Kamis, Maret 12, 2026

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Hadir Lebih Besar di NICE PIK 2 dengan 10 Panggung dan Deretan Musisi Dunia

Memasuki usia ke-21, perhelatan musik jazz terbesar di Indonesia, International Java Jazz Festival, kembali hadir dengan semangat baru. Tahun ini festival tersebut mengusung nama myBCA International Java Jazz Festival 2026, menandai kolaborasi strategis dengan PT Bank Central Asia Tbk sebagai sponsor utama sekaligus perpindahan lokasi ke venue baru bertaraf internasional, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di kawasan Pantai Indah Kapuk 2.

Festival yang diselenggarakan oleh Java Festival Production ini akan berlangsung selama tiga hari, pada 29, 30, dan 31 Mei 2026, menghadirkan pengalaman festival yang lebih luas dengan skala produksi yang semakin besar.

Direktur Utama Java Festival Production, Dewi Gontha, mengatakan bahwa perjalanan Java Jazz selama lebih dari dua dekade telah membuktikan bahwa festival ini bukan sekadar konser musik, melainkan bagian dari ekosistem kreatif yang terus berkembang.

Menurut Dewi, memasuki tahun ke-21 menjadi momentum penting untuk membuka babak baru yang lebih segar, baik dari sisi konsep, lokasi, maupun kolaborasi.

“Kolaborasi ini bukan sekadar sponsor. Ini adalah kemitraan strategis yang mendukung keberlanjutan ekosistem kreatif Indonesia. Bersama BCA, kami ingin membangun fondasi yang lebih kuat bagi masa depan industri musik live di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa perpindahan ke venue baru memberikan ruang yang jauh lebih luas untuk bereksperimen dengan konsep festival.

Selama lebih dari dua dekade, Java Festival Production tumbuh bersama para musisi, partner, dan penikmat musik lintas generasi. Di tahun ke-21 ini, festival hadir dengan semangat baru melalui venue yang lebih besar di NICE PIK 2, lokasi yang dinilai memiliki akses lebih dekat dengan jalur internasional serta fasilitas yang lebih modern.

Tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, penyelenggara juga menyiapkan berbagai aktivitas tambahan seperti instalasi seni dan kolaborasi dengan seniman Indonesia. Dengan konsep tersebut, Java Jazz tidak hanya menjadi ruang perayaan musik tetapi juga ruang ekspresi bagi berbagai bentuk karya kreatif.

Perpindahan ke NICE PIK 2 juga membuka peluang untuk menghadirkan pengalaman festival yang lebih nyaman bagi pengunjung. Area yang luas memungkinkan penyelenggara menata ruang dengan lebih fleksibel, termasuk menghadirkan desain panggung yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Festival tahun ini akan menghadirkan 10 panggung yang tersebar di area indoor dan outdoor. Setiap panggung memiliki karakter dan kurasi musikal yang berbeda, menghadirkan spektrum jazz dan turunannya dalam berbagai eksplorasi genre.

Beberapa panggung juga dirancang dengan pendekatan baru. Jika sebelumnya sebagian besar panggung berada di ujung ruangan, pada edisi 2026 beberapa panggung akan ditempatkan di tengah hall sehingga memberikan pengalaman menonton yang lebih dinamis dan dekat dengan penonton. Di beberapa area, tribun juga disiapkan agar pengunjung dapat menikmati pertunjukan dengan lebih nyaman.

Area outdoor tetap menjadi bagian penting dari festival, terutama untuk aktivitas kuliner dan berbagai program komunitas. Panggung gazebo yang selama ini dikenal sebagai ruang bagi musisi baru juga tetap dipertahankan. Panggung tersebut menjadi tempat bagi talenta muda untuk tampil dan memperkenalkan karya mereka di hadapan audiens Java Jazz yang luas.

Selain perubahan konsep venue, Java Jazz 2026 juga menghadirkan lineup musisi yang semakin beragam. Pengumuman lineup fase kedua mempertegas posisi festival ini sebagai panggung pertemuan musisi dunia dan talenta terbaik Indonesia.

