<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Music &amp; Video &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/music-video/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jul 2026 07:04:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Music &amp; Video &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Aruma Rilis Pura-Pura Hidup Lagi, Lagu yang Menemani Proses Bangkit dari Kehilangan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/aruma-rilis-pura-pura-hidup-lagi-lagu-yang-menemani-proses-bangkit-dari-kehilangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 07:04:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Aruma 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Aruma single terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[EP terbaru Aruma]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu baru Aruma]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu galau Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu tentang kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pika Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Pura-Pura Hidup Lagi]]></category>
		<category><![CDATA[Single terbaru Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41734</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="aruma" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Tidak semua luka bisa sembuh dalam semalam. Kadang, seseorang tetap tersenyum, bekerja, dan menjalani rutinitas seperti biasa, padahal di dalam dirinya masih ada ruang yang belum benar-benar pulih. Perasaan itulah yang coba diterjemahkan Aruma lewat single terbarunya, Pura-Pura Hidup Lagi. Lagu ini menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan musik Aruma. Bukan sekadar merilis single baru, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tidak semua luka bisa sembuh dalam semalam. Kadang, seseorang tetap tersenyum, bekerja, dan menjalani rutinitas seperti biasa, padahal di dalam dirinya masih ada ruang yang belum benar-benar pulih. Perasaan itulah yang coba diterjemahkan Aruma lewat single terbarunya, <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan musik Aruma. Bukan sekadar merilis single baru, penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagu bernuansa emosional itu juga tengah menyiapkan sebuah EP yang akan mengajak pendengar menyusuri berbagai fase kehidupan, mulai dari kehilangan, penolakan, overthinking, hingga akhirnya berdamai dengan diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Aruma, <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong> adalah langkah pertama dari perjalanan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;&#8216;Pura-Pura Hidup Lagi&#8217; bercerita tentang hari-hari setelah kehilangan. Menurutku, yang paling berat bukan saat semuanya berakhir, tapi ketika dunia tetap berjalan seperti biasa, sementara di dalam diri kita rasanya masih ada yang berhenti,&#8221;</em> ungkap Aruma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat lirik dan nuansa musik yang intim, lagu ini menggambarkan seseorang yang tetap menjalani hari-harinya, bertemu banyak orang, bahkan tersenyum, meski masih menyimpan luka yang belum selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Aruma, &#8220;berpura-pura&#8221; bukan berarti membohongi perasaan, melainkan cara seseorang bertahan sembari perlahan belajar untuk kembali hidup.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="QS0uAiImR3I"><iframe title="Aruma - Pura-Pura Hidup Lagi (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/QS0uAiImR3I?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pembuka EP yang Bercerita tentang Proses Menerima Diri</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dari karya-karyanya sebelumnya, <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong> memang disiapkan sebagai pembuka cerita. Nantinya, setiap lagu dalam EP terbaru Aruma akan saling terhubung dan menggambarkan proses emosional yang dialami banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai dari rasa kehilangan, merasa tidak cukup, sulit menerima kenyataan, hingga akhirnya menemukan bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Kalau rangkaian karya ini diibaratkan sebuah perjalanan, &#8216;Pura-Pura Hidup Lagi&#8217; adalah langkah pertama. Aku ingin mengajak pendengar mengikuti prosesnya pelan-pelan, sampai akhirnya menyadari bahwa yang berubah bukan keadaan kita, melainkan cara kita memandang diri sendiri,&#8221;</em> jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, lagu ini bukan ditulis langsung oleh Aruma. <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong> merupakan karya cipta <strong>Pika Iskandar</strong>. Namun, sejak pertama kali mendengar demonya, Aruma merasa lagu tersebut sangat dekat dengan pengalaman pribadinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agar terasa lebih personal, ia bahkan mengubah beberapa bagian lirik serta mengeksplorasi melodi supaya karakter lagunya benar-benar mencerminkan dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Tantangan terbesarnya adalah membuat lagu yang bukan aku tulis tetap terdengar seperti ceritaku sendiri. Aku mencoba menghubungkan setiap lirik dengan pengalaman hidupku. Bahkan aku mengubah dua baris lirik di bagian akhir reff dan mengeksplorasi melodi agar terasa lebih &#8216;Aruma&#8217;,&#8221;</em> katanya.</p>



<iframe data-testid="embed-iframe" style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/track/0ZMycZdRRy0k621iSxOJgC?utm_source=generator&#038;si=50c379a455ec4ded" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"></iframe>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ingin Menjadi Teman untuk Mereka yang Sedang Berjuang</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong>, Aruma tidak bermaksud menawarkan jawaban atas setiap luka yang dialami seseorang. Sebaliknya, ia berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berusaha bangkit dari kehilangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baginya, terkadang seseorang tidak membutuhkan solusi, melainkan kehadiran yang membuatnya merasa tidak sendirian.