Kiera : Perempuan dengan Kepribadian Terbelah Tujuh

12 November 2018

‘Kiera’  adalah sebuah film  yang mengungkap tentang kehidupan seorang wanita dengan kepribadian terbelah tujuh. Film thriller produksi Tujuh Rumah Produksi ini, memperlihatkan tema unik,  menegangkan juga langka  dan belum banyak dibuat di Indonesia.  

 Ini memang sebuah  film dengan tema yang baru. Film ini yang mengajak penonton untuk berpikir. Film yang diangkat juga berdasarkan kisah nyata  seorang perempuan bernama Winda yang memiliki kepribadain terbelah semacam itu.

“Penderita biasanya tidak menyadari, dirinya memiliki kepribadian yang sama sekali berbeda,” ungkap Winda yang hadir dalam acara pres screening dan press conference film ini yang diselenggarakan di XXI Plasa Senayan, Rabu, 7 November 2018.

Khusus untuk film ‘Kiera’ yang disutradarai Harry Dagoe ini, naskah bergulir cukup rumit.  Ada konflik batin di tokoh utama, juga respons dunia luar terhadap dirinya. 

Sejak awal film,  kisah yang dimainkan Angelica Simperler, Ray Sahetapy, Djenar Mahesa Ayu, Tiga Setia Gara, Ferly Putra, Rocky Jeff, Cinta Ramlan,  Yan Wijaya ini berjalan rada membingungkan dan sulit dipahami, tanpa konsentrasi penuh.  

Tokoh utama Kiera  (Angelica Simperler) yang cantik dan lembut,  mendadak berpindah menjadi pribadi perempuan  liar, slengekan, penuh tato. Di saat lain,  ia berpindah  lagi menjadi pria lembut yang berprofesi sebagai guru gitar, berpindah lagi menjadi sosok pria tua berprofesi sebagai psikolog yang menangani  Kiera.  

Dengan sosok psikolog ini,  pada awal film Kiera dipertemukan dan dihadap-hadapkan  di sebuah kafe taman yang sejuk. 

Penonton yang kurang jeli, akan mengira Kiera benar-benar  berdialog dengan psikolog tua itu.  Padahal, sesungguhnya pada saat Kiera memesan kopi,  ia menyebut memesan satu gelas, kemudian meralatnya menjadi dua. 

Ketika pelayan datang,  dua cangkir kopi itu diletakan tepat  hanya dihadapan Kiera.  Bagian ini terasa cerdas untuk menggambarkan  kepribadiannya yang aneh dan terbelah.

Pribadi Kiera yang terbelah, dipicu oleh kondisi ayahnya (Yan Wijaya) yang menjadi pemuja kekayaan dengan cara pesugihan dan  memberikan pengorbanan darah dengan jalan membunuh.

Sang Ayah  memberi saji  berupa perempuan-perempuan yang dibunuh dengan jalan dipukul batu. Dan Kiera  kecil menyaksikan pembunuhan demi pembunuhan dengan mata telanjang.

Film berdurasi 90 menit  yang akan tayang pada 15 November  ini, menampilkan akting  Angelica Simperler yang menantang dan menguras emosi. “Saya merasa waktu  untuk pendalaman masih kurang. Jadi saya merasa masih kurang maksimal,” kata Angelica. 

Film ini  juga memperlihatkan kekuatan akting Ray Sahetapy  sebagai  Psikolog,  dan memberi kesempatan kepada wartawan sekaligus kritikus film senior, Yan Wijaya berperan cemerlang sebagai ayah Kiera, pembunuh berdarah dingin yang sadis. “Saya bisa ikut main di sini, melalui casting lebih dulu loh! “ kata Yan

Lewat 'Keira'  diharapkan, perfilman Indonesia  bisa memiliki warna baru.  Di mana sebuah film memperlihatkan drama bergabung ketegangan penuh misteri, dalam  persoalan kepribadian bermasalah yang kompleks. Unsur twist dalam film ini menjadikan kisah bergulir dan tak terbaca. XPOSEINDONESIA/NS Foto Buyil

 

 

 

 

Last modified on Thursday, 15 November 2018 11:07
Login to post comments

Film

December 17, 2018 0

"Danur I" Awali "Scream Fest 2018" di IMAX Keong Emas

Teater IMAX Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ...
December 12, 2018 0

IMAX Keong Emas Gelar “Scream Fest Indonesia" Selama 17 Hari

Yang unik dan terbaru  akan  Anda temui dalam  ajang...
December 12, 2018 0

Yorick The Movie : Perjuangan Hidup yang harus Dilalui & Dirayakan

Ini film bagus yang berisi tuntuan hidup yang...
November 12, 2018 0

Kiera : Perempuan dengan Kepribadian Terbelah Tujuh

‘Kiera’  adalah sebuah film  yang mengungkap tentang...