Jimmo dengan aransemen alternative bernuansa Minangkabau." decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kadri-berkolaborasi-dengan-nando-satoko-membawakan-mambangkik-batang-tarandam-karya-jimmo-dengan-aransemen-alternative-bernuansa-minangkabau-300x169.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kadri-berkolaborasi-dengan-nando-satoko-membawakan-mambangkik-batang-tarandam-karya-jimmo-dengan-aransemen-alternative-bernuansa-minangkabau-1024x576.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kadri-berkolaborasi-dengan-nando-satoko-membawakan-mambangkik-batang-tarandam-karya-jimmo-dengan-aransemen-alternative-bernuansa-minangkabau-768x432.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kadri-berkolaborasi-dengan-nando-satoko-membawakan-mambangkik-batang-tarandam-karya-jimmo-dengan-aransemen-alternative-bernuansa-minangkabau-747x420.jpg 747w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kadri-berkolaborasi-dengan-nando-satoko-membawakan-mambangkik-batang-tarandam-karya-jimmo-dengan-aransemen-alternative-bernuansa-minangkabau-150x84.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kadri-berkolaborasi-dengan-nando-satoko-membawakan-mambangkik-batang-tarandam-karya-jimmo-dengan-aransemen-alternative-bernuansa-minangkabau-600x338.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kadri-berkolaborasi-dengan-nando-satoko-membawakan-mambangkik-batang-tarandam-karya-jimmo-dengan-aransemen-alternative-bernuansa-minangkabau-696x392.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kadri-berkolaborasi-dengan-nando-satoko-membawakan-mambangkik-batang-tarandam-karya-jimmo-dengan-aransemen-alternative-bernuansa-minangkabau-1068x601.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kadri-berkolaborasi-dengan-nando-satoko-membawakan-mambangkik-batang-tarandam-karya-jimmo-dengan-aransemen-alternative-bernuansa-minangkabau.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kadri Mohammad kembali mengeksplorasi musik yang berakar pada budaya Minangkabau melalui single terbarunya, “Mambangkik Batang Tarandam”. Karya Jimmo ini dinyanyikan Kadri bersama penyanyi muda Minangkabau, Nando Satoko, dengan aransemen alternative yang memadukan instrumen tradisional Minangkabau dan fondasi musik modern. Kolaborasi ini tidak sekadar membawa bahasa Minangkabau ke dalam musik kontemporer. Lagu tersebut juga mengangkat cerita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://xposeindonesia.com/tag/kadri-mohammad/" data-type="post_tag" data-id="15773">Kadri Mohammad</a> kembali mengeksplorasi musik yang berakar pada budaya Minangkabau melalui single terbarunya, “Mambangkik Batang Tarandam”. Karya <a href="https://xposeindonesia.com/tag/jimmo/" data-type="post_tag" data-id="21774">Jimmo</a> ini dinyanyikan Kadri bersama penyanyi muda Minangkabau, <a href="https://xposeindonesia.com/tag/nando-satoko/" data-type="post_tag" data-id="21775">Nando Satoko</a>, dengan aransemen alternative yang memadukan instrumen tradisional Minangkabau dan fondasi musik modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi ini tidak sekadar membawa bahasa Minangkabau ke dalam musik kontemporer. Lagu tersebut juga mengangkat cerita tentang cinta yang terhalang adat, hubungan yang kandas, dan keberanian untuk kembali melanjutkan hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirilis di platform musik digital pada 1 Oktober 2026, “Mambangkik Batang Tarandam” menjadi kelanjutan dari “Sabana Malu Sabana Rindu”, yang sebelumnya membawa kisah cinta jarak jauh dalam balutan city pop. Kali ini, Kadri memilih pendekatan alternative dengan karakter musikal yang lebih dekat pada identitas budaya Minangkabau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu daya tarik lagu ini terletak pada aransemen yang mempertemukan warna musik tradisional dan modern. Saluang, akordeon, dan bansi tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi turut membangun identitas musikal yang membedakan karya ini dari single sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Muhammad Rafif memainkan saluang, Windy Setiadi mengisi akordeon, sementara Nando Satoko turut memainkan bansi. Aransemen tersebut dilengkapi permainan gitar Noldy Benjamin, bass Soebroto Harry, dan drum Iyoen Hayunaji. Popo Fauza dari The KadriJimmo bertindak sebagai produser musik, sedangkan Kadri menjadi produser eksekutif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perpaduan instrumen tersebut memberi ruang bagi karakter Minangkabau untuk tetap menonjol di tengah pendekatan alternative. Saluang dan bansi membawa warna bunyi yang lekat dengan tradisi, sementara gitar, bass, drum, dan akordeon memperluas tekstur musikal lagu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekuatan “Mambangkik Batang Tarandam” juga terletak pada hubungan antara melodi, aransemen, dan cerita yang disampaikan. Tema cinta yang berhadapan dengan adat membutuhkan penyampaian emosional, tetapi tidak harus selalu berakhir dalam suasana muram.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui pilihan warna musik yang berbeda dari single sebelumnya, Kadri menghadirkan cerita tersebut dalam konteks yang lebih kontemporer. Melodi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pesan emosional lagu dan karakter musik yang dibangun melalui perpaduan instrumen tradisional dengan perangkat musik modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Kadri, “Mambangkik Batang Tarandam” berangkat dari pertanyaan tentang nasib sebuah hubungan ketika cinta tidak memperoleh restu adat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika cinta kandas karena adat, apakah kisahnya harus benar-benar berakhir? Pertanyaan itulah yang menemukan gema baru dalam Mambangkik Batang Tarandam,” kata Kadri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Judul lagu ini diambil dari ungkapan Minangkabau yang secara filosofis menggambarkan sesuatu yang pernah terbenam lalu kembali diangkat. Makna tersebut menjadi pijakan untuk membangun cerita tentang sesuatu yang lama terpendam dan kembali muncul ke permukaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski mengangkat persoalan serius, Kadri tidak ingin kisah cinta yang kandas hanya dibaca sebagai cerita tentang kesedihan. Ia justru menyisipkan pandangan yang lebih ringan tentang bagaimana seseorang menghadapi hubungan yang tidak dapat dipertahankan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Orang Minang pantang menyerah. Cinta itu adalah komitmen saling setia. Namun jika putus, janganlah terpuruk, cari lagi yang lebih lucu,” ujar Kadri sambil tersenyum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sudut pandang itu memperlihatkan cara Kadri mengolah tema personal menjadi karya yang tetap memiliki kedekatan dengan pendengar. Persoalan adat, hubungan, dan pilihan hidup dihadirkan tanpa menghilangkan ruang bagi optimisme.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/3yz4LOMaazSszqwxbFAeLn?utm_source=generator&#038;si=d355934f008d4857" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<h2 class="wp-block-heading">Kadri dan Eksplorasi Musik Minangkabau</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai musisi yang telah menjalani perjalanan panjang sejak era 1980-an, Kadri terus membuka ruang bagi eksplorasi musikal. Ia pernah terlibat dalam sejumlah proyek, termasuk Makara dan The KadriJimmo, sebelum melanjutkan perjalanan sebagai solois. Dalam karya-karya solonya, pertemuan antara pengalaman personal, musik, dan identitas budaya menjadi salah satu wilayah yang terus ia jelajahi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam “Mambangkik Batang Tarandam”, Kadri memilih Nando Satoko sebagai rekan kolaborasi karena melihat kesamaan visi untuk memperkenalkan kekayaan musik Minangkabau kepada pendengar yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nando berasal dari Padang dan dikenal melalui kiprahnya membawakan lagu-lagu bernuansa Minang, termasuk “Marantau”. Ia juga memiliki cita-cita untuk memopulerkan lagu daerah Minangkabau dan daerah lain di Sumatera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Nando, persoalan adat yang diangkat dalam lagu ini masih relevan meskipun cara pandang masyarakat terus berubah. Pilihan pasangan dan pernikahan kini semakin terbuka, tetapi harapan keluarga untuk meneruskan warisan budaya tetap menjadi bagian dari kehidupan sebagian masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sekarang sudah jarang saya melihat orang Minang yang terhambat menikah dengan orang non-Minang. Meski begitu, masih ada orang-orang tua yang berharap warisan budaya dan adat tetap bisa diteruskan,” kata Nando.