<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Obituary &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/exclusive/obituary/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2026 12:28:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Obituary &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Sebuah Catatan Kecil …RIP, James Freddy Sundah</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/sebuah-catatan-kecil-rip-james-freddy-sundah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 12:27:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[AMI Awards]]></category>
		<category><![CDATA[Chrisye]]></category>
		<category><![CDATA[James Sundah]]></category>
		<category><![CDATA[January Christy]]></category>
		<category><![CDATA[Lilin-Lilin Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[obituari]]></category>
		<category><![CDATA[penulis lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Seribu Tahun Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Persaudaraan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40442</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="james f sundah" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ada mungkin 2 atau 3 kali pernah saya utarakan ke abang satu ini. Broer James, kalau ngana ga jadi musisi atau penulis lagu, kayaknya ngana jadi pendeta ya. Broer James cuma terkekeh. Bisa aja, begitu selalu jawabannya atau begitulah &#160;ia menimpali candaan saya. Lirik-lirik lagu yang ia tulis, mengandung unsur relijius yang tebal. Bersuasana “gospel”, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ada mungkin 2 atau 3 kali pernah saya utarakan ke abang satu ini. Broer James, kalau <em>ngana</em> ga jadi musisi atau penulis lagu, kayaknya ngana jadi pendeta ya. Broer James cuma terkekeh. Bisa aja, begitu selalu jawabannya atau begitulah &nbsp;ia menimpali candaan saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lirik-lirik lagu yang ia tulis, mengandung unsur relijius yang tebal. Bersuasana “gospel”, tentu saja bagi teman-teman Kristiani. Walau begitu, lagu-lagu “relijius”nya tidak hanya untuk saudara-saudara Kristiani semata. Lebih universal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, pesan-pesan dalam lagunya lebih ke bentuk penyampaian verbal kemanusiaan yang untuk semua kalangan. Tidak terbatas pada agama tertentu. Saya ambil contoh, <em>“Jadilah Anak Anak Terang, yang selalu tegar di setiap cobaan dan godaan. Jadilah Anak Anak Terang, yang senantiasa berjalan dengan terang Tuhan”</em>…</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu lirik lagu “Anak Anak Terang”, dibawakan <strong>Suara Persaudaraan</strong>. Dalam album <em>charity</em>, <strong>Musik Untuk Kemanusiaan</strong>, dirilis tahun 1986. Album tersebut terinspirasi dari album <strong>We Are The World</strong>, yang dirilis setahun sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atau lagu yang “sungguh relijius”, (saya pernah bilang, ini lagu relijiusnya tingkat tinggi broer…), “Tuhan Ada di Mana-Mana”. <em>Dalam nikmatnya hidup di dunia. Yang hanya sementara saja. Seringkali kita menjadi lupa. Untuk mengingat Sang Pencipta. Bahkan untuk sebaris doa. Dan bila langkah terasa gontai. Kehilangan arah tujuan. Serta beban hidup bertambah sarat… Baru kita mulai bertanya, Baru kita mulai mencari….</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini dibawakan dengan pas, terasa lebih “<em>deep</em>” dengan&nbsp; suara alto yang “berat” khasnya, seorang <strong>January Christy</strong>. Masuk di album perdananya, yang dirilis tahun 1986 oleh Pro Sound. Sekembalinya <strong>Oeken</strong>, begitu panggilan manisnya, ke tanah air dari pengembaraannya di Jerman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih ada lagu bernuansa relijius lainnya, karya broer James. “<em>Terlalu banyak peristiwa yang telah kualami. Terlalu besar badai hidup yang harus kuhadapi…Kucoba untuk dapat, menerima semua kodrat ini. Sampai di batas waktu yang kusendiripun tak pernah tahu….kutak tahu.</em>” &nbsp;Penggalan lirik dari lagu berjudul, “Ironi” dinyanyikan duet kakak-beradik, <strong>Lidya</strong> dan <strong>Imaniar</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau selain itu, James juga menghasilkan karya-karya lainnya, yang tak berbau ketuhanan. Seperti “Sakukurata” atau “September Ceria” misalnya. Termasuk karya bersamanya dengan almarhumah <strong>Titiek Puspa</strong> untuk kelompok rock <strong>Scorpion</strong>, “When You Came into My Life”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">James Freddy Sundah, lahir di Semarang pada 1 Desember 1955. Ia langsung dikenal luas, melejit namanya lewat karyanya, “Lilin Lilin Kecil”. Lagu terfavorit dari ajang <strong>Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors</strong> tahun 1977. Lagu itu juga memiliki tuah, ikut melejitkan nama <em>Chrisye</em>, sebagai penyanyi pria. Kelak menjadi penyanyi cowok terlaris sekitar 10-an tahun kemudian., terus hingga ia meninggal dunia pada 30 Maret 2007.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekedar tambahan catatan, sempat dikonfirmasi ulang pada Addie MS, sesame musisi lulusan SMAN 3 Jakarta. Memastikan tahun berapa sebenarnya James menamatkan studi SMA nya di sekolah di Kawasan Setiabudi, Jakarta tersebut. Addie mengatakan, ia sendiri lulus tahun 1979, paska perpanjangan waktu belajar setengah tahun. Ia bareng Ikang Fawzy dan Deddy Dhukun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara Fariz RM dan Raidy Noor lulus tahun 1977, Adjie Sutama di tahun 1976.. Nah kalau James Sundah, seingatnya tahun sebelumnya lagi. Kalau tak salah, 1974 atau 1973.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini saya kutip tulisan pengantar saat James Sundah dianugerahi <em>Lifetime Achievement Awards</em> di ajang <strong>AMI Awards</strong>, tahun 2025. Perjalanan saya bermula puluhan tahun lalu, ketika saya masih seorang remaja yang hanya memiliki satu hal: cinta yang tak tergantikan pada musik. Saat menciptakan “Lilin-Lilin Kecil” untuk lomba Prambors, saya tidak pernah membayangkan bahwa lagu itu akan hidup selama puluhan tahun, dinyanyikan kembali ribuan kali, dan menjadi bagian dari kisah pribadi jutaan orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya bersyukur kepada Tuhan atas anugerah itu. Dan saya bersyukur kepada semua pendengar yang menjadikan lagu itu milik mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tulisan itu dibacakan oleh <strong>Wendi Putranto</strong>, yang mewakili James yang tak bisa datang menghadiri AMI Awards. Saat itu, James sudah berjuang mengatasi kanker parunya. Ia tengah menjalani masa pengobatan, antara lain melalui serangkaian kemoterapi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak di penghujung 1990-an, James juga makin giat dan bersemangat mendukung Gerakan royalty atas karya musik. Bagaimana ia begitu peduli dengan kesejahteraan teman-teman musisi, penyanyi dan terutama para penulis lagu. Apalagi saat ia masuk kepengurusan PAPPRI, dimana ia mengepalai Departemen Tehnologi Informasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya pada sekitar tahun 2026, dihubungi lagi oleh James. Beserta istri tercintanya, Lia Sundah Suntoso. Saat itu James mengajak saya, juga teman baik saya, almahumah Nini Sunny. Kami berdua, dianggap James sudah dikenalnya dekat sejak lama dan, ini kata James, integritas dan idealismenya ga usah dipermasalahkan lagi…. Ada-ada saja. Sejujurnya James, ga segitunya juga sih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Well, James dan Lia meminta kami berdua membantunya dalam <em>release</em> single terbarunya, <strong>Seribu Tahun Cahaya</strong>. Single yang dinyanyikan dalam 3 bahasa oleh <strong>Claudia Emmanuela Santoso</strong> dan juga <strong>Meilody Indreswari</strong>. Kami bertemu awalnya lewat zoom, dimana selain kami berempat juga diajak serta sahabat James dan Lia lainnya. Sekaligus tetangga mereka di New York, praktisi pertelevisian, <strong>Naratama Rukmananda</strong>. Selain kedua penyanyi di atas, tentunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single tersebut sejatinya ditulis James pada tahun 2007. Saat itu, mendiang Djaduk Ferianto, yang sempat diperdengarkan <em>sample</em> lagu tersebut memberi pendapat, musiknya itu “<em>futuristic</em>” banget. Terasa jauh mendahului jaman. Perlu diketahui warna musiknya, <em>EDM (electronic-dance-music)</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan musik bersuasana dance tersebut tetap dipertahankan James, saat ia merelease secara resmi lagu tersebut. Menurut James, lagu itu sangat kontekstual saat dirilis sebagai single. Pas untuk menghargai betul peran serta penuh cinta kasih sang istri, terhadap dirinya yang tengah berjuang mengatasi kanker.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-1024x678.jpg" alt="james f sundah 02" class="wp-image-40446" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_02.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">james f sundah 02</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Ada momen-momen, via telp/zoom atau terutama <em>messages</em> yang saya ingat betul. Bagaimana dua pejuang kanker saling menguatkan. James, dibantu Lia. Dan dengan Nini Sunny. Saya terharu mendengar atau membaca messages mereka. Dan pada akhirnya, Nini Sunny berangkat ke keabadiannya di penghujung 2025 silam. Disusul James, pada 7 Mei 2026 di kediamannya di New York. Momen indah, yang tentu tak mungkin saya lupakan, Nini dan James…. 2 orang sahabat dekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">James Sundah, sahabat begitu banyak orang. Penulis lagu yang supel dan rendah hati. Penuh senyum. Puluhan tahun dekat dengan mendiang James, selalu saja kita bisa habiskan berjam-jam waktu untuk mengobrol. Terutama memperbincangkan musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">James bukan orang yang senang ngobrol via <em>Whats App</em> atau berkiriman messages. Pesan-pesannya terbilang pendek, <em>straight to the point</em>. Tapi kalau sudah bertemu, kita bisa obrolin seperti seolah-oleh seluruh isi dunia dan segala kehidupan di atasnya…. Segitu seriusnya? Serius amat sih sebenarnya ga ya. Kita ngobrol penuh canda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu kisah yang selalu saya ingat. Ini cerita lucu. Broer James, kita ga pernah lupa cerita ini lho. Di satu waktu, kejadian di kota Bandung. James mendapat undangan ke Bandung untuk menjadi juri sebuah kompetisi musik. Sebenarnya bersama saya, tapi saya baru bisa menyusul ke Bandung belakangan. James dikabari bahwa ia akan dapat 1 kamar, berdua dengan saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat tengah malam, James yang sudah dikamar bersiap-siap tidur. Ia lalu mendengar orang masuk kamarnya. Orang itu sempat batuk sebentar, dan sempat berucap pelan, permisi. James tak menjawab, karena kok suaranya asing? Dan tentu saja, itu bukan suara saya. Ya kan, James kenal betul suara saya. Lho, jadi ini siapa?</p>



