<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Biography &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/exclusive/biography/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 May 2025 10:09:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Biography &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Bedah Buku, “Mengunci Ingatan” Menelisik Karya Yudishtira ANM Massardi yang Serba Bisa</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/biography/bedah-buku-mengunci-ingatan-menelisik-karya-yudishtira-anm-massardi-yang-serba-bisa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2025 07:07:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biography]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Iga Massardi]]></category>
		<category><![CDATA[Mengunci Ingatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nooca Massardi]]></category>
		<category><![CDATA[Renny Djajoesman]]></category>
		<category><![CDATA[Yudhistria ANM Massardi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=30711</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/para-narasumber-bedah-buku-mengunci-ingatan-karya-almarhum-yudishtira-anm-massardi-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="para narasumber bedah buku mengunci ingatan karya almarhum yudishtira anm massardi" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/para-narasumber-bedah-buku-mengunci-ingatan-karya-almarhum-yudishtira-anm-massardi-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/para-narasumber-bedah-buku-mengunci-ingatan-karya-almarhum-yudishtira-anm-massardi-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/para-narasumber-bedah-buku-mengunci-ingatan-karya-almarhum-yudishtira-anm-massardi-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/para-narasumber-bedah-buku-mengunci-ingatan-karya-almarhum-yudishtira-anm-massardi-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/para-narasumber-bedah-buku-mengunci-ingatan-karya-almarhum-yudishtira-anm-massardi-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/para-narasumber-bedah-buku-mengunci-ingatan-karya-almarhum-yudishtira-anm-massardi-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/para-narasumber-bedah-buku-mengunci-ingatan-karya-almarhum-yudishtira-anm-massardi-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/para-narasumber-bedah-buku-mengunci-ingatan-karya-almarhum-yudishtira-anm-massardi-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/para-narasumber-bedah-buku-mengunci-ingatan-karya-almarhum-yudishtira-anm-massardi.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta melalui Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin menggelar kegiatan bedah&#160;buku biografi Yudhistira ANM Massardi,&#160;berjudul “Mengunci Ingatan”pada Sabtu, 3 Mei 2025. Yudhistira Ardi Nugraha Moelyana Massardi atau Yudhistira ANM Massardi adalah pengarang dari berbagai jenis karya sastra (novel, cerpen, puisi, lagu, juga naskah sinetron dan teater). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta melalui Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin menggelar kegiatan bedah&nbsp;buku biografi Yudhistira ANM Massardi,&nbsp;berjudul “Mengunci Ingatan”pada Sabtu, 3 Mei 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yudhistira Ardi Nugraha Moelyana Massardi atau Yudhistira ANM Massardi adalah pengarang dari berbagai jenis karya sastra (novel, cerpen, puisi, lagu, juga naskah sinetron dan teater). &nbsp;Ia juga dikenal sebagai wartawan, pendidik &nbsp;sekaligus pelukis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yudhistira dilahirkan di Karanganyar, Subang, Jawa Barat pada 28 Februari 1954 dan wafat di Bekasi pada 2 April 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam rangka memperingati setahun kepergiannya dirilis sebuah buku biografi berjudul “Mengunci Ingatan” dan diselenggarakan pula bedah buku yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada acara &nbsp;&nbsp;bedah buku, hadir sejumlah narasumber yakni penulis buku ini : Yanto Mustofa, Noorca Massardi, &nbsp;Halim HD, Adri Damadji, Kouru Kochi (sahabat Yudish dari Jepang), &nbsp;Siska Yudhistira, moderator Bambang Sulistiyo dan MC Carry Nadeak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para narasumber mengakui, sepanjang hidupnya, &nbsp;&nbsp;Yudhis&nbsp; adalah salah satu sastrawan Indonesia yang dikenal karena gaya penulisannya yang tajam, eksperimental, dan penuh kritik sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menulis dalam berbagai genre, namun kekuatan utamanya terletak pada kemampuannya membingkai realitas sosial, budaya, dan spiritual dalam bahasa yang puitis dan kontemplatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karya dramanya dan novel-novel yang &nbsp;ditulisnya sering kali menampilkan gaya bahasa yang inovatif dan struktur yang tidak konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua itu termuat dalam novel &nbsp;Ärjuna Mencari Cinta”” (1977), &nbsp;“Obladi Oblada (1978), Kumpulan Puisi “Sajak Sikat Gigi (1983), dan lain-lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu karya Yudhis &nbsp;yang dinilai ikonik adalah<em> &nbsp;</em>novel<em> Arjuna Mencari Cinta</em> (1977) yang menampilkan gaya penulisan yang humoris, karikatural, dan penuh ironi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yudhistira berhasil menggambarkan konflik batin dan pencarian makna hidup melalui kisah cinta yang penuh liku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, novel ini juga sempat menimbulkan kontroversi pada masa Orde Baru karena dianggap menyentuh tema-tema yang sensitif dan berani, seperti dekonstruksi terhadap cerita wayang yang dianggap tabu pada saat itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Si Kembar yang Romantis</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bedah buku ini memperlihatkan masa kecil dan remaja,&nbsp; kehidupannya sebagai seniman &nbsp;selama di Yogyakarta juga di sekitar Bulungan, plus kehidupannya sebagai &nbsp;seorang suami dan ayah dari tiga anak&nbsp; Iga &nbsp;Dada Massardi, Matatiya Taya Massardi, dan Kafka Dikara Massardi</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yudhish lahir lima menit setelah saya. Mungkin karena &nbsp;saya lahir lebih dulu, &nbsp;ia kemudian kerap &nbsp;mengekor apa yang saya kerjakan, terutama di dunia menulis,” ungkap Noorca Massardi &nbsp;&nbsp;kembaran Yudhis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Noorca mengambil contoh, ketika di sekitar tahun 1970 an, &nbsp;karyanya sudah termuat di sejumlah koran Jakarta, Yudish yang tinggal di Yogja juga berkeinginan sama. Ia menitip puisinya &nbsp;pada Noorca untuk dimuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dia kirim tulisan lewat saya, &nbsp;&nbsp;kemudian kalau dapat honor, saya kirim ke dia, &nbsp;sempat juga uang itu tak terkirim tapi terpakai oleh saya,” kata Noorca sembari &nbsp;tergelak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara Sisca, Isteri Yudhis mengenang sang suami sebagai pria yang romantis. “Setiap saya ulang tahun, kadonya selalu puisi, bukan berlian,” ungkap Siska yang lebi muda 13 tahun dari sang suami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah acara bedah buku &nbsp;ini digelar pula pembacaan puisi, musikalisasi puisi &nbsp;&nbsp;dan Pameran sastra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khusus pameran sastra menyajikan karya-karya Yudhistira ANM Massardi dan berlangsung dari 17 April hingga 8 Mei 2025 di Galeri PDS HB Jassin, Gedung Ali Sadikin Lantai 4, Taman Ismail Marzuki, dan terbuka untuk umum sesuai jam operasional layanan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buku biografi Yudishtira “Mengunci Ingatan” yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) sudah bisa didapat secara online maupun&nbsp; di toko buku &nbsp;Gramedia <strong>XPOSEINDONESIA/NS</strong> &#8211; <strong>Foto &nbsp;Dokumentasi</strong></p>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_be3b27ee-5ef8-4b50-a711-250d73f29dc2" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/e-flyer-acara-bedah-buku-mengunci-ingatan.jpg" alt="e flyer acara bedah buku mengunci ingatan" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">e flyer acara bedah buku mengunci ingatan</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">30711</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/para-narasumber-bedah-buku-mengunci-ingatan-karya-almarhum-yudishtira-anm-massardi-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Mas Bens Leo, Dipuji juga Dikritik Keras</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/biography/mas-bens-leo-dipuji-juga-dikritik-keras/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/exclusive/biography/mas-bens-leo-dipuji-juga-dikritik-keras/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2013 02:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biography]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://offair.id/xposeid/?p=3587</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="195" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/ce11944b98d0742eead2b016a253afd2_XL-300x195.