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan pandangan tersebut membuat “Mambangkik Batang Tarandam” tidak hanya berbicara tentang hubungan dua orang, tetapi juga tentang bagaimana tradisi berhadapan dengan perubahan zaman.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="KADRI FEAT NANDO SATOKO - Mambangkik Batang Tarandam (Official Music Video) " width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/LJEY7-36siA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Video Musik “Mambangkik Batang Tarandam” Mengambil Lokasi di Teluk Bayur</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Karakter lagu ini juga diterjemahkan melalui video musik yang mengambil lokasi di Teluk Bayur, Padang. Disutradarai Dvh. Bale dan diproduksi HEAREYES, video musik tersebut menghadirkan lanskap yang memiliki keterkaitan dengan sejarah serta budaya Sumatera Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bale tertarik menggunakan Teluk Bayur karena lokasi tersebut mengingatkannya pada novel <em>Tenggelamnya Kapal Van der Wijck</em> karya Buya Hamka. Keterkaitan ini bukan berarti lagu Kadri merupakan adaptasi novel tersebut, melainkan memiliki persinggungan tema mengenai cinta, jarak, adat, dan pilihan hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya senang ketika tahu lokasi syutingnya di Teluk Bayur. Lokasi ini mengingatkan saya pada Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Itu yang kemudian menjadi tantangan buat saya untuk membuat video musik ini dengan kualitas yang baik, bukan sekadar mengambil gambar di lokasi yang indah,” ujar Bale.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat proses pengambilan gambar berlangsung, hujan badai turun pada tengah malam di luar rencana produksi. Kondisi tersebut justru menambah atmosfer dramatis yang sejalan dengan cerita lagu, memperkuat nuansa kehilangan dan pergulatan emosi yang menjadi bagian dari narasinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui “Mambangkik Batang Tarandam”, Kadri kembali menunjukkan ketertarikannya pada pertemuan musik kontemporer dan akar budaya. Karya Jimmo ini memperoleh warna baru melalui aransemen alternative, keterlibatan instrumen tradisional Minangkabau, serta kolaborasi Kadri dengan Nando Satoko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single yang didistribusikan melalui The Orchard, bagian dari Sony Music Entertainment, tersebut menjadi bagian dari perjalanan Kadri dalam membawa cerita dan identitas Minangkabau ke dalam lanskap musik Indonesia masa kini. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/kadri-berkolaborasi-dengan-nando-satoko-membawakan-mambangkik-batang-tarandam-karya-jimmo-dengan-aransemen-alternative-bernuansa-minangkabau-300x169.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="169" />	</item>
		<item>
		<title>What a Duo! Harp meet Guitar… What a Duo</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/what-a-duo-harp-meet-guitar-what-a-duo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2026 04:58:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Where Are They Now]]></category>
		<category><![CDATA[I Wayan Balawan]]></category>
		<category><![CDATA[Music China 2026]]></category>
		<category><![CDATA[musik jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Reyhan Naufal]]></category>
		<category><![CDATA[The Papandayan Jazz Festival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43498</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="reyhan naufal dan balawan" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ini adalah cerita mengenai duet dua instrument. Sekilas, Nampak bukan hal biasa-biasa saja. Bahasa kerennya, “Eh ini bukan duo kaleng-kaleng sih…” Jadi mari kita membayangkan sebuah duo. Lumayan menggoda kuping nih. Tak sebatas telinga tergoda, bisa sampai ke hati lho! Jadi beginilah, dimana alunan suara merdu dari harmonika.meningkahi suara khas dentingan dawai gitar. Alhasil, perpaduan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ini adalah cerita mengenai duet dua instrument. Sekilas, Nampak bukan hal biasa-biasa saja. Bahasa kerennya, “Eh ini bukan duo kaleng-kaleng sih…”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi mari kita membayangkan sebuah duo. Lumayan menggoda kuping nih. Tak sebatas telinga tergoda, bisa sampai ke hati lho! Jadi beginilah, dimana alunan suara merdu dari harmonika.meningkahi suara khas dentingan dawai gitar. Alhasil, perpaduan yang memang mungkin tak umumlah Tapi so pasti, menarik. Dan, menyenangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Syahdan, adalah harmonika di tangan seorang <strong>Muhamad Reyhan Naufal</strong>. Pemuda gagah, kelahiran Jakarta, 15 Desember 1997. Dan tak pernah belajar musik formal sebenarnya. <em>Yes</em>, ga pernah studi musik formal. Ia lulusan dari Coventry University, United Kingdom. <strong>Rey</strong>, begitu panggilan akrabnya, lulus <em>Bachelor of Arts of Economics</em> dari perguruan tinggi yang kampus utamanya di West Midlands, Inggris tersebut.</p>


<div class="wp-block-image">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal.jpg" class="td-modal-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="848" height="1280" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal.jpg" alt="muhamad reyhan naufal" class="wp-image-43502" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal.jpg 848w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/muhamad-reyhan-naufal-696x1051.jpg 696w" sizes="auto, (max-width: 848px) 100vw, 848px" /><figcaption class="wp-element-caption">muhamad reyhan naufal</figcaption></figure></a></div>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Ternyata jalan hidupnya berkata lain. Rey lha malah bertumbuh kembang kemudian sebagai seorang musisi, pemain harmonika, sekaligus juga <em>educator</em> dan <em>adjudicator</em>. Ia tampil maju ke depan bergiat memperkenalkan <em>advancing diatonic</em> harmonika dalam musik <em>contemporary jazz, blues and other improvised music</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Well, berikutnya nih. Adalah kemudian gitarisnya adalah, nama yang tak asing lagi. Asal Bali, <strong>I Wayan Balawan</strong>. Kelahiran Gianyar, pada 9 September 1972. Balawan, mengenyam studi musik di Australian Institute of Music, di kota Sydney. Selesai studi program diploma, pada tahun 1997. Dari situ, iapun memulai pengembaraan musiknya di Indonesia. Jadi, usai sekolah, ia balik ke tanah air. Kemudian bolak-balik Jakarta – Denpasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia membentuk <strong>Batuan Ethnic Fusion</strong>, yang musiknya berlandaskan pada eksplorasi musik percampuran barat dan timur. Menggunakan perangkat musik tradisi Bali, dengan Balawan tampil dengan <em>electric guitar</em> dan memperkenalkan <em>touch tapping style</em>, yang di sini belum populer saat itu.