<p class="wp-block-paragraph">James “terlalu kawatir”, jadi ia teruskan tidur hingga terlelap <em>beneran</em>. Ia sempat mencuri melihat siapa yang datang, tapi kamar sudah gelap, jadi sosok tamu yang masuk kamar tersebut ga terlihat. Ia sebenarnya penasaran, so pasti. Siapa orang ini?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Esok paginya ia cepat-cepat keluar, menemui Bens Leo. Mas Bens memang yang mengundang kami berdua. Ia langsung bercerita, bahwa ia kawatir betul ada orang &#8220;asing&#8221; yang masuk kamarnya, bahkan tidur! Dan ia yakin betul, itu bukan Dion. Dion itu kok ga muncul-muncul.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-678x1024.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" width="678" height="1024" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-678x1024.jpg" alt="james f sundah 03" class="wp-image-40447" style="width:885px;height:auto" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_03.jpg 848w" sizes="(max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">james f sundah 03</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya ketahuan, sebenarnya yang datang masuk kamar James itu anggota timku, juga notabene timnya Mas Bens. Dia masuk tidur di situ menggantikanku, karena saya baru bisa datang keesokan hari. Tapi memang tidak sempat menginformasikan ke James, karena dikira James sudah tertidur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika saya datang, James menceritakan “kekhawatiran”nya itu dan kamipun tertawa terbahak-bahak. Dan teman yang masuk “diam-diam” di kamar James itu, sebenarnya James mengenalnya juga. Bayangin Dion, cerita James, sepanjang malam gw itu sebenarnya bisa tertidur tapi ya waswas…. Ga nyenyaklah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu hal lain yang tak pernah kulupa juga. James acapkali mengajak ngobrol dengan “Bahasa Minahasa”. Selalu kami tertawa, bahwasanya dua orang bukan kelahiran Manado, ga pernah juga tinggal di Manado / Minahasa, tapi “berusaha keras” berbicara dengan bahawa “leluhur kita”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Intinya, ini James sering mengingatkan, “<em>torang jang</em> sampai lupa bahwa torang dua ini punya darah Minahasa juga Dion. Ga boleh lupa.” Dan kami memang sering berbahasa “leluhur” kami walau sebenar-benarnyalah, terbatas… Kita sering tertawa juga “membahas” soal itu. Dasar <em>Manado card</em>. (Manado Card itu istilah untuk “Orang Manado” yang sebenarnya kenal atau tahu Manado dari kartu pos tentang Manado. Jadi “card” itu maksudnya “kartu pos bergambar”)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Well, pada akhirnya di satu kesempatan, kami berdua berkesempatan barengan ke kota Manado. “Mendampingi” sahabat kita, Syaharani. Untuk sebuah acara musik di kafe. Wah, kami betul-betul menikmati dengan sukacita kesempatan “pulang kampung bersama”<br>itu…. Itulah one in our lifetime torang <em>pulang basamo</em>. <em>Hehehe</em>….</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada banyak lagi cerita-cerita lain. Tapi apapun itu, yang jelas kenangan demi kenangan dengan dirimu broer James, selalu kita kenang <em>deng bae-bae</em>. Selalu diingat sampai nanti, …nanti jo, waktu kesempatan torang berdua bakudapa di rumahNYA.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-1024x678.jpg" alt="james f sundah 01" class="wp-image-40445" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/james-f-sundah_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">james f sundah 01</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">James Sundah, pulang ke rumah Bapa di surga pada Kamis, 7 Mei 2026. Dan telah dimakamkan di St. John Cemetery, 80-01 Metropolitan Avenue, Middle Village, New York pada Senin 11 Mei 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Broer James, salam untuk Chrisye. Salam untuk Mas Bens Leo. Dan tentu, salam hormat penuh kasih juga untuk Nini Sunny. Broer James tentu sudah tenang saat ini, sudah tak lagi sakit. Karya-karya lagu indahmu adalah warisan sangat baik untuk dunia musik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Broer James, tak lupa, sebagai “Minahasan United”, salam…. <em>Pakatuan wo Pakalawiren</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Engkau lilin-lilin kecil, Sanggupkah kau mengganti, Sanggupkah kau memberi…Seberkas Cahaya…. Sanggupkah kau berpijar, Sanggupkah kau menyengat seisi dunia…</em> <strong>XPOSEINDONESIA/dM*</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40442</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/10/james-f-sundah-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Mengenang Arief Setiadi, Selamat Jalan, Sahabatku ….</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/mengenang-arief-setiadi-selamat-jalan-sahabatku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 22:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[Arief Jesus]]></category>
		<category><![CDATA[Arief Setiadi meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Husein Arief Setiadi]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Lesmana Reborn]]></category>
		<category><![CDATA[jazz Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[legenda saxophone Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musisi Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi Jazz Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musisi tiup Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[obituary Husein Arief]]></category>
		<category><![CDATA[pemain saxophone legendaris]]></category>
		<category><![CDATA[Phylosophy ABG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=40245</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="arief setiadi 01" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kepergianmu ke surgaNYA, begitu mendadak. Walau mungkin, sudah dalam beberapa waktu belakangan ini, memang terlihat betul penurunan pada kondisi kesehatanmu. Diabetes, telah menggerogoti pelan tapi pasti tubuhmu ya&#8230; Dirimu tuh, sahabat baik. Teramat baik. Dan dirimu baik ke semua orang sebenarnya. Ada begitu banyak kenangan denganmu. Terutama candaan-candaanmu. Bisa dibilang, kalau kita berjumpa, 90%lah isinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kepergianmu ke surgaNYA, begitu mendadak. Walau mungkin, sudah dalam beberapa waktu belakangan ini, memang terlihat betul penurunan pada kondisi kesehatanmu. Diabetes, telah menggerogoti pelan tapi pasti tubuhmu ya&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirimu tuh, sahabat baik. Teramat baik. Dan dirimu baik ke semua orang sebenarnya. Ada begitu banyak kenangan denganmu. Terutama candaan-candaanmu. Bisa dibilang, kalau kita berjumpa, 90%lah isinya becanda. Yoi, becanda kesana-kemari. Seriusnya? Mungkin 30-40% kali ya? Lha kok lebih dong? Gimana sih?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ah pokoknya, emang lebih banyaknya becanda. Yang seringkali kita berdua bisa terpingkal-pingkal sendiri. Seringkali seperti saling “meledek atau <em>ngata-ngatain</em>”. Tapi konteksnya ya becanda. Mana mungkin marah? Misal gini nih, soal duitlah….</p>



<p class="wp-block-paragraph">Elo ada duit,&nbsp;<em>nteu</em>? Nih gw ada,&#8230;.diapun lantas memberikan dua ribu rupiah. Bulan depannya, saya gantian tanya, ada duit ga? Sayapun memberikan dia dua ribu rupiah&#8230; Kadang nanyanya, ada ongkos pulang ga? Maka yang dikasih juga hanya seribu atau dua ribu doang. Pernah dia ngasih ke saya lima ribu, katanya, nih elo bengong aja pasti lagi ga punya duit, gw kasih elo nih&#8230;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu becandaan khas saya dengan pemain tiup legendaris satu ini. Dulu “jagoan” Bandung. Sapa tak kenal Arief&#8230; Jesus panggilannya. Karena menurut banyak musisi Bandung, Arief dulu itu memang kayak Jesus, mana gondrong lagi&#8230;.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02-1024x678.jpg" alt="arief setiadi 02" class="wp-image-40249" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_02.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">arief setiadi </figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Husein Arief Setiadi</strong>, begitu nama lengkapnya. Gampang aja, ada nama Husein, karena rumahnya dulu dekat dengan lapangan terbang, Husein Sastranegara, di Bandung. Anak bungsu dari 5 bersaudara, putra dari pasangan Soekotjo dan Siti Widamar Koentowiyatie. Yang jadi musisi, kayaknya hanya dia seorang. Apalagi yang jadi profesional, terus dan sampai sekarang. Sampai kapan, kangBro? Gila nanyanya elo, eh masak begitu jawabannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanya dong, guru gw pertama siapa? Ok kang, siapa Imam Prass? Oh itu pianis juga, dia tuh murid pianoku pertama. Gitu ceritanya. Lalu nyambung lagi, nah ini bener nanya begini&#8230;. Jadi Imam itu, belajar piano, tapi dia juga bawa flute. Dia bisa flute juga, lalu saya bilang aja, eh itu apaan? Bisa? Kalau bisa ajarin dong. Dari situlah, ia mengenal dan langsung belajar flute.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah itu adalah tulisanku di <em>website</em>ku, di <em>upload</em> pada April 2016. Tepat 10 tahun lalu. Memang aku pernah menulis tentang Arief lumayan panjang dan cukup detil. Memungkinkan memang untuk menulis tentangnya lumayan panjang, dan cukup detil. Ya karena sering bertemu di saat itu. Seneng aja sih….</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini boleh ya, aku copas dari website, di”pindahin” ke sini? Gini….</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arief Bijaksana, begitu Indra Lesmana pernah memperkenalkannya di atas panggung. Waktu dia main dengan Indra Lesmana Reborn. Dan kalau sekarang (ya maksudnya pada masa itu ya…), dia salah satu pemain tiup paling senior yang masih bertahan. Terus eksis. Senang bersepeda sehat, tapi sudah ditinggalkan. Senang dengan mobil-mobil Jerman. Dia punya VW kodok, itu dibeli ayahnya dulu, beli baru banget di 1967. Sekarang jadi kendaraan setianya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mau dijual ga, kodoknya, kangBro? Sambil ketawa dia becanda, elo punya duit berapa? Ga bakalan cukup duit elo, ini mahal banget. Tangan pertama. “Saya mah ga pernah kepikiran mau jual kodok ini. Mungkin ya,mungkin kalau saya udah gila, ga keinget apa-apaan, mungkin aja saya jual. Tapi begitu inget, begitu sadar lagi, pasti saya minta balik&#8230;!” Kita ketawa seru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlalu bersejarah ini VW Kodok, jelasnya lebih lanjut. Bayangin aja, tangan pertama dari bokap lalu aku terusin memakainya,merawatnya total lah. Sampai satu ketika, gw bisa bawa ke panggung segala! Nah&nbsp;<em>ni dieee</em>, kita berdua tertawa lebar. Iya, VW Kodok Arief memang pernah jadi&nbsp;<em>background stage</em>&nbsp;acara saya di Graha Bhakti Budaya TIM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu kegilaan elo dan Bintang kan, ia mengingatkan. Iya, jadi memang VW naik panggung, itu sih karena idenya Bintang Indrianto. Kan Arief main dengan Phylosophy ABG, ya dengan Bintang dan Gerry Herb. Ada band lain waktu itu sih, semua format trio. Dari Nikita Dompas Trio, Donny Suhendra Trio dan Indro Hardjodikoro Trio.