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Aku nggak berharap lagu ini langsung menghilangkan rasa sakit seseorang. Tapi kalau lagu ini bisa membuat mereka merasa ada yang pernah mengalami hal serupa, itu sudah sangat berarti. Karena kadang yang paling kita butuhkan bukan solusi, tapi ditemani,&#8221;</em> ujar Aruma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan perilisan <strong>Pura-Pura Hidup Lagi</strong>, Aruma membuka lembaran baru dalam perjalanan musikalnya. Lagu ini menjadi pengingat bahwa proses pulih tidak pernah sama bagi setiap orang. Tidak apa-apa jika langkah hari ini masih terasa berat, karena perlahan setiap orang akan menemukan keberanian untuk benar-benar hidup lagi. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41734</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/aruma-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Yura Yunita dan Kunto Aji Hadirkan Versi Baru &#8220;Jalan Pulang&#8221;, Hangat, Intim, dan Menenangkan di Main Ke Rumah</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music-video/yura-yunita-dan-kunto-aji-hadirkan-versi-baru-jalan-pulang-hangat-intim-dan-menenangkan-di-main-ke-rumah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 04:28:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Pulang]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi Yura Kunto Aji]]></category>
		<category><![CDATA[Kunto Aji]]></category>
		<category><![CDATA[lagu Jalan Pulang]]></category>
		<category><![CDATA[Main Ke Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube Yura Yunita]]></category>
		<category><![CDATA[Yura Yunita]]></category>
		<category><![CDATA[Yura Yunita terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41715</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="yura yunita, kunto aji, jalan pulang, main ke rumah, yura yunita terbaru, lagu jalan pulang, youtube yura yunita, musik indonesia, kolaborasi yura kunto aji" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ada sesuatu yang berbeda saat Yura Yunita dan Kunto Aji menyanyikan Jalan Pulang dalam episode terbaru serial YouTube Main Ke Rumah. Tanpa aransemen yang rumit, hanya dibalut musik sederhana dan harmoni dua suara yang saling melengkapi, lagu ini justru terasa semakin dekat dengan hati. Episode kelima Main Ke Rumah yang tayang pada 17 Juli 2026 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ada sesuatu yang berbeda saat <strong>Yura Yunita</strong> dan <strong>Kunto Aji</strong> menyanyikan <strong>Jalan Pulang</strong> dalam episode terbaru serial YouTube <strong>Main Ke Rumah</strong>. Tanpa aransemen yang rumit, hanya dibalut musik sederhana dan harmoni dua suara yang saling melengkapi, lagu ini justru terasa semakin dekat dengan hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Episode kelima <strong>Main Ke Rumah</strong> yang tayang pada 17 Juli 2026 kembali menghadirkan kolaborasi menarik setelah sebelumnya Yura sukses mengundang <strong>Hetty Koes Endang</strong> dan <strong>INDAHKUS</strong> membawakan lagu <strong>Bandung</strong>, yang sempat masuk jajaran <strong>Trending YouTube Music Indonesia</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kali ini, giliran <strong>Kunto Aji</strong> yang datang &#8220;main ke rumah&#8221;. Bersama Yura, keduanya menghadirkan interpretasi baru untuk <strong>Jalan Pulang</strong>, salah satu lagu yang paling banyak dicintai penggemar Yura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih mengandalkan produksi musik yang megah, versi terbaru ini justru memilih pendekatan yang lebih intim. Aransemen minimalis memberi ruang bagi karakter vokal Yura dan Kunto Aji untuk berbicara lebih banyak, membuat setiap lirik terdengar semakin personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak heran jika banyak pendengar merasa lagu tersebut memiliki nuansa yang berbeda dibanding versi aslinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Buat aku, <em>Jalan Pulang</em> selalu punya tempat spesial. Lagu ini bercerita tentang rasa rindu yang sederhana dan keyakinan bahwa akan selalu ada tempat untuk pulang,&#8221; ujar Yura Yunita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengaku menikmati proses membawakan lagu tersebut bersama Kunto Aji karena menghadirkan suasana yang lebih hangat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bareng Kunto Aji, <em>Jalan Pulang</em> hadir dalam versi yang lebih dekat dan hangat. Semoga kamu yang lagi jauh, lagi lelah, atau lagi kangen, bisa ngerasa sedikit lebih dekat pulang setelah nonton ini,&#8221; lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal senada juga dirasakan Kunto Aji. Musisi yang dikenal lewat lagu-lagu reflektif itu menyebut <strong>Jalan Pulang</strong> sebagai lagu yang memiliki energi emosional yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Lagu yang sangat magis dengan aransemen yang bagus. Dibawakan langsung juga terasa merinding,&#8221; kata Kunto Aji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirilis pertama kali pada 2023, <strong>Jalan Pulang</strong> menjadi salah satu karya paling populer dalam katalog musik Yura Yunita. Hingga kini, lagu tersebut telah diputar lebih dari <strong>58 juta kali</strong> di berbagai platform streaming dan masuk dalam daftar <strong>10 lagu Yura dengan jumlah streaming tertinggi</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui serial <strong>Main Ke Rumah</strong>, Yura memang ingin memperkenalkan kembali lagu-lagunya lewat sudut pandang yang berbeda. Setiap episode menghadirkan musisi tamu dengan interpretasi baru sehingga lagu-lagu yang sudah dikenal terasa lebih segar sekaligus menghadirkan pengalaman mendengarkan yang berbeda.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="xt8PY991xoA"><iframe loading="lazy" title="Yura Yunita &amp; Kunto Aji - Jalan Pulang (Live Session) Eps 5 #MainKeRumah" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/xt8PY991xoA?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini juga menjadi perjalanan menuju album terbaru Yura Yunita yang dijadwalkan rilis pada tahun ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Episode <strong>Yura Yunita x Kunto Aji – Jalan Pulang</strong> sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi <strong>Yura Yunita</strong>, sekaligus menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan para penggemar kedua musisi tersebut. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41715</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/yura-yunita-kunto-aji-jalan-pulang-main-ke-rumah-yura-yunita-terbaru-lagu-jalan-pulang-youtube-yura-yunita-musik-indonesia-kolaborasi-yura-kunto-aji-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Lomba Sihir Rilis &#8220;Di Seberang&#8221;, Cerita Tentang Kehilangan yang Mengajak Pendengar Berdamai dengan Hidup</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/lomba-sihir-rilis-di-seberang-cerita-tentang-kehilangan-yang-mengajak-pendengar-berdamai-dengan-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 09:51:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Di Seberang]]></category>
