WITT  : Kampanye Tanpa Rokok yang Smooth & Fun

30 May 2019

Wanita Indonesia Tanpa Tembakau  (WITT), sebuah  lembaga non pemerintah dan non profit  yang berdiri sejak tahun 1995, memiliki  kepengurusan baru untuk masa kerja 2019-2021,  di bawah  komando Tuti Kresna (Ketua Umum), Dian Rachmat  (Wakil Ketua Umum) dan Ellin Sukandar (Sekretaris Umum).

Bertepatan  dengan World No Tobacco  Day atau Hari Tanpa Tembakau Sedunia  (HTTS), yang jatuh setiap tanggal 31 Mei,  dan tahun ini mengambil tema Rokok dan Kesehatan Paru, kepengurusan yang baru dilantik pada bulan April lalu tersebut,  memperingati HTTS sambil menggelar acara buka puasa dan memberi santuan kepada 50 anak  yatim piatu pada Rabu, 29 Mei 2019.

Adakah korelasi langsung antara  peringatan HTTS dengan anak yatim?  “Jelas Ada. Karena, salah  satu yang menjadi pasar rokok justru masyarakat  dan juga anak-anak yang kurang mampu,” ungkap Tuti Kresna dalam jumpa pers di kawasan Lamandau, Jakarta Selatan.  “Seperti kita tahu, hanya di Indonesia rokok bisa dijual  secara ketengan, sementara  di luar tidak terjadi pola jualan  macam ini.” Ia menambahkan

Dalam kepengurusannya, Tuti berkeinginan kegiatan WITT  bisa menyentuh banyak lapisan  masyarakat, termasuk anak-anak yatim, anak  panti asuhan untuk  mengkampanyekan  bahaya asap rokok, agar mereka lebih peduli pada kesehatan paru masing-masing. 

“Selain ingin berbagi di hari baik, dan bulan baik, kami berharap bisa menyentuh anak-anak ini, sehingga mereka bisa menjaga paru-paru dan kesehatan. In sya Allah,  mereka  kemudian juga bisa menjadi agent of change untuk lingkungan sekitarnya!” ujar Tuti sambil  menyebut  kegiatan berbagi di bulan Ramadan ini  sesuai dengan tag line  peringatan HTTS yakni: Generasi Emas,  Sehat Gaya Hidupnya, Sehat Parunya. 

Dian Rachmat,  Wakil Ketua Umum menyebut, kegiatan edukasi  dan penyuluhan semacam ini,  memang sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan WITT.  

“Sebulan sekali, kami  biasa melakukan edukasi dan penyuluhan ke berbagai sekolah  mulai dari tingkat SD sampai SMA.  Kami juga mendekati dan menyentuh usia produktif dan merokok di berbagai instansi  swasta dan pemerintah!” tutur Dian.

Menurut Dian,  WITT  dalam kepengurusan ini mencoba untuk lebih  aktif mengkampanyekan bahaya asap rokok ini. Karena secara angka, penderita penyakit paru, kian meningkat dan menjadi 5 besar dari penyakit mematikan. 

“Bahaya asap ini sangat dahsyat. Memang  tidak secara langsung dapat mematikan si perokok. Tapi dalam jangka panjang,  dalam 10 atau 15 tahun, jika dalam satu keluarga ada perokok, besar kemungkinan anggota keluarga yang perokok pasif malah yang  terkena penyakit paru, kanker paru  dan penyakit lainnya yang diakibatkan  dari rokok!”

Sebagai  pemimpin baru di WITT, Tuti  memiliki banyak keinginan yang  ingin dikerjakannya. Dan yang paling utama adalah ingin menggerakkan dan melibatkan semua generasi,  dari kaum millennial, kaum usia menegah, juga senior  untuk saling bersinergi  mengkampanyekan life style sehat tanpa rokok.

“Kami ingin masuk ke gaya hidup pria. Misalnya,  ke komunitas  penggemar motor gede dan ferrary yang identik sebagai kaum perokok. Ini memang sebuah perjuang yang tidak mudah. Tapi harus dilakukan dengan  smooth dan fun!”  ujar Tuti mengakhiri pembicaraan. XPOSEINDONESIA – Dudut Suhendra Putra

More Pictures

 

Last modified on Thursday, 30 May 2019 12:45
Login to post comments