Selasa, Januari 6, 2026

Bug HyperOS Ganggu Pengguna Redmi Note 14 dan 13 Pro+, Xiaomi Janji Perbaikan Menyeluruh

Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah mengakui adanya sejumlah bug krusial pada sistem operasi terbarunya, HyperOS, yang berdampak langsung pada pengalaman pengguna di berbagai lini perangkat. Dalam laporan mingguan resmi yang dirilis perusahaan teknologi asal Tiongkok tersebut, dua model populer, yakni Redmi Note 14 dan Redmi Note 13 Pro+ 5G, tercatat mengalami masalah serius mulai dari daya tahan baterai hingga gangguan pada fungsi kamera.

Sebagai salah satu produsen smartphone terbesar di dunia dengan basis pengguna yang sangat luas, Xiaomi selama ini dikenal agresif dalam pengembangan perangkat lunak melalui antarmuka MIUI dan kini HyperOS, sistem operasi terpadu yang dirancang untuk menghubungkan ekosistem ponsel, tablet, hingga perangkat IoT. Namun, pembaruan besar ini rupanya belum sepenuhnya berjalan mulus di lapangan.

Keluhan paling banyak datang dari pengguna Redmi Note 14 yang melaporkan perangkat mereka mati secara tiba-tiba meskipun indikator baterai masih menunjukkan sisa daya. Masalah ini diduga berkaitan dengan ketidakakuratan sistem dalam membaca persentase baterai, sehingga ponsel mengalami shutdown sebelum daya benar-benar habis. Xiaomi mengungkap bahwa bug tersebut teridentifikasi pada beberapa versi HyperOS, di antaranya build OS3.0.4.0.WOGMIXM dan OS3.0.3.0.WOFMIXM, yang tersebar di sejumlah wilayah.

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran, terutama karena seri Redmi Note dikenal sebagai tulang punggung penjualan Xiaomi di segmen menengah. Sebagai solusi sementara, Xiaomi menyarankan pengguna untuk mengosongkan baterai hingga benar-benar habis lalu mengisi daya sampai penuh guna mengkalibrasi ulang sistem. Perusahaan juga memastikan bahwa perbaikan permanen tengah disiapkan dan akan dirilis melalui pembaruan HyperOS berikutnya.

Sementara itu, masalah berbeda dialami oleh pengguna Redmi Note 13 Pro+ 5G. Sejumlah laporan dari komunitas pengguna, khususnya di Uzbekistan, menyebutkan adanya getaran tidak wajar dan suara aneh dari modul kamera saat digunakan untuk memotret atau merekam video. Dalam beberapa kasus, kualitas video juga dilaporkan menurun dengan tampilan patah-patah setelah pembaruan sistem dilakukan.

Xiaomi menyatakan bahwa data awal yang diterima saat ini masih terbatas sehingga belum cukup untuk menentukan penyebab utama gangguan kamera tersebut. Oleh karena itu, perusahaan meminta pengguna yang terdampak untuk mengirimkan laporan detail melalui kanal resmi guna mendukung proses investigasi lebih lanjut.

Di luar dua masalah utama tersebut, Xiaomi juga mengumumkan telah menyelesaikan 11 bug lain yang tersebar di berbagai perangkat. Perbaikan mencakup pemulihan konektivitas pada Redmi Pad 2 4G, penghapusan error “no service” di Redmi 14C 5G, hingga pemulihan akses data seluler pada POCO X7 Pro. Selain itu, stabilitas aplikasi Messenger di Xiaomi Pad 7 telah ditingkatkan, pembaruan cuaca di Xiaomi 15T Pro kembali normal, dan sejumlah perangkat yang sebelumnya mengalami freeze aplikasi kini telah berjalan lebih stabil.

Perbaikan juga menyentuh aspek hardware dan fitur, seperti akurasi warna layar POCO F8 Pro, pemulihan fungsi NFC pada Redmi Note 14 Pro, kompatibilitas pengisian daya kabel di Redmi Note 14 5G dan POCO M7 Pro 5G, hingga optimalisasi fitur audio Dolby 3D Surround di POCO F8 Ultra.

Langkah-langkah ini menegaskan komitmen Xiaomi dalam menjaga kepercayaan pengguna di tengah transisi besar menuju HyperOS. Perusahaan mengimbau pengguna yang masih mengalami kendala untuk aktif melaporkan masalah melalui aplikasi Feedback bawaan perangkat atau forum komunitas resmi. Informasi perkembangan perbaikan juga dapat dipantau melalui kanal Telegram resmi Xiaomi, seiring upaya perusahaan menyempurnakan stabilitas dan performa sistem operasi terbarunya. XPOSEINDONESIA/IHSAN

Must Read

Related Articles