		<category><![CDATA[HIndia]]></category>
		<category><![CDATA[lagu terbaru Lomba Sihir]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Sihir]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Natasha Udu]]></category>
		<category><![CDATA[Rayhan Noor]]></category>
		<category><![CDATA[Setelah Obrolan Jam 3 Pagi]]></category>
		<category><![CDATA[Sun Eater]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41649</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="lomba sihir" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kehilangan selalu menjadi pengalaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Namun, Lomba Sihir mencoba menerjemahkan perasaan itu melalui karya terbaru berjudul &#8220;Di Seberang&#8221;, sebuah lagu yang berbicara tentang bagaimana hidup harus tetap berjalan setelah seseorang yang dicintai pergi untuk selamanya. Single terbaru yang resmi dirilis pada 15 Juli 2026 melalui label Sun Eater ini menjadi pembuka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kehilangan selalu menjadi pengalaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Namun, Lomba Sihir mencoba menerjemahkan perasaan itu melalui karya terbaru berjudul <strong>&#8220;Di Seberang&#8221;</strong>, sebuah lagu yang berbicara tentang bagaimana hidup harus tetap berjalan setelah seseorang yang dicintai pergi untuk selamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single terbaru yang resmi dirilis pada <strong>15 Juli 2026</strong> melalui label <strong>Sun Eater</strong> ini menjadi pembuka menuju album <strong><em>Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi</em></strong>, edisi lanjutan (deluxe edition) dari album <strong><em>Obrolan Jam 3 Pagi</em></strong> yang akan dirilis pada <strong>4 September 2026</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dibawakan dengan perpaduan lirik yang reflektif dan aransemen alternative rock yang penuh energi, &#8220;Di Seberang&#8221; memperlihatkan sisi emosional Lomba Sihir tanpa kehilangan karakter musikal mereka yang eksploratif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini ditulis bersama oleh <strong>Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano</strong>, dan <strong>Hindia (Baskara Putra)</strong>, serta diproduseri oleh Lomba Sihir sendiri dengan tambahan permainan bas dari <strong>Rishanda Singgih</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut drummer Lomba Sihir, <strong>Enrico Octaviano</strong>, ide lagu tersebut lahir dari percakapan sederhana yang ternyata menyimpan makna mendalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Lagu ini datang dari pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di rumah tangga gue, seperti, &#8216;Kalau aku mati duluan, nanti kita bagaimana?&#8217; Sebenarnya sesimpel itu,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemikiran tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi mengenai kehidupan setelah kehilangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keyboardis <strong>Tristan Juliano</strong> mengatakan bahwa percakapan itu akhirnya membawa mereka membahas berbagai kemungkinan ketika salah satu orang terdekat sudah tidak lagi bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Itu menjadi diskusi seperti, &#8216;Kalau ada yang terjadi di antara kita, opsi dan rencananya apa saja?'&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kembali ke Akar Alternative Rock</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, <strong>&#8220;Di Seberang&#8221;</strong> membawa kembali warna alternative rock yang lebih keras dengan dominasi riff gitar berdistorsi, mengingatkan pendengar pada lagu-lagu awal Lomba Sihir seperti <strong>&#8220;Seragam Ketat&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Nirrrlaba&#8221;</strong> dari album debut <strong><em>Selamat Datang di Ujung Dunia</em></strong> (2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi <strong>Rayhan Noor</strong>, eksplorasi genre memang menjadi identitas Lomba Sihir sejak awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami selalu membayangkan Lomba Sihir punya spektrum musik yang luas. Kami bisa bermain ke mana saja. Lagu ini memang lebih keras dan kotor, tetapi tetap melankolis. Rasanya menarik untuk kembali ke warna musik seperti ini.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, proses penulisan lirik dilakukan setelah tema utama lagu disepakati bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baskara Putra (Hindia)</strong> mengaku banyak menyerap cerita pribadi Enrico untuk kemudian menerjemahkannya menjadi lirik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami menentukan dulu topiknya, lalu membuat komposisi musik, baru kemudian saya mencoba menyintesiskan berbagai cerita yang disampaikan Enrico hingga akhirnya lahirlah lirik lagu ini.&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Gerbang Menuju Album Baru</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menjadi single terbaru, &#8220;Di Seberang&#8221; juga menjadi pintu masuk menuju <strong><em>Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi</em></strong>, album lanjutan yang akan menghadirkan cerita-cerita lebih personal dibanding pendahulunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut <strong>Natasha Udu</strong>, setelah merilis album kedua mereka, seluruh personel merasa masih ada banyak kisah yang belum sempat disampaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Suatu hari kami duduk bersama dan bertanya, &#8216;Apa selanjutnya?&#8217; Kami sepakat masih banyak hal yang bisa digali lebih dalam dari Obrolan Jam 3 Pagi. Ada cerita-cerita yang jauh lebih personal yang ingin kami bagikan.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, &#8220;Di Seberang&#8221; dipilih sebagai lagu pertama yang memperkenalkan arah baru tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lomba Sihir berharap lagu ini tidak hanya menjadi karya yang dinikmati, tetapi juga mampu menemani siapa saja yang sedang berusaha berdamai dengan kehilangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami rela lagu ini menjadi lagu bersama, karena ketika sebuah karya dirilis, lagu itu bukan lagi hanya milik Lomba Sihir, tetapi juga milik semua orang yang mendengarkannya,&#8221; kata Enrico.