Salah satu nama internasional yang dipastikan tampil adalah penyanyi R&B pemenang Grammy Award Ella Mai, yang dikenal melalui lagu hits global seperti “Boo’d Up” dan “Trip”. Kehadirannya mencerminkan upaya festival untuk menghadirkan musisi yang mampu menjembatani generasi dan genre musik.

Selain Ella Mai, festival juga akan menampilkan penyanyi R&B modern Jenevieve serta musisi muda aron! yang dikenal dengan gaya vokal ekspresif dan aransemen pop modern.

Dari Brasil, penyanyi sekaligus penulis lagu João Sabiá akan membawa nuansa musik MPB, samba, bossa nova, dan pop kontemporer dengan karakter suara yang hangat dan lirik puitis.

Festival ini juga menghadirkan energi big band dari Australia melalui Harbourside Jazz, serta penampilan musisi soul dan jazz Frank McComb. Dari Brasil, ansambel orkestra Camerata Florianopolis akan menampilkan perpaduan musik klasik dan populer dengan pendekatan simfoni yang inovatif.

Selain itu, proyek musik Kevin Powell & Company juga akan menghadirkan perpaduan gospel, jazz, dan soul dalam pertunjukan live yang enerjik.

Dari Indonesia, lineup juga dipenuhi nama-nama yang tak kalah menarik. Band jazz dan soul yang dicintai lintas generasi Maliq & D’Essentials dipastikan tampil dengan aransemen khas mereka yang memadukan groove, harmoni, dan lirik yang kuat.

Selain itu, penampilan dari The Groove bersama Tiara Effendy, RAN, hingga band legendaris Slank juga akan memeriahkan festival.

Kolaborasi menarik juga akan hadir melalui duet Barsena Bestandhi dan Nadhif Basalamah, yang menjanjikan momen musikal penuh emosi di atas panggung.

Nama lain seperti Bilal Indrajaya dan Ziva Magnolya juga menjadi bagian dari lineup yang memperkuat kehadiran talenta muda Indonesia.

Pada pengumuman fase pertama sebelumnya, festival juga telah memastikan penampilan spesial dari musisi peraih delapan Grammy Awards Jon Batiste pada 29 Mei 2026. Selain itu, band indie asal Korea Selatan wave to earth juga akan tampil sebagai special show pada 30 Mei 2026.

Kolaborasi dengan BCA juga menghadirkan berbagai kemudahan bagi pengunjung festival. EVP Transaction Banking Business Development BCA, Norisa, mengatakan bahwa kerja sama ini didasarkan pada kesamaan visi dalam memajukan industri kreatif Indonesia.

BCA menghadirkan berbagai kemudahan transaksi digital selama festival berlangsung, termasuk sistem pembayaran cashless serta sejumlah promo tiket eksklusif bagi nasabah.

Program promosi yang ditawarkan antara lain pembelian daily pass beli satu gratis satu, diskon 10 persen untuk tiket special show, serta berbagai keuntungan tambahan bagi pengguna aplikasi myBCA.

Selain BCA, festival ini juga kembali didukung oleh Telkomsel. Vice President Brand & Marketing Communications Telkomsel, Emir G. Surya, mengatakan bahwa Java Jazz selalu identik dengan pengalaman musik premium yang sejalan dengan layanan Telkomsel Halo.

Ia berharap para pengunjung dapat menikmati festival dengan lebih nyaman, termasuk dari sisi konektivitas digital selama acara berlangsung.

Tiket myBCA International Java Jazz Festival 2026 sudah tersedia dan dapat dibeli melalui situs resmi festival. Informasi terbaru mengenai lineup dan aktivitas festival juga dapat diikuti melalui kanal media sosial resmi Java Jazz Festival.

Memasuki usia ke-21, Java Jazz Festival kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu festival musik paling bergengsi di Asia yang terus berkembang, menghadirkan pertemuan musisi dunia, talenta lokal, serta komunitas pecinta musik dari berbagai generasi. XPOSEINDONESIA/IHSAN

Must Read

Related Articles