&nbsp;<em>Edun</em>&nbsp;lah&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Balik&nbsp;<em>deui</em>&nbsp;ke akang Jesus eh akang Arief. Kemarin ini, dia sakit. Ga jelas apaan, tapi dia kayak terkena sakit di paru-paru. Dia harus berobat dengan intens. Dia ga pernah bilang, sakit apa. Tapi yang jelas, berat badan memang menurun rada drastis. Ya kan kelihatan dari mukanya saja, makin&#8230;tiris gitu. Hidup sehatlah, kangBro.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemain saxophone kayak dia, dengan level usia dia, jangan-jangan tinggal Arief Setiadi seorang. Seniorennya, macam Maryono, Udin Zach dan Embong Rahardjo. Ketiganya sudah pulang duluan ke rumahNYA. Arief juga mengaku bingung, kenapa ya para musisi senior, yang notabene pemain tiup itu cepat bener pergi.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="40251" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_04-678x1024.jpg" alt="arief setiadi 04" class="wp-image-40251" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_04-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_04-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_04-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_04-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_04-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_04-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_04-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_04-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_04-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_04.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">arief setiadi </figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="1024" data-id="40250" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_03-678x1024.jpg" alt="arief setiadi 03" class="wp-image-40250" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_03-678x1024.jpg 678w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_03-199x300.jpg 199w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_03-768x1159.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_03-278x420.jpg 278w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_03-557x840.jpg 557w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_03-150x226.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_03-300x453.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_03-600x906.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_03-696x1051.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_03.jpg 848w" sizes="auto, (max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption class="wp-element-caption">arief setiadi </figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal mereka penting dan berarti bagi musik Indonesia, begitu ucap Arief. Iya,saya setuju, kang. Mereka penting, tak hanya sebatas jazz. Lihat saja, rekaman musik, terutama pop atau jazz-pop di era 1980-1990an. bisa dibilang semua pengisian instrumen tiup untuk saxophone dan flute. Kalau tidak Embong ya Udin Zach. Semua pementasan jazz, pasti ada Maryono, selain Embong dan Udin Zach juga. Ditambah Trisno, bisa juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan menggantikan mereka, susah. Menurut Arief,”Dari ketiga musisi tiup itu, mereka emang pemain tiup bagus. Semua idola saya, karena mainnya berkarakter banget. Saya senang lihat mereka main. Inspiratif gitu. Saya mah masih jauh dari mereka&#8230;”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Susah ga sih menjadi pemain tiup? “Susah? Ga juga. Kalau hanya menebak atau mengira-ngira, ya susah. Sekedar bisa main, meniup gitu, mungkin sih ga susah. Sedikit lebih susah kalau mau serius, jadi musisi bermain alat tiup dengan benar.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu ia mengatakan lagi,”Kalau mau main tiup dengan benar, terutama saxophone ya, perhatikan aja bener-bener soal menghasilkan suara yang enak dulu.&nbsp;<em>Sound production</em>. Itu paling dasar deh. Mau pakai sopran, alto atau tenor dan bariton sekalipun. Ya berikutnya, memang soal alat penting juga. Saxophone itu ada berbagai jenis, ada yang untuk main-main saja, ada yang menengah, ada yang untuk profesional.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia lantas menunjukkan contoh, sekarang banyak saxophone yang bagus, keren, mengkilat. “Ya bagus, lebih menarik. Biar saja, bagus untuk bikin orang jadi suka kan? Untuk bikin orang jadi pengen belajar. Nanti kalau mau serius, baru cari yang memang untuk beneran, untuk profesional. Persoalannya, peralatan kayak saxophone yang bagus itu memang sih ga murah&#8230;”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali kita menjumpai akang yang bijaksana dan jago maen alat tiup ini. Padahal dia sebenarnya,bisa dibilang,&nbsp;<em>multi-instrumentalist euy</em>.Semua alat juga bisa. Bahkan&#8230;tak ada akar, kayupun berguna. Eh, ga kebalik? Ah gini yang penting, tak ada saxophone, tas plastik <em>kresek</em> juga bisa dipakai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buat bawa barang belanjaan, ya kan? Eits, tar dulu. Tas plastik kresek itu bisa jadi&#8230;alat musik! Di tangan Arief, tas plastik begituan bisa diberdayagunakan dengan maksimal. Dasar orangnya kreatif dan kritis! He he he.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Emang bisa dipakai dong, jadi kayak alat perkusi, begitu ungkapnya. Ketika dia bunyikan, mirip suara&nbsp;<em>shaker</em>. Atau juga,&nbsp;<em>cabassa</em>&nbsp;ya? Dia mengaku, dia melihat musisi di Australia memakai alat musik plastik kresek gitu. “Udah lama lupa euy. Eh baru keinget lagi. Jadi sering sengaja nyiapin tas plastik begitu, masukkin kantong celana,” lanjut Arief lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, Arief masih terus main dengan rutin. Sesekali, masih bermain dengan Indra Lesmana Reborn, dengan catatan kalau memang diajak, begitu jelasnya. Tapi grup tetapnya memang Phylosophy ABG. Selain itu dengan Nial Djoeliarso.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih ada juga, grup akustikan gitu. Dimana Arief bermain dengan Oele Pattiselanno dan Jeffrey Tahalele. Awalnya, formasi lengkap dengan drummer Jacky Pattiselanno dan pianis Glenn Dauna juga. Tapi saat bung Jacky sakit, akhirnya diteruskan dalam format trio saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lanjut ya. Boleh ga? Di saat itu, seingatku, ia juga mengajar. Di sekolah musiknya&nbsp;<strong>Otti Djamalus</strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>Yance Manusama</strong>, di kawasan Radio Dalam. Menurutnya, selalu ada saja anak-anak yang kepengen mencoba belajar saxophone. Sebagian sih ada yang terus dan jadi musisi tiup beneran. Walau ada juga yang kelihatannya, hanya pengen tahu saja. Tapi bagusnya, lanjut Arief, sebagian besar anak-anak muridnya sekarang sudah mempunyai saxophone sendiri. Modal mereka lumayan ya ga?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ia sesekali kerap mengajarkan secara&nbsp;<em>private</em>&nbsp;untuk orang-orang tua. Ya ada juga yang kayak pejabatlah, petinggi gitu. Yang kepengen bisa main saxophone. Banyak yang serius lho, jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Well, menyenangkan betul ngobrol dengannya. Ia memang unik, periang. Tentu saja, juga jenaka. Peramah dan sopan. Lalu?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyangkut Arief, memang ya uniknya begitu. Pemain piano sebetulnya. Ia pernah belajar piano klasik, beberapa waktu. Semua anak belajar musik, begitu ceritanya. Ga heran sih, ayahnya itu memang pemain biola dan ibunya sempat menyanyi. Tapi dari piano lalu pindah ke flute, dan saxophone. “Pernah dikasih sebuah saxophone sama keluarga saya, jadi makin seneng maininnya. Sekarang sih udah ga ada saxophone itu,”ceritanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia saya temui pertama kali di Bumi Sangkuriang. Waktu ia masih menjadi pianis&nbsp;<strong>Wachdach</strong>, itu lho grup legendaris Bandung. Kalau di Jakarta pernah ada Gold Guys di Green Pub, nah di Bandung itu Wachdach. Arief “Jesus” adalah pianisnya. Saya mah cuma nonton aja. Lihat, sambil nongkrong dengan teman-teman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, di Wachdach juga, kemudian Arief pindah instrumen, ya ke tiup. Flute dulu, baru saxophone. Dari&nbsp;<strong>Wachdach</strong>, grup berikutnya adalah&nbsp;<strong>Straight Ahead</strong>. Dan kemudian, penggemar Scott Hamilton dan Oscar Petterson ini, baru saya ketemu lagi di&#8230;studionya&nbsp;<strong>Bintang Indrianto</strong>. Waktu itu mereka rekaman&nbsp;<strong>Jazzy Duet</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari situlah, persahabatan begitu lengketnya dengan Bintang Indrianto dimulai. Ya, sampai ini harilah. Rekaman Jazzy Duet, lantas&nbsp;<strong>Jazzy Sax</strong>, sebagai solo album pertamanya. Ia mengisi banyak rekaman lain, yang diproduseri Bintang. Namanya juga, bassis paling aktif en paling kreatif. Soal itu, Arief juga langsung bilang, Bintang mah susah dicari tandingannya soal aktif, kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Idenya banyak banget. Dan suka ngagetin dan mendadak, juga unsur spontannya gede. “Asyik dan seru kalau dengan Bintang. Baik soal ide, juga mainnya. Kalau soal main, ga pernah sama mainin satu lagu itu&#8230;,” Arief terkekeh-kekeh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kegilaan Bintang adalah membentuk&nbsp;<strong>Phylosophy ABG Trio</strong>. Namanya itu, sekian waktu Bintang aja ga ketemu. Mungkin lebih tepatnya,kurang begitu peduli. Yang penting memang musiknya. Cerita Arief, saking&nbsp;<em>free</em>-nya musiknya itu, sampai rekaman aja di stasiun! Dilihatin orag, ah udah hajar aja, musisi kan kita&#8230;. Hahahaha, musisi&nbsp;<em>niii yeeee</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan kerjaan rada iseng itu, rekaman di stasiun, eh beneran masuk album. Itu album pertama ABG Trio, yang bertajuk&nbsp;<strong>Phylosophy</strong>. Dimana cover depannya adalah&#8230;VW kodok 1967 milik Arief! Masih ada yang lebih seru, Trio itu mau main di Salihara, dalam waktu sangat cepat, Bintang minta Arief dan&nbsp;<strong>Gerry Herb</strong>&nbsp;untuk bikin solo album! Buat apaan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, buat dijual waktu di Salihara itu. Jadilah album paling unik. Yaitu ketiga personil Trio itu, masing-masing ada album solo. Isinya? Ya saxophone saja, drums saja dan bass saja. “Bintang bikin dengan cepet banget. Gendeng sih, tapi asyik banget kan? Mana pernah kebayang, bikin solo album asli saxophone aja?” Arief lagi-lagi senyum lebar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya juga baru inget ide gokil itu. Bintang tetiba saja punya ide itu. Rekaman dibuat sangat cepat, langsung di duplikasi. Jadilah album. Ya memang ada 3 album. Saya inget, Bintang pernah bilang,”Nanti kita lihat saja, siapa yang paling laku albumnya, berarti dia paling banyak fansnya&#8230;” Hahahaha. Ada-ada saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arief juga pernah mengembara di Australia, ngendon beberapa tahun di Sydney. Ia sempatkan belajar dengan gurunya, Dan Burrows. Iya, jadi ceritanya dia kursus dengan gurunya itu. “Lha sering ketemu, malah diajak main bareng. Ya gitu deh, saya mah seneng-seneng aja.