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Natasha Udu menambahkan, mereka berharap &#8220;Di Seberang&#8221; dapat menjadi teman bagi siapa pun yang tengah menjalani proses kehidupan setelah kehilangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album <strong><em>Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi</em></strong> dijadwalkan meluncur pada <strong>4 September 2026</strong>, sementara <strong>&#8220;Di Seberang&#8221;</strong> kini sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="cHEhyRHlkfo"><iframe loading="lazy" title="Lomba Sihir  - Di Seberang (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/cHEhyRHlkfo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41649</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/lomba-sihir-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>God Bless, Srigala Jalanan dan Konsep Urban Industrial</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music-video/god-bless-srigala-jalanan-dan-konsep-urban-industrial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 01:17:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Albar]]></category>
		<category><![CDATA[Album Apa Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Cinematic Music Video]]></category>
		<category><![CDATA[Eet Sjahranie]]></category>
		<category><![CDATA[God Bless]]></category>
		<category><![CDATA[Ian Antono]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik rock Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Oleg Sanchabakhtiar]]></category>
		<category><![CDATA[Planet Design Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Srigala Jalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Industrial]]></category>
		<category><![CDATA[Video Musik 90-an]]></category>
		<category><![CDATA[video musik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=41325</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Oleg Sanchabakhtiar Bersama Personil Band God Bless" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Bagaimana energi rock diterjemahkan menjadi dunia visual yang hidup, bergerak, dan penuh atmosfer urban-industrial khas akhir 90-an. Tentu untuk sebuah video musik, yang pembuatannya melalui konsep pendekatan berbeda. Bahwasanya kalau bicara video musik, pada tahun 1997, masih didominasi format tampilan relatif “sederhana”. Adapun pendekatan tersebut, menghadirkan visual nan dinamis, yang dikemas lebih hidup dan kompleks. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana energi rock diterjemahkan menjadi dunia visual yang hidup, bergerak, dan penuh atmosfer <em>urban-industrial</em> khas akhir 90-an. Tentu untuk sebuah video musik, yang pembuatannya melalui konsep pendekatan berbeda. Bahwasanya kalau bicara video musik, pada tahun 1997, masih didominasi format tampilan relatif “sederhana”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun pendekatan tersebut, menghadirkan visual nan dinamis, yang dikemas lebih hidup dan kompleks. Dibandingkan dengan hasil akhir video musik kebanyakan di zaman tersebut. Sebagai gambaran detil, dipakainya pergerakan kamera dengan konsep layaknya sebuah film <em>action</em>, seperti <em>low angle, tracking movement, dynamic handheld</em>, perpindahan visual per-<em>scene</em> yang lebih cepat. Ditambah eksplorasi <em>framing</em> yang enerjik dan agresif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mendukung pendekatan visual di atas itu, maka untuk produksinya digunakan berbagai alat bantu shooting. Yang sebenarnya terhitung serius untuk ukuran penggarapan video musik di Indonesia. Seperti antara lain <em>Jimmy Jib, Dolly Track</em> sampai <em>Steadycamp</em>. Tentu saja, alat-alat tersebut membuat pergerakan visual terasa jauh lebih sinematik, dinamis, dan memiliki skala visual yang besar.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" data-id="41328" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_01-1024x576.jpg" alt="Scene Video Klip God Bless - Srigala Jalanan" class="wp-image-41328" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_01-1024x576.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_01-300x169.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_01-768x432.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_01-747x420.jpg 747w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_01-150x84.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_01-600x338.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_01-696x392.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_01-1068x601.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Scene Video Klip God Bless &#8211; Srigala Jalanan</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" data-id="41330" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_03-1024x576.jpg" alt="Scene Video Klip God Bless - Srigala Jalanan" class="wp-image-41330" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_03-1024x576.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_03-300x169.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_03-768x432.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_03-747x420.jpg 747w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_03-150x84.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_03-600x338.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_03-696x392.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_03-1068x601.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_03.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Scene Video Klip God Bless &#8211; Srigala Jalanan</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" data-id="41332" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_05-1024x576.jpg" alt="Scene Video Klip God Bless - Srigala Jalanan" class="wp-image-41332" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_05-1024x576.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_05-300x169.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_05-768x432.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_05-747x420.jpg 747w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_05-150x84.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_05-600x338.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_05-696x392.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_05-1068x601.