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/ce11944b98d0742eead2b016a253afd2_XL-300x195.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/ce11944b98d0742eead2b016a253afd2_XL-768x499.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/ce11944b98d0742eead2b016a253afd2_XL-150x97.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/ce11944b98d0742eead2b016a253afd2_XL-600x390.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/ce11944b98d0742eead2b016a253afd2_XL-696x452.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/ce11944b98d0742eead2b016a253afd2_XL-647x420.jpg 647w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/ce11944b98d0742eead2b016a253afd2_XL.jpg 770w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Akhir November lalu,&#160;Mas Bens Leo&#160;sebagai Kritikus Musik menerima Penghargaan&#160;Anugerah Kebudayaan Kategori Anugerah Seni dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan 2013.&#160;Sebuah penghargaan yang layak diterima oleh pria kelahiran Pasuruan 8 Agustus 1952 tersebut.&#160; Ini sesungguhnya, bukan penghargaan pertama yang diterima oleh Mas Bens. Sebelum ini, ia pernah menerima&#160;Piagam Penghargaan Jurnalis Musik dari Sri Sultan Hamengkubuwono X (2009),&#160;Trofi “Pengabdian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Akhir November lalu,&nbsp;<strong>Mas Bens Leo</strong>&nbsp;sebagai Kritikus Musik menerima Penghargaan&nbsp;<em>Anugerah Kebudayaan Kategori Anugerah Seni dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan 2013.</em>&nbsp;Sebuah penghargaan yang layak diterima oleh pria kelahiran Pasuruan 8 Agustus 1952 tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini sesungguhnya, bukan penghargaan pertama yang diterima oleh Mas Bens. Sebelum ini, ia pernah menerima&nbsp;<strong>Piagam Penghargaan Jurnalis Musik dari Sri Sultan Hamengkubuwono X (2009)</strong>,&nbsp;<strong>Trofi “Pengabdian Sebagai Jurnalis Musik dari Yayasan Buku Bangsa&nbsp; (2003)</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi dedikasi pada dunia kerjanya, Mas Bens itu terhitung super lengkap. &nbsp;Sepanjang 42 tahun bergelut di dunia hiburan, Ia telah menjadi wartawan untuk media cetak sekaligus radio, menjadi narasumber terpercaya untuk semua media,&nbsp; menjadi&nbsp;&nbsp;juri beragam lomba, menjadi produser untuk pembuatan album rekaman pendatang baru, menjadi koordinator dari bermacam&nbsp;<em>Event&nbsp; Organizer</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar tugas itu, ia juga aktif di berbagai organisasi. Ia pernah terpilih sebagai&nbsp;<strong>Ketua Seksi Musik, Film dan Budaya</strong>&nbsp;di&nbsp;<strong>Persatuan Wartawan Indonesia (</strong>1984-1986),&nbsp;<strong>Anggota Badan Pengawas Yayasan Karya Cipta Indonesia (</strong>2010-Sekarang),&nbsp;<strong>Ketua II Koperasi Pekerja Seni Indonesia (</strong>KOPSI) (2012-Sekarang). Tahun 2010,&nbsp; ia berinsiatif mendirikan&nbsp;<strong>Charity Club Indonesia,</strong>&nbsp;sebuah organisasi nirlaba yang&nbsp; membantu wartawan dan artis yang tengah mengalami kesulitan&nbsp; dan sakit.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Popularitas yang Merakyat</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan jenis pekerjaan yang sangat beragam, popularitas Mas Bens Leo&nbsp; meroket. Dan tanpa bermaksud memuji berlebihan, popularitasnya yang sangat “merakyat” ini rasanya menjadi sulit ditandingi oleh wartawan senior dan juniornya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukti untuk ini mudah dikenali, baik ketika ia tengah berada di lingkungan atas, mulai dari lingkungan Presiden SBY sampai ke lingkungan menteri-menterinya ataupun di lingkungan selebritis maupun lingkungan masyarakat biasa. Sekedar info juga,&nbsp; “Mas Bens dipilih langsung oleh SBY untuk menuliskan bukunya yang bertajuk&nbsp;<strong>Tembang Untuk Bangsa, Bahasa Musik SBY (</strong>2011),”kata&nbsp;<strong>Renny Djajoesman</strong>, Ketua Tim Penyusunan buku tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekali waktu, ketika dalam proses penulisan buku tersebut, SBY mengundang Mas Bens&nbsp; untuk berbuka puasa bersama di Istana Merdeka. Di tengah-tengah acara setengah resmi itu,&nbsp;<strong>Menkopolhukam Djoko Suyanto</strong>&nbsp;lebih dulu datang dan menyapa Mas Bens Leo, lengkap dengan panggilan Mas-nya. Mereka berbincang sangat akrab, bahkan sampai menggunakan bahasa Jawa, layaknya dua sahabat yang lama tak bertemu. “Padahal, saya baru sekali ini bertemu beliau,” kata Mas Bens seusai pertemuan itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di lain hari, di sebuah tempat penangkaran Penyu, di Pulau Serangan di &nbsp;Bali, sang penjual &nbsp;tiket masuk kasak kusuk dengan temannya. Ia merasa mengenali&nbsp; Mas Bens.