<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Featured &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/featured/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Nov 2025 08:26:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Featured &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>KemenHAM: Perundungan di Sekolah adalah Pelanggaran HAM, Bukan Sekadar Masalah Disiplin</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/featured/kemenham-perundungan-di-sekolah-adalah-pelanggaran-ham-bukan-sekadar-masalah-disiplin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 08:26:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Whats On]]></category>
		<category><![CDATA[hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[kemenham]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan aman]]></category>
		<category><![CDATA[perundungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=37213</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia--300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Foto- Humas Direktorat Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kementerian Hak Asasi Manusia" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia--300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia--1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia--768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia--634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia--1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia--150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia--600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia--696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia--1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia-.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kementerian Hak Asasi Manusia menyoroti meningkatnya kasus perundungan yang kembali merebak di sejumlah sekolah. Direktorat Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM menegaskan bahwa perundungan tidak dapat lagi dipandang sebagai pelanggaran tata tertib semata, melainkan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berdampak serius pada keselamatan dan martabat anak. Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kementerian Hak Asasi Manusia menyoroti meningkatnya kasus perundungan yang kembali merebak di sejumlah sekolah. Direktorat Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM menegaskan bahwa perundungan tidak dapat lagi dipandang sebagai pelanggaran tata tertib semata, melainkan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berdampak serius pada keselamatan dan martabat anak.</p>



<p>Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, <strong>Munafrizal Manan</strong>, menyampaikan bahwa masih banyak institusi pendidikan yang gagal memberikan ruang aman bagi anak. Ia menekankan bahwa setiap sekolah memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk mencegah, menangani, dan melaporkan setiap kasus kekerasan.</p>



<p>“Perundungan adalah pelanggaran HAM. Anak berhak merasa aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” katanya.</p>



<p>Munafrizal juga mengingatkan bahwa menutupi kasus perundungan merupakan bentuk kelalaian yang bertentangan dengan kewajiban perlindungan anak. Ia menegaskan perlunya deteksi dini, intervensi cepat, serta dukungan pemulihan bagi korban.</p>



<p>Selain itu, Direktorat Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM sedang mempercepat penguatan <strong>Sistem Nasional Pencegahan Perundungan (SNPP)</strong> berbasis HAM yang mencakup regulasi teknis, pelatihan pendidik, dan audit keamanan sekolah.</p>



<p>Sebagai langkah strategis, Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM menyampaikan bahwa institusinya akan melakukan:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Review regulasi untuk memastikan negara tidak melakukan pembiaran terhadap berbagai bentuk kekerasan;</li>



<li>Integrasi standar perlindungan anak dalam kebijakan pemajuan dan pelayanan HAM;</li>



<li>Penyusunan pedoman pelaporan dan mekanisme pemulihan bagi korban perundungan;</li>



<li>Kajian terhadap dugaan pelanggaran HAM yang melibatkan anak;</li>



<li>Penguatan kebijakan pendidikan aman sebagai bagian dari pemenuhan HAM;</li>



<li>Integrasi isu perlindungan anak ke dalam program nasional, termasuk RANHAM generasi VI.</li>
</ol>



<p>“Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai institusi agar tidak ada satu pun anak kehilangan hak asasinya akibat perundungan,” tegasnya.<strong> XPOSEINDONESIA/AM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">37213</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/foto-humas-direktorat-jenderal-pelayanan-dan-kepatuhan-ham-kementerian-hak-asasi-manusia--300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Layu Sebelum Tanak, Nasib Sarung Ketupat Jelang Hari Raya</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/featured/layu-sebelum-tanak-nasib-sarung-ketupat-jelang-hari-raya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2025 04:16:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[daun kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1446 H]]></category>
		<category><![CDATA[sarung ketupat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=29803</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="kelelahsan di tengah tumpukann daun kelapa" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Nanang (27 tahun) Asal Serang Banten, sudah beberapa tahun terakhir ini  berdagang  sarung ketupat. Dalam sepekan sebelum hari Raya Id Fitri 1446 H, biasanya  dari dini hari ia turun ke Jakarta, tepatnya ke Pasar Pal Merah membawa  daun-daun kelapa. Dengan keahlian tangannya, ia merangkai daun kelapa menjadi  sarung ketupat, untuk dijual per sepuluh sarung dihargai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Nanang (27 tahun) Asal Serang Banten, sudah beberapa tahun terakhir ini  berdagang  sarung ketupat. Dalam sepekan sebelum hari Raya Id Fitri 1446 H, biasanya  dari dini hari ia turun ke Jakarta, tepatnya ke Pasar Pal Merah membawa  daun-daun kelapa.</p>