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_05.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Scene Video Klip God Bless &#8211; Srigala Jalanan</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, dipilih juga lokasi “khusus” untuk pengambilan gambar. Dalam hal ini dipilih setting stadion bola yang disetting Istimewa. Dalam hal ini maksudnya, diubah menjadi ruang visual bernuansa industrial-futuristik. Area tribun dan pintu masuk stadion dihias menggunakan instalasi <em>lighting </em>khusus. Berupa lampu neon warna-warni yang dimodifikasi secara manual menggunakan filter pencahayaan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan secara spesifik tersebut, membuat atmosfir visualnya terlihat khas. Sesuai dengan tema lagunya. Terkesan panas, urban, industrial dan penuh bertebaran aksen visualisasi enerji listrik ala &nbsp;akhir 90-an. Sebuah upaya kreatif menyiasati keterbatasan tehnologi lighting yang terbatas pada masa itu. Menuntut banyak eksplorasi kreatif dalam visualisasi, yang dilakukan manual dan ekspreimental langsung di lapangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep dasar yang ditulis tersebut, untuk video musik dari lagu milik <strong>God Bless</strong>, “Srigala Jalanan”. So, bayangkan saja lagunya, aksentuasi rocknya yang tebal. Musik yang terbilang bergemuruh. Dalam hal ini, karya besutan <strong>Oleg Sanchabakhtiar</strong> dari <strong>Planet Design Indonesia</strong> ini, membawa enerji musik rock Indonesia ke level visual yang terlihat lebih <em>cinematic</em> dan <em>theatrical</em>. Bak film action saja adanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, tidak hanya God Bless diperlihatkan sedang bermain musik di “atas panggung”, disertai bangunan visualisasi dengan atmosfir urban industrial yang kuat. Stage, beserta <em>performance act</em>-nya berdasarkan pada konsep <em>industrial stage treatment</em>. Sehingga suasana rocknya keluar dan terasa. Cadas!</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_04-1024x576.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" data-id="41331" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_04-1024x576.jpg" alt="Scene Video Klip God Bless - Srigala Jalanan" class="wp-image-41331" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_04-1024x576.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_04-300x169.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_04-768x432.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_04-747x420.jpg 747w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_04-150x84.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_04-600x338.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_04-696x392.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_04-1068x601.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_04.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Scene Video Klip God Bless &#8211; Srigala Jalanan</figcaption></figure></a></div>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" data-id="41329" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_02-1024x576.jpg" alt="Scene Video Klip God Bless - Srigala Jalanan" class="wp-image-41329" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_02-1024x576.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_02-300x169.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_02-768x432.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_02-747x420.jpg 747w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_02-150x84.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_02-600x338.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_02-696x392.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_02-1068x601.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/scene-video-klip-god-bless-srigala-jalanan_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Scene Video Klip God Bless &#8211; Srigala Jalanan</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Design panggungnya secara rinci adalah, level panggung berbeda untuk masing-masing personil, <em>property industrial custom, lighting stage</em> yang diprogram khusus. Dan hingga penggunaan efek visual aliran listrik di antara para <em>players.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun situasi dan kondisi dari “<em>basecamp</em>” para Srigala Jalanan juga dikemas dengan interior industrial yang sangat kuat, memperlihatkan pendekatan <em>art direction</em> yang detail dan serius untuk ukuran video musik Indonesia tahun 1997. Lalu Oleg sebagai <em>director</em>, menyelipkan pula adegan seru, kejar-kejaran motor <em>Harley Davidson</em>, yang dibuat di area yang berbeda-beda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada video musik ini, Oleg kembali menangani sekaligus beberapa posisi seperti menjadi juga <em>Producer, DOP, Cameraman, Lighting, Conceptor/Creative Director</em> dan <em>Art Director</em>. Proses produksi memakan waktu lebih dari sehari <em>shooting</em>, yang membuktikan memang kali ini proses pembuatan tidaklah seperti video musik yang ada lainnya. Jadinya seperti membuat sebuah film pendek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Video musik ini juga menjadi spesial karena penampilan God Bless yang Istimewa. Seperti diketahui lagu Srigala Jalanan ada di album Apa Kabar, yang adalah album kelima God Bless, yang dirilis tahun 1997. Sebuah album “perayaan” kembalinya mereka untuk berkumpul lagi, setelah vakum sekitar 8 tahun lamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">God Bless tampil dengan mengetengahkan 2 gitaris terkemuka yaitu <strong>Ian Antono</strong> dan <strong>Eet Sjahranie</strong>. Selain itu didukung alm. <strong>Yockie Suryo Prayogo</strong>, alm. <strong>Donny Fattah</strong>, <strong>Teddy Sujaya</strong> dan, tentu saja sang vokalis,&nbsp; <strong>Achmad Albar</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, sosok pemimpin dari “Gank Srigala Jalanan” diperankan oleh <strong>Teges Prita Soraya</strong>, yang pada saat itu bekerja sebagai <em>Public Relation</em> dari  <strong>Hard Rock Café</strong> Thamrin Sarinah,Jakarta.