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pulang dari negeri Kangguru itu, Arief balik jadi musisi lagi. Nah ia makin sering di Jakarta jadinya, malah pindah menetap di Depok. Bandung dia tinggalin. Sampai di 1996 dan 1997, dia sempat tampil di North Sea Jazz Festival, Den Haag.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia inget, dia tampil di Belanda antara lain dengan&nbsp;<strong>Oele Pattislanno</strong>,&nbsp;<strong>Yance Manusama</strong>, grupnya namanya&nbsp;<strong>Mahadewa</strong>. Penyanyinya itu,&nbsp;<strong>Warren Wiebe</strong>, yang ditemenin kibornya. “Saya lupa nama kibordisnya. Tapi saya inget-inget, waktu itu drummernya&nbsp;<strong>Inang Noorsaid</strong>, kalau ga salah. Ada juga&nbsp;<strong>Eka Bhakti</strong>&nbsp;ikut main.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Catatan saja, Warren Wiebe itu penyanyi yang diajak kerja bareng David Foster. Lagu,’This Must Be Love’ dari album&nbsp;<strong>River of Love</strong>, dinyanyikan oleh Wiebe bersama Jeff Pesceto. Dalam album yang dirilis oleh Atlantic di&nbsp; penghujung tahun 1990 itu, Wiebe juga menyanyikan lagu lain seperti,’Living for a Moment’ dan ‘Is There a Chance’. Salah satu album David Foster yang cukup populer di sini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah tragisnya, setahun setelah mereka main di North Sea itu, jadi di 1998, Wiebe ditemukan meninggal pada 25 Oktober. Ia meninggal karena bunuh diri, dengan menembak pakai pistol. Menurut kabar, ia diduga stress berat saat itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para pembaca yang budiman. <em>Seriously</em>, tulisan <em>aseli</em>ku di websiteku lumayan panjang. Kalau diterusin, lumayan juga sih. Aku pilih untuk <em>copas</em>, tiada alasan lain, atas nama <em>respect and appreciation</em> terhadap “Si” Arief nan lincah itu. Kepergiannya pada Minggu 19 April 2026 memang mengejutkan. Dan membuat sedih. Banyak orang pasti bersedih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Musisi yang penuh persahabatan itu telah pergi, untuk selama-lamanya. Meninggalkan banyak kenangan, memori yang pastinya sulit dilupakan. KangBro Arief, sayang lama juga kita tak jadi-jadi untuk bertemu ya. <em>Hampura</em>, kangBro. <em>Hampura </em>juga, rekaman wawancara dengan dirimu di “<em>podcast</em>”ku tahun 2015 lalu, akhirnya ga jelas “nasib”nya dan tidak tayang-tayang juga. Padahal banyak sekali cerita seru di dalamnya… Sayang sih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi baiknya, elo udah ga sakit lagi. Elo sakit kan, kondisi tubuhmu terlihat menurun terus. Elo terbebaskanlah dari sakitmu. Well, sampai ketemu lagi nanti kita di kehidupan selanjutnya ya…. Hatur nuhun untuk persahabatan seru kita, bro. <strong>XPOSEINDONESIA/dM</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40245</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/arief-setiadi_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>YPJI Bagikan 140 Paket Sembako dan Ratusan Takjil, Solidaritas Jurnalis Kian Terasa di Ramadan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-solidaritas-jurnalis-kian-terasa-di-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 15:04:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[sembako Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[YPJI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39661</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="YPJI Bagikan 140 Paket Sembako dan Ratusan Takjil" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia kembali menunjukkan perannya dalam aksi sosial Ramadan dengan menyalurkan 140 paket sembako Lebaran kepada wartawan serta membagikan ratusan takjil kepada masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunan yang terus dijaga konsistensinya, sekaligus mencerminkan kuatnya solidaritas di kalangan insan pers. Program bantuan tahun ini melibatkan kolaborasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia </strong>kembali menunjukkan perannya dalam aksi sosial Ramadan dengan menyalurkan 140 paket sembako Lebaran kepada wartawan serta membagikan ratusan takjil kepada masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunan yang terus dijaga konsistensinya, sekaligus mencerminkan kuatnya solidaritas di kalangan insan pers.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program bantuan tahun ini melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak. Sebanyak 100 paket sembako berasal dari Yayasan Permata Sanny Peduli, sementara 40 paket lainnya didukung oleh <strong>Rani Anggraini Safitri</strong>. Selain itu, sekitar 300 paket takjil disediakan oleh<strong> Humble Baker </strong>yang turut berkontribusi dalam kegiatan berbagi di bulan suci ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan juga datang dari sejumlah donatur seperti Hetty, Yulian Yu, Ci Meli, Budhi Herdi Susianto, Nyai Dewi Rantian, dan berbagai pihak lainnya yang ikut memperkuat pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembagian takjil kepada para pengendara di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Suasana kebersamaan kemudian berlanjut dalam acara buka puasa bersama yang didukung oleh desainer sekaligus Dewan Pembina YPJI, Nina Nugroho, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puncak kegiatan berlangsung pada 16 Maret 2026 dengan penyaluran 140 paket sembako kepada wartawan di Jakarta, yang dilanjutkan dengan pembagian takjil serta acara iftar bersama di Humble Baker Jakarta Selatan. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus dan Dewan Pembina YPJI, termasuk Seno M Hadjo dan Nina Nugroho.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan tersebut, YPJI juga menggelar doa bersama untuk mengenang 100 hari wafatnya almarhum Haji Susilo, salah satu Dewan Pembina YPJI. Prosesi berlangsung khidmat dan menjadi momen refleksi bagi seluruh peserta yang hadir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Umum YPJI, <strong>Andi Arif</strong>, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program berbagi di bulan Ramadan bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk nyata kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, khususnya bagi rekan-rekan jurnalis yang terus menjalankan tugas di lapangan.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39665" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-1024x678.jpg" alt="Dewan Pembina YPJI, Seno M Hardjo Memberikan Sembako Kepada Teman-Teman Jurnalis" class="wp-image-39665" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-seno-m-hardjo-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dewan Pembina YPJI, Seno M Hardjo Memberikan Sembako Kepada Teman-Teman Jurnalis</figcaption></figure></a></div>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" data-id="39664" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-nina-nugroho-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-1024x678.jpg" alt="Dewan Pembina YPJI, Nina Nugroho Memberikan Sembako Kepada Teman-Teman Jurnalis" class="wp-image-39664" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-nina-nugroho-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-nina-nugroho-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-nina-nugroho-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-nina-nugroho-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-nina-nugroho-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-nina-nugroho-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-nina-nugroho-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-nina-nugroho-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-nina-nugroho-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/dewan-pembina-ypji-nina-nugroho-memberikan-sembako-kepada-teman-teman-jurnalis.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dewan Pembina YPJI, Nina Nugroho Memberikan Sembako Kepada Teman-Teman Jurnalis</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, <strong>Nina Nugroho</strong> menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat empati dan kebersamaan. Menurutnya, kegiatan berbagi seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan sosial, terutama di lingkungan jurnalis yang memiliki peran strategis dalam masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal senada disampaikan <strong>Seno M Hardjo </strong>yang melihat kegiatan ini sebagai bukti nyata kolaborasi lintas pihak. Ia menilai dukungan dari berbagai elemen menunjukkan bahwa kepedulian terhadap jurnalis dan masyarakat dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui rangkaian kegiatan ini, YPJI tidak hanya menghadirkan bantuan nyata, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial yang menjadi esensi utama bulan Ramadan. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39661</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/ypji-bagikan-140-paket-sembako-dan-ratusan-takjil-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Mengenang Donny Fattah, Stylish, Garang and Rock n Roll!</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/mengenang-donny-fattah-stylish-garang-and-rock-n-roll/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 08:54:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[bassis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Donny Fattah]]></category>
		<category><![CDATA[God Bless]]></category>
		<category><![CDATA[Ian Antono]]></category>
