Arca Peninggalan Majapahit Dikemaas dalam Format 3D

14 May 2014
Pencinta museum dan aktris Olga Lydia menjelaskan virtual reality museum majapahit saat hadir dalam peluncurannya di Jakarta, Selasa (13/5/2014). Virtual Reality Museum Majapahit merupakan replika maya peninggalan kerajaan Majapahit dengan produksi 10 replika yang dapat dilihat secara virtual dengan media oculus rift yakni kacamata dengan teknologi simulasi yang membawa penggunanya ke dunia maya. Pencinta museum dan aktris Olga Lydia menjelaskan virtual reality museum majapahit saat hadir dalam peluncurannya di Jakarta, Selasa (13/5/2014). Virtual Reality Museum Majapahit merupakan replika maya peninggalan kerajaan Majapahit dengan produksi 10 replika yang dapat dilihat secara virtual dengan media oculus rift yakni kacamata dengan teknologi simulasi yang membawa penggunanya ke dunia maya. ANTARA FOTO/Teresia May

 

Arca-arca peninggalan zaman Kerajaan Majapahit yang tersebar di berbagai Negara, kini  bisa dilihat dari dekat dalam format tiga dimensi (3D) di Virtual Reality Museum Majapahit.

Teknologi ini memungkinkan penggunanya bisa mengamati patung-patung kuno dengan menggunakan alat yang disebut Oculis Rift.  Alat ini diperkenalkan pada acara Museum Week yang akan berlangsung 13-18 Mei 2014 di Senayan City, Jakarta.

"Oculis Rift berbentuk kacamata yang mengarah pada layar LCD tunggal sebesar tujuh inci, sehingga kita dapat melihat arca peninggalan Kerajaan Majapahit dalam format tiga dimensi," kata Managing Director Anantarupa Studios Diana Paskarina dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Oculus Rift memiliki sensor di accelerometer dan gyroscope yang masuk ke dalam game PC, yang memungkinkan pengguna memandang ruang 360 derajat dan merasakan sensasi menjelajahi patung demi patung.  "Melalui media Oculus Rift , pengguna dapat menjelajah satu arca sekitar satu menit yang dihitung berdasarkan durasi suara," kata Diana.

Saat ini Virtual Reality Museum Majapahit menampilkan 10 arca, antara lain arca Adityawarman, Penunggang Gajah, Maharesi Agastya, Tribhuanawijayatunggadewi (Parwati), Yoga Tantra, Dwarapala, Dyah Wijaya (Harihara), Prajnaparamita, Sri Rajadevi Maharajasa (Parwati) dan Ganesha. Selanjutnya akan ada 58 arca peninggalan Kerajaan Majapahit dalam realitas virtual Museum Majapahit.

Diana menjelaskan, ide untuk menghadirkan realitas virtual Museum Majapahit berawal dari konsep artificial reality yang telah disiapkan perusahaannya pada 2009. Mereka menghadirkan realitas virtual itu untuk mendigitalisasi aset budaya Indonesia supaya lebih mudah dilihat masyarakat.

 "Kami memandang perlu mengangkat Majapahit karena semboyan negara ini, Bhineka Tunggal Ika, tercetus pada masa Majapahit. Hanya saja generasi muda tidak tahu banyak soal Majapahit," ungkap Diana.

Sigit Diapsoputra dari Program Supervisor Bakti Djarum Foundation selaku penyelenggara acara itu mengatakan realitas virtual Museum Majapahit merupakan inovasi untuk melestarikan budaya Indonesia dalam wujud digital.

"Khusus untuk Majapahit, kita belum dapat lihat peninggalannya secara utuh. Melalui virtual ini diharapkan, peninggalan Majapahit dapat kita lihat secara utuh," ujarnya. XPOSEINDONESIA/ANTARA  FOTO/Teresia May

 

 

 

 

Last modified on Wednesday, 14 May 2014 16:54
Login to post comments