<p>Dengan keahlian tangannya, ia merangkai daun kelapa menjadi  sarung ketupat, untuk dijual per sepuluh sarung dihargai Rp 10.000,-.</p>



<p>Tahun ini, dibanding tahun sebelumnya, Nanang mengaku  kurang beruntung. Sarung ketupat yang dirangkainya, pada Minggu pagi 30 Maret 2025, masih banyak tersisa belum disentuh pembeli. Bahkann ratusan jumlahnya.</p>



<p>“Padahal, sekarang baru pukul 08.00 pagi, Pembeli malah belum  ada yang mampir dari tadi. Kelihatannya, mereka sudah membeli daun ketupat di hari Jumat dan Sabtu,” kata Nanang.</p>



<p>Kebetulan penentuan 1 Syawal 1446 H oleh Pemerintah baru dilakukan pada Sabtu malam.</p>



<p>“Biasanya, Ibu-Ibu sudah &nbsp;beli stock &nbsp;sarung ketupat dari sebelum pengumuman pemerintah soal penetapan hari Idu Fitri,” ungkap Nanang</p>



<p>Efek dari minimnya pembeli membuat sarung ketupat &nbsp;kreasi Nanang hanya terongok, mulai terlihat &nbsp;layu tertimpa sinar matahari pagi.</p>



<p>Nanti,  kalau tidak laku, sarung ketupat ini dibawa pulang lagi  ke Serang?</p>



<p>“Ya nggak lah, langsung dimasukin  aja ke tong sampah aja,” katanya dengan nada datar. <strong>XPOSEINDONESIA/NS Laporan dan Foto : Dudut Suhendra Putra.</strong></p>


<div style="min-height: 535px;; " class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_5dbcc82a-6f33-46f4-8345-2273726553ba" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/teman-dan-kerabat-dikerahkan-untuk-membuat-sarung-ketupat.jpg" alt="teman dan kerabat dikerahkan untuk membuat sarung ketupat" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">teman dan kerabat dikerahkan untuk membuat sarung ketupat</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/sarung-etupat-menunggu-pembeli.jpg" alt="sarung ketupat menunggu pembeli" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">sarung ketupat menunggu pembeli</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa-1.jpg" alt="kelelahan di tengah tumpukann daun kelapa" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">kelelahan di tengah tumpukann daun kelapa</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29803</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/kelelahsan-di-tengah-tumpukann-daun-kelapa-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Lagi, Bioskop Ditutup (Sementara). H. Djonny Syafruddin, SH Berharap Perhatian &#038; Bantuan Pemerintah</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/featured/lagi-bioskop-ditutup-sementara-h-djonny-syafruddin-sh-berharap-perhatian-bantuan-pemerintah/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/featured/lagi-bioskop-ditutup-sementara-h-djonny-syafruddin-sh-berharap-perhatian-bantuan-pemerintah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2021 01:12:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Djonny Syafruddin]]></category>
		<category><![CDATA[Penutupan bioskop (sementara) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=8996</guid>

					<description><![CDATA[<img width="200" height="300" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33-200x300.jpeg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33-200x300.jpeg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33-683x1024.jpeg 683w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33-768x1152.jpeg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33-150x225.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33-300x450.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33-600x900.jpeg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33-696x1044.jpeg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33-280x420.jpeg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33-560x840.jpeg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33.jpeg 800w" sizes="(max-width: 200px) 100vw, 200px" />Penutupan bioskop (sementara) terpaksa diperpanjang. Hal ini muncul akibat adanya peraturan baru pemerintah yang mempanjangan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan, sebagai bagian dari&#160; upaya pengendalian penyebaran Covid-19. Karena letak bioskop rata rata di dalam mal, &#160;&#160;maka secara otomastis pula,&#160; pembukaan bioskop terganjal &#160;lagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penutupan bioskop (sementara) terpaksa diperpanjang. Hal ini muncul akibat adanya peraturan baru pemerintah yang mempanjangan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan, sebagai bagian dari&nbsp; upaya pengendalian penyebaran Covid-19.</p>