		<category><![CDATA[legenda rock Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik rock Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musisi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah God Bless]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39454</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Donny Fattah" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />He’s trully Rock n Roll on stage! Dan kalem, penuh senyum. Malah begitu ramah, bila tidak di stage. Begitulah seorang musisi besar yang rendah hati, Gideon Onda Patta Gagola, itu nama lengkapnya. Ia lebih dikenal dengan nama Donny Fattah. Sebelumnya, ia sempat memakai nama, atau ditulis namanya sebagai, Donny Gideon lantas berganti ke Donny Gagola. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em>He’s trully Rock n Roll on stage!</em> Dan kalem, penuh senyum. Malah begitu ramah, bila tidak di <em>stage</em>. Begitulah seorang musisi besar yang rendah hati, <strong>Gideon Onda Patta Gagola</strong>, itu nama lengkapnya. Ia lebih dikenal dengan nama <strong>Donny Fattah</strong>. Sebelumnya, ia sempat memakai nama, atau ditulis namanya sebagai, Donny Gideon lantas berganti ke Donny Gagola.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seorang bassis elegan dan memang terlihat <em>stylish</em>, enerjik. Gayanya enak dilihat, juga dengan kelihaiannya dalam pilihan kostum panggungnya. Terutama saat dulu <strong>God Bless</strong>, band yang ikut dibentuknya, memang tampil seperti <em>glam-rock band</em>.&nbsp; Rock band yang <em>all members</em>-nya dandan, kerenlah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Donny Fattah, telah bermain dengan <strong>Achmad Albar</strong> sejak <strong>Crazy Wheels</strong>, yang lantas berganti nama menjadi <strong>God Bless</strong>. Ia memang menjadi salah satu <em>founder</em>nya, berdua bersama Achmad Albar. Saat itu, dari sebelum tahun 1973, mereka bermain bersama alm. <strong>Fuad Hasan</strong> (drums), <strong>Yockie Suryoprayogo</strong> (keyboard) dan <strong>Ludwig Lemans</strong> (gitar).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah formasi perdana, atau bisalah disebut “Mark-1” dari supergroup kebanggaan bangsa, God Bless. FYI, God Bless memang memproklamirkan saat kelahiran mereka pada 5 Mei 1973. Baru kemudian di waktu berikutnya, Ludwig Lemans kembali ke Belanda, dimana mengundang masuk gitaris yang datang dari kota Malang, <strong>Ian Antono</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum Ian Antono masuk, paska Fuad Hasan dan <strong>Soman Lubis</strong> (keyboardist yang sempat masuk GB, menggantikan Yockie) meninggal dunia karena kecelakaan tragis. GB sebenarnya sempat dimasuki “<strong>Nasution Bersaudara</strong>”, <strong>Keenan</strong> (drums), <strong>Oding</strong> (gitar) dan <strong>Debby</strong> (keyboardist). Bersama Donny Fattah dan Achmad Albar, tentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Donny Fattah lahir di Makasar, pada 24 September 1949. Menurut catatan perjalanan musiknya, Donny muda ikut membentuk grup band, <strong>Harbour Beat</strong>. Bersama dua musisi lain, <strong>Baartje Van Houten</strong> dan <strong>Minggoes Tahitu</strong>, di tahun 1965. Pada 1968 ia bergabung dalam <strong>Fancy Junior</strong>. Dari situlah kemudian ia bertemu Achmad Albar, rocker muda berambut kribo yang baru kembali dari Belanda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka mulai saat itu, merekapun terus berjalan bareng. Donny terus menjadi bassis God Bless, seperti juga Achmad Albar terus menjadi vokalisnya. Dan Ian Antono, menjadi gitaris, sejak masuk di tahun 1975. Sementara kibordis berganti-ganti dari Yockie Suryoprayogo ke <strong>Abadi Soesman</strong> lalu ke Yockie lagi, satu ketika pernah juga masuk <strong>Dodo Zakaria</strong>, selain <strong>Iwang Noorsaid</strong>. Dan balik lagi ke Abadi Soesman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk drummer juga bergantian dari <strong>Teddy Sujaya</strong> ke <strong>Inang Noorsaid</strong>. Lalu sempat pula <strong>Yaya Moektio</strong>. Dan drummer kini adalah personal termuda, <strong>Fajar Satritama</strong>. Sementara bassis saat ini, <strong>Arya Setiadi</strong>. Dimana Arya sekian waktu sempat menjadi additional bassist, pengganti Donny Fattah selama Donny sakit. Arya tampil dengan God Bless sejak mereka tampil di Java Jazz Festival tahun 2012.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Donny adalah bassis, sekaligus juga penulis lagu dan ikut menjadi <strong>backing vocal</strong> bersama Ian Antono. Petikan bassnya, yang sering dikombinasikan dengan cabikan, bergaya funky thumb, membuat music pada lagu-lagu God Bless lebih tebal dan tegas. Permainan bass Donny lantas menjadi salah satu inspirasi utama bagi para pemain bass Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Donny pernah mengembara beberapa tahun ke Amerika Serikat, dimana ia belajar mengenai bisnis musik. Saat ia berada di USA, sempat Achmad Albar, Ian Antono tampil dalam sebuah <em>jam-session band</em> dengan bassis, <strong>Rudy Gagola</strong>, yang adalah adik kandung Donny.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Band session itu didukung kibordis oleh Dodo Zakaria dan drummernya adalah Jelly Tobing. Grup session ini tampil pada konser <strong>All Indonesian Jazz &amp; Rock Stars</strong> di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Mereka bersepanggung dengan “lawan”nya dari Jazz, yang terdiri dari Christ Kayhatu, Yance Manusama, Djoko WH, Jopie Item, Karim Suweileh, dr. Iwang Gumiwang.</p>



<div><a href="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05-1024x678.jpg" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05-1024x678.jpg" alt="Donny Fattah" class="wp-image-39461" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_05.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Donny Fattah</figcaption></figure></a></div>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu diketahui, Donny di tahun 1976 sempat merilis album kelompok <strong>D &amp; R</strong>. Singkatan dari Donny &amp; Rudy Gagola. Mereka didukung antara lain oleh Yockie Suryoprayogo dan Keenan Nasution. Keenan menjadi drummer dan juga vokalis. Album yang diedarkan Pramaqua itu dirilis 1976 berjudul, <strong>Bawaku Serta</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu hits mereka adalah, “Cindy”. Selain “Mimpi dan “Datanglah Trang”. Dalam album ini Achmad Albar juga mendukung sebagai vokalis, selain ada nama Djatu Parmawati dan Ida Noor. Perjalanan grup kakak-beradik ini, berlanjut ke album kedua dirilis 1978, <strong>Episode</strong>, dan diedarkan oleh Jackson Records.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain God Bless, Donny Fattah juga ikut memperkuat kelompok <strong>Kantata Takwa</strong>, yang berlanjut dengan <strong>Kantata Samsara</strong>. Dimana kelompok itu didirikan oleh Setiawan Djodi bersama WS. Rendra, Iwan Fals, Sawung Jabo, Inisisri, Naniel Yakin dan Yockie Suryoprayogo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Donny kemudian juga diajak untuk mendukung kelompok <strong>Gong 2000</strong>, bersama Achmad Albar dan Ian Antono. Dimana drummernya adalah Yaya Moektio dan kibordis, Harry Anggoman. Supergroup rock yang berdiri di 1991 ini awalnya didukung Yuke Sumeru sebagai bassisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gong 2000 merilis 3 album rekaman yaitu <strong>Bara Timur</strong> (dirilis tahun 1991), disusul, <strong>Laskar</strong> (1993) dan <strong>Prahara</strong> (1996). Dengan 2 live album, <strong>Gong Live in Jakarta</strong> (1992) dan berikutnya sebuah album bertajuk <strong>1 Jam Bersama Gong 2000</strong>, dijual dalam versi <em>VCD.</em></p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped td-modal-on-gallery wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="39460" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_04-683x1024.jpg" alt="Donny Fattah" class="wp-image-39460" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_04-683x1024.jpg 683w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_04-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_04-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_04-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_04-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_04-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_04-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_04-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_04-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_04.jpg 900w" sizes="auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px" /><figcaption class="wp-element-caption">Donny Fattah</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="39459" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_03-683x1024.jpg" alt="Donny Fattah" class="wp-image-39459" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_03-683x1024.jpg 683w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_03-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_03-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_03-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_03-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_03-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_03-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_03-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_03-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_03.jpg 900w" sizes="auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px" /><figcaption class="wp-element-caption">Donny Fattah</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-id="39458" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_02-683x1024.jpg" alt="Donny Fattah" class="wp-image-39458" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_02-683x1024.jpg 683w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_02-200x300.jpg 200w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_02-768x1152.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_02-280x420.jpg 280w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_02-560x840.jpg 560w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_02-150x225.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_02-300x450.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_02-600x900.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_02-696x1044.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_02.jpg 900w" sizes="auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px" /><figcaption class="wp-element-caption">Donny Fattah</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ia juga mendukung rekaman dari beberapa penyanyi. Antara lain ada Ikang Fawzy dan Nicky Astria.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Donny Fattah paska menjalani operasi jantung bypass-nya, bisa dibilang sangat mengurangi penampilannya bersama God Bless. Menurut Achmad Albar dan Ian Antono, Donny tetap bersemangat untuk tampil selalu, namun memang terhambat masalah kesehatannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Donny didiagnose menderita sarcopenia, pelemahan massa otot yang sangat progresif. Juga komplikasi penyumbatan vaskuler dan autoimun. Ia pernah menjalani operasi <em>bypass</em> untuk jantungnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penampilannya bersama God Bless pada beberapa tahun terakhir memang hanya mengisi secara terbatas. Ia hanya tampil untuk 2 atau 3 sampai 4 lagu saja. Lagu-lagu lainnya, bassnya diisi oleh Arya Setiadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dunia musik Indonesia kehilangan seorang bassis, yang permainan bassnya memang memperkaya musik keseluruhan dari grup bandnya. Dan Indonesia kehilangan lagi bassis rock terdepannya. Donny Fattah menyusul <strong>Raidy Noor</strong>, bassis yang terakhir bermain dengan <strong>Cockpit </strong>dan grupnya, <strong>Raidy Noor Experience</strong>. Raidy wafat di kediamannya di Bintato, pada 15 Oktober 2025 di Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua bassis tersebut, masing-masing memiliki ciri khas bermain bassnya yang berbeda dan sama-sama unik. Dan keduanya sekian lamanya menjadi “mata pelajaran wajib” bagi para pemain bass terutama rock. Dan persamaannya, mereka berdua juga penulis lagu dan aranjer. */dM</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39454</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/donny-fattah_01-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Berduka, Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun, Puan Maharani Kenang Sosok Hangat dan Bersahaja</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/indonesia-berduka-try-sutrisno-wafat-di-usia-90-tahun-puan-maharani-kenang-sosok-hangat-dan-bersahaja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 08:10:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pemakaman TMP Kalibata]]></category>