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan.jpg" alt="i wayan balawan" class="wp-image-43501" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/i-wayan-balawan-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">i wayan balawan</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas bagaimana bisa, Rey kemudian bekerjasama dengan Balawan. Acara apakah, yang mempertemukan mereka berdua? Rey pun bercerita, mereka bertemu di kota London. Tepatnya di SOAS Auditorium. Ruang besar itu terdapat di SOAS University, di Bloomsbury, <em>central</em> London. Balawan tengah melakukan <em>performance</em> di sana ketika itu, Rey memberanikan diri maju untuk melakukan <em>jammin</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah kolaborasi spontan seru tak disengaja sebetulnya. Dan dari &nbsp;pertemuan tersebut, mereka kemudian merasa mempunyai kecocokan. Ada kesamaan visi dan misi bermusik, tentunya juga kesesuaian pada soal <em>taste</em> bermusik. Penampilan berikutnya, secara berduaan berlanjut pada Seoul International Harmonica Festival berturut-turut pada 2018, 2019, 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka kemudian tampil lagi di Melbourne di tahun 2019. Selanjutnya,&nbsp; duo tersebut kemudian tampil di perhelatan besar <em>,</em> yaitu Asia Pacific Harmonica Festival di kota Jiangyin, China, pada Juli 2026 silam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terakhir ini, pada awal Oktober kemarin, mereka tampil meramaikan <strong>The Papandayan Jazz Festival</strong>, yang telah masuk kali ke 14 penyelenggaraannya. Penampilan mereka, dengan band-nya, di malam terakhir, memperoleh sambutan antusias penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, dengan didukung juga keyboardist, <strong>Doni Joesran</strong> (keys), <strong>Dharrian Emilio</strong> (drums), <strong>Jonathan</strong> (bass). Ikut tampil juga ber-<em>jam session</em> beberapa musisi lain, antara lain ada <strong>Aria Indra</strong> (violin). Diajak naik pentas juga, <em>the legendary</em>, <strong>Hari Pochang</strong> (harmonika). Serta drummer, <strong>Dion Subyakto</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penampilan 60 menit yang impresif dan berkesan bagi penonton di Hari Minggu malam itu, dimana keduanya berkolaborasi menyatukan rasa, menghasilkan perpaduan musik yang menyenangkan. Apalagi ada selipan <em>gimmick i</em>nteraktif, seperti Balawan mengajak penonton bersama-sama membuat lagu misalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka jadinya, tontonan yang segar. Karena dialog terjadi, atas dasar bak “saling menghormati&#8221; gitar dengan harmonika. Dilatari bass dan drums, juga ditingkahi nuansa <em>sound</em> kibor. Interaksi yang terjadi tentu menjadi menarik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semenarik mereka membawakan “Spain” misalnya. Lagu karya mendiang <strong>Chick Corea</strong>, yang kemudian diberi lirik oleh mendiang <strong>Al Jarreau</strong> bersama <strong>Artie Maren</strong>. Lagu yang kemudian menjadi title-nya, “Spain (I Can Recall”, lebih terdengar menarik karena dialog intens gitar dan harmonika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan lagu itu, Balawan juga menjadi vokalis. Sementara Rey, dengan harmikanya memberi latar aksentuasi terkadang <em>jazzy</em>, ada yang <em>bluesy</em>. Sehingga terdengar ramai dan seru. Ya seru! Jarang kan, dengar Spain dimainkan harmonika?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara Istimewa, Rey dalam hal ini membuktikan, peralatan “mungil”nya itu, sejatinya bisa menyelusup kemana-mana. Harmonikanya bisa merespon apapun bunyian yang ada. Dan bisa “bertanya-jawab” dengan instrument apapun. Bahkan lebih dari musik klasik, satu jenis musik yang pada awalnya&nbsp; dianggap jenis musik yang paling sesuai untuk harmonika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada bebunyian yang tak kalah unik. Ketika mereka memainkan lagu, “See You Again”, karya Balawan. Rey memainkan harmonikanya, dengan pengaruh suasana musik etnik Bali. Sentuhan etnik Bali, menyegarkan lagu ini. Menyenangkan telinga penonton di Bandung waktu itu. Dan bila dibawakan di pentas musik internasional, tentunya ikut menyebarkan suasana khas musik etnik Nusantara, terutama Bali tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&nbsp;kesempatan lain, menurut Rey alat musik kecilnya, yang gampang betul dibawanya kemana-mana, bisa masuk saku itu, telah makin berkembang. Pemain harmonika bertumbuh terus. Iapun ikut memmipin sebuah komunitas pemain harmonika, bersama tokoh harmonika senior, musisi legendaris, Hari Pochang. Dan pemain harmonika cantik asal Bandung juga, <strong>Sarah Saputri</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam waktu dekat ini ia juga akan tampil dalam sebuah kolaborasi pemain <em>chromatic harmonica</em> kenamaan asal Inggris, <strong>Adam Glasser.</strong> Mereka akan tampil dalam kesempatan konser online, Harmica Summit. Pada hari Minggu, 25 Oktober 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu kembali pada duo Rey dan Balawan, mereka direncanakan akan tampil akhir Oktober 2026 ini. Kali ini mereka dijadwalkan tampil di acara <strong>Music China</strong> di Shanghai New International Expo Centre. Menurut Rey dan Balawan,  acara tersebut sendiri berlangsung pada 28 – 31 Oktober 2026.<em>Good luck and success</em>, bro Rey and Balawan! <strong>XPOSEINDONESIA/Gideon Momongan</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/10/reyhan-naufal-dan-balawan-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Synchronize Fest 2026 Kembali ke Akar, Hadirkan Geisha, Project Pop hingga Warkop DKI</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/synchronize-fest-2026-kembali-ke-akar-hadirkan-geisha-project-pop-hingga-warkop-dki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 15:32:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Where Are They Now]]></category>
		<category><![CDATA[Festival musik]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir Expo]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Synchronize Fest 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43336</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="pressconf synchronize fest 2026 02" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Synchronize Fest memasuki tahun ke-11 dengan membawa semangat baru tanpa meninggalkan akar perjalanan yang telah dibangun selama satu dekade. Mengusung tema “IT&#8217;S NOT JUST A FESTIVAL, IT&#8217;S A MOVEMENT”, Synchronize Fest 2026 akan berlangsung pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Memasuki musim baru, Synchronize Fest tidak sekadar menghadirkan deretan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Synchronize Fest</strong> memasuki tahun ke-11 dengan membawa semangat baru tanpa meninggalkan akar perjalanan yang telah dibangun selama satu dekade. Mengusung tema <strong>“IT&#8217;S NOT JUST A FESTIVAL, IT&#8217;S A MOVEMENT”</strong>, Synchronize Fest 2026 akan berlangsung pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki musim baru, Synchronize Fest tidak sekadar menghadirkan deretan musisi dari berbagai genre. Festival ini kembali mempertemukan berbagai generasi, komunitas, kolektif, serta cerita dari perjalanan musik Indonesia dalam satu ruang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Synchronize Fest, kembali ke akar bukan berarti mengulang apa yang telah dilakukan selama 10 tahun terakhir. Gagasan tersebut menjadi cara untuk melihat bagaimana festival tetap relevan di tengah perubahan generasi, terutama ketika cara anak muda menemukan, mendengarkan, dan membicarakan musik terus berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">David Karto, Director Synchronize Fest, mengatakan tahun ke-11 menjadi momentum untuk mengingat kembali gagasan yang sejak awal menjadi dasar festival.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tagline ‘It’s Not Just A Festival, It’s A Movement’ secara natural sudah menjadi landasan awal Synchronize Fest. Berselang 10 tahun, kami mengangkatnya kembali sebagai pengingat bagi generasi yang lebih muda (gen-z) tentang alasan Synchronize Fest ini dibuat. Dengan musim baru, dan semangat yang mengakar.”</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01.jpg" alt="pressconf synchronize fest 2026 01" class="wp-image-43349" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_01-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">pressconf synchronize fest 2026 01</figcaption></figure></a></div>