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="God Bless - Srigala Jalanan (Official Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/dVtdOUIPFOI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Video yang mendapatkan penghargaan pada ajang Video Musik Indonesia, periode 1997 – 1998 ini, sebenarnya memiliki sisi menarik yang lain. Sebenarnya merupakan kelanjutan dari cerita visual yang sebelumnya dibuka melalui lagu “Apa Kabar”. Kemudian “disambungkan” dengan treatment berita di salah satu stasiun televisi nasional. Adapun presenter pada stasiun televisi tersebut diperankan <strong>Dian Nitami</strong>, yang pada waktu itu juga dikenal sebagai <em>host</em> acara Video Musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan pada <em>ending</em> video Srigala Jalanan, keluar teks, “<em>This is not the End</em>!” Penutup yang memperlihatkan bahwa dunia visual dan cerita yang dibangun, sebenarnya direncanakan untuk terus berlanjut. Sayangnya, hingga hari ini kelanjutannya, belum dapat diwujudkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan karena itulah, karya ini pada akhirnya terasa memiliki “<em>unfinished energy</em>”, yang sebenarnya masih hidup sampai sekarang ini. Hari ini, video music ini mempunyai nilai historis yang kuat, karena memperlihatkan bagaimana video music Indonesia mulai bergerak menuju <em>cinematic storytelling, visual world building</em> dan identitas visual yang lebih berani. Dan pada akhirnya, video music Srigala Jalanan ini, bukan sekedar mengenai musik keras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi sejatinya, tentang bagaimana enerji rock diterjemahkan menjadi dunia visual yang hidup, bergerak dan penuh atmosfir urban-industrial khas e ra 90-an. Walau sayangnya video ini, tentu tidak dapat mengikuti program <em>#IMVA_Official</em> – <em>Indonesian Music Video Awards, </em>karena telah dipublikasikan jauh sebelum batas periode partisipasi (September 2002).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun begitu, karya ini tetap menjadi salah satu referensi penting dalam melihat perkembangan Bahasa visual dari video music rock Indonesia. <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong> foto : <em>dok. #IMVA_Official</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41325</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/oleg-bersama-personil-band-god-bless-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Kidung Mesra, Catatan Sebuah Video Terbaik, di Waktu Itu…</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music-video/kidung-mesra-catatan-sebuah-video-terbaik-di-waktu-itu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 05:54:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[album KLasik]]></category>
		<category><![CDATA[creative director Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Firdaus Fadlil]]></category>
		<category><![CDATA[Katon Bagaskara]]></category>
		<category><![CDATA[Kidung Mesra]]></category>
		<category><![CDATA[KLa Project]]></category>
		<category><![CDATA[majalah HAI]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Oleg Sanchabakhtiar]]></category>
		<category><![CDATA[Planet Design Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah video musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sony Music Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[video musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Video Musik Indonesia 2001]]></category>
		<category><![CDATA[video musik terbaik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40599</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="189" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-300x189.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Video Music Kla Project - Kidung Mesra" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-300x189.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-1024x646.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-768x484.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-666x420.jpg 666w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-150x95.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-600x378.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-696x439.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-1068x673.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Adalah sebuah video musik, yang bertolak dari rasa, keheningan dan kejujuran visual. Kok ya terasa semakin langka, di waktu sekarang ini? Semoga saja tidak. Tetapi karya video ini, yang dibesut dan dikemas pada tahun 2001. Tepatnya diproduksi pada Januari 2001, lalu dilombakan pada Maret 2001. Dan&#160; eh ternyata, menang! “Kidung Mesra”, judul lagunya. Yang adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Adalah sebuah video musik, yang bertolak dari rasa, keheningan dan kejujuran visual. Kok ya terasa semakin langka, di waktu sekarang ini? Semoga saja tidak. Tetapi karya video ini, yang dibesut dan dikemas pada tahun 2001. Tepatnya diproduksi pada Januari 2001, lalu dilombakan pada Maret 2001. Dan&nbsp; eh ternyata, menang!</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kidung Mesra”, judul lagunya. Yang adalah salah satu hits dari kelompok <strong>KLa Project</strong>. Terpilih sebagai Video Musik Terbaik pada ajang Video Musik Indonesia, edisi Maret 2001. Pada akhirnya tak berhenti soal penghargaan saja, tapi karya video ini menunjukkan bahwasanya Video Musik itu bisa lebih dari sekedar pelengkap lagu.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-1024x678.jpg" alt="kla project" class="wp-image-40602" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/kla-project.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">kla project</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu Kidung Mesra, dengan lirik ditulis <strong>Katon Bagaskara</strong> ini, dirilis dalam album <strong>KLasik</strong>. Yang adalah album studio ketujuh dari KLa Project. Dirilis pada Desember 1999 oleh Sony Music Indonesia dan Pro Sound.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada saat itu, proses syuting video ini menggunakan kamera Betacam SP. Serta didukung kamera SLR 35MM, memakai <em>roll-film</em>, untuk keperluan fotografi. Hasil foto kamera 35mm dicetak <em>contact-print</em> lalu digabungkan ke dalam video, melalui <em>scanning</em>. Alhasil sebuah ide visualisasi kreatif yang berani, pada waktu itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adalah <strong>Oleg Sanchabakhtiar</strong>, tentunya dari <strong>Planet Design Indonesia</strong>, yang bertindak sepenuhnya meng<em>handle</em> hampir seluruh aspek produksi pengerjaan video. Dari penyutradaraan, pengambilan gambar, sinematografi, pencahayaan, penataan artistik. Juga editing, baik <em>online</em> maupun <em>offline.