		<category><![CDATA[Profil Try Sutrisno]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Maharani DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Nasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Try Sutrisno meninggal dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Presiden RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=39329</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="puan maharani bersama try sutrisno" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaik bangsa. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, wafat pada Senin pagi, 2 Maret 2026, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, dalam usia 90 tahun. Kepergian tokoh militer dan negarawan senior tersebut meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat dan jajaran pemerintahan. Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas wafatnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaik bangsa. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, <a href="https://xposeindonesia.com/tag/profil-try-sutrisno/" data-type="post_tag" data-id="19118"><strong>Try Sutrisno</strong></a>, wafat pada Senin pagi, 2 Maret 2026, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, dalam usia 90 tahun. Kepergian tokoh militer dan negarawan senior tersebut meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat dan jajaran pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua DPR RI <strong><a href="https://xposeindonesia.com/tag/puan-maharani/" data-type="post_tag" data-id="3088">Puan Maharani</a> </strong>menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum. Ia menilai Indonesia kehilangan sosok panutan yang dikenal sederhana, hangat, dan dekat dengan berbagai kalangan. Atas nama pribadi dan lembaga DPR RI, Puan menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puan juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan Try Sutrisno dalam Sidang Tahunan DPR tahun lalu. Menurutnya, karakter almarhum yang ramah dan rendah hati selalu terasa dalam setiap kesempatan pertemuan, mencerminkan kepribadian seorang pemimpin yang mengedepankan keteladanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi kesehatan Try Sutrisno memang menurun sejak beberapa waktu terakhir karena faktor usia. Ia telah menjalani perawatan di RSPAD sejak 16 Februari 2026 setelah mengalami penurunan nafsu makan dan kondisi fisik yang melemah. Tim dokter bersama tim medis kepresidenan telah memberikan penanganan terbaik hingga akhirnya almarhum menghembuskan napas terakhir pada pukul 06.58 WIB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rencananya, jenazah akan disemayamkan di kediaman keluarga di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemudian dishalatkan di Masjid Sunda Kelapa sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepergian Try Sutrisno menjadi kehilangan besar mengingat rekam jejak panjangnya dalam pengabdian kepada negara. Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, ia meniti karier militer sejak menjadi taruna Akademi Teknik Angkatan Darat pada 1956. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 1986.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puncak pengabdian di pemerintahan diraihnya saat mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998. Setelah menyelesaikan masa tugasnya, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan, termasuk menjadi anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila sejak 2017.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Puan Maharani, jasa dan kontribusi Try Sutrisno bagi bangsa sangat besar, baik dalam menjaga stabilitas nasional pada masa pengabdiannya maupun dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus. Ia berharap semangat pengabdian dan keteladanan almarhum dapat terus dilanjutkan oleh generasi muda Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepergian Try Sutrisno tidak hanya menjadi duka bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai prajurit, pemimpin, dan negarawan yang menjalani tugas dengan dedikasi tinggi, kesederhanaan, serta komitmen kuat terhadap persatuan dan kepentingan bangsa. <strong>XPOSEINDONESIA/IHSAN</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39329</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/puan-maharani-bersama-try-sutrisno-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Dunia Musik Berkabung, Ikon Reggae Jimmy Cliff Wafat di Usia 81 Tahun</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/obituary/dunia-musik-berkabung-ikon-reggae-jimmy-cliff-wafat-di-usia-81-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 02:05:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[Jimmy Cliff]]></category>
		<category><![CDATA[pneumonia]]></category>
		<category><![CDATA[Reggae]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=37238</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/jimmy-clif-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="jimmy clif" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/jimmy-clif-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/jimmy-clif-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/jimmy-clif-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/jimmy-clif-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/jimmy-clif-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/jimmy-clif-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/jimmy-clif-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/jimmy-clif-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/jimmy-clif.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Dunia musik kehilangan salah satu ikon terbesarnya. Jimmy Cliff, legenda reggae asal Jamaika yang dikenal lewat lagu Many Rivers to Cross dan You Can Get It If You Really Want, meninggal dunia pada Minggu, 24 November 2025 pada usia 81 tahun. Kabar duka itu disampaikan istrinya, Latifa Chambers, yang menyebut bahwa Cliff wafat setelah mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dunia musik kehilangan salah satu ikon terbesarnya. Jimmy Cliff, legenda reggae asal Jamaika yang dikenal lewat lagu <em>Many Rivers to Cross</em> dan <em>You Can Get It If You Really Want</em>, meninggal dunia pada Minggu, 24 November 2025 pada usia 81 tahun. Kabar duka itu disampaikan istrinya, Latifa Chambers, yang menyebut bahwa Cliff wafat setelah mengalami kejang yang kemudian diikuti oleh pneumonia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cliff, bernama lahir James Chambers, adalah salah satu figur penting yang memperkenalkan musik reggae ke panggung internasional. Sejak awal kariernya pada 1960-an, Cliff dikenal sebagai jembatan antara budaya Jamaika dan dunia. Ia bukan hanya penyanyi dan penulis lagu bersuara khas, tetapi juga aktor dalam film <em>The Harder They Come</em> (1972), yang dianggap sebagai titik balik globalisasi musik reggae.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jejak Panjang dalam Musik</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepanjang kariernya, Cliff menciptakan lagu-lagu yang melintasi generasi dan batas negara. <em>Many Rivers to Cross</em>, <em>The Harder They Come</em>, dan <em>You Can Get It If You Really Want</em> menjadi anthem perjuangan dan harapan bagi jutaan pendengar. Ia juga dikenal luas melalui lagu <em>I Can See Clearly Now</em> versi remake yang kembali membawa namanya ke tangga musik dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prestasinya meliputi dua Grammy Awards dan pengangkatan ke Rock &amp; Roll Hall of Fame pada 2010—sebuah pengakuan tertinggi bagi musisi yang telah memberikan kontribusi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Duka dari Jamaika dan Seluruh Dunia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Perdana Menteri Jamaika, Andrew Holness, menyebut Cliff sebagai “raksasa budaya” dan “salah satu putra bangsa yang paling berpengaruh di panggung dunia.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah curahan belasungkawa penggemar, keluarga menyampaikan pesan pendek namun menyentuh:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>“Dengan kesedihan mendalam, saya berbagi bahwa suami saya, Jimmy Cliff, telah berpindah ke sisi lain akibat kejang yang disusul pneumonia,”</em> tulis sang istri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Warisan yang Tak Akan Padam</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepergian Cliff meninggalkan ruang hening di dunia musik. Namun warisan yang dibangunnya—musik sebagai alat perjuangan, penyembuhan, dan persatuan—akan terus bergema.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reggae tidak akan pernah terdengar sama tanpa Jimmy Cliff. Dan dunia akan terus menyanyikan sungai-sungai yang telah ia seberangi.<strong>XPOSEINDNESIA-People.com</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">37238</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/jimmy-clif-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Acil Bimbo, Suara Lembut Penjaga Harmoni Bangsa</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/obituary/acil-bimbo-suara-lembut-penjaga-harmoni-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 04:39:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[Acil]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbo]]></category>