<p>Karena letak bioskop rata rata di dalam mal, &nbsp;&nbsp;maka secara otomastis pula,&nbsp; pembukaan bioskop terganjal &nbsp;lagi dengan izin buka pertokoan/mal,</p>



<p>Sejatinya, jaringan bioskop CGV telah menghentikan sementara operasionalnya mulai 12 Juli lalu . Disusul bioskop Cinepolis menutup seluruh bioskopnya di 63 lokasi di seluruh Indonesia. Sementara itu jaringan bioskop terbesar di Indonesia, Cinema XXI menutup sementara seluruh bioskopnya pada tanggal 16 Juli 2021.</p>



<p>Demikian juga yang dilakukan bioskopbioskop Independen anggota GPBSI, seperti Flix Cinema, New Star Cineplex, Dakota Cinema, Bioskop Golden, Bioskop E-Plaza, Bioskop Gajah Mada, Bioskop Surya Yudha Cinema, Bioskop Rajawali, Bioskop BES Cinema, dan lainnya. Penutupan sementara seluruh bioskop tersebut dilakukan sampai dengan berakhirnya PPKM Darurat yang ditetapkan oleh Pemerintah.</p>



<p>Ketua Umum DPP GPBSI <strong>H. Djonny Syafruddin, SH </strong>mengatakan, Bioskop sejak awal pandemi selalu taat pada setiap peraturan dan kebijakan baik yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota maupun Pemerintah Kabupaten.</p>



<p>“Dimulai ketika bioskop tutup pada Maret 2020, lalu sempat buka kembali, kemudian harus ditutup lagi. Terbukti, sejak dibuka sampai tutup kembali di masa pandemi ini, bioskop tidak menjadi cluster baru bagi penyebaran Covid-19, karena bioskop menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan telah dilakukan uji laboratorium,” ungkap Djonny.</p>



<p>Penutupan bioskop dilakukan oleh semua bioskop anggota GPBSI, sebagai upaya membantu program pemerintah untuk menekan jumlah penyebaran, serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19.</p>



<p>“Dengan demikian, para pengelola bioskop akan mengupayakan secara maksimal dengan merencanakan ulang jadwal film-film yang akan tayang setelah masa PPKM Darurat berakhir”, lanjut Djonny.</p>



<p>Di luar itu, H. Djonny Syafruddin, SH berharap di beberapa daerah yang tidak ada aturan penutupan bioskop, akan dapat membuka kembali bioskopnya tanpa harus mengajukan ijin lagi pada saat keadaan sudah memungkinkan.</p>



<p>“Kami juga mengharapkan adanya perhatian pemerintah, mengingat besarnya kerugian yang dialami oleh bioskop sejak bioskop mulai tutup Maret 2020 lalu, karena walaupun bioskop tutup, pemeliharaan dan perawatan perangkat harus rutin dilakukan. Demikian juga pembayaran listrik dan pembayaran gaji karyawan, walaupun memang ada sebagian karyawan yang harus dirumahkan”, kata Djonny.</p>



<p>Lebih lanjut Djonny mengharapkan adanya perhatian dan bantuan pemerintah dalam bentuk kebijakan yang pro kepada bioskop, karena selama ini belum ada bantuan pemerintah terhadap usaha bioskop. Perhatian dan bantuan &nbsp;itu dikonsepnya dalam empat hal, &nbsp;yakni</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Bantuan/insentif pemerintah/pemerintah daerah terutama untuk keringanan biaya listrik. Karena dua komponen biaya terbesar dalam bisnis bioskop adalah biaya karyawan/gaji dan biaya listrik. Untuk menghindari adanya PHK karyawan, dapat dibantu oleh Pemerintah dalam bentuk keringanan tarif listrik (rata-rata bioskop dikenakan tarif B3).</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Keringanan dari sisi pajak terutama pengenaan tarif pajak hiburan yang rata di seluruh daerah. Hal ini akan sangat membantu bioskop pada saat pemulihan usaha.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Adanya insentif untuk karyawan bioskop. Selama bioskop tutup maka sebagian besar karyawan diliburkan. Mereka diberikan upah 50% dari yang biasanya diterima, bahkan ada yang tidak diberikan upah selama bioskop tidak beroperasi, mengingat beban operasional yang berat bagi pengusaha bioskop. Mereka adalah karyawan bioskop dan cafe bioskop yang jumlahnya sekitar 10.175 orang di seluruh Indonesia. Mereka rata-rata menerima upah minimum sesuai wilayah masing-masing</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Perlunya kejelasan keputusan terkait penutupan bioskop atau pembukaan Kembali usaha bioskop secara serentak, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.\</li></ul>