</em> Termasuk sebagai <em>creative-director</em>, bahkan terlibat dalam pemilihan model.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, pendekatan multi-peran ini membuat keseluruhan karya terasa sangat utuh secara visual dan emosional. Karena seluruh elemen dibangun dalam satu visi kreatif yang konsisten dari awal hingga akhir.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-1024x678.jpg" alt="oleg dan daus" class="wp-image-40603" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/oleg-dan-daus.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><strong>Oleg Sanchabakhtiar</strong> dan <strong>Firdaus Fadlil</strong></figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses pengerjaan kreatif video ini, Oleg Sanchabakhtiar, menlibatkan peran fotografer, <strong>Firdaus Fadlil</strong>. <strong>Daus</strong>, sebagai fotografer senior majalah HAI, lantas menghadirkan sentuhan fotografi yang mendukung penuh dan memperkuat identitas khusus video ini. Kerjasama yang bernas, tentu saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah berkembangnya <em>platform</em> dan kompetisi video musik saat ini, karya seperti “Kidung Mesra” ini kalau diamati lebih seksama, tentu menjadi pengingat bahwa fondasi kreativitas Indonesia sudah kuat sejak lama sebenarnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="KLa Project - Kidung Mesra (Officially Music Video)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/4ZO_-oMYKS0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, secara teknis Video ini tidak dapat berpartisipasi dalam program seperti&nbsp;<strong>#IMVA_Official – Indonesian Music Video Awards, <em>member</em> of Planet Design Indonesia</strong>, karena dipublikasikan sebelum batas periode (September 2002). Tetapi pada akhirnya, justru hal tersebut membuat video ini tetaplah penting. Penting sebagai sebuah referensi sejarah. Bahwa bila diamati, kreatifitas penggarapan sebuah video musik sudah melangkah sedemikian jauh pada sisi kreatifitasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu diingatkan lagi, video ini dikemas dan dibesut pada sekitar 25 tahun-an silam. Dan tentu saja, tetap relevan pada sisi kreatifitasnya. Diharapkan akan lahir lagi video-video musik berikutnya, hasil olah kreatif tangan-tangan kreator muda, yang kelak meramaikan musik Indonesia. Di waktu sekarang dan kemudian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditunggu karya-karya baru video lainnya….<strong> XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40599</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/vm-kla-project-300x189.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="189" />	</item>
		<item>
		<title>Oleg Sanchabakhtiar : Video Musik Sekarang Ini Sudah Menjadi Movement!</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 04:58:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Music & Video]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[IMVA]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Video Music Awards]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kreator visual musik]]></category>
		<category><![CDATA[Oleg Sanchabakhtiar]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sutradara video musik]]></category>
		<category><![CDATA[video musik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39364</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="oleg sanchabakhtiar video musik sekarang ini, sudah menjadi movement!" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Seorang tokoh muda, rasanya layak dijadikan tokoh memang. Ketokohannya tak bisa dipungkiri, dalam perjalanan dan juga perkembangan akan video musik di Indonesia ini. Dunia yang sudah ditangani, sudah dijalaninya sejak medio 1990-an. Saat ramai-ramainya Video Musik menjadi salah satu media promosi penting, dari pe-rilis-an rekaman musik. Dan sejak era tersebut, ia telah membesut dan menghasilkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Seorang tokoh muda, rasanya layak dijadikan tokoh memang. Ketokohannya tak bisa dipungkiri, dalam perjalanan dan juga perkembangan akan video musik di Indonesia ini. Dunia yang sudah ditangani, sudah dijalaninya sejak medio 1990-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ramai-ramainya Video Musik menjadi salah satu media promosi penting, dari pe-rilis-an rekaman musik. Dan sejak era tersebut, ia telah membesut dan menghasilkan tak kurang dari 300 video musik Indonesia. Video musik dari bisa dibilang nyaris seluruh nama penyanyi, grup band yang berkiprah di dunia Musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleg Sanchabakhtiar</strong>, begitu namanya. Yang sepanjang perjalanan karirnya di bidang video musik (dikenal sebagai <em>Video-Clip</em>), ia telah diganjar berbagai penghargaan baik lokal maupun internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Antara lain Sutradara Terbaik, DOP (<em>Director of Photography</em>) Terbaik, Cameramen Terbaik, Lighting Terbaik, Art Director Terbaik dan Editor Terbaik. Yang artinya, bisa dibilang ia berkiprah secara total, di semua bidang pada pembuatan sebuah video musik, atau video-clip tersebut.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-1024x678.jpg" alt="oleg sanchabakhtiar" class="wp-image-39371" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">oleg sanchabakhtiar</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya sampai di penghargaan individual, untuk dirinya. Ia juga sukses menghantarkan sejumlah video kreasinya sebagai video terbaik tahunan, bulanan. Sampai pada video favorit pilihan penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu pada periode waktu berikutnya, hampir 1 dekade, Oleg Sanchabakhtiar, menyibukkan diri sebagai <em>creative-director</em> pada beberapa grup band ternama. Terutama grup musik <strong>Noah</strong>. Ia juga kerapkali ia menangani beberapa konser besar di sektor <em>art </em>atau <em>creative</em> nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas pertimbangan panjangnya pengalaman kiprahnya di video musik tersebut, Oleg kemudian berinisiatif menggelar lagi, <strong>Indonesia Video Music Awards</strong>. Di 2025 digulirkan lagi ide penghargaan atas video tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu saja, dengan beberapa pembaharuan. Yang prinsipnya, format baru yang lebih visioner dan terstruktur. Ajang ini pada era 1990-an dikenal luas sebagai Video Musik Indonesia (VMI). Setelah vakum pada beberapa dekade, ingin sekali untuk dihidupkan kembali. Dengan pendekatan konsep yang telah disesuaikan, lebih modern dan relevan dengan generasi digital masa kini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu saja, timbullah pertanyaan, apakah pada saat sekarang video musik masih penting? Di era sekarang, saat semua orang bisa dengan mudahnya mengunggah video dalam hitungan detik kan? Gimana? Pertanyaan langsung ditujukan pada Oleg Sanchabakhtiar sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Oleg, Oh tentu saja. Sangat penting, jawab Oleg bahkan semakin krusial sebenarnya. Sejatinya video musik bukan sekedar pelengkap lagu. Video Musik itu adalah wajah, jiwa dan identitas dari sebuah karya (lagu/musik).