XPOSE INDONESIA

XPOSE INDONESIA

Wednesday, 03 June 2020

Peran perwakilan promosi pariwisata Indonesia di luar negeri atau VITO (Visit Indonesia Tourism Officer) perlu diperkuat oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengoptimalkan promosi produk pariwisata ke negara-negara fokus pasar wisatawan.

Wednesday, 03 June 2020

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merancang sebuah acara bertajuk “Pentas di Rumah”.   Ini adalah kegiatan  yang memberi ruang bagi para seniman (khususnya seni pertunjukan untuk berkarya),  sekaligus menjadi bagian dari program mitigasi terhadap pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19. 

Wednesday, 03 June 2020

Pascapandemi COVID-19 akan terjadi tren baru perubahan perilaku manusia, atau yang disebut new normal, termasuk salah satunya berdiskusi secara virtual, yang sebelum COVID-19 muncul, hal ini jarang dilakukan.

Wednesday, 03 June 2020

Indonesia memiliki lima situs warisan dunia berbasis budaya. Yakni, Kompleks Candi Borobudur, Kompleks Candi Prambanan, Situs Manusia Purba Sangiran, Sistem Subak Bali sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana, dan yang terakhir Tambang Kuno Batubara Ombilin Sawahlunto. 

Wednesday, 03 June 2020

Merujuk pada UU Hak Cipta no. 28/2014 ttg Karya Cipta Ilmiah, Sastra dan Musik serta merujuk pada PP no. 16/ 2020 ttg Pencatatan Karya Cipta dan Hak Terkait, sebaiknya negara hadir dalam sosialisasi UU RI dan PP yang berkaitan dgn Karya  Intelektual itu. 

Wednesday, 03 June 2020

Nia Daniati, penyanyi  yang terkenal dengan lagu 'Gelas-Gelas Kaca' ikut membagikan nasi kotak ke sejumlah warga yang lewat di depan Posko 'Peduli Jurnalis', di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu 09/05/2020.

Wednesday, 03 June 2020

Para istri Jaksa Adhyaksa Angkatan 689 (biasa disebut dengan nama Ladies 689) secara suka rela menggelar aksi solidaritas, untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung pandemi Covid 19.

Wednesday, 03 June 2020

Sebanyak 100.000 masker kain dibagikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta sektor pendukung parekraf lainnya yang terpaksa harus tetap bekerja di luar rumah di tengah pandemi COVID-19.

Wednesday, 03 June 2020

Tompi dan Ridho 'Slank' bakal menjadi dosen dan mengisi materi kuliah musik online  (KMO) dalam kegiatan "Ngamen dari Rumah" yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Institut Musik Jalanan (IMJ). 

Mohammad Amin,  Plt. Direktur Industri Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan Kemenparekraf/Baparekraf mengatakan, KMO merupakan bagian dari rangkaian acara "Ngamen dari Rumah" yang akan berlangsung dari 13 - 31 Mei 2020. 

“Ngamen dari Rumah” adalah sebuah acara yang ditujukan untuk memfasilitasi 200 musisi jalanan terdampak COVID-19 untuk tampil di panggung online.

"Ridhoakan mengisi materi kuliah dengan tema 'Konsistensi Karya Musik' pada 16 Mei. Semntara pada 17 Mei, Tompi akan mengisi kuliah musik dengan tema 'Musik Sebagai Gerakan Perubahan Sosial'," kata Mohammad Amin, Kamis (7/5/2020)  

Selain Tompi dan Ridho ‘Slank’, Anto Baret juga akan menjadi pembicara yang mengangkat tema "Jalanan dan Cerita, Catatan Kilas Balik KPJ 38 Tahun" serta Mohammad Amin yang juga dikenal sebagai etnomusikologi akan mengisi KMO dengan tema "Musisi Jalanan, Instrumen Etnik dan World Music". 

Musisi yang tertarik untuk tampil di acara ini dapat mengisi biodata online melalui tautan https://tinyurl.com/ngamendarirumah. 

Setelah mendaftar, para musisi diharuskan mengunggah video kreatif ngamen dari rumah pada periode 8-14 Mei 2020 di Instagram dengan menyertakan tanda pagar #kemenparekraf #ngamendarirumah #ngabuburitdirumahaja #stayproductive dan #indonesiacreative. Nantinya akan dilakukan proses kurasi untuk memilih 200 peserta. 

Video hasil kreasi 200 musisi tersebut akan ditayangkan di sosial media (Instagram, Facebook, dan YouTube) dengan hashtag yang terhubung dengan media sosial Kemenparekraf, GoPay, dan Institut Musik Jalanan. Video musisi jalanan yang sudah melalui tahap kurasi juga akan ditayangkan melalui IGTV @institutmusikjalanan pada 29-31 Mei 2020. 

Musisi yang terkurasi akan mendapat stimulus dari Kemenparekraf. Selain itu, mereka juga akan diberikan kesempatan untuk tampil secara live online pada 13,14,19, dan 20 Mei 2020. 

Begitu juga Live Online bersama public figure akan dilaksanakan pada 15,16,17, 21 dan 22 Mei 2020. Live online akan ditayangkan di media sosial instagram Institut Musik Jalanan dan Kemenparekraf pada pukul 15.30-17.30 WIB. 

GoPay sebagai pendukung acara ini nantinya akan menyediakan QR Code yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memberi apresiasi kepada musisi jalanan. 

"Di semua kegiatan dan video yang diunggah akan terdapat QR Code dari GoPay Indonesia, dimana masyarakat dapat berpartisipasi memberikan apresiasinya bagi mereka para musisi jalanan. Hasil pengumpulan apresiasi melalui QR code akan disumbangkan melalui GoPay bagi musisi jalanan lagi," kata Andi Malewa, Ketua Institut Musik Jalanan.  

Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Joshua Simanjuntak sebelumnya mengatakan, pandemi COVID-19 memberikan dampak besar pada hampir semua profesi/pekerja di bidang kreatif. Salah satu subsektor kreatif yang terdampak adalah para pekerja seni yang kehilangan pekerjaan. 

"Yang pasti kegiatan ini akan sangat menarik untuk mengisi waktu kala menjelang berbuka puasa dan bagi masyarakat selain dapat menikmati hiburan dari para musisi, juga dapat memberikan apresiasi melalui QR Code dan kegiatan ini akan memberikan ruang bagi musisi-musisi jalanan berbakat untuk mendapat apresiasi yang lebih luas dari masyarakat Indonesia," kata Joshua. XPOSEINDONESIA/ Foto :  Biro Komunikasi Kemenparekraf

More Pictures

 

Wednesday, 03 June 2020

Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) tergerak membantu warga masyarakat yang terdampak langsung dengan Pandemi Covid 18, salah satu yag terkena musibah itu adalah para wartawan lepas.