<p>“Semoga pemerintah dan pemerintah daerah memberikan perhatian kepada usaha bioskop, karena bioskop sebagai hilir industri perfilman telah banyak memberikan kontribusi positif dalam mendukung tumbuh kembangnya perfilman nasional, serta dalam hal peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Hiburan”, pungkas Djonny <strong>XPOSEINDONESIA. Foto : Dudut Suhendra Putra</strong></p>


<div style="min-height: 535px;; " class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_377a5f6e-757e-4790-862f-4f19b70328ef" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33.jpeg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Ketua Umum DPP GPBSI <strong>H. Djonny Syafruddin, SH</strong></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-08.00.42.jpeg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Suasana bioskop di tengah Pandemi, sebelum adanya PPKM</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-08.00.43.jpeg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Suasana bioskop di tengah Pandemi, sebelum adanya PPKM</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>


<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/featured/lagi-bioskop-ditutup-sementara-h-djonny-syafruddin-sh-berharap-perhatian-bantuan-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8996</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-07.59.33-200x300.jpeg" type="image/jpeg" medium="image" width="200" height="300" />	</item>
		<item>
		<title>Saung Angklung Udjo Merindukan Pengunjung</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/featured/saung-angklung-udjo-merindukan-pengunjung/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/featured/saung-angklung-udjo-merindukan-pengunjung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 May 2021 08:33:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Angklung Bambu]]></category>
		<category><![CDATA[Saung Angklung Udjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=8398</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Pandemi COVID 19 yang telah berlangsung sejak Maret 2021, secara telak telah memukul industry kesenian dan hiburan dunia. &#160; Industri kesenian di mana pun selalu mengumpulkan&#160; massa, mengumpulkan &#160;jumlah penonton. &#160;Semakin banyak akan semakin baik. Tapi kondisi Pandemi COVID19, justru &#160;melarang&#160; terjadinya perkumpulan orang, dalam jumlah sedikit apalagi banyak. Ini jelas menyulitkan &#160;kehidupan musisi dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pandemi COVID 19 yang telah berlangsung sejak Maret 2021, secara telak telah memukul industry kesenian dan hiburan dunia. &nbsp;</p>



<p>Industri kesenian di mana pun selalu mengumpulkan&nbsp; massa, mengumpulkan &nbsp;jumlah penonton. &nbsp;Semakin banyak akan semakin baik.</p>



<p>Tapi kondisi Pandemi COVID19, justru &nbsp;melarang&nbsp; terjadinya perkumpulan orang, dalam jumlah sedikit apalagi banyak. Ini jelas menyulitkan &nbsp;kehidupan musisi dan dunia kesenian secara keseluruhan.</p>



<p>Hal inilah yang diungkapkan <strong>Taufik Hidayat Udjo</strong> kepada <strong>Bens Leo</strong> dalam &nbsp;acara <strong>Cakap Cakap</strong> via Instagram live, yang didukung oleh<strong> Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif</strong> pada Kamis, 27 Mei 2021.</p>



<p>“Alhamdulillah, sampai bulan Mei ini kami masih sepi penonton,” kata &nbsp;Kang Taufik &#8216;Opik&#8217; Hidayat,&nbsp; pemimpin sekaligus penerus bisnis SAU dari orang tuannya &nbsp;alm. Udjo Ngalagena.&nbsp;</p>



<p>“Kami tetap menyebut Alhamdulillah, karena sampai hari ini kami &nbsp;tetap bisa bertahan,” ujar Kang Taufik lagi</p>