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itulah yang ingin dibangun kembali lewat acara&nbsp; Indonesia Video Music Awards ( #IMVA_official ). Sebuah system apresiasi yang serius, berkelanjutan dan memiliki standar profesionalisme, lanjut Oleg lagi.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39370" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-dion-momongan-678x1024.jpg" alt="oleg sanchabakhtiar bersama dion momongan" class="wp-image-39370" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-dion-momongan-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-dion-momongan-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-dion-momongan-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-dion-momongan-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-dion-momongan-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-dion-momongan-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-dion-momongan-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-dion-momongan-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-dion-momongan-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-dion-momongan.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">oleg sanchabakhtiar bersama dion momongan</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39369" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-anggun-c-sasmita-678x1024.jpg" alt="oleg sanchabakhtiar bersama anggun c sasmita" class="wp-image-39369" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-anggun-c-sasmita-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-anggun-c-sasmita-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-anggun-c-sasmita-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-anggun-c-sasmita-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-anggun-c-sasmita-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-anggun-c-sasmita-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-anggun-c-sasmita-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-anggun-c-sasmita-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-anggun-c-sasmita-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-anggun-c-sasmita.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">oleg sanchabakhtiar bersama anggun c sasmita</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="39368" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-ahmad-dhani-678x1024.jpg" alt="oleg sanchabakhtiar bersama ahmad dhani" class="wp-image-39368" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-ahmad-dhani-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-ahmad-dhani-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-ahmad-dhani-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-ahmad-dhani-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-ahmad-dhani-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-ahmad-dhani-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-ahmad-dhani-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-ahmad-dhani-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-ahmad-dhani-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-bersama-ahmad-dhani.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">oleg sanchabakhtiar bersama ahmad dhani</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Oleg menerangkan bahwa IMVA 2026 ini memiliki 3 pilar utama. Ada <strong>Piala Swaradrisya</strong>. Kategori professional, dengan system kurasi berjenjang. Penilaian dilakukan berdasarkan kekuatan naratif, visual, konsistensi artistic dan relevansi karya dalam pengembangan ekosistem industri kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang kelak terpilih, bukanlah semata-mata sekadar viral, tetapi layak secara kwalitas. Pemenang kategori ini dengan standar nilai internasional, akan dipersiapkan untuk mewakili Indonesia di ajang forum dan kompetisi video musik internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kategori berikut, <strong>Rising &amp; Youth Category</strong>. Kalau kategori professional sudah diadakan sejak awal 2026, maka untuk kategori ini dipersiapkan untuk menjadi gerbang bagi kemunculan generasi muda, yang siap membangun identitas visual musik Indonesia, secara professional dan berdaya saing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai kategori ketiga adalah, <strong>Special Competition Series</strong>. Yang sudah dimulai sejak awal tahun silam. Mencakup dari konsep <em>organic, hybrid</em> sampai <em>AI</em> video. Karena industri bergerak relatif cepat, maka <em>creator</em> Indonesia harus siap bersaing di level internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IMVA ini pendekatan kreatifnya sistematis dan berkelanjutan. Diharapkan tidak menjadi sekedar awards, bukan sekedar nostalgia. Melainkan semacam arsitektur video musik Indonesia di masa sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleg melanjutkan lagi, bahwa di tengah algoritma yang cepat dan atensi yang pendek, kwalitas harus tetap diberikan ruang memadai. Karena bila kualitasnya kuat, tambah Oleg, maka karya Indonesia harusnya kelak layak berdiri di <em>stage </em>internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun selengkapnya Informasi mengenai IMVA bisa didapatkan di website resmi,&nbsp; <a href="http://www.indonesiavideomusicawards.com">www.indonesiavideomusicawards.com</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sukses untuk IMVA. Dan <strong>xposeindonesia</strong> dengan bangga, ikut memberikan support sepenuhnya. Salam Musik. <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39364</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/oleg-sanchabakhtiar-video-musik-sekarang-ini-sudah-menjadi-movement-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
	</channel>
</rss>