		<category><![CDATA[wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=34606</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/acil-bimbo-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="acil bimbo" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/acil-bimbo-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/acil-bimbo-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/acil-bimbo-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/acil-bimbo-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/acil-bimbo-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/acil-bimbo-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/acil-bimbo-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/acil-bimbo-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/acil-bimbo.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Indonesia berduka. Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, S.H., M.Kn., atau yang lebih dikenal sebagai Acil Bimbo, meninggal dunia pada Senin, 1 September 2025 pukul 22.13 WIB di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia berpulang pada usia 82 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya sekitar satu tahun terakhir. Kehidupan Awal dan Pendidikan Acil lahir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Indonesia berduka. Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, S.H., M.Kn., atau yang lebih dikenal sebagai Acil Bimbo, meninggal dunia pada Senin, 1 September 2025 pukul 22.13 WIB di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia berpulang pada usia 82 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya sekitar satu tahun terakhir.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kehidupan Awal dan Pendidikan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Acil lahir di Bandung, 20 Agustus 1943, sebagai anak kedua dari tujuh bersaudara. Sejak remaja ia telah dipengaruhi oleh musisi-musisi dunia seperti Robin Gibb, Everly Brothers, Cliff Richard, Tommy Steele, the Mills Brothers, dan Paul Anka, <strong>yang</strong> kemudian membentuk warna vokal khasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski menekuni musik, Acil juga serius dalam pendidikan. Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran pada tahun 1974, lalu melanjutkan ke Program Kenotariatan Unpad, yang ia selesaikan pada tahun 1994. Dengan latar belakang akademiknya, ia dikenal sebagai sosok intelektual yang mampu menggabungkan seni dan ilmu hukum.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bersama Bimbo</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Acil adalah salah satu pilar Bimbo, grup musik legendaris Indonesia yang dibentuk bersama kakaknya Sam dan adiknya Jaka, dan Iin Bimbo. Sejak era 1970-an, Bimbo dikenal luas lewat lagu-lagu yang bernuansa religius, sosial, hingga balada cinta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Bimbo, Acil berperan sebagai penjaga harmoni. Suaranya yang lembut, jernih, dan penuh penghayatan berpadu dengan suara berat Sam, nuansa melodius Jaka, dan kelembutan Iin. Dari kombinasi inilah lahir harmoni vokal yang khas, yang membuat lagu-lagu seperti <em>Tuhan</em>, <em>Sendiri Lagi</em>, <em>Melati dari Jayagiri</em>, hingga <em>Rindu Rasul</em> begitu melekat dalam ingatan publik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Aktivitas Sosial dan Kebudayaan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain bermusik, Acil juga aktif di bidang sosial. Sejak tahun 2000, ia menjabat sebagai ketua <strong>Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) “Bandung Spirit”</strong>, sekaligus pembina dan penasihat di berbagai organisasi sosial dan kebudayaan. Ia kerap menginisiasi kegiatan sosial di dalam dan luar negeri, menjadikannya tokoh yang peduli tidak hanya pada musik, tetapi juga pada kemanusiaan dan kebudayaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Keluarga</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Acil beristrikan Ernawati dan dikaruniai empat orang anak serta sejumlah cucu. Di antara cucunya terdapat dua nama yang dikenal publik, yakni kakak-beradik Hasyakyla Utami dan Adhisty Zara<strong>, </strong>mantan anggota grup idola <strong>JKT48.</strong> Kehangatan keluarga menjadi salah satu sumber kekuatan Acil dalam menjalani perjalanan hidupnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perjuangan Melawan Penyakit dan Kepergian</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tiga bulan terakhir hidupnya, kondisi Acil semakin menurun. Ia berulang kali menjalani perawatan intensif hingga opname penuh selama satu bulan. Dua minggu sebelum wafat, kondisinya kian melemah hingga akhirnya berpulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jenazah Acil disemayamkan di RSHS Bandung, kemudian dishalatkan di Masjid Al-Mualimin, Jalan Agronomi, Bandung pada Selasa (2/9) pukul 10.00 WIB, dan dimakamkan di TPU Cipageran, Cimahi, pukul 11.00 WIB.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Warisan Abadi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kepergian Acil Bimbo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Indonesia. Namun, warisannya tetap hidup: harmoni suaranya dalam Bimbo, dedikasi sosialnya melalui “Bandung Spirit,” dan teladan hidupnya sebagai seniman sekaligus intelektual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selamat jalan, Acil. Suara lembutmu akan terus bergema sebagai harmoni abadi bangsa.<strong>XPOSEINDONESIA Foto : Dokumentasi</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">34606</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/acil-bimbo-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Selamat Jalan Pangeran Kegelapan: Ozzy Osbourne Tutup Usia Usai Reuni Black Sabbath&#8221;</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/obituary/selamat-jalan-pangeran-kegelapan-ozzy-osbourne-tutup-usia-usai-reuni-black-sabbath/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 00:02:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[22 Juli 2025]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Ozzy Osbourne]]></category>
		<category><![CDATA[vokalis Black Sabbath]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=33197</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/ozzy-osbourne-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="ozzy osbourne" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/ozzy-osbourne-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/ozzy-osbourne-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/ozzy-osbourne-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/ozzy-osbourne-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/ozzy-osbourne-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/ozzy-osbourne-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/ozzy-osbourne-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/ozzy-osbourne-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/ozzy-osbourne.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ozzy Osbourne, legenda musik metal dunia dan vokalis ikonik Black Sabbath, meninggal dunia pada 22 Juli 2025, dalam usia 76 tahun Kabar duka ini datang hanya tiga minggu setelah reuni emosionalnya bersama Black Sabbath dalam konser &#8220;Back to the Beginning&#8221;. “Kami sangat berduka menyampaikan bahwa Ozzy Osbourne tercinta telah berpulang pagi ini, dikelilingi keluarga dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ozzy Osbourne, legenda musik metal dunia dan vokalis ikonik Black Sabbath, meninggal dunia pada 22 Juli 2025, dalam usia 76 tahun</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar duka ini datang hanya tiga minggu setelah reuni emosionalnya bersama Black Sabbath dalam konser &#8220;Back to the Beginning&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sangat berduka menyampaikan bahwa Ozzy Osbourne tercinta telah berpulang pagi ini, dikelilingi keluarga dan cinta,” ungkap pernyataan keluarga yang dilaporkan <em>The Guardian</em>, Selasa (22/7).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sosok yang dijuluki <em>&#8220;Prince of Darkness&#8221;</em> ini resmi pensiun dari dunia musik awal bulan Juli 2025, dan tampil di atas panggung untuk terakhir kalinya dalam reuni bersejarah sejak 2005.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya sudah terbaring enam tahun. Terima kasih dari lubuk hati saya,” katanya dengan penuh haru malam itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Perjuangan Panjang Melawan Penyakit</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama beberapa dekade terakhir, Osbourne berjuang melawan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari kecelakaan parah di tahun 2003, diagnosis penyakit Parkinson pada 2005, hingga operasi tulang belakang di 2022. Ia juga sempat terbuka soal perjuangannya melawan depresi dan kecanduan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski penyebab kematiannya belum diumumkan, Osbourne diketahui menjalani perawatan intensif di tahun-tahun terakhir hidupnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Warisan Sang Legenda</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lahir sebagai John Michael Osbourne di Birmingham, 1948, Ozzy adalah anak buruh yang tumbuh dalam kerasnya kehidupan kelas pekerja Inggris. Pengalaman hidup itu membentuk karakter vokalnya yang kelam dan bertenaga—cocok untuk musik metal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bersama Black Sabbath, ia merilis album legendaris seperti <em>&#8220;Paranoid&#8221;</em> (1970), dengan lagu-lagu abadi &#8220;War Pigs&#8221; dan &#8220;Iron Man&#8221;. Setelah dipecat dari band pada 1979 karena kecanduan, ia sukses membangun karier solo dengan debut <em>&#8220;Blizzard of Ozz&#8221;</em> (1980) yang meraih 5x platinum di AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama kariernya, Osbourne merilis 13 album solo studio, memenangi Grammy Awards, dan mencetak penjualan lebih dari 100 juta album di seluruh dunia—baik solo maupun bersama Black Sabbath.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain musik, ia dikenal luas berkat reality show &#8220;The Osbournes&#8221;, yang memperkenalkan kehidupannya pada generasi baru dan memperkuat statusnya sebagai ikon budaya pop.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ozzy bukan hanya musisi. Dia adalah gerakan, sebuah simbol kebebasan dan pemberontakan.”<br>— Kutipan penggemar di media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selamat jalan, Ozzy. Suaramu akan terus menggema dalam distorsi gitar, jeritan malam, dan hati jutaan penggemar. <strong>XPOSEINDONESIA / berbagai sumber</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33197</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/ozzy-osbourne-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Hamdan ATT: Pria Termiskin di Dunia yang Kaya Akan Cinta dan Lagu</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/obituary/hamdan-att-pria-termiskin-di-dunia-yang-kaya-akan-cinta-dan-lagu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2025 11:54:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[Hamdan ATT]]></category>
		<category><![CDATA[Lifetime Achievement]]></category>