<p>Sebelum Pandemi datang, setiap hari di SAU biasanya digelar pertunjukan tiga bahkan sampai lima kali. “Jumlah penonton &nbsp;yang datang bisa mencapai 2000 orang. &nbsp;Lahan parkir yang kami miliki, bisa menampung 30-40 bus besar. Penonton yang datang 70 persen pelajar, 20 persennya wisatawan asing,” ujar Taufik lagi.&nbsp;</p>



<p>Tetapi kini, SAU dengan formasi 60 pemain angklung, musisi dan penyanyi, pernah hanya membuka kegiatan untuk menghibur hanya&nbsp; untuk dua orang penonton.&nbsp;“Bayangkan merosot berapa persen,” ungkap Taufik dengan tersenyum miris.</p>



<p>SAU&nbsp; sendiri &nbsp;berdiri tahun 1966 oleh&nbsp; almarhum<strong> Udjo Ngalagena</strong>, ayahanda dari Taufik. Tempat ini &nbsp;kemudian dikenal sebagai&nbsp; sebuah tujuan wisata dan budaya edukasi&nbsp; yang lengkap. Di SAU terdapat arena pertunjukan, pusat kesenian&nbsp; kerajinan bambu dan workshop. &nbsp;Bukan hanya itu, &nbsp;SAU dengan jelas memperlihatkan kepedulian&nbsp; untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Sunda, khususnya Angklung kepada masyarakat dunia.</p>



<p>Kondisi pandemik ini bukan semata membuat merosotnya jumlah penonton di SAU. “Ini sangat berpengaruh &nbsp;pada pengrain &nbsp;angklung yang tidak bisa lagi menerima&nbsp; pesanan, berpengaruh kepada pelatih, dan pemain. Bahkan saya kira ini beyond &nbsp;angklung ini benar benar bisa hilang!” lanjut Taufik.</p>



<p>Taufik lebih lanjut menyebut, hamir setiap hari menerima telepon &nbsp;dari para pemilik kebun bambu yang biasa menyuplai bahan baku untuk angklung.&nbsp;</p>



<p>“Mereka juga bilang,&nbsp; kalau tidak ada pesanan angklung, kebun bambu yang mereka miliki bisa berubah fungsi menjadi rumah &nbsp;atau hal yang lain. Karena mereka tidak bisa hidup dalam kondisi begini terus menerus!” lanjut Taufik</p>



<p>Secara kebetulan, &nbsp;menurut Taufik teman teman diaspora , &nbsp;ada yang bersimpati dengan kondisi SAU. &nbsp;Beberapa waktu, tekan diaspora di Swedia &nbsp;ada memesan angklung di SAU.</p>



<p>“Jika semua&nbsp; teman teman diaspora dari seluruh dunia&nbsp; melakukan hal yang sama, setidaknya ini akan &nbsp;sangat membantu kita. Bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi keberlangsungan hidup dari kberadaan angklung itu sendiri!”</p>



<p>Namun, apapun yang terjadi, SAU tetap berusaha untuk berjalan dan bertahan.&nbsp; <strong>Kamila &#8216;Amel&#8217; Putri </strong>&#8211; MC dan instruktur di SAU menyebut, hari hari belakangan ini SAU mulai dibuka dengan memberlakukan &nbsp;hal baru dan menerapkan protokol ketat.</p>



<p>“Sebelm masuk ke arena SAU, penonton &nbsp;yang datang wajib mencuci tangan. Sementara musisi dan penari &nbsp;yang menghibur menggunakan&nbsp; masker dan faceshield,” kata Amel yang merupakan Puteri Taufik.&nbsp;</p>



<p>Hal baru lain, adalah penonton tidak bisa &nbsp;lagi menari &nbsp;dengan mendekat pada artis. Tempat duduk &nbsp;penonton di arena ini dibuat berjarak, “Dan semua angklung yangakan dimainkan penonton sudah lebih dulu kami beri desinfektan!”</p>



<p>Taufik melihat, banyak faktor yang menyebabkan belum &nbsp;normalnya jumlah penonton yang datang ke SAU. &nbsp;</p>



