



Ratusan umat Islam memadati area Pemakaman Komplek TVRI pada Sabtu (21/3/2026) untuk melaksanakan tradisi ziarah kubur usai menunaikan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran yang terus dijaga oleh masyarakat dari generasi ke generasi.
Sejak pagi hari, warga terlihat datang bersama keluarga dengan membawa bunga, air, dan perlengkapan doa. Mereka berkumpul di pusara keluarga untuk memanjatkan doa, membaca ayat suci Al-Qur’an, serta mengenang orang-orang tercinta yang telah meninggal dunia. Suasana haru dan khidmat menyelimuti area pemakaman, meski diwarnai kebersamaan antar anggota keluarga.
Tradisi ziarah kubur pada Idul Fitri memiliki makna spiritual yang mendalam. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan kehidupan setelah dunia serta pentingnya menjaga hubungan batin dengan keluarga yang telah tiada. Tidak sedikit warga yang memanfaatkan momen ini untuk mengajarkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak mereka.
Di tengah padatnya aktivitas Lebaran, ziarah kubur tetap menjadi agenda utama bagi sebagian masyarakat. Tradisi ini bahkan menjadi sarana mempererat hubungan keluarga, karena biasanya dilakukan secara bersama-sama setelah melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri.
Meski sederhana, kegiatan ini mencerminkan kuatnya nilai budaya dan religius dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ziarah kubur tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga bagian dari identitas sosial yang terus hidup dan diwariskan.
Dengan berlangsungnya tradisi ini, Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan, tetapi juga sebagai momen refleksi, doa, serta penguatan nilai kekeluargaan yang tak lekang oleh waktu. Foto: Xposeindonesia/Dudut Suhendra Putra