<h2 class="wp-block-heading">Special Show dan Pertemuan Lintas Generasi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam Synchronize Fest 2026 adalah deretan <em>special show</em> yang membawa cerita dari berbagai era dan ekosistem musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">David Tarigan, Artist &amp; Repertoire Synchronize Fest, mengatakan para penampil tidak hanya hadir sebagai pengisi acara, tetapi juga membawa gagasan dan konsep masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami berusaha untuk memetakan supaya ini semua jadi seimbang, semua pelan-pelan terwakili. Setiap orang memiliki ruang masing-masing, core memory, yang bisa dinikmati di Synchronize Fest.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya adalah <strong>Geisha A Retrospective Journey</strong>, yang mempertemukan Momo dengan Roby, Aan, Dhan dan Nard, sekaligus tampil bersama Regina. Pertunjukan tersebut mempertemukan dua periode perjalanan Geisha dalam satu panggung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada pula <strong>Pijar</strong> yang kembali berkumpul setelah melalui proses panjang selama beberapa tahun. Sementara <strong>Indonesian Girl Group</strong> mempertemukan Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies dan 7icons bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa dan Sivia, dengan musik oleh Jebung.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Project Pop</strong> akan merayakan perjalanan 30 tahun, sedangkan <strong>Maliq &amp; D’Essentials</strong> berkolaborasi dengan Jakarta Movin dalam Konser Musikal <em>Senja Teduh Pelita</em>. <strong>Perunggu</strong> juga akan membawakan album <em>Dalam Dinamika</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Synchronize Fest turut menghadirkan <strong>The Best of 80&#8217;s Indonesian Pop Kreatif</strong> bersama Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa dan Sivia, dengan musik oleh Nikita Dompas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertunjukan lainnya adalah <strong>Tribute to Warkop DKI</strong> yang menghadirkan Indro Warkop, GJLS, Duo Bahlul dan Orkes Nunung CS. Pertunjukan tersebut mengangkat kembali sisi musikal Warkop DKI yang tidak hanya dikenal melalui film dan komedi, tetapi juga lagu-lagu yang menjadi bagian dari perjalanan kelompok tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semangat kolektif juga menjadi bagian penting Synchronize Fest 2026. Festival ini menghadirkan sejumlah pertunjukan yang mempertemukan musisi dari berbagai komunitas dan generasi, seperti <strong>Reggae Gang</strong> yang menampilkan Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink &amp; Fahmi Aziz, serta Varid Putra Mbah Surip.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari generasi yang lebih muda, hadir <strong>ANTINRML</strong> dengan Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters dan Bboogie.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara <strong>Emo Revival</strong> menghadirkan Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly (2006 Era), Killing Me Inside Re, Side-B (Thirteen 2009 Era), serta The Side Project.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Indonesia Timur, pertunjukan <strong>Timur Basudara</strong> menghadirkan Anadok, Bringin Home, Dj Desa, Ecko Show, Fahmy Fay, Faris Adam, Jacson Zeran, Silet Open Up, Toton Caribo dan Vendetta Rap.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1440" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026.jpg" alt="main poster synchronzie fest 2026" class="wp-image-43340" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026.jpg 1080w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-225x300.jpg 225w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-768x1024.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-315x420.jpg 315w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-630x840.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-150x200.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-300x400.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-600x800.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-696x928.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/main-poster-synchronzie-fest-2026-1068x1424.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption class="wp-element-caption">main poster synchronzie fest 2026</figcaption></figure></a></div>



<h2 class="wp-block-heading">Musik, Komunitas, dan Gerakan Lingkungan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh penampil akan tersebar di delapan panggung, yakni <strong>Dynamic Stage, District Stage, Forest Stage, XYZ Stage, Gigs Stage, Oleng Upuk, RedWhite Jazz Lounge, dan Panggung Getarrr</strong>. Masing-masing membawa karakter dan kurasi yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gigs Stage dikurasi oleh <strong>Krapela</strong>, ruang modular kreatif yang berbasis di Blok M, Jakarta Selatan. Sejumlah nama yang akan tampil antara lain Alice, Aryo Adhianto, Baur, Coldskin, Dirty Dogs Aggression, Gnarly Club, Mad Madmen, Of Wax, Passive Income, Patras, Peron, Quest*, Rantau, Remuk dan Sunne.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleng Upuk</strong> dikurasi oleh LaMunai Records dengan menghadirkan sejumlah nama dan proyek musik, termasuk Aneka Nada Selekta, Bagvs, Cristal no. 5, Dangerdope, Habibi Funk, Dizkorea, Prontaxan, Jiwa Jiwa, Kenya, Noirlab, PNNY, Radio Rumah Oma, SingSing Berkaraoke, Uda Sjam, Walearic, Wicker Basket, hingga penampilan khusus Dipha Barus: <em>Pop Samping</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, <strong>Panggung Getarrr</strong> kembali dikurasi Kobra Musik yang dikepalai Dado Darmawan. Tahun ini, panggung tersebut memperluas eksplorasi musik orkes melalui penampil seperti OM PMR, Orkes Bagong Februari, Orkes Ndugal NDGJ, Orkes Nunung CS, Orkes Trotoar, OT The Hendrix, Sukses Lancar Rejeki, Tahlilan dan sejumlah nama lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu ruang baru yang menarik perhatian adalah <strong>RedWhite Jazz Lounge</strong>, yang membawa kembali nama RedWhite, ruang penting bagi skena jazz di Kemang, Jakarta Selatan, sekitar 2011.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Synchronize Fest menghadirkan kembali ruang tersebut melalui kurasi <strong>Indra Lesmana</strong>. Tidak hanya berupa panggung jazz, RedWhite Jazz Lounge juga akan menghadirkan <em>jam session, live session, DJ set, talkshow</em>, dan games.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah nama yang tampil antara lain LLW, Littlefingers, Song Brothers, EQ Puradiredja, Gerald Situmorang, Kenny Gabriel, Greybox, Bergas dan Teza Sumendra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain berbagai <em>special show</em> dan panggung kurasi, Synchronize Fest 2026 juga menghadirkan musisi lintas genre dan generasi seperti Afgan, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Monkey To Millionaire, Potret, Rumahsakit, Sal Priadi, The Changcuters, The Jansen, The Panturas, The Upstairs, Ayu Ting Ting, Bernadya, Hindia, .Feast, Rizky Febian &amp; Mahalini, Souljah, Wali, Duo Maia, Endank Soekamti, The Adams, J-Rocks, Nadhif Basalamah dan Vierratale.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar panggung musik, Synchronize Fest mempertahankan sejumlah ruang yang tumbuh bersama komunitas. Kolaborasi dengan ruangrupa dan Jakarta32 kembali hadir, bersama record market, Ratatat Bar dan Salon RNB.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1440" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026.jpg" alt="harga tiket synchronize fest 2026" class="wp-image-43339" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026.jpg 1080w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-225x300.jpg 225w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-768x1024.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-315x420.jpg 315w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-630x840.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-150x200.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-300x400.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-600x800.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-696x928.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/harga-tiket-synchronize-fest-2026-1068x1424.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption class="wp-element-caption">harga tiket synchronize fest 2026</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk identitas visual Synchronize Fest 2026, festival bekerja sama dengan Drawmama, nama artistik Marishka Soekarna, dengan dukungan kolektif desain Cisarua Creative.