Mencari Penyanyi Dangdut di America 

21 April 2014

Abdul Wali, tampak tersenyum senang ketika Ani Hartini, salah satu juri kompetisi "Dangdut In America"  memujinya karena mampu mengikuti cengkokan nada suara dangdut Melayu yang dilantunkan oleh Ani.  

“You are great”, kata Ani yang mantan vokalis group dangdut, Ken Dedes. “I wish I could be in the final”,  ujar Abdul, warga Amerika yang pernah lolos audisi program American Idol. Abdul adalah salah satu  penyanyi dari sekitar 50 peserta audisi "Dangdut In America" yang digelar di kota New York, Philadelphia, Washington DC dan Wilmington (Delaware). Mereka datang dari berbagai latar belakang dan profesi,mulai dari Mahasiswa, Penyanyi Hip-hop. 

Sementara itu, Sania, penyanyi Indonesia yang juga menjadi juri  memuji Freddy Kim, mahasiswa keturunan Korea yang mampu menyanyikan lagu-lagu bernada tinggi.  “Fredy, you have a great talent. Have you heard about Dangdut before?”, tanya Sania. 

“No, but I would like to learn”, jawab Fredy sambil tersenyum. Sania juga beberapakali naik panggung mengajak peserta  untuk bergoyang dangdut. “Saya salut usaha mereka menyanyi dangdut, keren banget”, tambah Sania.  

Inilah suasana Audisi "Dangdut In America" yang berlangsung selama bulan April di pantai Timur Amerika Serikat. "Dangdut In America" adalah sebuah ajang kompetisi menyanyi untuk mencari penyanyi Dangdut asal Amerika. 

"Amerika dikenal mempunyai berbagai genre musik, seperti Hip-hop, Jazz, Blues dan Country. Lalu muncul pengaruh musik dari Latin dari negara-negara Mexico, Brazil dan Argentina. Nah  sekarang giliran musik Dangdut dari Indonesia yang akan tampil di Amerika", ujar Rissa Asnan, promotor  dan produser musik dari NSR Entertainment di Delaware yang mempunyai ide kompetisi ini sejak tahun 2007. 

Konsep "Dangdut In America" pernah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia atau  MURI. Termasuk dengan dirilisnya album "Dangdut In America" pertama dengan penyanyi Arreal  Tillghman. Selain Sania dan Ani, juri lainnya adalah Catherine Short de Arce, penyanyi opera dan  pengajar musik terkenal dari Delaware yang sedang mendalami musik dangdut. Juga Rissa Asnan sendiri. 

Rencananya, kompetisi ini akan digarap menjadi program acara televisi dengan format reality show,  berdurasi 60 menit dan ditayangkan di stasiun televisi nasional, mulai 27 April 2014 di TVRI, pukul 20.00  s/d 21.00 WIB. "Ini adalah program yang unik dan menarik. Belum pernah ada distasiun televisi manapun. TVRI mendukung program ini agar musik dangdut semakin dikenal di Amerika", ungkat Tuty  Purwaningsih, Programmer Kerjasama Produksi dan Siaran Luar Negeri TVRI. 

Sedangkan untuk produksi televisi, dilaksanakan oleh team Voice Of America (VOA) Indonesia yang  sering memproduksi berbagai program Pop-Culture untuk stasiun televisi Indonesia, dengan Sutradara, Naratama. "Ini tantangan baru dan seru, menyutradarai program musik dangdut  dengan penyanyi orang-orang Amerika yang tidak mengerti bahasa Indonesia. Kita akan menggunakan desain produksi serealitis mungkin, tanpa ada rekayasa", kata Naratama, yang pernah menyutradarai  berbagai progam reality dan musik seperti Joe Millionaire Indonesia, Klakustik, VOA POP NEWS, VOA coverage in American Music Awards, Country Music Awards dan Red Carpet- Piala Oscar di Hollywood,LA. “Kita syuting dengan sistem Multikamera. Dan tantangan yang paling berat, ya, menjelaskan apa itu  musik dangdut kepada para peserta Amerika”, tambah Naratama. 

Lalu untuk final akan dilangsungkan di Sigma Studio, Philadelphia. Studio ini sering dipakai rekaman oleh musisi papan atas seperti Billi Joel, Justin Timberlake dan Miley Cyrus. Untuk menentukan juara, para finalis diwajibkan untuk menyanyi dangdut dengan bahasa Indonesia. Final sudah diselenggarakan, dan pemenangnya akan dibawa ke Indonesia untuk tampil bersama musisi Dangdut Papan Atas di TVRI.  Kiriman Ningrum Spicer – Produser Dangdut In America. Foto Dokumentasi : Dangdut in America

 More Pictures

Last modified on Monday, 21 April 2014 15:22
Login to post comments