&nbsp; “Saya lupa namanya. Tapi saya tahu dia suka muncul di TV jadi pengamat. Kemarin dia muncul bersama Kevin Aprilio. Benar, kan?!&nbsp; Kata si penjual tiket&nbsp; pada saya.&nbsp; Ketika saya sebutkan nama Mas Bens, si penjual tiket langsung berteriak. “Nah, betulkan, dia&nbsp; yang suka muncul di TV!”&nbsp; Usai itu, tanpa sungkan, ia minta foto bersama mas Bens.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permintaan foto semacam ini, langka ditemui untuk seorang yang berprofesi sebagai wartawan. Biasanya, kejadian begini hanya bisa terjadi pada sosok selebritis. Namun sejak lama Mas Bens, terbiasa menghadapi permintaan begitu. Bukan hanya di pelosok daerah, ketika berjalan di Mal di Jakarta pun, itu kerap terjadi. “Kadang capek juga lihat Papa dimintain foto sama banyak orang,” kata&nbsp;<strong>Addo Gustaf,</strong>&nbsp;anaknya semata wayang dari pernikahan Mas Bens dengan&nbsp;<strong>Dr. Pauline Endang Praptini, MS, SpGK</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tokoh yang Didengar</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai&nbsp; Pengamat Musik Senior dan Juri dengan jam terbang supertinggi (dalam seminggu minimal dua kali menjadi Juri), Mas Bens&nbsp; termasuk tokoh yang sangat didengar di dunia musik juga hiburan. Bukti untuk ini bisa didapat dari bergagai sumber. Satu di antaranya datang dari&nbsp;<strong>Band d’Masive.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok band ini&nbsp; mengaku sering bertemu Mas Bens&nbsp; sebagai juri dalam berbagai&nbsp; Festival band yang mereka ikuti. “Dan ketika beberapa kali kami menang, Mas Bens lah yang pertama percaya dan mengusulkan untuk segera rekaman dengan lagu karya sendiri,” ungkap&nbsp;<strong>Ryan,</strong>&nbsp;sang vokalis. “Ide Mas Bens itu menguatkan semangat kami. Dan tidak bisa kami lupakan! Terima kasih Mas Bens, karena sudah percaya pada kami, bahkan sebelum kami menyadari, kalau kami&nbsp; punya kemampuan dan bisa melangkah&nbsp; sampai sejauh hari ini!” tambah Ryan lagi dalam sebuah acara, sesaat sebelum band ini manggung ke Irlandia, September 2013.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilannya Mas Bens sebagai wartawan yang dipercaya banyak kalangan, mudah pula mengundang kritik, baik secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi. Bukan sekali dua kali, beberapa rekan yang katanya juga berprofesi sebagai jurnalis menyindir Mas Bens dalam&nbsp; posting twitter mereka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekali waktu, Mas Bens dinilai kurang tajam bertanya, ketika seorang gitaris manca negara bertandang ke Jakarta untuk pentas di Java Jazz Festival 2012. Pertanyaan yang dianggapnya terlalu standar dan sederhana itu dijadikan “senjata” untuk “menghajar” Mas Bens di&nbsp;<em><strong>twitter.</strong></em>&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun yang punya badan, malah hanya senyum senyum saja tanpa terganggu atau menjadi marah. Terbukti,&nbsp; dalam pertemuan langsung dengan siapapun yang pernah mengkritiknya, Mas Bens malah yang lebih dulu menyapa dan menyalami mereka. Sikap macam ini&nbsp; melekat kuat dalam pribadinya. Ia mudah bergaul dengan banyak kalangan, termasuk yang bersebrangan dengan dirinya. Ia juga mudah mengulurkan bantuan&nbsp; bagi&nbsp; yang memerlukan. &nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mas Bens mengaku sering mendengar kritik tentang dirinya, dan itu dianggapnya sebagai sesuatu yang wajar. Kritik tajam yang paling baru adalah ketika ia membela&nbsp;<strong>Kevin Aprilio</strong>&nbsp;yang berseteru dengan penyanyi asuhannya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya sih berpegang pada isi kontrak, &nbsp;jika ada orang mau tanda tangan kontrak satu album sebesar 2,5 M, ya harus tunduk pada kontrak yang ditandatangani. Jika si penyanyi&nbsp; menghentikan kontraknya dan minta uang dibalikin, ngapain dibalikin. Kevin terlalu baik, dia dan sudah