
Kolaborasi Kabupaten Lestari kembali menjadi sorotan pada Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025 yang berlangsung di Nusantara Hall 3, ICE BSD. Ajang ini menghadirkan sembilan kabupaten anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang memperlihatkan beragam inisiatif nyata dalam mendorong ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di daerah masing-masing.
Pameran LTKL di AOE 2025 bukan sekadar menampilkan produk, melainkan menghadirkan perjalanan budaya, kuliner, dan inovasi lokal yang dirangkai dengan narasi kuat tentang keberlanjutan. Bayangkan pengalaman menelusuri tenun berwarna alami yang diracik dari daun dan akar hutan, mencicipi santapan daun ubi tumbuk yang hangat, hingga larut dalam kisah lisan kuno yang dikisahkan penuh penghayatan pada malam hari. Semua itu menjadi bagian dari ExploNation, program yang digagas LTKL untuk membawa kreator dan generasi muda menjelajahi keindahan sekaligus potensi Kalimantan.
Ristika Putri Istanti, Kepala Sekretariat LTKL, menegaskan bahwa momentum AOE 2025 menjadi ruang penting bagi daerah untuk memperlihatkan bagaimana pembangunan bisa sejalan dengan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas masyarakat sangat menentukan agar ekonomi hijau benar-benar menjadi arus utama dalam pembangunan nasional.
Hal senada disampaikan Fitrian Ardiansyah, Dewan Penasihat Bidang Investasi Lestari LTKL. Ia menekankan bahwa investasi yang berpihak pada lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pasar global kini menaruh perhatian besar pada produk dan praktik yang ramah lingkungan, sehingga kabupaten di Indonesia harus berani tampil dengan pendekatan baru yang lebih visioner.
Sementara itu, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum LTKL periode 2025–2029, menyampaikan optimismenya terhadap arah gerakan ini. Ia menilai apa yang ditunjukkan LTKL di AOE 2025 merupakan bukti bahwa kabupaten di Indonesia mampu menjadi pelaku utama dalam mewujudkan ekonomi hijau sekaligus melestarikan warisan budaya dan kekayaan alam.
AOE 2025 menjadi saksi bagaimana inisiatif kabupaten lestari tidak hanya tampil dalam bentuk produk, melainkan juga dalam wujud pengalaman imersif yang menghubungkan pengunjung dengan akar budaya dan semangat menjaga bumi. LTKL menjadikan panggung ini sebagai undangan terbuka bagi publik dan investor untuk ikut serta memperkuat gerakan ekonomi hijau yang sedang tumbuh di berbagai pelosok negeri. XPOSEINDONESIA/IHSAN