		<category><![CDATA[Penyanyi Dangdut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=32398</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="191" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/hamdan-att-dan-piala-kebanggannnya-300x191.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="hamdan att dan piala kebanggannnya" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/hamdan-att-dan-piala-kebanggannnya-300x191.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/hamdan-att-dan-piala-kebanggannnya-1024x651.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/hamdan-att-dan-piala-kebanggannnya-768x488.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/hamdan-att-dan-piala-kebanggannnya-660x420.jpg 660w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/hamdan-att-dan-piala-kebanggannnya-150x95.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/hamdan-att-dan-piala-kebanggannnya-600x382.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/hamdan-att-dan-piala-kebanggannnya-696x443.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/hamdan-att-dan-piala-kebanggannnya-1068x679.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/hamdan-att-dan-piala-kebanggannnya.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Hamdan Attamimi&#160; atau dikenal Hamdan ATT, meninggal dunia dalam usia 76 tahun, pada Selasa (1/7), pukul 12.00 WIB. Hamdan ATT adalah penyanyi dangdut Indonesia yang terkenal merilis lagu Termiskin Di Dunia&#160;pada 1980. Pada tahun 2021, Indonesian Dangdut Awards memberikan penghargaan&#160;Lifetime Achievement&#160;kepada Hamdan ATT atas dedikasinya untuk musik dangdut tanah air. Hamdan ATT menghembuskan napas terakhir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Hamdan Attamimi&nbsp; atau dikenal Hamdan ATT, meninggal dunia dalam usia 76 tahun, pada Selasa (1/7), pukul 12.00 WIB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hamdan ATT adalah penyanyi dangdut Indonesia yang terkenal merilis lagu <em>Termiskin Di Dunia</em>&nbsp;pada 1980.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2021, Indonesian Dangdut Awards memberikan penghargaan&nbsp;<em>Lifetime Achievement</em>&nbsp;kepada Hamdan ATT atas dedikasinya untuk musik dangdut tanah air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hamdan ATT menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatannya yang terus menurun sejak akhir 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia diketahui memiliki riwayat penyakit kronis, termasuk stroke dan gangguan pada ginjal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2024 lalu, Hamdan sempat menjalani operasi besar akibat pecahnya pembuluh darah di otak serta ditemukannya cairan di area tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski sempat menunjukkan tanda-tanda membaik pascaoperasi, kondisi fisik-nya perlahan terus melemah hingga akhirnya sang legenda berpulang di usia senja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepergian Hamdan ATT menjadi kehilangan besar bagi industri musik Indonesia, khususnya penggemar dangdut klasik. Ia dikenal lewat suara khasnya yang penuh penghayatan, serta gaya bernyanyi yang begitu menyentuh hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak tahun 1980-an, Hamdan ATT dikenal sebagai sosok yang membawa nuansa khas dalam perkembangan musik dangdut Indonesia. Lagu-lagu yang ia bawakan, sarat akan makna, selalu berhasil menyentuh hati dan meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar-nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut ini beberapa lagu legendaris yang pernah dipopulerkan oleh almarhum Hamdan ATT.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Daftar lagu populer Hamdan ATT</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. &#8220;Termiskin di Dunia&#8221;</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini menjadi karya ikonik yang mengangkat nama Hamdan ATT ke puncak popularitas. Melalui lagu ini, ia menyampaikan kisah seseorang yang merasa tak punya apa-apa dalam urusan cinta penuh kejujuran dan kepedihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. &#8220;Jangan Cintai Aku&#8221;</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat lagu ini, Hamdan ATT menggambarkan kisah cinta yang terpaksa ditolak demi kebaikan kedua belah pihak. Lirik yang kuat dan mudah diingat menjadikannya salah satu lagu favorit para pecinta dangdut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. &#8220;Bekas Pacar&#8221;</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini membangkitkan kenangan masa lalu bersama mantan kekasih. Dengan nuansa yang menggambarkan suasana hati, lagu ini sukses menggambarkan perasaan rindu dan kenangan yang belum pudar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>4. &#8220;Hidup Pas-Pasan&#8221;</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini menyuarakan kehidupan sederhana dengan penuh makna. Meski mengangkat tema keterbatasan, liriknya mengajak pendengar untuk bersyukur dan menerima hidup apa adanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>5. &#8220;Petualang Cinta&#8221;</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui lagu ini, Hamdan ATT mengajak pendengar menelusuri perjalanan cinta yang tidak selalu mudah. Liriknya mencerminkan dilema dan pergulatan batin dalam mengambil keputusan hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>6. &#8220;Dingin&#8221;</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Termasuk dalam album Kecewa, lagu ini menampilkan sisi emosional Hamdan ATT yang lebih tenang dan reflektif, memperlihatkan kedalaman musikalitas-nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>7. &#8220;Secangkir Kopi&#8221;</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan lirik yang sederhana namun penuh rasa, lagu ini menjadi salah satu karya yang paling sering diputar di berbagai platform musik digital mewakili kehangatan dalam kesederhanaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kumpulan lagu unggulan lainnya dari Hamdan ATT yang tetap memikat</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain ketujuh lagu yang telah disebutkan sebelumnya, Hamdan ATT juga memiliki deretan lagu populer lainnya yang tak kalah menarik dan sarat makna. Beberapa di antaranya adalah:</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Pendusta”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Mabuk Judi”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Jawaban Sepiring Berdua”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Hidup di Bui”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Kau Laksana Bulan”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Tidak Semua Laki-Laki”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Cinta Hampa”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Harta dan Cinta”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Gubug Derita”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Jandaku”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Berkawan dalam Duka”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Berdosa”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Nurlela”</p>



<p class="wp-block-paragraph">• “Cintaku Seperti Rembulan”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Deretan lagu tersebut ikut mewarnai perkembangan musik dangdut Tanah Air dan semakin mengukuhkan nama Hamdan ATT sebagai sosok legendaris yang karyanya tetap hidup dalam ingatan banyak orang hingga saat ini <strong>XPOSEINDONESIA Foto : Instgram Hamdan ATT</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32398</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/hamdan-att-dan-piala-kebanggannnya-300x191.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="191" />	</item>
		<item>
		<title>Aktor Choi Jung Woo Wafat</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/obituary/aktor-choi-jung-woo-wafat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 15:53:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Jung Woo]]></category>
		<category><![CDATA[Two Cops]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=31438</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/choi-jung-woo-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="choi jung woo" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/choi-jung-woo-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/choi-jung-woo-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/choi-jung-woo-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/choi-jung-woo-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/choi-jung-woo-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/choi-jung-woo-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/choi-jung-woo-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/choi-jung-woo-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/choi-jung-woo.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Aktor Choi Jung Woo telah meninggal dunia pada usia 69 tahun. (17 Februari 1957-27 Mei 2025)Agensinya, Bless ENT, mengonfirmasi kabar tersebut kepada Edaily pada tanggal 27, dengan menyatakan, &#8220;Benar bahwa ia telah meninggal hari ini. Penyebab kematiannya belum diketahui.&#8221; Choi Jung Woo memulai debutnya pada tahun 1975 melalui drama panggung berjudul The Life of an [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Aktor Choi Jung Woo telah meninggal dunia pada usia 69 tahun. (17 Februari 1957-27 Mei 2025)<br>Agensinya, Bless ENT, mengonfirmasi kabar tersebut kepada Edaily pada tanggal 27, dengan menyatakan, &#8220;Benar bahwa ia telah meninggal hari ini. Penyebab kematiannya belum diketahui.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Choi Jung Woo memulai debutnya pada tahun 1975 melalui drama panggung berjudul <em>The Life of an Actor</em>, dan kemudian tampil dalam berbagai film seperti <em>Two Cops</em>, <em>Sympathy for Lady Vengeance</em>, <em>Our Town</em>, <em>The Chaser</em>, <em>Secret Reunion</em>, <em>The Witch</em>, <em>Ransomed</em>, <em>The Moon</em>, dan <em>Project Silence</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga aktif bermain dalam drama-drama seperti <em>Alone in Love</em>, <em>Yeon Gaesomun</em>, <em>Yi San</em>, <em>Brilliant Legacy</em>, <em>Prosecutor Princess</em>, seri <em>Quiz of God</em>, <em>The Legend of the Blue Sea</em>, <em>Marry Me Now</em>, <em>The Best Divorce</em>, <em>The Tyrant</em>, dan <em>Mrs. Ock’s Story</em>, menunjukkan kemampuan akting yang luas sepanjang kariernya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain karier aktingnya, Choi Jung-woo juga dikenal karena kontribusinya dalam kegiatan amal. Ia aktif mendukung berbagai inisiatif sosial dan berpartisipasi dalam kampanye untuk meningkatkan kesadaran serta dana bagi mereka yang membutuhkan. <strong>XPOSEINDONESIA- Allkpop</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31438</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/choi-jung-woo-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
