Kemenparekraf Siapkan 100 Milyar untuk Isolasi Pasien di Hotel

17 September 2020

Industri hotel dan Kementerian Kesehatan  diajak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  untuk bekerja sama menyiapkan akomodasi bagi pasien Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala (gejala ringan). Upaya ini seiring dengan upaya pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19 yang menganjurkan tidak melakukan isolasi Mandiri.

"Ini untuk menyikapi arahan Presiden dan hasil rapat dengan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Bapak Airlangga Hartarto dan Menkes,” kata Wishnutama Kusubandio dalam jumpa pers bersama Kepala Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo di Graha BNPB, Kamis (17/9/2020). 

Menurut Wishnutama, oleh  karena itu  Kemenparekraf kembali akan bekerja sama dengan Kemenkes dan industri Hotel dalam menyiapkan akomodasi bagi pasien COVID-19 (tanpa gejala atau gejala ringan) dan juga tenaga kesehatan untuk melakukan isolasi di Hotel. 

Akomodasi yang akan disediakan itu sebagai upaya untuk menambah kapasitas di luar Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran sebagai pusat karantina pasien kasus konfirmasi tanpa gejala. 

Ini dilakukan agar masyarakat yang terkena gejala ringan  tidak melakukan isolasi mandiri. Karena isolasi mandiri berpotensi dapat menulari lingkungan keluarga dan sekitar. 

Jumlah fasilitas yang disiapkan Kemenparekraf adalah  sekitar 14.000 pasien  yang akan dijalankan mulai bulan September sampai Desember 2020.  

Durasi isolasi  dan masa karantina setiap pasien adalah sepanjang 14 hari. 

Bagi Hotel yang terpilih, syarat yang  harus dipatuhi oleh hotel tersebut adalah harus dapat melaksanakan protokol kesehatan yang sesuai dengan ketentuan Kemenkes.  

Isolasi di hotel setara bintang 3 ini termasuk dengan fasilitas makan dan minum serta laundry setiap hari bagi pasien dan juga tenaga kesehatan. 

Dalam kerja sama ini, Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk memberikan daftar rekomendasi hotel yang akan diseleksi tim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan disampaikan ke Kementerian Kesehatan untuk kemudian membantu penilaian terkait kelengkapan fasilitas dan kesiapan protokol kesehatan. 

Kemenkes nantinya juga bertanggung jawab menyiapkan tenaga kesehatan untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan di setiap hotel termasuk memonitor perkembangan pasien yang sedang menjalankan isolasi. Termasuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung seperti obat, ambulans, dan lain-lain. 

Kemenparekraf menyediakan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk  menyiapkan akomodasi setara hotel bintang 3, termasuk fasilitas makan, minum, dan laundry tiap harinya bagi setiap pasien COVID-19. 

"Sekali lagi, hotel yang dapat melaksanakan hal ini harus dapat melaksanakan protokol kesehatan yang sesuai dengan ketentuan Kemenkes agar tidak menciptakan klaster baru," kata Wishnutama. "Hotel yang nantinya dijadikan tempat isolasi mandiri untuk sementara tidak diperkenankan menerima tamu umum."

Untuk tahap awal, program tambahan akomodasi ini akan difokuskan untuk lima daerah yakni Jakarta, Bali, dan akan dilanjutkan ke Sumatera Utara, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan. 

"Penyediaan akomodasi ini diharapkan bisa berjalan mulai awal pekan depan," kata Wishnutama. 

Sementara ini Hotel yang sudah menyatakan bersedia berpartisipasi adalah; Yello Hotel, Ibis Hotel, Pop! Hotel, Mercure Hotel dan Novotel untuk wilayah Jabodetabek, Ibis Kuta Bali dan Novotel Banjarbaru di Kalimantan Selatan. 

"Kemenparekraf juga membuka kesempatan besar untuk hotel-hotel lain bergabung berpartisipasi bersama pemerintah ikut menekan penyebaran COVID-19. Hal paling penting adalah hotel-hotel tersebut harus menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan ketentuan Kemenkes," kata Wishnutama.  

Kerja sama dengan industri hotel sebelumnya juga telah dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf dalam menyiapkan akomodasi bagi tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien COVID-19. 

"Semoga langkah ini menjadi salah satu upaya yang efektif dari pemerintah untuk menekan bertambahnya penyebaran COVID-19," kata Wishnutama. 

Presiden Joko Widodo dalam laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Istana Merdeka, beberapa waktu lalu mengatakan akan terus menambah tempat isolasi bagi pasien COVID-19 tanpa gejala ataupun yang bergejala ringan dalam rangka pengendalian COVID-19. 

"Pemerintah menyiapkan pusat-pusat karantina untuk pasien dengan gejala ringan agar tidak melakukan isolasi mandiri, ini juga penting, yang berpotensi menularkan kepada keluarga," kata Presiden Joko Widodo.  XPOSEINDONESIA Foto : Biro Komunikasi Kemenparekraf

 

 

More Pictures

 

 

 

 

 

 

 

 

Last modified on Sunday, 20 September 2020 05:09
Login to post comments