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semangat <em>movement</em> juga diterapkan melalui sejumlah program lingkungan. Synchronize Fest mempertahankan <strong>Water Refill Station dan Waste Management</strong> yang didukung BRI Peduli, <strong>Upcycling Project</strong> bersama Koalisi Seni, serta pengolahan plastik bekas menjadi instalasi melalui Operasi Plastik oleh Stuffo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Synchronize Fest juga kembali bekerja sama dengan <strong>TransJakarta</strong> melalui program nebeng gratis. Warga Wargi dapat melakukan <em>pre-book</em> melalui aplikasi TransJakarta untuk menggunakan armada menuju festival dari tujuh titik keberangkatan di Jakarta dan wilayah sekitar, termasuk Depok, Tangerang, Tangerang Selatan dan Bekasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perjalanan secara kolektif sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian hasil penjualan tiket Synchronize Fest 2026 juga akan didonasikan untuk penanaman mangrove di Kepulauan Seribu. Program ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Smiling Coral dan Greeners.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan terhadap Synchronize Fest 2026 turut datang dari berbagai mitra, di antaranya Crystalin, Bold Music, Kratingdaeng, BAIC, Indofood, Jose Cuervo, Guinness, Moicare, ShopeeFood, Kopi Kenangan, Cheffy, Hydro Coco, Balsem Lang, Kopi Liong, Super Zuper, Campina dan Film Zona Merah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara Nippon Paint hadir sebagai Official Paint Partner, JBL sebagai Official Audio Partner, dan BIZNET sebagai Internet Partner. Dukungan lainnya datang dari TransJakarta, Blue Bird, JNE, PrimaGraphia, Promina, Ladeeva Toys, Pinhome, serta SDY (Sing, Dance &amp; You).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Synchronize Fest 2026 akan berlangsung pada <strong>16, 17 dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta</strong>. Informasi dan pembelian tiket tersedia melalui situs resmi Synchronize Fest. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/pressconf-synchronize-fest-2026_02-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Drama Musikal Jujur Itu Cinta, Siswa Bellarminus Angkat Isu Kejujuran dan Solidaritas di TIM</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/drama-musikal-jujur-itu-cinta-siswa-bellarminus-angkat-isu-kejujuran-dan-solidaritas-di-tim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 12:14:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[On Stage]]></category>
		<category><![CDATA[Drama Musikal]]></category>
		<category><![CDATA[IKABELLS]]></category>
		<category><![CDATA[Jujur Itu Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Santo Bellarminus]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Ismail Marzuki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43262</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Drama Musikal Jujur Itu Cinta" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kejujuran dan solidaritas menjadi pesan utama yang diangkat dalam drama musikal Jujur Itu Cinta yang dipentaskan siswa-siswi Sekolah Santo Bellarminus Jakarta dan Bekasi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026). Pertunjukan yang digelar melalui Ikatan Keluarga Alumni Bellarminus (IKABELLS) tersebut melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Drama musikal ini dipentaskan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kejujuran dan solidaritas menjadi pesan utama yang diangkat dalam drama musikal <em>Jujur Itu Cinta</em> yang dipentaskan siswa-siswi Sekolah Santo Bellarminus Jakarta dan Bekasi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertunjukan yang digelar melalui Ikatan Keluarga Alumni Bellarminus (IKABELLS) tersebut melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Drama musikal ini dipentaskan dalam dua sesi, yakni pukul 13.00 WIB dan 19.00 WIB, dengan durasi sekitar 120 menit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengangkat tema kejujuran dan solidaritas, <em>Jujur Itu Cinta</em> memadukan akting, tari, musik, tata cahaya, serta tata panggung untuk menghadirkan kisah tentang kehilangan, harapan, persahabatan, dan perjalanan menemukan keberanian untuk berkata jujur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pementasan ini juga menjadi bagian dari upaya IKABELLS mendukung pengembangan kreativitas dan kemampuan siswa melalui seni pertunjukan. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak yayasan, guru, serta orang tua murid yang hadir menyaksikan penampilan para siswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah <em>Jujur Itu Cinta</em> berpusat pada tokoh Bellar, seorang siswa yang memilih menarik diri dari panggung sekolah setelah ayahnya terseret skandal nasional terkait bencana banjir di Sumatra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah situasi tersebut, persahabatan dan dukungan dari teman-temannya perlahan mendorong Bellar untuk bangkit. Ia kemudian memilih menyuarakan kejujuran dan mengubah pementasan seni menjadi gerakan kepedulian melalui penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatra dan Kalimantan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui cerita tersebut, para siswa diajak memahami bahwa kejujuran tidak hanya berkaitan dengan keberanian mengungkapkan kebenaran, tetapi juga dengan kepedulian terhadap sesama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perwakilan IKABELLS menyampaikan bahwa drama musikal ini dirancang untuk menghadirkan hiburan sekaligus menyampaikan pesan moral kepada penonton. Melalui dialog, ekspresi seni, dan cerita yang dekat dengan persoalan kehidupan, para siswa mengajak masyarakat untuk terus merawat empati dan kepedulian sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pementasan <em>Jujur Itu Cinta</em> melibatkan 118 siswa dari lingkungan Sekolah Santo Bellarminus Jakarta dan Bekasi. Proses persiapan dilakukan sejak Agustus 2026 dengan melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses kreatifnya, para siswa berkolaborasi membangun pertunjukan yang memadukan kemampuan akting, koreografi, dan olah vokal. Kolaborasi lintas sekolah ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bekerja sama, mengembangkan kepercayaan diri, dan mengekspresikan kreativitas melalui seni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IKABELLS juga bekerja sama dengan Teater Koma dalam mendukung proses pengembangan seni pertunjukan tersebut. Kolaborasi ini menjadi bagian dari dukungan alumni terhadap kemajuan pendidikan dan pengembangan talenta siswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pertunjukan utama, penonton juga dapat menikmati berbagai kegiatan pendukung, mulai dari area tenant, sesi dokumentasi, hingga interaksi bersama para performer setelah acara. Melalui kegiatan tersebut, IKABELLS berharap seni pertunjukan dapat menjadi ruang apresiasi sekaligus wadah pengembangan talenta siswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sutradara pementasan, Rangga Riantiarno, yang juga merupakan alumni SMP Santo Bellarminus, berharap pengalaman tersebut dapat menjadi kenangan positif bagi para siswa dan turut membentuk perjalanan mereka di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Banyak yang telah didapat selama sekolah di St. Bellarminus, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan dunia seni. Semoga para pemeran di drama musikal ini akan mengenang peristiwa kesenian ini sebagai hal baik, yang menjadi bagian dari pondasi kehidupan mereka di masa depan,” ujar Rangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan pementasan ini juga diharapkan menjadi awal dari agenda seni yang berkelanjutan. Penyelenggara mengumumkan rencana menjadikan pertunjukan serupa sebagai kegiatan berkala melalui program <strong>Bellshow Musical</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui program tersebut, seni diharapkan dapat terus menjadi bagian dari proses pendidikan yang tidak hanya mengasah kemampuan akademis, tetapi juga membangun karakter, keberanian menyuarakan kebenaran, dan kepedulian terhadap sesama. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/drama-musikal-jujur-itu-cinta-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”, Single Pop tentang Keteguhan Menjaga Kebaikan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik-single-pop-tentang-keteguhan-menjaga-kebaikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 02:16:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Haris The Brothers]]></category>