<p>Salah satunya, “Karena &nbsp;masih ada pembatasan orang masuk ke Bandung. Dan masuk ke satu daerah, harus melalui berbagai pemeriksanan,” ujar pria penerima beragam penghargaan, salah satunya dari  <em>“Marketeer of the Year” dari Markplus Inc 2016</em></p>



<p>Di luar itu, Taufik melihat &nbsp;orang Bandung malah &nbsp;masih sedikit yang datang ke SAU. “Saya menghimbau orang Bandung mau datang ke sini. Ini koreksi juga untuk kita, apresiasi orang dalam tampaknya tidak seluas apresiasi orang dari luar Bandung. Ini &nbsp;menjadi PR kita bersama! <strong>XPOSEINDONESIA/NS &nbsp;Foto : Muhamad Ihsan &amp; Dudut Suhendra Putra</strong></p>


<div style="min-height: 535px;; " class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_7274bc16-a126-4ef7-aa1f-b6e9f6871ac2" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-1-watermark-new-xpose-copy.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Taufik Hidayat  Mengajak Warga Bandung berkunjung ke Saung Angklung Udjo</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-2watermark-new-xpose-copy.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Life Instagram dari Saung Anglung Udjo</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-3-watermark-new-xpose-copy.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Pandemi Covid 19,  membuat permintaan terhadap Angklung menyusut </figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-5-water.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Kamila dan Taufik bersama Bens leo dalam acara Cakap Cakap Live Instagram </figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-5-watermark-new-xpose-copy.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Team Cakap Cakap dan Kemenparekraf hadir di Saung Angklung Udjo di Jalan padasuka, Bandung Jawa Barat</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Para Cicit dari pemilik dan pendiri SAUalmarhum<strong>  Udjo Ngalagen</strong>a  turut memberi hiburan.</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-10-watermark-new-xpose-copy.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Kamila Putri Hidayat: SAU sudah mulai dibuka kembali dengan memberlakukan peraturan baru dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angkung-4-watermark-new-xpose-copy.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>


<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/featured/saung-angklung-udjo-merindukan-pengunjung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8398</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/05/angklung-7-watermark-new-xpose-copy-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Usmar Ismail Dicalonkan Jadi Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/featured/usmar-ismail-dicalonkan-jadi-pahlawan-nasional/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/featured/usmar-ismail-dicalonkan-jadi-pahlawan-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2021 00:41:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Whats On]]></category>
		<category><![CDATA[100 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Demi Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>
		<category><![CDATA[webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=5203</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="195" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-300x195.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-300x195.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-768x499.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-150x97.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-600x390.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-696x452.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-647x420.jpg 647w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1.jpg 770w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Dalam rangka peringatan Hari Film Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Demi Film Indonesia menyelenggarakan Webinar dengan judul “Songsong 100 Tahun Alm Usmar Ismail” Diskusi daring yang digelar Rabu, 17 Maret 2021 ini, dihadiri Yusman mewakili Ahmad Mahendra (Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru), juga sejumlah narasumber wanita terkenal sebagai bintang film senior antara lain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam rangka peringatan <strong>Hari Film Nasional</strong>, <strong>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan </strong>bersama<strong> Demi Film Indonesia</strong> menyelenggarakan Webinar dengan judul “<em>Songsong 100 Tahun Alm Usmar Ismail”</em></p>



<p><br>Diskusi daring yang digelar Rabu, 17 Maret 2021 ini, dihadiri Yusman mewakili Ahmad Mahendra (Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru), juga sejumlah narasumber wanita terkenal sebagai bintang film senior antara lain<strong> Lenny Marlina, Niniek L.Karim, Alice Iskak, dan Widyawati</strong>. Hadir pula<strong> Wina Armada, Yan Widjaya</strong> (Pengamat perfilman juga jurnalis senior).<br></p>



<p>Seperti diketahui, sejak empat tahun terakhir ini sudah terdengar kabar nama<strong> Usmar Ismail</strong> diusulkan untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional di bidang perfilman.</p>



