Anna Mariana Terima Dua Penghargaan Dalam Semalam

26 October 2019

Anna Mariana  menerima dua penghargaan dalam semalam.  Penghargaan pertama adalah Best Women in Enterpreneur (Sebagai Fashion Designer /Ibu Tenun Songket Indonesia). Kedua, Best Women In Profesional (karena perannya sebagai Konsutan Hukum )

Moment ini terlihat tatakala Pusat Prestasi Indonesia menyelenggarakan Grand Award Ceremony di Grand Melia,  Jakarta Selatan 25 Oktober 2019. Dan Anna salah satu dari 29  penerima penghargaan malam itu.

Dwi  Andriani Sulistiowati, Asisten Deputi Peningkatan  Kualitas SDM  Perkoperasian  dan Deputi Bidang Pengembangan SDM  Kementrian Koperasi dan UKM RI,  dalam sambutannya mewakili Menteri Koperasi Teten Masduki mengatakan penghargaan  seperti yang diberikan Pusat Prestasi Indonesia  ini terasa penting.

“Untuk membangun jiwa kompetitif  yang sehat, guna berkontribusi dalam pengembangan  SDM dan membangun keunggulan  bangsa dan  negara.”

Lebih lanjut Dwi menyebut, kegiatan ini sejalan dengan  program pemerintah, yang salah satunya  adalah fokus pada SDM.  “Sebab pengembangan SDM  adalah kunci pertumbuhan  Indonesia. Dan kreativitas juga inovasi  yang dilakukan masyarakat merupakan  satu kesatuan dan upaya strategis yang menandai  pondasi dan kemajuan sebuah bangsa!” 

Usai turun panggung  dari menerima  penghargaan,  Prof Dr. Hj Anna Mariana, SH, MH, MBA   mengaku sangat bersyukur  “Alhamdulillah ya,  bisa dapat dua  penghargaan dalam semalam,” kata Anna Mariana yang malam itu didampingi suami   Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MS, MSc  juga adik ipar TA Panji Indra, Tjokorda Istri Dewi dan sejunlah kerabat lain.

Menelusuri perjalanan karir Anna Mariana memang terhitung unik.  Karena  ia berjalan dalam dua bidang  yang  sangat berbeda. Yakni Kain (terutama) Tenun-Songket dan Hukum.  

Sejatinya, Anna Mariana  yang kini dikenal sebagai Ibu Tenun Songket Indonesia adalah lawyer yang  sudah berkiprah lebih dari 30 tahun.  Ia bahkan mendirikan dua Law Firm  sendiri, yakni  Mariana Partners dan RDS  & Partners.

“Dalam  hal  memberikan bantuan hukum, kami sudah menangani ratusan kasus, mulai dari kasus kecil, sampai kasus pembelaan terhadap perempuan, juga kasus korupsi,” kata Anna.

Di tengah  kiprahnya mengurus pelayanan hukum   untuk masyarakat itulah,  Anna  tetap menggeluti hobinya  sejak muda untuk mengoleksi kain. 

Kalau dihitung-hitung, Anna  mengaku sudah lebih dari 40 tahun mengoleksi beragam kain, termasuk tenun dan songket.  Ia  memulainya sejak meniti kuliah di fakultas Hukum UGM sekitar tahun 1978.  Dari awal sekadar hobi mengoleksi, kemudian berkembang  sangat pesat, bahkan kemudian  ikut berjuang membina pengrajin  tenun dan songket di berbagai daerah di seluruh Indonesia. 

“Saya juga melahirkan motif tenun songket jenis baru  seperti tenun songket Babe (Bali-Betawi), tenun songket Babon (Bali Cirebon),” dan lain-lain. Saya mencoba menciptakan motif baru yang belum ada di Nusantara,” kata Anna yang lahir 1 Januari 1960 ini. 

“Semua ini adalah upaya untuk melestarikan sekaligus  juga mengembangkan  kain warisan  dari nenek moyang kita.  Karena itu saya masih berjuang Agar tidak hilang ditelan jaman!” kata Anna  lagi.

Upaya Anna  untuk melestarikan tenun dan songket  sebagai warisan tak benda milik Indonesia memang tidak tanggung-tanggung. Ia berjuang habis-habisan.   Salah satu di antaranya mengupayakan lahirnya hari Tenun dan Songet, sama seperti penetapan hari Batik.  Proses ini masih berlangsung. 

“Kami  masih menunggu ditandatangani serta disahkannya keppres tentang Hari Tenun dan Songket Nasional oleh Bapak Presiden Jokowi.  Di tengah itu, saya  juga sedang menyiapkan kegiatan pemilihan Putra Putri Tenun Indonesia. In sya Allah  bisa terlaksana akhir tahun ini!”XPOSEINDONESIA/ Foto Muhamad Ihsan & Dudut Suhendra Putra

More Pictures

More Pictures

 

 

Last modified on Saturday, 26 October 2019 10:35
Login to post comments