		<category><![CDATA[Kuya Music Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Racquell]]></category>
		<category><![CDATA[Tetaplah Menjadi Baik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43156</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Di tengah banyaknya lagu yang berbicara tentang cinta dan hubungan, penyanyi muda Racquell memilih membawa pesan yang lebih sederhana melalui single terbarunya, “Tetaplah Menjadi Baik”. Lagu yang dirilis pada 18 September 2026 melalui Kuya Music Entertainment ini mengajak pendengar untuk tetap menjaga kebaikan hati, kesabaran dan keteguhan sikap meski hidup tidak selalu memberikan balasan sesuai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Di tengah banyaknya lagu yang berbicara tentang cinta dan hubungan, penyanyi muda <strong>Racquell</strong> memilih membawa pesan yang lebih sederhana melalui single terbarunya, <strong>“Tetaplah Menjadi Baik”</strong>. Lagu yang dirilis pada 18 September 2026 melalui <strong>Kuya Music Entertainment</strong> ini mengajak pendengar untuk tetap menjaga kebaikan hati, kesabaran dan keteguhan sikap meski hidup tidak selalu memberikan balasan sesuai harapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tetaplah Menjadi Baik” diproduseri <strong>Haris The Brothers</strong>, yang sejak awal memang membuat lagu tersebut dengan mempertimbangkan karakter vokal Racquell. Secara resmi, single ini berada dalam genre Pop dan menjadi salah satu langkah awal Racquell memperkenalkan warna musiknya kepada publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan yang dibawa lagu ini berangkat dari pertanyaan sederhana tentang bagaimana seseorang bersikap ketika kebaikannya tidak dihargai. Alih-alih membiarkan pengalaman tersebut mengubah hati, “Tetaplah Menjadi Baik” mengajak pendengarnya untuk tetap memilih berbuat baik tanpa menjadikan pujian, pengakuan atau balasan sebagai tujuan utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesabaran menjadi bagian lain yang terasa dalam pesan lagu tersebut. Ketika menghadapi situasi sulit, seseorang diajak untuk tidak mudah patah semangat dan tidak membiarkan pengalaman buruk membuat hati menjadi keras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini juga membawa pesan tentang keikhlasan. Berbuat baik tidak selalu harus berujung pada penghargaan dari orang lain, karena ketulusan dalam melakukan sesuatu dapat menjadi sumber ketenangan sekaligus pengingat untuk tetap berpegang pada nilai yang diyakini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Racquell, pesan tersebut menjadi alasan tersendiri mengapa ia menyukai lagu ini. Penyanyi berusia 12 tahun tersebut mengatakan dirinya tertarik dengan “Tetaplah Menjadi Baik” karena lagu itu berbicara tentang kebaikan sekaligus kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang aku suka karena lagu ini tentang kebaikan dan tentang kehidupan juga,” ujar Racquell.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" data-id="43161" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03.jpg" alt="Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”" class="wp-image-43161" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_03-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" data-id="43162" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04.jpg" alt="Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”" class="wp-image-43162" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_04-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan menuju rekaman single ini juga melalui proses latihan. Racquell menjalani latihan vokal selama sekitar dua bulan sebelum rekaman, meski sebelumnya ia sudah bertahun-tahun mendapatkan latihan vokal di Palangkaraya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Racquell kemudian bertemu Haris ketika berada di Jakarta untuk mengikuti acara KAMI Nusantara. Haris yang sudah mengenal kemampuan vokalnya kemudian memberikan materi lagu untuk dipelajari sebelum akhirnya mereka masuk ke proses rekaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dia memang sudah penyanyi. Setelah dikasih sample guide, dia pelajari. Dia juga punya guru vokal di Palangkaraya. Jadi ketika datang ke Jakarta dalam rangka acara KAMI Nusantara, sekalian kami rekam,” jelas Haris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses rekaman berlangsung lebih dari dua jam. Menariknya, Racquell mengaku tidak menemukan kesulitan berarti ketika membawakan lagu tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Enggak ada,” jawab Racquell ketika ditanya mengenai kesulitan dalam menyanyikan “Tetaplah Menjadi Baik”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Haris mengatakan keputusan membuat lagu tersebut untuk Racquell tidak terlepas dari karakter vokalnya. Menurutnya, Racquell memiliki warna suara yang tebal dengan latar latihan vokal klasik, sehingga ia mencoba membawa penyanyi muda tersebut menuju pendekatan pop secara bertahap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena memang karakter suaranya tebal. Dia berasal dari classic training, jadi kami coba convert dia ke pop,” kata Haris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Haris, proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari pencarian karakter musikal Racquell. Mereka masih mengeksplorasi lagu, genre, aransemen dan model musik yang paling sesuai dengan warna suara penyanyi muda tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, “Tetaplah Menjadi Baik” sejak awal memang dibuat dengan Racquell sebagai penyanyinya. Haris mengaku sudah membayangkan karakter vokal Racquell ketika mulai menciptakan lagu tersebut.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/76yrA79ClocVvWgPhNk0g2?utm_source=generator&#038;si=17a81f1140eb4417" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika membuat lagu, saya sudah membayangkan karakter suaranya. Makanya lagunya memang terinspirasi dari suara Raquel,” ujar Haris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut membuat “Tetaplah Menjadi Baik” tidak hanya menjadi sebuah single baru, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan karakter vokal Racquell. Warna suara yang tebal dipadukan dengan pendekatan pop menjadi bagian dari proses awal untuk menemukan identitas musikalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah resmi dirilis pada 18 September, Racquell langsung membawa lagu tersebut ke panggung. Ia membawakan “Tetaplah Menjadi Baik” untuk pertama kalinya di hadapan publik dalam <strong>City Mall Rising Stars 2026</strong> di Cibinong City Mall, Bogor, pada 20 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum tersebut terasa spesial karena berlangsung hanya dua hari setelah single dirilis. Racquell tidak hanya memperkenalkan lagunya melalui platform musik digital, tetapi juga langsung menunjukkan bagaimana karya tersebut dibawakan dalam format pertunjukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam penampilannya, kemampuan vokal bukan satu-satunya yang ditampilkan Racquell. Ia juga membawakan koreografi yang dibuatnya sendiri dengan sedikit bantuan dari pelatih tari bernama Melissa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan bernyanyi dan menari memang sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak kecil. Racquell mulai menari sekitar usia empat tahun dan mempelajari sejumlah tarian tradisional, termasuk tari Dayak, Aceh dan Bali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan terhadap perjalanan musik Racquell juga datang dari keluarga dan sekolah. Orang tuanya mendampingi proses latihan hingga kegiatan rekaman, sementara sekolah di Palangkaraya turut memberikan dukungan, termasuk membantu mempromosikan kegiatan Racquell.