<p><br>Yan Wijaya menyebut, Usmar Ismail pantas menerima pengukuhan itu. “Ia adalah Bapak Perfilman Indonesia, perintis dibuatnya film Indonesia dengan pekerja orang Indonesia, karya filmnya sangat kuat memperlihatkan warna Indonesia. Dua diantaranya adalah “Harimau Tjampa” dan “”Perempuan di Sarang Penyamun,” ungkap Yan.<br></p>



<p>Sebagai sutradara dengan visi Indonesia yang kuat, Usmar dikenal pula sebagai tokoh pencetak bintang. Salah satunya, Lenny Marliana yang dimunculkannya lewat film “Ananda” (1970), setahun sebelum Usmar wafat.“Sejak bisa main di film Usmar, nama saya langsung mendadak menjadi terkenal. Saya kemudian dapat tawaran main di berbagai film dan mendapat honor. Saya bisa menyekolahkan adik adik dan membantu keuangan keluarga,”ungkap Lenny<br></p>



<p>Sementara itu, Alice Iskak yang diajak Usmar main dalam film ‘”Big Village” mengenang sutradara itu. &#8220;Sebagai sosok yang the best,” ujarnya.<br>Widyawati mengenang Usmar Ismail sebagai sutradara yang tenang, santai tapi menghasilkan filmnya yang dahsyat.“Syuting dengan Pak Usmar itu selalu menyenangkan. Saya malah tidak perah berpikir soal honor. Maklum baru umur 17 waktu itu,” kata Widyawati yang bermain dalam film usmar berjudul “Holiday in Bali (1963) dan “Ja Mualaim” (1968)<br></p>



<p>Usmar Ismail wafat dalam usai sangat muda, 49 tahun. Dalam usia sependek itu, ia langsung terkenal sebagai sutradara produktif. Sepanjang hidup, ia tercatat telah memproduksi 25 judul film. Karya ini belum termasuk kumpulan puisi dan naskah drama.<br>Melihat perjalanan pendeknya yang sangat memukau, Widyawati berujar dengan yakin, “bahwa sesungguhnya Film Indonesia adalah Usmar Ismail, begitupun sebaliknya Usmar Ismail adalah Film Indonesia,” ujarnya.<br></p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-wina-siapkan-bukti-13-kontainer"><strong>Wina Siapkan Bukti 13 Kontainer</strong></h2>



<p>Wina Armada, wartawan senior dan pengamat film menyebut, sumbangsih Usmar Ismail dalam perfilman dan kebudayaan Indonesia sangat jelas jejaknya.<br></p>



<p>“Pertama, dia adalah perintis untuk semua hal di perfilman Indonesia. Usmar lah yang pertama meletakkan sinema Indonesia dibuat oleh orang Indonesia, kru orang Indonesia. Dan itu terlihat dalam film Indonesia pertama (&#8220;Darah dan Doa&#8221;) dan ceritanya menarik,&#8221; ujar Wina.<br></p>



<p>“Kedua, Usmar juga peletak sinema Indonesia di mata internasional, dia meletakkan sinema film Indonesia dikancah film internasional. Dia pejuang yang kemudian dilanjutkan oleh sineas-sineas lain,&#8221; ujar Anggota Dewan Pers itu.<br></p>



<p>Menurut Wina, karya yang dihasilkan Usmar Ismail adalah film-film bermutu yang juga disukai masyarakat. Pada zaman itu, karya Usmar mampu mengalahkan Amerika bahkan mampu membuat cemas negara Adidaya itu.<br></p>



<p>Wina sudah menyiapkan serangkaian bukti bahwa Usmar Ismail pantas menjadi pahlawan nasional. “Ada 13 kontainer yang diserahkan ke Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Doakan saja,” kata Wina yang bersama Akhlis Suryapati, Adi Surya Abdi dan lain-lain menjadi tim pengusul pemberian gelar pahlawan ini.<br></p>



<p>Niniek L.Karim menyebut setuju 1000 persen bila Usmar Ismail dikukuhkan menjadi pahlawan nasional. ”Karena memang beliau sangat berperan dalam merintis sekaligus mengembangkan perfilman yang ada di Indonesia,” ungkapnya. <strong>XPOSEINDONESIA/NS Foto: Dudut Suhendra Putra</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/featured/usmar-ismail-dicalonkan-jadi-pahlawan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5203</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-300x195.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="195" />	</item>
	</channel>
</rss>