dibalikin 1 M,&nbsp; padahal itu wanprestasi si penyanyi. Dia cuma cari sensasi, biar cepat populer via Kevin,” ungkap Mas Bens. “Banyak orang yang nggak tahu, saya ini Sarjana Hukum dengan Skripsi&nbsp;<em>Masalah Hak Cipta Musik&nbsp;</em>dan sangat paham dengan kontrak,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki usia 61 tahun &nbsp;di 2013, tidak membuat Mas Bens terlihat kendor semangat&nbsp; dalam berkarya. Fisiknya masih kuat dan tetap gesit&nbsp; untuk melakukan serangkaian aktivitas. Meski untuk&nbsp; kepentingan kerja, ia harus terbang berpindah kota,&nbsp; semua itu sama sekali tak membuat dirinya loyo karena kelelahan. “Bekerja di dunia hiburan dan menjadi jurnalis itu menyenangkan, dan tak ada kata pensiun di sini,” katanya menutup perbincangan.&nbsp;<strong>XPOSEINDONESIA-Nini Sunny Foto Dudut Suhendra Putra/Beck Tohir/Abror Rizki</strong>)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bio Data :</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama Lengkap&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;:&nbsp;<strong>Bennedictus Benny Hadi Utomo, SH</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama Pop &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp;<strong>Bens Leo</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tempat Tanggal lahir &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp;<strong>8 Agustus 1952</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Karier Jurnalistik</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Wartawan&nbsp; Musik Berita Yudha , Sport &amp; Film (1971)</p>



<p class="wp-block-paragraph">2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Wartawan Majalah Aktuil&nbsp; (1972-1986)</p>



<p class="wp-block-paragraph">3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Redaktur Musik Majalah Gadis (1987 –1999)</p>



<p class="wp-block-paragraph">4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penyiar Radio Amigos</p>



<p class="wp-block-paragraph">5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemimpin Redaksi Majalah Anita</p>



<p class="wp-block-paragraph">6.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemimpin Redaksi Majalah NewsMusik (2000-2003)</p>



<p class="wp-block-paragraph">7.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penyiar iRadio Jakarta (2002-2013)</p>



<p class="wp-block-paragraph">8.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penanggung Jawab XposeIndonesia.com (2013- sekarang)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Karya Buku :</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Artis Nominee BASF Award (2003)</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Tembang Untuk Bangsa, Bahasa Musik SBY (2011)</p>



<p class="wp-block-paragraph">3. 45 Tahun Label Rekaman Aquarius (Masih dalam proses)</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-more-pictures">More Pictures</h3>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_0c0640ac-b160-4e81-a82a-3ba65f69e104" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/01-Mewawancarai-SBY-bersama-Nini-Sunny-Untuk-BUku-Tembang-Untuk-Bangsa-Bahasa-Musik-SBY-ce24b3b051.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/02-Mempresentasikan-Isi-Buku-kepada-Bapak-SBY-dan-Ibu-Ani-di-Istana-Tampak-Siring-Bali-283ab860c3.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/03-Bersama-SBY-dan-sejumlah-aris-di-Istana-Negara-Jakarta-3d9afe31e1.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/04-Bersama-AgnesMo-dalam-sebuah-acara-di-TeeBOx-Cafe-672dad3701.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/06-Menjadi-Juri-bersama-Jimmy-Manoppo-dan-Bartje-van-Hoeten-124e436f78.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/07-Menjadi-MC-salah-satu-keahliannya-yang-lain-bd51bacc7e.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/Dalam-Pres-Conference-Festival-Lagu-Anak-Nusantara-2012-8f1ba669c3.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/Untitled-11-12dbf9740c-1.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/ce11944b98d0742eead2b016a253afd2_XL.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/exclusive/biography/mas-bens-leo-dipuji-juga-dikritik-keras/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3587</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/02/ce11944b98d0742eead2b016a253afd2_XL-300x195.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="195" />	</item>
	</channel>
</rss>