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02.jpg" alt="Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”" class="wp-image-43160" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_02-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Racquell Rilis “Tetaplah Menjadi Baik”</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi keluarga, kesempatan mengembangkan bakat tetap harus berjalan bersama pendidikan. Ayah Racquell, Aan, menegaskan bahwa sekolah tetap menjadi prioritas meski putrinya mulai mendapatkan kesempatan tampil dan memperkenalkan karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sekolah tetap nomor satu. Tetapi kami merasa kalau ada kesempatan, kami coba. Siapa tahu anak kami ini benar-benar bisa berkembang,” ujar Aan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Haris berharap “Tetaplah Menjadi Baik” dapat lebih dulu dikenal di Palangkaraya dan kemudian berkembang ke wilayah Kalimantan. Ia mendorong Racquell untuk aktif membuat konten menyanyi dan memperkenalkan karyanya melalui media sosial, radio maupun podcast. “Rajin berkonten dan konsisten,” pesan Haris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Racquell, perjalanan setelah single ini dirilis baru saja dimulai. “Tetaplah Menjadi Baik” menjadi pintu pertama untuk memperkenalkan suara dan karakter musiknya, sekaligus membawa pesan yang sederhana tetapi dekat dengan kehidupan, bahwa kebaikan tetap layak dipertahankan meski tidak selalu mendapatkan balasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>“Tetaplah Menjadi Baik”</strong> dari Racquell kini tersedia di platform musik digital. Rilisan tersebut tercatat sebagai single bergenre Pop dan dirilis oleh Kuya Music Entertainment pada 18 September 2026. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/racquell-rilis-tetaplah-menjadi-baik_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>The Trees &#038; The Wild Rayakan 10 Tahun Zaman, Zaman Lewat Vinyl</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2026 03:53:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Demajors]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[The Trees & The Wild]]></category>
		<category><![CDATA[vinyl]]></category>
		<category><![CDATA[Zaman Zaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43136</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="The Trees &amp; The Wild Rayakan 10 Tahun Zaman, Zaman Lewat Vinyl" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Sepuluh tahun setelah pertama kali dirilis, Zaman, Zaman kembali mengajak pendengarnya menyelami perjalanan bunyi The Trees &#38; The Wild. Album studio kedua band tersebut kini hadir dalam format vinyl 2 x LP, bertepatan dengan satu dekade sejak album ini dirilis pada 16 September 2016. Perayaan 10 tahun Zaman, Zaman ditandai dengan listening session vinyl yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sepuluh tahun setelah pertama kali dirilis, <em><strong>Zaman, Zaman</strong></em> kembali mengajak pendengarnya menyelami perjalanan bunyi <strong>The Trees &amp; The Wild</strong>. Album studio kedua band tersebut kini hadir dalam format vinyl 2 x LP, bertepatan dengan satu dekade sejak album ini dirilis pada 16 September 2016.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perayaan 10 tahun <em>Zaman, Zaman</em> ditandai dengan listening session vinyl yang digelar secara intim di Tujuhari Coffee, Grand Wijaya, Jakarta Selatan, pada 16 September 2026. Acara tersebut dihadiri para penggemar dan rekan-rekan media yang kembali menikmati album secara utuh melalui format piringan hitam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi The Trees &amp; The Wild, <em>Zaman, Zaman</em> bukan sekadar album kedua dalam perjalanan mereka. Rilisan ini menjadi salah satu fase penting yang memperlihatkan keberanian band dalam mengeksplorasi batas musik melalui perpaduan experimental indie-rock dan ambient yang atmosferik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album tersebut menghadirkan sejumlah lagu yang hingga kini menjadi bagian penting dari katalog The Trees &amp; The Wild, seperti “Saija”, “Zaman, Zaman”, dan “Empati Tamako”. Materinya tidak hanya mengandalkan struktur lagu, tetapi juga membangun pengalaman melalui atmosfer, tekstur, serta lapisan bunyi yang membuat album terasa sebagai sebuah perjalanan dari awal hingga akhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, pengalaman tersebut hadir kembali melalui format vinyl 2 x LP dengan kecepatan 33 1/3 RPM. Rilisan ini merupakan hasil kerja sama The Trees &amp; The Wild dengan label rekaman demajors, sekaligus memberi kesempatan bagi pendengar untuk menikmati kembali karakter sonik <em>Zaman, Zaman</em> dalam format fisik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi produksi, album ini mendapatkan sentuhan mastering dari Bo Korden, engineer yang dikenal menangani sejumlah rilisan di ranah musik elektronik, termasuk karya Caribou, Moderat, dan Ryuichi Sakamoto. Proses mastering tersebut turut memperkuat karakter suara <em>Zaman, Zaman</em> yang kaya lapisan dan detail.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Remedy, frontman</strong> The Trees &amp; The Wild, mengatakan kehadiran album dalam format piringan hitam menjadi pencapaian yang memiliki arti tersendiri bagi band. Terlebih, rilisan tersebut akhirnya dapat diwujudkan melalui kolaborasi dengan demajors.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sangat senang akhirnya album <em>Zaman, Zaman</em> dapat hadir dalam format fisik melalui rilisan piringan hitam. Sebuah pencapaian yang sangat berarti bagi kami, terlebih karena proses ini dapat terwujud melalui kolaborasi dengan demajors,” ujar Remedy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Remedy, gagasan mengenai vinyl bahkan sudah menjadi bagian dari pertimbangan ketika <em>Zaman, Zaman</em> pertama kali digarap. Format tersebut turut dipikirkan bersama aspek musik, artwork, hingga desain cover sleeve album.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman.jpg" alt="vinyl zaman, zaman" class="wp-image-43140" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/vinyl-zaman-zaman-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">vinyl zaman, zaman</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">“Sejak awal proses penggarapan album, format piringan hitam sudah menjadi salah satu pertimbangan utama dalam merancang musik, artwork, hingga desain cover sleeve. Karena itu, ketika kesempatan untuk bekerja sama dengan demajors hadir, prosesnya terasa sangat lancar dan sejalan dengan visi yang sejak awal kami bangun untuk album ini,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah satu dekade, <em>Zaman, Zaman</em> pun mendapatkan ruang baru untuk kembali didengarkan. Bukan hanya sebagai album yang menandai satu fase perjalanan The Trees &amp; The Wild, tetapi juga sebagai karya yang dapat kembali ditemukan melalui pengalaman mendengarkan dalam format vinyl.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semoga rilisan ini dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pendengar dan membuat mereka bisa menikmati <em>Zaman, Zaman</em> dengan cara yang lebih utuh,” tutup Remedy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vinyl <em>Zaman, Zaman</em> dibanderol Rp550.000 dan sudah dapat diperoleh melalui demajors. Kehadirannya menjadi cara lain untuk merayakan satu dekade album yang sejak awal dibangun dengan perhatian terhadap musik, atmosfer, artwork, dan detail bunyi. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/the-trees-the-wild-rayakan-10-tahun-zaman-zaman-lewat-vinyl_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Reality Club Abadikan Sisi Raw Album Keempat Lewat Live Session di YouTube</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/reality-club-abadikan-sisi-raw-album-keempat-lewat-live-session-di-youtube/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Indie Rock]]></category>
		<category><![CDATA[Live Session]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Reality Club]]></category>
		<category><![CDATA[Who Knows Where Life Will Take You]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=43127</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Reality Club - Live Session" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Satu tahun setelah merilis album keempat, Reality Club kembali membuka ruang untuk mendengarkan Who Knows Where Life Will Take You? dalam bentuk yang lebih spontan. Melalui Who Knows Where Life Will Take You? &#124; Live Session, kuartet asal Jakarta ini membawa 10 dari 13 lagu dalam album tersebut ke sebuah pertunjukan yang sengaja mempertahankan energi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Satu tahun setelah merilis album keempat, <strong>Reality Club kembali </strong>membuka ruang untuk mendengarkan <em>Who Knows Where Life Will Take You?</em> dalam bentuk yang lebih spontan. Melalui <em>Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session</em>, kuartet asal Jakarta ini membawa 10 dari 13 lagu dalam album tersebut ke sebuah pertunjukan yang sengaja mempertahankan energi, ketidaksempurnaan, dan sisi mentah dari permainan musik secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Live session tersebut dirilis pada 11 September 2026 melalui kanal YouTube Reality Club. Bagi band yang beranggotakan Fathia Izzati, Faiz Novascotia Saripudin, Era Patigo, dan Nugi Wicaksono ini, proyek tersebut bukan sekadar membuat versi live dari lagu-lagu yang sudah tersedia di platform digital, tetapi menjadi cara untuk memperlihatkan bagaimana materi album keempat mereka bekerja ketika dimainkan sebagai sebuah band.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan tersebut terasa relevan karena sejak awal <em>Who Knows Where Life Will Take You?</em> memang dibangun dengan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter live band. Album yang dirilis pada Agustus 2025 itu berisi 13 lagu dan menjadi album keempat Reality Club setelah <em>Never Get Better</em> (2017), <em>What Do You Really Know?</em> (2019), dan <em>Reality Club Presents&#8230;</em> (2023).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami ingin menunjukkan seluruh album ini, album keempat konsepnya memang sedikit lebih live band, bahkan rekamannya juga live. Jadi kita ingin menjaga format itu, tapi dalam presentasi yang dipersiapkan dengan baik,” jelas gitaris sekaligus vokalis Reality Club, Faiz Novascotia Saripudin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album tersebut lahir dari proses kreatif yang cukup berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya. Materinya dikembangkan melalui sesi penulisan di Ubud, Bali, kemudian direkam di Tree Recording Studio, Bangkok, dengan melibatkan produser Brad Oberhofer, Iga Massardi, dan Wisnu Ikhsantama. Proses rekaman yang dilakukan secara live bersama personel band dan musisi pendukung turut membantu menangkap dinamika permainan secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, album keempat memperlihatkan Reality Club yang lebih terbuka terhadap berbagai warna. Mereka tetap membawa karakter indie pop dan rock yang selama ini menjadi identitasnya, tetapi materi di dalamnya bergerak dari romansa, humor, keresahan personal, spiritualitas hingga cerita keluarga dan kehidupan sehari-hari. Album tersebut juga menandai pertama kalinya Reality Club menghadirkan lagu berbahasa Indonesia secara penuh melalui “Close to You/Jauh”.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="848" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02.jpg" alt="Reality Club - Live Session" class="wp-image-43131" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02.jpg 1280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_02-1068x708.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Reality Club &#8211; Live Session</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, ketika materi tersebut dibawa ke format live session, Reality Club tidak merasa perlu mengubah banyak aransemen dari versi studio. Perbedaan justru muncul dari cara lagu dimainkan, interaksi antarpersonel, visual, gestur, serta ruang yang menjadi bagian dari pertunjukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Era Patigo melihat unsur visual dan performa langsung sebagai bagian penting untuk menyampaikan energi album keempat. Menurutnya, materi tersebut sudah memiliki kekuatan dari sisi audio, tetapi pengalaman live dapat membantu pendengar menangkap energi yang muncul ketika lagu-lagu tersebut dimainkan secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami merasa album ini perlu didukung juga dengan kehadiran visual dan live performance. Kami ingin menghadirkan energi membawakan lagu-lagu dalam album ini secara langsung dan pendengar dapat merasakan itu,” ujar Era.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Justru karena ingin mempertahankan spontanitas, Reality Club tidak berusaha menghilangkan semua kesalahan yang muncul selama proses pengambilan gambar. Salah satu momen yang kemudian dipertahankan adalah ketika gitar Faiz terjatuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ada juga scene di mana gue salah menaruh gitar terus jatuh. Awalnya kami kayak diskusi, ini di-keep atau kita pakai take yang lain, yang itu nggak jatuh. Kayaknya lucu deh kalau itu nunjukin the raw energy and the chaos sometimes in live performance,” kata Faiz.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan mempertahankan momen tersebut menjadi gambaran kecil mengenai pendekatan yang ingin dibawa Reality Club. Live session tidak dibuat untuk menghasilkan pertunjukan yang sepenuhnya steril dari kesalahan, melainkan menangkap energi yang memang muncul ketika empat personel bermain bersama dalam satu ruang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan serupa juga diterapkan pada bagian wawancara yang disisipkan di antara penampilan. Para personel tidak menerima daftar pertanyaan sebelumnya sehingga jawaban yang muncul lebih spontan dan memberi ruang bagi mereka untuk berbicara mengenai hubungan dengan album keempat serta perjalanan Reality Club selama satu dekade.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“I think from the live session and the interview, we just wanted to capture us in the most raw form,” ujar Faiz. Ia menyebut proyek tersebut sebagai salah satu pengalaman pertama Reality Club membuat live session sendiri, bukan sesi pertunjukan yang dibuat sebagai bagian dari acara media atau konser.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan Reality Club. Band yang awalnya dibentuk sebagai proyek bermusik oleh Fathia Izzati, Faiz Novascotia Saripudin, Era Patigo, dan Nugi Wicaksono pada 2016 ini berkembang dari band yang bermula sebagai hobi menjadi grup yang tampil di berbagai panggung Indonesia dan internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan tersebut juga membawa Reality Club mendapatkan perhatian lebih luas lewat sejumlah lagu seperti “Anything You Want” dan “Alexandra”. Album <em>Reality Club Presents&#8230;</em> pada 2023 turut menghasilkan dua penghargaan AMI Awards dan membawa mereka menjadi pembuka dalam tur Asia NIKI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, satu dekade sejak awal perjalanan mereka, Reality Club memilih melihat kembali salah satu fase penting tersebut melalui album keempat. <em>Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session</em> direkam dalam satu hari di sebuah ruang bergaya minimalis di kawasan Gading Serpong, dengan pengerjaan teknis melibatkan tim REALITY CHECK dan tiga sutradara, Nugie Rian, Abdul Defashah, serta Kariim Risyad.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="m_iXmfRxbgE"><iframe loading="lazy" title="Reality Club — Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/m_iXmfRxbgE?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Reality Club, proses tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang menghasilkan konten video untuk album. Live session menjadi semacam dokumentasi tentang bagaimana mereka memainkan musik setelah melewati perjalanan panjang sebagai sebuah band, sekaligus cara untuk menemukan kembali hal-hal yang mungkin tidak terdengar ketika lagu hanya dinikmati melalui rekaman studio.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Setiap kali kita live session, rekaman, segala macam, akan selalu ada sesuatu yang baru. Pengalaman dan pelajaran yang belum pernah kami rasakan,” tutup Era Patigo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menghadirkan 10 lagu dari <em>Who Knows Where Life Will Take You?</em> dalam format live, Reality Club memberi kesempatan kepada pendengar untuk melihat album tersebut dari sisi yang berbeda. Bukan hanya sebagai kumpulan rekaman yang selesai diproduksi, tetapi sebagai musik yang masih bisa berubah ketika dimainkan, disentuh oleh energi empat personel, dan dibiarkan memiliki sedikit ruang untuk kesalahan. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/reality-club-live-session_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
